Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Sebaran Titik Panas (Hotspot) Tahun 2013-2023 Di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Gerarda Anastasya Bisa; Rosalina Kumalawati; Nurlina; Inu Kencana Hadi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.442

Abstract

Kebakaran merupakan bencana yang sering terjadi di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terutama selama musim kemarau. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sebaran nilai atau jumlah hotspot pada Tahun 2013-2023 di Kota Banjarmasin dan mengetahui persebaran hotspot terhadap tutupan lahan Tahun 2013-2023 di Kota Banjarmasin. Metode penelitian meliputi pengumpulan data hotspot yang diperoleh dari situs katalog titik panas LAPAN dan diolah menggunakan software ArcGIS. Data citra yang di gunakan adalah citra satelit MODIS, NOAA20, dan NSPP, serta peta tutupan lahan dan peta administrasi Kota Banjarmasin. Hasil analisis menunjukkan naik turunnya jumlah hotspot setiap tahunnya, dipengaruhi oleh faktor cuaca dan fenomena El-Nino. Daerah dengan risiko tinggi kebakaran terletak di kelurahan-kelurahan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Sebagian besar kejadian kebakaran terjadi di area permukiman, diikuti oleh area persawahan dan pertanian lahan kering. Langkah mitigasi, edukasi, dan respons bencana perlu ditingkatkan untuk mengurangi dampak kebakaran di Kota Banjarmasin. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana kebakaran di masa mendatang.
Pemetaan Tingkat Kerawanan Kebakaran Berdasarkan Sebaran Hotspot Di Kabupaten Banjar Bahrul Ilmi; Rosalina Kumalawati; Nurlina; Inu Kencana Hadi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.443

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang sering terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Deteksi dini menggunakan teknologi penginderaan jauh dari citra satelit MODIS menjadi kunci dalam mitigasi kebakaran. Penelitian ini mengkaji distribusi Hotspot dari tahun 2013 hingga 2023 di Kabupaten Banjar menggunakan metode Gridding . Data Hotspot dan peta tutupan lahan dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan faktor risiko kebakaran. Hasilnya menunjukkan jumlah kebakaran dari tahun ke tahun, dengan kecenderungan meningkat selama musim kemarau. Kawasan dengan jumlah Hotspot tinggi, khususnya di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Astambul, Mataraman, dan Sungai Tabuk, memerlukan mitigasi yang tepat. Edukasi, praktik pertanian berkelanjutan, dan penegakan hukum yang ketat diperlukan untuk mengurangi risiko kebakaran di Kabupaten Banjar.
Distribusi Sebaran Hotspot Berdasarkan Data Modis Aqua Dan Terra untuk Deteksi Dini Kebakaran Kumalawati, Rosalina; Nugroho, Arief Rahman; Murliawan, Karnanto Hendra; Anggraeni, Rizky Nurita
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i2.26787

