Articles
Pemetaan Parameter Oseanografi Fisik Menggunakan Citra Landsat 8 di Wilayah Perairan Nongsa Pulau Batam
Muhammad Zainuddin Lubis;
Andriansyah Pratama Daya
JURNAL INTEGRASI Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Integrasi - April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30871/ji.v9i1.265
Parameter oseanografi merupakan dinamika alam yang terjadi mempengaruhi aspek fisis air laut, seperti suhu, pasang surut dan arus .Penelitian ini mengambil sampel di wilayah perairan Nongsa, kemudian dilakukan pengolahan data dengan penginderaan jauh menggunakan algoritma Lyzenga dan mengambil data primer suhu,DO,arus dalam bentuk pola arus, pasang surut yang disajikan dalam bentuk grafik. Hasil yang di dapatkan di lapangan kecepatan arus di pantai Nongsa dengan kecepatan dengan rentang 0.1 – 2 m/s dengan arah pola arus ke arah timur tetapi dominan ke arah barat, pantai Bemban kecepatan rentang antara 0.02-0.44 m/s dengan pola arus ke arah utara tetapi dominan ke arah barat , pantai Payung kecepatan arus dengan rentang antara 1.7 -1.8 dominan ke arah barat. Pasang surut pantai bemban menunjukkan pasang surut semi diurnal menunjukkan pasang tertinggi dua kali dan paanngg surut terendah dua kali. Tumbuhan Lamun yang diidentifikasi melalui dari citra satelit dengan algoritma Lyzenga terdapat di pantai Payung, untuk pantai Nongsa dan Bemban belum dapat mengidentifasi klorofil-a melalui citra satelit. Suhu dan DO yang terdapat dari tiga lokasi setelah di rata-ratakan menunjukkan suhu 29-32 ºC dan DO 12.5 -27.5 mg/L.
Desain dan Uji Coba Sederhana Pada Obstacle Avoiding Robot Menggunakan Mikrokontroler Arduino
Muhammad Zainuddin Lubis;
Wenang Anurogo;
Perdi Novanto Sihombing
JURNAL INTEGRASI Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Integrasi - April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30871/ji.v10i1.704
Pada tulisan ini membahas tentang desain, konstruksi dan kontrol robot penyeimbang diri dari obstacle avoiding robot roda dua. Rangkaian sistem terdiri dari sepasang motor DC dan papan mikrokontroler Arduino, dengan menggunakan sebuah sensor ping HC-SR04 yang merupakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi jarak ke rintangan dan dari posisi robot berada. Hasil yang diperoleh dari uji coba menunjukkan nilai jarak terhadap nilai ping (ping number) tegak lurus, semakin bertambahnya jarak maka akan semakin tinggi waktu ping yang di hasilkan. Nilai jarak sensor ke objek dan waktu ping paling rendah yaitu 2 cm, dan 132 µS, dan yang paling tinggi dengan jarak 20 cm dengan waktu ping yaitu 1160 µS. Semakin jauh jarak obstacle maka waktu yang diperlukan sensor untuk mengirimkan kembali hasil deteksi juga lebih lama.
Pemetaan Sebaran Suhu Penggunaan Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 di Pulau Batam
Rohana Sari;
Wenang Anurogo;
Muhammad Zainuddin Lubis
JURNAL INTEGRASI Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Integrasi - April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30871/ji.v10i1.710
Pulau Batam merupakan salah satu pulau di Kota Batam yang sedang mengalami kemajuan pembangunan yang pesat. Pembangunan tersebut memiliki dampak terhadap lingkungan di sekitarnya seperti perubahan suhu pada wilayah di pulau Batam. Peningkatan suhu yang berbeda-beda di setiap wilayah yang ada di pulau Batam terjadi karena berkurangnya ruang terbuka hijau yang berperan sebagai pendingin alami dalam menjaga keseimbangan kelembaban dan suhu lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan peta sebaran suhu penggunaan lahan di pulau Batam. penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data citra Landsat 8 yang mencakup kawasan wilayah pulau Batam dan peta administrasi kota Batam, data primer berupa informasi suhu permukaan pulau Batam dan penggunaan lahan pulau Batam. Metode ekstraksi suhu menggunakan metode LST dan penggunaan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing. Hasil dari penelitian ini berupa peta sebaran suhu penggunaan lahan di pulau Batam yang memiliki 4 kelas penggunaan lahan. Kelas daerah bervegetasi memiliki suhu yang berkisar antara 16.8 – 22.4 oC, kelas daerah tak bervegetasi memiliki suhu yang berkisar antara 22.4 – 23.6 oC, kelas daerah permukiman memiliki suhu yang berkisar antara 23.6 – 29.2 oC, dan kelas daerah perairan memiliki suhu yang berkisar antara 16.8 – 22.4 oC.
