Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemetaan dan Analisis Bibliometrik: Tren Penelitian Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Yusuf Trenggono; Retno Winarni; Triyanto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis perkembangan penelitian pembelajaran berdiferensiasi dalam mengatasi kesulitan membaca di sekolah dasar melalui pendekatan bibliometrik. Secara khusus, penelitian ini mengeksplorasi tren publikasi dan penulis produktif, pola kolaborasi antar penulis, institusi, dan negara, serta menganalisis tren topik penelitian berdasarkan co-occurrence kata kunci selama periode 2014-2024. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan data dari database Scopus, mencakup 300 artikel dari jurnal terindeks Q1-Q4 sebagai sumber data penelitian. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk visualisasi jaringan bibliometrik dan pemetaan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi tren penelitian sejak 2020, dengan dominasi kontribusi dari Amerika Serikat dan Eropa. Souvignier, E. dan Seifert, S. teridentifikasi sebagai peneliti paling produktif, sementara University of Texas at Austin dan University of Münster muncul sebagai institusi terdepan dalam penelitian ini. Analisis co-occurrence kata kunci menunjukkan evolusi fokus penelitian dari remediasi tradisional menuju integrasi asesmen dan personalisasi pembelajaran, dengan penekanan pada pemahaman dan kelancaran membaca. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran berdiferensiasi, menyoroti kebutuhan akan penguatan kolaborasi internasional dan eksplorasi implementasi dalam konteks budaya yang lebih beragam. Pemetaan ini juga mengidentifikasi kesenjangan penelitian dalam aspek teknologi pembelajaran dan asesmen berbasis data, yang perlu dikembangkan lebih lanjut.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Kemampuan Membaca Lina Adi Perwitasari; Retno Winarni; Septi Yulisetiani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2211

Abstract

Pembelajaran diferensiasi adalah pendekatan yang memungkinkan guru menyesuaikan strategi pengajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kesiapan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran diferensiasi dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran diferensiasi melalui variasi konten, proses, dan produk pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman membaca siswa. Faktor pendukung meliputi keterampilan guru dalam merancang strategi yang tepat, dukungan teknologi, dan lingkungan belajar yang kondusif. Namun, tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dalam perencanaan dan keragaman kebutuhan siswa yang kompleks. Kesimpulannya, pembelajaran diferensiasi dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa, selama didukung oleh perencanaan yang matang dan keterampilan guru dalam mengelola diferensiasi pembelajaran.
ANALISIS FAKTOR PERMASALAHAN DAN SOLUSI MISKONSEPSI PEMBELAJARAN PADA KELAS TINGGI DI SEKOLAH DASAR Kitaman Hutapea; Retno Winarni; Mintasih Indriayu; Sandra Bayu Kurniawan; Idam Ragil Widiyanto Admojo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8800

Abstract

Kajian ini bermaksud untuk menjabarkan persoalan miskonsepsi dalam pembelajaran pada kelas tinggi di sekolah dasar seperti Bahasa Indonesia, IPS, IPA, PKN dan Matematika yang terjadi sekolah dasar melalui pendekatan studi pustaka. Permasalahan miskonsepsi terkait pemahaman yang keliru yang dilakukan oleh guru terhadap penerapan strategi pembelajaran, rancangan pembelajaran, gaya belajar siswa, materi pembelajaran, media dan metode serta penilaian/evaluasi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah systematic study of literature dengan mengumpulkan data berupa telaah terhadap artikel-artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa miskonsepsi terhadap pembelajaran pada kelas tinggi adalah faktor internal dari siswa itu sendiri dalam memahami materi pembelajaran, fisik dan psikis siswa yang mempengaruhi kognitif dan mental siswa. Sedangkan faktor eksternal dapat terjadi dari lingkungan sekolah terkait guru, fasilitas sekolah, buku dan bahan ajar, kurikulum dan rancangan pembelajaran serta peran keluarga dan lingkungan masyarakat . Solusi yang dapat diterapkan adalah menerapkan metode, model serta media pembelajaran yang bervariatif serta interaktif, penyesuaian materi dengan pengalaman nyata kehidupan sehari-hari siswa, menjelaskan secara detail terkait materi pembelajaran dengan mempersiapkan materi dan mempelajari dari berbagai sumber, melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui kegiatan eksperimen ataupun observasi dengan kolaborasi, menggunakan media konkret untuk mengurangi keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, serta penyediaan bahan ajar yang mendukung dan perlunya revisi atau mengkaji ulang terkait kesalahan miskonsepsi materi buku ajar dan penyesuaian kurikulum antara tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa. Guru mempersiapkan instrumen evaluasi dengan media digital teruntuk penilaian diagnostik awal siswa untuk mengetahui potensi dari kemampuan awal siswa yang perlu dikembangkan dan diperbaiki.
Bentuk Komunikasi Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Membentuk Self-Esteem Peserta Didik Sekolah Dasar Ema Smedyah Putri; Retno Winarni; Septi Yulisetiani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk komunikasi guru dalam pembelajaran yang berperan dalam pengembangan self-esteem peserta didik di Sekolah Dasar. Komunikasi efektif antara guru dan peserta didik sangat penting dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, tidak hanya untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan nilai-nilai. Keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, diperlukan agar peserta didik siap menghadapi tantangan masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif dapat membentuk self esteem dan keterampilan berbicara pesera didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Namun, temuan lapangan menunjukkan bahwa beberapa peserta didik mengalami self-esteem rendah, yang mempengaruhi partisipasi aktif dalam pembelajaran. Studi ini menyimpulkan bahwa bentuk komunikasi yang efektif dapat membantu membangun self-esteem peserta didik, serta menyarankan perlunya model komunikasi yang lebih terstruktur untuk mendukung keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.
The Philosophical meanings contained Serat Sari Swara entitled Wasita Rini Song by Ki Hadjar Dewantara Akbar Al Masjid; Sumarlam Sumarlam; Retno Winarni; Budhi Setiawan; Trisharsiwi Trisharsiwi; Suhailee Sohnui; Arya Dani Setyawan; Endah Marwanti
TAMANSISWA INTERNATIONAL JOURNAL IN EDUCATION AND SCIENCE Vol 4 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tijes.v4i2.13535

