Claim Missing Document
Check
Articles

Paradigma Konseptual Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Etika Global Peserta Didik Faoz, Miftahul; Hadi, Syaiful
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7670

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk etika global peserta didik, termasuk nilai keadilan, toleransi, kasih sayang, perdamaian, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma konseptual pembelajaran PAI dalam membangun etika global peserta didik, menekankan prinsip moral Islam, model pembelajaran, dan strategi implementasi kurikulum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan (library research) dengan pengumpulan data melalui dokumentasi literatur primer dan sekunder terkait pendidikan agama, etika, karakter, dan literasi sosial. Analisis dilakukan dengan content analysis dan triangulasi teori untuk memastikan validitas konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai etika global menjadi fondasi moral PAI, namun praktik pembelajaran masih dominan kognitif. Model pembelajaran yang efektif meliputi pembelajaran kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role-playing, dan proyek sosial, dengan guru sebagai teladan moral. Strategi implementasi kurikulum menekankan penguatan konten nilai etika global, metode humanistik, budaya sekolah yang mendukung, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, dan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa PAI berbasis etika global mampu membentuk peserta didik yang kritis, etis, peduli sosial, dan siap menghadapi tantangan global.
Paradigma Konseptual Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai Kemanusiaan Khasanah, Miftachul; Hadi, Syaiful
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7671

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan, termasuk kasih sayang, keadilan, kebaikan, dan perdamaian pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma konseptual pembelajaran PAI berbasis nilai kemanusiaan dengan menekankan prinsip moral Islam, model pembelajaran, serta strategi implementasi kurikulum yang relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan atau library research, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi literatur primer dan sekunder yang berkaitan dengan pendidikan agama, pendidikan karakter, dan penguatan nilai moral dalam proses pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis yang dipadukan dengan triangulasi teori untuk memastikan validitas dan konsistensi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan menjadi fondasi moral dalam pembelajaran PAI, namun praktik pembelajaran di sekolah masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif. Model pembelajaran yang dinilai efektif meliputi metode kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role-playing, proyek sosial, dan refleksi moral dengan guru berperan sebagai teladan nilai dan fasilitator pembelajaran. Strategi implementasi kurikulum menekankan penguatan konten nilai kemanusiaan, pendekatan humanistik, pengembangan budaya sekolah yang inklusif, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, serta pemanfaatan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berbasis nilai kemanusiaan mampu membentuk peserta didik yang kritis, etis, peduli sosial, toleran, dan bertanggung jawab serta memiliki kesiapan menghadapi dinamika kehidupan masyarakat global yang kompleks sekaligus memperkuat karakter kebangsaan dan spiritualitas peserta didik dalam kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan serta mendorong praktik pendidikan yang lebih humanis dan transformatif.
ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI CABAI KERITING SEBELUM DAN SESUDAH KENAIKAN HARGA INPUT PRODUKSI DI KOTA PEKANBARU Siti Nurhaliza Amrin; Amrin, Siti Nurhaliza; Hadi, Syaiful; Cepriadi, Cepriadi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.380-397

Abstract

Salah satu tanaman hortikultura yang sangat dibutuhkan warga Kota Pekanbaru adalah cabai keriting. Keberhasilan usahatani cabai keriting sangat bergantung pada penggunaan input produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pendapatan, produktivitas, dan biaya produksi petani cabai keriting sebelum dan sesudah harga input produksi dinaikkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan strategi purposive sampling. Tiga puluh petani menjawab survei tersebut. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ciri-ciri khas petani mencakup usia produktif, tamatan sekolah menengah atas sebagai pendidikan paling formal, dan memiliki pengalaman pertanian kategori tinggi lebih dari sepuluh tahun. Rata-rata luas lahan responden adalah 0,5 hektar. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya cabai keriting sebelum dan sesudah kenaikan biaya input produksi identik dari segi teknologi. Pemanfaatan unsur produksi seperti tenaga kerja, pupuk NPK, dan jumlah pupuk kandang merupakan satu-satunya variasi pelaksanaan. Biaya produksi petani sebelum dan sesudah kenaikan harga input produksi berbeda jauh. Produktivitas cabai keriting mengalami penurunan seiring dengan kenaikan biaya input produksi. Berkurangnya faktor produksi menjadi penyebabnya. Pendapatan petani meningkat pada periode mengikuti kenaikan harga input produksi karena pendapatannya melebihi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan. Produktivitas tanaman cabai keriting secara keseluruhan berbeda nyata sebelum dan sesudah kenaikan harga input produksi.
RECONSTRUCTION OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION BASED ON RELIGIOUS MODERATION: A CONCEPTUAL STUDY FROM THE PERSPECTIVE OF CONTEMPORARY ISLAMIC EDUCATION Astutik, Puji; Hadi, Syaiful
FAJAR Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): FAJAR Jurnal Pendidikan Islam (Maret)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/fj.v6i1.4986

