Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of The Implementation of ISPO Certification on Smallholder Oil Palm Plantation in Beringin Jaya Cooperation Koto Ringin Village Mempura Sub-District Siak District Yusuf, M.; Hutabarat, Sakti; Hadi, Syaiful
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.593 KB) | DOI: 10.32530/jace.v4i2.247

Abstract

ISPO certification for oil palm smallholders is based on four principles: plantation legality, smallholder organization and management, environmental management, and a commitment to continuous improvement. The goal of this study is to examine how ISPO standards are used in oil palm smallholder cooperatives and to develop an ISPO application strategy for relevant stakeholders. The research was carried out at the Beringin Jaya Cooperative in the Siak District. A survey method was used to collect primary data from direct interviews with planters and secondary data from government agencies. The total number of people who took part in this study was 66, and the respondents were chosen at random sampling. This study employs descriptive qualitative analysis as well as strategic SWOT matrices for strategic analysis. According to the findings, the cooperative follows 54.17 percents of ISPO standards or 26 out of 48 indicators. This research suggests some development strategies to meet ISPO standards, such as providing assistance and direction to smallholders through government agencies to avoid negative consequences during the certification process, technical assistance, agricultural counseling and training, government and financial institution funding, and the use of cooperatives, farmer groups, and mills to disseminate ISPO standards to farmers.
ANALISIS POLA KONSUMSI BUMBU-BUMBUAN OLEH RUMAH TANGGA DI PROVINSI RIAU Al Walidani, Muhammad Zukri; Hadi, Syaiful; Yusri, Jumatri
Agricore Vol 8, No 2 (2023): Agricore Volume 8 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v8i2.45411