Abstract

Hotspot dapat diketahui menggunakan bantuan teknologi penginderaan jauh yaitu satelit Terra/Aqua dengan bantuan sensor MODIS. Hotspot jumlah banyak dan memiliki tingkat kepercayaan tinggi memiliki potensi kebakaran. Dampak kebakaran cukup besar, sangat diperlukan adanya sistem deteksi dini, jadi penting dilakukan penelitian dengan judul “Distribusi Sebaran Hotspot berdasarkan Data MODIS Aqua dan Terra untuk Deteksi Dini Kebakaran”. Metode yang digunakan adalah analisis time series untuk mendapatkan informasi jumlah hotspot dari Citra Modis Aqua dan Terra tahun 2012-2019. Analisis untuk menemukan distribusi sebaran hotspot berupa titik koordinat yang di tumpang susun ke peta administrasi menggunakan Arc GIS. Hasil penelitian diketahui Kecamatan paling tinggi jumlah hotspotnya dari perekaman data Aqua dan Terra Modis adalah Kecamatan Candi Laras Utara; Jumlah hotspot paling banyak berada pada tingkat kepercayaan Tinggi dan Sedang sehingga dapat diketahui Kabupaten Tapin memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran; dan Deteksi dini, koordinasi, kerjasama dan komunikasi dengan pemerintah pusat, daerah maupun swasta untuk meminimalkan korban jiwa dan harta benda akibat kebakaran.Kata kunci: Distribusi, Sebaran Hotspot, Modis aqua dan Terra, Deteksi Dini KebakaranDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.26787ReferencesA. Sandhyavitri, M. A. Perdana, S. Sutikno, and F. H. Widodo, “The roles of weather modification technology in mitigation of the peat fires during a period of dry season in Bengkalis, Indonesia,” in TALENTA-CEST, IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering, 2018, pp. 0–9, doi: 10.1088/1757899X/309/1/012016. “About MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer),” MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). https://modis.gsfc.nasa.gov/about/ (accessed Dec. 25, 2022).Adam, S. S. (2020). Evaluasi Area Kebakaran Lahan dan Hutan Berbasis Hotspot Citra Modis. ScientiCO: Computer Science and Informatics Journal, 3(1), 19-34.Adiputra, Agung, Baba Barus. 2018. Analisis Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Pulau Bengkalis. Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan. Volume 1, Nomor 2.Afriyani, A., & Purwaningsih, E. (2019). Analisis Jumlah Sebaran Hotspot di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Jurnal Kapita Selekta Geografi, 2(7), 26-38.Agustiar, A. B., Mustajib, M., Amin, F., & Hidayatullah, A. F. (2020). Kebakaran Hutan dan Lahan Perspektif Etika Lingkungan. Profetika: Jurnal Studi Islam, 20(2), 124-132. https://doi.org/10.23917/profetika.v20i2.9949.Asyrowi, H., Saharjo, B. H., & Putra, E. I. (2021). Analisis Pola Sebaran Hotspot Di Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 18(2), 151-165.Budiyono, A. (2021). APLIKASI KONSEP ADDIE DALAM DESAIN PEMBELAJARAN PELATIHAN BENCANA GEMPA BUMI UNTUK MASYARAKAT. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 9(2).Dolcemascolo, G. P. (2004). Burning Issues: Control of Fire Management in Central Kalimantan, Indonesia. University of Hawai’i.Fatkhuroyan, Trinahwati dan Panjaitan A., (2015). Forest fires detection in Indonesia using satelliteHimawari-8 (case study: Sumatera and Kalimantan on august-october 2015). IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., doi:10.1088/1755-1315/54/1/012053.Giglio L., Descloitres J., Justice C O., and Kaufman Y J. (2003). An Enhanced Contextual Fire Detection Algorithm for MODIS. Remote Sensing of Environtment. 87: 273-282.Giglio, L. (2015). MODIS Collection 6 Active Fire Product User's Guide Revision A. Department of Geographical Sciences. University of Maryland.Giglio L, Schroeder W, Justice C O. (2016). The Collection 6 MODIS Active Fire Detection Algorithm and Fire Products. Remote Sensing of Environtment. 178: 21-34.Harmain, A., Paiman, P., Kurniawan, H., Kusrini, K., & Maulina, D. (2021). Normalisasi Data Untuk Efisiensi K-Means Pada Pengelompokan Wilayah Berpotensi Kebakaran Hutan Dan Lahan Berdasarkan Sebaran Titik Panas. TEKNIMEDIA: Teknologi Informasi dan Multimedia, 2(2), 83-89.Hamzah A.S., Darmawan, Sumawinata B., dkk., 2019.Spatial analysis of hotspot data for tracing the source of annual peat fires in South Sumatera, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science,393<doi:10.1088/1755-1315/393/1/012068>Handayani, Tri, Albertus Joko Santoso, dan Yudi Dwiandiyanta. 2014. Pemanfaatan Data Terra MODIS untuk Mengidentifikasi Titik Api pada Kebakaran Hutan Gambut (Studi Kasus Kota Dumai Provinsi Riau). Jurnal. Seminar Nasional Teknologi dan Komunikasi.Heryalianto, S. C. (2006). Studi tentang sebaran titik panas (HOTSPOT) sebagai penduga kebakaran hutan dan lahan di Propinsi Kalimantan Barat Tahun 2003 dan Tahun 2004.Hidayati, N., Sutikno, S., & Qomar, N. (2022). Karakteristik Spasial dan Temporal Kebakaran Lahan Gambut di KHG Pulau Rangsang. JURNAL TEKNIK, 16(2), 116-122.Hutagaol, R. R. (2017). Studi Evaluasi Sebaran Titik Panas (Hotspot) Sebagai Penduga Kebakaran Hutan Dan Lahan di Kabupaten Sintang. PIPER, 13(24).Indradjad, A., Purwanto, J., & Sunarmodo, W. (2020). Analisis Tingkat Akurasi Titik Hotspot dari S-NPP VIIRS dan TERRA/AQUA MODIS Terhadap Kejadian Kebakaran. Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 16(1).Jayawardana, H. B. A. (2016). Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini sebagai Upaya Mitigasi Bencana Ekologis. In Symbion (Symposium on Biology Education) (pp. 49-64). p-ISSN: 2540-752x e-ISSN: 2528-5726.K. A. DS, P. Sofan, S. Suwarsono, I. Prasasti, and F. Yulianto, Evaluasi Hasil Estimasi Suhu Udara dari Data Satelit NOAA-18 AVHRR di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa. JAKARTA TIMUR: LAPAN, 2015. Accessed: Dec. 24, 2022. [Online]. Available: https://onesearch.id/Rec-ord/IOS4589.slims-4617Kumalawati, R., Nasruddin, N., & Elisabeth, E. (2019). Strategi penanganan hotspot untuk mencegah kebakaran di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah. 4(2): 351-356.Khairani, N. A., & Sutoyo, E. (2020). Application of k-means clustering algorithm for determination of fire-prone areas utilizing hotspots in West Kalimantan Province. International Journal of Advances in Data and Information Systems, 1(1), 9-16. DOI: 10.25008/ijadis. v1i1.13.(LAPAN) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. 2016. Informasi Titik Panas (Hotspot) Kebakaran Hutan/Lahan. Jakarta. [LAPAN] Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. 2016. Informasi Titik Panas (Hotspot) Kebakaran Hutan/Lahan. Jakarta. Sumber Daring. [Diakses 28 April 2020]. http://pusfatja.lapan.go.id/files_uploads_ebo ok/publikasi/Panduan_hotspot_2016 %20v ersi%20draft%201_LAPAN.pdf Lestari, A., Rumantir, G., & Tapper, N. (2015). Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 6(2), 128-134.Nugraheni, I. L., & Sugiyanta, I. G. (2022). Pemodelan Berbasis Partisipasi Masyarakat Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir (Studi Kasus Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung). JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 10(1).Nugroho, A. R., Kumalawati, R., Nasruddin, N., Sari, Y. P., & Pangaribuan, A. N. (2021). ANALISIS FAKTOR MASYARAKAT TETAP BERTEMPAT TINGGAL DI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 9(2), 88-95.Pasai, M. (2020). Dampak Kebakaran Hutan dan Penegakan Hukum. Jurnal Pahlawan, 3(1), 36-46.Pinem, A., Yulianto, S., & Dwiastuti, R. (2022). Karakteristik Spasial Data Hotspot MODIS Tahun 2019 Di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah: Spatial Characteristics of MODIS Hotspot Data in 2019 in Palangka Raya City, Central Kalimantan Province. HUTAN TROPIKA, 17(1), 104-113.Rasyid, F. (2014). Permasalahan dan dampak kebakaran hutan. [Problems and impacts of forest fires]. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(4), 47-59.Rosalina, K., Nasruddin., Anggraeni, R. N. (2021). PEMETAAN SEBARAN HOTSPOT DATA MODIS AQUA DAN TERRA DI KALIMANTAN SELATAN. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL LINGKUNGAN LAHAN BASAH (Vol. 6, No. 2).Rustan, R., & Handayani, L. (2020). Analisis Distribusi Suhu Maksimum dan Kelembaban Rata-Rata Untuk Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Studi Kasus: Kabupaten Muaro Jambi). JIFP (Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya), 4(1), 16-20.Riyadi, M. D. P., Setiawan, Y., & Taufik, M. (2022). Pola Distribusi Spasial-Temporal Hotspot dan Variasi Standardized Precipitation Index pada Lahan Gambut Tropis di Kepulauan Meranti, Riau. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(3), 457-464.Sinaga, M. T., Asyik, B., & Miswar, D. (2020). Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Tangguh Bencana Di Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 8(2), 118-126.Schweithelm, J., & Glover, D. (1999). Penyebab dan Dampak Kebakaran dalam Mahalnya Harga Sebuah Bencana: Kerugian Lingkungan Akibat Kebakaran dan Asap di Indonesia. [Causes and Effects of Fires at the High Cost of a Disaster: Environmental Costs of Fire and Smoke in Indonesia]. Editor: D. Glover & T. Jessup.Syaufina, L., Siwi, R., & Nurhayati, A. D. (2014). Perbandingan sumber hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan gambut dan korelasinya dengan curah hujan di Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Jurnal Silvikultur Tropika. 5(2): 113-118.Yuliarti, A., & Anggraini, R. N. (2022). Pengembangan Strategi Pengurangan Risiko Kebakaran Gambut Dalam Bingkai Media Berdasarkan Jumlah Hotspot Menggunakan S-NPP VIIRS. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (Vol. 7, No. 2). 
ANALISIS FAKTOR MASYARAKAT TETAP BERTEMPAT TINGGAL DI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR Nugroho, Arif Rahman; Kumalawati, Rosalina; Nasruddin, Nasruddin; Sari, Yulika Puspita; Pangaribuan, Alfio Nita
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v9i2.27033