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping students’ religious character within the context of Indonesia’s plural society. Current challenges such as the rise of religious extremism, social polarization, and widespread misconceptions about Islamic teachings exacerbated by digital media demand a comprehensive educational framework that fosters religious moderation. This study aims to construct a conceptual model of PAI learning based on religious moderation by examining the Islamic principles of wasathiyah, reconstructing curriculum content, identifying supportive pedagogical approaches, clarifying the teacher’s role, and synthesizing these elements into a coherent theoretical framework. This research employs a qualitative design using a library research approach. Data were collected from classical Islamic texts, contemporary scholarly works, official policy documents, and relevant academic articles. The analysis was conducted through data reduction, thematic categorization, and theoretical synthesis using content analysis techniques. The study focuses on conceptual development rather than empirical testing. The findings reveal that the principles of religious moderation—including justice, balance, tolerance, and anti-extremism—are firmly rooted in Islamic teachings and serve as essential foundations for PAI instruction. The PAI curriculum needs to be reconstructed to become more inclusive, contextual, and grounded in diverse Islamic scholarly traditions in order to cultivate comprehensive religious understanding. Pedagogically, dialogic, reflective, collaborative, and experiential learning approaches are effective in fostering moderate religious awareness among students. Teachers function not only as knowledge transmitters but also as moral exemplars, facilitators, and agents of moderation who shape the school’s religious climate. These four domains are synthesized into a conceptual model for PAI instruction that encompasses foundational values, curriculum reconstruction, pedagogical strategies, teacher roles, and supportive learning environments.
CRITICAL RELIGIOUS LITERACY IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION: STRENGTHENING RATIONALITY, ETHICS, AND FAITH IN THE POST-TRUTH ERA Hikmah, Okta Khairul; Hadi, Syaiful
FAJAR Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): FAJAR Jurnal Pendidikan Islam (Maret)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/fj.v6i1.5057

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping students’ religious character within the context of Indonesia’s plural society. Current challenges such as the rise of religious extremism, social polarization, and widespread misconceptions about Islamic teachings exacerbated by digital media demand a comprehensive educational framework that fosters religious moderation. This study aims to construct a conceptual model of PAI learning based on religious moderation by examining the Islamic principles of wasathiyah, reconstructing curriculum content, identifying supportive pedagogical approaches, clarifying the teacher’s role, and synthesizing these elements into a coherent theoretical framework. This research employs a qualitative design using a library research approach. Data were collected from classical Islamic texts, contemporary scholarly works, official policy documents, and relevant academic articles. The analysis was conducted through data reduction, thematic categorization, and theoretical synthesis using content analysis techniques. The study focuses on conceptual development rather than empirical testing. The findings reveal that the principles of religious moderation including justice, balance, tolerance, and anti-extremism are firmly rooted in Islamic teachings and serve as essential foundations for PAI instruction. The PAI curriculum needs to be reconstructed to become more inclusive, contextual, and grounded in diverse Islamic scholarly traditions in order to cultivate comprehensive religious understanding. Pedagogically, dialogic, reflective, collaborative, and experiential learning approaches are effective in fostering moderate religious awareness among students. Teachers function not only as knowledge transmitters but also as moral exemplars, facilitators, and agents of moderation who shape the school’s religious climate. These four domains are synthesized into a conceptual model for PAI instruction that encompasses foundational values, curriculum reconstruction, pedagogical strategies, teacher roles, and supportive learning environments. The post-truth era is characterized by the massive circulation of information, the weakening of knowledge authority, and the dominance of emotion over rational judgment. These conditions significantly influence the religious sphere, including Islamic Religious Education (PAI), which now faces challenges such as religious misinformation, digital radicalism, and sentiment based polarization. This article aims to analyze the concept of critical religious literacy as a foundation for strengthening rationality, ethics, and faith within PAI instruction. This study employs a literature review method by examining works related to critical literacy, Islamic education, cognitive theory, and the dynamics of the post-truth era. The findings indicate that critical religious literacy is essential as a framework that harmonizes reason and faith, builds moral sensitivity, and enhances students’ ability to evaluate religious information responsibly. Strengthening rationality improves verification and analytical skills; the ethical dimension guides moral conduct; and faith provides spiritual stability amid information disruption. This study concludes that integrating these three dimensions is a fundamental strategy to develop learners who are not only critical thinkers but also ethical and spiritually grounded. Therefore, critical religious literacy serves as a relevant and strategic approach to reinforcing cognitive and spiritual resilience among Muslim learners in today’s post-truth context.
Internalisasi Nilai-Nilai Sosial dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Sebagai Strategi Pembentukan Karakter Humanis di Era 5.0 Widodo, Dwi Adhi; Hadi, Syaiful; Nidhom, Misbahun
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 10 No 1 (2025): Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/almabhats.v10i1.7456