Rancang Bangun Penampung Sampah Laut Portable (PSP) dan Uji Solar Panel untuk Mengurangi Sampah Laut
Amanda T Siboro;
Feby Angelin Garizi Siahaan;
Sarnaen Simanjuntak;
Muhammad Zainuddin Zainuddin Lubis
JURNAL INTEGRASI Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Integrasi - Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30871/ji.v10i2.840
Marine litter is waste created by human that has been discharged into the coastal or marine environment. Varied and widespread human activities can act as the source of marine litter. The sources may be located directly at sea, on the coast or inland. Litters can be transported over long distances and into marine habitat. Accumulation of marine litter can affects habitats, organism ecological function, and develops health problems. The objective of present study was to evaluate portable marine litter collector’s performance for eliminating marine litter. The methods consist of some steps i.e. measuring and comparing collected marine litter amount with the total daily average amount in the tested area which took place at Pantai Biru Sehati, Tanjung Piayu; identifying the size and type of material of the collected marine litter; measuring the scope that can be reached by the prototype; along with identifying oceanographic parameter regarding its effects on prototype performance. The results showed that the performance duration of the prototype on an optimum battery is 1 - 3 hours, 2800 rpm of motor speed, 1 - 4 kg of marine litter as the maximum weight that can be held by the prototype. Furthermore, the identified oceanographic parameters are speed current which was 0.7 m/s. The field test also indicates that the oceanographic parameter affects the prototype performance. Keywords : Design, marine litter, portable marine litter collector, oceanographic
PEMETAAN PENGGUNAAN LAHAN DI WILAYAH KEPESISIRAN SEMBULANG PULAU GALANG KOTA BATAM
Arif Roziqin;
Oktavianto Gustin;
Sudra Irawan;
Muhammad Zainuddin Lubis;
Citra Swari Henora;
Dwi Anjen Setia Wulandari
JURNAL INTEGRASI Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Integrasi - April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (650.028 KB)
|
DOI: 10.30871/ji.v12i1.1513
High development activities have an impact on the dynamics of landuse change, including in coastal areas. This study aims to determine landuse in the coastal area of Sembulang, Galang Island, Batam City. The landuse information is obtained by interpreting land cover on remote sensing imagery and followed by a field survey. The field survey was conducted on March 22-25, 2019. A field survey to see the direct use of human activities on landuse was carried out at all points of the study area. The results showed that, landuse in the Sembulang coastal areas, Galang Island, Batam City such as forests, grasslands, settlements, and mangroves ecosystem. Government facilities that function for public services are also available in this region, such as Sembulang Urban Village and Galang Sub-District.
Pemetaan Kedalaman Laut Menggunakan Multibeam Echosounder, (MB1) di Perairan Punggur, Kepri
Dodi Prima Resda;
Muhammad Zainuddin Lubis;
Dirgan Timbang
JURNAL INTEGRASI Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Integrasi - April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30871/ji.v13i1.3042
This research was conducted in April 2018 at Punggur waters. The methods used were bathymetric and tidal survey which aimed at obtaining depth and position information in Punggur waters which play a role in supporting activities around Punggur waters. This research was done by performing generalization using the Multibeam Echosounder (MBES) System instrument. Tides know the dynamics or changes in sea level. Thus, a bathymetric and tidal survey are carried out simultaneously namely the tides in the bathymetry survey activities aiming as a reference depth field to determine the kind/type of tide and the height of sea level average MSL (Mean Sea Level) as a reference point (zero points) for elevation measurements. It is known that the Formzahl value is 1.35 so that the tide type in the waters around the port is mixed mainly diurnal tides. The corrected bathymetry measurement results with an MSL value of 1.35 meters which results in an accuracy of the depth value. This indicates that there is a change in the depth value in Punggur waters, Batam. The results showed that the depth value in Punggur waters ranged from 16 to 25 meters below sea level so that the depth or bathymetry value in these waters was not included in the continental shelf area, which explains the presence of sloping topography values. Keywords: Bathymetry, Punggur waters, tides, Multibeam Echosounder (MBES)
ANALYSIS OF SAND DUNES DAMAGES USING REMOTE SENSING METHOD IN PARANGTRITIS KRETEK BANTUL
Wenang Anurogo;
Muhammad Zainuddin Lubis;
Eni Heldayani
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1200.398 KB)
|
DOI: 10.31851/swarnabhumi.v2i2.1448
ABSTRAKIndonesia passed the equator make Indonesia get some kind of wind. The wind helps the formation ofsand dunes such as those on parangtritis. Human population is growing and is not supported by theincrease of the land, then the existence of sand dunes began to interfere with land transfer function for thefulfillment of human needs. The purpose of this research is to determine the extent of damage andreduction of the sand dune area in parangtritis and the cause of its damage. The method used in thisresearch is the extraction of information from spatial data in each year of data recording then analyzed toobtain data or information regarding changes in sand dunes area. The interpretation results show that thearea of sand dunes in 2003 was 277,083 Ha, while the area of sand dunes with visual interpretation of theimage of 2015 shows that the current sand dune area is 169.378 Ha. The results of both areas of the sanddunes experienced a reduction of 107,705 hectares or it can be said that the sand dunes area over the yearspan experienced a reduction of 47.4%.Key Word: Sand dunes; Spatial Data; Land Transfer Function.
