Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh obat kumur terhadap stabilitas warna elemen Gigi tiruan resin (Kajian Dalam Pencegahan Covid-19) Annisa Kesumaningrum; Deviyanti Pratiwi
Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.582 KB)

Abstract

Latar belakang: Penggunaan obat kumur mulai dianjurkan selama pandemi Covid-19. Obat kumur yang disarankan oleh American Dental Association (ADA) dan the Center for Disease Control and Prevention (CDC) selama pandemi Covid-19, yaitu Hydrogen peroxide (H2O2), Chlorhexidine gluconate (CHX), Cetylpyridinium chloride (CPC), dan Povidone-iodine (PVP-I). Obat kumur tersebut juga disarankan pada pengguna gigi tiruan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh obat kumur dalam pencegahan Covid-19 terhadap stabilitas warna elemen gigi tiruan resin. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik menggunakan 44 elemen gigi tiruan resin dengan kode warna A2 berukuran B62 yang dibagi kedalam 4 kelompok pengujian. Pengujian pH dan warna dilakukan sebelum dan sesudah perendaman kedalam inkubator 37oC selama 6 jam. Pengujian warna dilakukan dengan Vita Easyshade V dan didapatkan nilai E, L, C, H dan pembacaan nilai secara Vita Classical dan Vita 3D Master. Hasil: Uji statistik One Way Anova pada E yaitu p>0.05 sedangkan nilai Vita Classical dan Vita 3D Master menunjukkan adanya peningkatan nilai pada keempat kelompok obat kumur. pH obat kumur mengalami kenaikan pada kelompok obat kumur H2O2 dan CPC serta penurunan pada kelompok obat kumur CHX dan PVP-I. Kesimpulan: Keempat kelompok obat kumur menunjukkan terdapat perubahan warna yang tidak signifikan terhadap stabilitas warna elemen gigi tiruan resin.
PENYULUHAN PENINGKATAN KESADARAN DINI DALAM MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MASYARAKAT TEGAL ALUR, JAKARTA Deviyanti Pratiwi; Annisa Putri Ariyani; Armelia Sari; Andy Wirahadikusumah; Riko Nofrizal; Rosalina Tjandrawinata; Abdul Gani Soulisa; Harryanto Wijaya; Komariah Komariah; Ferry Sandra
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.803 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i2.7179

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut berkaitan erat dengan kesehatan tubuh. Keadaan mulut dan gigi yang tidak terawat akan menimbulkan banyak masalah serta rasa tidak nyaman. Dalam usaha mendapatkan kesehatan gigi dan mulut yang baik, dibutuhkan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat dengan rajin menyikat gigi secara tepat dan benar. Pembiasaan untuk hidup sehat perlu dilakukan dengan penuh kesadaran sehingga dapat terlaksana dengan efektif. Tujuan pelaksanaan aktivitas ini adalah untuk membangun kesadaran dini anak-anak usia 4-6 tahun di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Jakarta Barat, yaitu daerah Tegal Alur, dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan alat peraga dan praktik sikat gigi bersama dengan benar, serta dilakukan pengawasan agar anak-anak dapat memahami dan membiasakan diri untuk menyikat gigi dengan benar. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini ditandai dengan kemampuan anak-anak untuk menyikat gigi secara mandiri dengan cara yang benar dan bertambahnya pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini, sehingga kerusakan gigi dapat dicegah.
Peran Ibu terhadap Pemahaman Pentingnya Rontgen Gigi sebagai Tindakan Pendukung dalam Perawatan Kesehatan Gigi Intan Farizka; Deviyanti Pratiwi; Ade Prijanti Dwisaptarini; Niko Falatehan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6769

