Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pendekatan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Motivasi dan Pemecahan Masalah di Kelas III SD Harjoko, Harjoko; Lidyasari, Aprilia Tina
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6394

Abstract

Pendidikan yang memberikan kebebasan belajar bagi siswa sangat penting untuk membangun semangat dan motivasi dalam menyelesaikan tantangan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menigkatkan motivasi belajar dan pemecahan masalah siswa kelas III. Dengan desain quasi-eksperimen dan pendekatan grup pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 20 siswa melalui sampling jenuh. Instrumen berupa tes dan angket digunakan untuk mengukur motivasi serta keterampilan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMR memiliki dampak positif yang signifikan. Analisis data menggunakan uji-t sampel berurutan mengungkapkan thitung ≥ ttabel (0,68920 > ttabel 2,10982), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini menunjukkan bahwa penerapan PMR mampu meningkatkan motivasi dan keterampilan pemecahan masalah siswa dibandingkan sebelum intervensi dilakukan. Secara praktis, temuan ini memperkuat pentingnya penggunaan PMR dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. PMR tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep matematika, tetapi juga meningkatkan motivasi dan pemecahan masalah, yang sangat dibutuhkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
The Influence of Family, School, and Community Environments on Students’ Academic Achievement in Science Learning Lestari, Devi; Lidyasari, Aprilia Tina
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 11 (2024): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.8929

Abstract

This research was conducted because the academic achievement of students in class V science subjects at SDN Umbulharjo District is still low. The aim of this research is to discuss the reasons why academic achievement can change, one of which can come from the family environment, school environment and home environment and how the learning environment influences the student's academic achievement. The method used in this research is ex post fact. The data collection method is carried out by documenting students' reported grades and using questionnaire items. The population is 214 students. The results of analysis using multiple linear regression show that there is a positive influence of the family, school and community environment on student academic achievement. Furthermore, the effective contribution (SE) test obtained a value of 80.5%, which means the influence of the learning environment on student academic achievement and another 19.5% was influenced by other factors not included in this research.
PENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGI GURU SD DALAM PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS LOCAL WISDOM DI WILAYAH PENGASIH KULONPROGO Rolina, Nelva; Anggito, Albi; Lidyasari, Aprilia Tina; Eliasa, Eva Imania
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v9i1.10202

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengadakan pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran berbasis local wisdom untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru SD di Wilayah Pengasih Kulonprogo Yogyakarta. hasil analisis kebutuhan yang dilakukan bersama Ketua K3S sekolah dasar di wilayah Pengasih melalui wawancara dan observasi diperoleh data; guru menyadari pentingnya local wisdom namun banyak tantangan dalam implementasinya seperti pengaruh pertumbuhan ipteks yang cepat dan merubah pola pikir/perilaku peserta didik di sekolah dasar.  Pembelajaran SD telah memuat unsur muatan lokal, namun guru belum mengoptimalkan pengintegrasiaan pada semua mata pelajaran di kurikulum merdeka karena jarang dilakukan pendampingan bagi guru terkait local wisdom termasu penyusunan perangkat pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran berbasis local wisdom untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru SD. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang tergabung di Pengasih, Kulonprogo. Pelatihan ini bertujuan untuk mendampingi peningkatan kompetensi pedagogi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis local wisdom secara langsung dan guru selanjutnya dapat mengaplikasikan perangkat tersebut pada pembelajaran di sekolah masing-masing. Hasil uji n-gain dan uji wilcoxon menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pedagogis guru SD. Pelatihan mampu memberikan tambahawan wawasan dan praktek secara langsung membuat perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal di kurikulum merdeka
Mathematical problem solving of elementary students based on adversity quotient Munawwarah, Siti; Lidyasari, Aprilia Tina; Munafiroh, Verawati
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2024): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpip.v17i1.90771

