Claim Missing Document
Check
Articles

UJI PENANGKAPAN PANCING TAJUR MODEL RAWAI VERTIKAL DI PERAIRAN RAWA DESA SUNGAI ULAK KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Dani, M.; Maryeni, Sri; Kholis, Muhammad Natsir
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 7, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v7i1.991

Abstract

The number of types of fishing rods in land waters makes it possible to suspect the condition and potential of fisheries by calculating the capture rate (hook rate). Research using a vertical fishing rod that is operated in the ulak river swamp, Nalo Tantan District, Merangin Regency, Jambi Province. The aim of the study was to determine the fishing rod of the straight-line vertical longline model and to analyze the catch. The research method is experimental fishing. The results showed that the vertical standard model rods' capture rate (hook rate) did not meet the standard hook rate value, with an average of 0.04 (not good). The composition of the catch is dominated by nilem fish species (O. vittatus) as much as 71% and the lowest catch of limbat fish (C. nieuhofii) as much as 2%.
Strategi Bertahan Hidup Nelayan Pasca Covid 19: Kasus Nelayan Jaring Insang Kota Bengkulu Kholis, Muhammad Natsir; Fraternesi, Fraternesi; Wahidin, La Ode
PELAGICUS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i1.10528

Abstract

Fluktuasi pendapatan yang tidak stabil akan membuat nelayan merubah pola hidup agar dapat bertahan hidup. Salah faktor yang membuat pendapatan nelayan tidak stabil yaitu pandemi COVID-19. Pandemic ini membuat kepanikan publik di seluruh dunia saat ini. Ketidakpastian kondisi pandemi COVID- 19 saat ini sangat membuat nelayan jaring insang Kota Bengkulu frustasi untuk menjalani hidup di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan prioritas strategi bertahan hidup nelayan jaring insang di Kota Bengkulu pasca COVID-19. Penelitian dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2020 di Kota Bengkulu. Metode survei dipilih sebagai metode penelitian dan purpose sampling dipilih untuk teknik pengambilan data. Analisis yang digunakan yaitu strategi SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threaths). Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi bertahan hidup nelayan jaring insang di Kota Bengkulu pasca COVID-19 diprioritaskan pada strategi (ST) dengan memaksimalkan kelompok nelayan untuk lebih kreatif dalam melihat dinamika kondisi pandemi, bantuan pemerintah dan menjadikan keluarga dan agama sebagai motivasi agar mampu bertahan hidup pasca COVID-19. Bantuan tunai dari pemerintah sangat berguna untuk mengurangi beban hutang dan memberhentikan kegiatan illegal fishing seperti penggunaan alat tangkap trawl, sehingga saat musim ikan nelayan jaring insang mampu mengoptimalkan hasil tangkapannya.
UJI COBA UMPAN BUAH SAWIT PADA PENANGKAPAN IKAN LIMBAT (Clarias niehofii) DI RAWA DESA SUKAMAJU KABUPATEN TEBO-JAMBI Muhammad Natsir Kholis; La Ode Wahidin; Yudha Maulana Syuhada
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A fish trap becoming one of fishing gears commonly utilized to catch fish in swamps and rivers in Jambi. Using this kind of gears is frequently accompanied by baits to interest the target fish to getting in this trap. This research was aimed at testing the fruits of oil-palm as baits in capturing the slender walking catfish (Clarias nieuhofiii) in Tebo Regency, Jambi. Collecting data was carried out for three months starting from June to August 2020 in the swamp waters of Sukamaju Village, Rimbo Ulu Sub-district, Tebo Regency – Jambi. The method used was a survey by applying an experimental fishing. Amounts of three wire traps accompanied with oil-palm fruits as baits had been applied to catch the fish with 30 times of replications. The catch fish were identified, tabulated and analysed. The results of this research indicate about the 145 fish captured using the fishing gear are dominated by the slender walking catfish (C. niehofii), followed by four other fish species such as three spot gourami (Trigchogaster trichopterus), forest snakehead fish (Channa lucius cuvier), climbing perch (Anabas testudineus), and (crab) yuyu (Parathelphusa convexa). The highest and lowest catch occur on July and June, respectively. The catch slender walking catfish possesses size variations such as length range of 8.70 cm – 38.00 cm (in average of 19.27 cm), and weight range of 8.90 grams – 213.60 grams (in average of 73.33 grams). The utilization of oil-palm plant fruits as baits of wire-traps is able to attract the target fish into the applied traps.bait
Penguatan Pembelajaran Praktik melalui Workshop Fiberglas: Peningkatan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Kapal Perikanan Amraini Fitri; Irwan Limbong; Polaris Nasution; Nabila Khairiyah Sitompul; Erliantina Arridhaty Akita; Isnaniah Isnaniah; Dhita Widhiastika; Riska Fatmawati; Muhammad Natsir Kholis; Muhamad Yogi Prayoga; M. Radiva
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam penyempurnaan perahu perikanan berbahan fiberglas melalui workshop berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, 19–21 November 2025, dengan pembagian lokasi: Ruang Atlantik untuk pembekalan materi dan diskusi, serta Laboratorium Kapal Perikanan (Boat House) untuk praktik terstruktur. Peserta berjumlah 25 mahasiswa Jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perairan (PSP). Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan experiential learning melalui urutan pembelajaran konsep–praktik–umpan balik, dengan pola guided hands-on (demonstrasi, latihan, koreksi, dan pengulangan). Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pre–post pemahaman konseptual (skala 1–5) dan observasi unjuk kerja saat praktik. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap peran fiberglas dan alur kerja penyempurnaan perahu, serta penguatan keterampilan praktik yang ditandai oleh urutan kerja lebih runtut, kerapian hasil lebih baik, dan meningkatnya kemandirian pada sesi lanjutan. Umpan balik peserta menunjukkan respons positif terhadap relevansi materi dan pendampingan instruktur, sementara aspek alat/bahan menjadi catatan perbaikan untuk pemerataan kesempatan latihan.
INTRODUKSI LAMPU ATRAKTOR CELUP (LAC) PADA OPERASIONAL GOMBANG (TIDAL TRAP) DI PERAIRAN BENGKALIS, PROVINSI RIAU, INDONESIA Muhammad Natsir Kholis; Gondo Puspito; Muyassar Hamid Abualreesh; Sugeng Hartono
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 17, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.17.3.2025.146 - 155