Abstract

Kota Banjarmasin memiliki fungsi strategis sebagai pusat pertumbuhan perdagangan dan pelayanan sosial. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan tempat tinggal, orang cenderung menggunakan lahan rawan bencana sebagai tempat tinggal. Dampaknya, banyak masyarakat yang menjadi korban bencana banjir ketika musim penghujan tiba. Masyarakat yang menjadi korban banjir tersebut tetap memilih bertahan. 0/eh karena itu untuk mengetahui bagaimana kondisi eksisting dan pertimbangan masyarakat kembali bermukim di kawasan tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Populasinya adalah rumah tangga yang bermukim di lokasi tersebut. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive. Penelitian ini didesain menggunakan mixed method. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui survei. Pengolahan data kuantitatif meliputi editing dan tabulasi, penelitian kuantitatif menggunakan Analisis faktor Sedangkan pengumpulan data kualitatif, dilakukan melalui lndepth-Interview dan FGD. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pertimbangan utama yang mendasari masyarakat memutuskan untuk tetap tinggal di kawasan rawan bencana banjir Pulau Bromo Kota Banjarmasin adalah faktor jarak waktu tempuh ke tempat kerja kedekatan dengan keluarga,dan persepsi harga Iahan. Kata Kunci: Analisis faktor, Banjir, Kawasan rawan bencana, Lahan ilegal, Preferensi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.27033
KOMUNIKASI KEBIJAKAN PEMINDAHAN IBU KOTA NUSANTARA Yuliarti, Astinana; Kumalawati, Rosalina; Danarto, Wisnu Putra; Prasakti, Yogi; Saputra, Irwan Ade; Muhtar, Ghinia Anastasia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29861

