p-Index From 2021 - 2026
4.782
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Training on the utilization of artificial intelligence (AI) in project-based learning to support the implementation of deep learning for Indonesian language teachers Ari Kusmiatun; Kastam Syamsi; Fitria Wiyarti Nindyaningrum; Mia Awaliyah; Fathul Hidayati; Denny Indria Ferawati
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v29i1.88655

Abstract

This training aims to train Indonesian language teachers in using AI actively, creatively, and innovatively as artificial intelligence-based learning media in the era of learning with a deep learning approach. The activity was attended by 40 Indonesian language teachers from MTs and MA in Bantul Regency. This program is in collaboration with the MGMP Bahasa Indonesia MTs, Bantul Regency and supported by the Department of Education, Department of Religious Affairs, Bantul Regency. The training activity was held on Tuesday, May 27, 2025, offline at MAN 3 Bantul, followed by assignments and mentoring, then met again online on June 16, 2025. . The output of this activity is a learning design created by participants by incorporating AI elements integrated into project-based learning. In addition, the results of the satisfaction evaluation showed that participants considered this activity very beneficial for them, especially increasing insight and making language learning more interesting and enjoyable.
Eksplorasi Model Pembelajaran Bahasa di Sekolah Unggul Setyawan Pujiono; Sulis Triyono; Kastam Syamsi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.9778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia oleh guru. Subjek penelitian ini adalah guru Sekolah Menengah Pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia sekolah unggul di Yogyakarta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu identifikasi, klasifikasi, reduksi, serta simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menyusun perencanaan model pembelajaran dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada materi teks surat dinas dan teks nonfiksi. Komponen model sudah dilengkapi dengan sintak, sistem pendukung (media), dan dampak instruksional (kompetensi dasar dan tujuan). Model pembelajaran yang ditemukan meliputi lima jenis, yakni tiga model sesuai Kurikulum 2013, yang berisi Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL) dan Cooperative Learning, serta dua model dari teori Joyce, Weil & Calhoun (2016), yaitu sistem konseptual, dan instruksi langsung. Implementasi model pembelajaran bahasa sekolah unggul di Yogyakarta sudah variatif dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa menjadi aktif, kritis, dan kreatif.Language Learning Model Exploration for Excellent SchoolThis study aims to describe the implementation of learning models in the planning and implementation of Indonesian language learning by teachers. The subjects of this study were Junior High School teachers of Indonesian language subjects at superior schools in Yogyakarta. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used were identification, classification, reduction, and conclusions. The results of the study showed that teachers had prepared learning model plans in the form of Learning Implementation Plans (RPP) on official letter texts and non-fiction texts. The model components were equipped with syntax, support systems (media), and instructional impacts (basic competencies and objectives). The learning models found included five types, namely three models according to the 2013 Curriculum, which contained Project Based Learning (PjBL), Problem-Based Learning (PBL), and Cooperative Learning, and two models from the theory of Joyce, Weil & Calhoun (2016), namely conceptual systems, and direct instruction. The implementation of the language learning model at superior schools in Yogyakarta was varied and was able to increase students' learning motivation to be active, critical, and creative.
Profil Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi Berbasis PJBL Berdiferensiasi untuk Siswa Kelas VII SMP Fajar Irawati; Setyawan Pujiono; Kastam Syamsi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/3wx6ke86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran menulis cerita fantasi melalui metode Project Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan pembelajaran berdiferensiasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Nanggulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri dari guru Bahasa Indonesia dan  siswa kelas VII, dengan wawancara siswa dilakukan melalui purposive sampling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merancang pembelajaran dengan menyesuaikan konten, proses, dan produk sesuai profil belajar siswa, serta memanfaatkan media digital untuk mendukung kolaborasi. Pelaksanaan pembelajaran mengikuti tahapan PjBL, dengan diferensiasi yang memberi kebebasan siswa menulis cerita fantasi dalam bentuk teks narasi, komik digital, atau narasi bergambar. Evaluasi dilakukan secara autentik melalui penilaian proses dan produk menggunakan rubrik yang disampaikan sejak awal. Tantangan yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, kompleksitas manajemen kelas, dan keterbatasan akses perangkat digital, sedangkan siswa menghadapi kesulitan dalam menemukan ide, mengembangkan cerita, serta keterbatasan sumber belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa integrasi PjBL dengan pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan keterlibatan dan kreativitas siswa dalam menulis cerita fantasi, meskipun masih memerlukan dukungan berupa sumber belajar variatif, pelatihan guru, dan kebijakan sekolah yang mendukung fleksibilitas pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan Kurikulum Merdeka.
Potret Pembelajaran Membaca Pemahaman di SMK sebagai Dasar Pengembangan Model Problem-Based Learning Suleha Ecca; Kastam Syamsi; Hartono Hartono
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.8548

