p-Index From 2021 - 2026
5.866
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The effectiveness of botanical insect glue Surawung langit (Salvinia hyspanica) and mass controlling application technique on Empoasca in tea plant Odih Sucherman; Sugeng Harianto; Sobar Darana
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 19 No 1 (2016)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v19i1.98

Abstract

Empoasca (Empoasca flavescens) is a major pest of tea plant in almost all elevations and can lead of lost production more than 40%.  Chemical insecticide is still use to control this pest. In a long term, this  could be increase the cost as well as environmental damage. To support an environmentally sound control method, an experiment has been conducted by using active ingredient of surawung langit leaf extract and using of mass controlling tool. The experiment was carried out at a productive tea plant of two years prunning, clone GMB-7, block B4, Pasir Sarongge Experimental Garden, Cianjur.   The experiment was arra­nged in a factorial randomized block design with eight treatments, and replicated three times. The aim the experiment was to evaluate the effectiveness of botanical insect glue surawing langit (salvinia hyspanica) and mass controlling application technique on empoasca in tea plant. Result showed that botanical insect glue surawing langit at 10 and 20% applied using mass controlling tool with two blowers were effective in catching of Empoasca as swell as its attack intensity and shoot production. 
Karakteristik pelet kayu dari limbah pangkasan teh berdasarkan besaran partikel Sugeng Harianto; Muhammad Iqbal Prawira-Atmaja; Shabri Shabri; Hilman Maulana; Dr. Dadan Rohdiana; Achmad Imron Rosyadi
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v21i1.143

Abstract

Biomass waste potential from tea pruning was high, however the utilization of the waste still low. Forming pellet from the waste was one of means for utilizing it to have value-added. Pelletization is a process of compressing the material to increase density value, calorific value, and to uniform the particle size. The method in tea pruning waste pelletization used because the waste is consists of dry twigs and leaves so it was easier in reducing the particle size as pellet raw material. This research purpose was to identify the wood pellet characteristics of various particle size from tea pruning waste, consisted of water content, ash content, and wood pellet density against calorific value produce. The material used in this research was tea pruning waste available all years in the experimental plantation of Reserach Institute for Tea and Cinchona Gambung that has been dried for three days. Pelletization process starts with reducing the tea pruning waste particle using Chopper machine to acquire dust particles. Afterward, those dust was separated into three treatments, which are, passed sieve number 7 mesh, 14 mesh, and 18 mesh. Calorific value produced from the wood pellet was the main factor from all pelletization process, the result show that the dust passed sieve number 18, which is the smallest particle size, has the highest calorific y value produced in the amount of 4.431 cal/g
Effect of Brewing Time on the Psychochemical and Antioxidant Activity of Green Tea Bag Ukhti Ayuningtyas; Zahrah Rufaida; Widya Prasetyawati Septiani; Shabri; Sugeng Harianto; Hilman Maulana; M. Iqbal Prawira-Atmaja
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Agroindustri Halal 9(3)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v9i3.6511

