Claim Missing Document
Check
Articles

PROGRAM PEMERINTAH DALAM KETERSEDIAAN PERUMAHAN BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR) DI KOTA BANJARMASIN Anisa Putri; Tri Azhara Mirani; M. Rizki Valen Febrianto; Rosalina Kumalawati; Ellyn Normelani; Muhammad Apriadi
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 3, No 1 (2022): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v3i1.5326

Abstract

Kota Banjarmasin sebagai kota yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Kalimantan Selatan, hal ini juga mempengaruhi kebutuhan primer penduduk seperti rumah atau tempat tinggal yang harus dimiliki oleh setiap keluarga untuk melanjutkan kehidupannya sehari-hari. Kebutuhan akan tempat tinggal otomatis mengalami peningkatan sebab jumlah kebutuhan penerimaan sejalan dengan jumlah pertumbuhan penduduk. Tingginya pertumbuhan ekonomi di Banjarmasin, berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan penduduknya. Masyarkat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam kaitannya dengan pembangunan didefenisikan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2016 sebagai masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah maka dalam artikel ini bertujuan membahas perkembangan penyediaan Perumahan Bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang berupa penggambaran fenomena yang ada melalui studi kepustakaan dan di dukung dengan data sekunder
Potensi Sektor Pertanian Untuk Pengembangan Wilayah Di Kabupaten Balangan Rosalina Kumalawati; Nasruddin Nasruddin; Karnanto Hendra Murliawan; Rizky Nurita Anggraini
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 1, No 2 (2020): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.171 KB) | DOI: 10.20527/jgp.v1i2.3403

Abstract

Abstrak Sektor pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan perekonomian nasional saat sekarang dan masa mendatang. Sektor pertanian tumpuan hidup sebagian besar penduduk. Mengetahui potensi sektor pertanian sangat penting untuk mengetahui pengembangan suatu wilayah.  Semakin meningkat luas panen, produksi dan produktivitas bidang pertanian dari waktu kewaktu maka dapat mendukung perkembangan wilayah termasuk perkembangan perekonomian. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana potensi sektor pertanian untuk pengembangan wilayah di Kabupaten Balangan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Balangan termasuk Kabupaten yang masih baru dibandingkan Kabupaten yang lain. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sumber data sekunder diperoleh Kabupaten dalam Angka, Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian, DisPTPHPP Balangan dan BAPPEDA. Teknik analisis menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah potensi sektor pertanian untuk pengembangan wilayah. Temuan dari penelitian adalah mengetahui potensi sektor pertanian untuk pengembangan wilayah di Kabupaten Balangan. Keterbatasan penelitian adalah membatasi potensi pada sektor pertanian tanaman pangan. Hasil yang didapatkan penelitian ini (a) luas panen, jumlah produksi dan produktivitas padi gogo dan jagung, meningkat selama tahun 2015-2019, sedangkan luas panen padi sawah dan kedelai menurun, (b) Penurunan luas panen harus menjadi perhatian karena disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan pertanian yang semakin tinggi, (c) Alih fungsi lahan yang ada dapat mempengaruhi perkembangan wilayah yang ada di Kabupaten tersebut. Kata Kunci : Potensi, Sektor Pertanian, Pengembangan Wilayah
SEBARAN HOTSPOT TAHUN 2012-2021 DI KALIMANTAN SELATAN Rosalina Kumalawati; Astinana Yuliarti; Rizky Nurita Anggraeni; Karnanto Hendra Murliawan
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 2, No 1 (2021): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.499 KB) | DOI: 10.20527/jgp.v2i1.4532