Abstract

Abstrak Jumlah konsumsi bumbu-bumbuan di Provinsi Riau selalu lebih tinggi dari konsumsi rata-rata Indonesia. Rata-rata konsumsi bumbu-bumbuan di Provinsi Riau dari tahun 2014-2020 yaitu 3,15 kg/kap/tahun yang mana konsumsi tersebut diatas rata-rata konsumsi bumbu-bumbuan nasional tahun 2014-2020 yang hanya 2,55 kg/kap/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola konsumsi bumbu-bumbuan di Provinsi Riau. Kajian ini menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Tahun 2020 oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Penelitian ini dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi natrium pada komoditas bumbu-bumbuan mencapai 2025 miligram per hari, lebih tinggi dibandingkan dengan anjuran konsumsi natrium dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2000 miligram per hari). Semakin tinggi pendapatan, proporsi konsumsi komoditas bumbu-bumbuan seperti garam, terasi, penyedap, dan bumbu dapur lain semakin menurun. Semakin banyak anggota rumah tangga yang mengkonsumsi bumbu-bumbu, seperti garam, kemiri, ketumbar, terasi, kecap, sambal, saus tomat, dan bumbu masak, maka proporsinya semakin meningkat. Semakin tinggi pendidikan ibu rumah tangga maka proporsi konsumsi bumbu dapur seperti garam, penyedap rasa dan bumbu dapur lainnya semakin menurun. Konsumsi garam, asam dan penyedap rasa di perkotaan lebih rendah dibandingkan konsumsi di pedesaan.Kata kunci: Rumah Tangga, Bumbu-Bumbuan, Pola KonsumsiAbstract The amount of consumption of spices in Riau Province is always higher than consumption in Indonesia. The average consumption of spices in Riau Province from 2014-2020 is 3.15 kg/cap/year, which consumption is above the average consumption of national spices for 2014-2020, which is only 2.55 kg/cap/ year. This study aims to examine consumption patterns of spices in Riau Province. This study uses data from the 2020 Socio-Economic Survey Badan Pusat Statistik for Riau Province. To answer this research, this research was analyzed with a descriptive analysis approach. The results showed that the average consumption of sodium in seasonings reached 2025 milligrams per day, higher than the recommendation for sodium consumption from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2000 milligrams per day). The higher the income, the proportion of consumption of spices such as salt, shrimp paste, seasonings and other spices decreases. The more household members consume spices, such as salt, candlenut, coriander, shrimp paste, soy sauce, chili sauce, tomato sauce and cooking spices, the proportion increases. The higher the education of housewives, the proportion of consumption of spices such as salt, flavoring and other seasonings decreases. Consumption of salt, acid and flavor enhancers in urban areas is lower than consumption in rural areas.Keywords: Descriptive Analysis, Spices, Consumption Pattern
ANALISIS PEMBIAYAAN SERTIFIKASI INDONESIAN SUSTAINABLE PALM OIL (ISPO) OLEH PEKEBUN KELAPA SAWIT SWADAYA DI KABUPATEN PELALAWAN Hamidi, M. Rasyid; Hadi, Syaiful; Septya, Fanny
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya sertifikasi awal pada ISPO di Kabupaten Pelalawan, Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode survey dengan melakukan wawancara langsung kepada responden. Sampel usaha perkebunan pada penelitian ini adalah Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Pelalawan Siak. Sampel penelitian ini adalah Asosiasi pekebun swadaya kelapa sawit Pelalawan Siak dengan pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu usaha perkebunan kelapa sawit swadaya yang melakukan sertifikasi menggunakan Permentan Nomor 38 Tahun 2020. Sampel area representatif diambil dari dua Kecamatan tersebar pada tiga desa yang menjadi Sampel Location yaitu Desa Sekijang, Desa Simpang Beringin, untuk Kecamatan Bandar Sei Kijang dan Desa Kerinci Kiri untuk Kecamatan Kerinci Kanan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam sertifikasi ISPO yang dikeluarkan Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Pelalawan Siak sebesar Rp. 1.607.712.000 sehingga didapatkan Rp. 5.055.698 per pekebun peserta ISPO, yang merupakan total dari biaya pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi awal.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): STUDI KOMPARASI LANDASAN FILOSOFIS KURIKULUM MATEMATIKA DI INDONESIA DAN SINGAPURA Rahmawati, Putri Melinda; Rosidah, Nanda Nur Indah Kamilatur; Mubarok, Moch Yazid; Hadi, Syaiful; Zahroh, Umy
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis landasan filosofis yang mendasari pengembangan kurikulum matematika di Indonesia pada Kurikulum Merdeka dan kurikulum matematika di Singapura. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Data diperoleh dari basis data Crossref dan Semantic Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish, dengan kata kunci “filosofi pendidikan”, “kurikulum matematika”, “kurikulum merdeka”, dan “kurikulum Singapura” dalam rentang publikasi 2021–2025. Dari 319 artikel yang ditemukan, setelah proses seleksi berlapis berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi, diperoleh 5 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui sintesis temuan dan visualisasi menggunakan VOSviewer dan WordCloud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan filosofis kurikulum matematika di Indonesia dan Singapura sama-sama berakar pada pragmatisme, konstruktivisme, dan humanisme, namun berbeda dalam penerjemahannya. Landasan filosofis tersebut tercermin dalam komponen kurikulum matematika. Tujuan kurikulum matematika di Indonesia berorientasi pada abad 21 dan penguatan karakter. Sedangkan di Singapura pengembangan konsep, kemampuan metakognitif, serta kesiapan menghadapi tantangan modern. Konten materi di Indonesia meliputi bilangan, aljabar, geometri, hubungan dan fungsi, statistika dan peluang, serta kalkulus, sedangkan di Singapura meliputi bilangan, algebra, geometri, dan statistika. Pendekatan pembelajaran di Indonesia menggunakan pendekatan kontekstual dengan mengintegrasikan proyek kolaboratif, sedangkan di Singapura menggunakan Concrete Pictorial Abstract (CPA), model drawing, bar model, dan pembelajaran berbasis penguasaan. Indonesia dan Singapura memiliki asesmen yang sama yaitu formatif dan sumatif, namun dengan orientasi tujuan yang berbeda.
ISLAM DAN EKOPEDAGOGI: GAGASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI BERBASIS KESADARAN LINGKUNGAN Kumaidin, Alip; Hadi, Syaiful
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/4yjha720

