p-Index From 2021 - 2026
7.397
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal SOLMA JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Kesehatan Prima Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Amerta Nutrition Manuju : Malahayati Nursing Journal PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Berita Kedokteran Masyarakat Prosiding University Research Colloquium Journal of Public Health and Pharmacy SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Jurnal Kesehatan Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Berkawan Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KETERAMPILAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MAHASISWA INDONESIA DI THAILAND Anisa Catur Wijayanti; Kusuma Estu Werdani; Rezania Asyfiradayati; Fairus El Had; Madina Siti Nur 'Aisyah; Widya Galih Puspita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31294

Abstract

Abstrak: Hipertensi sebagai penyakit tidak menular yang prevalensinya meningkat menjadi masalah kesehatan serius, terutama pada mahasiswa Indonesia di luar negeri yang mengalami perubahan gaya hidup akibat culture shock. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencegahan hipertensi pada mahasiswa Indonesia di Khon Kaen University, Thailand. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi yang diikuti oleh 25 mahasiswa anggota PERMITHA, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 8,28% menjadi 11,92%, atau peningkatan sebesar 3,64%. Intervensi edukasi ini efektif dalam membentuk kesadaran dan perilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi pada mahasiswa di lingkungan diaspora Indonesia.Abstract: Hypertension, as a non-communicable disease whose prevalence is increasing, has become a serious health problem, especially for Indonesian students abroad who experience lifestyle changes due to culture shock. This community service aims to improve knowledge and skills in preventing hypertension in Indonesian students at Khon Kaen University, Thailand. The methods used were lectures and discussions attended by 25 PERMITHA student members, with evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed an increase in the average knowledge score from 8.28% to 11.92%, representing a 3.64% increase. This educational intervention is effective in forming awareness and healthy living behavior as an effort to prevent hypertension in students in the Indonesian diaspora environment.
PELATIHAN PEMANFAATAN FIGMA SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF DALAM MENDUKUNG PROSES ORIENTASI MAHASISWA PRAKTIK KLINIS DI RUMAH SAKIT X Tyra Fitriya; Kusuma Estu Werdani; Dwi Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36532

Abstract

Abstrak: Rumah sakit menjadi elemen penting dalam sistem pendidikan mahasiswa untuk dapat mengaplikasikan teori ke dalam praktik, peluang untuk mendapatkan ilmu yang nyata dan memperluas harapan karier di masa depan. Agar praktik klinis berjalan optimal, mahasiswa perlu dibekali orientasi lingkungan kerja rumah sakit. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ialah untuk membangun sebuah media pada kegiatan orientasi dengan memanfaatkan Figma untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi mahasiswa praktik klinis di Rumah Sakit X. Tahap kegiatan ini antara lain menyiapkan materi dan membuat kerangka konsep, menyusun serta pemilihan warna materi, proses input materi, penggunaan prototype, uji coba dan evaluasi. Rumah Sakit X yang berperan sebagai mitra utama dalam keberlangsungan kegiatan PKM ini dan mahasiswa praktik klinis sebagai peserta yang menerima materi orientasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa penggunaan media Figma dinilai lebih praktis inovatif dan menarik. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak terkait, Figma dianggap layak untuk digunakan sebagai media baru dalam kegiatan orientasi mahasiswa praktik klinis di Rumah Sakit X dengan persentase mencapai 90%. Namun, diketahui bahwa materi yang tersedia belum sepenuhnya lengkap karena terdapat pembaruan isi materi dari materi yang ada sebelumnya. Selain itu untuk visual materi dinilai kurang eye catching, maka perlu dilakukan beberapa penyesuaian agar terlihat atraktif dan menarik.Abstract: Hospitals are an important element in the student education system to be able to apply theory into practice, opportunities to gain real knowledge directly and expand future career expectations. In order for the continuity of clinical practice to run smoothly and in accordance with the goals, students need to be given orientation to the hospital work environment. The purpose of the Community Service (PKM) activity is to build a media for orientation activities by utilizing Figma to increase the effectiveness and efficiency of clinical practice students at hospital X. This stage of activities includes preparing materials and creating a conceptual framework, compiling and selecting material colors, material input process, use of prototypes, trials and evaluations. Hospital X, which acts as the main partner in the continuity of this PKM activity, and clinical practice students as participants who receive orientation materials. The results of the activity show that the use of Figma media is considered more practical, innovative, and interesting. Based on the results of interviews with related parties, Figma is considered suitable for use as a new medium in the orientation activities of clinical practice students at Hospital X with a percentage reaching 90%. However, it is known that the available material is not completely complete because there is an update of the content of the material from the previous material. In addition, the visual material is considered less eye-catching, so it is necessary to make some adjustments to make it look attractive and attractive.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG SAMPAH TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR Azka Hayyina Nur Faizah; Hasna Salsabila Najiyah; Rifairrohman Marfansyah; Kusuma Estu Werdani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29489

