Articles
Usaha Mainan Anak Tradisional Desa Karanganyar, Kabupaten Jepara
Jayanti Putri Purwaningrum;
Imaniar Purbasari;
Hutomo Rusdianto
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2020): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pengabdianmu.v6i1.1363
Karanganyar Village is a village that produces traditional children's toys with toys based on coastal environmental structures. This traditional children's toy is one of Jepara's superior products that has not been developed by the Department of Industry and Trade and MSMEs in Jepara. This results in the underdevelopment of superior local products and local cultural wisdom compared to children's toy developers in other areas such as Purwakarta and Yogyakarta. The service program is a regional superior product development program in traditional children's toy producing centers, especially at Mekar Maju MSMEs. The specific objective of this program is to assist partners in developing superior local products in Karanganyar Village in the form of traditional children's toys so that they have a variety of toys with educational value and child-friendly and helping partners develop technology-based business management patterns. The main priority in this program is solutions to problems in the production process, product design, and marketing management. The results of this service activity can help MSMEs in (1) improving the business climate, (2) increasing access to productive resources, (3) developing products and marketing for MSMEs, (4) increasing the competitiveness of HR and MSMEs
Penggunaan Gawai pada Pembelajaran Daring terhadap Motivasi Belajar Anak di Sekolah Dasar
Lia Lutviana;
Ika Ari Pratiwi;
Imaniar Purbasari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 5 (2021): October Pages 1880-3500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.991 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i5.1236
Pembelajaran daring menggunakan gawai membuat keadaan motivasi belajar anak harus diperhatikan, karena kurangnya inspirasi belajar menjadi penghalang untuk mencapai tujuan pembelajaran berbasis web. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pemanfaatan aplikasi gawai pada anak-anak di Desa Talun dalam pembelajaran berbasis web, dan untuk menggambarkan motivasi belajar anak di Desa Talun dalam pembelajaran berbasis web menggunakan gawai. Penelitian ini ditujukan di Desa Talun, Kayen, Kabupaten Pati dengan subjek penelitian 9 anak SD, 9 wali kelas dan 3 pengajar kelas di SDN Talun 01. Metode pengumpulan informasi yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar anak dalam pembelajaran online dipengaruhi oleh beberapa elemen, yaitu: (1) arahan orang tua dan pengajar, (2) dorongan dalam belajar, (3) latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berbeda. Dalam penelitian ini, orang tua dan pengajar harus memberikan bantuan dan manajemen kepada anak-anak ketika belajar daring menggunakan gawai sehingga mereka dapat memperluas motivasi belajar anak yang menjadi kecenderungan dan membentuk pribadi anak
KARAKTER KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS V SDIT HIDAYATULLAH DI DESA DAREN SELAMA DI RUMAH
Nur Eka Intan Lestari;
Murtono Murtono;
Imaniar Purbasari
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 4: September 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/jip.v1i4.798
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kedisiplinan belajar siswa kelas V SDIT Hidayatullah Daren. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus sebagai tahapan penelitian. Subyek penelitian adalah orang tua yang dikategorikan berdasarkan latar belakang pendidikan dan pekerjaan serta siswa yang memiliki karakter kedisiplinan belajar dan siswa yang tidak disiplin belajar. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini keabsahan data menggunakan cara triangulasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa siswa yang memiliki karakter disiplin dalam belajar dan yang tidak disiplin dalam belajar memiliki faktor internal dan eksternal yang sama-sama baik dalam meningkatkan kedisiplinan belajarnya. Minat untuk terus belajar dan patuh terhadap peraturan merupakan faktor internal yang harus dimiliki siswa. Orang tua siswaa sebagai faktor eksternal. Latar belakang pendidikan orang tua juga berpengaruh bagi kemampuan yang dimiliki siswa, sedangkan pekerjaan orang tua baik pekerja PNS atau buruh sama sama memiliki andil dalam memberikan dukungan dan dorongan dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di masa pembelajaran daring. Orang tua yang memiliki latar belakang pendidikan S1 memiliki peran yang sangat baik untuk menanamkan karakter kedisiplinan belajar pada anak. Dari 6 siswa, 3 siswa yang memiliki karakter kedisiplinan belajar yang baik dengan orang tua yang memiliki latar pendidikan S1 dan bekerja sebagai guru dan perangkat desa sedangkan 3 siswa yang tidak disiplin belajar dengan orang tua yang memiliki latar belakang pendidikan SD sederajat dan bekerja sebagai buruh dan penjahit.
