Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLIKASI KEBERADAAN KOMUNITAS CINTA BERKAIN INDONESIA (KCBI) PROVINSI BALI DI KOTA DENPASAR Alltha Haniyah; Ida Bagus Gde Pujaastawa; Nanang Sutrisno
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i8.5067

Abstract

Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) merupakan komunitas perempuan dengan kecintaan atau minat yang sama, yaitu minat pada kain tradisional. Komunitas ini berpusat di Jakarta namun memiliki 12 cabang tersebar di Indonesia salah satunya yakni di Pulau Bali. KCBI Provinsi Bali berisikan para perempuan yang berdomisili di Pulau Bali khususnya Kota Denpasar dan suka berkain sebagai busana keseharian. Komunitas ini merupakan wadah untuk para perempuan yang ingin melestarikan budaya melalui kain tradisional. Berkain sendiri adalah sebuah gerakan mode di Indonesia yang berupaya untuk membiasakan kembali penggunaan kain-kain tradisional, seperti kain batik atau tenun. Penggunaan kain tradisional ini umumnya dipadu padankan dengan baju dan aksesoris bergaya modern yang kemudian dipakai menjadi busana keseharian. Keberadaan KCBI di Kota Denpasar pasti menimbulkan beberapa implikasi, maka dari itu penelitian ini mencoba mengulas tentang implikasi dari keberadaan KCBI di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik observasi, teknik wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh dari lapangan diolah melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, KCBI Provinsi Bali memiliki implikasi yang signifikan dalam beberapa aspek penting. Pertama, dalam hal pelestarian budaya, KCBI Bali berhasil mempertahankan dan mempromosikan penggunaan kain tradisional, memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern. Kedua, KCBI Bali juga berkontribusi terhadap penguatan citra perempuan dengan memberikan platform bagi perempuan untuk mengekspresikan diri mereka melalui kain tradisional, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan akan identitas budaya mereka. Ketiga, KCBI Bali memberikan dampak positif terhadap peningkatan peluang pendapatan bagi pelaku usaha kain tradisional. Dengan meningkatkan permintaan dan apresiasi terhadap produk-produk kain tradisional, komunitas ini membantu menciptakan pasar yang lebih luas dan stabil bagi para pengrajin dan penjual kain, sehingga mendukung keberlanjutan ekonomi mereka. Secara keseluruhan, KCBI Bali tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga dalam pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi lokal melalui dukungan terhadap industri kain tradisional.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Tirta Empul di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar Clara Fitra Yansani; Ida Bagus Gde Pujaastawa; Ida Ayu Alit Laksmiwati
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 3 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v3i4.4264

Abstract

A tourism village is one kind of tourism that offers tourism potential owned by a village. Manukaya Village is one of the villages that had becoming a tourism village in Gianyar Regency, Bali. One of the concepts in the development of torist villages is comminity-based development which focuses on local community participation. Thus, it is to be expected that the benefits of tourism will be more for the local community as the legal owner of the resources. This study entitled “The Participation  Community in the Development Tirta Empul Tourist Attraction in Manukaya Village, Tampaksiring District, Gianyar Regency” wich has aims to (1) explain the forms of community participation in developing the Tirta Empul Tourist Attraction and (2) explain the implications of developing the Tirta Empul Tourist b Attraction. This study uses a qualitative method. Data collection is done through observation, interview, literature review. The theory used to analyze the problem in this study is the theory of participation and the theory of tourism impact. The result of this study indicate that Manukaya Tourism Village has a  tourism attarction. Local communities have a role in the planning, implementation, management, and evaluation processes in the development of tourism villages. Tourism activities in the Manukaya Tourism Village also have impacts that affect the community, such as economic aspects that improve the welfare of the local community, socio-cultural aspects that influence the sustainability of the Tirta Empul Temple and environmental aspects that influence the emergence of local community awareness to maintain the cleanliness of the Tirta Empul Temple environment.
Karakteristik Adopter Media Pemasaran Berbasis Internet di Kalangan Pelaku Usaha Mikro di Kota Denpasar Dimas Fadhilah Akbar; Ida Bagus Gde Pujaastawa; Ida Ayu Alit Laksmiwati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 2 No. 2: Februari 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v2i2.1350