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan kondisi pembelajaran membaca pemahaman di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai dasar pengembangan model Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 120 siswa kelas X dari SMK di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Data dikumpulkan melalui angket yang mencakup lima aspek utama, yaitu tingkat kesenangan membaca, pemahaman terhadap tujuan pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan guru, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki sikap positif terhadap pembelajaran membaca pemahaman. Meskipun model pembelajaran langsung masih menjadi pilihan yang dominan, siswa juga menunjukkan ketertarikan yang cukup tinggi terhadap model Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL) yang lebih interaktif dan kolaboratif. Selain itu, metode diskusi kelompok dan teknik pembelajaran kolaboratif menjadi strategi yang paling disukai karena mampu mendorong keterlibatan aktif dan konstruksi makna secara sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran membaca pemahaman di SMK perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih partisipatif, kontekstual, dan berbasis masalah. Penelitian ini memberikan fondasi empiris dan konseptual sebagai dasar pengembangan model Problem-Based Learning (PBL).
Inclusive Education and Papuan Literature for Diversity and Equality Adi Iwan Hermawan; Maman Suryaman; Kastam Syamsi; Ismail Marzuki; Ho Ngoc Hieu
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i2.1527

Abstract

This study, titled Inclusive Education and Papuan Literature for Diversity and Equality, aims to develop inclusive education teaching materials grounded in Papuan literary culture to foster values of equality and diversity in the educational context of Eastern Indonesia. Using a research and development (R&D) approach, the study adopts Plomp’s model, consisting of five systematic phases: initial investigation, design, realization, test-evaluation-revision, and implementation. The research was conducted at SMP Negeri 1 Sorong Regency, involving 21 Grade VII students. Data were gathered through expert validation—covering content, media, and language aspects—and teacher feedback on the practicality of the materials. The effectiveness test revealed an improvement in student learning outcomes, with a gain score of 0.46, categorized as moderate (0.3–0.7 range). Theoretically, this study contributes to the integration of local cultural narratives into inclusive literacy instruction, strengthening frameworks of multicultural and place-based learning. Its novelty lies in leveraging the literary richness of Papua to develop adaptive, inclusive literacy materials. Practically, the resulting product serves as a validated, practical, and effective model applicable in 3T (frontier, outermost, and disadvantaged) regions, promoting students' cultural identity, tolerance, and active engagement in learning.
A Synectic Approach to Listening Learning: Integrating Local Culture and Audiovisual Technology in Indonesian Language Education Yuni Ertinawati; Maman Suryaman; Kastam Syamsi
ASEAN Journal of Educational Research and Technology Vol 4, No 3 (2025): AJERT: VOLUME 4, ISSUE 3, December 2025
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop a learning model for listening skills that integrates a synthetic approach, local cultural content, and audiovisual technology in Indonesian language education. Employing a Research and Development (R&D) design with the ADDIE framework (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), data were collected through surveys, interviews, observations, and expert evaluations, and analyzed using both qualitative and quantitative methods. The findings indicate that integrating local cultural content with audiovisual technology not only enhances students’ listening skills but also increases their motivation and active participation. By presenting learning material that is culturally relevant, engaging, and interactive, students become more interested, involved, and motivated throughout the learning process. Further research is recommended to examine the feasibility of this model across diverse educational contexts and to develop more comprehensive assessment tools that can better capture improvements in listening skills and student engagement.
Pengembangan Progenus: Media Berbasis SAC untuk Pembelajaran Menulis Teks Nonsastra Berdasarkan Pendekatan Proses Genre Erva Agus Rohmawati; Kastam Syamsi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.115892