Abstract

Abstrak: Permasalahan sampah terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, perilaku konsumsi, dan gaya hidup masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa Sekolah Dasar tentang pengelolaan sampah. Metode yang digunakan ada dua, yakni ceramah menggunakan bantuan Power Point dan video animasi. Kegiatan ini melibatkan 50 siswa kelas 5 dan 6 yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan metode penyuluhan. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner sebanyak 8 pertanyaan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 18,04 pada kelompok metode ceramah dan 13,4 pada kelompok metode video animasi. Metode ceramah terbukti lebih efektif dibandingkan video animasi karena memberikan kesempatan untuk interaksi langsung dan tanya jawab, sementara metode video animasi cenderung menarik perhatian siswa pada elemen visual. Kesimpulannya, metode ceramah lebih cocok digunakan dalam edukasi pengelolaan sampah di tingkat sekolah dasar untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Abstract: Waste problems continue to increase with population growth, consumption patterns, and people's lifestyles. This service program aims to increase the knowledge of elementary school students about waste management. Two methods are used, namely lectures with the help of Power Point and animated videos. This activity involved 50 5th and 6th grade students who were divided into two groups based on the guidance method. Evaluation was done by pre-test and post-test using a questionnaire of 8 questions. The results showed an increase in the average knowledge score of 18.04 in the lecture method group and 13.4 in the animated video method group. The lecture method proved to be more effective than the animated video method because it provided opportunities for direct interaction and question and answer, while the animated video method tended to focus students' attention on the visual elements. In conclusion, the lecture method is more suitable for waste management education at the primary school level to achieve optimal learning outcomes.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PRANIKAH KEPADA PEREMPUAN DEWASA AWAL MENGGUNAKAN MEDIA WHATSAPP Kusuma Estu Werdani; Izzatul Arifah; Ayu Khoirotul Umaroh; Chayanita Sekar Wijaya; Inez Ramadhana Saputri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35804

Abstract

Abstrak: Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan pencegahan stunting dapat meningkatkan risiko kehamilan tidak direncanakan, komplikasi kehamilan, serta gangguan tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi pranikah secara online menggunakan media WhatsApp kepada perempuan usia dewasa awal. Kegiatan ini dapat mengembangkan hard skill berupa pemahaman kesehatan reproduksi dan soft skill dalam pengambilan keputusan serta kesadaran menjaga kesehatan diri. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari pada bulan Agustus 2025 dengan tahapan pre-test, edukasi dengan media video, dan pos-test. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan (13 pertanyaan), stunting (12 pertanyaan), dan keluarga berencana (16 pertanyaan). Metode yang digunakan adalah pendampingan pelatihan peserta untuk belajar mandiri menggunakan media video. Peserta pelatihan adalah perempuan usia >20 tahun yang bersedia mengikuti kegiatan sebanyak 27 orang. Media video berjumlah lima dengan durasi selama 3-5 menit untuk setiap videonya. Pengukuran efektivitas edukasi menggunakan Uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi dan pengetahuan keluarga berencana (p< 0,05), namun tidak pada pengetahuan tentang pencegahan stunting. Kegiatan ini membuktikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif dan efisien untuk edukasi kesehatan. Temuan ini mengisyaratkan bahwa mengintegrasikan edukasi pranikah berbasis digital ke dalam program kesehatan masyarakat dapat meningkatkan literasi kesehatan reproduksi pada perempuan usia subur. Abstract: Lack of knowledge about reproductive health, family planning, and stunting prevention can increase the risk of unplanned pregnancies, pregnancy complications, and child growth and development disorders. This community service activity aims to provide online education about premarital reproductive health using WhatsApp to young adult women. This activity can develop hard skills in the form of understanding reproductive health and soft skills in decision-making and awareness of maintaining personal health. This activity was carried out over seven days in August 2025 with pre-test, education using video media, and post-test stages. The instruments used are questionnaires on reproductive health and pregnancy (13 questions), stunting (12 questions), and family planning (16 questions). The method used is training assistance for participants to learn independently using video media. The training participants were 27 women aged over 20 years who were willing to take part in the activity. There were five videos, each lasting 3-5 minutes. The effectiveness of education was measured using the Wilcoxon test to see the difference in participants' knowledge before and after receiving education. The Wilcoxon test results showed an increase in reproductive health knowledge and family planning knowledge (p< 0.05), but not in knowledge about stunting prevention. This activity proves that social media can be an effective and efficient means of health education. These findings suggest that integrating digital-based premarital education into public health programs can improve reproductive health literacy among women of childbearing age.
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENDIRIAN BANK SAMPAH Windi Wulandari; Dwi Astuti; Kusuma Estu Werdani; Rezania Asyfiradayati; Ima Aryani; Salsabila Purnamasari; Athania Diva Casimira; Jenita Berlian Nindyasari; Widya Kusuma Muslim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38288