Abstract

Lampu atraktor celup (LAC) dapat meningkatkan efisiensi pengoperasian perangkap pasang surut. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penerapan LAC dalam pengoperasian perangkap untuk meningkatkan efisiensi tangkapan. Penelitian dilakukan di Perairan Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia, antara bulan Mei dan Oktober 2023. Pendekatan eksperimental diterapkan, dengan membandingkan hasil tangkapan perangkap standar (kontrol) dan perangkap yang dimodifikasi yang dilengkapi dengan LAC (perlakuan). Analisis statistik, uji t berpasangan, digunakan untuk menilai perbedaan berat tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LAC menghasilkan tangkapan yang lebih berat sebesar 17.5% dibandingkan alat tangkap tanpa LAC, dengan peningkatan yang signifikan dalam penangkapan spesies pelagis dan demersal (p < 0.05). Penggunaan SAL secara efektif menarik ikan dengan menciptakan agregasi plankton yang disebabkan oleh cahaya secara lokal, sehingga meningkatkan kepadatan ikan di dekat perangkap. Integrasi LAC secara signifikan meningkatkan efisiensi perangkap dan menyajikan metode yang berkelanjutan untuk meningkatkan perikanan skala kecil tanpa meningkatkan upaya penangkapan.
FIRST CONFIRMED RECORD OF THE NEAR-THREATENED BOMBAY DUCK (Harpadon nehereus) IN CILACAP WATERS, INDONESIA: REKAMAN TERKONFIRMASI PERTAMA IKAN KADAL (Harpadon nehereus) YANG HAMPIR TERANCAM PUNAH DI PERAIRAN CILACAP, INDONESIA Sugeng Hartono; Novia Nurul Afiyah; Mustathi&#039; Zulfa; Muhammad Browijoyo Santanumurti; Muyassar Hamid Abualreesh; Gondo Puspito; Muhammad Natsir Kholis
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 2 (2026): MAY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.278-290

