Claim Missing Document
Check
Articles

REORIENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS HUMANISME TEOSENTRIS Masruroh; Hadi, Syaiful
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/w61as266

Abstract

This study aims to analyze the reorientation of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum based on the concept of theocentric humanism as an approach to strengthening students’ holistic, balanced, and value-oriented character formation. Theocentric humanism is understood as an educational paradigm that positions humans as active subjects of learning while grounding the entire educational process in divine values derived from Islamic teachings. This study employs a qualitative literature-based method by examining books, scholarly articles, policy documents, and recent studies related to curriculum development and humanistic perspectives in Islamic education. The research findings reveal three major points. First, the current PAI curriculum often experiences a reduction in meaning due to its dominant focus on cognitive and formalistic aspects, which results in limited attention to existential, emotional, and humanistic dimensions of students’ development. Second, the paradigm of theocentric humanism provides a philosophical framework that harmonizes human dignity with divine principles, making it highly relevant as the foundation for reorienting the PAI curriculum. Third, implementing a theocentric-humanist curriculum requires reformulation of learning objectives, reconstruction of materials, integration of Qur’anic humanistic values, and transformation of the teacher’s role into a moral and spiritual mentor. The study concludes that reorienting the PAI curriculum toward theocentric humanism is an urgent necessity to create a more relevant, moderate, and transformative educational process aimed at shaping holistic Islamic personalities. Such reorientation has the potential to strengthen students’ character, deepen spirituality, and foster social consciousness grounded in divine guidance.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ERA KECERDASAN DIGITAL: ANALISIS KONSEPTUAL PENDEKATAN, KONTEN, DAN PERAN GURU Dwi Adhi Widodo; Hadi, Syaiful
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/2yp7g222

Abstract

This study aims to conceptually analyze how Islamic Religious Education (PAI) undergoes a significant transformation in the era of digital intelligence through changes in pedagogical approaches, content reconstruction, and the redefinition of the teacher’s role. The research is grounded in the urgent need to align religious education with rapid technological developments that have created a new learning ecosystem—one that is more flexible, interactive, and future-oriented. The research employs a descriptive qualitative method with a literature-based approach, reviewing books, journal articles, educational policies, and recent research reports related to educational digitalization and its integration into PAI instruction. The findings reveal three major themes. First, PAI pedagogy has shifted from traditional methods toward digitally integrated approaches that utilize artificial intelligence, interactive media, learning analytics, and collaborative digital learning models. These approaches enhance student engagement and the effectiveness of value transmission. Second, PAI content has undergone substantial reconstruction by incorporating emerging digital issues such as digital ethics, information security, academic integrity, media literacy, and character formation in virtual spaces. This ensures that Islamic values remain relevant to contemporary challenges. Third, the role of PAI teachers has significantly evolved from being mere transmitters of information to becoming facilitators of digital literacy, curators of learning resources, and guides in shaping students’ character and digital ethics. Teachers are now required to master digital tools while maintaining the humanistic dimension of learning. The study concludes that the transformation of PAI in the digital intelligence era is inevitable and requires simultaneous integration between pedagogical approaches, content development, and the evolving role of teachers. These findings are expected to inform policy development, curriculum design, and further research on the implementation of digitally integrated PAI instruction across different educational contexts.
Humanisme Islami dalam Pendidikan Agama Islam: Fondasi, Prinsip, dan Implementasi Pembelajaran Robieth, Ahmad; Hadi, Syaiful
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7669

Abstract

Fenomena kekerasan di lingkungan sekolah menjadi tantangan serius bagi pendidikan Indonesia. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki potensi strategis untuk membentuk literasi anti-kekerasan melalui penanaman nilai moral, etika, dan sosial yang berbasis ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana PAI dapat memperkuat literasi anti-kekerasan pada peserta didik, termasuk pemahaman nilai-nilai anti-kekerasan, model pembelajaran, dan strategi implementasi dalam kurikulum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan (library research), dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi literatur primer dan sekunder terkait pendidikan agama, kekerasan di sekolah, dan literasi moral. Analisis dilakukan dengan metode content analysis, dilengkapi triangulasi teori untuk memastikan validitas konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti rahmah, ’adl, ihsan, dan silm menjadi fondasi anti-kekerasan, namun praktik pembelajaran PAI masih dominan kognitif dan kurang kontekstual. Model pembelajaran yang efektif meliputi metode kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role playing, dan proyek sosial, dengan guru sebagai teladan moral. Strategi implementasi kurikulum harus menekankan penguatan konten nilai perdamaian, metode humanistik, pembinaan budaya sekolah, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, dan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa literasi anti-kekerasan melalui PAI dapat membentuk peserta didik yang kritis, empatik, toleran, dan siap menghadapi tantangan sosial secara konstruktif.
Paradigma Konseptual Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Etika Global Peserta Didik Faoz, Miftahul; Hadi, Syaiful
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7670

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk etika global peserta didik, termasuk nilai keadilan, toleransi, kasih sayang, perdamaian, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma konseptual pembelajaran PAI dalam membangun etika global peserta didik, menekankan prinsip moral Islam, model pembelajaran, dan strategi implementasi kurikulum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan (library research) dengan pengumpulan data melalui dokumentasi literatur primer dan sekunder terkait pendidikan agama, etika, karakter, dan literasi sosial. Analisis dilakukan dengan content analysis dan triangulasi teori untuk memastikan validitas konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai etika global menjadi fondasi moral PAI, namun praktik pembelajaran masih dominan kognitif. Model pembelajaran yang efektif meliputi pembelajaran kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role-playing, dan proyek sosial, dengan guru sebagai teladan moral. Strategi implementasi kurikulum menekankan penguatan konten nilai etika global, metode humanistik, budaya sekolah yang mendukung, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, dan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa PAI berbasis etika global mampu membentuk peserta didik yang kritis, etis, peduli sosial, dan siap menghadapi tantangan global.
Paradigma Konseptual Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai Kemanusiaan Khasanah, Miftachul; Hadi, Syaiful
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7671