Abstract

Abstrak. Kebakaran hutan dan lahan gambut di negara berkembang selalu menjadi perhatian dunia. Kebakaran yang marak terjadi banyak disebabkan antara kombinasi aktivitas manusia yaitu deforestasi, perubahan tutupan lahan, serta pertambahan penduduk, dan juga efek dari penyimpangan iklim yang meningkatkan kejadian kebakaran hutan dan lahan. Kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan  merupakan kejadian yang hampir terjadi setiap tahun pada musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sebaran hotspot di Provinsi Kalimantan Selatan sejak 2012 hingga 2021. Penelitian dilakukan di 13 Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dari studi literatur. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil beberapa informasi mengenai kejadian kebakaran hutan dan lahan secara temporal. Data yang diambil adalah data hotspot dari citra satelit SNPP VIIRS dari Tahun 2012-2021. Temuan dari penelitian adalah Jumlah hotspot dari Tahun 2012-2021 naik turun setiap tahunnya kadang naik kadang turun, penurunan yang terjadi disebabkan banyak faktor seperti faktor cuaca atau curah hujan. Hotspot paling tinggi pada Tahun 2015 karena kebakaran pada Tahun tersebut disebabkan oleh adanya anomali iklim yaitu fenomena El-Nino di Samudera Pasifik yang menyebabkan terjadinya kekeringan di Indonesia, daerah dengan jumlah hotspot tinggi berarti memiliki potensi terjadi kebakaran juga tinggi sehingga daerah tersebut harus memiliki mitigasi yang tepat dan masyarakat yang siaga terhadap bencana.Kata Kunci: SNPP VIIRS, Hotspot, Kebakaran hutan dan lahan
ANALISIS EKONOMI WILAYAH DAN EVALUASI DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN BONDOWOSO Nor Aufa Azizah; Rosalina Kumalawati; Ellyn Normelani; Ahmad Alim Bachri
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 2, No 2 (2021): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v2i2.4779

Abstract

Negara berkembang dapat mewujudkan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya dengan melakukan pembangunan. Pembangunan yang sering dilakukan oleh negara berkembang adalah pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi adalah proses peningkatan pendapatan total, yaitu terjadinya peristiwa pertumbuhan ekonomi di suatu negara dengan meningkatkan jumlah penduduk, perubahan mendasar dalam komposisi ekonomi dan distribusi pendapatan. Pembangunan ekonomi merupakan salah satu petunjuk kemajuan keuangan yang harus dilihat melalui peningkatan pembayaran teritorial asli selama periode waktu tertentu.Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan penanda yang signifikan untuk menentukan kondisi keuangan di ruang angkasa dalam jangka waktu tertentu, baik berdasarkan biaya saat ini maupun berdasarkan biaya tetap. sebagian besar tingkat pembangunan ekonomi di Kabupaten Bondowoso relatif meningkat meskipun memiliki pendapatan per kapita yang moderat. Sektor industri yang juga merupakan penyumbang pendapatan terbesar di Kabupaten Bondowoso perlu dikembangkan dan dikelola kembali agar dapat memenuhi target pembangunan dan ekonomi.
Pemanfaatan Data Geospasial dalam Proses Pembelajaran Geografi Pada Kondisi Bencana Covid-19 Rosalina Kumalawati; Selamat Riadi; Gusti Muhammad Syachreza Febriyan
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 1, No 1 (2020): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.923 KB) | DOI: 10.20527/jgp.v1i1.2294