Abstract

Teabags are commonly used because of their practical use and benefits as antioxidants. However, there are still few studies that report the effect of brewing time of tea bags on their bioactive compounds. This study aims to determine green tea bags' psychochemical properties and antioxidant activity with different brewing times (1, 3, 5, 7, 9, 12, and 15 minutes). The results showed that the length of steeping time influenced the increase in total polyphenols, flavonoids, and antioxidant activity in green tea bags. The highest rehydration ratio value for product A was in the 3rd minute, which was 3.74 g/g, while in product B, it was 3.36 g/g at the 15th minute. In contrast, the highest swelling rate value occurred in the 15th minute with 372.79% and 236.31% in products A and B, respectively. Products A and B had the highest total flavonoids at 12 minutes of brewing time with 132.41 mg Q.E/g and 144.63 mg Q.E/g, respectively. Product A had the highest free radical inhibition activity at the 7th minute, while product B at the 9th-minute steeping was 56.54% and 73.73%, respectively. Pearson Correlation shows a positive correlation between total polyphenols, flavonoids, and antioxidant activity in green tea bags. The results of this study are expected to be a reference and education of reasonable green tea brewing procedures for consumption by the public.
RELASI FENOMENA ‘MBAK-MBAK SCBD’ DI JAKARTA SELATAN DENGAN GAYA HIDUP URBAN: GENGSI MENJADI ORIENTASI HIDUP? Azzahra, Almira Aulia; Handoyo, Pambudi; Harianto, Sugeng
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup dianggap sebagai pembeda antar individu bahkan antar lapisan sosial sebab gaya hidup dilestarikan oleh masyarakat. Dari segi ekonomi, gaya hidup diartikan sebagai bentuk pembelanjaan uang dan pengalokasian waktu individu guna meningkatkan status sosial.Selain menggunakan metode studi kasus, penelitian ini menggunakan teori gaya hidup dan teori habitus dari Pierre Bourdieu. Teori habitus Bourdieu menyatakan bahwa habit atau kebiasaan seseorang sangat berganrung dengan lingkungan. Semakin tinggi selera lingkungannya, maka individu akan meniru hal tersebut.Pilihan mbak-mbak SCBD untuk tampil mewah dan glamor adalah agar tidak terlihat ketinggalan jaman, atau terlihat tidak mampu jika hanya mengenakan pakaian dan barang yang biasa saja. Keinginan untuk terlihat mewah ini membuat celaka diri sendiri sebab dapat terlilit hutang dimana-mana jika memaksakan diri untuk bergaul dengan lingkungannya. Segalanya yang mempengaruhi perubahan gaya hidup seseorang tergantung pada lingkungan sekitarnya. Seperti halnya mbak-mbak SCBD yang harus menyesuaikan penampilan dan gaya hidup hanya karena lingkungan dan orang-orang di sekitarnya seakan menuntut dirinya untuk menjadi orang yang berbeda.
FENOMENA DRIVER OJEK ONLINE WANITA SEBAGAI BENTUK KETIDAKSETARAAN GENDER: DITINJAU DARI TEORI TALCOTT PARSONS Sundari, Adinda Samudra; Harianto, Sugeng
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era perkembangan zaman serta kemajuan teknologi ini, mulai berkembang transportasi online. Transportasi online merupakan transportasi yang menggunakan teknologi internet untuk mengaksesnya dan dapat memesan melalui aplikasi di smartphone. Terdapat banyak aplikasi transportasi online, diantaranya yaitu Gojek dan Grab. Kedua aplikasi tersebut muncul di Indonesia dan menjadi konsumsi bagi masyarakat publik, karena kepopulerannya tersebut. Ketidaksetaraan gender adalah sistem dan struktur sosial laki-laki maupun perempuan yang menjadi korban ketidakadilan sistem. Artikel ini membahas tentang bagaimana alasan perempuan bekerja sebagai pengemudi ojek online di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah menjadi driver ojek online merupakan sebuah keputusan rasional pengemudi ojek online wanita, yang mana sebagai aktor yang telah menetukan secara rasional. Selain itu, hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar wanita bekerja sebagai driver ojek online karena mereja single parents, yang mana sudah tidak bersama dengan suami, baik itu sudah bercerai maupun suami teleh meninggal dunia. Sehingga para wanita memiliki tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan anak-anak nya dan kehidupan sehari-hari. Transportasi online merupakan sebuah transportasi yang menggunakan teknologi internet untuk mengaksesnya dan dapat memesan melalui aplikasi di smartphone. Aplikasi Grab tersebut muncul di Indonesia dan menjadi konsumsi bagi masyarakat publik, karena kepopulerannya tersebut. Kemajuan internet dan smartphone yang semakin pesat di AS dan Eropa, menyebabkan munculnya transpotasi online seperti Taksi.
Nongkrong dalam perspektif Dramaturgi Erving Goffman Iqbal, Muhammad Falih; Handoyo, Pambudi; Harianto, Sugeng
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 13 No. 1 (2024): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v13i1.65282

Abstract

Pelajar di Surabaya nongkrong di kafe dan restoran tidak hanya untuk mengkonsumsi produk yang ditawarkan tetapi juga untuk membentuk makna dan simbol yang memaknai identitas sosialnya. Penelitian ini menjelaskan tentang nongkrong dalam perspektif Dramaturgi Erving Goffman. Dengan melakukan wawancara terhadap mahasiswa di Surabaya, penelitian ini merumuskan beberapa temuan penting mengenai nongkrong di kafe atau restoran yang dilakukan mahasiswa. Hasil penelitian menyebutkan bahwa mahasiswa Kota Surabaya menghabiskan waktu nongkrong 2-4 kali dalam seminggu di kafe dan restoran mewah. Budaya nongkrong di kalangan pelajar Kota Surabaya terlihat dari rangkaian sandiwara dramatis yang ditampilkan di atas panggung di depan media sosial. Serangkaian sandiwara dalam bentuk postingan media sosial dilakukan untuk mengaktualisasikan diri, merepresentasikan kemewahan, meningkatkan gengsi, dan mengikuti tren masa kini.Students in Surabaya hang out in cafes and restaurants not only to consume the products offered but also to form meanings and symbols that interpret their social identity. This research explains hanging out from Erving Goffman's Dramaturgical perspective. By conducting interviews involving students in Surabaya, the research formulated several important findings regarding hanging out in cafes or restaurants by students. The results of the research state that Surabaya City students spend time hanging out 2-4 times a week in luxury cafes and restaurants. The culture of hanging out among Surabaya City students is seen as a series of dramatic plays performed on the stage in front of social media. A series of skits in the form of social media posts are carried out to actualize oneself, represent luxury, increase one's prestige and follow current trends.
KONSEP DIRI PADA MASYARAKAT PEMILIK RUMAH STIKER WARGA MISKIN DI BUMIARJO, SURABAYA Ciddan, Harrel; Handoyo, Pambudi; Harianto, Sugeng; Listyani, Refti Handini
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 1: Juli 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.11.1.103-111

Abstract

Kemiskinan menjadi persoalan krusial di perkotaan. Bantuan dari pemerintah hadir agar masyarakat miskin kota tidak termarjinalkan. Peraturan dibuat sedemikian rupa agar bantuan tepat sasaran salah satunya melalui penempelan stiker Keluarga miskin di rumah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri masyarakat pemilik rumah stiker keluarga miskin di Bumiarjo, Surabaya dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik george herbert mead. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada tiga informan. Penentuan subjek penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria khusus masyarakat pemilik rumah berstiker keluarga miskin di Bumiarjo, Surabaya. Hasil penelitian menyatakan penerima stiker keluarga miskin tidak mempermasalahkan persoalan kebijakan pelabelan tersebut. Hal ini membuat terbentuknya konsep diri dalam masyarakat tersebut sebagai masyarakat miskin yang biasa saja dan layak untuk menerima bantuan dari pemerintah. Hasil penelitian ini tentunya terdapat perbedaan dengan penelitian terdahulu dalam hal konsep diri masyarakat Kota Surabaya yang tergambar pada hasil penelitian.  
Semiotic Analysis of Bullying Practices in Drama School 2015: Study of Emile Durkheim's Theory of Suicide Khanifah, Anisatul; Harianto, Sugeng
Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sosial.v5i1.718

Abstract

The existence of humans as social beings is represented through the formation of social groups as an effort to maintain and develop their lives. However, instead of forming harmony and balance, humans also often commit social deviations, one of which is through bullying behavior. Bullying behavior does not only occur in the work environment but has entered the school environment. One of them is in South Korea, where bullying rates and suicide rates are both high, showing that there is a relevance between bullying rates and suicide rates. Now, this phenomenon is constructed through drama as a reflection of social reality. The focus of this research is to find out how the practice and relevance of bullying behavior and suicide cases in the 2015 school drama. The research method used is Ferdinand De Saussure's semiotic analysis method which focuses on discussing the concept of signifiers and signifieds. The data studied are pieces of dialogue, images, and sound. In this study the authors used Emile Durkheim's Suicide theory. The findings in this study are that there is a relevance between bullying practices and suicide cases. This is also exacerbated by the finding that victims of bullying often do not have adequate social groups. Because the more individuals have sufficient social groups, then this is capital in maintaining their lives from other social groups. The location of the social group greatly influences a person's decision to commit suicide. Thus, the social group has an important position for a person as part of his efforts to defend himself and maintain his self-esteem and the harmony of social relations.
Analisis Pemberdayaan Sumber Daya Desa sebagai Desa Pariwisata di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Rohmah, Dian Fatihatur; Harianto, Sugeng
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v8i2.7845

Abstract

Indonesia is the largest archipelagic country which makes it the world's maritime axis. Indonesia is a country that has the largest archipelago in the world and a wide and strategic coastline. Paciran District, Lamongan is one of the areas that has a long beach. Village tourism is the utilization of existing resources in the village as tourism that provides benefits to the surrounding community. This study used a qualitative research method with a descriptive approach. This study used primary data and secondary data. The primary data was obtained from observations and interviews with several residents of the Kec. Paciran, Lamongan, while secondary data was obtained from reading some information through several reading sources such as journals, books, etc. This study aims to analyze the empowerment of village resources as a tourism village in Paciran sub-district, Lamongan. The results of this study indicate that Paciran District, Lamongan has many tours that can be visited by tourists ranging from Lamongan marine tourism, Maharani Zoo Lamongan, Wali's graves, to the beach.
Perubahan Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Pemukiman Kumuh Akibat Urbanisasi di Kota Surabaya Rachman, Dian Tannia; Handoyo, Pambudi; Harianto, Sugeng
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol 8 No 2 (2023): Volume 8 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v8i2.69471

Abstract

Arus urbanisasi dikota besar terus mengalami peningkatan terus menerus dilakukan, hal ini tentunya bukan hanya dipengaruhi oleh sosial ekonomi saja namun tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan sosial budaya terutama diwilayah permukiman kumuh. Urbanisasi tidak hanya terdiri dari satu budaya akan tetapi terdiri dari beraga jenis budaya hal ini akan mempengaruhi keberagaman budaya di wilayah dengan tingkat urbanisasi yang tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial budaya masyarakat di permukiman kumuh akibat urbanisasi di kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan data reduction, data display dan conclusion drawing/verfication. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sosial budaya masyarakat di permukiman kumuh akibat urbanisasi mengalami perubahan dari segi gaya hidup yang mulai bersifat modern karena banyaknya budaya luar, kekerabatan antar masyarakat mulai memudar karena tingginya aktivitas masyarakat di kota-kota besar, pergaulan terutama para remaja yang sering kali tidak menghormati orang yang lebih tua, kebiasaan masyarakat yang bersifat sosial saat ini telah berubah menjadi komersial. The flow of urbanization in big cities continues to increase continuously, this is of course not only influenced by socio-economics but is also influenced by socio-cultural changes, especially in slum areas. Urbanization does not only consist of one culture but consists of various types of culture. This will influence cultural diversity in areas with high levels of urbanization. Therefore, this research aims to determine the socio-cultural conditions of people in slum settlements due to urbanization in the city of Surabaya. The method used is a qualitative method with data collection through surveys and interviews. Data analysis was carried out using data reduction, data display and conclusion drawing/verification. The results of this research show that the socio-cultural conditions of people in slum settlements due to urbanization are experiencing changes in terms of lifestyle which is starting to become modern because of the many foreign cultures, kinship between communities is starting to fade because of the high activity of people in big cities, social interactions, especially teenagers, who often Times of not respecting elders, social habits have now turned into commercial ones.
Co-Authors . Muryanto Abdul Hakim Laenggeng Achmad Imron Rosyadi Adhi Irianto Mastur AFRISKHA INDRASWARI, NINDHY Agus Suprijono Ahmad Randy Ahmad Ridwan Ahmad Ridwan Aisyah Endah Palupi Almaidah, Anata Reyustina Anggraini Puspita Sari Annisa Dieni Lestari ANNY SULASWATTY Anny Sulaswatty ARDHIE RADITYA Arief Ameir Rahman Setiawan Arief Ameir Rahman Setiawan Aulady, Fakhris Ayu, Wulan Agustri Azzahra, Almira Aulia Bainah Sari Dewi Bambang Sigit Widodo Ciddan, Harrel Clarissa Ayu Fitri Ramadhani Dadan Rohdiana Dayanti, Fitria DEVI ADIBAH, INNEKE Dewi Siti 'Aisah Dian Iswandaru DIYAH UTAMI DWI VELLIENDA, CHURNIA Edi Iswanto Wiloso Eka Prasetia Hati Baculu, Eka Emylia, Najwa FAJRIYATUS SAIDAH, NUR Fauzi, Agus Machfud FX Sri Sadewo Gultom, Ferdi Hafiizh Prasetia Hendratta, Liany Herrukmi Septa Rinawati, Herrukmi Septa Hesti Amelia Mawardani Hilman Maulana I Gusti Agung Adi Wira Buwana INDAH PRABAWATI Indri Nurul Kumalasari Iqbal, Muhammad Falih ISNAINI, NUSHROH Jacky, M Ketut Prasetyo Khanifah, Anisatul Krisanti, Dwina Kusnul Khotimah Kusumawati Riawan, Dewi Lailiyah, Faridatul Luh Putu Ratna Sundari M. Iqbal Prawira-Atmaja Mahanani, Anindita Surya Maliha, Novi Fitia MARTINUS LEGOWO Mayasari, Rahma Nur Monica, La’la Mudzakkir, Moh Muhammad Iqbal Prawira-Atmaja Muhammad Turhan Yani Muthia Syafika Haq Muthia Syafika Haq Nabilah, Shafa Rizqi Nino Rinaldi NORIDA CANDA SAKTI Novandra, Dion Nuansa Bayu Segara NUGROHO HARI PURNOMO Nurfa’is, Fa’iza Nurus, Retno Odih Sucherman Odih Sucherman, Odih PAMBUDI HANDOYO PRASASTI, RIYANG Puspita, Suciana Ari Puspitasari, Nindy Maharani Putri, Nabila Syakila Putri, Rizky Trisna Rachman, Dian Tannia Rahmatia, Adinda Dhea Rantung, Audy H.P REFTI HANDINI LISTYANI ROBIATUL ADAWIYAH, SITI Rohmah, Dian Fatihatur Sari, Pirana Rachma Sarmini Sarmini Sava, Inanda Berliana Setiawan, Aries Buedi Shabri Shabri Shabri Sobar Darana Sobar Darana, Sobar Sudrajat, Arif Sujarwo Sujarwo Sukma Perdana Prasetya Sundari, Adinda Samudra Suparji Suparji Suprapto Suprapto Suwarno Imam Samsul Teuku Beuna Bardant Teuku Beuna Bardant ufrida, khudhriyatul Ukhti Ayuningtyas Widya Prasetyawati Septiani WULAN PUTRI, DESI Wulandari, Silvia Eka Nur Zahrah Rufaida