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Desa Batan, Boyolali. Keterbatasan fasilitas pemilahan dan sistem pengelolaan sampah di tingkat desa menyebabkan masyarakat masih mengelola sampah secara individu melalui pembakaran, penimbunan, atau pembuangan ke sungai yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan melalui pendirian bank sampah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dengan media powerpoint, Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan praktis. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu PKK sebanyak 21 peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan hasil antara skor pre-test dan post-test sejumlah 10 soal yang disertai dengan observasi selama sesi pelatihan, indikator keberhasilan dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan dan pengurus bank sampah bisa menjalankan tahapan pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan pengelolaan sampah dengan rata-rata skor meningkat sebesar 13.45%, bersamaan dengan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola bank sampah sebesar 41%. Pendirian bank sampah dan pelatihan ekoenzim menjadi solusi nyata masyarakat bagi permasalahan sampah di Desa Batan.Abstract: Waste management remains a critical challenge in Indonesia, including in Batan Village, Boyolali. The lack of sorting facilities and village-level management systems has led residents to manage waste individually through burning, burying, or disposing of it into rivers, all of which adversely affect health and the environment. This community service initiative aims to enhance the knowledge and skills of partners in sustainable household waste management through the establishment of a waste bank. The methods employed included socialization using PowerPoint presentations, Focus Group Discussions (FGD), and practical training. The target participants were 21 members of the local Family Welfare Movement (PKK). Activity evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test scores via a 10-item questionnaire, supplemented by observations during the training sessions. Success indicators were defined by an increase in knowledge and the ability of the waste bank management team to execute operational stages. Results demonstrate that the program successfully improved waste management knowledge, with average scores increasing by 13.45%, alongside a 41% enhancement in the partners' capacity to manage the waste bank. The establishment of the waste bank and eco-enzyme training serve as tangible solutions for the community to address waste-related issues in Batan Village.
Role of Health Programs Utilization and Social Factors on Adolescent Anemia Status Izzatul Arifah; Mutiara Bahi Almayda; Zahrina Widyani; Qoonitah Az Zahra; Shinta Ramadhania Nuraisyah; Kusuma estu Werdani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i4.15611

Abstract

Adolescent-friendly Health Services (PKPR’s Nutrition service) are intended to eliminate adolescent malnutrition, including anemia. However, the effect of health program utilization on adolescent anemia has rarely been studied. This study intends to examine the prevalence of anemia, the relation of social and behavioral factors, and the use of PKPR’s nutrition service with the anemia status of adolescent girls in Surakarta. A school-based cross-sectional design was conducted at a senior high school in Surakarta. Samples were 275 female students in grades 10 and 11 who had experienced menstruation. Multiple regression analysis is deployed to model the factors associated with anemia. The prevalence of anemia in female students was 37.82%. The employment status of the father and mother is associated with the anemia status of adolescents. Other factors, such as parent education, family affluence scale, behavior factors, parent support, knowledge, attitude, perception, and self-efficacy, were not associated with anemia status. PKPR’s nutrition service utilization did not correlate with adolescents' anemia status. PKPR’s nutrition service has not yet had an impactful outcome in reducing the frequency of anemia. Further research is needed to evaluate its implementation and impact on adolescent health outcomes.
EDUKASI MINDFULNESS MINDSET BERBASIS NILAI SPIRITUAL ISLAM SEBAGAI UPAYA PROMOTIF KESEHATAN MENTAL MAHASISWA INTERNASIONAL DI THAILAND Kusuma Estu Werdani; Yeni Indriyani; Choloborn Teesak; Windi Wulandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39873

