Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pendidikan Seks Pada Anak Autisme Usia Remaja Yersi Ahzani; Arneliwati; Dewi Kurnia Putri
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autisme merupakan kondisi dimana individu lebih tertarik dengan dunianya sendiri. Masa pubertas pada remaja autisme menyebabkan minat terhadap lawan jenis dan hasrat seksual meningkat. Ketidakmampuan mengontrol keadaan ini menyebabkan mereka mengekspresikan dengan perilaku yang tidak tepat sehingga meningkatkan resiko menjadi korban dan pelaku pelecehan seksual. Diperlukan upaya mengarahkan remaja autisme dalam mengekspresikan hasrat seksual mereka dengan tepat. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang pendidikan seks pada anak autisme usia remaja. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan 30 responden dengan teknik sampling jenuh dan dianalisa secara univariat. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden diketahui 66,7% bekerja, pendidikan terakhir 63,3% tamatan SMA/SLTA, 70,0% berada dalam rentang usia dewasa madya (36-45) tahun. Karakteristik anak responden berdasarkan jenis kelamin didapatkan 76,7% laki-laki, dengan rata-rata berusia 15,3667 tahun. Tingkat pengetahuan mayoritas responden dalam kategori cukup sebanyak 53,3%, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang mengajarkan nama anggota tubuh dengan nama antomi sebenarnya. Berdasarkan hasil ini diharapkan institusi pendidikan dan tempat penelitian dapat bekerjasama guna meningkatkan pengetahuan ibu tentang pendidikan seks pada anak autisme usia remaja khususnya materi tentang mengajarkan nama anggota tubuh dengan nama antomi sebenarnya.
EDUKASI MASYARAKAT TERKAIT PEMANFAATAN SERAI DAN SERBUK ABATE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI RW 06 KELURAHAN LABUH BARU TIMUR Arneliwati; Arnando, Rifky; Sahara, Rahmadhani; Purnama, Mita; Savitri, Dhea Annisa; Putri, Annisa Ramadhani; Khairiyah, Putri Adila; BR Simanjuntak, Artawati; Oktavia, Fina; Tri Yurni, Repika; Rachmadi, Annisa; Maharani, Nurhaliza; Harli, Rayhan Hanoum
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Pekanbaru. Berdasarkan data hingga September 2025, di wilayah RW 06 Kelurahan Labuh Baru Timur tercatat 5 kasus positif DBD tanpa angka kematian, dengan 4 kasus pada anak usia di bawah 14 tahun dan 1 kasus pada usia di atas 15 tahun. Secara keseluruhan, total kasus di Kelurahan Labuh Baru Timur mencapai 23 kasus, sedangkan di Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 74 kasus. Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut termasuk daerah endemis yang memerlukan perhatian dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD. Mitra kegiatan adalah masyarakat RW 06 Kelurahan Labuh Baru Timur. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, seperti masih adanya genangan air dan sampah rumah tangga yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat juga masih bergantung pada anti nyamuk berbahan kimia seperti semprot, bakar, dan lotion yang mengandung zat aktif berisiko bagi kesehatan jika digunakan terus-menerus. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai (Cymbopogon citratus) sebagai bahan alami yang aman, murah, dan mudah diperoleh. Kegiatan dilakukan melalui ceramah edukatif dan pelatihan praktik langsung. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan diikuti oleh 50 orang peserta. Kegiatan ini menghasilkan produk spray anti nyamuk alami dari serai. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang DBD dan upaya pencegahannya, serta keterampilan warga dalam membuat spray anti nyamuk alami.
Hubungan Self Efficacy dengan Tindakan Kekerasan Seksual pada Remaja Ningrum, Yulan Dwi; Dewi, Ari Pristiana; Arneliwati, Arneliwati
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3819

