Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL TUTOR SEBAYA DALAM MENINGKATKAN MAHARAH QIRA'AH: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Fauziah, Asti; Kesuma, Guntur Cahaya; Farhan, Ali; Nur, Robiyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The peer tutoring cooperative learning model has been widely applied to enhance reading skills (maharah qira'ah) in Arabic language education. This study aims to evaluate the effectiveness, challenges, and opportunities of this model through a systematic literature review. Data were collected from 12 journal articles published between 2020 and 2024, analyzed using a thematic synthesis approach. The results reveal that peer tutoring significantly improves students’ reading fluency, pronunciation accuracy, and text comprehension. These improvements are influenced by active interactions between tutors and students, as well as a supportive learning environment. However, challenges such as difficulty in selecting competent tutors and unbalanced group dynamics remain significant barriers to implementation. Additionally, the study found that students involved in peer tutoring demonstrated higher learning motivation compared to those in conventional methods. The novelty of this research lies in its focus on elementary education (madrasah ibtidaiyah) and oral reading skills (qiroah jahriyah), which are rarely explored in previous studies. This study concludes that peer tutoring is an effective strategy to enhance students’ maharah qira'ah, particularly at the elementary level. Recommendations are provided for developing more structured tutor training and integrating technology to support this model in the future.
Internalisasi Nilai Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal: Analisis Praktik Tradisi Ngejalang Kubokh dalam Pembentukan Sikap Sosial dan Religius Masyarakat Nopia, Eni; Anwar, Chairul; Kesuma, Guntur Cahaya
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2022): Desember (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v3i2.168

Abstract

This study aims to analyze the practice of the ngejalang kubokh tradition as the formation of social and religious attitudes of the people of Pekon Negeri Ratu Tenumbang, South Coastal District, West Coast District. This study used a descriptive qualitative research method. Primary data regarding the practice of ngejelang was obtained from research informants, namely traditional leaders, religious leaders, saibatin, village heads and parat pekon, as well as the implementing committee. Secondary data obtained from books, journals, and other relevant sources. The results showed that the internalized values ​​of the ngejalang kubokh tradition were religious values, educational values, social values and cultural values. The Ngejelang tradition is a form of local wisdom presented form a social order that is religious, harmonious, dynamic and socialist which is a form of the culture of people's lives. The execution of running the kubokh is carried out during one Shawwal. Talibun and pahakh as forms of local wisdom which become symbols in the implementation of bitch kubokh which have a sacred essence in them. The people of Pekon Negeri Ratu Tenumbang interpret the bitch tradition as one of the ways to increase a sense of kinship, maintain friendly ties so as to form social integration between communities.
Analisis Nilai-Nilai Karakter Religius QS. Al Kahfi: 60-82 Dalam Membentuk Adab Peserta Didik Terhadap Guru di Era Pendidikan Modern Aini, Zuhrotun Nur; Kesuma, Guntur Cahaya; Asyha, Agus Faisal
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4775

Abstract

Transformasi pendidikan di era modern membawa implikasi terhadap perubahan pola interaksi antara peserta didik dan guru, termasuk dalam aspek etika dan penghormatan. Fenomena menurunnya sikap santun serta melemahnya adab peserta didik terhadap guru menjadi persoalan yang memerlukan penguatan nilai karakter religius berbasis Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai karakter religius yang terkandung dalam QS. Al-Kahfi ayat 60–82 serta relevansinya dalam membentuk adab peserta didik terhadap guru pada konteks pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa QS. Al-Kahfi ayat 60–82, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti Tafsir Ibn Kathir, Tafsir Al-Maraghi, Fi Zhilalil Qur'an, Tafsir Al-Misbah, dan Tafsir Al-Azhar. Teknik analisis data dilakukan melalui metode analisis isi dengan tahapan identifikasi ayat, pengodean nilai, serta interpretasi makna pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Kahfi ayat 60–82 memuat nilai-nilai karakter religius yang mencakup dimensi iman (keikhlasan dan keteguhan dalam menuntut ilmu), dimensi akhlak (tawadhu’, kesantunan, dan penghormatan terhadap guru), serta dimensi syariat (ketaatan, kesabaran, dan kedisiplinan dalam proses pembelajaran). Oleh karena itu, kandungan nilai dalam QS. Al-Kahfi ayat 60–82 memiliki relevansi yang signifikan sebagai dasar normatif dalam penguatan karakter religius dan pembentukan adab peserta didik terhadap guru di tengah dinamika pendidikan modern.
HAKEKAT PENDIDIKAN PERSPEKTIF HADITS NABI MUHAMMAD SAW M. Amin Nuromi; Shalicha Nafilata Erhassa; Rizki Ananda; Ainul Gani; Guntur Cahaya Kesuma; Amirudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6362

