Claim Missing Document
Check
Articles

IbM Terong Virus di Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci, Jambi Edison, Edison; Ulma, Riri Oktari
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.165 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i1.5431

Abstract

Melalui pengembangan agroindustri jus terong virus mulai dari skala kecil sampai skala menengah dipedesaan diharapkan akan dapat menciptakan mata rantai agribisnis jus terong virus yang kuat dengan memberikan dampak mempercepat pengembangan perekonomian pedesaan seperti teknologi pascapanen terong virus untuk meningkatkan pendapatan petani terong virus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar : (a) petani terong virus memiliki pengetahuan tentang teknologi pascapanen, (b) menguasai teknik pembuatan jus terong virus, (c) terampil membuat jus terong virus. Juga dengan kegiatan ini diharapkan akan diperoleh manfaat sebagai berikut : (a) sebagai upaya peningkatan teknologi pascapanen terong virus untuk memperoleh bahan baku yang baik, (b) memiliki profesi dibidang agroindustri khususnya jus terong virus sehingga memberikan peluang tambahan penghasilan, dan (c) penyebarluasan IPTEKS sebagai produk yang perlu diketahui dan dimanfaatkan. Dalam melaksanakan kegiatan ini, dibagi menjadi 4 bagian yaitu penyuluhan, kunjungan lapangan, praktek dan konsultasi lapang. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sako Duo Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci Jambi mulai Maret 2017 sampai dengan Nopember 2017. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian ini adalah petani terong virus, ibu-ibu PKK yang merupakan anggota Kelompok Tani Arimbi dan Rahma Putri Desa Sako Duo Kebun Baru, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Mengingat keterbatasan ruang dan waktu yang tersedia, jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 65 orang. Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan sebagai berikut (a). Upaya peningkatan pendapatan petani terong virus dapat dilakukan dengan penerapan teknologi agroindustri jus terong virus dengan mengolah terong virus menjadi jus terong virus. (b). Memotivasi peserta kegiatan untuk mengetahui budidaya terong virus dan teknologi pascapanen terong virus ini cukup baik, yang ditandai dengan peningkatan evaluasi akhir dari evaluasi akhir dengan tingkat perbedaan yang nyata.
PODES: Sebuah Paket Pemograman Potensi Desa di Indonesia Mubarak, Fadhlul; Nurniswah, Nurniswah; Sundara, Vinny Yuliani; Ulma, Riri Oktari; Prasaja, Ahmad Syukron
DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Demography, Etnography and Social Transformation
Publisher : Pusat Kajian Demografi, Etnografi dan Transformasi Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/demos.v4i2.2786

Abstract

The study aims to introduce Village Potential Statistics (PODES) in the form of a computer programming package. PODES collects various information about potential (economy, security, health, employment, communication and information, sports, entertainment, development, community empowerment, education, socio-culture, transportation) and challenges (natural disasters, public health, environmental pollution, social problems, and security disturbances) faced by villages in Indonesia, especially Jambi Province.
LEGAL SOCIOLOGY OF LAND CONFLICT VS ORANG RIMBA’S LAND CONFLICT IN JAMBI PROVINCE Ulma, Riri Oktari; Rahmi, Elita; Fitria, Fitria; Pratiwi, Cholillah Suci
Communale Journal Vol 1 No 2 (2023): July
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks-PUI Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/communale.v1i2.28796

Abstract

The sociology of Orang Rimba Law, which portrays the issue of land conflict versus land conflict, is a crucial legal issue, even though so far, the Orang Rimba (Suku Anak Dalam) has been part of a beneficial symbiosis between Natural Resources and Human Resources (HR), because between the factors of mutual care between humans and nature, but in legal reality, land and land tenure in Indonesia,  The existence of the Orang Rimba institution as the original entity of the Malay tribe is a problem, because its living entity has been displaced by the laws of outsiders, namely the state and government, especially since the rolling of the issue of forest utilization through Forest Tenure Rights (HPH) and the use of forest products through legal entities whose ownership is by forest outsiders, plus natural disasters (forest fires) outsiders as people whom people have long feared as eating creatures human. The purpose of the study is to know the law in reality, especially society. Conclusion The Orang Rimba, as an indigenous entity in Jambi Province, must be brought to the attention of the local government. The right to life and other social rights, namely distinctive economic and cultural rights, must be fostered continuously so that their customary rights are protected from land grabs under the guise of plantations and forestry based on state approval of forests and non-forests and ignore the history of the Orang Rimba struggle which always maintains the forest ecosystem and its distinctive land and culture such as ritual rituals between man and nature to dispel nature's various kinds of anger against humans in the form of disasters, wrath, and even climate change, cultural mantras and dialects were developed by them, but have not been seen by Indonesian law as genuine and distinctive legal institutions.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK JADAM (IMPLEMENTASI TEKNOLOGI LEISA) PADA KELOMPOK TANI PADI SAWAH DI DESA SETIRIS KECAMATAN MARO SEBO KABUPATEN MUARO JAMBI Elwamendri; Yusma Damayanti; Riri Oktari Ulma; Zakky Fathoni; Sophia
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v2i1.30