Abstract

Kekerasan seksual merupakan suatu tindakan seksual yang terjadi secara paksa dan tanpa persetujuan dengan kasus yang meningkat setiap tahunnya. Kasus ini berdampak pada fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu yang berperan penting sebesar 86% untuk mempengaruhi perilaku masalah kesehatan pada manusia termasuk tindakan kekerasan seksual adalah self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan tindakan kekerasan seksual pada remaja. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 238 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling, dengan instrumen Generalized Self-Efficacy Scale dan kuesioner kekerasan seksual yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian di SMA N 7 Kota Pekanbaru menunjukkan self efficacy tinggi sebanyak 177 responden (74,4%), self efficacy rendah sebanyak 61 responden (25,6%), yang mengalami adanya kekerasan seksual sebanyak 66 responden (27,7%), tidak mengalami adanya kekerasan seksual sebanyak 172 responden (72,3%). Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan adanya hubungan antara self efficacy dengan tindakan kekerasan seksual pada remaja dengan p value (0,000) < α (0,05). Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan tindakan kekerasan seksual pada remaja, semakin tinggi self efficacy remaja maka semakin besar kemampuan mereka untuk menghindari, menolak, dan melaporkan kekerasan seksual.
Gambaran Perilaku Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kelurahan Sidomulyo Timur Marpoyan Damai Fitria Mardhotilah; Arneliwati Arneliwati; Febriana Sabrian
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7992

Abstract

Introduction: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a serious disease transmitted by the aedes aegypti mosquito. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito and is still a public health problem. The high incidence of dengue fever is often caused by a lack of knowledge, attitudes, and actions of the community in carrying out appropriate prevention efforts. The goal is to identify the picture of community behavior in dengue prevention, including aspects of knowledge, attitudes, and actions. Method: was a quantitative descriptive with 100 respondents selected by random sampling in East Sidomulyo Village, Marpoyan Damai. Data were collected through questionnaires and analyzed univariately. Results: The variables of community behavior were obtained in the knowledge of most of the people who were low as many as 52 respondents (52%), most of the people's attitudes were obtained negative attitudes as many as 77 respondents (77%), the actions of the community mostly had less actions with the number of 59 respondents (59%), and the behavior of the community was relatively low. Conclusions and Suggestions: This study shows that the majority of the people of East Sidomulyo Village have lacking knowledge, attitudes, and actions in the prevention of dengue. Low preventive behavior is caused by a lack of knowledge and concern. Intensive, community based education is needed to raise awareness and preventive measures in an ongoing manner.
Reproductive Health Literacy Among Adolescents in Pekanbaru: A Cross- Sectional Study Masrina Munawarah Tampubolon; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Niken Yuniar Sari; Arneliwati Arneliwati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52882

Abstract

Reproductive health literacy is a foundational element in promoting sustainable public health, particularly among adolescents. Despite its importance, global and national studies consistently report low literacy levels in this domain. This cross-sectional study aimed to assess the reproductive health literacy of junior high school students in Pekanbaru, Indonesia, with a specific focus on gender-based disparities. A total of 323 students were purposively selected and surveyed using a highly reliable instrument adapted from the Health Literacy Measure for Adolescents (HELMA), which evaluates five key domains: accessing, reading, understanding, appraising, and applying health information. Findings revealed that 91.02% of respondents fell into the “inadequate” literacy category, with no participants achieving an “excellent” level. Gender analysis showed that 95.04% of male and 87.91% of female students were classified as having inadequate literacy, while only 3.72% reached a “sufficient” level. Although female students exhibited slightly higher proportions in the “problematic” and “sufficient” categories, the overall literacy remained critically low across both genders. Domain-specific analysis indicated stronger conceptual understanding among adolescents but significant weaknesses in functional and critical literacy skills. This study contributes novel insights by documenting lower literacy levels than previously reported in national and international contexts, and by offering a detailed breakdown across literacy domains. The results underscore the urgency of implementing targeted, domain-based, and gender-sensitive educational interventions. Furthermore, the findings advocate for a locally grounded, collaborative approach involving schools, healthcare providers, families, and digital media to cultivate a supportive information ecosystem that empowers adolescents in making informed reproductive health decisions.
Festival Kesehatan Masyarakat: Optimalisasi Pemantauan Tekanan Darah dan Glukosa sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Tesa, Auliana; Arneliwati, Arneliwati; Sabrian, Febriana; Arnando, Rifky; Rachmadi, Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1034

