p-Index From 2021 - 2026
4.566
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Jurnal Studi Pemerintahan Jurna lAntropologi Indonesia Jurnal Sosiologi Reflektif Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Al-Ulum Farabi Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ketahanan Nasional Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik Jurnal Populasi Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan) Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Al-Albab Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Jurnal Pemikiran Sosiologi community: Pengawas Dinamika Sosial EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Jurnal Masyarakat dan Budaya Politicon : Jurnal Ilmu Politik Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Jurnal Baabu Al-ilmi : Ekonomi dan Perbankan Syariah Jurnal Ilmu Manajemen Profitability BJRM (Bongaya Journal of Research in Management) Jurnal Sosiologi Andalas Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Studi Gender dan Anak Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan Deskripsi Bahasa Economos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan International Journal of Economic Research and Financial Accounting JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Liquidity : Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Shahih : journal of islamicate multidisciplinary Jurnal Studi Pemerintahan Jurnal Kawistara Income Journal of Economics Development Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan pembangunan Ekonomi Dan Transformasi Sosial: Suatu Pendekatan Budaya Irwan Abdullah
Humaniora Vol 14, No 3 (2002)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2221.651 KB) | DOI: 10.22146/jh.762

Abstract

Empat puluh delapan tahun yang lalu, jauh sebelum Orde Baru dimulai, Soedjatmoko menerbitkan sebuah tulisan tentang “pembangunan sebagai masalah kebudayaan”2. Bagi Soedjatmoko, “pembangunan ekonomi itu bukan suatu proses ekonomi semata-mata, melainkan suatu penjelmaan dari perubahan sosial dan kebudayaan yang meliputi bangsa kita di dalam kebulatannya” (1983:21). Pembangunan itu selalu menyangkut perubahan persepsi dan sikap terhadap kehidupan secara menyeluruh, tidak di dalam bagian-bagian yang terpisah. Oleh karena itu, setiap proses pembangunan ekonomi selalu menyangkut faktor nonekonomi di dalamnya Ada tiga proses di mana kebudayaan mengambil tempat yang sangat penting di dalamnya. Pertama, kebudayaan merupakan faktor penting di dalam mendorong proses transformasi. Kedua, kebudayaan sekaligus dinilai sebagai penghambat proses transformasi karena nilai-nilai yang dimilikinya tidak sesuai dan bertentangan dengan nilai dan praktik kehidupan baru. Ketiga, kebudayaan harus pula dilihat sebagai produk dari suatu proses transformasi di mana ia diproduksi dan direproduksi di dalam kehidupan sehari-hari. Tulisan ini berusaha membahas ketiga posisi kebudayaan tersebut dan ingin menunjukkan skenario yang perlu dilakukan di dalam proses transformasi masyarakat ke fase berikutnya.
Penelitian Berwawasan Gender dalam Ilmu Sosial Irwan Abdullah
Humaniora Vol 15, No 3 (2003)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.832 KB) | DOI: 10.22146/jh.794