Abstract

Covid-19 termasuk bencana nonalam yang terjadi di negara maju dan negara berkembang. Negara berkembang yang terkena dampak Covid-19 adalah Indonesia. Proses pembelajaran selama bencana Covid19 dilakukan secara online begitu dalam pembelajaran geografi. Geografi merupakan ilmu spasial (Ruang atau tempat) yang diyakini mampu membekali spatial intelligence, spatial ability kepada peserta didik. Kajian geografi membentang dari obyek/fenomena litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, antroposfer. Data geospasial (peta) dalam pengajaran geografi merupakan media belajar yang penting untuk mengembangkan pengertian ruang dan tempat. Geografi menelaah semua substanisnya darisudut pandang spasial sehingga mengharuskan penggunaan peta; baik peta kerja, peta hasil maupun peta rekomendasi. Begitu besar manfaat data geospasial dalam pembelajaran geografi. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan data geospasial dalam proses pembelajaran geografi pada kondisi bencana Covid-19. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil yang didapatkan penelitian ini adalah (a) data geospasial (peta) mempunyai kemampuan-kemampuan tertentu yang merupakan ciri khasnya. (b) geografi seringkali overlap dengan bidang ilmu lain, yang membedakan adalah sudut pandang spasial. (c) pemanfaatan data geospasial dalam proses pembelajaran geografi pada kondisi Covid19 sangat memerlukan bantuan teknologi geospasial yang berbasis komputer. Kata Kunci: Data Geospasial, Pembelajaran Geografi, Bencana Covid-19
Strategy for the Development of Kampung Sasirangan as Edutourism Village Nasruddin Nasruddin; Ellyn Normelani; Rosalina Kumalawati
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Sasirangan is one of the centers of traditional textile production of Banjarese called Sasirangan in South Kalimantan. Sasirangan was produced by the local community in the home industry scale with traditional process and production. The aim of the research is to identify and develop strategy to develop Kampung Sasirangan as an edutourism destination. The methods consist of direct observation in the home industry of Sasirangan traditional textile, in-depth  interview, literature study, and focus group discussion. Research result shows that strategy to create edutourism sites of Sasirangan textile should include local community and local government participation. The Sasirangan product should be able to create a competitive product, reasonable prices, and high quality of the textile product. To provide edutourism attraction for educational purposes, it is important to provide a program for tourist to directly observe the traditional process to make Sasirangan. A guide from local people or craftsmen was important to ensure the interpretation of the traditional process was delivered properly. In such a case, the community development is crucial. The local government should be able to promote community development program through the establishment of a community group which is work in edutourism in the village. There also important to provide training, working capital, production tools, and assistance in promotion and marketing.Keywords: Edutourism, traditional textile, Sasirangan.
The Distribution Mapping for Environmental Evaluation of Waterlily (Nymphaea pubescens Willd.) Growing in Lebak Swampland in Kalimantan Selatan Province Astinana Yuliarti; Bakti Nur Ismuhajaroh; Rosalina Kumalawati; Karnanto Hendra Murliawan; Rizky Nurita Anggraini; Asri Alkirani
TROPICAL WETLAND JOURNAL Vol 8 No 1 (2022): Wetland Agricultural Issues
Publisher : Postgraduate Program - Lambung Mangkurat University (ULM Press Academic)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/twj.v8i1.107

Abstract

The lotus is one of the aquatic plants that grow in the Lebak area and is widely used as food and medicine by the local community. The lotus growing environment determines its growth. The distribution of lotus plants has not been well identified. This study aims to determine the distribution of lotus mapping for environmental evaluation of lotus growing in Teluk Sinar Village, Sungai Pandan District, Hulu Sungai Utara Regency, South Kalimantan Province. The study used data collection methods with primary and secondary data survey techniques. Primary survey through delineation of lotus plant boundaries in the field. Field measurements were also carried out to identify the environmental variables of lotus growing. In addition, the interpretation of high-resolution satellite imagery and low-resolution satellite imagery for spectral analysis. The environmental variables for growing lotus include water depth, light penetration depth, water pH, and sediment pH. The results of the study revealed a map of the distribution of lotus and the growing environment of the lotus. The lotus distribution map was obtained from the results of overlaying several thematic maps, image interpretation, and field measurements using Arc View and Arc GIS software. The distribution of lotus plants can grow in an environment with a water depth of 35-121 cm, a light penetration depth of 23-100 cm, a water pH of 6.25-8.37, and a sediment pH of 3.33-4.69. The results of the Lotus Distribution Mapping and the Lotus growing environment obtained can be used as a basis for determining the potential distribution of Lotus in each region.
Location Characteristics of the New Country Capital in East Kalimantan Province Rosalina Kumalawati; Astinana Yuliarti; Syamani D Ali; Karnanto Hendra Murliawan; Abd Rahman; Ogie Elian Aziz Arief; Muhammad Naufal Muza; Sahrul Rinaldi; Rizky Nurita Anggraini
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 24, No 1 (2022): (June)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v24.n1.p18-25.2022