Abstract

Latar belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia. Deteksi dini dan edukasi gaya hidup sehat menjadi langkah strategis untuk mencegah komplikasi dan menurunkan prevalensi PTM di tingkat komunitas. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko PTM melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, serta memberikan edukasi kesehatan mengenai pencegahan dan pengelolaan PTM. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2025 di Kelurahan Labuh Baru Timur, Kota Pekanbaru. Sebanyak kurang lebih 50 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 120 menit. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, penyampaian edukasi kesehatan, serta diskusi interaktif. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi tekanan darah dan kadar gula darah peserta. Hasil: Dari 43 responden yang diperiksa, sebanyak 34.9% mengalami hipertensi dan 27.9% memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dL. Mayoritas responden adalah perempuan (74.42%) dan berada pada kelompok usia 22–39 tahun (60.47%). Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mengidentifikasi risiko PTM di komunitas dan meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dan penerapan gaya hidup sehat. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya pencegahan PTM di tingkat lokal.
Faktor yang Berhubungan dengan Keputusan Memulai Hemodialisis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Tahap Akhir Lubis, Vidi Mayumi Anggita; Bayhakki, Bayhakki; Arneliwati, Arneliwati
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 1 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2414

Abstract

Keputusan memulai hemodialisis sangat penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien, namun dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan pasien gagal ginjal kronik tahap akhir dalam memulai terapi hemodialisis. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan studi retrospektif yang dilaksanakan di RSUD Arifin Achmad pada 75 pasien yang menjalani terapi hemodialisis, dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia >46 tahun (58,7%), berjenis kelamin laki-laki (52,0%), berpendidikan tinggi (60,0%), tidak bekerja (52,0%), dan memiliki asuransi kesehatan (98,7%). Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial yang baik (77,3%), self-efficacy tinggi (70,7%), pengetahuan baik (53,3%), serta tidak menunda dalam memulai terapi hemodialisis (69,3%). Berdasarkan hasil uji chi-square, terdapat hubungan antara usia (p value = 0,011), dukungan sosial (p value = 0,002), self-efficacy (p value = 0,000), dan pengetahuan (p value = 0,001) dengan pengambilan keputusan dalam memulai terapi hemodialisis. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p value = 0,464), tingkat pendidikan (p value = 0,240), pekerjaan (p value = 1,000), dan kepemilikan asuransi (p value = 1,000) dengan pengambilan keputusan dalam memulai terapi hemodialisis. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial, self-efficacy, dan pengetahuan yang tinggi meningkatkan kemungkinan pasien mengambil keputusan untuk memulai terapi hemodialisis secara tepat waktu. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi, memperkuat dukungan sosial, serta membangun self-efficacy pasien guna mencegah keterlambatan memulai terapi hemodialisis.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Ketergantungan Activity Daily Living (ADL) Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis Septina Aulia Putri; Arneliwati Arneliwati; Nurhannifah Rizky Tampubolon
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.520

Abstract

Latar Belakang: Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun kronis yang sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan peradangan sendi, nyeri, serta kekakuan yang dapat menyebabkan keterbatasan fisik. Kondisi ini berpotensi menurunkan kemampuan lansia dalam melakukan Activity Daily Living (ADL) sehingga meningkatkan tingkat ketergantungan. Dukungan keluarga berperan sebagai sumber daya eksternal yang penting dalam membantu lansia beradaptasi dengan keterbatasan fisik dan mempertahankan kemandirian fungsional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat ketergantungan Activity Daily Living (ADL) pada lansia penderita rheumatoid arthritis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 61 lansia penderita rheumatoid arthritis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Indeks Barthel untuk menilai tingkat ketergantungan ADL. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 60–74 tahun (54,1%), berjenis kelamin perempuan (70,0%), tidak bekerja (55,7%), berpendidikan terakhir sekolah dasar (39,3%), dan tinggal bersama anak (60,7%). Sebagian besar responden menderita rheumatoid arthritis selama 3–5 tahun (47,5%). Berdasarkan variabel dukungan keluarga, sebanyak 41,0% responden memperoleh dukungan keluarga kategori sedang, sedangkan berdasarkan tingkat ketergantungan ADL, sebanyak 39,3% responden mengalami ketergantungan ringan. Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,003 (< 0,05) yang menandakan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat ketergantungan Activity Daily Living (ADL). Kesimpulan: Dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan tingkat ketergantungan Activity Daily Living (ADL) pada lansia penderita rheumatoid arthritis dan berperan dalam mempertahankan kemampuan fungsional lansia.
Preventing the Progression of Knee Osteoarthritis: A Qualitative Study of Older Adults’ Experiences in Pekanbaru, Indonesia Arneliwati, Arneliwati; Masrul, Masrul; Mudjiran , Mudjiran; Neherta, Meri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54750

