Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Internalisasi Nilai Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal: Analisis Praktik Tradisi Ngejalang Kubokh dalam Pembentukan Sikap Sosial dan Religius Masyarakat Nopia, Eni; Anwar, Chairul; Kesuma, Guntur Cahaya
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2022): Desember (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v3i2.168

Abstract

This study aims to analyze the practice of the ngejalang kubokh tradition as the formation of social and religious attitudes of the people of Pekon Negeri Ratu Tenumbang, South Coastal District, West Coast District. This study used a descriptive qualitative research method. Primary data regarding the practice of ngejelang was obtained from research informants, namely traditional leaders, religious leaders, saibatin, village heads and parat pekon, as well as the implementing committee. Secondary data obtained from books, journals, and other relevant sources. The results showed that the internalized values ​​of the ngejalang kubokh tradition were religious values, educational values, social values and cultural values. The Ngejelang tradition is a form of local wisdom presented form a social order that is religious, harmonious, dynamic and socialist which is a form of the culture of people's lives. The execution of running the kubokh is carried out during one Shawwal. Talibun and pahakh as forms of local wisdom which become symbols in the implementation of bitch kubokh which have a sacred essence in them. The people of Pekon Negeri Ratu Tenumbang interpret the bitch tradition as one of the ways to increase a sense of kinship, maintain friendly ties so as to form social integration between communities.
Analisis Nilai-Nilai Karakter Religius QS. Al Kahfi: 60-82 Dalam Membentuk Adab Peserta Didik Terhadap Guru di Era Pendidikan Modern Aini, Zuhrotun Nur; Kesuma, Guntur Cahaya; Asyha, Agus Faisal
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4775

Abstract

Transformasi pendidikan di era modern membawa implikasi terhadap perubahan pola interaksi antara peserta didik dan guru, termasuk dalam aspek etika dan penghormatan. Fenomena menurunnya sikap santun serta melemahnya adab peserta didik terhadap guru menjadi persoalan yang memerlukan penguatan nilai karakter religius berbasis Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai karakter religius yang terkandung dalam QS. Al-Kahfi ayat 60–82 serta relevansinya dalam membentuk adab peserta didik terhadap guru pada konteks pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa QS. Al-Kahfi ayat 60–82, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti Tafsir Ibn Kathir, Tafsir Al-Maraghi, Fi Zhilalil Qur'an, Tafsir Al-Misbah, dan Tafsir Al-Azhar. Teknik analisis data dilakukan melalui metode analisis isi dengan tahapan identifikasi ayat, pengodean nilai, serta interpretasi makna pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Kahfi ayat 60–82 memuat nilai-nilai karakter religius yang mencakup dimensi iman (keikhlasan dan keteguhan dalam menuntut ilmu), dimensi akhlak (tawadhu’, kesantunan, dan penghormatan terhadap guru), serta dimensi syariat (ketaatan, kesabaran, dan kedisiplinan dalam proses pembelajaran). Oleh karena itu, kandungan nilai dalam QS. Al-Kahfi ayat 60–82 memiliki relevansi yang signifikan sebagai dasar normatif dalam penguatan karakter religius dan pembentukan adab peserta didik terhadap guru di tengah dinamika pendidikan modern.
HAKEKAT PENDIDIKAN PERSPEKTIF HADITS NABI MUHAMMAD SAW M. Amin Nuromi; Shalicha Nafilata Erhassa; Rizki Ananda; Ainul Gani; Guntur Cahaya Kesuma; Amirudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6362