Abstract

Program pengabdian di Desa Setiris, Kabupaten Muaro Jambi, menggunakanteknologi LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) untuk mengatasimasalah pertanian, terutama penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Melaluipelatihan pembuatan pupuk JADAM, petani padi sawah memperoleh pengetahuandan keterampilan baru yang meningkatkan kesuburan tanah serta kualitas tanaman.Ini menunjukkan efektivitas implementasi teknologi LEISA dalam meningkatkanproduksi pertanian secara berkelanjutan di wilayah tersebut
Pendampingan UMKM dalam Pengembangan Strategi Pemasaran Kerupuk Ikan Nila pada Agroindustri di Desa Muaro Pijoan Damayanti, Yusma; Nurchaini, Dewi Sri; Yulismi, Yulismi; Ulma, Riri Oktari; Elwamendri, Elwamendri
Empowerment Vol. 7 No. 03 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i03.10824

Abstract

Pendampingan yang diberikan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengolahan ikan nila menjadi kerupuk di Desa Muaro Pijoan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi lokal. Program ini mencakup pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk, pengembangan teknik pemasaran yang efektif, serta penerapan teknologi digital dan e-commerce dalam pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan pelaku UMKM, tetapi juga memperluas jangkauan pasar produk kerupuk ikan nila, yang sebelumnya hanya bersifat lokal, menjadi lebih luas. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Dengan adanya sinergi tersebut, produk kerupuk ikan nila mampu bersaing di pasar yang lebih besar dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat. Pemanfaatan teknologi digital dan e-commerce juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk, memungkinkan UMKM lokal untuk menjangkau konsumen di luar wilayahnya. Oleh karena itu, pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif ini penting dalam memperkuat posisi UMKM di pasar yang semakin kompetitif dan memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Pendampingan seperti ini diharapkan dapat diterapkan di sektor UMKM lainnya untuk meningkatkan kapasitas usaha kecil dan menengah di berbagai daerah.Kata Kunci: Pendampingan UMKM, Kerupuk Ikan Nila, Perekonomian Lokal, Teknologi Digital, E-Commerce.
Transfer Pengetahuan Pemanfaatan Pupuk Organik Guna Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Desa Teluk Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Ulma, Riri Oktari; Fitri, Yanuar; Damayanti, Yusma; Nurchaini, Dewi Sri; Elwamendri, Elwamendri; Yulismi, Yulismi; Fathoni, Zakky; Fatih, Muhammad Damas; Efrina, Liona; Nainggolan, Saidin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.224

Abstract

Produktivitas padi sawah di Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan, degradasi kesuburan tanah, dan minimnya pengetahuan petani tentang teknologi pupuk organik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan pemanfaatan pupuk organik guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah. Metode yang digunakan adalah Community Based Participatory Development (CBPD) dengan pendekatan learning by doing, technology transfer, dan community empowerment. Kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan pupuk organik JAKABA (Jamur Keabadian) dan JADAM, serta monitoring dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan hasil panen, efisiensi biaya produksi, perbaikan kualitas tanah, dan peningkatan kemandirian petani. Pupuk JAKABA memiliki tingkat adopsi lebih tinggi dibandingkan JADAM karena kemudahan bahan baku dan proses pembuatan. Program ini berhasil membentuk kelompok tani pengolah pupuk organik dan berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain, mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit Rakyat Di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Novita, Sri; Damayanti, Yusma; Nurchaini, Dewi Sri; Ulma, Riri Oktari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.02.9

Abstract

Perilaku pola konsumsi dalam suatu rumah tangga dipengaruhi oleh banyaknya variabel diantaranya adalah pendapatan, jumlah anggota dalam rumah tangga, tingkat pengetahuan ibu rumah tangga, geografis dan variabel lain yang dapat mempengaruhi pola konsumsi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan: 1) menganalisis pola konsumsi pangan rumah tangga petani kelapa sawit 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi pangan rumah tangga petani kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Waktu penelitian secara keseluruhan dilakukan selama satu bulan kalender. Objek penelitian meliputi: identifikasi dan analisis pola konsumsi pangan, faktor yang mempengaruhi konsumsi pangan. Variabel penelitian terdiri dari 1) pola konsumsi pangan (energi, protein dan capaian PPH), 2) faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi pangan (pengetahuan ibu rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, pendapatan, dan akases informasi), Responden diambil secara purposive pada masing-masing desa dengan total keseluruhan sebanyak 41 rumah tangga. Data dianalisis secara deskriptif dan uji statistik dengan menggunakan model regresi linear berganda melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pola konsumsi pangan rumah tangga petani kelapa sawit di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari memiliki rata-rata konsumsi energi dan protein di daerah penelitian adalah sebesar 1753,66 kkal/kap/hari dan 42,53 gram/hari. Sementara itu, untuk capaian skor PPH pada konsumsi energi dan protein secara berurutan adalah sebesar 62,71 dan 85,80 dari skor PPH maksimal sebesar 100 2) Tingkat pengetahuan ibu rumah tangga, pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, dan akses informasi bepengaruh secara signifikan terhadap jumlah konsumsi energi dan protein pangan pada rumah tangga petani kelapa sawit Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari.
Analisis Efisiensi Teknis Penggunaan Faktor Produksi Padi Sawah Tadah Hujan (Studi Kasus Di Desa Setiris Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi) Sarwedi, Sarwedi; Damayanti, Yusma; Nurchaini, Dewi Sri; Ulma, Riri Oktari; Fathoni, Zakky
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.02.13

Abstract

Efisiensi teknis dipengaruhi oleh penggunaan faktor produksi, apabila petani mampu menggunakan faktor produksi dengan baik akan menghasilkan produksi yang tinggi sehingga usahataninya tergolong efisien secara teknis. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk : 1) mengetahui gambaran usahatani padi sawah di Desa Setiris, 2) Menganalisis pengaruh faktor luas lahan, benih, pupuk kandang, pestisida dan tenaga kerja terhadap produksi padi sawah di Desa Setiris, 3) Menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani padi sawah di Desa Setiris. Metode yang dilakukan dalam pengambilan responden yaitu menggunakan metode sensus atau sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan yaitu menggunakan analisis deskriptif dan analisis fungsi produksi Stochastic Frontier Cobb-Douglas dengan metode MLE menggunakan Software Frontier 4.1. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Usahatani padi sawah di daerah penelitian dimulai dari kegiatan mengolah lahan sampai panen dengan IP sebanyak 200. Berdasarkan penggunaan luas lahan, daerah penelitian termasuk kategori penggunaan luas lahan sedang. Penggunaan benih melebihi anjuran dari Dinas Pertanian Provinsi Jambi yaitu sebesar 25 Kg/Ha. Penggunaan pupuk kandang belum sesuai anjuran pemerintah pertanian Tahun 2007, penggunaan pestisida cenderung digunakan dalam jumlah yang sedikit dikarenakan hama yang menyerang hanya serangga walang sangit , sementara hama yang paling banyak menyerang pada budidaya padi yaitu tikus dan burung, untuk mengatasi tikus petani menggunakan pemasangan mulsa sedangkan untuk mengatasi burung petani menggunakan pemasangan kelenteng dan jaring atau benang emas. Dan dalam melakukan budidaya tanaman padi petani masih menggunakan tenaga kerja dalam keluarga dan menggunakan tenaga kerja luar keluarga pada kondisi tertentu diperoleh dengan cara pemberian upah. 2) Faktor produksi yang berpengaruh pada produksi yaitu luas lahan, benih dan tenaga kerja sedangkan faktor pupuk kandang dan pestisida tidak berpengaruh terhadap produksi. 3) Penggunaan faktor produksi di daerah penelitian belum efisien secara teknis dikarenakan nilai rata-rata  tingkat efisiensi teknis adalah sebesar 0,68.(ET < 0,70).
Pelatihan Terpadu Agribisnis Hortikultura Dalam Rangka Optimalisasi Lahan Di Desa Setiris, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi: Penelitian Elwamendri; Yanuar Fitri; Yusma Damayanti; Dewi Sri Nurchaini; Yulismi; Zakky Fathoni; Riri Oktari Ulma; Liona Efrina; Edison
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1324