Abstract

This study analyzes the development of an eco-pedagogy–based Islamic Religious Education (PAI) curriculum in response to increasing environmental degradation and declining ecological awareness among students. The research aims to identify the Islamic theological foundations of environmental ethics, formulate sustainability-oriented curriculum strategies for PAI, and examine the role of teachers as eco-pedagogical agents and its impact on students’ ecological behavior. This research employs a qualitative library study using thematic analysis of Islamic texts, eco-pedagogy literature, and contemporary educational studies. The findings indicate that an eco-pedagogy–based PAI curriculum strengthens students’ understanding of tauhid, amanah, and the concept of humans as khalifah (stewards of the earth) in environmental stewardship. Effective implementation requires comprehensive strategies including eco-theological literacy, participatory learning methods, contextual learning, and ecological collaboration. PAI teachers play a central role through modeling, facilitating critical dialogue, and integrating religious values with environmental issues. The curriculum positively impacts ecological behavior, critical awareness, reflective thinking, and students’ moral responsibility for environmental preservation. This study concludes that integrating eco-pedagogy into PAI is a strategic approach to cultivating environmentally conscious and responsible Muslim generations.
REORIENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS HUMANISME TEOSENTRIS Masruroh; Hadi, Syaiful
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/w61as266

Abstract

This study aims to analyze the reorientation of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum based on the concept of theocentric humanism as an approach to strengthening students’ holistic, balanced, and value-oriented character formation. Theocentric humanism is understood as an educational paradigm that positions humans as active subjects of learning while grounding the entire educational process in divine values derived from Islamic teachings. This study employs a qualitative literature-based method by examining books, scholarly articles, policy documents, and recent studies related to curriculum development and humanistic perspectives in Islamic education. The research findings reveal three major points. First, the current PAI curriculum often experiences a reduction in meaning due to its dominant focus on cognitive and formalistic aspects, which results in limited attention to existential, emotional, and humanistic dimensions of students’ development. Second, the paradigm of theocentric humanism provides a philosophical framework that harmonizes human dignity with divine principles, making it highly relevant as the foundation for reorienting the PAI curriculum. Third, implementing a theocentric-humanist curriculum requires reformulation of learning objectives, reconstruction of materials, integration of Qur’anic humanistic values, and transformation of the teacher’s role into a moral and spiritual mentor. The study concludes that reorienting the PAI curriculum toward theocentric humanism is an urgent necessity to create a more relevant, moderate, and transformative educational process aimed at shaping holistic Islamic personalities. Such reorientation has the potential to strengthen students’ character, deepen spirituality, and foster social consciousness grounded in divine guidance.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ERA KECERDASAN DIGITAL: ANALISIS KONSEPTUAL PENDEKATAN, KONTEN, DAN PERAN GURU Dwi Adhi Widodo; Hadi, Syaiful
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/2yp7g222

Abstract

This study aims to conceptually analyze how Islamic Religious Education (PAI) undergoes a significant transformation in the era of digital intelligence through changes in pedagogical approaches, content reconstruction, and the redefinition of the teacher’s role. The research is grounded in the urgent need to align religious education with rapid technological developments that have created a new learning ecosystem—one that is more flexible, interactive, and future-oriented. The research employs a descriptive qualitative method with a literature-based approach, reviewing books, journal articles, educational policies, and recent research reports related to educational digitalization and its integration into PAI instruction. The findings reveal three major themes. First, PAI pedagogy has shifted from traditional methods toward digitally integrated approaches that utilize artificial intelligence, interactive media, learning analytics, and collaborative digital learning models. These approaches enhance student engagement and the effectiveness of value transmission. Second, PAI content has undergone substantial reconstruction by incorporating emerging digital issues such as digital ethics, information security, academic integrity, media literacy, and character formation in virtual spaces. This ensures that Islamic values remain relevant to contemporary challenges. Third, the role of PAI teachers has significantly evolved from being mere transmitters of information to becoming facilitators of digital literacy, curators of learning resources, and guides in shaping students’ character and digital ethics. Teachers are now required to master digital tools while maintaining the humanistic dimension of learning. The study concludes that the transformation of PAI in the digital intelligence era is inevitable and requires simultaneous integration between pedagogical approaches, content development, and the evolving role of teachers. These findings are expected to inform policy development, curriculum design, and further research on the implementation of digitally integrated PAI instruction across different educational contexts.
Paradigma Konseptual Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai Kemanusiaan Khasanah, Miftachul; Hadi, Syaiful
JURNAL PENDIDIKAN Vol 35 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v35i1.7671

