Claim Missing Document
Check
Articles

Ilmu Bekam Perspektif Filsafat Ilmu: Kajian Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Syairazi, Yasril Ahmad; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami ilmu bekam dengan perspektif filsafat ilmu, khususnya melalui kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Pendekatan filsafat ilmu digunakan dalam penelitian ini dengan menganalisis hubungan ilmu bekam terhadap tiga aspek utama tersebut. Data dan sumber data yang digunakan bersumber dari berbagai literatur dan kajian-kajian mengenai filsafat ilmu dan bekam yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, sementara teknik analisis data menggunakan analisis dekskriptif kritis. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ilmu bekam  secara ontologi memahami bekam sebagai metode terapi yang berangkat dari realitas biologis manusia, epistemologi mengemukakan bekam sebagai pengetahuan yang bersumber dari berbegai pendekatan, mulai dari tradisi pengobatan klasik, pengalaman empiris, pemahaman teologis hingga upaya pembuktian ilmiah melalui penelitian modern serta aksiologi mengungkapkan bahwa Bekam tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit semata, tetapi juga berfungsi sebagai upaya preventif dan promotif dalam menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Akhlakul Lil Banat Juz 1: Kajian Aksiologi Latifah, Vina; Rohanda , Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2195

Abstract

Pendidikan karakter merupakan bagian terpenting dalam proses pendidikan karena berfungsi membentuk kepribadian yang berakhlak mulia, khususnya bagi perempuan yang memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dalam khazanah keilmuan Islam, terdapat banyak literatur yang membahas pembinaan akhlak, salah satunya kitab Akhlakul Lil Banat Juz 1 karya Syaikh Umar bin Ahmad Baroja. Kitab ini secara khusus memuat pedoman moral bagi perempuan agar mampu menjaga kehormatan diri dan menjalankan tanggung jawab sosialnya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab tersebut serta menganalisis relevansinya melalui tinjauan aksiologi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui analisis isi terhadap isi kitab dan didukung berbagai referensi terkait pendidikan karakter dalam tinjauan aksiologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan fokus utama pada pengumpulan data, pembacaan, pencatatan dan pengolahan data serta informasi yang bersumber dari koleksi kepustakaan atau literatur tertulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kitab Akhlakul Lil Banat Juz 1 terdapat nilai pendidikan karakter yang meliputi nilai religiusitas, kesopanan dan etika sosial, kedisiplinan dan tanggung jawab, menghormati orang tua, kesederhanaan dan keikhlasan, kasih sayang dan kepedulian sosial, menjaga kehormatan dan martabat perempuan, kerja sama dan kebersihan, kesungguhan dalam belajar dan sikap rendah hati serta keteladanan. Ditinjau dari perspektif aksiologi, nilai-nilai tersebut bukan hanya bersifat moralitas teoritis, tetapi juga memiliki manfaat praktis dalam membentuk perilaku dan kepribadian perempuan agar menjadi pribadi yang beradab, bermartabat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, nilai karakter dalam kitab ini masih sangat relevan untuk diintegrasikan dalam sistem pendidikan modern.
Analisis Komparatif Konsep Ilmu Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern Al-Rafi’i, Mushthafa Shadiq; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2196

Abstract

Perdebatan mengenai konsep ilmu antara Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern menjadi semakin relevan dalam era globalisasi ketika paradigma ilmu pengetahuan berkembang pesat dan memengaruhi sistem pendidikan. Kedua tradisi filsafat ini memiliki fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang berbeda sehingga memunculkan cara pandang yang tidak selalu sejalan dalam memahami hakikat, sumber, dan tujuan ilmu. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif terhadap konsep ilmu dalam Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern, dengan fokus pada aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi serta implikasi pedagogisnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui penelusuran buku, artikel ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, kekuatan, dan kelemahan dari masing-masing tradisi filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Filsafat Islam memandang ilmu sebagai entitas yang bernilai dan terikat wahyu, sedangkan Filsafat Barat Modern menempatkan ilmu sebagai produk rasional dan empiris yang cenderung bebas nilai. Secara ontologis, Islam menekankan kesatuan antara realitas empiris dan transenden, sementara Barat cenderung memisahkannya. Epistemologi Islam bersifat integratif, sedangkan epistomologi Barat bercorak rasional dan positivistik. Analisis komparatif juga menemukan peluang integrasi keduanya dalam pendidikan, terutama dalam membangun sistem pembelajaran yang seimbang antara rasionalitas ilmiah dan etika spiritual. Penelitian ini menegaskan pentingnya rancangan pendidikan integratif sebagai upaya harmonisasi dua paradigma keilmuan tersebut.
Konsep Ilmu dalam Pandangan Ibnu Khaldun: Analisis Epistemologi terhadap Kitab Muqoddimah Sidiq, Apip Ansurullah; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2238