Abstract

The relocation of the national capital has been carried out by several countries for various reasons. This study aimed to determine the characteristics of the location of the nation’s capital city in East Kalimantan Province. The research was conducted in two regencies, 3 sub-districts, and 4 sub-districts. Penajam Paser Utara District includes Babulu and Sepaku Districts, while Kutai Kartanegara District includes Muara Jawa District. The data used in this study is secondary data from the study literature. The findings from the study are that in West Babulu Village there is a network of arterial roads and local roads. Pemaluan Village, Sepaku Village, and Teluk Dalam Village have a network of local roads and other roads. North Panajam Paser Regency has 3 watersheds and Kutai Kartanegara Regency has 2 watersheds in total there are 5 watersheds. Meeting water needs apart from river water can also be from dams. In 2023, it is estimated that the Nation Capital's water needs will reach 16,500 liters/second, with the needs of surrounding districts in that year reaching 27,232 liters/second. In line with the development of the city and its facilities, the need for water will increase, so the nation’s capital city requires alternative sources of additional water. Topographic conditions seen from elevation, slope, and landform, there are several areas that need to be maintained as protected areas or city green open spaces (RTH), urban forests, which can also function as educational or tourism facilities for Capital cities in order to protect areas that are underneath
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Menghadapi Bencana Di Desa Tabing Rimbang Kabupaten Barito Kuala Rosalina Kumalawati; Astinana Yuliarti; Rizky Nurita Anggraini; Inu Kencana hadi; Karnanto Hendra Murliawan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.6115

Abstract

Disasters in South Kalimantan Province did not only occur at the provincial level but also at the village level such as in Tabing Rimbah Village, Mandastana District. Disasters that occur such as floods, fires, and winds. Service activities need to be carried out because they see various areas have the potential for disasters. The purpose of the service is to increase public awareness in dealing with disasters. Service activities are carried out so that public awareness in dealing with disasters increases. The community also becomes more alert and has prepared in dealing with disasters that can occur at any time. Service activities are carried out at the village level because the village is the smallest element in government that has a large enough role in dealing with disasters at the village level. The method used and applied to the service activities of lectures and discussions between participants and resource persons in the field of disaster and disaster communication is active. The people who were invited were representatives of each KK as many as 30 people. The community as participants in service activities is expected to be more active in tackling disasters in Tabing Rimbah Village. Service activities are expected to increase public awareness in dealing with various types of disasters, especially disasters in Tabing Rimbah Village such as floods, fires, and winds that almost routinely occur every year. Awareness raising was carried out through training activities and interactive discussions attended by village heads, community leaders, officials, and the community. The training materials provided are related to types of disasters, how to cope with disasters, knowledge about disaster-resilient villages, and disaster communication. The findings of this service activity are increasing public awareness in dealing with various types of disasters so that people will be more prepared and alert when disasters come so that casualties and property in affected areas can be minimized. 
Penanganan Banjir Pada Permukiman Padat Penduduk Sepanjang Sub DAS Martapura Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Bahrul Ilmi; Nasruddin Nasruddin; Rosalina Kumalawati; Selamat Riadi
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 3, No 2 (2022): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v3i2.6917