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini bermula dari belum diterapkannya pendekatan menulis dan media pembelajaran interaktif di dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan kondisi awal pembelajaran menulis teks nonsastra di SMA/MA, (2) mengembangkan aplikasi Progenus berbasis Smart Apps Creator terintegrasi Google Docs dengan pendekatan proses genre, (3) menilai kelayakan, serta (4) menguji keefektifan aplikasi untuk pembelajaran menulis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Data dikumpulkan melalui angket dan tes. Uji kelayakan melibatkan ahli materi, ahli media, praktisi, dan siswa, sedangkan uji keefektifan menggunakan desain quasi experiment dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis di SMA/MA belum didukung bahan ajar berbasis pendekatan tertentu dan media mobile learning. Produk yang dikembangkan berupa aplikasi Progenus yang menerapkan sintaks pendekatan proses genre. Uji kelayakan memperoleh kategori baik dan sangat baik dari ahli materi (92%), ahli media (75%), guru (92%), dan siswa (93%). Keefektifan ditunjukkan oleh selisih postes–pretes kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 10,23, sehingga produk dinyatakan layak dan efektif digunakan.
Efektivitas Strategi Raft (Role, Audience, Format, Topic) dalam Menulis Teks Berita XI SMK Era Fadzira; Kastam Syamsi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5942

Abstract

Keterampilan menulis merupakan kemampuan penting dalam pendidikan vokasi karena siswa dituntut mampu menyampaikan gagasan secara jelas, sistematis, dan faktual melalui tulisan. Namun, menulis teks berita masih menjadi kesulitan bagi banyak siswa karena membutuhkan pengembangan ide, pemahaman struktur teks, penggunaan bahasa yang tepat, serta kesadaran terhadap pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas strategi RAFT (Role, Audience, Format, Topic) dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan kelas eksperimen dengan perlakuan strategi RAFT dan kelas kontrol dengan metode ceramah konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kinerja menulis berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji ANAVA dan uji Scheffe dengan bantuan IBM SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 62,76 menjadi 82,86, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 56,93 menjadi 72,23. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok pada p < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa RAFT efektif membantu siswa mengembangkan ide, menyusun isi, dan menulis teks berita secara kreatif serta sistematis. Dengan demikian, strategi RAFT direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif dalam menulis teks berita.
Student Perceptions, English Reading Needs, and Learning Experiences in Inquiry-Based Blended ESP among Sharia Students Yunika Triana; Pratomo Widodo; Kastam Syamsi
Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture, and Social Studies Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Alumni dan Santri Mahyajatul Qurro'

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53754/bsscwx31

Abstract

English reading is an important component of Islamic law education because it gives students access to international scholarship, legal terminology, and current debates on the subject. This study conducted a cross-sectional needs analysis of 271 students at the Faculty of Sharia of an Indonesian Islamic university. The dataset contained 43 complete four-point Likert items measuring the perceived value of English reading, self-assessed reading ability, career aspirations, preferences for inquiry-based methods, and preferences for online journal-based materials. The five dimensions showed high internal consistency, with Cronbach's alpha values ranging from .908 to .968. Career aspirations received the highest mean score (M = 3.30), whereas self-assessed reading ability received the lowest (M = 2.81), producing a .49-point gap on a four-point scale. Perceived value and journal-based material preferences were positively associated with self-assessed ability, whereas career aspirations showed a small negative association in the multivariable model. Welch’s tests found no significant differences between the English for Islamic Business Law and Literasi Digital classes. Interviews with four purposively selected students provided contextual accounts of journal reading, inquiries, and feedback. The results support an ESP curriculum that treats English reading as a faculty-wide need and uses inquiry, current journal articles, and staged reading support as design responses to that need.