Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI DAN PENGELOLAAN WANA WISATA DI KAWASAN KPH LAWU DS, JAWA TIMUR Fais Ihsa Alfari; Riri Oktari Ulma
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 05 Oktober (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata berperan penting dalam konservasi sumber daya hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. KPH Lawu Ds di Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan wana wisata melalui kolaborasi antara Perhutani, LMDH, dan pihak swasta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan potensi dan pengelolaan wana wisata di KPH Lawu Ds serta menganalisis sistem kerja sama dan pembagian hasil pada tiap lokasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di empat lokasi: Tumpak Lego Hill, Lawu Green Forest, Alastuwo, dan Genilangit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh destinasi memiliki potensi ekologi dan ekonomi tinggi dengan model pengelolaan berbeda. Skema kolaboratif variable sharing dan fix sharing terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga fungsi ekologis hutan. Tantangan masih terdapat pada aspek promosi, fasilitas, dan ketergantungan musim kunjungan. Diperlukan promosi digital, peningkatan SDM, dan diversifikasi atraksi untuk mewujudkan pengelolaan wana wisata berkelanjutan di KPH Lawu Ds.
Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Penyuluhan Legalisasi, Branding Dan Standar Mutu Makanan Ringan Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Indriya Fathni; Fredy Olimsar; Muhammad Valiant Arsi Nugraha; Riri Oktari Ulma; Mutia Dwi Arita Deli
ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2025): ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurnaladm.v3i3.1281

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan di Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, dengan tujuan meningkatkan daya saing UMKM makanan ringan melalui penguatan legalitas usaha, branding, dan standar mutu produk. Desa Teluk memiliki potensi besar dalam pengolahan hasil pertanian seperti kacang tanah, namun sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala pada aspek perizinan, kemasan, dan mutu pangan. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan yang mencakup penyuluhan legalitas usaha (PIRT, halal, dan merek dagang), pelatihan desain kemasan menarik, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 45% menjadi 92% setelah pelatihan, dan beberapa pelaku usaha mulai mengurus izin serta memperbaiki kualitas kemasan produknya. Dampak positif juga terlihat dari meningkatnya permintaan produk sekitar 25–30% dan tumbuhnya kerja sama antar pelaku UMKM. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan inovasi sederhana dan kolaborasi efektif dapat memperkuat daya saing UMKM lokal serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Teluk secara berkelanjutan
ANALISIS DETERMINAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN WISATAWAN UNTUK MENGUNJUNGI OBJEK WISATA BUKIT KHAYANGAN Alfari, Fais Ihsa; Fazriyas, Fazriyas; Ulma, Riri Oktari
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.98486

Abstract

Tourism plays an important role in driving regional economic growth while introducing local culture to the wider community. Bukit Khayangan, as one of the leading destinations in Sungai Penuh City, Jambi Province, faces challenges in the form of fluctuating tourist visits over the past five years. This study aims to analyze the determinant factors influencing tourists’ decision-making in choosing Bukit Khayangan as a travel destination. The research employed a quantitative approach using Likert-scale questionnaires distributed to 100 respondents through purposive sampling. Data were analyzed using Spearman’s Rank correlation to examine the relationship between independent variables and tourist decisions. The findings show that promotion, travel form, and security are the dominant factors, while social, cost, accessibility, as well as time and length of stay also have significant relationships but with lower influence. These results highlight that digital promotion strategies, improved accessibility, and security assurance should be prioritized in developing tourism at Bukit Khayangan. Keywords: accessibility, promotion, security, tourist decision Abstrak Pariwisata berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas. Bukit Khayangan sebagai salah satu destinasi unggulan di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, menghadapi tantangan berupa fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor determinan yang memengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih Bukit Khayangan sebagai tujuan wisata. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner berskala Likert kepada 100 responden dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan keputusan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor promosi, bentuk perjalanan, dan keamanan merupakan faktor dominan, sementara faktor sosial, biaya, aksesibilitas, serta waktu dan lama berwisata tetap berhubungan signifikan meskipun dengan pengaruh lebih rendah. Temuan ini menegaskan bahwa strategi promosi berbasis digital, peningkatan aksesibilitas, serta jaminan keamanan perlu diprioritaskan dalam upaya pengembangan pariwisata di Bukit Khayangan. Kata kunci: akessibilitas, promosi, keamanan, keputusan wisatawan
Analysis of Rice Farming Using Jajar Legowo and Coventional Planting System in Muaro Sebo District, Muaro Jambi Regency Yulistio Nadeak, Rio; Edison, Edison; Oktari Ulma, Riri
JALOW | Journal of Agribusiness and Local Wisdom Vol. 9 No. 1 (2026): Journal of Agribusiness and Local Wisdom
Publisher : Program Studi Agribisnis bekerja sama dengan PERHEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jalow.v9i1.49988

