p-Index From 2021 - 2026
8.076
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) The Indonesian Journal of Public Health Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Kesehatan Medika Saintika Media Ilmu Kesehatan GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan Al-Khidmah BULETIN AL-RIBAATH Amerta Nutrition Journal of Midwifery and Nursing Unnes Journal of Public Health Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health AVICENNA Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Miracle Journal Of Public Health (MJPH) Jurnal Cakrawala Promkes Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik Journal of Public Health Innovation (JPHI) Jurnal EduHealth Journal of Health Research Science Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Riset Informasi Kesehatan Jurnal Vokasi Kesehatan JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Health Dynamics Prosiding Seminar Nasional Unimus
Claim Missing Document
Check
Articles

INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KAMPUNG KB Pramono, Dimas Budi; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah; Marlenywati
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5444

Abstract

Latar belakang: Stunting pada balita di Indonesia disebabkan oleh kekurangan gizi dan lingkungan yang tidak sehat. Perilaku hidup bersih dan tidak sehat seperti akses sanitasi dan praktik cuci tangan, penting dalam memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada orang tua guna meningkatkan kesehatan keluarga dan mencegah stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Kampung KB. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu 208 balita dengan sampel 69 balita berisiko stunting di Kampung KB. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas meliputi ketersediaan jamban sehat, air bersih, praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS), kondisi fisik rumah, dan riwayat penyakit infeksi. Variabel terikat yaitu kejadian stunting pada balita. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi ke rumah responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil: Ditemukan 27,5% balita mengalami stunting. 81,2% responden memiliki jamban kurang baik dan 73,9% tidak memenuhi syarat untuk sumber air MCK. Penerapan CTPS sebanyak 97,1%, sebanyak 26,1% rumah tidak memenuhi syarat dan 47,8% responden memiliki riwayat infeksi. Kesimpulan: Sanitasi buruk dan penyakit infeksi berkontribusi pada stunting di Kampung KB, meskipun ibu sudah menerapkan CTPS dengan baik. Peningkatan akses sanitasi dan pendidikan kebersihan penting untuk menurunkan stunting, dengan penelitian lanjutan untuk intervensi yang lebih spesifik
DELAPAN FUNGSI KELUARGA DAN PERILAKU CEGAH GERAKAN TUTUP MULUT DENGAN STUNTING DI DAS Oktaviana, Nur Ayu; Marlenywati Marlenywati; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5553

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah hambatan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak-anak akibat gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar yang ditetapkan oleh lembaga yang mengawasi kesehatan. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukan prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Prevalensi balita stunting di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 27,8%. Prevalensi balita stunting di Kota Pontianak sebesar 19,7%. Tujuan: menganalisis hubungan antara 8 Fungsi Keluarga dan Perilaku Cegah GTM dengan Kejadian Stunting di Daerah Aliran Sungai.. Metode: desain cross sectional dengan populasi sebanyak 640 ibu yang memiliki balita berusia 24-59 bulan yang tinggal di daerah aliran Sungai Kapuas. Sampel penelitian sebanyak 119 ibu balita. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan kriteria inklusi. Kriteria inklusi penelitian diantaranya ibu yang memiliki balita dan tinggal di daerah aliran Sungai Kapuas. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, mulai Juni-Juli 2024 di DAS Kapuas. Variabel dalam penelitian ini yaitu 8 Fungsi Keluarga dan Perilaku Cegah GTM. Hasil: menunjukan ada hubungan signifikan antara 8 fungsi keluarga (nilai p=0,000; PR=9,115; 95% CI 4,242-19,584) dan perilaku cegah GTM (nilai p = 0,000; PR=8,478; 95% CI 4,197-17,124) dengan kejadian stunting di daerah aliran sungai. Kesimpulan:    menunjukkan 8 fungsi keluarga dan perilaku Gerakan Tutup Mulut (GTM) dengan kejadian Stunting pada Balita di daerah aliran sungai. Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan stunting..
Pengaruh Psikoedukasi terhadap Perilaku Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Ibu pada Keluarga Berisiko Stunting Putri, Dellyta Nabila; Marlenywati, Marlenywati; Fitlya, Rizki; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.509