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan, termasuk kasih sayang, keadilan, kebaikan, dan perdamaian pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma konseptual pembelajaran PAI berbasis nilai kemanusiaan dengan menekankan prinsip moral Islam, model pembelajaran, serta strategi implementasi kurikulum yang relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan atau library research, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi literatur primer dan sekunder yang berkaitan dengan pendidikan agama, pendidikan karakter, dan penguatan nilai moral dalam proses pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis yang dipadukan dengan triangulasi teori untuk memastikan validitas dan konsistensi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan menjadi fondasi moral dalam pembelajaran PAI, namun praktik pembelajaran di sekolah masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif. Model pembelajaran yang dinilai efektif meliputi metode kooperatif, diskusi kasus, simulasi, role-playing, proyek sosial, dan refleksi moral dengan guru berperan sebagai teladan nilai dan fasilitator pembelajaran. Strategi implementasi kurikulum menekankan penguatan konten nilai kemanusiaan, pendekatan humanistik, pengembangan budaya sekolah yang inklusif, pelatihan guru, evaluasi berkelanjutan, serta pemanfaatan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berbasis nilai kemanusiaan mampu membentuk peserta didik yang kritis, etis, peduli sosial, toleran, dan bertanggung jawab serta memiliki kesiapan menghadapi dinamika kehidupan masyarakat global yang kompleks sekaligus memperkuat karakter kebangsaan dan spiritualitas peserta didik dalam kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan serta mendorong praktik pendidikan yang lebih humanis dan transformatif.
Analisis Perilaku Konsumsi Gula Pasir dan Dampak Perubahan Harga serta Pendapatan Rumahtangga Peserta PKH di Kota Pekanbaru Leny Alvionita Siagian; Djaimi Bakce; Syaiful Hadi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 6 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i6.3302

Abstract

Konsumsi gula pasir di Kota Pekanbaru mengalami fluktuasi akibat dari peningkatan harga gula pasir. Peningkatan harga menjadi masalah bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat miskin yang memiliki pendapatan yang terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perilaku konsumsi gula pasir oleh rumahtangga peserta PKH di Kota Pekanbaru dan dampak perubahan harga serta pendapatan rumahtangga terhadap konsumsi gula pasir. Penentuan lokasi (kecamatan) menggunakan metode Multistage Sampling berdasarkan pintu masuk Kota Pekanbaru. Penentuan kelurahan berdasarkan jarak kantor lurah ke pasar mulai dari jarak terdekat, menengah dan terjauh dan setiap kelurahan akan diambil sampel sebanyak 15 responden menggunakan metode Simple Random Sampling dengan cara diundi sehingga jumlah sampel adalah 315 peserta PKH. Pengumpulan data menggunakan metode survei. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonometrika menggunakan aplikasi SAS. Berdasarkan hasil penelitian, harga gula pasir bersifat responsif terhadap konsumsi gula pasir, sedangkan harga teh, harga kopi, jumlah anggota rumahtangga dan pendapatan rumahtangga bersifat tidak responsif terhadap konsumsi gula pasir. Peningkatan pendapatan rumahtangga menunjukkan hubungan yang positif dengan persentase peningkatan konsumsi gula pasir sebesar 3,01%. Kesimpulannya, peningkatan pendapatan rumah tangga 5% mampu meningkatkan konsumsi gula sebesar 3,35%. Pemerintah disarankan memotong rantai distribusi gula dan memberikan pelatihan wirausaha kepada peserta PKH.
ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI CABAI KERITING SEBELUM DAN SESUDAH KENAIKAN HARGA INPUT PRODUKSI DI KOTA PEKANBARU Siti Nurhaliza Amrin; Syaiful Hadi; Cepriadi Cepriadi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.380-397