Abstract

Osteoarthritis of the knee is a major health problem among older adults that can lead to disability and decreased quality of life. Preventing the progression of this disease requires a deep understanding of the experiences of older adults in managing their condition. This study aimed to explore the experiences of elderly individuals in preventing the progression of knee osteoarthritis in Pekanbaru City. This study used a qualitative design with a descriptive phenomenological approach. The participants consisted of 15 older individuals aged 60-80 years diagnosed with knee osteoarthritis, selected through purposive sampling. Data collection was conducted through in-depth semi-structured interviews from March to May 2024. The findings identified four main themes: (1) older adults’ understanding of knee osteoarthritis and its prevention, (2) strategies for managing pain and limited mobility, (3) family and social support in the prevention process, and (4) challenges and barriers in implementing prevention efforts. The results showed that the elderly have only a limited understanding of preventing the progression of osteoarthritis but display high motivation to take preventive measures when they receive adequate support. The most commonly used strategies included activity modification, traditional medicine and light exercise. Comprehensive ed Background: Knee osteoarthritis is a common chronic condition among older adults and is associated with disability and reduced quality of life. Efforts to prevent disease progression are strongly influenced by older adults’ experiences and perceptions in managing their condition. Aim: This study aimed to explore the experiences of older adults in preventing the progression of knee osteoarthritis in Pekanbaru, Indonesia. Methods: A qualitative study with a descriptive phenomenological approach was conducted among 15 older adults aged 60–80 years diagnosed with knee osteoarthritis. Data were collected through semi-structured in-depth interviews in Pekanbaru City from March to May 2024 and analyzed using thematic analysis following Braun and Clarke’s framework. Results: Four main themes were identified: (1) limited understanding of knee osteoarthritis and its prevention, (2) pain management strategies and adaptation of daily activities, (3) the role of family and social support in prevention efforts, and (4) physical, financial, and environmental challenges in implementing preventive behaviors. Despite limited knowledge, participants demonstrated strong motivation to prevent disease progression when adequate support was available. Conclusion: Older adults’ experiences indicate that prevention of knee osteoarthritis progression is shaped by knowledge, adaptive capacity, and social support. These findings highlight the need for structured education and a multidisciplinary, context-sensitive approach to support preventive efforts among older adults. ucational programs and multidisciplinary support are needed to improve the effectiveness of efforts to prevent the progression of knee osteoarthritis in older adults.