Abstract

ABSTRAK Pada umumnya, sosok ibu sangat berperan dalam membentuk pola pikir setiap anggota keluarganya.  Saat ini, masyarakat terbiasa memiliki pola pikir yang kritis. Hal ini berpengaruh terhadap perawatan gigi. Dalam beberapa kasus perawatan, keperluan terhadap tindakan rontgen gigi tidak dapat dihindari. Edukasi yang tepat dapat menjadi bentuk awal komunikasi yang baik terhadap suatu tindakan dalam perawatan kesehatan gigi seperti permintaan kesediaan melakukan rontgen gigi demi menegakkan diagnosa yang tepat sehingga perawatan gigi dapat memberikan keberhasilan yang maksimal. kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman kepada komunitas ibu terhadap pentingnya rontgen gigi sebagai tindakan pendukung dalam perawatan kesehatan gigi. Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom dengan menerapkan metode komunikasi dua arah secara aktif dan menarik untuk menghindari kejenuhan. Penyampaian materi dilakukan dengan pemilihan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat. kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil pretest dan posttest peserta serta antusias peserta dalam tanya jawab terkait tindakan rontgen gigi. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan yang baik karena didukung oleh metode yang tepat dan komunikasi yang baik antara tim pelaksana dan komunitas. Kata Kunci: Rontgen Gigi, Kesehatan Gigi, Peran Ibu  ABSTRACT In general, the mother figure plays a very important role in shaping the mindset of every member of her family. Nowadays, people are accustomed to having a critical mindset. This affects dental care. In some cases of treatment, the need for dental X-rays is inevitable. Proper education can be an early form of good communication to an action in dental health care such as a request for willingness to do dental X-rays to establish the right diagnosis so that dental care can provide maximum success. This activity aims to provide education and understanding to the mother community on the importance of dental X-rays as a supporting action in dental health care. This activity is carried out online through the zoom application by applying two-way communication methods actively and interestingly to avoid saturation. The delivery of materials is carried out by the selection of language that is easily understood by the public. This activity showed an increase in knowledge based on the results of the participants' pretests and posttests and the enthusiasm of participants in Q&A related to dental X-rays. This activity can be carried out with a good success rate because it is supported by the right methods and good communication between the implementation team and the community. Keywords: Dental X-ray, Dental Health, Mother Role
Pelatihan Penanganan Kasus Trauma Gigi dan Mulut Sederhana pada Kader Masyarakat Rw 02 Grogol Mikha Sundjojo; Deviyanti Pratiwi; Bernard O Iskandar; Jeddy Jeddy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7645

Abstract

ABSTRAK Kejadian trauma gigi dan mulut dapat terjadi di kehidupan sehari-hari pada usia anak hingga dewasa. Trauma gigi yang sering ditemui meliputi fraktur mahkota gigi dan kegoyangan gigi. Pengetahuan dan pemahaman yang kurang mengenai kejadian trauma gigi dan mulut yang tidak tertangani dengan tepat dapat berakhir dengan kondisi yang lebih buruk. Pada masyarakat RW 02 Grogol terdapat kader masyrakat yang bersedia mendapatkan pelatihan program kesehatan untuk membangun kesejahteraan keluarga di lingkungan sekitar. kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan pelatihan yang tepat kepada kader masyarakat agar mampu memberikan penanganan darurat pada kasus trauma gigi dan mulut sebelum dibawa ke tempat pelayanan Kesehatan terdekat. Kegiatan ini dilakukan secara langsung tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan di masa pandemi Covid-19. Penyampaian materi dilakukan secara menarik dan memanfaatkan teknologi dalam pelatihan untuk manfaat yang efektif bagi masyarakat. kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil pretest dan posttest peserta serta kemampuan peserta dalam memperagakan secara langsung materi pelatihan. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan yang baik karena pemilihan materi dan metode pelaksanaan yang telah disesuaikan dengan permintaan kader masyarakat RW 02 Grogol. Kata Kunci: Trauma, Gigi, Mulut, Kader, Masyarakat  ABSTRACT Dental and oral trauma might happen in daily activities of adolescent or adults. These events often encountered with involvement of tooth mobility and crown fracture. Lack of knowledge and understanding about dental and oral trauma that is not handled properly might end up with worse condition. Community in RW 02 Grogol had community cadre who willing to receive education and training for health programme to support wellbeing of families in their regions.  This activity to distribute education and training for community cadre so they can help giving emergency treatment at dental and oral trauma until the patient brought to nearby dental health facilities. This activity done directly and physically present with standard health protocol of Covid-19 pandemic. Explanation is arranged with modern instrument and delivered with entertaining presentation for the audience.  This activity showed increased understanding of participants from postest and pretest scores. Participants also demonstrate directly what to do in scenario of dental trauma event. The activity done with a good success rate considering topic selection and method performed have met the requests of community cadre in RW 02 Grogol. Keywords: Trauma, Dental, Oral, Cadre, Community
Evaluasi Kekasaran Permukaan Semen Ionomer Kaca pada Perendaman Susu UHT dan Susu Kedelai Nuroh Arifah; Dhyani Widhianingsih; Deviyanti Pratiwi
e-GiGi Vol. 11 No. 1 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i1.44378

