Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Gaya Belajar Siswa Fase E untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Pelayaran Padang Dafriardi, Dafriardi; Ramdhanti, Dina; Helda, Trisna
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2248

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Gaya Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka di SMK Pelayaran Padang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami gaya belajar siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berdiferensiasi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya belajar siswa mempengaruhi proses pembelajaran serta bagaimana guru menyesuaikan metode pengajaran agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gaya belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta mengidentifikasi strategi guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran yang efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru dan siswa di SMK Pelayaran Padang. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada konsep gaya belajar, yaitu visual, auditori, dan kinestetik, serta konsep pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi jika metode pembelajaran tidak sesuai dengan gaya belajar mereka. Siswa di SMK Pelayaran Padang cenderung lebih menyukai pembelajaran berbasis praktik daripada teori. Guru berupaya menyesuaikan metode pengajaran dengan gaya belajar siswa, termasuk menggunakan media pembelajaran yang menarik dan melibatkan siswa dalam aktivitas langsung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemahaman terhadap gaya belajar siswa dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar pembelajaran lebih menarik dan efektif.
Pengaruh Model Discovery Learning terhadap Keterampilan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Fase E SMA Negeri 15 Padang Jenny, Regina Lisma; Hartati, Yulia Sri; Helda, Trisna
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam membedakan struktur teks laporan hasil observasi, terbatasnya kosa kata, dan rendahnya minat baca yang menghambat kemampuan menulis mereka, dengan fokus pada pengaruh model Discovery Learning terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi siswa fase E di SMA Negeri 15 Padang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest, melibatkan seluruh siswa fase E sebagai populasi, dan sampel dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa tes unjuk kerja digunakan untuk mengukur kemampuan menulis sebelum dan sesudah penerapan model Discovery Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model Discovery Learning, rata-rata nilai siswa adalah 63,75 (kualifikasi cukup), sedangkan setelah penerapan model tersebut, nilai meningkat menjadi 84,25 (kualifikasi baik). Uji t pada data pre-test dan post-test menunjukkan nilai signifikansi masing-masing 0,002 dan 0,000, mengindikasikan pengaruh signifikan model Discovery Learning terhadap kemampuan menulis siswa. Model ini terbukti efektif karena melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.
Efektivitas Model Discovery Learning terhadap Kemampuan Menganalisis Unsur-Unsur Intrinsik Pembangun Cerpen Siswa Fase F XI SMA Negeri 7 Padang Amalia, Rika Nur; Helda, Trisna; DN, Upit Yulianti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15024

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menganalisis unsur-unsur instrinsik pembangun cerpen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantiatif dengan menggunakan metode One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Fase F XI SMA Negeri 7 Padang yang terdaftar pada tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 259 siswa terdiri dari 8 kelas. Variabel penelitian ini yaitu model discovery learning sebagai variabel bebas dan kemampuan menganalisis unsur-unsur instrinsik pembangun cerpen siswa Fase F XI SMA Negeri 7 Padang sebagai variabel terikat. Data dalam penelitian ini adalah hasil tes objektif sebelum dan sesudah menggunakan model discovery learning. Hasil penelitian ini adalah Pertama, kemampuan menganalisis unsur-unsur instrinsik pembangun cerpen siswa Fase F SMA Negeri 7 Padang sebelum menggunakan model discovery learning memperoleh nilai rata-rata 64.82 dengan kualifiksi cukup. Kedua, kemampuan menganalisis unsur-unsur instrinsik pembangun cerpen siswa Fase F XI SMA Negeri 7 Padang sesudah menggunakan model discovery learning memperoleh nilai rata-rata 71.69 dengan kualifikasi lebih dari cukup. Ketiga, efektivitas model discovery learning terhadap kemampuan menganalisis unsur-unsur instrinsik pembangun cerpen siswa Fase F XI SMA Negeri 7 Padang.
The Effectiveness of Virtual Class With Zoom Meetingin Teaching Evaluation Lectures Indonesian Helda, Trisna; Kemal, Edwar; Pebriani, Yulia; Marni, Silvia
International Journal of Language Pedagogy Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Language Pedagogy Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijolp.v2i2.30