Abstract

Sebagai sebuah proses sosial, konstruksi realitas itu bertumpu pada istilah dan nilai yang dibawa oleh sebuah bahasa yang digunakan untuk menjadi kekuatan dalam pencitraan. Proses itu juga menunjuk kepada faktor sejarah yang di dalamnya terkandung pengertian bahwa konstruksi realitas perempuan memiliki akar dan tahapan-tahapan yang kompleks. Kompleksitas realitas kehidupan kaum perempuan dapat ditinjau dari dua sudut. Pertama, realitas itu tersusun dari unsurunsur yang begitu luas yang menyebabkan pemahaman dan penelitian terhadap realitas itu harus mengindentifikasikan unsur-unsur tersebut dan melihat kaitan antarunsur yang terdapat dalam susunan itu. Tanpa usaha yang sistematis untuk memilah-milah dan menghubung-hubungkan unsur-unsur yang menyusun realitas, tidak akan diperoleh suatu pemahaman yang dalam tentang apa, siapa, dan bagaimana kaum perempuan itu. Dalam hal ini, dapat dilihat bahwa unsurunsur penyusun realitas itu berupa agama, budaya, ekonomi, politik, atau lingkungan fisik suatu tempat. Dalam kenyataannya, unsur-unsur tersebut tidak dapat diabaikan. Ketimpangan gender, misalnya, dapat berkaitan dengan "budaya" dan "ekonomi". Keluarga dari kebudayaan yang sama di desa yang sama memperlihatkan pola hubungan laki-laki dan perempuan yang berbeda karena kemampuan ekonomi keluarga itu berbeda. Lebih khusus lagi unsur-unsur tersebut dapat dirinci menjadi, misalnya, pendidikan, pekerjaan, keanggotaan partai, dan lingkungan tempat tinggal. Kedua, realitas hidup kaum perempuan tersusun dari unsur yang berlapis-lapis yang menyebabkan usaha penelitian menjadi usaha mengupas lapis demi lapis unsur untuk menemukan realitas tersebut. Lapislapis ini telah menyebabkan realitas hidup kaum perempuan tidak ubahnya suatu misteri yang perlu diungkapkan dengan membuka lapis demi lapis sebelum ditemukan apa, siapa, dan bagaimana sesungguhnya kaum perempuan itu. Susunan yang berlapis-lapis ini terutama disebabkan oleh proses sejarah. Misalnya, pada lapis ekonomi, harus dilihat apakah ketimpangan gender tersusun atas dasar pembagian kerja pertanian yang berkaitan dengan sumber daya ekonomi yang dimiliki masyarakat dan dipengaruhi oleh kesempatan kerja yang dimiliki suatu rumah tangga. Lapis-lapis ini dibuka satu per satu untuk mengetahui hakikat realitas dan hubungan gender.
KEKERASAN VIGILANTISM DALAM TATANAN SOSIAL: SEBUAH USULAN KERANGKA ANALISIS KEKERASAN DARI KASUS AMERIKA, AFRIKA, DAN INDONESIA Cho Youn Mee; Sjafri Sairin; Irwan Abdullah
Humaniora Vol 17, No 1 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.578 KB) | DOI: 10.22146/jh.824

Abstract

This article examines vigilantism as a framework to see various violence cases in Indonesia, and through which tries to open a scope for further discussion about building a scheme of violence study in general . Vigilantism is analyzed on its stance in the established socio-political order and defined as establishment violence . Various case materials from America, Africa and Indonesia are offered in this analytical framework .
THE CONSTRUCTION AND CONTESTATION OF ISLAMIC IDENTITY OF THE BAJO PEOPLE IN WAKATOBI ISLANDS, SOUTH EAST SULAWESI, INDONESIA Benny Baskara; Irwan Abdullah; Djoko Suryo
Humaniora Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.883 KB) | DOI: 10.22146/jh.4698

Abstract

On the one one hand, the Bajo people are well-known as ‘the sea people’ who have their own indigenous belief system – belief in the Lord of the Sea. On the other hand, they also acknowledge themselves as Muslims. Thus, the religious identity of the Bajo people reflects a unique combination of Islamic teachings and their indigenous beliefs. This unique combination is not only expressed in their religious life, in their rituals and worship practices, but also in the values found in their customary practices (adat) as a guiding system for their life. This paper examines the construction and contestation of the religious identity of the Bajo people, especially how they construct their identities in relation to their natural, social, and religious environments. The contestation of the Bajo religious identity covers three aspects: the contestation of the Islam of ‘the sea people’ against the Islam of ‘the land people’, the contenstation of the ‘official’ Islam against the ‘traditional’ Islam, and the challenges of modernity, especially the commodification of the Bajo religious expressions. This contestation, in turn, reconstructs their religious identity into a more adaptive one.
Misrepresentation of Science and Expertise: Reflecting on Half a Century of Indonesian Anthropology Irwan Abdullah
Humaniora Vol 30, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.854 KB) | DOI: 10.22146/jh.33429