Abstract

Abstract: Glass ionomer cement (GIC) is a restorative material used in child dental care with anti-cariogenic properties and fluoride release. However, this GIC has some disadvantages, such as high solubility due to acid particles that can cause surface roughness. Children at a young age typically drink milk, such as Ultra High Temperature (UHT) milk or soy milk which may affect the restorative material. This study aimed to evaluate the surface roughness of GIC immersed in UHT milk, soy milk, and artificial saliva. This was an experimental laboratory study. Samples were GICs (GC Fuji VII, Japan) in a cylindrical shape with a diameter of 10 mm and a thickness of 2 mm. A total of 18 samples were divided into three groups, one group (n=6) was immersed in UHT milk, and the other two groups were immersed in soy milk and artificial saliva. The samples were tested using a surface roughness tester (Surtronic S-128) that was reviewed before and after immersion. The results showed that the surface roughness value of GIC was increased after being immersed in UHT milk (0.12±0.02), soy milk (0.12±0.06), and artificial saliva (0.06±0.03). The Kruskal Wallis test showed no significant difference in surface roughness of GICs immersed in the three groups. In conclusion, UHT milk and soy milk did not significantly affect the surface roughness of GICs.Keywords: glass ionomer cement; surface roughness; UHT milk; soy milk Abstrak: Semen ionomer kaca (SIK) merupakan bahan restorasi pada perawatan gigi anak yang memiliki sifat antikariogenik dan dapat melepaskan fluoride. SIK memiliki kekurangan yaitu mudah larut akibat paparan asam yang tinggi sehingga dapat menyebabkan terjadinya kekasaran permu-kaan. Usia anak tidak terlepas dari kebiasaan meminum susu seperti susu Ultra High Temperature (UHT) dan susu kedelai sehingga dapat memengaruhi bahan restorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekasaran permukaan SIK pada perendaman dalam susu UHT, susu kedelai, dan saliva buatan. Metode penelitian ialah eksperimental laboratoris. Sampel yang digunakan ialah SIK (GC Fuji VII, Japan) berbentuk silindris dengan diameter 10 mm dan tebal 2 mm. Sebanyak 18 buah sampel dibagi menjadi tiga kelompok, setiap kelompok (n=6) direndam dalamsusu UHT, kelompok lain direndam dalam susu kedelai, dan saliva buatan. Kekasaran permukaan diukur dengan surface roughness tester (Surtronic S-128) sebelum dan setelah perendaman. Hasil penelitian mendapatkan peningkatan kekasaran permukaan SIK pada kelompok perendaman susu UHT (0,12±0,02), susu kedelai (0,12±0,06), dan saliva buatan (0,06±0,03). Uji Kruskal Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan kekasaran permukaan SIK yang bermakna pada ketiga kelompok. Simpulan penelitian ini ialah susu UHT dan susu kedelai tidak menyebabkan kekasaran permukaan SIK yang bermakna.Kata kunci: semen ionomer kaca; kekasaran permukaan; susu UHT; susu kedelai
Pelatihan Pemanfaatan Propolis dalam Menjaga Kesehatan Gigi pada Warga Lansia Rt 001/011 Pamulang Caroline Caroline; Esa Bella; Tri Erri Astoeti; Abdul Gani Soulisa; Yenny Pragustine; Deviyanti Pratiwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8877

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan masyarakat yang berusia 60 tahun atau lebih dan pada umumnya telah memiliki masalah Kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan dan kesadaran serta pemahaman yang kurang terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta kekhawatiran dalam menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan telah berpengaruh terhadap kesehatan lansia. Propolis merupakan bahan alam yang berperan sebagai antibakteri dan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan gigi. Pemanfaatan propolis dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, khususnya pada lansia diharapkan dapat berperan sebagai alternatif untuk menghindari efek samping dari penggunaan obat-obatan yang mengandung bahan kimiawi. Pelatihan ini diharapkan mampu mengubah pemahaman dan menumbuhkan perubahan perilaku dalam pemanfaatan bahan alam khususnya propolis dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan  ini  dilakukan  secara langsung  tatap  muka  dengan  tetap memperhatikan  protokol  kesehatan.  Penyampaian materi dilakukan dengan metode aktif dua arah dan diperagakan langsung terhadap penggunaan propolis dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta kemampuan  peserta  dalam  memperagakan secara langsung  hasil pemaparan dan pelatihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta pemahaman mengenai propolis dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan yang baik karena pemilihan materi dan metode pelaksanaan yang sesuai dengan permintaan warga lansia RT 001/011 Pamulang, Tangerang Selatan. Kata Kunci: Lansia, Propolis, Kesehatan Gigi dan Mulut, Bahan Alam  ABSTRACT Elderly are people aged 60 years or more and generally have health problems, especially dental and oral health. Knowledge and awareness and lack of understanding of the importance of maintaining healthy teeth and mouth and worries about using or consuming drugs have affected the health of the elderly. Propolis is a natural ingredient that acts as an antibacterial and can be used to treat dental health problems. The use of propolis in maintaining dental and oral health, especially in the elderly, is expected to serve as an alternative to avoid side effects from the use of drugs containing chemicals. This training is expected to be able to change understanding and foster changes in behavior in the use of natural materials, especially propolis in maintaining healthy teeth and mouth. This activity is carried out face-to-face while still observing health protocols. Submission of material is carried out using a two-way active method and demonstrated directly on the use of propolis in dental and oral health care. This activity shows an increase in the knowledge and ability of participants in demonstrating directly the results of exposure and training. This community service activity shows an increase in knowledge and understanding of propolis in maintaining healthy teeth and mouth. This activity can be carried out with a good level of success because the selection of materials and implementation methods is in accordance with the requests of elderly residents of RT 001/011 Pamulang, South Tangerang. Keywords: Elderly, Propolis, Oral Health, Natural Ingredients
Evaluasi Perubahan Warna Semen Ionomer Kaca dengan Penambahan Ekstrak Etanol Propolis Trigona spp. Deviyanti Pratiwi; Advita Azalia; Achmad E. Z. Hasan; Florencia L. Kurniawan; Dewi L. Margaretta
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.46928

Abstract

Glass ionomer cement (GIC) is constantly modified to improve its properties and expand its use in dental practice. One of the modifications studied is the addition of ethanolic extract of propolis (EEP), a natural resin material with various pharmacological effects. Modifications made with EEP were found to increase the antibacterial effect of GIC, but this modified material also impacted the physical properties of the cement. This study aimed to evaluate the color change of GIC caused by the addition of EEP. This was a laboratory experimental study. The GIC color was assessed using the VITA Easyshade V spectrophotometer. A total of 20 cylindrical GIC samples measuring 10 mm (diameter) x 2 mm (height) were divided into four groups based on the proportion of EEP added to the GIC liquid, as follows: A, conventional GIC (control); B, GIC modified with EEP at 25% w/w; C, GIC modified with EEP at 30% w/w; and D, GIC modified with EEP at 35% w/w. The color assessment was performed after the samples were immersed in artificial saliva and incubated for 24 hours. The post hoc test between the three experimental groups and the control group showed a significant difference (p<0.05). The ΔE value between the three experimental groups and the control group showed a value greater than 3.3. In conclusion, the addition of EEP in the proportions of 25%, 30%, and 35% resulted in significant color change of GIC. Keywords: glass ionomer cement; ethanolic extract of propolis; Trigona spp.; discoloration   Abstrak: Semen ionomer kaca (SIK) terus dimodifikasi untuk meningkatkan sifat dan memperluas penggunaannya dalam praktik kedokteran gigi; salah satunya ialah penambahan ekstrak etanol propolis (EEP), suatu bahan resin alami yang memiliki berbagai efek farmakologis. Modifikasi dengan EEP dapat meningkatkan efek antibakteri dari SIK, namun bahan modifikasi ini juga berdampak terhadap sifat fisik semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan warna SIK yang disebabkan oleh penambahan EEP Trigona spp. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik. Warna diukur menggunakan spektrofotometer VITA Easyshade V. Sebanyak 20 sampel SIK silinder berukuran 10 mm (diameter) x 2 mm (tinggi) dibagi dalam empat kelompok uji berdasarkan proporsi EEP yang ditambahkan ke cairan SIK: A, SIK konvensional (kontrol); B, SIK modifikasi EEP 25% w/w; C, SIK modifikasi EEP 30% w/w; dan D, SIK modifikasi EEP 35% w/w. Pengukuran warna dilakukan setelah sampel direndam dalam saliva buatan dan diinkubasi selama 24 jam. Uji post hoc antara ketiga kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Nilai ΔE antara ketiga kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan 3,3. Simpulan penelitian ini ialah penambahan EEP dalam proporsi 25%, 30%, dan 35% secara bermakna mengakibatkan perubahan warna SIK. Kata kunci: semen ionomer kaca; ekstrak etanol propolis; Trigona spp.; perubahan warna
Pemberdayaan dan Pelatihan Pembuatan Tampon dan Perlengkapan Kedokteran Gigi pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur Rosalina Tjandrawinata; Dody Prayitno; Deviyanti Pratiwi; Florencia Livia Kurniawan; Sastra Kusuma Widjaya; Thomas Aurelius Dharma; Yoana Winardi; Tiffany Hartono
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TERPADU Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Kesehatan Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jakt.v2i1.16785

Abstract

Makasar is a sub-district in East Jakarta Municipality, DKI Jakarta Raya Province. Previously, it was called Kampung Makassar. The women's group in Makasar sub-district already has skills in making dental tampons, perforated cloth mat named ‘duk bolong’, and medical head caps. However, their business/sales distribution knowledge needs to be developed so that their creations can be sold widely and then the result can improve the economy of Makasar sub-district resident. Dental tampon makers in the Makasar sub-district also need counseling regarding the importance of cleanliness in the manufacturing area and supporting equipment for sterilizing the tampons’duk bolong’, and medical head caps so that the products have higher value and ready to use for both public and private use. Besides, the training provided counseling and demonstration on how to create interesting promotion through online media. The results of the counseling are very good and there is an increase in the skills and knowledge of the women in the Makassar sub-district in product manufacture and product marketing.
The effect of trigona spp. Propolis extract to saliva substitute ph as xerostomia therapy Ingrid Aurelia Genacia Cokro; Dewi Priandini; Deviyanti Pratiwi; Akhmad Endang Zainal Hasan
Odonto : Dental Journal Vol 10, No 1 (2023): July 2023
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/odj.10.1.117-124

Abstract

Background: Patients with xerostomia generally have an acidic salivary pH. Low oral pH increases the occurrence of tooth caries and development of oral lesions such as recurrent aphthous stomatitis (RAS) which are prone to occur in patients with xerostomia. Trigona spp. propolis extract with antimicrobial compounds was used as an additional natural ingredient in saliva substitute to inhibit the growth of Streptococcus mutans and prevent the decrease of salivary pH in patients with xerostomia. This study aimed to determine the effect of Trigona spp. propolis extract to saliva substitute pH as therapy for xerostomia with antimicrobial activity. Method: This study was experimental laboratory, namely Post-test only Control Group Design. The propolis Trigona spp. extract used in this study was extracted using maceration method with 70% ethanol as solvent which was then diluted into 5 concentrations 1,25%, 2,5%, 5%, 10%, 20%. This study used Streptococcus mutans (ATCC 25175) and saliva substitute with pH of 6.8. The research includes phytochemical test, absorbance measurement and pH test. Result: There is a significant difference in the pH value between saliva substitute induced with Streptococcus mutans with Trigona spp. propolis extract and the control group. Data analysis using One-way ANOVA test showed a significant value of
Pengaruh suhu air terhadap setting time dari bahan cetak alginat Tansza S. Putri; Deviyanti Pratiwi; Eddy; Rosalina Tjandrawinata; Dewi L. Margaretta; Florencia L. Kurniawan; Octarina
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.47105

Abstract

Abstract: Irreversible hydrocolloid impression materials or alginate is commonly used in dental practice. Its setting time range is 1–4.5 minutes. The setting time is affected by several factors such as water temperature mixed with the alginate powder. There are previous studies evaluated the effect of water temperature on the alginate’s setting time, however, the collected data is still minimal. Therefore, this study aimed to evaluate the effect of water temperature on alginate’s setting time on larger scale. There were total of 423 samples divided into three groups: cold, moderate, and warm temperature of water mixed with alginate; each group consisted of 141 samples. Differences in setting times of the qroups were analyzed with the Kruskal-Wallis test and the Tukey’s HSD. Alginate powder used in this study was the normal-set type. Mixing the alginate powder with water was performed as the factory instruction, and then the mixture was poured into molds and the setting times were measured. The results showed that the setting times of the three groups were significantly different. Group I (cold) had the highest setting time (211 seconds), followed by Group II (room temperature) which was 147 seconds, and Group III (warm) had a setting time of 106 seconds.  In conclusion, water temperature has an effect on setting time, that is, the higher the temperature, the faster the setting time, and vice versa. Keywords: alginate; irreversible hydrocolloid; setting time; water temperature   Abstrak: Bahan cetak hidrokoloid ireversibel atau alginat merupakan bahan umum yang digunakan di praktek kedokteran gigi, dan memiliki setting time antara 1–4,5 menit. Setting time ditentukan oleh beberapa faktor di antaranya suhu air yang digunakan dalam mencampur bahan cetak tersebut. Terdapat penelitian-penelitian terdahulu yang mengevaluasi efek suhu terhadap setting time, namun data yang dikumpulkan masih minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek suhu terhadap setting time bahan cetak alginat dalam skala besar. Terdapat tiga kelompok penelitian yaitu menggunakan suhu air yang dicampurkan dengan alginat dingin, sedang (suhu ruang), dan hangat. Besar sampel penelitian ini ialah 141 sampel per kelompok, sehingga total sampel ialah 423 sampel. Perbandingan setting time dari tiga kelompok kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Tukey’s HSD untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan bermakna dari kelompok-kelompok tersebut. Bubuk alginat yang digunakan merupakan alginat tipe normal. Pencampuran bubuk alginat dengan air dilakukan sesuai dengan instruksi pabrik. Adonan yang telah diaduk dituang ke dalam cetakan dan dilakukan pengukuran setting time. Hasil penelitian mendapatkan setting time dari ketiga kelompok berbeda secara bermakna. Kelompok I (dingin) memiliki setting time tertinggi yaitu selama 211 detik, diikuti kelompok II (sedang) selama 147 detik, dan kelompok III (hangat) selama 106 detik. Simpulan penelitian ini ialah suhu air memiliki efek terhadap setting time, yaitu semakin tinggi suhu air maka semakin singkat setting time, demikian pula sebaliknya. Kata kunci: alginat; hidrokoloid ireversibel; setting time; suhu air
Co-Authors Abdul Gani Soulisa Abdul Gani Soulisa Abdul Gani Soulissa Achmad E. Z. Hasan Ade Prijanti Dwisaptarini Advita Azalia Akhmad Endang Zainal Hasan Andrian Nova Fitri Andy Wirahadikusumah Anisa, Syafira Annisa Kesumaningrum Annisa Putri Ariyani Arianne Dwimega Ariesanti, Yessy Ariyani, Annisa Putri Armelia Sari Bernard Ongki Iskandar Binartha, Cipthadi Tri Oka Carolina Marpaung, Carolina Caroline Caroline Citra Puspandari Handayaningrum Cokro, Ingrid Aurelia Genacia Dewi Liliany Margaretta, Dewi Liliany Dewi Priandini Dewi Priandini, Dewi Dhyani Widhianingsih Dody Prayitno Eddy Eddy Eddy Eddy, Eddy Elline Elline, Elline Elsa Prahasti, Anastasia Erawati, Jeti Esa Bella Ferry Sandra Fibryanto, Eko Florencia Livia Kurniawan Gabriel Rainheart Genesis Genesis, Gabriel Rainheart Harryanto Wijaya Harryanto Wijaya Helen Cyntya Andany Ingrid Aurelia Genacia Cokro Intan Farizka Iskandar, Mochammad Marshalldanard A. Izah, Nurul Janti Sudiono Jeddy Jeddy Kesumaningrum, Annisa Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Liliany Margaretta, Dewi Meidianti, Dwi Harini Endah Melaniwati Mikha Sundjojo Najla Nadiah Natanael, Christian Niko Falatehan Nuroh Arifah Octarina Octarina Octarina Prawira, William Putri Rejeki Ratnasari, Dina Ria Puspitawati Richentya Feiby Salim Richentya Feiby Salim Riko Nofrizal Rosalina Tjandrawinata Rosita Stefani Salim, Richentya Feiby Santosa, Didi Nugroho Sari, Armelia Saristi, Salsabila Shafa Sastra Kusuma Widjaya Shafira Prana, Indira Shariff, Khairul Anuar Soulisa, Abdul Gani Sri Ratna Laksmiastuti Sutrisno, Juanita Andriani Syifa Annisa Tanaya, Namyera Tansza Setiana Putri Taufiq Ariwibowo Teguh, Sharren Thomas Aurelius Dharma Tiffany Hartono Tri Erri Astoeti Trijani Suwandi Trisfilha, Pretty Wijaya, Livia Wita Anggraini Yenny Pragustine Yoana Winardi