Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penyusunan Paket – Paket Wisata Melalui Pendekatan Eko Arsitektur di Desa Wisata Nyambu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali I Gede Surya Darmawan; I Wayan Wirya Sastrawan; I Wayan Widanan
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Nyambu merupakan salah satu dari 38 Desa Wisata yang ada di Kabupaten Tabanan yang diresmikan tahun 2016 dan diharapkan menjadi salah satu desa wisata unggulan di Tabanan. Desa Wisata Nyambu (DWN) memiliki potensi wisata berbasis alam yakni : persawahan, memiliki 22 mata air/pancoran dan 67 Pura yang saling terkait dengan perjalanan suci Dang Hyang Nirartha. DWN juga memiliki potensi budaya asli masyarakat pedesaan yaitu pembuatan sarana upacara keagamaan, kuliner, jajanan khas Tabanan serta terdapatnya seniman-seniman tari, tabuh dan lukis. Namun pertumbuhan tingkat kunjungan wisatawan ke DWN agak meningkat namun tidak terlalu signifikan yaitu 450 – 610 orang/ tahun atau 40 orang wisatawan setiap bulannya. Pemanfaatan potensi alam dan budaya DWN masih belum maksimal sehingga kurang dikenal luasnya DWN yang lebih memilih mengunjungi obyek wisata yang lebih terkenal disana yaitu Tanah Lot. Berdasarkan penelusuran di lapangan, terdapat permasalahan utama yang akan dicarikan solusi oleh tim PKM yaitu belum tersusunnya dengan baik dan terintegrasi potensi-potensi alam dan budaya dari DWN. Dari Tim PKM menawarkan solusi pembuatan paket-paket wisata yang saling bersinergi dengan pendekatan eko arsitektur yang menitik beratkan pada desain yang ramah lingkungan dan menghargai alam dan budaya setempat dengan tetap bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di DWN. Paket wisata tersebut terdiri dari : susur sawah, susur budaya, susur sepeda, susur sungai serta pemanfaatan rumah tinggal masyarakat untuk dijadikan homestay.
Perencanaan Masterplan Pura Petasikan Desa Adat Sesetan I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan; I Wayan Widanan
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.1.1.2018.24-31

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan masterplan Pura Petasikan desa adat Sesetan. Penelitian ini dilakukan dengan obsevasi lapangan untuk memperoleh data lengkap dilapangan. Data yang dikumpulakan berupa foto-foto eksisting, dimensi site dan bangunan eksisting Pura Petasikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Perencanaan Master Plan Pura Petasikan yang direncanakan akan menyesuaikan dengan kondisi fisik eksisting untuk dikembangkan, kemudian berubah menjadi Perencanaan MasterPlan Pura Petasikan yang murni dari awal sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari Pengempon Pura. 2) Perencanaan Pura Petasikan ini menerapkan tata nilai sesuai peruntuknnya yaitu pura sendiri yang dimulai dari tata nilai kerungan hingga ke bangunannya. Maka dari itu perencanaan Master Plan Pura Petasikan tidak terlepas dari pakem-pakem Arsitektur Tradisional Bali yaitu Asta Kosala Kosali, mulai dari penerapan konsep Hulu Teben, Tri Mandala, Tri Angga, dan lainnya. 3) Perencanaan fisik estetika dan ornament bangunan pura menggunakan gaya pepalihan bebadungan dengan pemanfaatan material batu selem karangasem yang dikombinasi dengan struktur bangun kayu.
Perancangan Arsitektur dalam Mewujudkan TPS 3R Banjar Adat Mambal Kajanan, Desa Mambal, Kabupaten Badung, Bali I Wayan Widanan; Made Suryanatha Prabawa
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service Activity aims to provide science and technology services for the community, especially architectural design science and technology. Partners namely Banjar Adat Mambal Kajanan represented by Kelian Adat Mr. Ir. I Wayan Suamba needs the help of a team of architectural design experts to create an Integrated Waste Management Center that can be used to solve the waste problem at the Mambal Market. The service process begins with an initial Focus Group Discussion (FGD) which discusses the need for space and land location, then proceeds with a survey of land conditions, drawing the Waste Management Center building, and ends with an Architectural Design FGD with the Banjar Adat Mambal Kajanan and the Environment and Hygiene Service. (DLHK) Badung Regency.
Jelajah Ruang Desa Berbasis Virtual Reality Di Desa Sembiran Gde Bagus Andhika Wicaksana; I Wayan Widanan; Ni Made Widya Pratiwi
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata pedesaan merupakan sebuah bentuk adanya integrasi di antara komponen pariwisata yang diwujudkan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang memiliki tata cara dan tradisi tertentu. Desa Sembiran yang sedang secara serius mengembangkan dirinya sebagai desa wisata Bali Aga, dalam memperkenalkan dirinya sebagai salah satu wujud tujuan wisata, senantiasa masih mempertahankan tradisinya. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologii, Desa Sembiran tentunya ingin dikenal dan dijangkau oleh khalayak luas. Salah satu solusi terkini untuk mempromosikan desa atau lokasi Desa Sembiran adalah dengan menggunakan Virtual Tour. Promosi desa secara virtual tour memberikan kemudahan dalam proses branding atau pencitraan suatu objek yang ingin di promosikan Dengan perkembangan teknologi saat ini virtual tour dapat dimanfaatkan sebagai media promosi suatu daerah tujuan wisata. Promosi desa secara virtual tour memberikan kemudahan dalam proses branding atau pencitraan suatu objek yang ingin di promosikan. Masyarakat Desa Sembiran masih mengharapkan kegiatan promosi desa sebagai tempat wisata yang unik kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, pembuatan Virtual Tour diberikan sebagai solusi bagi Desa Sembiran untuk mempromosikan Potensi Desa secara kekinian dan tetap mampu melakukan kegiatan promosi yang efektif
Pusat Konservasi Jalak Bali di Desa Tengkudak sebagai Upaya Mendukung Konservasi Berkelanjutan: Indonesia Sakina Mashadi; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Tjokorda Gede Dalem Suparsa; I Wayan Widanan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 14 No. 1 (2026): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2026)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.14.1.14861.87-95

