p-Index From 2021 - 2026
8.135
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) The Indonesian Journal of Public Health Darussalam Nutrition Journal Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Kesehatan Medika Saintika Media Ilmu Kesehatan GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan Al-Khidmah BULETIN AL-RIBAATH Amerta Nutrition Journal of Midwifery and Nursing Unnes Journal of Public Health Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health AVICENNA Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Jurnal Ilmiah Dunia Hukum Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Miracle Journal Of Public Health (MJPH) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik Journal of Public Health Innovation (JPHI) Jurnal EduHealth Journal of Health Research Science Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Riset Informasi Kesehatan Jurnal Vokasi Kesehatan JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Prosiding Seminar Nasional Unimus
Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship Between Nutritional Status, Breakfast Pattern, And Sleep Time On Work Efficiency: A Cross-Sectional Study Of Posyandu Cadres In Limbung Village Neila Sari Lazuli; Marlenywati, Marlenywati; Elly Trisnawati
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu cadres play an important role in public health services, but their work productivity is often affected by various basic health factors, such as nutritional status, breakfast habits, and sleep quality. This study aimed to analyse the relationship between these three factors and the productivity of Posyandu cadres in Limbung Village. Using a quantitative approach with a survey method, the data was analysed with the help of SPSS. The results showed a significant relationship between nutritional status and productivity, where cadres with normal nutritional status had higher productivity than those who were overweight or obese (p=0.016). Breakfast habit also had a positive influence (p=0.009), with cadres who habitually ate breakfast showing better productivity. In addition, good sleep quality significantly improved cadre work productivity (p=0.001).This study highlights the importance of a holistic approach in supporting cadre work productivity, with a focus on nutrition education, healthy breakfast campaigns, and improved sleep quality. The findings are expected to inform practical interventions to improve the performance of Posyandu cadres and strengthen the public health care system.
The The Effect of "PENTING" Education on Improving Father's Parenting Role Yuni, Yuni; Budiastutik, Indah; Trisnawati, Elly; Marlenywati, Marlenywati
Miracle Journal of Public Health Vol 7 No 2 (2024): Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v7i2.384

Abstract

Stunting remains a serious health problem as it is associated with an increased risk of morbidity and mortality in children under five. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (IHS), the prevalence of stunting in Pontianak City reached 16.7%, which still exceeds the national target. Specific interventions are needed to address this issue, especially parenting-related ones. The role of fathers in parenting is very important to improve toddlers' health status and support children's optimal growth and development. This study evaluates the effect of "PENTING" education on improving fathers' parenting role in stunting prevention. The research design was a quasi-experiment, with a sample of 30 toddlers and mothers from families at risk of stunting selected by purposive sampling. The research was conducted in Kampung KB Lembah Murai, Pontianak City. The educational intervention was conducted six times using the flip sheet media, with data measurement before and after the intervention. Data were analyzed using paired t-tests. The results showed a significant increase in the role of parenting by fathers after the intervention. This finding suggests that the "PENTING" educational program effectively strengthens fathers' role as part of stunting prevention efforts.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KADER POSYANDU BERDASARKAN STATUS GIZI DI DESA LIMBUNG Lazuli, Neila Sari; Elly Trisnawati; Marlenywati
Darussalam Nutrition Journal Vol. 8 No. 2 (2024): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v8i2.13051

Abstract

Latar Belakang: Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa, dengan kader sebagai penggerak utamanya. Kinerja kader posyandu dalam pelayanan kesehatan menjadi sangat penting mengingat prevalensi masalah kesehatan di Indonesia masih cukup tinggi, dengan stunting mencapai 21.6% pada tahun 2022. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kader posyandu dalam pelayanan kesehatan di Desa Limbung. Metode: Studi cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 30 kader posyandu yang terbagi dalam 5 kelompok kerja sebagai responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometri kader. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengetahuan (p=0,004, OR=6,502), motivasi (p=0,003, OR=8,525), dan dukungan petugas kesehatan (p=0,007, OR=5,228) memiliki hubungan signifikan dengan kinerja kader. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan dan sistem dukungan bagi kader posyandu untuk mengoptimalkan kinerja mereka dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Simpulan: Motivasi menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja kader dengan nilai OR tertinggi (8.525), menunjukkan pentingnya aspek motivasi dalam optimalisasi kinerja kader.
Stress Kerja Pada Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Di Kota Pontianak, Kalimantan Barat Diningrum, Wulan; Trisnawati, Elly; Selviana, Selviana
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 11, No 2 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v11i2.17028