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ilmu dalam pandangan Ibnu Khaldun melalui analisis epistemologis terhadap Kitab Muqaddimah. Ibnu Khaldun merupakan salah satu tokoh Muslim klasik yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami hubungan antara ilmu, realitas sosial, dan peradaban manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ilmu menurut Ibnu Khaldun, sumber-sumber pengetahuan yang diakuinya, serta metode epistemologis yang digunakan dalam membangun ilmu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis filosofis terhadap teks Muqaddimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun memandang ilmu sebagai hasil interaksi antara akal, pengalaman empiris, dan wahyu, yang berkembang seiring dengan dinamika sosial dan peradaban. Ia menekankan pentingnya observasi empiris dan kritik terhadap berita sejarah sebagai dasar validitas ilmu, tanpa mengesampingkan peran wahyu sebagai sumber kebenaran transenden. Pendekatan epistemologis Ibnu Khaldun menunjukkan integrasi antara rasionalitas, empirisme, dan nilai-nilai keislaman, yang relevan sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan dalam konteks keilmuan Islam kontemporer. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian epistemologi Islam serta memperkuat relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam diskursus filsafat ilmu modern.
Epistemologi Ilmu dalam Perspektif Islam dan Barat : Sebuah Telaah Komparatif Fajri, M Nurul; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2239

Abstract

Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas hakikat pengetahuan, sumber-sumbernya, metode perolehannya, serta kriteria kebenaran dan validitasnya. Perbedaan epistemologis antara Islam dan Barat mencerminkan perbedaan paradigma filosofis yang mendasar dalam memandang realitas, manusia, dan tujuan ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif epistemologi Islam dan epistemologi Barat dengan menitikberatkan pada landasan worldview, sumber pengetahuan, metode perolehan dan validasi pengetahuan, konsep kebenaran, serta orientasi nilai dan tujuan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis terhadap berbagai literatur filsafat dan filsafat ilmu dari tradisi pemikiran Islam dan Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Islam bersifat integratif dan teosentris dengan wahyu sebagai sumber kebenaran tertinggi yang membimbing peran akal dan pengalaman empiris, serta menempatkan ilmu dalam kerangka etika dan tujuan transendental. Sebaliknya, epistemologi Barat cenderung antroposentris, menekankan rasionalitas dan empirisme, serta memisahkan ilmu dari dimensi metafisik dan nilai. Perbedaan paradigma ini berimplikasi signifikan terhadap arah pengembangan ilmu pengetahuan dan perannya dalam kehidupan manusia kontemporer.
Moral Character Education via Social Media: Youth in Urban Bandung Mosques Kodir, Abdul; Syafei, Isop
Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Vol. 16 No. 1 (2026): Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi
Publisher : Prodi Magister Sosiologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/socio-politica.v16i1.50028