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian dan peradaban manusia. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga aspek spiritual, moral, dan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hakekat pendidikan berdasarkan perspektif hadis Nabi Muhammad SAW dengan menyoroti perintah menuntut ilmu, keutamaan belajar dan mengajar, serta urgensi ilmu dalam kehidupan manusia. Melalui pendekatan studi literatur terhadap hadis-hadis yang relevan, penulis menemukan bahwa Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya proses pendidikan sebagai jalan menuju ketakwaan dan kesempurnaan manusia (insan kamil). Hadis-hadis tersebut menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan dicontohkan untuk mencarinya hingga ke tempat yang jauh. Pendidikan, dalam hadis Nabi, dipandang sebagai jihad fi sabilillah, sarana untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, serta menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir. Selain itu, pengajar (alim) mendapat kedudukan tinggi karena mewarisi tugas para nabi. Rasulullah juga menggambarkan ilmu sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup dan sebagai penjaga dari kesesatan, sedangkan orang bodoh yang memimpin tanpa ilmu akan menyesatkan umat. Dengan demikian, hakekat pendidikan dalam Islam menekankan pentingnya proses pembinaan yang berkelanjutan, yang mencakup pengembangan potensi jasmani, rohani, intelektual, dan spiritual manusia dalam rangka membentuk pribadi muslim yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi. Artikel ini juga mengajak umat Islam untuk memuliakan ilmu, memelihara eksistensi ulama, dan menanamkan budaya belajar sepanjang hayat sebagai bagian dari pengamalan ajaran Rasulullah SAW.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI RESPON TERGADAP DISINFORMASI KEAGAMAAN DI ERA SOCIETY 5.0 Silpa; Sugesti, Vina Nanda; Sunariyah; A. Gani; Kesuma, Guntur Cahaya; Amirudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12076

Abstract

Literacy is a fundamental foundation for intellectual development and civilization building. In Islamic perspective, literacy is not merely defined as the ability to read and write, but also as a transformative process in the pursuit of knowledge. This article aims to analyze the urgency of literacy in prophetic educational traditions (hadith tarbawi), focusing on reading, writing, and the pursuit of knowledge. This study employs a qualitative approach using library research. Primary data were derived from major hadith collections such as Shahih al-Bukhari and Shahih Muslim, while secondary sources include accredited journals and recent Islamic education books. Data were analyzed using descriptive-analytical and thematic approaches. The findings reveal that hadith tarbawi positions literacy as both a spiritual and social obligation that contributes to character formation and civilizational advancement. Reading and writing traditions function as instruments for knowledge transmission, while the pursuit of knowledge is considered a path toward worldly and eternal success. The concept of literacy in hadith tarbawi remains highly relevant in addressing contemporary digital-era literacy challenges. Keywords: Literacy, Hadith Tarbawi, Islamic Education, Knowledge Tradition
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BRAINSTORMING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FIQIH Septiani, Widya; Kesuma, Guntur Cahaya; Asyha, Agus Faisal
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9572

Abstract

ABSTRACT The low cognitive ability of students in Fiqh learning, particularly on the topic of bughat, remains a common issue in madrasahs. This condition is influenced by the suboptimal implementation of learning methods that encourage students’ active participation and cognitive engagement. This study is directed at describing the implementation of the brainstorming learning method in an effort to enhance students’ cognitive capacity, while also analyzing the various challenges and constraints that arise during the implementation of Fiqh instruction. This study employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological design. The participants in this research included the Fiqh teacher, the vice principal for curriculum affairs, and Grade XI science students at MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Data collection in this study was conducted through observation, interviews, documentation review, and tests to measure students’ cognitive abilities. Meanwhile, data analysis was carried out using an interactive model that includes the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, complemented by data validity testing through triangulation techniques. The results indicate that implementing the brainstorming method through the stages of orientation, analysis, hypothesis, incubation, synthesis, and verification improves students’ cognitive abilities. However, obstacles were identified, including differences in students’ levels of participation, limited instructional time, and classroom management issues. Therefore, systematic lesson planning is necessary to optimize students’ cognitive potential. ABSTRAK Rendahnya kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran Fiqih, khususnya pada materi bughat, masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai di madrasah. Kondisi ini dipengaruhi oleh kurang optimalnya penerapan metode pembelajaran yang mendorong keaktifan dan keterlibatan berpikir peserta didik. Penelitian ini diarahkan untuk menguraikan implementasi metode pembelajaran Brainstorming dalam upaya meningkatkan kapasitas kognitif peserta didik, sekaligus menganalisis berbagai tantangan dan kendala yang muncul selama pelaksanaan pembelajaran Fiqih. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini mencakup guru Fiqih, wakil kepala bidang kurikulum, serta peserta didik kelas XI IPA di MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan melalui kegiatan observasi, wawancara, studi dokumentasi, serta tes untuk mengukur kemampuan kognitif peserta didik. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, serta dilengkapi dengan uji keabsahan data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode brainstorming melalui tahapan orientasi, analisis, hipotesis, pengeraman, sintesis, dan verifikasi mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan berupa perbedaan tingkat keaktifan peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran dan mengatur kondisi kelas. Metode brainstorming terbukti efektif meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran Fiqih, sehingga perencanaan pembelajaran yang sistematis diperlukan untuk mengoptimalkan potensi kognitif mereka.
The Use of Artificial Intelligence in Visual Illustrations to Improve Maharah al-Kalam (Arabic Oral Proficiency) Zikrillah Zikrillah; Koderi Koderi; Guntur Cahaya Kesuma; Ahmad Bukhari Muslim; Syarifudin Basyar
Al Hikmah: Journal of Education Vol 6, No 1 (2025): Al Hikmah: Journal of Education
Publisher : Lembaga Pendidikan Hikmatun Najah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54168/ahje.v6i1.423