DAMPAK DAN SKENARIO KENAIKAN TINGGI MUKA AIR LAUT TERHADAP PENUTUP LAHAN (STUDI KASUS: KECAMATAN GUNUNG KIJANG, PULAU BINTAN)
Nirwana Wau;
Wenang Anurogo;
Muhammad Zainuddin Lubis;
Muhammad Ghazali
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/swarnabhumi.v7i1.6507
Perubahan iklim mempengaruhi komunitas dan wilayah di seluruh dunia. Perubahan iklim merupakan akibat dari pemanasan global yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia.Sektor terbesar emisi gas rumah kaca adalah industri, transportasi dan rumah tangga. Peningkatan konsentrasi beberapa gas rumah kaca telah menyebabkan peningkatan penyerapan energi matahari dan peningkatan refleksi panas matahari, sehingga meningkatkan suhu di bumi dan memicu perubahan iklim, sehingga secara tidak langsung meningkatkan jumlah air di laut dan menyebabkan kenaikan permukaan laut. Naik karena pemuaian air laut dan pencairan salju. Di kutub utara dan selatan bumi. Satu dampak perubahan iklim mungkin memiliki banyak dampak yang berbeda. Di antara banyak kemungkinan dampak pemanasan global, masalah yang paling sering dibahas adalah terkait dengan kenaikan permukaan laut. Pengukuran tinggi muka air laut ini dengan berkembangnya teknologi, pengukuran tinggi muka air laut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan citra satelit SPOT 5 untuk merekam perubahan muka air laut secara berkala dan kemudian menyajikannya dalam bentuk citra dengan tujuan untuk membuat scenario kenaikan tinggi muka air laut pada rentang kenaikan 0-50 m dan dampaknya terhadap scenario kenaikan tersebut terhadap area permukiman dan perkebunan. Untuk mengembangkan model kenaikan tinggi muka air laut di wilayah timur Pulau Bintan yaitu Kecamatan Gunung Kijang maka diperlukan data GDEM SPOT, yang berisikan informasi ketinggian dan karakteristik topografi, dalam hal ini data ketinggian adalah dalam kedetilan yang cukup tinggi. Data GDEM SPOT akan diolah dengan menggunakan teknologi SIG berbasis raster. Berdasarkan pemodelan ketinggian air laut yang sudah dilakukan dapat diketahui bahwa pada kenaikan tertinggi scenario 50 meter luas lahan yang bakal terdampak terhadap kenaikan tinggi muka air laut di Kecamatan Gunung Kijang yaitu daerah pemukiman seluas 261,880 ha & daerah perkebunan seluas 965,815 ha. Semakin tinggi muka air laut, maka semakin luas daerah yang terkena dampak kenaikan tinggi muka air laut
PENGARUH PEMASARAN TEDY LOTION TERHADAP APLIKASI BERBASIS AR (AUGMENTED REALITY)
Ari Kurniawan Daulay;
Rizki Irianto;
Rini Aprilia Siahaan;
Elisa Margareth Sihombing;
Muhammad Zainuddin Lubis
JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis - Juli 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (467.407 KB)
|
DOI: 10.30871/jaemb.v7i1.1419
The number of natural-based cosmetic products on the market is increasing. One of the natural ingredients that can be used is golden sea cucumber. TEDY lotion is a skin care product with collagen extract and gamapeptide from golden sea cucumber as the ingredients. The purpose of this article is to analyze the use of TEDY AR application on product sales. The method used is by using a questionnaire that has been tested, which is validity test. The validity test is then concluded to be a diagram through statistical formulation. The result showed, 73% like the product, 22% really like and 5% unlike. Meanwhile, the results of the questionnaire the application show that 44% strongly agreed, 45% agreed and 11% chose neutral. Therefore, it can be concluded that use of applications in helping sales have a positive impact. We hope this product can create a business opportunity for the future.
Visualisasi Kualitas Penyebaran Informasi Gempa Bumi di Indonesia Menggunakan Twitter
Mira Chandra Kirana;
Nanda Putra Perkasa;
Muhammad Zainuddin Lubis;
Maidel Fani
Journal of Applied Informatics and Computing Vol 3 No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1283.099 KB)
|
DOI: 10.30871/jaic.v0i0.1246
Indonesia is one country with a high level of natural disasters, such as earthquakes, so the dissemination of information about early warning is very important.. Social media Twitter became one of the places of broadcasting information about earthquake disaster early instruction in Indonesia through BMKG account. However, the quality of information from Twitter's social media is unknown, therefore visualization is made to analyze the quality of information with Twitter social media. This research is done in three stages: retrieving, preprocessing and visualization. Retrieval process to capture BMKG Tweet account data on Twitter. Preprocessing phase of work to get the results of the analysis of the quality of earthquake information. After that done data processing timeliness, relevance, completeness of data along with the accuracy of data created based on graphical visualization information.