This Author published in this journals
All Journal Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Dakwah Tabligh Al-Hikmah AL-Fikr Jurnal Adabiyah Intizar Jurnal Pilar Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Berita Sosial JICSA Islamic Counseling : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Journal Research and Multidisciplinary (JRM) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Ecoment Global: Kajian Bisnis dan Manajemen Jurnal Al-Dustur JURNAL ILMU PERPUSTAKAN (JIPER) JPS Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal Peqguruang: Conference Series Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Cakrawala Ilmiah Journal of Innovation Research and Knowledge Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Citizenship Virtues El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education International Journal of Islamic Studies Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Intelek Insan Cendikia Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JPS

Pergolokan Kaum Bangsawan terhadap Kesultanan Buton pada Abad XIX Hasaruddin Hasaruddin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pembagian kelompok bangsawan di wilayah kesultanan Buton. Kelompok bangsawan yang dibagi dalam tiga kamboru-mboru pada akhirnya menimbulkan persoalan kekecewaan pada kelompok bangsawan tertentu. Perasaan kekecewaan tersebut diimplementasikan dalam sebuah gerakan yang ditujukan pada pusat pemerintahan kesultanan Buton di abad XIX. Dalam penelitian ini menggunakan metode yang terdiri dari empat tahapan yang terdiri atas : heuristik, kritik, interpretasi, histografi. Hasil peneltian menunjukan bahjwa akibat adanya pembagian kekuasaan menimbulkan adanya perpecahan atau perlawanan atau pergerakan yang dilakukan oleh kelompok bangsawan lain. Khusus pada abad XIX ada dua gerakan yang dilakukan oleh kelompok bangsawaan yang oposisi yaitu gerakan yang berlangsung di wilayah Kamaru dan di Loji. Di Kamaru dipimpin oleh La Manepa dan dapat melakukan pemberontakan tetapi belum sempat masuk dalam wilayah pusat pemerintahan pemberontakan tersebut dapat dipadamkan oleh utusan Sultan Muh. Isa yaitu Kapitalao Kamaru. Gerakan yang dilakukan di Loji dipimpin oleh La Ode Japere Yarona Kaedupa yi Loji. Gerakan yang dilakukan dapat diselesaikan dengan tingkat diplomasi.
Jejak-jejak Kolonial Belanda di Pulau Binongko Hasaruddin Hasaruddin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir seluruh wilayah Indonesia pernah menjadi tempat singgah oleh Belanda di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu kawasan atau wilayah yang menjadi tempat persinggahannya adalah gugusan pulau Buton yang berada di kawasan timurnya yaitu pulau Binongko. Daerah ini menjadi salah satu daerah yang menghasilkan rempah-rempah pada masa silam sehingga mengundang bangsa lain untuk singgah di wilayah ini tidak terkecuali bangsa Belanda yang kemudian meninggalkan beberapa jejaknya di kawasan tersebut. Disamping itu, Belanda menjadikan pulau Binongko sebagai tempat persinggahan untuk mengisi perbekalan menuju kawasan atau wilayah timur nusantara yaitu Ternate. Untuk mendapatkan jejak-jejak peninggalan Belanda di pulau Binongko maka dilakukan sebuah kajian dengan berpedoman pada metode penelitian sejarah yang terdiri atas: heuristik, kritik,interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kolonial Belanda telah berada di wilayah pulau Binongko yang ditandai dengan adanya pembuatan jalan yang mengelilingi pulau Binongko yang dibuat oleh Belanda. Di samping itu, penggunaan mata uang gulden juga diberlakukan di wilayah tersebut.
Co-Authors Abd Rizal Abdul Chadjib Halik Abdullah, Muhammad Wahyuddin Adriani Ahmad M Sewang Ahmad Sandi ahmad yani Ana Fergina Andi Eliyah Humairah Andriani, Hesti Apriyasni Melati Asni Djamereng Asriyana Asriyana Daniel Happy Putra Daryanti Daryanti Deflis Babuta DEWI SARTIKA Firman Firman Gregorius Anung Hanindito H, Sopyan Hamid, Rahmat Harisa , Rahmawati Herman Pelani Hermawansyah Hermawansyah Hesti Andriani Hesti Andriani Ibadurrahman, Muhammad Idrus, Husni Indah Sari Dewi Irfa Dewi Anugrah Ismail Hannanong Kamus Kamus Kholifatun, Umi Nur Koentarto, Ilham M Yusuf K Marni Basir Maulana Maulana Megawati, Lydia Misbahuddin Misbahuddin Muh Fahruddin Muh Ilham Muh. Ilham Muh. Nasir MUHAMMAD ILHAM Muhammad Nuril Huda Muhammad Yahdi Muhammad Yahya Mukhtar Galib Munadiyah, Munadiyah Murniati . Musyarif Musyarif, Musyarif Naldi Naldi Nove Anggrayini Pardede, Sihar Permata, Srianti Pirdianto, Ade Pajar Pranoto, Toni Pudjiastuti, Sri Rahayu Rachman, Muhammad Aditya Rahmatul Yushar Rahmawati Ramli Ramli Ramli Reynaldo Reynaldo Risa, Risa Rizka Ratu Rohmelawati, Rohmelawati Ruslan Ruslan Saifuddin Saifuddin Samzan Syukur Sara, Darma Yana Saribunga Saribunga Setyorini, Winarti Sitti Mania, Sitti SRI WAHYUNI St Syamsudduha Subiyantoro, Aditya Ferry Sudarmi Sudarmi Susmihara Syahdino Sahdana Syahruddin, Muhammad Syamsudduha Saleh Syamzan Syukur Syarif, Aidil Akbar Tamsir, Tamsir Tarhan, Raden Muhammad Tasbih Tasbih Titin Kurniati Wati Trisno Wardy Putra Tuti Wahyuni Wa Ode Zalmatin Yuni Purnama Sari Yusawinur Barella Zanilha, Muflihah Zuhdiah, Zuhdiah