Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : GIZI INDONESIA

RIWAYAT MAKANAN YANG MENINGKATKAN ASAM LAMBUNG SEBAGAI FAKTOR RISIKO GASTRITIS Arikah, nFN; Muniroh, Lailatul
GIZI INDONESIA Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v38i1.163

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan akibat pola makan. Hampir 10 persen penduduk dunia menderita gastritis. Di Indonesia, angka kejadian gastritis sebesar 40,8 persen. Pola makan yang merupakan faktor pemicu gastritis adalah konsumsi tinggi protein dalam menu harian, kebiasaan konsumsi makanan pedas dan minum kopi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko riwayat konsumsi makanan yang berpotensi meningkatkan keasaman lambung terhadap kejadian gastritis. Penelitian observasional dengan desain case control dilakukan pada 32 responden terdiri dari 16 responden gastritis dan 16 responden non gastritis. Variabel bebas penelitian meliputi riwayat konsumsi protein, riwayat konsumsi sambal, dan kebiasaan minum kopi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode systematic random sampling dan dengan menggunakan form Dietary History dan form Food Frequency semi quantitative. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden gastritis berjenis kelamin perempuan (78,12%), berusia antara 20-30 tahun (40,63%), dan telah menderita gastritis 3 tahun (43,75%). Berdasarkan uji statistik, variabel yang merupakan faktor risiko gastritis adalah frekuensi konsumsi susu (p=0,034, OR=6,600) dan jumlah konsumsi sambal (p=0,037, OR=11,667). Responden dengan riwayat frekuensi konsumsi susu sering, berisiko 6,6 kali lebih besar mengalami gastritis dibanding responden dengan riwayat konsumsi susu jarang, dan responden yang memiliki riwayat kebiasaan konsumsi sambal 3 sdt per konsumsi, berisiko 11,667 kali untuk menderita gastritis dibanding yang memiliki kebiasaan konsumsi sambal kurang dari itu. Saran untuk pasien gastritis sebaiknya membatasi konsumsi susu terutama bila bersamaan dengan makanan berat lain dan konsumsi sambal yang berlebihan, karena keduanya dapat menstimulasi produksi asam lambung berlebihan sehingga menimbulkan perlukaan pada dinding lambung.ABSTRACT DIET HISTORY AS RISK FACTORS OF GASTRISTIC BY IMPROVING GASTRICT ACID Gastritis is a digestive disorder caused by diet. Nearly 10 percent of people worldwide suffer from gastritis. In Indonesia, the incidence of gastritis was 40.8 percent. Food consumption which is a trigger factor of gastritis are the high consumption of protein in the daily diet, spicy foods and drinking coffee. This study aimed to identify risk factors of food consumption history that could increase gastric acidity as a risk factor of gastritis. The observational study with case control design conducted to 32 respondents devided into 2 groups, gastritis and non-gastritis group. Independent variables were protein consumption history, consumption of chili sauce, and drinking coffee habits. Sampling has done using systematic random sampling and food history was assessed using  Dietary History form and Food Frequency semi quantitative form. The results showed that most of the gastritis respondents were female (78,12%), at  the age range of 20-30 years (40,63%), and had suffered gastritis 3 years (43,75%). The risk estimation results indicated that the significant variables as risk factors of gastritis were frequency of milk consumption (p=0,034, OR=6,600) and the amount of chili sauce consumption (p=0,037, OR=11,667). Respondents with frequent history of milk consumption had 6,6 times greater risk for experiencing gastritis than those infrequent history of milk consumption, and respondents who had history of chili sauce consumption habits 3 tsp per consumptionhad  11,667 times greater risk for experiencing gastritis than those who consumed chili sauce habits less than that. Patients with gastritis should limit their milk consumption especially when ate with other heavy foods; and also limit consumption of chili sauce because it can stimulate excessive production of gastric acid that can iritate the gastric mucosa.Keywords: diet history, gastric acid, gastritis
PERBEDAAN ASUPAN MAKRONUTRIEN MAHASISWA ASING SEBELUM DAN SAAT TINGGAL DI SURABAYA, INDONESIA Levina, Airin; Muniroh, Lailatul
GIZI INDONESIA Vol 41, No 2 (2018): September 2018
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.79 KB)

Abstract

Population transfers between countries occur a lot, especially because of education. There are many international students in various parts of the world, including in Surabaya, Indonesia. Environmental differencescause changesin the eating habits that affect the amount of macronutrients intake among international students. The aims of this research was to analyze the differences of macronutrients intake among international students before and while live in Surabaya. This study was a cross-sectional design with 30 samples. Data were collected by in-depth interviews, the Dietary History instruments and Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire through interview. Data were  analized  by t-test through the SPPS application. The results showed that there were differencesin macronutrient intake of international students before and during their stay in Surabaya (p<0,005). There  was a decrease in the average intake of energy, proteins, fat, and carbohydrates. It was due to inadequate access to food, often skipping meals, and can not accept the taste of Indonesian cuisine. Frequency and number of food portions of international students need to be increased.In addition, assistance from the universities are needed to increase access to food for international students.  ABSTRAK  Perpindahan penduduk antar negara banyak terjadi, khususnya karena pendidikan. Terdapat banyak pelajar internasional di berbagai belahan dunia, termasuk di Surabaya, Indonesia. Perbedaan lingkungan menyebabkan perubahan kebiasaan makan mahasiswa asing yang mempengaruhi jumlah asupan makronutriennya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan asupan makronutrien pada mahasiswa asing sebelum dan saat tinggal di Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional dengan 30 sampel. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, instrument Dietary History dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji t melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan asupan makronutrien mahasiswa asing pada sebelum dan saat tinggal di Surabaya (p<0,005). Terjadi penurunan rata-rata asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Hal tersebut disebabkan oleh akses makanan yang tidak memadai, seringnya melewatkan waktu makan, dan mahasiswa asing belum sepenuhnya dapat menerima rasa masakan Indonesia. Frekuensi dan jumlah porsi makanan mahasiswa asing perlu ditingkatkan. Selain itu, perlu bantuan dari pihak universitas masing-masing untuk meningkatkan akses makanan mahasiswa asing. Kata kunci: asupan, makronutrien, mahasiswa asing
RIWAYAT MAKANAN YANG MENINGKATKAN ASAM LAMBUNG SEBAGAI FAKTOR RISIKO GASTRITIS Arikah, nFN; Muniroh, Lailatul
GIZI INDONESIA Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.106 KB)