Abstract

The Bali Starling (Leucopsar rothschildi) is an endemic bird species from Bali that is currently categorized as critically endangered due to habitat degradation, illegal wildlife trade, and hunting activities. Various conservation programs have been implemented, including captive breeding and habitat protection. However, the availability of integrated conservation facilities that combine breeding, research, and environmental education is still limited. Desa Tengkudak in Tabanan Regency has environmental potential and community participation that support conservation activities. This research aims to formulate the development concept of a Bali Starling Conservation Center in Desa Tengkudak to support sustainable conservation efforts. The research uses a qualitative descriptive method through field observation, literature study, and precedent studies. The results indicate that the development of a conservation center can support conservation programs through breeding facilities, rehabilitation areas, environmental education spaces, and community-based conservation activities. The architectural approach emphasizes ecological design principles that integrate buildings with the surrounding environment and minimize disturbances to the natural habitat of the birds.
Co-Authors Anak Agung Gede Raka Gunawarman Antara, I Made Rudita Dewa Ayu Nyoman Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman Dewa Gde Agung Dhiva Pramudya Dewi Ratih Purnamasari Dwi Putra, Made Jaguandana Edwin, Komang Gede Rio Fernando Ardha Harawikrama Haditama, I Gusti Ngurah Hesa Respati I Gede Agus Ryananta Mudawan I Gede Krisna Putra I Gede Surya Darmawan I Gede Surya Darmawan, I Gede Surya I Kadek Agus Berliana Arbi I Kadek Dwika Satriya I Ketut Sugihantara I Komang Gelda Manika Aprizio I Made Adhika I Made Wahyu Pramana I Nengah Sinarta I Nyoman Gede Maha Putra I Nyoman Warnata I Putu Egatama Arya Putra I Putu Ellsa Sarassantika I Putu Gede Adi Purusa Maha Wiranata I Putu Gede Adi Purusa Maha Wiranata I Putu Sidharta Nanda Kusuma I Putu Surya Mitra I Putu Surya Mitra I Wayan Parwata I Wayan Runa I wayan sudita purnawan PURNAWAN I Wayan Wirya Sastrawan I Wayan Wirya Sastrawan Ida Bagus Yoga Artha Wiguna Wiguna Ilham, Lalu Attaridji Ilyas Rizal Ramadhan Kadek Putra Santika Narayana Komang Edwin Komang Junida Aryadi Putra Krisna Adi Suryantara Putra Krisnantara, Gede Linggasani, Made Anggita Wahyudi Made Mas Surya Wiguna Made Yogi Wikrama Putra Mustika, Ni Wayan Meidayanti Ngakan Ketut Acwin Dwijendra Ni Komang Armaeni Ni Komang Indra Mahayani Ni Luh Putu Indiani Ni Made Yudantini Ni Putu Ayu Sri Wahyuni Ni Putu Mei Lestari Ni Putu Mely Kusuma Ningsih Ni Wayan Meidayanti Mustika Pande Putu Dwi Novigga Artha Permatasari, Putri Ayu Devy Prabawa, Made Suryanatha Pratiwi, Ni Made Widya Putra, I Gede Krisna Putri, Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Sakina Mashadi Sastrawan, Wirya Sugihantara, I Ketut Suryantara Putra, Krisna Adi Tjokorda Gede Dalem Suparsa Utari, Cokorda Istri Arina Cipta Wahyuni, Ni Putu Ayu Sri Wicaksana, Gde Bagus Andhika Wijaya, I Kadek Merta Wirya Sastrawan, I Wayan