Abstract

Perkembangan sistem teknologi dalam kebudayaan masyarakat Indonesia telah mengalami perubahan dan kemajuan yang cukup signifikan. Dalam bidang ekonomi misalnya dewasa ini telah dikenal media pemasaran berbasis internet, baik melalui marketplace maupun media sosial. Penelitian ini membahas mengenai karakteristik kelompok adopter media pemasaran berbasis internet di kalangan pelaku usaha mikro di Kota Denpasar yang dianalisis dengan menggunakan teori kategorisasi adopter dalam inovasi. Penelitian ini ditulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian etnografi dan netnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara dan studi kepustakaan. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan analisis data kualitatif dengan model etnografi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Kelompok innovator, early adopter dan early majority memiliki kemiripan dalam aspek pendidikan dan generasi, yaitu cenderung memiliki pengetahuan mengenai perkembangan internet dan termasuk dalam kelompok umur digital native, sehingga ketiga kelompok tersebut cenderung cepat dalam mengadopsi inovasi pemasaran berbasis internet. Kelompok late majority dan laggard cenderung terlambat dalam mengadopsi media pemasaran berbasis internet dikarenakan kelompok tersebut didominasi oleh generasi digital immigrant yang kurang memiliki pengetahuan mengenai internet dan cenderung menentukan keputusan inovasi berdasarkan tekanan dari pihak lain.
Pengaruh Budaya Pop Korea terhadap Gaya Hidup Remaja di Kota Denpasar, Bali Ni Made Febriana Sara Dwiyanti; Ida Bagus Gde Pujaastawa; Ida Ayu Alit Laksmiwati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 2 No. 2: Februari 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v2i2.1357

Abstract

Abstrak: Fenomena menyebarnya budaya pop Korea dikenal dengan istilah Korean Wave atau Hallyu. Berbagai macam produk budaya pop Korea, mulai dari drama hingga musik pop Korea (K-Pop) digemari oleh masayarakat di seluruh dunia, dan tak terkecuali para remaja di Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui faktor yang memengaruhi remaja di Kota Denpasar dalam mengonsumsi budaya pop Korea, 2) menjelaskan gaya hidup remaja di Kota Denpasar sebagai penggemar budaya pop Korea. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif interpretatif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa mobilitas spasial antarnegara, teknologi multimedia, investasi perusahaan asing, dan ideologi konsumerisme menjadi faktor-faktor yang memengaruhi remaja di Kota Denpasar dalam mengonsumsi budaya pop Korea. Selain itu juga menunjukan adanya beberapa aktivitas yang berkaitan dengan fansgirling sebagai gaya hidup para remaja penggemar budaya pop Korea di Kota Denpasar.
Literasi dan Pemanfaatan Media Sosial pada Masyarakat Pesisir Desa Seraya, Karangasem, Bali Samuel Raskita Sitepu; Ida Bagus Gde Pujaastawa; Ida Bagus Oka Wedasantara
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4511

Abstract

Appropriate utilization of social media can bring positive value to human life. Awareness of this makes social media used by all groups regardless of age, economic status, and location. As seen in coastal communities in Seraya Village who are familiar with the use of social media ranging from children to adults with their respective functions and purposes. Another interesting point relates to the views of some research results that mention fishermen and coastal communities as poor communities, which contrasts with this research. This research aims to find out the process of digital literacy and the use of social media in coastal communities. The method used is qualitative in the form of ethnography of coastal communities with data collection techniques through interviews, participant observation, and literature study.
Bentuk Perkawinan Silariang di Desa Lampenai Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan Nurulfikah Utami; Ida Bagus Gde Pujaastawa; I Ketut Kaler
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 11 (2022): Oktober 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v1i11.793

Abstract

Abstrak : Perkawinan silariang tidak diperbolehkan menurut adat, negara serta agama, namun dewasa ini masih banyak orang yang melakukan silariang bersama dengan orang yang dicintai meskipun ditentang oleh keluarga, adat dan agama. Silariang berkaitan dengan siri’ (harga diri) keluarga yang sangat dijaga. Apabila harga diri terinjak-injak maka akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi silariang dilakukan oleh sepasang kekasih dan untuk menjelaskan implikasi yang ditimbulkan apabila melakukan silariang di Desa Lampenai. Pemberian sanksi kepada pelaku silariang dapat dikaji menggunakan teori interpretatif simbolik, sedangkan bentuk perilaku silariang sebagai penyimpangan sosial dapat dikaji menggunakan teori penyimpangan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model penelitian etnografi melalui teknik observasi partisipasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa silariang ialah bentuk perkawinan yang tidak diakui secara resmi oleh masyarakat. Silariang dilakukan ketika laki-laki dan perempuan melarikan diri dari kediaman masing-masing dan melangsungkan pernikahan di domisili baru keduanya.
Fenomena Ghosting dalam Hubungan Virtual di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Evelyn Sarah Sitinjak; Ida Bagus Gde Pujaastawa; Diaz Restu Darmawan
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i8.4264