Abstract

Pemindahan Ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur di kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara menjadi wacana yang penting dan topik pembahasan di masyarakat. Kejelasan informasi adalah menjadi hal yang penting dalam mengambil keputusan agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh tentang kebijakan pemerintah. Metode digunakan dalam penelitian adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data didapatkan dengan wawancara secara langsung dan penelusuran dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan sejak pengamatan dan pengambilan data yang dilakukan sejak 2021 hingga 2023 menunjukkan bahwa dalam proses penyampaian informasi terkait keputusan pemindahan Ibu kota nusantara (IKN), masyarakat masih minim mendapatkan informasi, dominasi informasi awalnya hanya didapati dari media elektronik dan Media online, sehingga bentuk dan alur komunikasi formal masih jarang digunakan khususnya penyampaian informasi kepada masyarakat yang langsung merasakan dampak dari pembangunan ibu kota yang baru, sedangkan proses dan alur komunikasi dengan pihak instansi lebih dominan satu arah sehingga hanya dalam bentuk informasi yang sifatnya dari atas ke bawah.
Mapping of Land Surface Deformation Using Ps-Insar for Disaster Risk Management in the Future Kumalawati, Rosalina; Ali, Syamani D; Yuliarti, Astinana; Raharjo, Jany Tri; Rijanta, Rijanta; Saputra, Erlis; Susanti, Ari; Budiman, Puput Wahyu; Anggraini, Rizky Nurita
JURNAL GEOGRAFI Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i2.42810

Abstract

DKI Jakarta is experiencing land subsidence due to overexploitation of its use and the increasing population. It is feared that this decline or deformation will occur in the location of the new national capital. The research objective is "Mapping of Land Surface Deformation using PS-InSAR for Disaster Risk Management in the Future." Quantitative and qualitative research and data collection methods use secondary and primary data. Secondary data in the form of Permanent Scatterers Interferometry Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR) Sentinel-1A images to determine soil deformation. Primary data uses a questionnaire to assess disaster risk management. Data analysis uses spatial and statistical analysis. Spatial analysis for land deformation mapping and statistical analysis for risk management. The results showed that the pattern of land deformation before the determination of the location of the capital city of Indonesia was random. On the other hand, after decision-making, it appears to be more systematic and homogeneous in adjacent areas with a decreasing range of about 5 cm per year. Other findings show that disaster risk management carried out by several agencies, especially the problem of land deformation in East Kalimantan, is still far from expectations and very minimal. The findings can be used for future disaster risk management to minimize negative impacts and reduce disaster risk.Keywords: PS-INSAR; Land Deformation; Capital City; Disaster Risk Management
ANALISIS DAMPAK KEGIATAN PERTAMBANGAN BATUBARA TERHADAP LINGKUNGAN DAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN KOTABARU Elsa Asriana; Rosalina Kumalawati; Ellyn Normelani
KOLABORATIF: Jurnal Isu Sosial dan Tinjauan Kebijakan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/kolaboratif.v1i2.42

Abstract

Coal mining in Kotabaru Regency plays a significant role in the regional economy by increasing local revenue, absorbing labor, and fostering the growth of community-supporting businesses. However, this activity also has serious environmental impacts, such as water pollution, air pollution, and the reduction of productive land. This research uses a descriptive qualitative approach, utilizing literature, agency reports, and field observations. The analysis reveals an imbalance between short-term economic benefits and long-term ecological losses. Therefore, a sustainable mine management strategy is needed through reclamation, waste management, and environmental policies that actively involve the community.
POTENSI PURUN SEBAGAI SUMBER DAYA ALAM UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN EKONOMI LINGKUNGAN Norlea Norlea; Rosalina Kumalawati
KOLABORATIF: Jurnal Isu Sosial dan Tinjauan Kebijakan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/kolaboratif.v1i2.44