PEMBERDAYAAN PENGRAJIN MELALUI INOVASI PRODUK “REMITAN” RAMAH ANAK BERDAYA SAING GLOBAL DI KAMPOENG REMITAN DESA MAYONG LOR, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH
Jayanti Putri Purwaningrum;
Imaniar Purbasari Purbasari;
Gilang Puspita Rini
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.193 KB)
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i2.3889
Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara merupakan desa sentra kerajinan tanah liat “Remitan”. Remitan merupakan mainan anak tradisional dari tanah liat berupa miniatur alat dapur seperti wajan, cobek, muntu, tungku, gentong, piring, dan lain-lain. Saat ini, pengembangan remitan sebagai produk unggulan daerah belum berkembang secara optimal oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta UMKM di Jepara. Permasalahan yang dialami mitra saat ini adalah tidak adanya ragam produk“remitan” yang ramah anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat pada UKM Kampoeng Remitan yakni melalui sosialisasi, forum group discussion (FGD) dan workshop. Hasil dari kegiatan ini adalah adalah 1) pengetahuan pengrajin remitan tentang produk ramah anak meningkat dan 2) mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat inovasi produk “remitan” berbasis ramah anak.
PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN SOSIAL ANAK: STUDI KASUS DI DESA SITIREJO KECAMATAN TAMBAKROMO KABUPATEN PATI
Putri Mulyani;
Imaniar Purbasari;
Santoso santoso
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (712.4 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v11i3.8461
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam pembentukan kepribadian sosial anak, dengan rumusan masalah peran orang tua dapat berpengaruh terhadap pembentuan kepribadian sosial anak dan faktor – faktor pembentuk kepribadian sosial anak di Desa Sitirejo Kecamatan Tambakromo kabupaten Pati.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai tahapan dalam melakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi tahap observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan pencatatan. Analisis data yang digunakan merupakan analisis data kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua, memberikan pengaruh keberagaman kepribadian anak di Desa Sitirejo Kecamatan Tambakromo. Keberagaman kpribadaian yang dimiliki anak di pengaruhi oleh peran orang tua. Meskipun peran yang dilakukan orang tua sama, akan tetapi sikap dalam melakukan perannya tiap orang tua berbeda-beda. Hal tersebutlah yang memberikan pengaruh berbeda-beda dalam kepribadian anak. Faktor- faktor pembentuk kepribadian anak menunjukan bahwa kepribadian anak di pengaruhi dua faktor. faktor internal dan Faktor ekternal. Menurut analisis peneliti terdapat dua dari sepuluh anak yang kepribadiannya dipengaruhi oleh faktor internal dan delapan dari sepuluh anak kepribadiannya dipengaruhi oleh faktor eksternal.
DAMPAK BROKEN HOME TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK
Ferent Ahda Awalia;
imaniar Purbasari;
Ika Oktavianti
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (678.026 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v11i3.8485
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keluarga broken home terhadap peran orang tua dalam pendidikan, kebutuhan, sosial dan pembentukan karakter anak dan dampak broken home di Desa Terkesi Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan, dengan rumusan masalah kondisi keluarga broken home di Desa Terkesi Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan dan dampak broken home di Desa Terkesi Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk sebagai tahapan dalam melaksanakan penelitian. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Terkesi Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan, dengan mengambil subjek orang tua dan anak sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi tahap observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan pencatatan. Analisis data yang digunakan merupakan analisis data interaktif. Dari hasil analisis menunjukan bahwa kondisi keluarga broken home di Desa Terkesi Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan berbeda- beda, ada yang masih tetap baik dan ada yang tidak bergantung tingkat kesadaran orang tua yang berperan memenuhi kebutuhan anak. Kemudian pada keluarga broken home memberikan dampak pada perkembangan psikologi anak.
