Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship of Terrestrial Fern Species (Pteridophyta) at Salodik Waterfall Central Sulawesi Based on Morphological Characteristics Dani, Dhea Pratiwi; Suleman, Samsurizal M.; Febriawan, Aan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6714

Abstract

Pteridophyta ferns are a group of vascular plants that have a very long evolutionary history. This study aims to describe the relationship of terrestrial fern plant species (Pteridophyta) at Salodik Waterfall Central Sulawesi based on morphological characteristics. The method used was exploration method with the sampling technique being free collection. The data were processed using Microsoft Excel 2013 and then subjected to cluster analysis using the UPGMA (Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic Average) method in the PAST 4.03 software (Paleontological Statistics). The research results obtained a total of 13 terrestrial fern plant species, namely Asplenium nidus, Diplazium esculentum, Davallia denticulata, Lindsaea scandens var. terrestris, Nephrolepis biserrata, Angiopteris evecta, Phymatosorus longissima, Pteris biaurita, Pteris fauriei, Selaginella doederleinii, Chingia clavipilosa, Macrothelypteris torresiana and Sphaerostephanos heterocarpus. The dendrogram of kinship between 13 species of terrestrial ferns is formed in 2 main clusters with 4 relationships categories, namely very near, near, not near, and not very near. The first category of relationship is very near with the highest Similarity Index (IS) value, namely between Macrothelypteris torresiana with Davalia denticulata (IS=86.5) and Lindsaea scandens with Pteris faurei (IS=75.2). The second category of near relationship is between Pteris biaurita with node 3 (IS=68.2), Selaginella doederleinii with node 4 (IS=64), and Diplazium esculentum with Chingia clavipilosa (IS=55.6). The third category of not near relationship is between Nephrolepis biserrata with Phymatosorus longissima (IS=27.3). The fourth category of not very near relationship with the lowest Similarity Index (IS) value is between Angiopteris evecta with Sphaerostephanos heterocarpus (IS=22.8) and Asplenium nidus with sub division Ia (IS=21.2).
Kajian situasi perlebahan, tingkat pengetahuan peternak lebah tentang lebah madu lokal, karakteristik produksi dan perilakunya di Desa Namo Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Sabran, Moh; Trianto, Manap; Suleman, Samsurizal M.; Kasim, Amiruddin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.3700

Abstract

Budidaya lebah madu merupakan kegiatan yang ramah lingkungan untuk menunjang kebutuhan hidup bahkan mendukung konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati. Usaha tersebut dapat dilakukan oleh kaum perempuan, dengan tekonologi tepat guna yang mudah diakses oleh masyarakat baik yang berkemampuan ekonomi rendah maupun memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang rendah. Usaha budidaya lebah madu di Desa Namo berpotensi sebagai obyek wisata edukatif di Sigi. Demikian pula, produk dari lebah madu, dapat ditonjolkan sebagai produk oleh-oleh yang khas. Pengusul dan Tim dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNTAD telah berinteraksi dengan Kelompok Tani Lebah Madu dengan ketua Bapak Anwar Pelobo. Bersama tim, pengusul telah melakukan survey yang ditindaklanjuti dengan pelatihan singkat mengenai budidaya lebah madu. Pengusul secara berkala juga melakukan kunjungan untuk berdiskusi dengan para peternak lebah madu. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan terwujudnya Kampung Madu sebagai desa wisata edukasi dan pusat pelatihan dengan konsep Education for Sustainable yang meliputi keseimbangan ekonomi (produk madu asli), pelestarian potensi lokal (hutan rakyat, pekarangan dan lebah madu lokal) dan sosial (pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Kelompok Tani utamanya pada kelompok pemuda dan perempuan). Kegiatan ini telah terlaksana sesuai dengan usulan dan berhasil meningkatkan kapasitas kelembagaan utamanya dengan meningkatkan jumlah anggota kelompok tani serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budi daya lebah madu para anggota. Kegiatan pelatihan secara tidak langsung juga membuka peluang untuk warga masyarakat menyampaikan penilaian mereka terhadap jalannya kelompok dan meningkatkan rasa memiliki di antara warga. Kegiatan pengabdian juga mencoba mengenalkan penggunaan beberapa peralatan standar budi daya. Diharapkan alat-alat tersebut akan mendorong efisiensi dan keamanan budi daya lebah madu di Desa Namo. Untuk terwujudnya Desa Namo sebagai pusat wisata edukatif dan sumber madu, sebaiknya dibentuk jaringan kerja antara masyarakat (peternak lebah), LSM, dan CSR BUMN yang diharapkan dapat bersinergi mengembangkan perlebahan dan wisata edukatif di Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, sesuai harapan para pemegang kepentingan di Desa Namo.
Sosialisasi dan Edukasi Dampak Pencemaran Sungai pada Sumber Penghidupan Warga Desa Mekar Baru Kab Donggala Nurdin, Musdalifah; Suleman, Samsurizal M; Agni, Raya; Sabran, Moh; Zainal, Syech
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1211