Abstract

Salah satu tanaman hortikultura yang sangat dibutuhkan warga Kota Pekanbaru adalah cabai keriting. Keberhasilan usahatani cabai keriting sangat bergantung pada penggunaan input produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pendapatan, produktivitas, dan biaya produksi petani cabai keriting sebelum dan sesudah harga input produksi dinaikkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan strategi purposive sampling. Tiga puluh petani menjawab survei tersebut. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ciri-ciri khas petani mencakup usia produktif, tamatan sekolah menengah atas sebagai pendidikan paling formal, dan memiliki pengalaman pertanian kategori tinggi lebih dari sepuluh tahun. Rata-rata luas lahan responden adalah 0,5 hektar. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya cabai keriting sebelum dan sesudah kenaikan biaya input produksi identik dari segi teknologi. Pemanfaatan unsur produksi seperti tenaga kerja, pupuk NPK, dan jumlah pupuk kandang merupakan satu-satunya variasi pelaksanaan. Biaya produksi petani sebelum dan sesudah kenaikan harga input produksi berbeda jauh. Produktivitas cabai keriting mengalami penurunan seiring dengan kenaikan biaya input produksi. Berkurangnya faktor produksi menjadi penyebabnya. Pendapatan petani meningkat pada periode mengikuti kenaikan harga input produksi karena pendapatannya melebihi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan. Produktivitas tanaman cabai keriting secara keseluruhan berbeda nyata sebelum dan sesudah kenaikan harga input produksi.
Co-Authors Abdul Rahman Tarigan Afrizal Ahmad Rifai Ahmad Rifai Al Walidani, Muhammad Zukri Almasdi Syahza Aludra, Sahla Amalia Putri Andaya, Olgi Andriani, Yulia Andrina, Hanifaturrahmi Ardi Gustri Purbata Arifudin ' Arifudin arifudin Arnanda, Raffy Arumpurwasih Aslim Rasyad Aslim Rasyad Aulia Triana Brilliant Asmit Camila Fatah Suroyya Cepriadi Cepriadi Cepriadi Dede Wiranda Devinda Desi Indra Murti Dewi, Eka Rahmina Dian Safitri Diana Friska Putri Zal Didi ' Muwardi Didi Muwardi Didi Muwardi Djaimi B akce Djaimi Bakce Djaimi Bakce Djaimi Bakce Dwi Adhi Widodo Elveni Guspiarni Eri Sayamar Ermi Tety Erwin Candra Evy Maharani Evy Maharani Fajar Restuhadi Faoz, Miftahul Fariz Al Azmi Fris Safal Gevisioner Hagi ' Halimah Hamidi, M. Rasyid Hermaleni ' ' Heryudarini Harahap Ida Putri Yani Indra Budiman Indro Gustiawan Inna Hidayah Jelita, Nur Johannes Guisandro Juli Adevia Jum'atri Yusri Jum'atri Yusri Jumatri Yusri Jum’atri Yusri Jum’atri Yusri Kartika Malau Khasanah, Miftachul Kumaidin, Alip Kurnia, Deby Kurnia, Rifka Laily, Noer Leny Alvionita Siagian Lili Budianingsih Lina Mariyati Lovia C. Fransiska Manik M. Yusuf Malik, Tamara Clarentine Marida Marida Marissa Chintia Masruroh Millia Aldavira miranti mandasari Mubarak Mubarak Mubarok, Moch Yazid Muhammad Faisal Mulawati Purwanti Noviana, Ika Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Nahdiani, Hindun Niken Kumalasari Novia Dewi Novia Dewi Novia Dewi Novia Dewi Novia Dewi Novian Novian Novian Novian, Novian Nur Khadijah Nurkhadijah Nurkhadijah Nurul Qomar Panjaitan, Pardomuan Hotmauli Putra Fadli Harahap raden roro bening catur pujiastuti Rahayu, Nindy Juli Rahmawati, Putri Melinda Restuhadi, Fadjar Ribka Betharia Pasaribu Ridho Febriandi Riky Junianto Rita Aprilia Sari Rizqi Sari Anggraini Robieth, Ahmad Rosidah, Nanda Nur Indah Kamilatur Rosnita Rosnita Rosnita Rosnita Roza Yulida Roza Yulida Rudy Hery Syahfutro Ruth Agustine Putri Zendrato Sakti Hutabarat Sakti Hutabarat Sapri Yadi Septya, Fanny Shorea Khaswarina Siregar, Rosita Erliwahyuni Siregar, Rosita Erliwahyuni Siti Nurhaliza Amrin Siti Nurhaliza Amrin Solekhan Suardi Tarumun Suardi Tarumun Sufre Vobe Andri Suhartono Suhartono SURYANI Susy Edwina Syafriwan Syafriwan Tengku Harunur Rasyid Tety, Ermy Tia Sofiani Napitupulu Tiara Aninditha Tri Azrul Disyamto Triningsih, Cici Ummi Noviqah Zarliyanti Umy Zahroh Valentia, Astri Vivin Seygita, Vivin Wahyu Saputra Warso Syahputra, Hasan Widodo, Dwi Adhi Widya Ningsih Zebua Yan Subekti Yandri Zurika Yani, Ida Putri Yeni Kusumawaty Yudi Saputra Yunita Ariani Zebua Yunita Ariani Zebua Yusmini ' Yusmini, Yusmini Yusri, Jum'atri Zahry Aditya Zulhamid Ridho