KARAKTER RASA HORMAT DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS III SD 7 HADIPOLO
Putri Sukrotin Ni'mah;
Imaniar Purbasari;
Deka Setiawan
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (706.807 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v11i3.8009
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk penanaman karakter rasa hormat dalam pembelajaran tematik siswa di kelas III SD 7 Hadipolo. Fokus utama dari penelitian ini yaitu upaya guru dalam penanaman karakter rasa hormat dalam pembelajaran tematik siswa di kelas III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian Siswa kelas III. Adapun objek penelitian ini adalah penanaman karakter rasa hormat siswa dan siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman karakter rasa hormat yang guru lakukan dalam pembelajaran tematik diantaranya dengan menciptakan suasana yang kondusif, pembiasaan, pengintegrasian dalam pembelajaran, keteladanan dan pemberian punishment. Nilai karakter rasa hormat yang dimiliki siswa tertanam dan diberlakukan dalam pembelajaran tematik dikelas. Bentuk perilaku rasa hormat yang dimiliki siswa diantaranya: siswa selalu memberikan salam ketika bertemu dengan guru, jujur dalam mengerjakan tugas, hormat dan sopan terhadap guru, bertoleransi, berteman dengan teman yang berbeda agama dan lainnya. Sedangkan faktor yang mempengaruhi guru dalam menanamkan karakter hormat siswa yakni dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Gangguan Belajar dan Cara Mengatasinya Dalam Film Taare Zameen Par
Ulya Aflahah;
Irfai Fathurohman;
Imaniar Purbasari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1356
Penelitian ini membahas bagaimana metode penanganan tipe ketidakmampuan pemerolehan bahasa disleksia dalam film Taare Zameen Par. Disleksia merupakan salah satu jenis kesulitan belajar pada anak yaitu ketidakmampuan membaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan penyajian data hasil penelitian yang disajikan melalui kata-kata. Pembahasan yang disampaikan meliputi (1) ciri-ciri disleksia; (2) solusi pembelajaran tipe disleksia; (3) solusi untuk pengobatan disleksia. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa disleksia dapat diobati dengan menggunakan metode multisensori. Metode multisensori memanfaatkan kemampuan visual atau kemampuan visual siswa dan kemampuan mendengar kinesik pada level ini yaitu kesadaran gerak dan sentuhan pada siswa. Dengan demikian metode ini dapat membantu dalam pelaksanaan pembelajaran bagi anak disleksia dan kedepannya tidak akan ada lagi anak disleksia yang tidak mampu menulis, membaca, dan berhitung.
Belajar Kelompok Dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar Saat Pandemi
Yudistira Prayoga;
Sumarwiyah Sumarwiyah;
Imaniar Purbasari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v8i2.2080
Proses pembelajaran daring yang dilakukan selama pandemi membuat siswa merasa jenuh dalam proses belajar. Tak terkecuali siswa di SDN 2 Singorojo. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pembelajaran daring di masa pandemi di SDN 2 Singorojo, (2) mengatasi kejenuhan belajar siswa di SDN 2 Singorojo. Penelitian mixed methods atau penelitian campuran ini akan dilaksanakan di kelas 4 SDN 2 Singorojo. Penelitian ini menggunakan teknik campuran bertahap dan strategi eksploratoris sekuensial. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, angket, pretes-postes dan pencatatan. Kejenuhan belajar merupakan keadaan dimana rasa jenuh atau kebosanan terjadi saat proses belajar yang menyebabkan rasa tidak bersemangat dalam kegiatan belajar yang dipicu berbagai faktor dalam diri siswa. Belajar kelompok merupakan proses penyampaian dan penerimaan pengetahuan yang dilakukan oleh beberapa individu dengan melakukan kegiatan logis dan sistematis untuk terjadinya proses perubahan kearah yang positif. Hasil penelitian menunjukkan siswa kelas 4 di SDN 2 Singorojo mengalami kejenuhan belajar. Dari hasil analisis angket didapati 2 siswa dalam kategori cukup, 2 siswa kategori tinggi, dan 1 siswa kategori sangat tinggi. Setelah melakukan kegiatan belajar kelompok diperoleh data belajar kelompok dapat mengatasi kejenuhan sebesar 1 sangat tinggi, 3 tinggi, dan 1 cukup. Dari hasil tersebut menunjukkan kejenuhan siswa selama pembelajaran daring dapat diatasi.
SIKAP KERJA SAMA SISWA PADA PEMBELAJARAN SOSIAL MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE (TPS)
Fina Lailatul khusna;
imaniar purbasari;
Mohammad Kanzunnudin
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpp.v3i1.4636
Study aims to describe and analyze how much the improvement in student collaborative abilities use Think Pair Share (TPS) model in my hero theme social learning 2019/2020. student look passive in learning and low levels of student cooperation that can be seen in the absence of activities to help and motivate each outher among group members, in addition it looks student who lack appreciation among individuals in the group. This class action research was counducted in fourth grade students with 18 research subjects. This class action research two cycles, each cycle consisting of two meetings. Each cycle consists of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The results showed an increase in learning. This can be seen from the fulfillment of the follow indicators of success, Cooperative attitude of students in learning action cycle I obtained an average percentage success of 61% the category (good) and an increase in the second cycle of 84% category (good).