Abstract

Berbagai situasi dan kondisi yang dialami wanita dapat menyebabkan wanita berisiko mengalami masalah kesehatan dan gangguan psikologis. Salah satu fase dengan perubahan drastis yang dilalui oleh wanita adalah ketika mereka menjadi seorang Ibu. Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti melakukan penelitian dengan memberikan psikoedukasi mengenai perilaku menjaga kesehatan fisik dan mental Ibu balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap perilaku menjaga kesehatan fisik dan mental Ibu balita dalam pencegahan stunting sebelum dan sesudah dilakukannya psikoedukasi. Populasi penelitian ini merupakan Ibu yang memiliki balita dengan rentang usia 0-59 bulan di wilayah Desa Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan sampel sebanyak 30 responden keluarga berisiko stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Data hasil pretest dan posttest kemudian dilakukan analisis bivariat menggunakan uji t (t-test) berpasangan. Hasilnya menunjukkan bahwa metode psikoedukasi dianggap cukup efektif meningkatkan perilaku menjaga kesehatan fisik, namun kurang efektif dalam meningkatkan perilaku kesehatan mental Ibu balita pada keluarga berisiko stunting. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membandingkan metode psikoedukasi dengan berbagai teknik intervensi dan penyampaian materi lainnya (brosur, pamflet, website, aplikasi, kelas, dan lain-lain).
RIWAYAT IMUNISASI DAN KONSUMSI GIZI RUMAH TANGGA SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING PADA MASYARAKAT PERBATASAN KOTA DI KABUPATEN KUBU RAYA Harzuna, Amanda; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 19 No. 3 (2024): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v19i3.7318

Abstract

Background : Stunting remains a significant public health problem in Indonesia, particularly in Kubu Raya Regency, which had the highest stunting prevalence in West Kalimantan at 40.35% in 2021. This study aimed to analyze the influence of complete basic immunization history and household nutritional consumption on stunting incidence among children under five. Method : The research employed a case-control design with a sample of 120 children under five, consisting of 60 stunted children (cases) and 60 normal children (controls) in Mega Timur and Sungai Malaya Villages, Sungai Ambawang District. Data collection used random sampling technique and data analysis used chi-square test. Results: The results showed significant relationships between complete basic immunization history (p=0.015; OR=2.704) and household nutritional consumption (p=0.040; OR=2.333) with stunting incidence. Children with incomplete immunization history had 2.7 times greater risk of experiencing stunting, while children from food-insecure households had 2.3 times greater risk of stunting. Conclusion: Basic immunization history and household nutritional consumption were identified as contributing factors to stunting incidence among under-five children. The study findings revealed significant associations between complete basic immunization history (p=0.015; OR=2.704) and household nutritional consumption (p=0.040; OR=2.333) with stunting risk in under-five children. Keywords: Food Expenditure Blood glucose, Immunization, Nutrition, Stunting.
Edukasi Menu Bergizi Terhadap Perilaku Menyuapi Aktif Ibu Balita Safira, Nadyah Noora; Budiastutik, Indah; Marlenywati; Trisnawati, Elly
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 19 No. 3 (2024): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v19i3.7321

Abstract

ABSTRACT Background: Linear growth failure caused by lack of nutritional intake, infection, and inadequate parenting patterns is a stunting event. This condition has an impact on increasing mortality and morbidity rates, and inhibits children's cognitive, psychomotor, and mental development. Responsive feeding is an important step for stunted toddlers to increase food acceptance and support optimal cognitive, psychomotor, and mental growth and development. This study is needed to identify behavioral features related to stunting and the factors that influence it. Methods: This study is a quantitative descriptive study, with a Quasi-Experiment One Group without Control design, and data collection techniques are carried out through direct observation. The sample was selected by purposive sampling from a population of 379 and a sample of 30 according to the criteria of families at risk of stunting and children under five years of age. Results: The results of the study obtained a p-value = 0.000. This shows that the intervention carried out has a significant effect on increasing active feeding behavior in mothers of toddlers from the early stage to the active stage. This difference can be interpreted as the success of the intervention in improving mothers' skills or consistency in active feeding, which can have a positive impact on their children's eating behavior. Conclusion: Education about nutritious menus has a significant effect on active feeding behavior in mothers of toddlers. Increasing mothers' knowledge about the importance of balanced nutritional intake has a positive impact on their ability to choose and prepare nutritious food for children. Keywords: Nutritional Menu Education, Active Feeding Behavior, Stunting, Mother, Toddler ABSTRAK Latar Belakang : Kegagalan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, infeksi, dan pola pengasuhan yang tidak memadai merupakan kejadian stunting. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya angka mortalitas dan morbiditas, serta menghambat perkembangan kognitif, psikomotorik, dan mental anak. Pemberian makan yang responsif merupakan langkah penting untuk balita stunting guna meningkatkan penerimaan makanan dan mendukung tercapainya pertumbuhan serta perkembangan kognitif, psikomotorik, dan mental secara optimal. Penelitian ini diperlukan untuk mengidentifikasi gambaran perilaku yang terkait dengan stunting dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif, dengan desain Quasi-Experiment One Group without Control, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan secara langsung. Sampel dipilih secara purposive sampling dari populasi sebanyak 379 dan sampel sebanyak 30 responden dengan kriteria meliputi keluarga berisiko stunting dan anak usia di bawah lima tahun. Hasil : Hasil penelitian diperoleh p-value = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan perilaku menyuapi aktif pada ibu balita dari tahap awal ke tahap aktif. Perbedaan ini dapat diartikan sebagai keberhasilan intervensi dalam meningkatkan keterampilan atau konsistensi ibu dalam menyuapi aktif, yang dapat berdampak positif pada perilaku makan anak-anak mereka. Kesimpulan : Edukasi mengenai menu bergizi memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku menyuapi aktif pada ibu balita. Peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya asupan nutrisi yang seimbang berdampak positif pada kemampuan mereka dalam memilih dan menyiapkan makanan yang bergizi bagi anak. Kata Kunci : Edukasi Menu Bergizi, Perilaku Menyuapi Aktif, Stunting, Ibu, Balita
Indicators Of The Home Environment In Families At Risk Of Stunting In The Murai Valley Of Pontianak City Widya Eka Lestari; Elly Trisnawati; Indah Budiastutik; Marlenywati, Marlenywati
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a serious nutritional problem that Indonesia is still facing. One of the cities in West Kalimantan Province that still contributes to stunting cases is Pontianak City, which is the provincial capital. The condition of environmental factors that are not optimal, supported by the characteristics of slum and densely populated areas, makes Pontianak City, especially the Murai Valley, an area that is vulnerable to stunting risks. This study aims to analyze the indicators of the home environment in families at risk of stunting in the Murai Valley, Pontianak City. The research design used is descriptive observational with a cross-sectional approach, the number of samples is 58 respondents who are categorized as Families at Risk of Stunting. Sampling was carried out by simple random sampling. The location of the research is in the Murai Valley Quality Family Village, Mariana Village, Pontianak City. Data were collected through interviews and direct observations, consisting of variables such as personal hygiene, cleanliness of the home environment, and cleanliness of latrines. The data was analyzed univariate and presented in the form of tables and narratives. The results of the study showed that the personal hygiene of families at risk of stunting was mostly 91.4% in the poor category. The cleanliness of the home environment was not clean by 62.1%, and as many as 93.1% of respondents described the cleanliness condition of the latrines as less qualified. There is a need to improve sanitation, cleanliness of the home environment and improvements to family toilet facilities. It is also hoped that there will be awareness of families at risk of stunting related to the implementation of clean and healthy living behaviors in the family order as a form of stunting prevention efforts.
Relationship Between Nutritional Status, Breakfast Pattern, And Sleep Time On Work Efficiency: A Cross-Sectional Study Of Posyandu Cadres In Limbung Village Neila Sari Lazuli; Marlenywati, Marlenywati; Elly Trisnawati
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu cadres play an important role in public health services, but their work productivity is often affected by various basic health factors, such as nutritional status, breakfast habits, and sleep quality. This study aimed to analyse the relationship between these three factors and the productivity of Posyandu cadres in Limbung Village. Using a quantitative approach with a survey method, the data was analysed with the help of SPSS. The results showed a significant relationship between nutritional status and productivity, where cadres with normal nutritional status had higher productivity than those who were overweight or obese (p=0.016). Breakfast habit also had a positive influence (p=0.009), with cadres who habitually ate breakfast showing better productivity. In addition, good sleep quality significantly improved cadre work productivity (p=0.001).This study highlights the importance of a holistic approach in supporting cadre work productivity, with a focus on nutrition education, healthy breakfast campaigns, and improved sleep quality. The findings are expected to inform practical interventions to improve the performance of Posyandu cadres and strengthen the public health care system.
The The Effect of "PENTING" Education on Improving Father's Parenting Role Yuni, Yuni; Budiastutik, Indah; Trisnawati, Elly; Marlenywati, Marlenywati
Miracle Journal of Public Health Vol 7 No 2 (2024): Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v7i2.384

Abstract

Stunting remains a serious health problem as it is associated with an increased risk of morbidity and mortality in children under five. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (IHS), the prevalence of stunting in Pontianak City reached 16.7%, which still exceeds the national target. Specific interventions are needed to address this issue, especially parenting-related ones. The role of fathers in parenting is very important to improve toddlers' health status and support children's optimal growth and development. This study evaluates the effect of "PENTING" education on improving fathers' parenting role in stunting prevention. The research design was a quasi-experiment, with a sample of 30 toddlers and mothers from families at risk of stunting selected by purposive sampling. The research was conducted in Kampung KB Lembah Murai, Pontianak City. The educational intervention was conducted six times using the flip sheet media, with data measurement before and after the intervention. Data were analyzed using paired t-tests. The results showed a significant increase in the role of parenting by fathers after the intervention. This finding suggests that the "PENTING" educational program effectively strengthens fathers' role as part of stunting prevention efforts.
Stress Kerja Pada Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Di Kota Pontianak, Kalimantan Barat Diningrum, Wulan; Trisnawati, Elly; Selviana, Selviana
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 11, No 2 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v11i2.17028

Abstract

Perawat merupakan kelompok pekerja yg berada pada urutan pertama penyumbang stress kerja. Stres kerja pada perawat masih masih permasalahan yang muncul di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Tuntutan pekerjaan yang tinggi, pengaturan kerja dan shift yang cenderung tidak beraturan, serta tekanan dari pasien menjadi faktor yang pendorong stress kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor stress kerja pada perawat rumah sakit umum daerah di Kota Pontianak. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel adalah perawat di ruang rawat inap dan bekerja shift work di Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di Kota Pontianak. Sampel sebanyak 60 orang, diambil secara accidental sampling. Instrumen dalam penelitian mengacu pada NIOSH General Job Stress Questionnaire. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif menggambarkan distribusi frekuensi faktor stress kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan kerja (60%), paparan konflik peran (56,7%), konflik interpersonal (50%), kepastian pekerjaan (53,3%), tuntutan kerja berlebih (56,7%), beban kerja dan tanggung jawab berlebih (55%), tuntutan kerja mental (51,7%), dan dukungan sosial baik dari atasan, teman dan keluarga (55%) merupakan faktor yang menyumbangkan risiko stress kerja pada perawat. Stress kerja didominasi dengan adanya perubahan fisiologi dan psikologi perawat sebesar 51,7%. Dan sebanyak 13.3% perawat mengalami hilangnya hari kerja karena sakit akibat stress kerja. Diharapkan adanya upaya pengaturan beban kerja, shift kerja, perbaikan faktor lingkungan kerja serta peningkatan dukungan sosial agar stress kerja pada perawat dapat diminimalisir. Perlu penerapan manajemen stress yang baik oleh tim manajemen dan penanggung program K3 rumah sakit.
The Effect of Nutrition Status Assessment Training on Cadres' Knowledge in Early Stunting Detection A'in, Nurul; Budiastutik, Indah; Trisnawati, Elly; Marlenywati, Marlenywati
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i1.5890

Abstract

Stuntingis one of the major challenges in public health in Indonesia, including in West Kalimantan.Stunting, which is characterized by a condition of failure to thrive due to chronic malnutrition and recurrent infections in early childhood, has long-term impacts on a person's physical, cognitive and productivity development. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) report, the prevalence of stunting at the national level reached around 21.6%. This study aims to determine the Nutritional Status Assessment (PSG) of cadres' knowledge in conducting early detection of stunting in the community. PSG training is expected to improve cadres' knowledge in conducting early detection of stunting. The method used in this study was the Quasi Experiment One Group with a pre-test and post-test design. A total of 30 health cadres from the village were the samples in this study. Before the training, cadres' knowledge in early detection of stunting was tested using observation. The analysis used a paired sample t-test to determine any significant differences between cadres' knowledge before and after education on nutritional status. The results showed that there was a significant increase in cadres' knowledge in conducting early detection of stunting after participating in PSG training, with a p-value of 0.000. This shows that PSG training has a significant effect on increasing cadres' knowledge in detecting stunting. The conclusion of this study is that PSG training is effective in improving cadres' knowledge in early detection of stunting. It is recommended to strengthen the capacity of cadres in overcoming stunting in the community.
Co-Authors A'in, Nurul Abduh Ridha Adetria Heristi Afifah, Suci AHMAD MUSTOLIH Alamsyah, Dedi Amaliya Irmayanti Amaliya Irmayanti Amanda Distrilia Andri Dwi Hernawan Anggeriani, Desy Anggraini, Sri Anselma Anselma Aprillia Krisnawaty Arfan, Iskandar Arswendy Irene Fioresta Asmadi asmadi Audila Rima Putri Aulia, Cindy Febi Dwi Azizah Nur Aini Barry Caesar Octariadi Barry Ceasar Octariadi Dewi Yuliandari Dewi, Nur Kumala Diki Fahrozi Almuharami Dini Hadiarti Diningrum, Wulan DWI YULIANTI Edy Suryadi Eka Puspita Sari Eka Puspita Sari Eka Puspitasari Eka Puspitasari, Eka Elfrida Ratnawati Emelia Agustina Mila Feby Surantri Fenni Supriadi Fhoka, Finanda Fitriani, Nurlita Fitriati, Nur Handini, Lail Harzuna, Amanda Hawa Cahya Purnama Hediyanti, Giska Indah Budiastutik Irmayanti, Amaliya Ismael Saleh Jati, Sri Nugroho Jenie, Ikhlas M Jumenah Jumenah Jumenah, Jumenah Kurniawati, Asriani Lazuli, Neila Sari Leo Leo Lidia, Marselina Linda Suwarni Lutfia Indah Hapsari M Taufik Magdalena Kandari Margareta Margareta, Margareta Maria Yolan Sukemi Marlenywati Marlenywati Munadji, Munadji Munawarah, Sitti Munawaroh, Nuraini Natalina Natalina Neila Sari Lazuli Nur Aini Nur Kumala Dewi Nurhayati Nurhayati Nurlaila, Syarifah Nurmaliza, Tengku Haqy Nurul Amaliyah Nurul Bariyah Oktaviana, Nur Ayu Otik Widyastutik Permata, Widya Pettarany Hanifathun Pikri, Nur Pradana, Tedy Dian Pradanti, Devy Dwi Pramono, Dimas Budi Pranaka, Resky Nanda Pujana, Betri Putri, Dellyta Nabila Radiantini , Yuyun Pramita Rahmadinda, Rahmadinda Resi Raf Sanjani Ria Henrika Lantan Rizki Fitlya, Rizki Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Rossa, Idjeriah Ruhama, Ufi Safaldy, Aizhar Safira, Nadyah Noora Sanjani, Resi Raf SATRIYAS ILYAS Selviana Selviana Selviana Selvianty, Weni Sitti Munawarah Slamet Triyono Sovie Nautica Angela Suci Zakia Dewi Sukemi, Maria Yolan Suriana Suriana Susanto, Oda Syabaniah, Syabaniah Tedy Dian Perdana Tengku Haqy Nurmaliza Tri Eko Sumarto Tuti Kurniati Ulandari, Cantika Fania Wahyu Naufal Widya Eka Lestari Widya Fermata Widya Lestari Widyastutik, Otik Widyastutik, Otik Widyastutik, Ottik Wijayarsi, Dian Winata, Rivaldi Andika Winda Kartika Sari Wulandari, Yesi Yasita, Nova YUNI, YUNI YUWAN CHARTASIM