Abstract

This research aims to: (1) describe the general characteristics of lowland rice farming under the jajar legowo and conventional planting systems in Maro Sebo District, Muaro Jambi Regency; (2) determine farmers’ income under both planting systems; and (3) analyze the income differences between the jajar legowo and conventional systems. The research employed a survey method, with primary data collected through interviews with respondent farmers. Descriptive analysis was used to illustrate the conditions of lowland rice farming under both planting systems, while quantitative analysis was conducted to examine farmers’ income levels. The results show that: (1) the jajar legowo system requires greater production inputs—including seeds, fertilizers, pesticides, and labor—compared with the conventional system, yet it yields a higher volume of harvested dry grain (GKP). (2) Farmers’ income under the jajar legowo system is higher than that under the conventional planting system. (3) Based on the results of the ANOVA test, there is a statistically significant difference in farmers’ income between the two planting systems, indicating that the jajar legowo system provides a higher income than the conventional system. Overall, the findings suggest that although the jajar legowo planting system demands more intensive input use, it delivers higher production and income, making it a more advantageous option for lowland rice farmers in Maro Sebo District.
Assessing the Cost Structure, Income, and Efficiency of Red Chili Farming in Kayu Aro District, Kerinci Regency, and Implications for Rural Government Policies Ulma, Riri Oktari; Damayanti, Yusma; Elwamendri, Elwamendri; Asropi, Asropi; Effran, Endy
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 22 NO 02 2023 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.22.02.409-426

Abstract

This research aims to describe a general overview of red chili farming in Kayu Aro Sub-district and Kerinci Regency generally, analyze the cost structure and income and the feasibility of red chili farming, and to analysis implementation to rural goverment. This research was conducted in Kayu Aro Sub-district, specifically in Batang Sangir and Sungai Tanduk villages. The number sampled in this study was 54 farmers. Both primary and secondary data were utilized. The data analysis methods used were descriptive analysis and quantitative analysis. The research shows that red chili farming in the research area is a traditional practice that has been passed down through generations and remains deeply rooted in the culture. Consequently, all basic farming activities are based on traditional experiences. The first step in red chili farming is seed preparation, where farmers use local seeds known as LOKER (Local Kerinci), obtained from previous harvests, eliminating the need to purchase seeds. Generally, red chili farmers in the research location have small land holdings where they own on average 0.18 hectares. The red chili farming maintenance activities include transplanting, staking, weeding, fertilization, as well as pest and disease control.  The cost structure consists of fixed costs amounting to IDR 1,413,000/MT/year and variable costs amounting to IDR 27,985,000/MT/year. The income obtained from red chili farming is IDR 18,963,400/farmer/MT. The R/C ratio for red chili farming is 1.70, indicating that the farming activity in the research area is profitable and viable to pursue.
Optimization of the Use of Input in Turmeric Farming in Ibru Village, Mestong District, Muaro District, Jambi Damayanti, Yusma; Nurchaini, Dewi Sri; Ulma, Riri Oktari
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 23 NO 02 2024 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.23.02.483-500

Abstract

This research was conducted in Ibru Village, Mestong District, Muaro Jambi Regency, focusing on turmeric farmers as respondents. The study aimed to achieve three primary objectives: (1) to analyze the production function associated with turmeric farming, (2) to evaluate the level of optimization and economic efficiency in the utilization of production factors, and (3) to determine the optimal use of production inputs in turmeric cultivation. A census approach was employed, encompassing all 26 turmeric farmers in Ibru Village as the study’s respondents. The methodological framework utilized the Cobb-Douglas production function analysis, followed by optimization calculations to assess economic efficiency. The results of the study indicated several key findings: (1) land and labor inputs were found to significantly impact the increase in turmeric production per hectare annually, while the inputs of seeds and compost fertilizers did not show a significant effect on production levels; (2) the current use of land and labor in turmeric farming was identified as economically inefficient; and (3) optimization analysis suggested that there is potential for expanding turmeric farming to 1,925 hectares, with a corresponding increase in labor utilization to 31,213 labor days (HOK). These findings provide valuable insights into the efficiency of production practices in turmeric farming and offer guidance for potential improvements and expansion in the sector.
Analisis Efisiensi Pemasaran Tandan Buah Segar Perkebunan Kelapa Sawit Pola Kemitraan dan Pola Swadaya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Irzi, Haykal; Nainggolan, Saidin; Saputra, Ardhiyan; Ulma, Riri Oktari
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v5i1.8892

