Claim Missing Document
Check
Articles

WAKTU DAN TEMPAT KEMUNCULAN HADIS: Suatu Diskursus Kesarjanaan Aceng Abdul Kodir
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 9 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v9i01.8384

Abstract

From the very beginning, Hadith came with inherent problems. At least, two aspects always accompany the study of the Prophet's Hadith, namely authenticity and authority. Authenticity has been a subject of study to challenge hadith scholars, from the past until now. The best achievement from study of Hadith authenticity is knowing and discovering the origins of Hadith, both in aspects of time and place. The authority aspect of hadith as a source of Islamic teachings was well resolved by al-Shafi'i (d. 204) until he received the title nasir al-sunnah. This article intends to introduce the latest trends in the study from origins of Hadith; first, regarding the time, when a hadith appears, second, regarding the place where a hadith was born. To produce a convincing formulation, the author uses the study of regional Hadith (regionalism). In conclusion, regional Hadith studies can answer not only when, but also where a hadith was born and became mainstream in a particular area.
Ilmu Bekam Perspektif Filsafat Ilmu: Kajian Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Yasril Ahmad Syairazi; Rohanda Rohanda; Abdul Kodir
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami ilmu bekam dengan perspektif filsafat ilmu, khususnya melalui kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Pendekatan filsafat ilmu digunakan dalam penelitian ini dengan menganalisis hubungan ilmu bekam terhadap tiga aspek utama tersebut. Data dan sumber data yang digunakan bersumber dari berbagai literatur dan kajian-kajian mengenai filsafat ilmu dan bekam yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, sementara teknik analisis data menggunakan analisis dekskriptif kritis. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ilmu bekam  secara ontologi memahami bekam sebagai metode terapi yang berangkat dari realitas biologis manusia, epistemologi mengemukakan bekam sebagai pengetahuan yang bersumber dari berbegai pendekatan, mulai dari tradisi pengobatan klasik, pengalaman empiris, pemahaman teologis hingga upaya pembuktian ilmiah melalui penelitian modern serta aksiologi mengungkapkan bahwa Bekam tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit semata, tetapi juga berfungsi sebagai upaya preventif dan promotif dalam menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Akhlakul Lil Banat Juz 1: Kajian Aksiologi Vina Latifah; Rohanda Rohanda; Abdul Kodir
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2195

Abstract

Pendidikan karakter merupakan bagian terpenting dalam proses pendidikan karena berfungsi membentuk kepribadian yang berakhlak mulia, khususnya bagi perempuan yang memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dalam khazanah keilmuan Islam, terdapat banyak literatur yang membahas pembinaan akhlak, salah satunya kitab Akhlakul Lil Banat Juz 1 karya Syaikh Umar bin Ahmad Baroja. Kitab ini secara khusus memuat pedoman moral bagi perempuan agar mampu menjaga kehormatan diri dan menjalankan tanggung jawab sosialnya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab tersebut serta menganalisis relevansinya melalui tinjauan aksiologi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui analisis isi terhadap isi kitab dan didukung berbagai referensi terkait pendidikan karakter dalam tinjauan aksiologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan fokus utama pada pengumpulan data, pembacaan, pencatatan dan pengolahan data serta informasi yang bersumber dari koleksi kepustakaan atau literatur tertulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kitab Akhlakul Lil Banat Juz 1 terdapat nilai pendidikan karakter yang meliputi nilai religiusitas, kesopanan dan etika sosial, kedisiplinan dan tanggung jawab, menghormati orang tua, kesederhanaan dan keikhlasan, kasih sayang dan kepedulian sosial, menjaga kehormatan dan martabat perempuan, kerja sama dan kebersihan, kesungguhan dalam belajar dan sikap rendah hati serta keteladanan. Ditinjau dari perspektif aksiologi, nilai-nilai tersebut bukan hanya bersifat moralitas teoritis, tetapi juga memiliki manfaat praktis dalam membentuk perilaku dan kepribadian perempuan agar menjadi pribadi yang beradab, bermartabat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, nilai karakter dalam kitab ini masih sangat relevan untuk diintegrasikan dalam sistem pendidikan modern.
Konsep Ilmu dalam Pandangan Ibnu Khaldun: Analisis Epistemologi terhadap Kitab Muqoddimah Apip Ansurullah Sidiq; Rohanda Rohanda; Abdul Kodir
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2238