Abstract

Identifikasi spesies yang akurat merupakan dasar penting untuk pengelolaan dan konservasi perikanan yang efektif di Indonesia, khususnya untuk spesies yang hampir terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ikan kadal (Harpadon nehereus) dari perairan Cilacap melalui analisis morfologi dan molekuler, mencatat temuan pertamanya di perairan Cilacap, dan menyediakan dasar ilmiah untuk kajian populasi, pengelolaan perikanan, dan konservasi. Identifikasi morfologi dilakukan berdasarkan karakteristik fisik, seperti bentuk, warna, dan ciri-ciri umum untuk kajian morfometri dan meristik, dengan berpanduan pada buku identifikasi. Konfirmasi molekuler dilakukan melalui DNA barcoding pada gen mitokondria COI. Primer Fish F1 dan Fish R1 digunakan, bersama dengan metode sekuensing dideoksi Sanger. Subfamili dikonfirmasi dengan adanya jari-jari bagian dalam sirip perut yang hampir sama panjang atau sedikit lebih panjang daripada jari-jari bagian luar. Genus diidentifikasi berdasarkan sisik garis lateral yang membesar dan memanjang sebagai lobus median sirip ekor. Jari-jari utama sirip ekor tidak bersisik, dan tubuhnya pipih. Spesies diidentifikasi sebagai H. nehereus karena sirip dada melampaui pangkal sirip punggung. Urutan genetik yang diperoleh (aksesi PV688437.1) menunjukkan identitas sekitar 96,928–99,495% dengan referensi sejenis dalam basis data global dan membentuk klad yang sama dengan urutan H. nehereus lainnya dalam analisis filogenetik, yang mengonfirmasi identitas genetiknya. Sebagai laporan pertama tentang H. nehereus yang dikonfirmasi di Cilacap, temuan ini memberikan data dasar yang penting untuk pengkajian stok, pengelolaan perikanan, dan upaya konservasi di perairan Indonesia.
KESIAPAN ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP SEBAGAI DASAR PENGUATAN RESILIENSI NELAYAN SKALA KECIL DI PPI DUMAI: TECHNOLOGY ADOPTION READINESS IN CAPTURE FISHERIES AS A FOUNDATION FOR STRENGTHENING THE RESILIENCE OF SMALL-SCALE FISHERS AT DUMAI FISHING PORT Putri Wangi Tri Rumelia; Zulkarnain; Trisla Warningsih; Irwan Effendi; Muhammad Natsir Kholis; Adriman
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No. 1 Agustus 2025 - Januari 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v11i1.232

Abstract

This study analyzes readiness to adopt capture fisheries technology innovations as a basis for strengthening the resilience of small-scale fishers at Dumai Fishing Port. Technology readiness was assessed through three dimensions: fishing gear modernization, use of weather information systems, and digital marketing of fishery products. A survey method with qualitative and quantitative descriptive approaches was employed. Data were collected using a Likert-scale questionnaire administered to 20 fishers operating push nets (sondong), tidal traps (belat; gombang), and gillnets. The results showed that overall technology adoption readiness was moderate, with an average total score of 60.6. The weather information system dimension recorded the highest score (22.55), followed by fishing gear modernization (21.4), while digital marketing was the weakest dimension (16.65). These findings indicate that fishers recognize the benefits of technology for improving operational efficiency, safety at sea, market access, and competitiveness. However, adoption remains constrained by limited capital, technical knowledge, digital literacy, infrastructure, and institutional support. Technology adoption readiness can therefore serve as an entry point for strengthening fishers’ adaptive capacity and livelihood resilience. Affordable financing, practical training, improved digital and weather literacy, infrastructure development, and sustained institutional assistance are needed to support inclusive and locally appropriate technological transformation in coastal communities.
OPTIMALISASI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SMPN 40 PEKANBARU: OPTIMALISASI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SMPN 40 PEKANBARU Muhammad Natsir Kholis; Ardi Gustri Purbata; M. Irsyad Nur; Nabila Afifah Azuga; Asnika Putri Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 2 (2025): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i2.5786