Abstract

Covid-19 forced changes in the lecture process. Online learning is the main solution taken, so that learning continues to run well. All students conduct their lectures online, from their respective places of residence, due to Covid-19. Without being discouraged, the lecturers and students remained enthusiastic in carrying out the lectures. Virtual classth rough various applications, one of which is zoom meeting. The application of zoom meetingis still very common for students because usually lecturers teach directly face to face. The purpose of this article is to find out the effectiveness of implementing virtual class with zoom meetingin evaluating Indonesian language teaching evaluation lectures. The research data was taken using a quantitative method, namely filling out a questionnaire using the Google form and distributing it to students who were selected as research samples for the Indonesian language and literature education study program at PGRI West Sumatra University who were taking an evaluation course for teaching Indonesian in the odd semester of 2021/ In 2022 there will be 34 students. From the survey results, the research results show that zoom meetings are less effective in evaluating Indonesian language teaching lectures, however, they are already effective in virtual classlearning and can be used as online learning applications. So it can be concluded that students can still continue lectures in a virtual classor indirectly by using a zoom meetingin the Indonesian language teaching evaluation lecture process.
Innovative Ways to Improve Learning Languange and Cultural Understanding Through Film Background Minangkabau Culture Helda, Trisna; Rahmat, Wahyudi; Marni, Silvia
International Journal of Language Pedagogy Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Language Pedagogy Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijolp.v1i2.31

Abstract

This article discusses how films set in Minangkabau culture can be used as an effective platform to enable students to understand Minangkabau culture and the target language. Through films, students broaden their understanding of culture, language, geography, sociolinguistics, socioeconomic, socio- political and educational in Minang society. This article describes how a small number of films set in Minangkabau culture have been used at different skill levels in language programs in schools as one of the local content subjects, especially schools located in West Sumatra with the majority of the Minang community. It also examines the role of films in the teaching and learning process, and how watching films strengthens classroom activities such as discussions, and debates and activities outside the classroom such as interviews and research on topics related to the films. To explore student feedback on this process, there was a discussion about responses to watching the film. It is proposed that three main issues need to be considered: film choice; development of lesson plans; and possible efficiency is obtained by asking students to watch movies. In conclusion, it is argued that the combination of these strategies demonstrates how films set in Minangkabau culture can be used in innovative ways to teach Minang language and culture in West Sumatra. Development of lesson plans; and possible efficiency is obtained by asking students to watch movies.
Needs Analysis of Group-Discovery Learning Model to Improve the 21st Century Skills of High School Students Helda, Trisna; Atmazaki, Atmazaki; Gani, Erizal
International Journal of Language Pedagogy Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Language Pedagogy Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijolp.v4i2.81

Abstract

The is a part of research and development of a learning model that emphasizes a combination of discovery learning and group learning to develop 21st century skills in learning Indonesian for senior high school students, called the Group-Discovery Learning model. This research begins with the needs and context analysis, literature review, and conceptual theory development. This type of research is quantitative. The research data was obtained by conducting interviews with 12 teachers and distributing questionnaires to 112 students from two schools (SMAN 7 Padang and SMAN 8 Padang). Data about the problems commonly faced by students and teachers as well as their needs to improve the 21st century skills in the Indonesian language learning process in high schools were obtained. The results of the needs and context analysis show that the competence of 21st century students is still relatively low in learning Indonesian, but has great potential. The literature review revealed that the Group-Discovery Learning model can improve students' critical thinking, creative thinking, collaboration, and communication. Also, it can gain overall knowledge. These findings indicate that the development of the Group-Discovery Learning model can be a solution in accommodating high school students to develop 21st century skills in learning Indonesian.
PELATIHAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA KELAS IX SMP N 1 BATANG ANAI Helda, Trisna; Fitri, Rahayu; Yulianti DN, Upit
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.27045

Abstract

Berdasarkan analisis situasi, permasalahan mitra adalah siswa kelas IX di SMP N 1 Batang Anai cenderung kesulitan dalam menuangkan ide serta gagasan kreatif dalam bentuk cerita pendek. Hal ini tentu bukan semata-mata menjadi kesulitan utama melainkan terdapat hal lain yang menjadi kesulitannya yaitu tahapan-tahapan dalam menulis cerita pendek, proses pengembangan ide cerita, pengembangan konflik, pengembangan karakter tokoh, dan penggunaaan bahasa yang tepat dalam mengembangkan isi cerita tersebut. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, siswa kelas IX yang ada di SMP N 1 Batang Anai memerlukan pengetahuan yang lebih lengkap mengenai materi teks cerpen. Untuk memotivasi siswa agar mampu dan bersemangat dalam menulis teks cerpen, dalam pengabdian ini digunakan sebuah media, yaitu media audio visual. Tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Batang Anai memperoleh pengetahuan yang lebih mengenai cerpen sehingga memudahkan mereka dalam menulis cerpen. Berdasarkan masalah mitra, maka solusi yang ditawarkan akan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu tahapan pertama dengan memberikan materi mengenai teks cerpen secara lengkap. Pada tahapan kedua, setelah siswa menguasai materi hakikat cerpen, kepada siswa diputarkan sebuah film pendek yang bertujuan untuk memberikan inspirasi ide bagi siswa dalam menulis cerpen. Tahapan ketiga, siswa menulis sebuah cerpen sesuai dengan film pendek yang telah diputarkan. Setelah cerpen ditulis siswa, hasil tulisan tersebut dikoreksi bersama-sama dengan seluruh siswa dan anggota tim pengabdian.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT SISWA FASE E SMA NEGERI 1 LUNANG Nia Amelia; Trisna Helda; Indriani Nisja
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu, siswa sulit membedakan mana yang cerita lucu dan mana yang anekdot sehingga mengalami kesulitan dalam menulis. Siswa kurang berminat dalam menulis karena penguasaan kosa kata dan minat baca yang kurang. Siswa kurang paham dalam kaidah kebahasaan dan struktur teks anekdot. Siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide dalam bentuk unsur humor yang mengandung unsur kritikan atau sindiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan model pembelajaran Picture and Picture terhadap kemampuan menulis teks anekdot siswa Fase E SMA Negeri 1 Lunang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, karena data yang diolah berupa angka. Penelitian ini menggunakan desain true experimental design dengan rancangan penelitian adalah posttest-only control design. Populasi pada penelitian ini yaitu selurus siswa Fase E SMA Negeri 1 Lunang. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu Random Sampling. Sampel pada penelitian adalah dua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu, variabel bebas dan variabel terikat. Data dalam penelitian ini adalah skor tes kemampuan menulis teks anekdot tanpa dan dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture terhadap kemampuan menulis teks anekdot siswa Fase E SMA Negeri 1 Lunang. Hasil penelitian ini dijabarkan sebagai berikut. Pertama, kemampuan menulis teks anekdot tanpa menggunakan model pembelajaran Picture and Picture terhadap kemampuan menulis teks anekdot siswa Fase E SMA Negeri 1 Lunang memperoleh nilai rata-rata 72,15 dengan kualifikasi lebih dari cukup. Kedua, kemampuan menulis teks anekdot dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture terhadap kemampuan menulis teks anekdot siswa Fase E SMA Negeri 1 Lunang memperoleh nilai rata-rata 88,27 dengan kualifikasi baik sekali. Ketiga, terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran Picture and Picture terhadap kemampuan menulis teks anekdot siswa Fase E SMA Negeri 1 Lunang karena thitung > ttabel (5,56 > 1,67).
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, AND EXTENDING (CORE) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X FASE E SMK NEGERI 9 PADANG husna, salmiatul; Helda, Trisna; Mana, Lira Hayu Afdetis
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE) dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa, khususnya dalam pembelajaran teks negosiasi. Selama ini pembelajaran menulis masih didominasi metode konvensional seperti ceramah yang membuat siswa pasif, kurang termotivasi, dan kesulitan memahami struktur serta kaidah kebahasaan teks negosiasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode true experiment menggunakan desain posttest-only control design. Populasi penelitian berjumlah 444 siswa kelas X fase E SMK Negeri 9 Padang tahun ajaran 2024/2025 yang tersebar dalam 13 kelas, terdiri atas 7 kelas perhotelan dan 6 kelas kuliner, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks negosiasi siswa yang tidak menggunakan model CORE memperoleh nilai rata-rata 69,90 dengan kualifikasi cukup, sedangkan siswa yang menggunakan model CORE memperoleh rata-rata 86,41 dengan kualifikasi baik sekali. Hasil uji-t menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05) sehingga H1 diterima dan H0 ditolak, yang berarti model CORE berpengaruh dalam pembelajaran menulis teks negosiasi. Selain itu, hasil perhitungan N-gain score menunjukkan rata-rata sebesar 85,1% dengan kategori efektif, nilai minimal 28,08% dan maksimal 92,44%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model CORE efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks negosiasi siswa kelas X fase E SMK Negeri 9 Padang.
PENGARUH MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VIII SMPN 4 PAINAN Anggun Gusti Pratama; Dina Ramadhanti; Trisna Helda
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32626

Abstract

This study aims to determine the ability to write exposition texts of class VIII students of SMPN 4 Painan before the implementation of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model. To determine the ability to write exposition texts of class VIII students of SMPN 4 Painan after the implementation of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model. To analyze the effect of using the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model on the ability to write exposition texts of class VIII students of SMPN 4 Painan. This type of research is quantitative research using experimental methods. The design of this study is One Group Pretest-Posttest Design. The population of this study was all class VIII students of SMPN 4 Painan. The sample in this study was class VIII.1, totaling 20 people. The data in this study were scores on the ability to write exposition texts of class VIII students of SMPN 4 Painan after the implementation of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model. The results of this study can be concluded that the learning outcomes of the ability to write expository texts of grade VIII students of SMPN 4 Painan using the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model, or a probability below α 0.05 (0.000 < 0.05), from these results it can be seen that Ho is rejected and Ha is accepted. Keywords: Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Writing Ability, Expository Text