Abstract

Purun is a typical wetland plant in South Kalimantan that has ecological, economic, and socio- cultural value. Traditionally, purun is used as a raw material for crafts such as mats, bags, and baskets, which not only have commercial value but also reflect local cultural identity. This study aims to analyze the potential of purun as a natural resource that supports the environmental economy through a literature review. The results show that purun plays an important role in maintaining swamp ecosystems, preventing erosion, storing carbon, and functioning as a phytoremediation agent. From an economic perspective, purun supports community-based creative industries by producing environmentally friendly crafts as an alternative to plastic products. From a socio-cultural perspective, purun contributes to the preservation of traditions, empowering women, and strengthening local identity. However, its development still faces challenges such as limited markets, minimal product innovation, and the threat of land use changes. Therefore, a sustainable economic management strategy is needed to ensure the ecological, economic, and socio-cultural benefits of purun are maintained.
EKONOMI LINGKUNGAN SEBAGAI PILAR PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: TANTANGAN, PELUANG, DAN PERAN GENERASI MUDA Syahrul Arifin; Rosalina Kumalawati; Ellyn Normelani
KOLABORATIF: Jurnal Isu Sosial dan Tinjauan Kebijakan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/kolaboratif.v1i2.45

Abstract

Environmental economics is a branch of science that seeks to bridge the conflict of interest between economic growth and environmental sustainability. In the context of Indonesia, issues of deforestation, land degradation, pollution, and exploitation of natural resources show that development is often carried out without considering ecological costs. This study aims to examine the role of environmental economics in promoting sustainable development, while also exploring the challenges and opportunities faced by Indonesia. The method used is a literature study, reviewing more than ten relevant journals and books related to the concepts of environmental economics, sustainable development, and their application in national policy. The results of the study show that although environmental economic theories—such as Pigou's internalization of externalities, Costanza's valuation of ecosystem services, and Geissdoerfer's circular economy concept—provide a strong foundation for environmentally-friendly development, their implementation in Indonesia still However, there are significant opportunities through institutional strengthening, the application of green economic instruments, and the participation of the younger generation in environmentally friendly innovation. In conclusion, the environmental economy is not only relevant as an academic concept, but also an important foundation in the formulation of sustainable development policies in Indonesia. This article is expected to enrich understanding and provide practical input for various parties in achieving a balance between the economy and ecology. aces obstacles in the form of weak law enforcement, low public awareness, and overlapping regulations
ANALISIS EKONOMI LINGKUNGAN TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN DI KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH: IMPLIKASI BAGI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Muhammad Iqbal; Rosalina Kumalawati; Ellyn Normelani
KOLABORATIF: Jurnal Isu Sosial dan Tinjauan Kebijakan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/kolaboratif.v1i2.51