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan akibat pola makan. Hampir 10 persen penduduk dunia menderita gastritis. Di Indonesia, angka kejadian gastritis sebesar 40,8 persen. Pola makan yang merupakan faktor pemicu gastritis adalah konsumsi tinggi protein dalam menu harian, kebiasaan konsumsi makanan pedas dan minum kopi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko riwayat konsumsi makanan yang berpotensi meningkatkan keasaman lambung terhadap kejadian gastritis. Penelitian observasional dengan desain case control dilakukan pada 32 responden terdiri dari 16 responden gastritis dan 16 responden non gastritis. Variabel bebas penelitian meliputi riwayat konsumsi protein, riwayat konsumsi sambal, dan kebiasaan minum kopi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode systematic random sampling dan dengan menggunakan form Dietary History dan form Food Frequency semi quantitative. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden gastritis berjenis kelamin perempuan (78,12%), berusia antara 20-30 tahun (40,63%), dan telah menderita gastritis > 3 tahun (43,75%). Berdasarkan uji statistik, variabel yang merupakan faktor risiko gastritis adalah frekuensi konsumsi susu (p=0,034, OR=6,600) dan jumlah konsumsi sambal (p=0,037, OR=11,667). Responden dengan riwayat frekuensi konsumsi susu sering, berisiko 6,6 kali lebih besar mengalami gastritis dibanding responden dengan riwayat konsumsi susu jarang, dan responden yang memiliki riwayat kebiasaan konsumsi sambal > 3 sdt per konsumsi, berisiko 11,667 kali untuk menderita gastritis dibanding yang memiliki kebiasaan konsumsi sambal kurang dari itu. Saran untuk pasien gastritis sebaiknya membatasi konsumsi susu terutama bila bersamaan dengan makanan berat lain dan konsumsi sambal yang berlebihan, karena keduanya dapat menstimulasi produksi asam lambung berlebihan sehingga menimbulkan perlukaan pada dinding lambung.ABSTRACT DIET HISTORY AS RISK FACTORS OF GASTRISTIC BY IMPROVING GASTRICT ACID Gastritis is a digestive disorder caused by diet. Nearly 10 percent of people worldwide suffer from gastritis. In Indonesia, the incidence of gastritis was 40.8 percent. Food consumption which is a trigger factor of gastritis are the high consumption of protein in the daily diet, spicy foods and drinking coffee. This study aimed to identify risk factors of food consumption history that could increase gastric acidity as a risk factor of gastritis. The observational study with case control design conducted to 32 respondents devided into 2 groups, gastritis and non-gastritis group. Independent variables were protein consumption history, consumption of chili sauce, and drinking coffee habits. Sampling has done using systematic random sampling and food history was assessed using  Dietary History form and Food Frequency semi quantitative form. The results showed that most of the gastritis respondents were female (78,12%), at  the age range of 20-30 years (40,63%), and had suffered gastritis > 3 years (43,75%). The risk estimation results indicated that the significant variables as risk factors of gastritis were frequency of milk consumption (p=0,034, OR=6,600) and the amount of chili sauce consumption (p=0,037, OR=11,667). Respondents with frequent history of milk consumption had 6,6 times greater risk for experiencing gastritis than those infrequent history of milk consumption, and respondents who had history of chili sauce consumption habits > 3 tsp per consumptionhad  11,667 times greater risk for experiencing gastritis than those who consumed chili sauce habits less than that. Patients with gastritis should limit their milk consumption especially when ate with other heavy foods; and also limit consumption of chili sauce because it can stimulate excessive production of gastric acid that can iritate the gastric mucosa.Keywords: diet history, gastric acid, gastritis
PERBEDAAN ASUPAN MAKRONUTRIEN MAHASISWA ASING SEBELUM DAN SAAT TINGGAL DI SURABAYA, INDONESIA Airin Levina; Lailatul Muniroh
GIZI INDONESIA Vol 41, No 2 (2018): September 2018
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v41i2.291