Abstract

Arabic speaking proficiency (maharah al-kalam) continues to face pedagogical challenges, particularly in pronunciation, vocabulary, and contextual comprehension. This study aims to analyze the use of artificial intelligence (AI) in visual illustrations as instructional media to enhance Arabic speaking skills. Employing a systematic literature review method, the study examines 20 selected articles published between 2020 and 2025. The findings reveal that AI-generated visual media significantly improve learners’ vocabulary acquisition, contextual understanding, and engagement in speaking activities. The study implies that AI can be effectively utilized as a pedagogical tool to promote more interactive and context-based Arabic instruction. Its primary contribution lies in proposing a visually oriented AI approach, distinguishing it from previous research that largely focused on text-based applications or chatbot systems.
Analisis Nilai-Nilai Karakter Religius QS. Al Kahfi: 60-82 Dalam Membentuk Adab Peserta Didik Terhadap Guru di Era Pendidikan Modern Zuhrotun Nur Aini; Guntur Cahaya Kesuma; Agus Faisal Asyha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4775

Abstract

Transformasi pendidikan di era modern membawa implikasi terhadap perubahan pola interaksi antara peserta didik dan guru, termasuk dalam aspek etika dan penghormatan. Fenomena menurunnya sikap santun serta melemahnya adab peserta didik terhadap guru menjadi persoalan yang memerlukan penguatan nilai karakter religius berbasis Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai karakter religius yang terkandung dalam QS. Al-Kahfi ayat 60–82 serta relevansinya dalam membentuk adab peserta didik terhadap guru pada konteks pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa QS. Al-Kahfi ayat 60–82, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti Tafsir Ibn Kathir, Tafsir Al-Maraghi, Fi Zhilalil Qur'an, Tafsir Al-Misbah, dan Tafsir Al-Azhar. Teknik analisis data dilakukan melalui metode analisis isi dengan tahapan identifikasi ayat, pengodean nilai, serta interpretasi makna pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Kahfi ayat 60–82 memuat nilai-nilai karakter religius yang mencakup dimensi iman (keikhlasan dan keteguhan dalam menuntut ilmu), dimensi akhlak (tawadhu’, kesantunan, dan penghormatan terhadap guru), serta dimensi syariat (ketaatan, kesabaran, dan kedisiplinan dalam proses pembelajaran). Oleh karena itu, kandungan nilai dalam QS. Al-Kahfi ayat 60–82 memiliki relevansi yang signifikan sebagai dasar normatif dalam penguatan karakter religius dan pembentukan adab peserta didik terhadap guru di tengah dinamika pendidikan modern.
The Social Education Values in the Qur'an, Surah Al-Hujurat, Verses 11-13 Syifa Adilla Zahra; Syifaul Karima; Nur Rohfitta; Ainal Gani; Guntur Cahaya Kesuma; A. Fatoni
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.581