Abstract

Rapid urbanization in Semarang City, Central Java, has increased solid waste generation and created challenges in sustainable waste management. This study aims to analyze urban waste management using the environmental economics perspective, emphasizing cost-benefit approaches, externalities, and community participation. The research method applies a qualitative-descriptive approach with literature review and secondary data analysis from government reports and academic journals. Results indicate that waste in Semarang reaches more than 1,200 tons per day, with only 70% transported to the Jatibarang landfill. Economic losses arise from unmanaged waste, including public health impacts, environmental degradation, and increased government expenditures. Applying environmental economics, such as the polluter pays principle, economic instruments for waste reduction, and community-based waste banks, can provide solutions. The findings highlight that strengthening policy integration, enhancing public participation, and adopting circular Ekonomi models are crucial for achieving sustainable development. This study contributes to the discourse on environmental policy and supports the design of local government strategies.
Co-Authors Abd Rahman Ahmad Alim Bachri Ahmad Syukron Prasaja Aisha Ramadhinia Annada Ajeng Ajeng, Ajeng Alfio Nita Pangaribuan Alfio Nita Pangaribuan Ali, Syamani D Anggraeni, Rizky Nurita Anggraini, Rizki Nurita Anggraini, Rizky Nurita Anisa Putri Ari Susanti Ari Susanti Ari Susanti Arief Rahman Nugroho Arif Rahman Nugroho Asri Alkirani Astinana Yuliarti Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bakti Nur Ismuhajaroh Budiman, Puput Wahyu Damarto, Wisnu Putra Danarto, Wisnu Putra Deasy Arisanty Desi Amelia Devi Erlia Devy Erlia Dewi, Avela Dienny Redha Rahmani Dienny Redha Rahmani Efrinda Ari Ayuningtyas Efrinda Ari Ayuningtyas Ellyn Normelani Ellyn Normelani Ellyn Normelani Elsa Asriana Erlis Saputra Erlis Saputra Erlis Saputra Fahrianoor Fahrianoor Faisal Akhmadi Farida Angriani Farida Angriani Feminin Dwi Ayuning Tyas Fitriyani Fitriyani Gerarda Anastasya Bisa Ghinia Anastasia Muhtar Ghinia Anastasia Muhtar Ginanjar Ilham Fauzan Gusti Muhammad Syachreza Febriyan Hadi, Inu Kecana Hadi, Inu Kencana Hadnandi Hadnandi Hanida Aulia Hanifah Mahat Harefa, Suriani Hasniati Hasniati Hidayat, Muhammad Nizar Inu Kecana Hadi Inu Kecana Hadi Inu Kencana hadi IRA PUSPITA DEWI Iskandar, Akhmad Jany Tri Raharjo Jany Tri Raharjo Junun Sartohadi Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Hendra Murliawan Karnanto Murliawan M. Rizki Valen Febrianto Marbun, Yessyca Dian Patriani Meldia Septiana Mohmadisa Hashim Muhammad Ainul Haris Muhammad Apriadi MUHAMMAD EFENDI Muhammad Hamid Muhammad Iqbal Muhammad Naufal Muza Muhammad Riswan Muhammad Wahyudinoor Fitriadi Muhtar, Ghinia Anastasia Murliawan, Karnanto Hendra Nasir Nayan Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nevy Farista Aristin Nor Aufa Azizah Norlea Norlea Norma Yuni Kartika Norma Yuni Kartika Nugroho, Arief Rahman Nur Aulia Saskia Nurlianti Nurlianti Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina NURSALAM Ogie Elian Aziz Arief Pamuja , Indra Agung Pangaribuan, Alfio Nita Prasakti, Yogi Puput Wahyu Budiman Puput Wahyu Budiman Puspitasari, Aulia R. Rijanta Raharjo, Jany Tri Rahmat Aris Pratomo Ramadhani, M. Ilham Reni Yunida Riduan, M. Rijanta Rijanta Rimawan Pradiptyo Rizki Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraeni Rizky Nurita Anggraeni Rizky Nurita anggraeni Rizky Nurita Anggraeni Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rizky Nurita Anggraini Rofiqoh, Putri Ayu Hidayatur Rosadi Abdi Rusdiansyah Rusdiansyah Sahrul Rinaldi Saiyidatina Balkhis Norkhaidi Salamiah . Salamiah Salamiah Saputra, Irwan Ade Sari, Yulika Puspita Seftiawan Samsu Rijal Seftiawan Samsu Rijal Selamat Riadi Sidharta Adyatma Silvia Wardani Solly Aryza Suriani Harefa Suriani Harefa susi susi Syahrul Arifin Syaifuddin Syaifuddin Syamani D. Ali Syarifah Khusnul Khotimah Syohiroh, Syohiroh Tri Azhara Mirani Wahyunah Wahyunah Wisnu Putra Danarto Yazid Saleh Yuanita Setyastuti Yulian Firmana Arifin Yulika Puspita Sari Yulika Puspita Sari Zahwa Lestari, Natasya Zaki Mubarak