Abstract

Perawat merupakan kelompok pekerja yg berada pada urutan pertama penyumbang stress kerja. Stres kerja pada perawat masih masih permasalahan yang muncul di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Tuntutan pekerjaan yang tinggi, pengaturan kerja dan shift yang cenderung tidak beraturan, serta tekanan dari pasien menjadi faktor yang pendorong stress kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor stress kerja pada perawat rumah sakit umum daerah di Kota Pontianak. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel adalah perawat di ruang rawat inap dan bekerja shift work di Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di Kota Pontianak. Sampel sebanyak 60 orang, diambil secara accidental sampling. Instrumen dalam penelitian mengacu pada NIOSH General Job Stress Questionnaire. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif menggambarkan distribusi frekuensi faktor stress kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan kerja (60%), paparan konflik peran (56,7%), konflik interpersonal (50%), kepastian pekerjaan (53,3%), tuntutan kerja berlebih (56,7%), beban kerja dan tanggung jawab berlebih (55%), tuntutan kerja mental (51,7%), dan dukungan sosial baik dari atasan, teman dan keluarga (55%) merupakan faktor yang menyumbangkan risiko stress kerja pada perawat. Stress kerja didominasi dengan adanya perubahan fisiologi dan psikologi perawat sebesar 51,7%. Dan sebanyak 13.3% perawat mengalami hilangnya hari kerja karena sakit akibat stress kerja. Diharapkan adanya upaya pengaturan beban kerja, shift kerja, perbaikan faktor lingkungan kerja serta peningkatan dukungan sosial agar stress kerja pada perawat dapat diminimalisir. Perlu penerapan manajemen stress yang baik oleh tim manajemen dan penanggung program K3 rumah sakit.
The Effect of Nutrition Status Assessment Training on Cadres' Knowledge in Early Stunting Detection A'in, Nurul; Budiastutik, Indah; Trisnawati, Elly; Marlenywati, Marlenywati
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i1.5890

Abstract

Stuntingis one of the major challenges in public health in Indonesia, including in West Kalimantan.Stunting, which is characterized by a condition of failure to thrive due to chronic malnutrition and recurrent infections in early childhood, has long-term impacts on a person's physical, cognitive and productivity development. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) report, the prevalence of stunting at the national level reached around 21.6%. This study aims to determine the Nutritional Status Assessment (PSG) of cadres' knowledge in conducting early detection of stunting in the community. PSG training is expected to improve cadres' knowledge in conducting early detection of stunting. The method used in this study was the Quasi Experiment One Group with a pre-test and post-test design. A total of 30 health cadres from the village were the samples in this study. Before the training, cadres' knowledge in early detection of stunting was tested using observation. The analysis used a paired sample t-test to determine any significant differences between cadres' knowledge before and after education on nutritional status. The results showed that there was a significant increase in cadres' knowledge in conducting early detection of stunting after participating in PSG training, with a p-value of 0.000. This shows that PSG training has a significant effect on increasing cadres' knowledge in detecting stunting. The conclusion of this study is that PSG training is effective in improving cadres' knowledge in early detection of stunting. It is recommended to strengthen the capacity of cadres in overcoming stunting in the community.
PENGARUH EDUKASI PHBS TATANAN KELUARGA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING Rima Putri, Audila; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah; Marlenywati, Marlenywati
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2927

Abstract

 PHBS di tatanan keluarga adalah upaya untuk menjadikan setiap anggota keluarga tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS. Kecamatan Rasau Jaya khususnya di Kampung KB “Desa Membangun” Desa Umum Rasau Jaya menggambarkan adanya permasalahan yang berkaitan dengan kurangnya pengetahuan ibu balita tentang PHBS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi PHBS Tatanan Keluarga terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita dalam pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan desain one group t-test. Populasi yang diteliti adalah ibu yang memiliki balita berusia 0 hingga 59 bulan. Sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 30 orang responden. Intervensi dilakukan sebanyak 6 kali selama 3 bulan dengan menggunakan buku saku sebagai media. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pengetahuan ibu tentang tatanan keluarga PHBS sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa edukasi PHBS tatanan keluarga berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita dalam pencegahan stunting.
The Influence of Education on Increasing the Knowledge of Mothers of Toddlers About the 8 Functions of the Family Hawa Cahya Purnama; Indah Budiastutik; Marlenywati Marlenywati; Elly Trisnawati
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.21985