Abstract

Abstrak: Mahasiswa internasional rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat tekanan akademik dan tuntutan adaptasi lintas budaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa internasional mengenai mindfulness mindset yang diintegrasikan dengan nilai-nilai spiritual Islam sebagai strategi menjaga kesehatan mental di lingkungan akademik multikultural. Kegiatan ini dilaksanakan di Faculty of Public health, Thammasat University, dengan melibatkan sebanyak sembilan mahasiswa yang berasal dari beberapa negara (Indonesia, Myanmar, Uganda). Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukasi dan praktik terapi emosi yang dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu pra-kegiatan (koordinasi dengan mitra, penyusunan media edukasi, dan sosialisasi), tahap pelaksanaan edukasi disertai terapi emosi sederhana, serta tahap evaluasi melalui refleksi peserta. Evaluasi diukur melalui wawancara lisan individual dan refleksi tertulis dengan indikator keberhasilan berupa kemampuan mendemonstrasikan keterampilan koping emosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pandangan positif terhadap konsep mindfulness, self-awareness, dan forgiveness sebagai keterampilan penting dalam menjaga kesehatan mental, mengelola emosi, dan meningkatkan kualitas hubungan sosial. Peserta juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya praktik mindfulness secara konsisten meskipun menghadapi distraksi dan tekanan akademik. Selain itu, pendekatan mindfulness berbasis nilai spiritual Islam dapat diterima dengan baik oleh peserta dari latar belakang multikultural, sehingga memiliki potensi transferabilitas lintas budaya dalam lingkungan mahasiswa internasional. Secara spesifik, 100% peserta terkonfirmasi mampu menguasai konsep mindfulness dan mempraktikkan terapi emosi, serta 88,9% peserta berhasil menunjukkan peningkatan self-awareness setelah intervensi diberikan. Kegiatan ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan model intervensi kesehatan mental berbasis komunitas akademik yang culturally-sensitive dan religiously-responsive.Abstract: International students are vulnerable to mental health problems due to academic pressure and the demands of cross-cultural adaptation. This Community Service (PkM) activity aims to increase international students' understanding of the mindfulness mindset integrated with Islamic spiritual values as a strategy for maintaining mental health in a multicultural academic environment. This activity was carried out at the Faculty of Public Health, Thammasat University, involving nine students from several countries (Indonesia, Myanmar, Uganda). The method of this community service activity uses an educational approach and emotional therapy practices which are implemented with The implementation method is carried out through three stages, namely pre-activity (coordination with partners, preparation of educational media, and socialization), the stage of implementing education accompanied by simple emotional therapy, and the evaluation stage through participant reflection. Evaluation is measured through individual oral interviews and written reflections with success indicators in the form of the ability to demonstrate emotional coping skills. The results of the activity show that participants have a positive view of the concepts of mindfulness, self-awareness, and forgiveness as important skills in maintaining mental health, managing emotions, and improving the quality of social relationships. Participants also demonstrated awareness of the importance of consistent mindfulness practice despite facing distractions and academic pressure. Furthermore, the mindfulness approach based on Islamic spiritual values was well-received by participants from multicultural backgrounds, thus offering potential cross-cultural transferability within an international student environment. Specifically, 100% of participants were confirmed to have mastered mindfulness concepts and practiced emotional therapy, and 88.9% demonstrated increased self-awareness after the intervention. This activity provides a practical contribution to the development of a culturally sensitive and religiously responsive model for community-based academic mental health interventions.