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian dan peradaban manusia. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga aspek spiritual, moral, dan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hakekat pendidikan berdasarkan perspektif hadis Nabi Muhammad SAW dengan menyoroti perintah menuntut ilmu, keutamaan belajar dan mengajar, serta urgensi ilmu dalam kehidupan manusia. Melalui pendekatan studi literatur terhadap hadis-hadis yang relevan, penulis menemukan bahwa Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya proses pendidikan sebagai jalan menuju ketakwaan dan kesempurnaan manusia (insan kamil). Hadis-hadis tersebut menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan dicontohkan untuk mencarinya hingga ke tempat yang jauh. Pendidikan, dalam hadis Nabi, dipandang sebagai jihad fi sabilillah, sarana untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, serta menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir. Selain itu, pengajar (alim) mendapat kedudukan tinggi karena mewarisi tugas para nabi. Rasulullah juga menggambarkan ilmu sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup dan sebagai penjaga dari kesesatan, sedangkan orang bodoh yang memimpin tanpa ilmu akan menyesatkan umat. Dengan demikian, hakekat pendidikan dalam Islam menekankan pentingnya proses pembinaan yang berkelanjutan, yang mencakup pengembangan potensi jasmani, rohani, intelektual, dan spiritual manusia dalam rangka membentuk pribadi muslim yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi. Artikel ini juga mengajak umat Islam untuk memuliakan ilmu, memelihara eksistensi ulama, dan menanamkan budaya belajar sepanjang hayat sebagai bagian dari pengamalan ajaran Rasulullah SAW.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI RESPON TERGADAP DISINFORMASI KEAGAMAAN DI ERA SOCIETY 5.0 Silpa; Sugesti, Vina Nanda; Sunariyah; A. Gani; Kesuma, Guntur Cahaya; Amirudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12076

Abstract

Literacy is a fundamental foundation for intellectual development and civilization building. In Islamic perspective, literacy is not merely defined as the ability to read and write, but also as a transformative process in the pursuit of knowledge. This article aims to analyze the urgency of literacy in prophetic educational traditions (hadith tarbawi), focusing on reading, writing, and the pursuit of knowledge. This study employs a qualitative approach using library research. Primary data were derived from major hadith collections such as Shahih al-Bukhari and Shahih Muslim, while secondary sources include accredited journals and recent Islamic education books. Data were analyzed using descriptive-analytical and thematic approaches. The findings reveal that hadith tarbawi positions literacy as both a spiritual and social obligation that contributes to character formation and civilizational advancement. Reading and writing traditions function as instruments for knowledge transmission, while the pursuit of knowledge is considered a path toward worldly and eternal success. The concept of literacy in hadith tarbawi remains highly relevant in addressing contemporary digital-era literacy challenges. Keywords: Literacy, Hadith Tarbawi, Islamic Education, Knowledge Tradition
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BRAINSTORMING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FIQIH Septiani, Widya; Kesuma, Guntur Cahaya; Asyha, Agus Faisal
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9572

Abstract

ABSTRACT The low cognitive ability of students in Fiqh learning, particularly on the topic of bughat, remains a common issue in madrasahs. This condition is influenced by the suboptimal implementation of learning methods that encourage students’ active participation and cognitive engagement. This study is directed at describing the implementation of the brainstorming learning method in an effort to enhance students’ cognitive capacity, while also analyzing the various challenges and constraints that arise during the implementation of Fiqh instruction. This study employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological design. The participants in this research included the Fiqh teacher, the vice principal for curriculum affairs, and Grade XI science students at MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Data collection in this study was conducted through observation, interviews, documentation review, and tests to measure students’ cognitive abilities. Meanwhile, data analysis was carried out using an interactive model that includes the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, complemented by data validity testing through triangulation techniques. The results indicate that implementing the brainstorming method through the stages of orientation, analysis, hypothesis, incubation, synthesis, and verification improves students’ cognitive abilities. However, obstacles were identified, including differences in students’ levels of participation, limited instructional time, and classroom management issues. Therefore, systematic lesson planning is necessary to optimize students’ cognitive potential. ABSTRAK Rendahnya kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran Fiqih, khususnya pada materi bughat, masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai di madrasah. Kondisi ini dipengaruhi oleh kurang optimalnya penerapan metode pembelajaran yang mendorong keaktifan dan keterlibatan berpikir peserta didik. Penelitian ini diarahkan untuk menguraikan implementasi metode pembelajaran Brainstorming dalam upaya meningkatkan kapasitas kognitif peserta didik, sekaligus menganalisis berbagai tantangan dan kendala yang muncul selama pelaksanaan pembelajaran Fiqih. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini mencakup guru Fiqih, wakil kepala bidang kurikulum, serta peserta didik kelas XI IPA di MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan melalui kegiatan observasi, wawancara, studi dokumentasi, serta tes untuk mengukur kemampuan kognitif peserta didik. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, serta dilengkapi dengan uji keabsahan data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode brainstorming melalui tahapan orientasi, analisis, hipotesis, pengeraman, sintesis, dan verifikasi mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan berupa perbedaan tingkat keaktifan peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran dan mengatur kondisi kelas. Metode brainstorming terbukti efektif meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran Fiqih, sehingga perencanaan pembelajaran yang sistematis diperlukan untuk mengoptimalkan potensi kognitif mereka.