Abstract

Berkembangnya Pandemi Covid-19 menyebabkan intensitas komunikasi melalui dunia virtual semakin meningkat. Ghosting dalam hubungan virtual merupakan salah satu fenomena sosial yang kerap dijumpai di kalangan mahasiswa. Ghosting merupakan bentuk pemutusan komunikasi kepada pasangan secara tiba-tiba. Fokus penelitian ini adalah fenomena ghosting dalam hubungan virtual di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk fenomena ghosting di kalangan mahasiswa, dan implikasi yang dialami pelaku dan korban ghosting. Teori yang digunakan dalam menganalisis pemasalahan adalah teori uses and gratification dan teori dampak ghosting. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan, dan analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat alasan dan implikasi dalam fenomena ghosting. Alasan mahasiswa sebagai pelaku ghosting adalah topik obrolan yang relatif membosankan, merasa tidak nyaman dan ekspetasi kecantikan akan pasangan terlalu tinggi. Sedangkan alasan mahasiswi melakukan ghosting adalah tekanan akademik yang tinggi yang menyebabkan mahasiswi stress, beberapa mahasiswi memiliki kondisi emosional yang sulit untuk melakukan komunikasi. Implikasi bagi pelaku berupa penyesalan dan pelepasan emosi, sedangkan implikasi bagi korban berupa tekanan emosional dan perubahan psikologis yang signifikan sehingga merasa tidak berharga.
Co-Authors A.A. Ngurah Anom Kumbara Agung Adi Agus Putra Mahendra Alltha Haniyah Anak Agung Bagus Pandji Guritna Anak Agung Gede Suarjaya Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha Artadi, I Made Pande Bambang Dharwiyanto Putro Bambang Dharwiyantyo Putro Clara Fitra Yansani Dewa Gede Kharisma Putra Dewa Made Mega Prawira Diaz Restu Darmawan, Diaz Restu Dimas Fadhilah Akbar Dwi Jata Elsa Sepriyani Evelyn Sarah Sitinjak Evelyn Sarah Sitinjak I Gede Adi Sudi Anggara I Gede Sumertha Gapar I Gusti Ayu Oka Suryawardani I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa I Gusti Putu Sudiarna I Ketut Agus Giri Parmita I Ketut Agus Giri Parmita I Ketut Ardhana Ardhana, I Ketut Ardhana I Ketut Kaler I Ketut Satriawan I Made Marthana Yusa I Made Mudana I Made Suastra I MADE SUDARMA I Nyoman Adi Putra I Nyoman Darma Putra I Nyoman Sudipa I Putu Eka Nila Kencana I Putu Gde Sukaatmadja I PUTU SUDANA I Wayan Agus Darma Ariasa I Wayan Ardika I Wayan Putra Aditya I Wayan Sandi Adnyana I Wayan Suteja I Wayan Suwena I Wayan Tagel Eddy I Wayan Tika Ida Ayu Alit Laksmiwati Ida Ayu Eka Trisna Putri Ida Ayu Kade Bulan Cahyani Ida Ayu Komang Candraningsih Ida Bagus Gde Yudha Triguna Ida Bagus Mahardika A.P. Ida Bagus Oka Wedasantara Isabela Dibyacitta Adelian Luh Putu Sri Ariyani Lydia Muen M. Sudiana Mahendra Made Antara Mikhael Credo Samuel Mangolo N.K. Mardani Nanang Sutrisno Nanda Diah Andini Nelman Rumere Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ngakan Putu Darma Yasa Ni Ketut Puji Astiti Laksmi Ni Luh Gede Sukerti Ni Made Dewiyanti Ni Made Febriana Sara Dwiyanti Ni Made Wiasti NI MADE WIASTI Ni Putu Diah Prabawati Noval Fariz Mutaqien Noval Fariz Mutaqien Nurulfikah Utami Putu Rumawan Salain Putu Sri Murtini Rahmat Sewa Suraya Ramanda Dimas Surya Dinata Rania Elly Samuel Raskita Sitepu Sang Nyoman Bagus Satya Wira Saortua Marbun Syamsul Alam Paturusi Vanesia Amelia Sebayang