Abstract

Indonesian anthropology was founded in 1957 and developed since then in various universities. After more than fifty years of inhabiting these lecture halls, anthropology’s orientation as a science has transformed from a discipline that bestows on graduates the ability to think into one in which graduates are prepared for a career of conductingfield research ordered by others. This article reflects on the shifts that have occurred in anthropology, focusing on three of the field’s central figures in Indonesia: Koentjaraningrat, Masri Singarimbun, and Parsudi Suparlan. During the lives of these three pioneers, anthropology playeda central role in critically evaluating humanitarian projects, and as such anthropologists frequently served to protect the weak and marginal. Anthropologists were on the frontlines of every discussion regarding the future of the nation, enabling anthropological perspectives to be accommodated in policy. Today, anthropologists seem locked into their own academic spaces. The results of anthropological field research are often said to provide unique and interesting—but irrelevant—stories. This article recommends a fundamental transformation in the curriculum, allowing the politics of science to be reconsidered and reformulated to ensure anthropology maintains a central role in resolving future humanitarian problems.
Estetisasi Jilbab Syar’i Jama’ah Salafi: Studi Kasus di Pondok Pesantren Imam Muslim Kota Kediri Prima Ayu Rizqi Mahanani; Irwan Abdullah; Ratna Noviani
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2019.3.1.3415

Abstract

Industry of fashion that get into the life of Salafi members makes shar'i hijab become aesthetics. Approximately 30% of Salafi women in Imam Muslim Islamic Boarding School Kediri have worn hijab shar’i as their preference. This article describes the aesthetic practices of shar’i hijab and the factors behind it. This study applies a qualitative approach using a case study as a research method in which it observes the social reality of shar’i hijab aesthetic practices among Salafi women at Imam Muslim Islamic Boarding School. The research analyzes the case and situation that occurred and also attempts to understand the informants’ point of view. Through literature studies, participatory observation, and in-depth interviews, the study found that the informants have been wearing two different shar’i hijab; dark colors and bright colors. The informants also combine their "gamis" in terms of its pattern consisting of ornaments and accents in different colors. The informants also prefer to wear a unique and funny, in order to make them look flexible, younger and up to date.
Dislokasi Identitas Agama dan Budaya Perkotaan: Perkembangan Kampung Wisata di Kota Yogyakarta Zaenuddin Hudi Prasojo; Muhammad Arifin; Irwan Abdullah
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2020.4.1.5545

Abstract

Since the early 20th century, villages in the city of Yogyakarta has started to become villages of tourism following the government promoting tourism in the region. Originally carrying local and cultural identities, those villages appear to be touristic, accommodating the needs of the visitors. This work attempts to explore how this social phenomenon happening to two urban villages within the city namely Kampung Kauman and Kampung Prawirotaman. It focuses on explaining how the villagers actively play their roles in the neighborhood in social and cultural processes within the new environment and physical space.  The appropriate data found in the field is analyzed accordingly to the research questions by employing a qualitative approach.  The work suggests that cultural identity has changed in these two urban villages as a result of the influence of external values promoting the redefinition and redesign of public and social space. Besides, it also finds that delegitimization of the identity of Kampung and communality dislocation has occurred due to tourism purposes. The new formulation of the Kampung does not only reflect the emergence of new ideology and tradition but also stimulate resistance, conflict, and negotiation. This study recommends the importance of mentoring programs from the strategic stakeholders for better space and cultural transformation leading to the prevention of the damage of local wisdom basis within urban communities.
PARTISIPASI MASYARAKAT PESISIR DALAM KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DI PERBATASAN ANTAR NEGARA syf aminah; nfn Sumardjo; Irwan Abdullah
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 20, No 1 (2019): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.518 KB) | DOI: 10.31346/jpikom.v20i1.1779

Abstract

Masyarakat perbatasan antarnegara sering ditemukan berada pada kategori daerah tertinggal yang rawan kemiskinan. Komunikasi pembangunan berpotensi menjadi sarana membangun komitmen atas dasar kepentingan bersama, sehingga dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dan sekaligus merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan di desa Temajuk, perbatasan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dengan Malaysia. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan klaster dusun. Sampel penelitian berjumlah dua ratus tiga puluh enam  orang sesuai ketentuan uji statistik. Tujuannya adalah untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat pesisir terhadap komunikasi pembangunan dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam komunikasi pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat partisipasi masyarakat dalam komunikasi pembangunan ternyata rendah, (2) faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam komunikasi pembangunan antara lain: karakteristik individu, lingkungan sosial, intervensi pemerintah dan dukungan infrastruktur.
Pengaruh Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar Dian Asriani; Muchran BL BL; Irwan Abdullah
Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Vol 2, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.238 KB) | DOI: 10.26618/profitability.v2i2.1948