Abstract

The emergence of Society 5.0 represents a paradigm shift that integrates technology deeply into daily life while posing challenges such as social character degradation and digital individualism. This study qualitatively examines the strategic role of Islamic Religious Education (PAI) in fostering humanistic character and spirituality among learners in response to these changes. Through systematic literature review with descriptive-analytical design, findings reveal that digital-humanistic pedagogy, which positively integrates technology with ethical values, effectively internalizes social values in PAI. The implementation of blended learning and the "Kurikulum Merdeka" curriculum facilitates the transformation of abstract values into concrete social actions via project-based learning. Moreover, this research reconceptualizes PAI educators as mediators of digital ethics ("uswah hasanah digital"), transcending their traditional role as knowledge transmitters. In conclusion, adaptive and contextualized PAI serves as a crucial moral foundation in shaping devout individuals who are also responsible digital citizens. This underscores the importance of synergy between technology and value-based education to preserve humanity amid modernization pressures.
Analisis Pola Konsumsi Bawang Merah Rumatangga Peserta Program Keluarga Harapan Kota Pekanbaru Anggraini, Ella; Bakce, Djaimi; Hadi, Syaiful
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi bawang merah oleh rumahtangga peserta Program Keluarga Harapan di Kota Pekanbaru. Analisis pola konsumsi berdasarkan jumlah anggota rumahtangga, pendidikan ibu/kepala rumahtangga, dan jenis pekerjaan. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 315 responden dari penerima Program Keluarga Harapan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi yang dianalisis berdasarkan jumlah anggota rumahtangga, pendidikan ibu/kepala rumahtangga, dan jenis pekerjaan, semakin banyak jumlah anggota rumahtangga, jumlah konsumsi bawang merah semakin sedikit. Semakin tinggi tingkat pendidikan ibu/kepala rumahtangga, maka jumlah konsumsi bawang merah semakin sedikit. Rumahtangga yang bekerja di sektor formal memiliki jumlah konsumsi bawang merah lebih tinggi. Pemerintah disarankan untuk memperkuat program penyuluhan gizi, meningkatkan akses pendidikan formal maupun nonformal, serta memperluas pelatihan keterampilan bagi rumahtangga penerima Program Keluarga Harapan untuk mendorong pola konsumsi pangan yang lebih efisien dan meningkatkan peluang pekerjaan yang lebih stabil untuk rumahtangga miskin.
ANALISIS LITERATUR: EFEKTIFITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS STEM Safitri, Mutiara; Rahmawati, Atik; Hadi, Syaiful; Zahroh, Umy
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL, 2026
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v10i1.615