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis nilai-nilai toleransi dan kerukunan sosial yang terdapat dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 11–13 melalui pendekatan tafsir tematik, dengan merujuk pada Tafsir Al-Mishbah. Ayat-ayat tersebut menekankan perlunya mempertahankan harga diri sosial, menghindari asumsi negatif, melarang penghinaan terhadap sesama, serta mempromosikan pembentukan relasi sosial yang sehat berdasarkan prinsip ta’aruf atau saling mengenal. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka. Sumber primer yang dikaji adalah Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, yang diperkaya dengan referensi pendukung dari kitab tafsir lainnya, jurnal ilmiah, serta laporan terkait isu sosial dan keagamaan. Data dikumpulkan melalui kajian terhadap sumber utama, yaitu Tafsir Al-Mishbah, dan didukung oleh berbagai sumber sekunder yang relevan seperti jurnal ilmiah Tahun 2021-2025, buku Tafsir Al-Misbah jilid 13, serta penelitian yang membahas isu intoleransi dan harmoni sosial. Analisis data dilakukan menggunakan metode content analysis dengan menelaah makna QS. Al-Hujurat ayat 11–13 berdasarkan tafsir Quraish Shihab, kemudian menghubungkannya dengan kondisi sosial yang ada di Indonesia. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa Tafsir Al-Mishbah menyajikan interpretasi yang sesuai dan bermanfaat dalam menghadapi isu sosial kontemporer, seperti ujaran kebencian, diskriminasi, dan konflik identitas. Nilai-nilai dalam ayat-ayat tersebut dapat menjadi fondasi etika bagi kehidupan masyarakat yang plural, serta memiliki relevansi signifikan sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan karakter dan perumusan kebijakan sosial. Penelitian ini menegaskan urgensi pemahaman dan penerapan ajaran Al-Qur’an secara kontekstual untuk membentuk masyarakat yang adil, inklusif, dan penuh toleransi.
Relevansi Tafsir Tarbawi dalam Pendidikan Agama Islam di Era Digital Ryan Radjendra; Silpa Silpa; Ainal Ghani; Guntur Cahaya Kesuma; A. Fatoni
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.582

Abstract

Perkembangan era digital membawa dampak signifikan terhadap pola pendidikan, termasuk dalam ranah Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu pendekatan yang memiliki relevansi tinggi adalah tafsir tarbawi, yaitu tafsir Al-Qur’an dengan orientasi pendidikan yang menekankan nilai-nilai pedagogis, moral, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi tafsir tarbawi dalam mengembangkan model pembelajaran PAI yang adaptif terhadap tantangan era digital, khususnya bagi Generasi Alpha yang sangat akrab dengan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari kitab-kitab tafsir tarbawi, sedangkan data sekunder berasal dari buku akademik, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah literatur dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir tarbawi dapat dijadikan landasan dalam menyusun strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi tanpa mengurangi nilai religiusitas dan spiritualitas. Integrasi tafsir tarbawi dengan media digital mampu memperkuat literasi digital religius, meningkatkan pemahaman keislaman, serta membentuk karakter religius Generasi Alpha. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan agar guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai tafsir tarbawi ke dalam media pembelajaran digital secara sistematis melalui platform daring berbasis nilai Islam. Lembaga pendidikan juga disarankan untuk meningkatkan kompetensi digital guru melalui pelatihan teknopedagogi agar implementasi pembelajaran berbasis tafsir tarbawi menjadi lebih efektif dan menarik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi tafsir tarbawi dan teknologi digital tidak hanya menjaga orisinalitas nilai Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan religius di era Generasi Alpha.
Pembinaan Motivasi Belajar dalam Hadits Tarbawi: Studi Atas Hadits-Hadits tentang Keutamaan Ilmu dan Ulama Wildayah Musyafa; Muhammad Abdullah Sidiq; Ainal Ghani; Guntur Cahaya Kesuma; Amirudin Amirudin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.750

Abstract

Hadits tentang keutamaan ilmu dan ulama digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis pembinaan motivasi belajar dari sudut pandang hadits tarbawi. Kitab-kitab hadits berfungsi sebagai sumber primer dan buku dan jurnal pendidikan Islam berfungsi sebagai sumber sekunder dalam penelitian ini, yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif dalam studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan memperhatikan aspek makna teks, konteks (asbāb al-wurūd), dan kualitas sanad dan matan hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits tentang keutamaan ilmu dan ulama mengandung nilai spiritual, moral, dan sosial. Nilai spiritual memandang menuntut ilmu sebagai ibadah yang memiliki nilai ukhrawi, nilai moral menekankan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk mengejar dan mengamalkan ilmu, dan nilai sosial menekankan peran ulama sebagai pewaris nabi yang membimbing masyarakat. Sistem motivasi belajar yang terdiri dari motivasi intrinsik dan ekstrinsik terdiri dari ketiga nilai tersebut. Akibatnya, hadits tarbawi harus dimasukkan ke dalam proses pendidikan melalui contoh guru, motivasi berbasis nilai, dan model pembelajaran integratif, kolaboratif, dan reflektif-spiritual. Metode ini tidak hanya meningkatkan keinginan siswa untuk belajar, tetapi juga mengajarkan mereka tentang iman dan tanggung jawab sosial mereka.