Pengetahuan Ibu Hamil dan Ibu Balita tentang Pengolahan Makanan Sehat di Desa Krajan, Gatak, Sukoharjo Ramadan Katon Bagaskoro; Maria Alna Priska; Sarsa Shahila Dwinanda; Sonia Pebrianti; Sumanti Wijayanti; Yunita Dwi Herlistiana; Latifa Putri Cindana; Mislaillatul Khollifah Rahma; Audrizah Yunasita; Rika Putri Kinasih; Anis Sonia Probowati; Sri Hartati; Nurul Yulia Rasyid; Kusuma Estu Werdani; Yuli Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan gizi merupakan salah satu permasalahan yang masih banyak terjadi di masyarakat dan menjadi salah satu faktor yang beresiko menjadi penyebab kematian terutama pada kelompok resiko tinggi seperti bayi dan balita. Desa Krajan, Kecamatan Gatak merupakan salah satu daerah yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Berdasarkan data Puskesmas Gatak ditemukan tiga permasalahan tertinggi di Desa Krajan yaitu meliputi permasalahan gizi serta penyakit tidak menular yang mencakup DM dan Hipertensi. Berdasarkan hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bersama dengan perangkat desa dan tenaga kesehatan dengan menggunakan teknik USG (Urgency, Seriousness, Growth) diperoleh bahwa permasalahan gizi terpilih menjadi prioritas masalah utama yang perlu diselesaikan. Sementara itu, Survey Mawas Diri (SMD) kepada masyarakat melalui penyebaran kuesioner untuk menggali akar masalah diperoleh bahwa sebagian besar pengetahuan warga mengenai permasalahan gizi masih kurang baik. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pemberian penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu balita mengenai makanan sehat dan cara pengolahannya dengan menggunakan metode ceramah dan media power point serta X-Banner. Hasil dari penyuluhan diperoleh bahwa program pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan hasil uji statistik Wilcoxon Test diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 < α (0,05) CI 95%. Ibu hamil dan ibu balita disarankan untuk terus meningkatkan pengetahuannya seputar gizi dengan aktif mencari informasi dari berbagai sumber yang terpercaya seperti melalui rutin mengikuti kegiatan posyandu, konsultasi dengan tenaga kesehatan maupun akses informasi melalui media sosial dan sumber lainnya yang tepat.
Penyuluhan dan Pembentukan Polisi Cilik Anti Rokok di Dusun II Desa Tawang Clarisa Widananda; Diva Adsta Aulia; Hany Pratiwi; Inna Rachmawati; Mitha Husadhah Putri; Raditya Navista Kumara; Wanda Averillia; Aji Suryadewa; Betty Intan Pratiwi; Eny Fauziyana; Kusuma Estu Werdani; Yuli Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Rokok adalah salah satu penyebab kematian utama di dunia. Kebiasaan merokok sangatlah memprihatinkan, setiap saat kita menjumpai di masyarakat dari berbagai usia. Tak terkecuali pada remaja. Seseorang yang mulai merokok sejak kecil akan merasakan ketergantungan lebih tinggi. Selain itu, perilaku merokok memungkinkan anak untuk melakukan penyimpangan lainnya seperti memakai uang sekolah untuk membeli rokok. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi anak untuk merokok sejak dini antara lain keluarga, teman sebaya, atau lingkungan sekitar tempat mereka bermain. Terdapat hubungan antara perilaku merokok ibu, perilaku merokok ayah, dan perilaku merokok saudara (kakak) dengan perilaku merokok remaja. Adanya anggota keluarga perokok akan menyebabkan kecenderungan anak untuk mengikutinya. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan polisi cilik mengenai bahaya rokok sehingga dapat mengingatkan kepada orang-orang di sekitarnya terutama keluarga yang masih merokok. Metode: Tahap pertama yaitu kegiatan penyuluhan tentang bahaya merokok kepada santri TPA menggunakan media powerpoint. Evaluasi peningkatkan pengetahuan diukur menggunakan pretest posttest oleh polisi cilik. Tahap kedua, pembentukan polisi cilik anti rokok sebanyak 16 anak dengan melakukan lomba mewarnai poster anti rokok dan pengisian rapor. Poster yang sudah diwarnai ditempel di rumah masing-masing serta polisi cilik bertugas mengingatkan anggota keluarga yang merokok. Ketika sudah mengingatkan wajib mengisi rapor dengan meminta tanda tangan anggota keluarga yang telah diingatkan. Hasil: Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan polisi cilik terkait merokok dari 79,7% meningkat menjadi 93% dengan p-value sebesar 0,018 (<0,05) yang artinya terdapat hubungan antara pemberian penyuluhan dengan pengetahuan polisi cilik berupa peningkatan pengetahuan. Hasil mewarnai poster, polisi cilik menempelkan poster yang telah diwarnai untuk di tempel pada dinding rumah yang biasa di lalu lalang oleh orang atau anggota keluarga. Kegiatan ini bertujuan agar dapat menyadarkan keluarga apabila ada yang merokok. Kemudian polisi cilik mengisi rapor dimana ditandatangani oleh orang tua. Keberlanjutan program polisi cilik anti rokok di Dusun II Desa Tawang diserahkan kepada pihak pengurus TPA untuk melakukan pengecekan rapot.
Peningkatan Pengetahuan Bahaya Merokok Dengan Edukasi Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Tawang Kabupaten Sukoharjo Salsabila Husniah Fadia; Yasinta Teza Shifanidha; Indar Hidayat; Oktafia Diyah Anggraini; Wahyu Candra Fitrianto; Ronatasya Nabillah; Yustika Ain Nurahmad; Vansya Ashifa Karyadi; Kartika Candra Kirana; Betty Intan Pratiwi; Eny Fauziana; Yuli Kusumawati; Kusuma Estu Werdani
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, perilaku merokok tidak hanya menjadi masalah pada orang dewasa, namun juga masalah besar pada anak dan remaja. Hasil analisis situasi menunjukkan data perilaku merokok di Desa Tawang masih sangat tinggi. Mengingat bahaya merokok sangat besar bagi kesehatan, maka upaya pencegahan perilaku merokok perlu dilakukan sejak dini terutama pada anak sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bahaya merokok khususnya bagi siswa SD N 2 Tawang. Metode kegiatan ini adalah pemberian edukasi kesehatan dengan ceramah dan demonstrasi untuk menunjukkan secara jelas bahaya asap rokok jika masuk ke paru. Kegiatan edukasi ini dilakukan di SD N 2 Tawang Kabupaten Sukoharjo. Siswa yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari kelas IV, V dan VI sebanyak 31 siswa. Sebelum diberikan materi, siswa diberikan pre-test untuk mengukur pengetahuan siswa dan setelah diberikan materi serta demonstrasi asap rokok, siswa diminta menjawab pertanyaan lagi pada post-test. Hasil evaluasi menunjukkan dari 31 siswa terdapat 15 responden mengalami peningkatan pengetahuan atau sebanyak 48%, 10 responden mengalami penurunan pengetahuan atau sebanyak 33% dan 6 responden memiliki pengetahuan yang tetap atau sebanyak 19% setelah diberikan penyuluhan mengenai perilaku merokok. Hasil kegiatan pemberian edukasi, tentang bahaya merokok pada siswa SD menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai bahaya merokok pada siswa dan siswi SDN 2 Tawang Kecamatan Weru.