Abstract

This study investigates fifth-grade students’ mathematical problem-solving abilities based on their Adversity Quotient (AQ) types and identifies error patterns across Polya’s problem-solving stages. Employing a descriptive qualitative design, the research was conducted at Keputran 2 Elementary School, Yogyakarta, involving 24 purposively selected students. Data were obtained through the Adversity Response Profile (ARP) questionnaire and a mathematical problem-solving test. The AQ results categorized students into four climbers, seven campers, and thirteen quitters. One student from each AQ type was further analyzed through their written responses. Findings revealed that climber-type students successfully completed all stages of Polya’s framework, demonstrating perseverance and accuracy yet showing limited reflective evaluation. Camper-type students completed all stages inconsistently, particularly in verifying their results. Quitter-type students were unable to complete the stages, displaying conceptual and procedural misconceptions. The study concludes that differentiated instructional strategies are essential: quitters benefit from contextualized tasks and extrinsic motivation; campers require scaffolded feedback; and climbers need challenging problems to foster deeper reflection. These insights emphasize the pedagogical importance of integrating AQ-based differentiation to enhance mathematical problem-solving competence among elementary students.
Psychological Well-Being of Pre-Service Training Teachers Rachmawati, Indriyana; Lidyasari, Aprilia Tina
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol. 8, No. 3
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The recent statistic suggests the average psychological well-being of Indonesian citizens, including the pre-service training teacher, represents their capacity to overcome future challenges. Excellent psychological well-being is crucial for pre-service training teachers, especially for providing a comfortable learning situation for students and engaging in effective communication with students. This study investigates the psychological well-being of pre-service training teachers. Thus, this study adopted survey techniques with descriptive data analysis. The data were collected from 44 teachers selected by purposive sampling. The criteria for selecting research participants were currently taking pre-service teacher education, elementary school teachers, and willingness to participate in this study. Data were collected using a psychological well-being scale. The results of the analysis showed high and exceedingly high psychological well-being of pre-service training teachers. However, the majority of participants had low scores in the aspect of improving self-quality over time, and some of them presented remarkably low scores
Peningkatan Kompetensi Pedagogi Guru PAUD dalam Pelatihan Pengembangan Kurikulum berbasis Local Wisdom Aprilia Tina Lidyasari; Edi Purwanta; Ika Budi Maryatun; Albi Anggito; Dita Salsavira Cahya Ningrum; Sri Uning Puji Utami
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i5.6099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru PAUD melalui pelatihan pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal di Kapanewon Pajangan, Bantul, DIY. Metode penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen. Sampel penelitian ini melibatkan 87 dewan guru yang tergabung dalam PKG PAUD Kapanewon Pajangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara saat pengumpulan analisis kebutuhan awal dan angket untuk mengukur peningkatan kompetensi pedagogi guru sebelum dan setelah pelatihan. Teknik analisis data yang digunakan adalan uji n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pretest dan posttest angket kemampuan pedagogi guru menunjukkan peningkatan yang signifikan sebelum dan setelah adanya pelatihan pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal terbukti dengan hasil uji n-gain sebesar 0,98 
Enhancing Learning Concentration and Reading Comprehension in Fifth Graders: The Impact of Anticipation Guide Strategies in Elementary Education Vira Safitri; Aprilia Tina Lidyasari
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5744

Abstract

This study investigates the impact of the anticipation guide learning strategy on two key academic outcomes in elementary school students: learning concentration and reading comprehension. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed. The study involved 130 fifth-grade students from SD Gugus II Kapanewon Sewon, Bantul Regency, with a sample of 98 students selected through cluster random sampling. Data were collected using observation, questionnaires, and tests, and analyzed through descriptive statistics and inferential tests, including the McNemar test. The findings indicate that the anticipation guide strategy significantly enhances learning concentration (McNemar test, p = 0.000 0.05). Similarly, the strategy improves reading comprehension skills (McNemar test, p = 0.000 0.05). These results suggest the anticipation guide is an effective pedagogical tool for fostering both cognitive focus and literacy skills in fifth-grade students. The results highlight the dual benefits of employing anticipation guides in classroom settings, as they actively engage students and improve comprehension. The implications for elementary education underscore the importance of innovative strategies to address learning challenges in young learners. The anticipation guide learning strategy positively impacts learning concentration and reading comprehension among fifth-grade elementary students, providing a promising approach for enhancing educational outcomes in primary education. Future research should explore its applicability across different grades and subjects to broaden its utility in diverse educational contexts.
Impact of Digital Media on Character Development and Social Skills Among Primary School Students at Sekolah Indonesia Jeddah Triastuti Dian Anggraeni; Aprilia Tina Lidyasari; Marwan Marwan; Agus Herwanto
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6031