Abstract

This community engagement program aimed to empower women's farmer groups through horticultural cultivation training, focusing on water spinach (kangkung), to optimize the use of yard land owned by the PKK Danau Keman group in Setiris Village, Maro Sebo Subdistrict, Muaro Jambi Regency. The PKK Danau Keman group consists of 20 members who had not previously utilized their 10 m² yard effectively. Using a participatory extension method, the members were equipped with practical knowledge and skills in horticultural cultivation, including land preparation, planting, harvesting, and product marketing. The results show that all members were able to implement cultivation techniques independently. The harvested kangkung is regularly sold, contributing to the group’s income. This activity not only improved technical skills but also enhanced women's roles in food security and household economy. The program proved effective as a community-based empowerment model that can be replicated in similar regions
Analisis Pendapatan Petani Getah Pinus KTH Bina Saudara Pada Wilayah KPH XIII Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara : Analysis of Pine Sap Farmers' Income Kth Bina Saudara in the KPH XIII Dolok Sanggul Area, Humbang Hasundutan Regency, North Sumatra Province Fazriyas, Fazriyas; Nababan, Twelvi Aprilita; Ulma, Riri Oktari
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i1.35335

Abstract

ABSTRACT Pinus merkusii is a tree species that produces both timber and non- timber forest products. The abundance of pine potential in the protected forest area of KPH XIII Dolok Sanggul in Parsingguran I Village makes it possible to collect pine sap through tapping carried out by KTH Bina Saudara through a partnership pattern which can contribute to increasing the income of KTH Bina Saudara members. To find out how much pine resin tapping contributes to the income of KTH members, it is necessary to do a cost analysis. This study aims to determine the income from tapping pine resin, to find out income outside of tapping pine resin and to find out the contribution of tapping to KTH income. Data analysis used in this research is descriptive analysis and quantitative analysis by calculating revenue analysis, cost analysis, income and contribution analysis. The results of the research conducted in Parsingguran I Village showed that KTH members' income was greater from tapping pine resin with a total income of 19 respondents in one year of Rp. 950,401,898 and income from a side job outside of tapping pine resin as a farmer, which is Rp. 44,612,646 with 7 respondents out of a total of 19 respondents. Tapping of pine resin contributes 95.52% to KTH Bina Saudara's income.   Keywords: income of farmer, pine sap.   ABSTRAK Pinus merkusii merupakan jenis pohon yang menghasilkan hasil hutan baik kayu maupun non kayu. Melimpahnya potensi pinus pada hutan lindung wilayah KPH XIII Dolok Sanggul yang berada di Desa Parsingguran I memungkinkan dilakukannya kegiatan pemungutan getah pinus melalui penyadapan yang dilaksanakan oleh KTH Bina Saudara melalui pola Kerjasama kemitraan yang dimana dapat memberikan kontribusi meningkatkan pendapatan anggota KTH Bina Saudara. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi penyadapan getah pinus terhadap pendapatan anggota KTH maka perlu dilakukan analisis biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dari penyadapan getah pinus, mengetahui pendapatan diluar penyadapan getah pinus dan mengetahui besararan kontribusi penyadapan terhadap pendapatan KTH. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menghitung analisis penerimaan, analisis biaya, analisis pendapatan dan kontribusi. Hasil Penelitian yang dilakukan di Desa Parsingguran I menunjukkan bahwa pendapatan anggota KTH lebih besar bersumber dari penyadapan getah pinus dengan total pendapatan 19 responden dalam satu tahun sebesar Rp. 950.401.898 dan pendapatan dari pekerjaan sampingan diluar penyadapan getah pinus sebagai petani yaitu sebesar Rp. 44.612.646 dengan jumlah responden 7 orang dari total keseluran responden sebanyak 19 orang. Penyadapan getah pinus memberikan kontribusi sebesar 95,52% terhadap pendapatan KTH Bina Saudara.   Katakunci: getah pinus, pendapatan petani.