Co-Authors Adinda Dwi Septyasari Pratama Aditya Risky Dwinanda Ahmad Fariz Farisulhaq Ajeng Nugrahenny Aji Suryadewa Alfi Salatina Aliah Dwi Kurnia Haji Abu Anggarwati, Santi Kresni Anggi Putri Aria Gita Anggi Putri Aria Gita Anggi Putri Aria Gita Anggiana Mawadda Putri Anggun Febriana Puspitasari Anis Sonia Probowati Anisa Catur Wijayanti Anisa Catur Wijayanti Anisa Catur Wijayanti Anitasari Indah K, Tanjung Anjani Bharata Ajie Anjani, Dinny Putri Anwikazahra Rifada Anya Cahya Melati Ardhu Rizkiawan Arif Pristianto Arya Brain Agustian Astuti, Lia Kusuma Budhy Athania Diva Casimira Audrizah Yunasita Aulia, Afifah Zakiyatul Aura Assyifaul Marifah Avifah Ainun Hidayah Ayu Khoirotul Umaroh Azizah, Savira Nur Azka Hayyina Nur Faizah Azka Hayyina Nur Faizah Beti Kristinawati Betty Intan Pratiwi Betty Intan Pratiwi Bilqis Rahma Yantika Bunga Cintantya Rudisty Burhannudin Ichsan Chayanita Sekar Wijaya Choirunnisa, Fadillah Zuhroh Choloborn Teesak Clarisa Widananda Desy Ratna Endriyeni Devyca Dwi Nanda Sari Dewi Kurniawati Dia Amana Saputri Dian Tias Aorta Diva Adsta Aulia Diyan Nurul Afifah Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Linna Suswardany Ekan Faozi Eko Prastyo Eni Fauziana Eny Fauziana Eny Fauziyana Erlien Aunina Linggar Aji Erna Sunarti Fadillah Zuhroh Choirunnisa Fadillah, Abdur Rasyid Fahrun Nur Rosyid Fairus El Had Fairuz Salsabila Basyasyah Fatia Hilmi Zahra Fauzi Abdi Prakosa Fibrina Manda Ningtyas Rachmawati Firnadia Septika Rahajeng Fitria Rizky Putri Fitriana Mustikaningrum Francysca Tiara Fitra Narantika Gita, Anggi Putri Aria Hany Pratiwi Haq, Marsa Arinal Hasna Salsabila Najiyah Hasna Salsabila Najiyah Hatmanti, Wirya Her Supristyani Ima Aryani Indar Hidayat Indra Maulana Ade Pratama Inez Ramadhana Saputri Inna Rachmawati Izzatul Arifah Jenita Berlian Nindyasari Jihan Nur Azizah Judi Judi Kartika Candra Kirana Kartinah Khalisha Ramdhani Santoso Khasanah, Khotim Nur Khoyriani, Nadila Anti Nur Latifa Putri Cindana Latifa, Aliya Rahma Livya Apriani Rukmana Madina Siti Nur &#039;Aisyah Maharani Ayu Kusumawati Maheswari, Gayatri Maria Alna Priska Martino, Tahta Mesya Ade Karuniawati Mislaillatul Khollifah Rahma Mitha Husadhah Putri Mochammad Imron Awalludin Muhammad Naufal Mizan Auladi Muhammad Zamzami Mukti Kusumaningtyas, Bethari Musharrafah Musharrafah Mutiara Bahi Almayda Nabilla Hasna Roichatul Ulayya Nadila Anti Nur Khoiriyah Nafis Fatikhah Az-Zahra Nazella Indira Rahmawati Nida Dwi Arifa Nieldya Nofandrilla Ninda Khairul Nisa Nisa, Rahma Dian Noor Alis Setiyadi Novyanti Setiyo Rini Nugroho, Purwo Setiyo Nurul Yulia Rasyid Oktafia Diyah Anggraini Oktavian Reno Saputra Oktaviana, Vindiani Olga, Chintya Putri Dunami Pramudya, Muhammad Pratama, Adinda Dwi Septyasarie Prihatini, Mulatsih Purwanti . PURWANTI PURWANTI Purwo Setiyo Nugroho Purwo Setyo Nugroho Putri Zahira, Aura Putri, Sylvia Anggraini Widodo Putri, Vella Arneta Qoonitah Az Zahra Rachma Agustin, Fanni Rachmawati, Fibrina Manda Ningtyas Raditya Navista Kumara Rafika Hasmi Lefia Rahma, Mislaillatul Khollifah Rahmawati Fajrin Ramadan Katon Bagaskoro Rezania Asyfiradayati Rifairrohman Marfansyah Rifairrohman Marfansyah Rifairrohman Marfansyah Rika Putri Kinasih Ronatasya Nabillah Sakinah Rahmania Salma Binti Purwaningsih Salsabila Husniah Fadia Salsabila Purnamasari Santi Kresni Anggarwati Sardi, RA Annisa Allifian Tiara Sari, Devyca Dwi Nanda Sarsa Shahila Dwinanda Shafira Sukma Anggreani Sheena Ramadhia Asmara Dhani Shinta Ramadhania Nuraisyah Shofia Andriyani Sholikha, Nur Silfi Ria Affriyani Silvianita Damayanti Siti Masitoh Siti Masitoh Siti Musalamah Siti Nurokhmah Snow, Rachel C. Sonia Pebrianti Sri Darnoto Sri Hartati Sri Rahayu Sudrajah Warajati Kisnawaty Sumanti Wijayanti Sylfi Carmelia Dewi Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Titis Lulut Pujiati Tiyas Mariza Khoirunnisa Tsabitha Al’tsani Miftakhu Rochan Tyra Fitriya Ulfia Fitriyani Vansya Ashifa Karyadi Wachidah Yuniartika Wahyu Candra Fitrianto Wahyuni Wahyuni Wanda Averillia Wasyara Archeriela Christy Widya Galih Puspita Widya Galih Puspita Widya Galih Puspita Widya Kusuma Muslim Windi Wulandari Yasinta Teza Shifanidha Yeni Indriyani Yeni Indriyani Yolanda, Ade Yuli Kusumawati Yunita Dwi Herlistiana Yustika Ain Nurahmad Yustisia Imaninditya Puteri Widarini Zahra Khoirunnisa Zahrina Widyani