Co-Authors ', Desfanita ' ', Fachrunnisa ' ', Misrawati ' AA Sudharmawan, AA Abd. Rasyid Syamsuri Abda Abda Adesyahpuri, Diva Adhani, Nida Rahmatul Agnes Putri S Marbun Agrina Agrina . Agrina ., Agrina Agrina, Agrina Agrina, Agrina Amelia Azzahra Aminatul Fitri Amir, Yufitriana Ance Nopentri Pratama Ani Constantia Annisa Fatma Zafasia Apriliano, Yos Bayu Ari Pristiana Dewi Arini, Intan Arnando, Rifky Aulia Sadeva Ayu Lestari Ayuni, Putri Ayuturrahmi, Amalia Azat Aprianto aziz, ari rahmat bakkara, queen Widiyasnara Bayhakki &#039; &#039; Bayhakki Bayhakki Bayhakki Bayhakki, Bayhakki BR Simanjuntak, Artawati Caroline, Sarah Cici Fitria Ulandari Darwin " Karim Dasna &#039; &#039; Derry Mertianda Desfanita &#039; &#039; Desi " Wahyuni DESI NURUL HASTRIALI Dewani, Grace Sri Dewi Kurnia Putri Dewi Kurnia Putri Dewi Liesnoor Setyowati Dianti, Puteri Didi Kurniawan Dilla Aulia Dwi Oktiviani DZAKIA, MASITA AQLA Egi Yunia Rahmi Elmi Wahyuni Erika Erika Erika Erika Erni &#039; Kartika Erwin - - Erwin Erwin Fadhillah, Fadhillah Fadhlia, Husna Faizah Faizah Fajri Disfa Madhani Fathra Annis Nauli Fatkhul Muhlisin Febri Nazwarul Fauzan Febriana - Sabrian Febriana Sabrian Febryani Zuvita Fitri Rabika Zariyati Putri Fitria Mardhotilah Fitriani, Dora Freona, Gesi Fuji Mazelda Gamya Tri Utami Ganis " Indriati Gina Febiola Manalu H. Erwin &#039; &#039; Handika, Yefma Feby Harli, Rayhan Hanoum Hellena Deli Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina HILDA PRATIWI Hunafa, Zahra HURIYAH ISTY Hutri Engla Resti Indriati, Ganis Julita, Warni Jumaini &#039; &#039; Jumaini, Jumaini Karmila, Fitri Khairatul Husnia Khairiyah, Putri Adila Khasanah, Wahyu Nur Khoirul Amin Subhakti Larasati Inayah Lia &#039; Rahmawati Liana &#039; Asnita Lubis, Vidi Mayumi Anggita M. Ilham Maharani, Nurhaliza Maisantri, Vivi Maria - Septiyanti Masrul Mentari, Gilang Sri Metaria Nengsih Meutia - Rhadia Mira Anggraini Misrawati &#039; &#039; Misrawati - - Misrawati Misrawati Mudjiran , Mudjiran Muhammad " Hariyansyah Muhammad Syarif Buang Muslim " " Nabawiyah, Nabawiyah Nakhlah, Fidela Neherta, Meri Nesha Nurdilla Ningrum, Yulan Dwi Nopriadi Novia Ervadanti Novlin Claudi Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurhayati Nurjannah - Tul&#039;aini Nurul Rahmawati Nur’aina Nur’aina Oktavia, Fina Olivia Indarti Olivia Indarti Olivia, Archel Padillah Ramadhan Pratiwi Afriani Hamid Pujiati &#039; &#039; Purnama, Mita Putri, Annisa Ramadhani Putri, Shindi Rahmedani Rachmadi, Annisa Rahayu Efendi Rahimulyani, Ranny Rahmalia - Ningsih Ramadhan, Padillah Ratih Delimaniar Siregar Reni Zulfitri Rezky Rizalti Ridho Kurniawan Rima &#039; Sari Riri " Novayelinda Riri Novayelinda Riri Novayelinda Rismadefi - Woferst Rustam, Musfardi Safri Safri Sahara, Rahmadhani Salawaty Salawaty Santri, Widya Saraswati, Riska Ardhya Sari, Niken Yuniar Savitri, Dhea Annisa Septhian Pherry Lumban Tobing Septina Aulia Putri Shisi Gusnita Siagian, Lina Maria Siti &#039; Rahmalia Siti Hafizhah Rahmah Siti Rahmalia Hairani Damanik Siti Rahmalia HD Sofiana " Nurchayati Sri " Rahayu Sri " Utami Sri " Wahyunita Sri &#039; Utami Sri Utami SRI UTAMI Sri Utami Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephanie Dwi Guna Sukma, Melati Sumarni " " Suryawan, Putri Ayu Sussiati " " Suyanto . Suyanto . Syilvi Novita Darman Tabroni, Irman Tampubolon, Masrina Munawarah Tanisa Mega Silvia Tesa, Auliana Tesha Hestyana Sari Tilla, Marda Tio Rita Tambunan Tirta Mulyana Tri Yurni, Repika Tsuraya, Mona Ulfa, Ruvida Veny Elita Wan Khairul Nizam Wan Nishfa Dewi Wan Shurna Alaihimi Wasisto Utomo Weni - Utari Widia - Lestari Widia Lestari Yersi Ahzani Yersi Ahzani Yesi - Hasneli Yesi Hasneli Yesi Hasneli N Yoga Mukhlana Yos Bayu Apriliano Yulia Irvani Dewi Yuliyanti " " Yunia - Mariantari1 Yusdina Rizki Banurea Zukhra, Ririn Muthia Zulkhairi Zulkhairi