Abstract

This study aims to analyze the impact of deep learning implementation in STEM-based mathematics learning and identify challenges faced in its implementation. Referring to various recent studies, the deep learning approach has been proven to significantly improve conceptual understanding, critical thinking skills, mathematical problem-solving skills, and student motivation and engagement. The integration of deep learning with STEM enables contextual, collaborative, and real-world problem-oriented learning, which aligns with the principles of Outcome-Based Education (OBE) and the demands of 21st-century competencies. The method used in this study is a systematic literature review of several leading national and international journals published between 2019 and 2025. The analysis instruments include thematic identification of empirical findings, learning strategies, and supporting and inhibiting factors for implementation. The synthesis results show that despite its effectiveness, the implementation of deep learning in STEM-based mathematics learning faces several challenges, including limited technological infrastructure, low teacher readiness and digital literacy, dual cognitive load on students, time constraints in the curriculum, and ethical issues related to data privacy when involving artificial intelligence (AI). Thus, an integrative strategy is needed that includes teacher training, provision of supporting resources, and policies that support technology-based adaptive learning in an ethical and sustainable manner.
KESENJANGAN DESAIN KURIKULUM MERDEKA DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA: TINJAUAN LITERATUR HAMBATAN DAN SOLUSI Nuriyah, Dewi Sinta; Rohmah, Sayyidatur; Widya, Titan Zhafira; Hadi, Syaiful; Zahroh, Umy
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL, 2026
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v10i1.618

Abstract

This study aims to analyze the gap between the design of the Independent Curriculum and its implementation in mathematics learning. Using the Systematic Literature Review (SLR) method, this study examined 16 articles published between 2021 and 2025 that met the inclusion criteria regarding obstacles and solutions in planning, implementing, and evaluating learning. The review results indicate that the greatest obstacles occur at the planning stage, including teachers' poor understanding of the Learning Objectives Flow (ATP), the development of teaching modules, and the role of teachers as facilitators. At the implementation stage, challenges arise in implementing differentiated learning, the use of technology-based media, and limited infrastructure. Meanwhile, at the evaluation stage, teachers still experience difficulties in implementing authentic, diagnostic, and formative assessments that meet the curriculum's demands. This study contributes by comprehensively mapping obstacles and offering solutions based on scientific findings, such as strengthening teacher competencies, optimizing learning communities, and providing supporting facilities. These findings emphasize the importance of a stronger educational ecosystem so that the Independent Curriculum can optimally achieve its goal of developing mathematics competencies.
Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital dan Implikasinya terhadap Konstruksi Karakter Religius-Sosial Santri Masruroh, Masruroh; Hadi, Syaiful; Munadirin, Ahmad
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 10 No 2 (2025): Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/almabhats.v10i2.7457