Abstract

DIAN ASRIANI, Tahun 2018 Pengaruh Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Skripsi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Pembimbing I Dr. H. Muchran BL dan Pembimbing II Irwan Abdullah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar dan pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Kuantitatif. Fokus penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana beban kerja dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam bekerja sehingga dapat menjalankan pekerjaan dan kegitannya dengan baik. Dengan adanya peningkatan kinerja pegawai, pengontrolan beban kerja yang sesuai dengan kemampuan pegawai dan lingkungan kerja yang yang mendukung akan membuat pegawai merasa lebih nyaman dalam bekerja.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk. Samsul Rizal; Vivid Violin; Eka Wardiana; Irwan Abdullah
Eqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 8 No 2 (2021): EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dr Kh Ez Mutaqien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.614 KB) | DOI: 10.34308/eqien.v8i2.232

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of service quality on customer satisfaction at PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Bengo Branch Watampone. This research was conducted at PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Bengo Branch Watampone, the research population is all customers of PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Bengo Branch Watampone Unit, which was met at the time of the research, where the population was 500 customers while the sample size was determined using incidental sampling technique, which was 84 respondents. Data collection uses descriptive statistical techniques, simple linear regression analysis, and hypothesis testing. The results of data analysis obtained t count of 7.669 while t table amounted to 1.98932, so the t test hypothesis variable service quality has a positive effect on customer satisfaction. From the calculation of SPSS obtained R = 0.646, with R2 = 0.418 or 41.8%, the amount of customer satisfaction has been explained in the service quality data. While the rest, which is 0.582 or 58.2%, information about the amount of customer satisfaction cannot be explained by these independent variables.
Co-Authors Achmad Nurmandi Ade Yamin Ahmad Firdaus, Ahmad Ahmad Muzakky Ahmad Sunawari Long Ahmad Zubaidi Andi Jam’an Andri Arief Rachman Asdi Asdi Asnaini Asnaini Asnaini Asnaini, Asnaini Asyifa Nadia Jasmine Atho'ilah Aly Najamudin Atik Tri Ratnawati Ayu Yuningsih Benny Baskara Cho Youn Mee Cut Irna Liyana Dian Asriani Djoko Surjo Djoko Suryo Djoko Suryo Efendi, Zakaria Eka Wardiana Ekawati Sri Wahyuni Emilia Bassar Erdi Wikan Febrihananto Fatimah Fatimah Fernando, Henky Franceline Anggia Galuh Nur Rohmah Hadiati E Hadiati Erry Hasse Jubba Hermin I. Wahyuni Hermin Indah Wahyuni Heru Nugroho Heru Nugroho Heru Nugroho Hidayati, Mega I Putu Sastra Wingarta Ibnu Mujib Idrus Al-Hamid Iribaram, Suparto Istiadah Istiadah Iswandi Syahputra Jubba, Hasse Kahar Laila Nur Atika Lala M Kolopaking Lasiyo Lasiyo Leanne Morin Liliek Budiastuti Wiratmo M A Chozin M. Alkaf M. Hidayat Magfirahtun Tristiawati Rusli Maghfira Nur Aziza Mahesa Mandiraatmadja Meysella Al Firdha Hanim Miko Polindi Mohamad Yusuf Muassomah Muassomah Muchran BL BL Muhammad Arifin Muhammad Arifin Muhammad Hendri Muhammad Rifai Darus Mutmainna Rachman nfn Sumardjo Nur Intan Vadila Nur Quma Laila Nur Sandi Marsuni Nurhadi Yuwana Nurul Ainul Mukrima Nurul Khusna Pahira Pahira Prima Ayu Rizqi Mahanani Putri Ananda Saka Rahman, Farida Ratna Noviani Riri Novitasari Rohmani Nur Indah Sahrullah Sahrullah Saifuddin Zuhri Qudsy Samsul Rizal Siti Masitoh Sjafri Sairin Sulaiman, Syarifuddin Sunandar Macpal syf aminah Tyas Retno Wulan Ulung Pribadi, Ulung Vivid Violin Wening Udasmoro Wildana Wargadinata Yuniar Galuh Larasati Zaenuddin Hudi Prasojo Zaenuddin Hudi Prasojo ZAINAL ABIDIN BAGIR Zainal Said Zakaria Efendi Zalkha Soraya Zuli Qodir Zuly Qodir Zuly Qodir Zuly Qodir Zuly Qodir