Abstract

Kalimantan Selatan merupakan kawasan yang sebagian besarnya adalah lingkungan lahan basah, terlebih lagi Kabupaten Banjar tempat di mana hulu sungai Martapura berada. Tentu saja di saat musim hujan tiba sebagian wilayah Kabupaten Banjar terjadi bencana banjir akibat luapan DAS Martapura. Salah satu tempat yang sering terjadi banjir adalah Desa Pakauman Kecamatan Martapura Timur. Selain faktor alam, faktor manusia juga sangat mempengaruhi terjadinya bencana banjir yang terus menerus terjadi setiap tahunnya. Mengenai faktor ulah manusia berupa penggunaan lahan tidak mempertimbangkan karakteristik bentang alam, Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah Yang terkena dampak banjir dari penggunaan lahan yang tidak mempertimbangkan karakteristik bentang lahan yang membuat kondisi alam Kabupaten Banjar rusak, sebaiknya pemerintah juga memberikan edukasi pada masyarakat untuk selalu menjaga alam. Dengan analisis dari data yang kami kumpulkan dari berbagai sumber dapat di simpukan, kebanyakan lahan hutan di Kabupaten Banjar di gunakan untuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara. Untuk menanggulangi bencana banjir ini, Pemerintah perlu membuat mitigasi bencana banjir dengan penataan wilayah permukiman warga dan membentuk bendungan Riam Kiwa untuk menampung air hujan agar daerah aliran sungai Martapura tidak meluap.
Co-Authors Abd Rahman Ahmad Alim Bachri Ahmad Syukron Prasaja Aisha Ramadhinia Annada Ajeng Ajeng, Ajeng Alfio Nita Pangaribuan Alfio Nita Pangaribuan Ali, Syamani D Anggraeni, Rizky Nurita Anggraini, Rizki Nurita Anggraini, Rizky Nurita Anisa Putri Ari Susanti Ari Susanti Ari Susanti Arief Rahman Nugroho Arif Rahman Nugroho Asri Alkirani Astinana Yuliarti Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bakti Nur Ismuhajaroh Budiman, Puput Wahyu Damarto, Wisnu Putra Danarto, Wisnu Putra Deasy Arisanty Desi Amelia Devi Erlia Devy Erlia Dewi, Avela Dienny Redha Rahmani Dienny Redha Rahmani Efrinda Ari Ayuningtyas Efrinda Ari Ayuningtyas Ellyn Normelani Ellyn Normelani Ellyn Normelani Elsa Asriana Erlis Saputra Erlis Saputra Erlis Saputra Fahrianoor Fahrianoor Faisal Akhmadi Farida Angriani Farida Angriani Feminin Dwi Ayuning Tyas Fitriyani Fitriyani Gerarda Anastasya Bisa Ghinia Anastasia Muhtar Ghinia Anastasia Muhtar Ginanjar Ilham Fauzan Gusti Muhammad Syachreza Febriyan Hadi, Inu Kecana Hadi, Inu Kencana Hadnandi Hadnandi Hanida Aulia Hanifah Mahat Harefa, Suriani Hasniati Hasniati Hidayat, Muhammad Nizar Inu Kecana Hadi Inu Kecana Hadi Inu Kencana hadi IRA PUSPITA DEWI Iskandar, Akhmad Jany Tri Raharjo Jany Tri Raharjo Junun Sartohadi Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Murliawan M. Rizki Valen Febrianto Marbun, Yessyca Dian Patriani Meldia Septiana Mohmadisa Hashim Muhammad Ainul Haris Muhammad Apriadi MUHAMMAD EFENDI Muhammad Hamid Muhammad Iqbal Muhammad Naufal Muza Muhammad Riswan Muhammad Wahyudinoor Fitriadi Muhtar, Ghinia Anastasia Murliawan, Karnanto Hendra Nasir Nayan Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin nasruddin Nasruddin Nasruddin Nevy Farista Aristin Nor Aufa Azizah Norlea Norlea Norma Yuni Kartika Norma Yuni Kartika Nugroho, Arief Rahman Nur Aulia Saskia Nurlianti Nurlianti Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina NURSALAM Ogie Elian Aziz Arief Pamuja , Indra Agung Pangaribuan, Alfio Nita Prasakti, Yogi Puput Wahyu Budiman Puput Wahyu Budiman Puspitasari, Aulia R. Rijanta Raharjo, Jany Tri Rahmat Aris Pratomo Ramadhani, M. Ilham Reni Yunida Riduan, M. Rijanta Rijanta Rimawan Pradiptyo Rizki Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraeni Rizky Nurita Anggraeni Rizky Nurita anggraeni Rizky Nurita Anggraeni Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rofiqoh, Putri Ayu Hidayatur Rosadi Abdi Rusdiansyah Rusdiansyah Sahrul Rinaldi Saiyidatina Balkhis Norkhaidi Salamiah . Salamiah Salamiah Saputra, Irwan Ade Sari, Yulika Puspita Seftiawan Samsu Rijal Seftiawan Samsu Rijal Selamat Riadi Sidharta Adyatma Silvia Wardani Solly Aryza Suriani Harefa Suriani Harefa susi susi Syahrul Arifin Syaifuddin Syaifuddin Syamani D. Ali Syarifah Khusnul Khotimah Syohiroh, Syohiroh Tri Azhara Mirani Wahyunah Wahyunah Wisnu Putra Danarto Yazid Saleh Yuanita Setyastuti Yulian Firmana Arifin Yulika Puspita Sari Yulika Puspita Sari Zahwa Lestari, Natasya Zaki Mubarak