Abstract

Transformasi digital secara fundamental mengubah lanskap pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Penelitian bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran PAI berimplikasi terhadap karakter religius-sosial santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data sekunder diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap buku teks, jurnal ilmiah bereputasi, dan dokumen kebijakan terkait pendidikan Islam di era digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan interpretasi tematik untuk mensintesis berbagai pemikiran mengenai transformasi pedagogi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital, seperti media audiovisual dan aplikasi Islami, berhasil memperluas akses pengetahuan keagamaan serta mendorong pola pembelajaran yang lebih kolaboratif dan mandiri. Namun, transformasi ini juga menghadirkan tantangan berupa potensi degradasi moral dan masuknya nilai-nilai yang tidak sejalan dengan ajaran Islam, sehingga menuntut penguatan literasi digital berbasis etika Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter religius-sosial santri terbentuk secara lebih kontekstual ketika pembelajaran digital disintesiskan dengan pembiasaan nilai dan penguatan budaya pesantren yang moderat. Implikasi penelitian ini terletak pada perumusan kerangka integratif antara pedagogi digital dan internalisasi nilai religius sebagai model penguatan karakter santri di era disrupsi teknologi. Melalui analisis ini, diharapkan tercipta sinergi yang mampu melahirkan generasi dengan keseimbangan antara kecakapan teknologi dan kedalaman spiritualitas.
Co-Authors Abdul Rahman Tarigan Afrizal Ahmad Rifai Ahmad Rifai Al Walidani, Muhammad Zukri Almasdi Syahza Aludra, Sahla Amalia Putri Amrin, Siti Nurhaliza Andaya, Olgi Andriani, Yulia Andrina, Hanifaturrahmi Anggraini, Ella Ardi Gustri Purbata Arifudin ' Arifudin arifudin Arnanda, Raffy Arumpurwasih Aslim Rasyad Aslim Rasyad Atik Rahmawati Aulia Triana Brilliant Asmit Cepriadi Dede Wiranda Devinda Desi Indra Murti Dewi, Eka Rahmina Dian Safitri Diana Friska Putri Zal Didi ' Muwardi Didi Muwardi Didi Muwardi Djaimi B akce Djaimi Bakce Djaimi Bakce Djaimi Bakce Dwi Adhi Widodo Elveni Guspiarni Eri Sayamar Ermi Tety Erwin Candra Evy Maharani Evy Maharani Fajar Restuhadi Faoz, Miftahul Fariz Al Azmi Fris Safal Gevisioner Hagi ' Halimah Hamidi, M. Rasyid Hermaleni ' ' Heryudarini Harahap Hikmah, Okta Khairul Ida Putri Yani Indra Budiman Indro Gustiawan Inna Hidayah Jelita, Nur Johannes Guisandro Juli Adevia Jum'atri Yusri Jum'atri Yusri Jumatri Yusri Jum’atri Yusri Jum’atri Yusri Kartika Malau Khasanah, Miftachul Kumaidin, Alip Kurnia, Deby Kurnia, Rifka Laily, Noer Leny Alvionita Siagian Lili Budianingsih Lina Mariyati Lovia C. Fransiska Manik M. Yusuf Malik, Tamara Clarentine Marida Marida Marissa Chintia Masruroh Masruroh MASRUROH Millia Aldavira miranti mandasari Misbahun nidhom Mubarak Mubarak Mubarok, Moch Yazid Muhammad Faisal Mulawati Purwanti Noviana, Ika Munadirin , Ahmad Munawaroh, Vina Shofwatul Munir, Ulfa Saikhul Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Nahdiani, Hindun Niken Kumalasari Novia Dewi Novia Dewi Novia Dewi Novia Dewi Novia Dewi Novian Novian Novian Novian, Novian Nur Khadijah Nuriyah, Dewi Sinta Nurkhadijah Nurkhadijah Nurul Qomar Panjaitan, Pardomuan Hotmauli PUJI ASTUTIK Putra Fadli Harahap raden roro bening catur pujiastuti Rahayu, Nindy Juli Rahmawati, Putri Melinda Restuhadi, Fadjar Ribka Betharia Pasaribu Ridho Febriandi Riky Junianto Rita Aprilia Sari Rizqi Sari Anggraini Robieth, Ahmad Rohmah, Sayyidatur Rosidah, Nanda Nur Indah Kamilatur Rosnita Rosnita Rosnita Rosnita Roza Yulida Roza Yulida Rudy Hery Syahfutro Ruth Agustine Putri Zendrato Safitri, Mutiara Sakti Hutabarat Sakti Hutabarat Sapri Yadi Septya, Fanny Shorea Khaswarina Siregar, Rosita Erliwahyuni Siregar, Rosita Erliwahyuni Siti Nurhaliza Amrin Siti Nurhaliza Amrin Solekhan Suardi Tarumun Suardi Tarumun Sufre Vobe Andri Suhartono Suhartono Susy Edwina Syafriwan Syafriwan Tengku Harunur Rasyid Tety, Ermy Tia Sofiani Napitupulu Tiara Aninditha Tri Azrul Disyamto Triningsih, Cici Ummi Noviqah Zarliyanti Umy Zahroh Valentia, Astri Vivin Seygita, Vivin Wahyu Saputra Warso Syahputra, Hasan Widodo, Dwi Adhi Widya Ningsih Zebua Widya, Titan Zhafira Yan Subekti Yandri Zurika Yani, Ida Putri Yeni Kusumawaty Yudi Saputra Yunita Ariani Zebua Yunita Ariani Zebua Yusmini ' Yusmini, Yusmini Yusri, Jum'atri Zipora, Amanda Zulhamid Ridho