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan, termasuk kasih sayang, keadilan, kebaikan, dan perdamaian pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma konseptual pembelajaran PAI berbasis nilai kemanusiaan dengan menekankan prinsip moral Islam, model pembelajaran, serta strategi implementasi kurikulum yang relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan atau library research, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi literatur primer dan sekunder yang berkaitan dengan pendidikan agama, pendidikan karakter, dan penguatan nilai moral dalam proses pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis yang dipadukan dengan triangulasi teori untuk memastikan validitas dan konsistensi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan menjadi fondasi moral dalam pembelajaran PAI, namun praktik pembelajaran di sekolah masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif. Model pembelajaran yang dinilai efektif meliputi metode kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role-playing, proyek sosial, dan refleksi moral dengan guru berperan sebagai teladan nilai dan fasilitator pembelajaran. Strategi implementasi kurikulum menekankan penguatan konten nilai kemanusiaan, pendekatan humanistik, pengembangan budaya sekolah yang inklusif, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, serta pemanfaatan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berbasis nilai kemanusiaan mampu membentuk peserta didik yang kritis, etis, peduli sosial, toleran, dan bertanggung jawab serta memiliki kesiapan menghadapi dinamika kehidupan masyarakat global yang kompleks sekaligus memperkuat karakter kebangsaan dan spiritualitas peserta didik dalam kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan serta mendorong praktik pendidikan yang lebih humanis dan transformatif.
Co-Authors Abdul Rahman Tarigan Afrizal Ahmad Rifai Ahmad Rifai Al Walidani, Muhammad Zukri Almasdi Syahza Aludra, Sahla Amalia Putri Amrin, Siti Nurhaliza Andaya, Olgi Andriani, Yulia Andrina, Hanifaturrahmi Ardi Gustri Purbata Arifudin ' Arifudin arifudin Arnanda, Raffy Arumpurwasih Aslim Rasyad Aslim Rasyad Aulia Triana Brilliant Asmit Cepriadi Dede Wiranda Devinda Desi Indra Murti Dewi, Eka Rahmina Dian Safitri Diana Friska Putri Zal Didi ' Muwardi Didi Muwardi Didi Muwardi Djaimi B akce Djaimi Bakce Djaimi Bakce Djaimi Bakce Dwi Adhi Widodo Elveni Guspiarni Eri Sayamar Ermi Tety Erwin Candra Evy Maharani Evy Maharani Fajar Restuhadi Faoz, Miftahul Fariz Al Azmi Fris Safal Gevisioner Hagi ' Halimah Hamidi, M. Rasyid Hermaleni ' ' Heryudarini Harahap I Made Sulandra Ida Putri Yani Indra Budiman Indro Gustiawan Inna Hidayah Jelita, Nur Johannes Guisandro Juli Adevia Jum'atri Yusri Jum'atri Yusri Jumatri Yusri Jum’atri Yusri Jum’atri Yusri Kartika Malau Khasanah, Miftachul Kumaidin, Alip Kurnia, Deby Kurnia, Rifka Laily, Noer Lili Budianingsih Lina Mariyati Lovia C. Fransiska Manik M. Yusuf Malik, Tamara Clarentine Marida Marida Marissa Chintia Masruroh Millia Aldavira miranti mandasari Mubarak Mubarak Mubarok, Moch Yazid Muhammad Faisal Mulawati Purwanti Noviana, Ika Munawaroh, Vina Shofwatul Munir, Ulfa Saikhul Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Nahdiani, Hindun Niken Kumalasari Novia Dewi Novia Dewi Novia Dewi Novia Dewi Novia Dewi Novian Novian Novian Novian, Novian Nur Khadijah Nurkhadijah Nurkhadijah Nurul Qomar Panjaitan, Pardomuan Hotmauli Putra Fadli Harahap raden roro bening catur pujiastuti Rahayu, Nindy Juli Rahmawati, Putri Melinda Restuhadi, Fadjar Ribka Betharia Pasaribu Ridho Febriandi Riky Junianto Rita Aprilia Sari Rizqi Sari Anggraini Robieth, Ahmad Rosidah, Nanda Nur Indah Kamilatur Rosnita Rosnita Rosnita Rosnita Roza Yulida Roza Yulida Rudy Hery Syahfutro Ruth Agustine Putri Zendrato Sa’dijah, Cholis Sakti Hutabarat Sakti Hutabarat Sapri Yadi Septya, Fanny Shorea Khaswarina Siregar, Rosita Erliwahyuni Siregar, Rosita Erliwahyuni Siti Nurhaliza Amrin Siti Nurhaliza Amrin Solekhan Sri Rahayuningsih Suardi Tarumun Suardi Tarumun Sudirman Sudirman Sufre Vobe Andri Suhartono Suhartono Susy Edwina Syafriwan Syafriwan Tengku Harunur Rasyid Tety, Ermy Tia Sofiani Napitupulu Tiara Aninditha Tri Azrul Disyamto Triningsih, Cici Ummi Noviqah Zarliyanti Umy Zahroh, Umy Valentia, Astri Vivin Seygita, Vivin Wahyu Saputra Warso Syahputra, Hasan Widodo, Dwi Adhi Widya Ningsih Zebua Yan Subekti Yandri Zurika Yani, Ida Putri Yeni Kusumawaty Yudi Saputra Yunita Ariani Zebua Yunita Ariani Zebua Yusmini ' Yusmini, Yusmini Yusri, Jum'atri Zipora, Amanda Zulhamid Ridho