Abstract

Social media increasingly shapes urban youth's moral development, including mosque youth expected to model religious values—a challenge prior character education efforts, focused on cognitive and ritual aspects, have failed to address amid digital advances. Adolescents struggle to filter information, resist negative content, and sustain moral behavior online and offline. This study innovates by empowering mosque youth as moral agents blending religious values with digital literacy. Objectives include describing social media's moral impacts, evaluating character education's role, and assessing mosque-based community service in Bandung. Using qualitative case studies of three mosque youth groups (via observation, interviews, and documentation), findings reveal social media's ambivalent effects: bolstering religious identity yet risking degradation. Mosque-rooted programs effectively build moral literacy, self-control, and value-based networks, underscoring adaptive, community-driven models for youth morality in the social media era.
The Use of Image Media in Arabic Language Lessons to Improve the Ability to Memorize Mufradat in Grade VII Students of MTs Sirnamiskin Abdul Kodir; Ahmad Fawaiz Hakim
Gunung Djati Conference Series Vol. 55 No. 1 (2025): International Conference on Language Learning and Literature (ICL3)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of using picture media in Arabic language instruction to enhance vocabulary (mufradat) memorization skills among seventh-grade students at MTs Sirnamiskin. The research employs a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test model. A total of 31 students participated as the research sample, comprising 22 males and 9 females, selected through purposive sampling. Data were collected using vocabulary memorization tests administered before and after the intervention, as well as through observation and documentation. The learning intervention involved integrating picture media into Arabic lessons across two cycles, focusing on the planning, implementation, observation, and reflection stages. The findings indicate a notable improvement in students' vocabulary memorization abilities, with the average pre-test score increasing from 60 in the first cycle to 70 in the second cycle, and the post-test scores rising to 75 and 85, respectively. Students showed higher engagement and retention when vocabulary was introduced through relevant and visually appealing images. The observations further confirmed increased participation and enthusiasm during lessons using picture media. In conclusion, the use of picture media proves to be an effective instructional strategy in Arabic language learning, particularly for enhancing students’ ability to memorize mufradat. It is recommended that Arabic language teachers incorporate picture media into their teaching practices to support more engaging and meaningful learning experiences at the secondary school level.
Fundamentals of Knowledge: a Philosophy of Science Perspective Muhammad Aceng Tata; Rohanda Rohanda; Abdul Kodir
Gunung Djati Conference Series Vol. 62 (2026): Education and Social Humanities Conference (ESHCo)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to analyze the vital role of logic in philosophical studies, particularly in understanding the nature of knowledge, the structure of truth, and its function within the contexts of life and education. The method used is a qualitative method employing a library research approach and descriptive-philosophical analysis to examine literature related to epistemology and logic. The results indicate that knowledge is the product of rational human activity, categorized into empirical, rational, intuitive, and scientific types. Structurally, logic serves as a primary tool to maintain the consistency and validity of reasoning that connects the knowing subject with the known object. Furthermore, theories of truth such as correspondence, coherence, and pragmatic theories serve as essential foundations for rationally assessing truth. The implications of this study emphasize that knowledge possesses a strategic function in underpinning decision-making and shaping critical, logical, and systematic mindsets in education.
Rekonstruksi Epistemologi Ilmu Pendidikan Bahasa Arab di Era Kecerdasan Buatan: Telaah Filosofis atas Akal, Wahyu, dan Sistem Algoritmik Fahmi, Muhammad Ghoniyul; Faizurrizqi, Faizurrizqi; Qawiyya, Azzam Sidqin; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v10i1.10607