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ilmu dalam pandangan Ibnu Khaldun melalui analisis epistemologis terhadap Kitab Muqaddimah. Ibnu Khaldun merupakan salah satu tokoh Muslim klasik yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami hubungan antara ilmu, realitas sosial, dan peradaban manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ilmu menurut Ibnu Khaldun, sumber-sumber pengetahuan yang diakuinya, serta metode epistemologis yang digunakan dalam membangun ilmu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis filosofis terhadap teks Muqaddimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun memandang ilmu sebagai hasil interaksi antara akal, pengalaman empiris, dan wahyu, yang berkembang seiring dengan dinamika sosial dan peradaban. Ia menekankan pentingnya observasi empiris dan kritik terhadap berita sejarah sebagai dasar validitas ilmu, tanpa mengesampingkan peran wahyu sebagai sumber kebenaran transenden. Pendekatan epistemologis Ibnu Khaldun menunjukkan integrasi antara rasionalitas, empirisme, dan nilai-nilai keislaman, yang relevan sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan dalam konteks keilmuan Islam kontemporer. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian epistemologi Islam serta memperkuat relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam diskursus filsafat ilmu modern.
Moral Character Education via Social Media: Youth in Urban Bandung Mosques Abdul Kodir; Isop Syafei
Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Vol. 16 No. 1 (2026): Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi
Publisher : Prodi Magister Sosiologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/socio-politica.v16i1.50028

Abstract

Social media increasingly shapes urban youth's moral development, including mosque youth expected to model religious values—a challenge prior character education efforts, focused on cognitive and ritual aspects, have failed to address amid digital advances. Adolescents struggle to filter information, resist negative content, and sustain moral behavior online and offline. This study innovates by empowering mosque youth as moral agents blending religious values with digital literacy. Objectives include describing social media's moral impacts, evaluating character education's role, and assessing mosque-based community service in Bandung. Using qualitative case studies of three mosque youth groups (via observation, interviews, and documentation), findings reveal social media's ambivalent effects: bolstering religious identity yet risking degradation. Mosque-rooted programs effectively build moral literacy, self-control, and value-based networks, underscoring adaptive, community-driven models for youth morality in the social media era.
Integrative Islamic Education for the Elderly: A Holistic Model from Madrasah Ibnu Mas’ud in Malaysia Lukman Hakim; Abdul Kodir; Muhd Zulhilmi Haron
Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v11i1.45186

Abstract

Elderly education represents a critical yet frequently overlooked component of lifelong learning, essential for improving the overall well-being of aging populations. This study investigates how Madrasah Ibnu Mas’ud (MIM) in Malaysia implements an integrative educational model designed to address the spiritual, social, and physical needs of elderly individuals. Employing a qualitative case study methodology, data were gathered through interviews, observations, and document analysis. Findings reveal that MIM effectively integrates Islamic religious teachings, including Qur’anic study and hadith, with practical daily activities such as congregational prayers, religious discussions, light physical exercises, and structured social interactions. These comprehensive programs significantly enhance the spiritual growth, physical health, and sense of community among the elderly participants. By balancing religious education with physical and social activities, MIM mitigates common elderly issues such as emotional isolation and social disengagement. This integrative model demonstrates substantial potential for improving the holistic quality of life for older adults. Consequently, this research provides valuable implications for Islamic educational institutions, underscoring the necessity of inclusive elderly educational programs that simultaneously nurture religious fulfilment and physical well-being.