Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBEKALAN EKONOMI KREATIF PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN MEMBUAT BROS JILBAB LAYAK JUAL Erni, Sukma; Susiba, Susiba; Khairiah, Khairiah; Roza, Elya
COMMUNITY SERVICE JOURNAL OF ECONOMICS EDUCATION Vol 3, No 1 (2024): Community Service Journal Of Economic Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/csjee.v3i1.29832

Abstract

Situasi ekonomi perempuan secara umum berada pada titik miris sebagai dampak dari ketergantungan ekonomi dalam keluarga. Perempuan semakin berada pada titik lemah akibat stigma pekerjaan rumah yang dilaksanakan tanpa batas waktu kerja yang jelas tidak dipandang sebagai aset yang harus dinilai secara profesional. Segala potensi kreatif terkubur akibat kesibukan rumah tangga yang dihadapi menuju subordinasi. Pelatihan keterampilan daiperkirakan dapat memantik potensi kreatif berproduksi yang bernilai ekonomis. Pelatihan diawali dengan diskusi ringan pengembangan kreatifitas sederhana, dibutuhkan dan bernilai ekonomis sehingga sampai pada kesepakatan mebuat bros jilbab. Dilaksanakan dengan cara sederhana, mengenalkan, melatihkan, membimbing dan menilai kelayakan produk. Hasil yang diperoleh sangat beragam, terdapat peserta yang dilatihkan sekali kemudian berusaha membuat, memperbaiki dan menilai hasil sendiri. Terdapat pula peserta yang membutuhkan pendampingan tahap demi tahap sampai berproduksi sendiri. Simpulan pelatihan adalah setiap perserta memiliki kecepatan paham berbeda. Kendati ditemukan yang cukup pelan untuk paham dan terampil namun tetap bisa berproduksi dengan baik. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa setiap perempuan dapat diberdayakan melalui berbagai pelatihan sederhana produksi bernilai ekonomi
LOCAL WISDOM IN LEARNING: A REVIEW OF LEARNING FORMS AND TECHNIQUES Erni, Sukma; Ernita, Mahdar; Munajar, Adhi; Nasution, Anisah; Selviani, Rini
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 5, No 1 (2026): Vol 05. No. 01 2026 (Maret)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v5i1.39510

Abstract

The article is based on the assumption that the current generation is increasingly distant from its own culture as a result of technological developments. By using the distribution of open google form questioners for teachers at the elementary to university levels, 53 teachers/lecturers were obtained who filled out. The data is mapped according to the existing theme to see teachers' innovations in designing the learning process by making local wisdom materials part of the learning process. The findings obtained are that teachers learn local wisdom by enriching, inserting and integrating with the material learned. The forms of wisdom used include teaching/taboos, culinary, traditions, carvings, medicines, crafts, games, folklore, batik, including measuring instruments. Through learning that adds local wisdom to the teaching material, teachers realize how important it is to remind students of the importance of local wisdom so that it is maintained from generation to generation.
Masjid Agung Syahrunur Sipirok Sebagai Ikon Wisata Religi Sukma Erni; Alya Najwa Sabila; Kamilia Kamilia; Rahmi Putria Hadi; Sevti Annisa Putri
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.325

Abstract

Masjid Agung Syahrunur Sipirok merupakan salah satu destinasi wisata religi yang terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Masjid ini tidak hanya memiliki nilai historis yang tinggi, tetapi juga menjadi simbol penting dalam kehidupan religius masyarakat setempat. Dikenal dengan arsitektur yang megah dan desain yang khas, Masjid Agung Syahrunur Sipirok menyatukan unsur tradisional dan modern, menjadikannya daya tarik bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Keindahan bangunan masjid, yang dihiasi ornamen-ornamen yang menggambarkan kebudayaan lokal, menjadikannya tempat yang tidak hanya digunakan untuk beribadah tetapi juga sebagai sarana edukasi dan rekreasi.  Selain itu, lokasi masjid yang strategis di tengah kota Sipirok menambah daya tariknya sebagai ikon wisata religi. Masjid ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan masyarakat setempat. Peranannya sebagai simbol kerukunan umat beragama di daerah ini juga menjadikannya sebagai tempat yang tepat untuk mengembangkan potensi wisata religi di Tapanuli Selatan. Oleh karena itu, Masjid Agung Syahrunur Sipirok diharapkan dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata religi yang memperkenalkan keberagaman budaya dan kearifan lokal, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata di Sumatera Utara.
Makam Papan Tinggi Sebuah Simbol Sosio Religius Islam: Kajian Historis Masyarakat Barus Tapanuli Tengah Sumatera Ellya Roza; Annisa Rahma Luthfi; Dhea Reza Nirmala; Ditya Natasya Hasibuan; Winda Permata Astuti; Sukma Erni
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 5 No. 2 (2025): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i2.7259

Abstract

The Papan Tinggi Tomb is an old historical site located in Panangahan Village, North Barus, in the midst of a predominantly non-Muslim community. The existence of this site builds the assumption that a Muslim civilization was built in the early years of Islam entering and developing in the archipelago. This study uses a simple qualitative method to find a more comprehensive picture of early Islamic civilization in the land of Sumatra. Data were obtained by conducting participant observation at the tomb location which is on a hill with almost 1000 steps, interviews with tomb guards, visitors who come and reinforced by the results of previous studies. The results of the study explain that this tomb is the final resting place of Sheikh Mahmud al-Muftazam, a Sufi figure who helped spread Islam and Sufism in the Barus area which then spread throughout the archipelago. In addition to the tomb of Sheikh Mahmud, there are other tombs that are thought to be his students in the same tomb complex. Because of its role and services, this tomb is considered sacred and is now one of the religious tourism destinations. Although the main information about the area has not been explored well, the Zero Point Monument for the Spread of Islam in the Archipelago which was inaugurated by the government has at least opened the eyes of the world and the local community to the importance and strength of a civilization that once existed on the shores of Barus Beach.