Abstract

Abstract: This study aims to reconstruct the epistemology of knowledge in Arabic language education in the era of artificial intelligence by examining the relationship between reason, revelation, and algorithmic systems. The study employs a qualitative method based on library research, using a philosophical-epistemological approach and conceptual analysis of literature on Islamic epistemology, philosophy of science, Arabic language education, and contemporary studies on artificial intelligence. The findings indicate that the epistemology of knowledge in Arabic language education has traditionally been grounded in the integration of reason and revelation as the primary sources of knowledge, whereas artificial intelligence possesses an epistemic character that is instrumental, data-driven, and non-intentional. Therefore, artificial intelligence cannot be positioned as an autonomous source of knowledge but rather as an epistemic tool operating under the guidance of human reason and the normative values of revelation. The reconstruction of an integrative epistemology of knowledge in Arabic language education necessitates an epistemic hierarchy that positions revelation as the normative source, reason as the instrument for understanding and developing knowledge, and algorithmic systems as technological means that support the learning process. These findings contribute theoretically to strengthening the epistemological foundations of Arabic language education, ensuring its continued relevance in the face of technological advancement without losing its value orientation and meaningful purpose.                                                                                                                       Keywords: Reason, Epistemology of Knowledge, Artificial Intelligence, Arabic Language Education, Algorithmic Systems, Revelation.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi epistemologi ilmu dalam pendidikan bahasa Arab di era kecerdasan buatan dengan menelaah relasi antara akal, wahyu, dan sistem algoritmik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis-epistemologis dan analisis konseptual terhadap literatur epistemologi Islam, filsafat ilmu, pendidikan bahasa Arab, serta kajian kontemporer mengenai kecerdasan buatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi ilmu dalam pendidikan bahasa Arab secara tradisional bertumpu pada integrasi akal dan wahyu sebagai sumber utama pengetahuan, sementara kecerdasan buatan memiliki karakter epistemik yang bersifat instrumental, berbasis data, dan non-intensional. Oleh karena itu, kecerdasan buatan tidak dapat diposisikan sebagai sumber pengetahuan otonom, melainkan sebagai alat bantu epistemik yang berada di bawah kendali akal dan nilai-nilai wahyu. Rekonstruksi epistemologi ilmu pendidikan bahasa Arab yang integratif menuntut adanya hierarki epistemik yang menempatkan wahyu sebagai sumber normatif, akal sebagai instrumen pemahaman dan pengembangan ilmu, serta sistem algoritmik sebagai sarana teknologis pendukung pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi penguatan landasan epistemologis pendidikan bahasa Arab agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan orientasi nilai dan makna.Kata kunci: Akal, Epistemologi Ilmu, Kecerdasan Buatan, Pendidikan Bahasa Arab, Sistem Algoritmik, Wahyu.
WANUA NUSANTARA: PRAKTIK PEMBUMIAN NILAI-NILAI PANCASILA DI KALANGAN GENERASI MUDA Shofa, Abd. Mu’id Aris; Kodir, Abdul; Alfaqi, Mifdal Zusron; Subekti, Arif
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh pemuda di kelurahan sisir dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan untun mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk memotivasi pemuda dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Metode pelakasanaan yang digunakan adalah pertama, analisis situasi masyarakat dengan dua tahapan yaitu khalayak sasaran dan menentukan bidang permasalahan yang akan dianalisis. Setelah itu ada rencana pemecahan masalah dan rencana pelaksanaan kegiatan serta yang terakhir yaitu evaluasi kegiatan dan hasil, adapun lokasi kegiatan di kelurahan sisir kecamatan batu kota batu, hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa ketidak tahuan akan realitas keindonesian yang sangat multicultural dan penuh keberagaman, sehingga membuat para pemuda belum mampu secara konkrit untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Upaya pemberian pelatihan kader Pancasila mempunyai dampak yang sangat positif bagi pemuda khususnya di kelurahan sisir kecamatan batu kota batu sehingga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Co-Authors Abd Mu’id Aris Shofa Agung Purnama Agus Suyadi Raharusun Ahmad Arif Widianto Ahmad Fawaiz Hakim Ahmad, Risdawati Al-Rafi’i, Mushthafa Shadiq Aladdin, Ashinida ali, yusuf Ananda, Kun Sila Ardyanto Tanjung Arifin, Aisyahrani Ayi Yunus Rusyana Boyke Mulyana Budi, Firmansah Setia Dadan Mardani Daniel Susilo Dedih Wahyudin, Dedih Deny Wahyu Apriadi Dini, Alya Muflihatud Dwi Rosita, Febty Andini El Hayati, Putri Avivah Fahmi, Muhammad Ghoniyul Faizurrizqi, Faizurrizqi Fajri, M Nurul Fatiya Rosyida, Fatiya Fitri Nurhayati Hakimah, Nurul Lathifatul Harahap, Maulidya Hariyono, Eko Hezam, Motea Naji Dabwan Hikmah Maulani Hilmi, Irpan I GUST MADE SANJAYA Latifah, Vina Lukman Hakim Mahdi, Tubagus Ahmad Mahfuddin, Choirul Mardi, Isra Megasari Noer Fatanti Meiji, Nanda Harda Pratama Mifdal Zusron Alfaqi Muhammad Aceng Tata Muhammad Aliansah Muhammad Khafid Mulyana Mulyana Mustafa, Izzuddin Muttaqin, Aqiq Nandang, Ade Nantana, M. Gebryna Rizki Neni Wahyuningtyas, Neni Nur Fitria, Nisa Nurmawati, Kikiy Mega Opik Taopik Ibrahim Pratiwi, Seli Septiana Qawiyya, Azzam Sidqin Rahmah, Sofia Laila Ramdhani, Diyan Rifky Rd. Heri Solehudin Rohanda Rohanda Rohanda Rohanda, Rohanda Rosihon Anwar, Rosihon Rotim, Rotim Rudy Gunawan Rusdarti - Shafirayanti, Marwa Shahruddin, Mohd Solahuddin Sidiq, Apip Ansurullah Subekti, Arif Sudarya, Agus Suklani Suparna, Ahmad Syafei, Isop Syafiq, Royhan Muhammad Syafrawi, Aziz Syafruddin Syairazi, Yasril Ahmad Teguh Sarwo Aji Tolkhah, Lalu M. Ulumuddin Ulumuddin Waladul Mufid, M. Khoirul Annas Yustina Sari, Ninik Zulfiqar, Ahid Ilham Zulhilmi Haron, Muhd