Abstract

This study aims to (1) describe the marketing channels of fresh fruit bunches (FFB) of oil palm under partnership and independent (self-managed) schemes in Merlung District, Tanjung Jabung Barat Regency; (2) analyze marketing margins, farmer’s share, and marketing efficiency for each scheme; and (3) compare differences in marketing margins and farmer’s share between single-level marketing channels in both business schemes. The research was conducted in 2025 using a survey method with simple random sampling techniques. The data used consisted of primary data obtained through direct interviews with farmers and marketing institutions, as well as secondary data from relevant agencies. Data analysis was carried out using descriptive analysis, marketing margin analysis, farmer’s share, marketing efficiency analysis, and Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). The results show that there are two types of marketing channel patterns, namely single-level and two-level channels. The single-level marketing channel has lower marketing margins, higher farmer’s share, and better marketing efficiency. In addition, there are significant differences between single-level marketing channels in both business schemes. These findings imply that shorter marketing channels are more efficient and provide a greater share of the selling price to smallholder oil palm farmers
Optimalisasi Potensi Lokal: Pemanfaatan Serbuk Kayu Dan Serasah menjadi Pupuk Organik Komersial di Desa Setiris, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi Riri Oktari Ulma; Saidin Nainggolan; Richard Robintang Parulian Napitupulu; Diah Listyarini; Fadhlul Mubarak
Melayani: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Melayani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/melayani.v1i2.101

Abstract

Pengabdian ini menyoroti pemanfaatan serbuk kayu dan serasah sebagai pupuk dasar di Desa Setiris, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Desa ini, yang mayoritas bertani, menghadapi tantangan limbah kayu dari produksi mebel. Inovasi mengubah limbah ini menjadi pupuk organik telah memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal. Dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal, petani berhasil menekan biaya produksi dan meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan sumber daya alam. Langkah ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan dan solidaritas komunitas. Secara keseluruhan, adopsi pupuk organik dari serbuk kayu dan serasah di Desa Setiris menjadi contoh untuk pertanian berkelanjutan dan ketahanan ekonomi di masyarakat pedesaan.
OPTIMALISASI USAHATANI SAYURAN DI KECAMATAN KUMPEH ULU KABUPATEN MUARO JAMBI Tri Sepbriani; Yusma Damayanti; Dewi Sri Nurchaini; Riri Oktari Ulma
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi pola tanam usahatani sayuran 2) Menganalisis penggunaan luas lahan optimal untuk masing-masing pola tanam usahatani sayuran, 3) Menganalisis pendapatan maksimum yang diperoleh petani sayuran dengan menerapkan pola tanam optimal. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu data primer yang diperoleh dari hasil wawancara menggunakan kuisioner pada petani sayuran di Kecamatan Kumpeh Ulu sebanyak 26 orang, selain itu didukung dengan data sekunder dari beberapa instansi terkait dan literatur. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif untuk menjelaskan gambaran pola tanam di daerah penelitian dan kuantitatif untuk melihat pola tanam optimal dengan linear programming. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan 1) Usahatani sayuran di daerah penelitian terdapat 3 jenis pola tanam yaitu pola tanam I, II dan III dengan jenis sayuran yaitu tanaman mentimun, cabai merah dan kacang panjang. Adapun tiga jenis pola tanam tersebut dibagi berdasarkan jenis usahatani yang dilakukan yaitu pola tanam I (cabai merah-mentimun-kacang panjang) dengan rata-rata luas lahan sebesar 0,25 Ha, pola tanam II (mentimun-kacang panjang) dengan rata-rata luas lahan yaitu 0,11 Ha dan pola tanam III (cabai merah-kacang panjang) dengan rata-rata luas lahan sebesar 0,09 Ha, 2) Penggunaan luas lahan optimal untuk masing-masing pola tanam usahatani sayuran di daerah penelitian yaitu pola tanam I dengan luas tanaman cabai merah seluas 0,15 Ha dan mentimun seluas 0,06 Ha. Pola tanam II dengan luas lahan mentimun seluas 0,11 Ha dan  pada pola tanam III dengan usahatani cabai merah seluas 0,09 Ha, 3) Pendapatan maksimum yang dapat diperoleh petani sayur dengan menerapkan pola tanam optimal yaitu pada pola tanam I sebesar Rp.11.347.490/MT, pola tanam II Rp.7.799.728/MT dan pola tanam III sebesar Rp.4.296.197/MT. Dari ketiga jenis pola tanam yang ada, pola tanam I merupakan pola tanam dengan hasil pendapatan optimal tertinggi diantara dua jenis pola tanam lainnya. Kata Kunci : Usahatani Sayuran, Optimalisasi, Program Linear
Penyuluhan Digital Marketing Produk Pertanian bagi Pelaku UMKM di Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi Riri Oktari Ulma; Elwamendri Elwamendri; Yanuar Fitri; Yusma Damayanti; Zakky Fathoni; Yulismi Yulismi; Dewi Sri Nurchaini; Muhammad Damas Fatih
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1878

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan digital marketing pelaku UMKM serta masyarakat petani di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk pertanian, sehingga akses pasar dan daya saing produk masih terbatas. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif-edukatif yang meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, praktik pembuatan konten promosi, serta pendampingan penggunaan platform digital seperti WhatsApp Business, Facebook, Instagram, dan TikTok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait konsep digital marketing, pemanfaatan media sosial, dan strategi promosi digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor peserta sebesar 69,7% setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, peserta mampu membuat konten promosi digital secara mandiri, memahami strategi branding produk, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang lebih efektif. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas pemasaran digital masyarakat serta mendorong pengembangan usaha pertanian berbasis teknologi informasi guna mendukung peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan