Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Keilmuan Pesantren: Analisis Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis dalam Pengembangan Kurikulum dan Metode Pendidikan Islam Zulfiqar, Ahid Ilham; Kodir, Abdul; Rohanda, Rohanda
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i1.5027

Abstract

This study aims to formulate an integrative model based on ontology, epistemology, and axiology (OEA) as a philosophical foundation for pesantren scientific management that is relevant to curriculum development and Islamic educational practices in the modern era. The research uses a library research approach with a layered philosophical hermeneutics method through a triple hermeneutic circle. Data sources include classical Islamic works, namely Iḥyā’ ’Ulūm al-Dīn by al-Ghazālī, Muqaddimah by Ibn Khaldun, Prolegomena by Syed Muhammad Naquib al-Attas, and the concept of Maqāṣid al-Sharī’ah al-Shāṭibī, as well as 27 reputable scientific articles from the Scopus and SINTA databases ranked 3–6 published in the period 2019–2025. The results of the study show that pesantren scientific management is built on the integration of three main dimensions: ontological, which views knowledge as a unity of revelation, reason, and spirituality; epistemological, which emphasises scientific transmission based on sanad, scientific rigour, and epistemic awareness; and axiological, which is oriented towards character building and social responsibility. The resulting OEA model provides a conceptual and operational framework for the development of a holistic curriculum, relational pedagogy, and pesantren management that is adaptive to global and digital dynamics
Fundamentals of Knowledge: a Philosophy of Science Perspective Tata, Muhammad Aceng; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Gunung Djati Conference Series Vol. 62 (2026): Education and Social Humanities Conference (ESHCo)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to analyze the vital role of logic in philosophical studies, particularly in understanding the nature of knowledge, the structure of truth, and its function within the contexts of life and education. The method used is a qualitative method employing a library research approach and descriptive-philosophical analysis to examine literature related to epistemology and logic. The results indicate that knowledge is the product of rational human activity, categorized into empirical, rational, intuitive, and scientific types. Structurally, logic serves as a primary tool to maintain the consistency and validity of reasoning that connects the knowing subject with the known object. Furthermore, theories of truth such as correspondence, coherence, and pragmatic theories serve as essential foundations for rationally assessing truth. The implications of this study emphasize that knowledge possesses a strategic function in underpinning decision-making and shaping critical, logical, and systematic mindsets in education.
Ilmu Bekam Perspektif Filsafat Ilmu: Kajian Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Syairazi, Yasril Ahmad; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami ilmu bekam dengan perspektif filsafat ilmu, khususnya melalui kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Pendekatan filsafat ilmu digunakan dalam penelitian ini dengan menganalisis hubungan ilmu bekam terhadap tiga aspek utama tersebut. Data dan sumber data yang digunakan bersumber dari berbagai literatur dan kajian-kajian mengenai filsafat ilmu dan bekam yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, sementara teknik analisis data menggunakan analisis dekskriptif kritis. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ilmu bekam  secara ontologi memahami bekam sebagai metode terapi yang berangkat dari realitas biologis manusia, epistemologi mengemukakan bekam sebagai pengetahuan yang bersumber dari berbegai pendekatan, mulai dari tradisi pengobatan klasik, pengalaman empiris, pemahaman teologis hingga upaya pembuktian ilmiah melalui penelitian modern serta aksiologi mengungkapkan bahwa Bekam tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit semata, tetapi juga berfungsi sebagai upaya preventif dan promotif dalam menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Akhlakul Lil Banat Juz 1: Kajian Aksiologi Latifah, Vina; Rohanda , Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2195

Abstract

Pendidikan karakter merupakan bagian terpenting dalam proses pendidikan karena berfungsi membentuk kepribadian yang berakhlak mulia, khususnya bagi perempuan yang memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dalam khazanah keilmuan Islam, terdapat banyak literatur yang membahas pembinaan akhlak, salah satunya kitab Akhlakul Lil Banat Juz 1 karya Syaikh Umar bin Ahmad Baroja. Kitab ini secara khusus memuat pedoman moral bagi perempuan agar mampu menjaga kehormatan diri dan menjalankan tanggung jawab sosialnya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab tersebut serta menganalisis relevansinya melalui tinjauan aksiologi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui analisis isi terhadap isi kitab dan didukung berbagai referensi terkait pendidikan karakter dalam tinjauan aksiologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan fokus utama pada pengumpulan data, pembacaan, pencatatan dan pengolahan data serta informasi yang bersumber dari koleksi kepustakaan atau literatur tertulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kitab Akhlakul Lil Banat Juz 1 terdapat nilai pendidikan karakter yang meliputi nilai religiusitas, kesopanan dan etika sosial, kedisiplinan dan tanggung jawab, menghormati orang tua, kesederhanaan dan keikhlasan, kasih sayang dan kepedulian sosial, menjaga kehormatan dan martabat perempuan, kerja sama dan kebersihan, kesungguhan dalam belajar dan sikap rendah hati serta keteladanan. Ditinjau dari perspektif aksiologi, nilai-nilai tersebut bukan hanya bersifat moralitas teoritis, tetapi juga memiliki manfaat praktis dalam membentuk perilaku dan kepribadian perempuan agar menjadi pribadi yang beradab, bermartabat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, nilai karakter dalam kitab ini masih sangat relevan untuk diintegrasikan dalam sistem pendidikan modern.
Analisis Komparatif Konsep Ilmu Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern Al-Rafi’i, Mushthafa Shadiq; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2196

Abstract

Perdebatan mengenai konsep ilmu antara Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern menjadi semakin relevan dalam era globalisasi ketika paradigma ilmu pengetahuan berkembang pesat dan memengaruhi sistem pendidikan. Kedua tradisi filsafat ini memiliki fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang berbeda sehingga memunculkan cara pandang yang tidak selalu sejalan dalam memahami hakikat, sumber, dan tujuan ilmu. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif terhadap konsep ilmu dalam Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern, dengan fokus pada aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi serta implikasi pedagogisnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui penelusuran buku, artikel ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, kekuatan, dan kelemahan dari masing-masing tradisi filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Filsafat Islam memandang ilmu sebagai entitas yang bernilai dan terikat wahyu, sedangkan Filsafat Barat Modern menempatkan ilmu sebagai produk rasional dan empiris yang cenderung bebas nilai. Secara ontologis, Islam menekankan kesatuan antara realitas empiris dan transenden, sementara Barat cenderung memisahkannya. Epistemologi Islam bersifat integratif, sedangkan epistomologi Barat bercorak rasional dan positivistik. Analisis komparatif juga menemukan peluang integrasi keduanya dalam pendidikan, terutama dalam membangun sistem pembelajaran yang seimbang antara rasionalitas ilmiah dan etika spiritual. Penelitian ini menegaskan pentingnya rancangan pendidikan integratif sebagai upaya harmonisasi dua paradigma keilmuan tersebut.
Konsep Ilmu dalam Pandangan Ibnu Khaldun: Analisis Epistemologi terhadap Kitab Muqoddimah Sidiq, Apip Ansurullah; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2238

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ilmu dalam pandangan Ibnu Khaldun melalui analisis epistemologis terhadap Kitab Muqaddimah. Ibnu Khaldun merupakan salah satu tokoh Muslim klasik yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami hubungan antara ilmu, realitas sosial, dan peradaban manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ilmu menurut Ibnu Khaldun, sumber-sumber pengetahuan yang diakuinya, serta metode epistemologis yang digunakan dalam membangun ilmu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis filosofis terhadap teks Muqaddimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun memandang ilmu sebagai hasil interaksi antara akal, pengalaman empiris, dan wahyu, yang berkembang seiring dengan dinamika sosial dan peradaban. Ia menekankan pentingnya observasi empiris dan kritik terhadap berita sejarah sebagai dasar validitas ilmu, tanpa mengesampingkan peran wahyu sebagai sumber kebenaran transenden. Pendekatan epistemologis Ibnu Khaldun menunjukkan integrasi antara rasionalitas, empirisme, dan nilai-nilai keislaman, yang relevan sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan dalam konteks keilmuan Islam kontemporer. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian epistemologi Islam serta memperkuat relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam diskursus filsafat ilmu modern.
Epistemologi Ilmu dalam Perspektif Islam dan Barat : Sebuah Telaah Komparatif Fajri, M Nurul; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2239

Abstract

Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas hakikat pengetahuan, sumber-sumbernya, metode perolehannya, serta kriteria kebenaran dan validitasnya. Perbedaan epistemologis antara Islam dan Barat mencerminkan perbedaan paradigma filosofis yang mendasar dalam memandang realitas, manusia, dan tujuan ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif epistemologi Islam dan epistemologi Barat dengan menitikberatkan pada landasan worldview, sumber pengetahuan, metode perolehan dan validasi pengetahuan, konsep kebenaran, serta orientasi nilai dan tujuan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis terhadap berbagai literatur filsafat dan filsafat ilmu dari tradisi pemikiran Islam dan Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Islam bersifat integratif dan teosentris dengan wahyu sebagai sumber kebenaran tertinggi yang membimbing peran akal dan pengalaman empiris, serta menempatkan ilmu dalam kerangka etika dan tujuan transendental. Sebaliknya, epistemologi Barat cenderung antroposentris, menekankan rasionalitas dan empirisme, serta memisahkan ilmu dari dimensi metafisik dan nilai. Perbedaan paradigma ini berimplikasi signifikan terhadap arah pengembangan ilmu pengetahuan dan perannya dalam kehidupan manusia kontemporer.
Moral Character Education via Social Media: Youth in Urban Bandung Mosques Kodir, Abdul; Syafei, Isop
Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Socio-Politica
Publisher : FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/socio-politica.v16i1.50028

Abstract

Social media increasingly shapes urban youth's moral development, including mosque youth expected to model religious values—a challenge prior character education efforts, focused on cognitive and ritual aspects, have failed to address amid digital advances. Adolescents struggle to filter information, resist negative content, and sustain moral behavior online and offline. This study innovates by empowering mosque youth as moral agents blending religious values with digital literacy. Objectives include describing social media's moral impacts, evaluating character education's role, and assessing mosque-based community service in Bandung. Using qualitative case studies of three mosque youth groups (via observation, interviews, and documentation), findings reveal social media's ambivalent effects: bolstering religious identity yet risking degradation. Mosque-rooted programs effectively build moral literacy, self-control, and value-based networks, underscoring adaptive, community-driven models for youth morality in the social media era.