Abstract

Population transfers between countries occur a lot, especially because of education. There are many international students in various parts of the world, including in Surabaya, Indonesia. Environmental differencescause changesin the eating habits that affect the amount of macronutrients intake among international students. The aims of this research was to analyze the differences of macronutrients intake among international students before and while live in Surabaya. This study was a cross-sectional design with 30 samples. Data were collected by in-depth interviews, the Dietary History instruments and Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire through interview. Data were  analized  by t-test through the SPPS application. The results showed that there were differencesin macronutrient intake of international students before and during their stay in Surabaya (p0,005). There  was a decrease in the average intake of energy, proteins, fat, and carbohydrates. It was due to inadequate access to food, often skipping meals, and can not accept the taste of Indonesian cuisine. Frequency and number of food portions of international students need to be increased.In addition, assistance from the universities are needed to increase access to food for international students.   
Co-Authors Abdul Aziz Abdullah Syakur Novianto Abihail, Chrysoprase Thasya Ade Lia Ramadani Adhelia Niantiara Putri Adiningsih, Sri Agustin Asri Meidyah Airin Levina Alfadhila Khairil Sinatrya Alfin Lailatul Fadilah Alfinnia, Silvia Alfinnia Alifatuz Zahrah Amanda Nurqisthy Ambarini, Tri Kurniati Amelia Yomanda Anggraeny Monica Putri Anis Zaiti Mubarokah Anisa Lailatul Fitria Anisah Firdaus Rahmawati Anisaul Makarimah Anja Farahyani Ferwanda Annas Buanasita Annis Catur Adi Annisa Risqi Wulandari Aprilia, Syifa Kanza Ardiansyah, Miko Aries Nilla Dwi R.N Arini Rahmatika Sari Arnoveminisa Farinendya Arum Damar Aditya Bayu Sukma Aulia Rahmah Azizah, Bertaniezia Nur Bahtiar, Dimas Vigo Basuki, Dinda Ayu Lestari Bella Hayyu Risky Herlistia Bessy, Nilam Sahnur Cahyani, Arian Susanti Dewi Cahyanti, Ika Yuniar Chandramanda Dewi Damara Cholifatun Ni’mah Christa, Theresa Angelina Chrysoprase Thasya Abihail Chrysoprase Thasya Abihail Cindhy Pamela Kesuma Cynthia Almaratus Sholicha Dewi Sekarani Paramita Dhenok Widari Diah Indriani Dian Anita Nilawati Dila Ningrum Dinda Laminia Dini Ririn Andrias Dominikus Raditya Atmaka Elfira Elfiyanti Endriano, Firn Al Taftazani Faizzatur Rokhmah Fannani, Muhammad Rovi Tanwirul Fanti Septia Nabilla Farapti Farapti Faricca Kusuma Widyaningsih Fauziah, Rafita Fenny Putri Maharani Fina Zahrotun Ni&#039;mah Fina Zahrotun Ni'mah Firyal Faris Naufal Firyal Faris Naufal Gracela, Eveline Hafifah Rahmi Indita Hakiki, Muchammad Insan Kharisma Hashifah Dzihniyah Zhafirah Ilyas Ibrahim, Fitriyah Shuci Rahmawaty Imas Nur Jannah Indita, Hafifah Rahmi Intan Sekar Putri Nugroho Isaura, Emyr Reisha Ismi Faizah Iwan Sahrial Hamid Izdihar, Hasna Karina Septea Asie Sawong Ketut Herlin Simanoah Khasanah, Indi Julia Ridhatul Khaulah Ali Badjree Khoiroh, Mawadatul Laila Maulida Hidayah Lailata, Irina Lailatul Masruroh Lailatul Masruroh Laili, Putri May Wahyu Latersia, Yovicristy Levina, Airin Levina, Airin Lydia Verdiana Maharani, Fenny Putri Mahmud Aditya Rifqi Mar'atik, Khusnatul Margareta Fatimah Azzahra Maria Alfa Kusuma Dewi Maria Alfa Kusuma Dewi Maryam Jamilah Maulidya, Hikmah Mentari Indah Saputri Merryana Adriani Mita Femidio Mubarokah, Wida Wahidah Muchammad Insan Kharisma Hakiki Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh Mulyadi, Rafiqi Dwi Nabilla, Fanti Septia Nadia Kenyo Peni Dewantoro Nandia Firsty Dhorta Nasiruddin, Mukhammad Nastiti, Aliffah Nurria Nelsa Kurnia nFN Arikah, nFN Nindyaningrum, Salsabila Farahdea Nur Hikmah Wati Nurkusumahputri, Renatasaskia Nurul Fadilah, Nurul Nurul Mawaddah Nyoman Wahyu Meta Wulandari Ona Oktalina Pandwita, Siska Mareta Pradnyaparamita, Alya Prasetyo, Moch Richo Pratiwi Azizah Ajeng Pratiwi, Rachmahnia Puspikawati, Septa Indra Puspita, Fina Intan Putri Nia Mulyono Putri, Anggraeny Monica Putri, Evita Hasana Rachmah, Qonita Rahayuningsih, Aries Nilla Rahmadani, Qurrota A’yun Nur Ramadani, Ade Lia Ramadhani, Tsamara Alifia Ramadhani, Zulfa Taqiyyah Ramdhan, Muhammad Risqi Ihya Ratna Dwi Puji Astuti Retty Anisa Damayanti Riswandha Ichsan Noor Riza Amalia Rizki Kurnia Illahi Rizky Prihandari Rizqita Catur Wulandari Rondius Solfaine Said, Avicenna Muhammad Salsabila Farahdea Nindyaningrum Santi Martini Santosa, Faradyah Lulut Shamarayunda Zulkarnain Shanty Oktavia Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Silvia Alfinnia Simanoah, Ketut Herlin Siti Helmyati Siti Rahayu Nadhiroh Sobhita Paramita Socadevia, Annisa Sofia, Himatus Sri Sumarmi Tetasa, Sarah Thalita, Kanasya Triska Susila Nindya Ulaganathan, Vaidehi Ulfah, Zakiyyah Vidya Anggarini Rahmasari Wida Wahidah Mubarokah Wida Wahidah Mubarokah Wida Wahidah Mubarokah Wigati Maria Yuly Sulistyorini Zuhairoh Naily Syarofi Zuhro, Nurhidayatus Zulfa Taqiyyah Ramadhani Zulkarnain, Shamarayunda