Abstract

Serat Sari Swara is an old literary work (1930) written directly by KHD using Javanese script and in Javanese in the form of tembang (poetry genre). This study of old literary works is important because it is an intellectual heritage of the work of the Father of the Indonesian National Education (KHD), which contains many moral and philosophical teachings that are useful as lessons and knowledge for the current generation. The data analysis method used is the content analysis method through the perspective of literary interpretation. The primary data source of this research comes from the Serat Sari Swara script, especially the Asmaradana Wasitarini songs. The results of the research on the philosophical meaning of the Asmaradana Wasita Rini song are about advice and teaching to women in fighting for their rights to obtain gender equality and women's independence, as well as the dedication of women (wives) to men (husbands) so that they can live in harmony and happiness. In detail, the contents of Wasita Rini's philosophical meaning are as follows: 1) teachings to women to always maintain the norms of decency and decency; 2) Protect themselves and their honour; 3) Women need to be respected and respected and do not like being treated arbitrarily; 4) can control themselves; 5) A woman must be conscientious and good at sorting out good and bad things; 6) Women must have the intelligence of creativity, taste, and intention (morals).
Analysis of Learning Styles in Differentiated Indonesian Language Learning Based on Multiple Intelligences in Elementary School Students Widi Maryani; Retno Winarni; Sukarno
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p325-341

Abstract

Abstract: Recognizing individual diversity is essential for supporting children's learning, particularly in language skills. A differentiated learning approach that aligns with children's learning styles can significantly enhance the effectiveness of language acquisition by addressing specific needs and characteristics. The research method utilized a qualitative approach with a case study design. The subjects were five fifth-grade students during the 2024/2025 academic year. Data collection techniques included document analysis, observation, and interviews. Data was analyzed using the linear approach data analysis technique (John W. Creswell model). The primary objectives of this qualitative case study were to: 1) determine children's language learning style profiles, 2) identify effective ways to teach language skills based on these styles, and 3) measure the impact of differentiated learning, tailored to learning styles, on improving language proficiency. The study identified distinct student characteristics: visual learners relied on sight and preferred neatness; auditory learners depended on hearing and preferred listening; kinesthetic learners were physically active and enjoyed direct practice; interpersonal learners thrived in group settings; and intrapersonal learners preferred independent study. The results affirm that teachers can effectively apply differentiated learning to facilitating the language learning process for all students. Abstrak: Mengenali keragaman individu sangat penting untuk mendukung pembelajaran anak-anak, terutama dalam keterampilan bahasa. Pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan gaya belajar anak-anak dapat secara signifikan meningkatkan efektivitas penguasaan bahasa dengan mengatasi kebutuhan dan karakteristik spesifik mereka. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah lima siswa kelas lima pada tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi analisis dokumen, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data pendekatan linier (model John W. Creswell). Tujuan utama studi kasus kualitatif ini adalah: 1) menentukan profil gaya belajar bahasa anak-anak, 2) mengidentifikasi cara efektif untuk mengajarkan keterampilan bahasa berdasarkan gaya belajar tersebut, dan 3) mengukur dampak pembelajaran berdiferensiasi terhadap peningkatan kemahiran bahasa. Studi ini mengidentifikasi karakteristik siswa yang berbeda-beda: siswa yang belajar secara visual mengandalkan penglihatan dan lebih menyukai kerapian; siswa yang belajar secara auditori bergantung pada pendengaran dan lebih menyukai mendengarkan; siswa yang belajar secara kinestetik aktif secara fisik dan menikmati praktik langsung; siswa yang belajar secara interpersonal berkembang baik dalam lingkungan kelompok; dan siswa yang belajar secara intrapersonal lebih menyukai belajar secara mandiri. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa guru dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif untuk mengakomodasi gaya belajar yang beragam ini untuk memfasilitasi proses pembelajaran bahasa bagi semua siswa.