Abstract

The increasing exposure of primary school students to digital media raises concerns about its influence on character development and social skills. This study examines the effects of digital media on students at Sekolah Indonesia Jeddah, focusing on responsibility, empathy, and discipline. Additionally, it explores the role of social-emotional learning (SEL) in mitigating negative effects and enhancing social behaviors. A mixed-method approach was employed, incorporating surveys, interviews, and behavioral observations. Data were collected from primary school students to assess their digital media consumption patterns and their impact on character development and social interactions. Findings reveal a significant relationship between digital media usage and students' character development. Increased screen time was associated with reduced face-to-face interactions, affecting empathy and collaboration. However, structured SEL interventions were found to enhance students’ social skills, promoting responsibility and discipline despite high digital engagement. The study highlights the dual impact of digital media, where excessive usage can hinder interpersonal skills, while controlled exposure, combined with SEL strategies, fosters positive character traits. The integration of SEL into primary education emerges as a key approach to balancing digital consumption and social-emotional development. The findings emphasize the need for a balanced media exposure strategy and SEL integration in primary education to support students' holistic development. Educators and parents should collaborate to regulate media use and implement SEL programs that nurture essential social and emotional competencies.
Hubungan Kepercayaan Diri Siswa dan Interaksi Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Dasar Rahmad Maulana; Aprilia Tina Lidyasari; Setiawan Edi Wibowo; Octavian Muning Sayekti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2547

Abstract

Studi kasus ini mengkaji korelasi diantara kepercayaan diri dan hubungan teman sebaya terhadap kecerdasan emosional siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Mandah, Provinsi Riau. Studi ini diarahkan untuk mengenali serta menganalisis secara simultan korelasi antara rasa percaya diri dan relasi antar teman sebaya dengan tingkat kecerdasan emosional pada peserta didik. Studi tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional, pengambilan bagian dari populasi dilakukan secara purposif terhadap 210 siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Kuesioner berskala Likert digunakan sebagai alat utama dalam pengumpulan data yang telah dimodifikasi untuk relevansi konteks, pendekatan korelasi yang mengukur hubungan linear antara variabel dengan menggunakan rumus Pearson untuk menganalisis data yang terkumpul, baik parsial maupun ganda. Sebanyak 64,8% siswa tergolong memiliki tingkat kepercayaan diri yang dominan berdasarkan hasil distribusi data, kualitas interaksi dengan teman sebaya mencapai 68,1%, dan kecerdasan emosional sebesar 62,9%, yang seluruhnya berada pada karakteristik menengah atau sedang. Ditemukan koneksis yang bermakna secara positif antara variabel-variabel yang diteliti, berdasarkan hasil analisis statistik dengan signifikansi 0,000 (p < 0,01), yang mengindikasikan bahwa kepercayaan diri dan interaksi sosial secara simultan memberikan kontribusi bermakna pada kecerdasan emosional siswa.Temuan ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan diri serta semakin bagus kualitas hubungan sosial peserta didik, maka semakin besar pula potensi peningkatan kecerdasan emosional yang mereka miliki. Hal ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan program intervensi edukatif yang berfokus pada penguatan karakter dan keterampilan sosial siswa sekolah dasar. Dampak dari penelitian ini dapat berfungsi sebagai pijakan untuk merancang model pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan emosional peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi praktis, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk studi lanjutan yang menelusuri aspek lain dari kecerdasan emosional.