Abstract

Penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Namun, adopsinya masih terkendala oleh keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi teknologi di kalangan guru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada Januari 2025 di SMPN 40 Pekanbaru dengan tujuan (1) meningkatkan literasi teknologi AI bagi tenaga pendidik agar mereka mampu memahami konsep dasar AI dan manfaatnya dalam dunia pendidikan, dan (2) mengembangkan keterampilan guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam strategi pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas pengajaran. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung, dengan evaluasi melalui survei berbasis skala Likert. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru tentang AI sebesar 80%, serta antusiasme dalam pemanfaatannya untuk personalisasi pembelajaran dan otomatisasi tugas administratif. Namun, kendala seperti keterbatasan perangkat dan kebutuhan pelatihan lanjutan masih ditemukan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur, pelatihan berkelanjutan, serta pengembangan strategi pembelajaran berbasis AI untuk memastikan penerapannya lebih optimal dan berkelanjutan.
Co-Authors ', Isnaniah Adinda Ayu Lestari Adriman, Adriman Ahmad Fajri Alit Hindri Yani Amraini Fitri Amrullah, Mohd Yusuf Amrullah, Mohd. Yusuf Ardi Gustri Purbata Arthur Brown Asnika Putri Simanjuntak Budy Wiryawan Dahlia Dahlia Dhita Widhiastika Dicky Kurniadi Edwarsyah Edwarsyah Erliantina Arridhaty Akita Fatmawati, Riska Filhamdi Saputra Firmansyah, Rodhi Fraternesi Fraternesi, Fraternesi Gondo Puspito Gondo Puspito Gondo Puspito Harizon Harizon Hehanussa, Kedswin Gerson Hertati, Rini Irwan Effendi Irwan Limbong Irwan Limbong Irwandy Syofyan Isnaniah Isnaniah Isnaniah, Isnaniah Jaliadi . Jaliadi Jaliadi Junitias, Junitias La Ode Wahidin La Ode Wahidin M Irsyad Nur, M Irsyad M. Dani M. Irsyad Nur M. Radiva Made Mahendra Jaya Maryeni, Sri Mohammad Imron Mohd. Yusuf Amrullah Mohd. Yusuf Amrullah Muhamad Yogi Prayoga Muhammad Browijoyo Santanumurti Mustaruddin Mustathi&#039; Zulfa Muyassar Hamid Abualreesh Muyassar Hamid Abualreesh Nabila Afifah Azuga Nabila Afifah Azuga Nabila Khairiyah Sitompul Nia Ramadani Nofri Sandria Nofrizal Nofrizal Novia Nurul Afiyah Novita MZ Polaris Nasution Polaris Nasution Putri Wangi Tri Rumelia Ramses Firdaus, Ramses Rini Hertati Rizka Aprisanti Roma Yuli Hutapea Romie Jhonnerie Ronal Kurniawan Roni Asmala Dewi Ronny I. Wahju Sabtanto, Yogi Tri Setnayanti Setnayanti Sri Maryeni Suci Asrina Ikhsan Sugeng Hartono Sulaeman Martasuganda Syafrialdi Syafrialdi Syafrialdi, Syafrialdi Syuhada, Yudha Maulana Thamrin Thamrin Tri Nanda Citra Bangun Trisla Warningsih Ulley Wulandari Wazir Mawardi Yudha Maulana Syuhada Yudha Maulana Syuhada Yudha Maulana Syuhada Yulindra, Ade Yusuf Rohadi