Abstract

Mother's knowledge is very important because it is one of the contributing factors to the emergence of stunting in toddlers. Mothers with low knowledge have a higher risk of their children experiencing stunting compared to mothers with sufficient knowledge.The family plays a very important role in efforts to prevent stunting. Preventing stunting in families can be associated with eight family functions that support each other. This study aims to analyze the effect of education on improving the knowledge of mothers with toddlers regarding the 8 family functions. The eight family funtions are the religious function, sosio-cultural function, affection function, protection function, reproduction function, socialization and education function, economic function, and environmental development function. This research method is quantitative, using a quasi-experimental design with a pretest-posttest questionnaire instrument. The sample consists of 30 mothers with toddlers at risk of stunting in the Family Planning Village (Kampung KB), Lembah Murai Village. Data analysis used the Paired T-Test to test the effect of education on the 8 family functions before and after the intervention. The results show an average knowledge score increase of 21.76 after the intervention. The results of the Paired T-Test indicate a p value of 0,000, which signifies a statistically significant difference between the scores before and after the education on the 8 family funtions.Therefore, a good family role is very important in forming healthy living patterns in toddlers, making the active role of the family the key to supporting the optimal growth and development of toddlers. It is recommended that the education program be carried out regularly by involving cadres as active companions to support the understanding of mothers with toddlers in stunting prevention. Keywords: Education, Family Function, Stunting, Knowledge of Mothers of Toddlers
THE EFFECTIVENESS OF FAMILY INTERVENTION MODEL ON PARENTS EFFECTIVE COMMUNICATION SKILLS IN SEXUAL VIOLENCE Dewi, Nur Kumala; Jati, Sri Nugroho; Trisnawati, Elly
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 8 No. 1 (2023): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v8i1.17107

Abstract

Sexual violence that occurs in children's classrooms places them with a significant impact on their health and lifelong well-being. This study aimed to identify the Family Intervention Model's effectiveness on parents' practical communication skills in preventing children from acts of sexual violence in border areas. This research comprised 23 wives and 23 husbands from Kecamatan Sajingan Besar. Qualitative data was collected with observations. During the research, the Parents Effective Communication Scale was used as means of quantitative data collection. The pre-test scale was given in the rapport-building session, and the post-test for the last session of intervention. The data has been analyzed using Wilcoxon Test. The Wilcoxon test showed the Z value is -5.437 with a significance value (p-value) of 0.000. The test significance value (p-value) is smaller than 0.05 (0.000 < 0.05), so there was a significant difference in parents' effective communication after the intervention.Keywords: effective communication; family intervention models; sexual violence
EMOTIONAL EXPERIENCE WRITING MODEL: AN INTERVENTION FOR ENHANCING PROBLEM-SOLVING SKILLS AMONG ADOLESCENTS WITH SOCIO-EMOTIONAL PROBLEMS IN ORPHANAGES Jati, Sri Nugroho; Trisnawati, Elly; Sanjani, Resi Raf; Nurmaliza, Tengku Haqy
Jurnal Psikologi Vol 22, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jp.22.1.23-33

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of emotional experience writing (EXPRIT) model in enhancing the problem-solving skills among adolescents with social-emotional problems in orphanages. The EXPRIT model is an intervention based on cognitive psychotherapy that can train adolescents’ socio-emotional problem-solving skills. The prevalence study found that 26.9% had behavioral disorders and 10.2% of emotional disorders of orphans were found in the 10-14 years old age group. Initial interviews conducted for this study indicated that children in the orphanage experienced problems such as difficulties in adapting at their environment in the orphanage and some emotional behavior problems. A total 15 participants from various orphanages were included in a one-group pre-test and post-test experimental design research. Problem-solving skills were assessed using an adapted “Teen Wellness Self-Assessment” scale. The sampling technique used was purposive sampling, and the data were analyzed using the paired sample t-test. The findings demonstrate a significant positive impact of the EXPRIT intervention on enhancing problem-solving skills in orphaned adolescent, t(14) = 4.503, p = .000; Cohen’s d = 1.163, suggesting substantial practical significance with potential implications for addressing socioemotional challenges in this population. Despite its promising results, this current study was limited byits small sample size. These findings highlightthe importance of targeted interventions in addressing the needs of orphaned youth dealing with socio-emotional problems
Perilaku Nenek dalam Praktik Pemberian Makan pada Balita Stunting di Wilayah Komunitas Dayak Kabupaten Landak: Grandmother’s Behavior in Feeding Practices for Stumted Toddlers in Dayak Community Area, Landak Regency Fioresta, Arswendy Irene; Trisnawati, Elly; Marlenywati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4275

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita didunia saat ini. Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya stunting, salah satunya yaitu disebakan karena praktik pemberian makanan yang buruk dan kurangnya konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Faktor penentu dari kejadian stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor orangtua melainkan juga dapat disebabkan oleh faktor keluarga sebagai lingkungan pengasuh yang turut berperan dalam beberapa aspek penting perkembangan bayi/balita. Dalam hal ini nenek menjadi orang terdekat oleh keluarga dalam mengasuh balita, sehingga nenek menjadi faktor penting dalam peningkatan risiko stunting. Tujuan: Mengidentifikasi pemahaman nenek tentang pencegahan stunting dan perilaku nenek dalam praktik pemberian makan pada balita stunting di Komunitas Dayak Kabupaten Landak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional yang dilakukan di 5 desa yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Senakin Kabupaten Landak. Sampel dalam penelitian ini adalah nenek yang tinggal bersama dengan keluarga balita stunting yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung untuk menggali informasi pemahaman nenek tentang pencegahan stunting dan menggali peran nenek dalam pemberian makanan pada balita yang diasuhnya. Hasil:Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku nenek dalam pemberian jenis menu makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 62,5%. Perilaku nenek dalam menentukan jadwal dan frekuensi makan masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 55%. Perilaku nenek dalam mengolah makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 52,5%. Perilaku nenek dalam menyajikan makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 75%. Perilaku nenek dalam memberi makan pada balita stunting masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 52,5%. Tingkat pengetahuan nenek masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 57,2%. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku nenek dalam praktik pemberian makan pada balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Senakin sebagian besar perilaku dalam pemberian jenis menu makanan kurang baik, jadwal dan frekuensi pemberian makan baik, melakukan pengolahan makanan dengan kurang baik, dalam hal penyajian makanan kurang baik, dan cara memberi makan baik.
Co-Authors A'in, Nurul Abduh Ridha Abdurrahman, Muhammad Aji Adetria Heristi Afifah, Suci AHMAD MUSTOLIH Alamsyah, Dedi Amaliya Irmayanti Amaliya Irmayanti Amanda Distrilia Andri Dwi Hernawan Angel, Valencia Anggeriani, Desy Anggraini, Sri Anselma Anselma Arfan, Iskandar Asmadi asmadi Aulia, Cindy Febi Dwi Budi, Eko Budiastutik , Indah Dedi Alamsyah Dewi Yuliandari Dewi, Nur Kumala Dewi, Suci Zakia Diki Fahrozi Almuharami Dini Hadiarti Diningrum, Wulan DWI YULIANTI Edy Suryadi Eka Puspita Sari Eka Puspitasari, Eka Elfrida Ratnawati Emelia Agustina Mila Feby Surantri Fenni Supriadi Fermata, Widya Fhoka, Finanda Fioresta, Arswendy Irene Fitriani, Nurlita Fitriati, Nur Hakim, Fajar Handini, Lail Hanifathun, Pettarany Harzuna, Amanda Hawa Cahya Purnama Hediyanti, Giska Indah Budiastutik Irmayanti, Amaliya Iskandar Arfan Ismael Saleh Jati, Sri Nugroho Jenie, Ikhlas M Jumenah Jumenah Jumenah, Jumenah Krisdiyana, Ana Krisnawaty, Aprillia Kurniawati, Asriani Lantan, Ria Henrika Lazuli, Neila Sari Leo Leo Lidia, Marselina Linda Suwarni Lutfia Indah Hapsari M Taufik Magdalena Kandari Mardjan Mardjan Margareta Margareta, Margareta Maria Yolan Sukemi Marlenywati Marlenywati Munadji, Munadji Munawarah, Sitti Munawaroh, Nuraini Natalina Natalina Neila Sari Lazuli Novi Irawan NUR AINI Nur Kumala Dewi Nurhayati Nurhayati Nurlaila, Syarifah Nurmaliza, Tengku Haqy Nurul Amaliyah Nurul Bariyah Oda Susanto Oktaviana, Nur Ayu Otik Widyastutik Ottik Widyastutik Permata, Widya Pradana, Tedy Dian Pradanti, Devy Dwi Pramono, Dimas Budi Pranaka, Resky Nanda Pujana, Betri Putri, Dellyta Nabila Radiantini , Yuyun Pramita Rahmadinda, Rahmadinda Resi Raf Sanjani Rima Putri, Audila Rizki Fitlya, Rizki Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Rossa, Idjeriah Ruhama, Ufi Safaldy, Aizhar Safira, Nadyah Noora Sanjani, Resi Raf SATRIYAS ILYAS Selviana Selviana Selviana Selviana Sitti Munawarah Slamet Triyono Sovie Nautica Angela Sukemi, Maria Yolan Suriana Suriana Syabaniah, Syabaniah Syaifudin Hisbullah, Muhammad Tania, Betania Narwastu Tedy Dian Perdana Tengku Haqy Nurmaliza Tri Eko Sumarto Tuti Kurniati Ulandari, Cantika Fania Weni Selvianty Widya Eka Lestari Widya Lestari Widyastutik, Otik Widyastutik, Otik Wijayarsi, Dian Winata, Rivaldi Andika Winda Kartika Sari Wulandari, Yesi Yasita, Nova YUNI, YUNI YUWAN CHARTASIM