Abstract

Fenomena yang terjadi adalah dalam satu tahun terakhir ini bahwa tingginya frekuensi terjadinya bencana banjir yang melanda Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Faktor pemicu terjadinya banjir salah satunya disebabkan oleh faktor sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan serta edukasi terkait dampak pencemaran dengan memilih lokasi yakni Desa Mekar Baru. Desa ini dipilih dengan pertimbangan bahwa ketika terjadi banjir, maka akan berpotensi mencemari sungai yang mereka gunakan sebagai sumber penghidupan yakni pembuatan Sagu. Untuk mencapai tujuan tersebut maka sangat perlu dilakukan pendekatan berupa sosialisasi dan edukasi dampak pencemaran sungai di Desa Mekar Baru. Materi yang diberikan pada kegiatan sosialisasi ini adalah gambaran umum sungai, pemanfaatan sungai, sumber penyebab kerusakan sungai, dan upaya menjaga/melestarikan sungai sementara untuk pendampingan adalah berupa edukasi dan aksi lapangan. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya wawasan, pengetahuan, dan kepedulian warga akan pentingnya menjaga lingkungan khususnya sungai yang mereka gunakan sebagai sumber penghidupan khususnya dalam pembuatan Sagu sebagai salah satu program ketahanan pangan.
Diversity and Composition of Insect Species Associated with Natural Rattan Habitats in Namo Village, Kulawi, Central Sulawesi Nurdin, Musdalifah; Suleman, Samsurizal M; Zainal, Syech; Sabran, Moh; Agni, Raya; Trianto, Manap
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1289-1295

Abstract

Tropical forest ecosystems are home to diverse insect communities that play essential ecological roles, including pollination, decomposition, and nutrient cycling. Among the key forest plants, rattan (Arecaceae) provides both ecological and economic benefits and serves as an important microhabitat for various insect species. This study aimed to identify and analyze the diversity of insect species associated with natural rattan habitats in Namo Village, Kulawi District, Central Sulawesi, Indonesia. Insect sampling was carried out using sweep nets, pitfall traps, and yellow pan traps along rattan-dominated forest transects. A total of 125 individual insects were collected, representing 7 orders, 28 families, and 37 species. The order Hymenoptera showed the highest abundance (41.6%), dominated by Formicidae and Apidae families, followed by Coleoptera (25.6%) and Diptera (17.6%). The Shannon–Wiener Diversity Index (H’ = 2.84) indicated moderate species diversity with high evenness (E = 0.83). Functionally, the insect community consisted of pollinators (38.2%), herbivores (25.4%), decomposers (19.6%), and predators (16.8%). These findings demonstrate that natural rattan ecosystems support diverse and functionally balanced insect assemblages, reflecting stable ecological conditions and minimal anthropogenic disturbance. Conserving natural rattan stands is therefore crucial for maintaining biodiversity and sustaining ecological functions such as pollination and decomposition within tropical forest ecosystems.
Participatory Forest Resource Management: A Strategy Based on Local Knowledge At Forest Management Unit Kulawi Darwis Darwis; Golar Golar; Naharuddin Naharuddin; Adam Malik; Imran Rachman; Hasriani Muis; Sudirman Daeng Massiri; Ramal Yusuf; Samsurizal M. Suleman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9730

Abstract

Forests play a vital role in supporting the livelihoods of surrounding communities and have the potential to significantly boost local economies. However, this dependence can sometimes threaten the sustainability of forest ecosystems. To address this, sustainable management should be at the forefront of utilizing existing forest resources. A study focusing on community empowerment in managing forestry commodities is essential to optimize the sustainable use of natural resources in Central Sulawesi Province. This research aims to identify factors influencing community empowerment in managing and utilizing these resources, which will inform strategies to strengthen such empowerment. The S-O-A-R (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) approach has been employed to enhance qualitative analysis across three operational areas of KPH Kulawi. Findings indicate that community capacity to manage forest areas is bolstered by elements of local wisdom. This approach is recognized as an effective strategy for safeguarding forest areas while simultaneously improving the community's economic well-being.
An Evaluation of the Nutritional Content of Rattan Shoots as a Potential Learning Resource for Local Wisdom-Based Education Musdalifah Nurdin; Syech Zainal; Nasria Nasria; Raya Agni; Samsurizal M Suleman; Siti Eneng Sururiyatul Mu’aziyah; Moh Sabran
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i2.1523

Abstract

Purpose of the study: Rattan, a valuable resource for both industry and local food, is evaluated for its nutritional content in this study. The research explores its potential as a learning resource based on local wisdom in Sibado Village, Sirenja District, aiming to raise awareness and promote sustainable use within the community. Methodology: A quantitative descriptive research approach was used, involving proximate analysis to measure (Soxhlet method), protein (spectrophotometric method), water (thermogravimetric method), ash (dryashing method), and carbohydrates (proximate method) of rattan shoots. Data were collected from Sibado Village and analyzed in the Chemistry Laboratory of Tadulako University, Palu. An e-pocket book was developed as a learning resource. Main Findings: The results of the study obtained an average fat content of 0.332%, protein content of 2.110% and carbohydrate content of 6.082%. The results of the study were integrated as a learning resource in the form of a local wisdom-based pocket book that had been validated by content experts, design experts, media experts and students with an average value of 81.7%, meaning it is very suitable for use as a learning resource. Novelty/Originality of this study: This study is the first to combine nutritional analysis of Daemonorops robusta with the development of a local wisdom-based educational tool, bridging scientific data and pedagogy to enhance biodiversity awareness, cultural relevance, and contextualized learning in formal education.
Co-Authors Abd. Hakim Laenggeng Abd. Hakim Laenggeng, Abd. Hakim Abdul Hakim Laenggeng Abdul Rasyid Abdul Rasyid Achmad Ramadhan Achmad Ramli Achmad, Mestawaty As. Adam Malik Agung Agung Agus Salim Akram, Akram Alfaida - -, Alfaida - ALIATININGTYAS, N. Amiruddin Hatibe Amiruddin Kasim Amram Rede Andi Tanra Tellu Andi Tanra Tellu Antara, Putu Budi Ar Sukarno Syah Aslian Yali Kintja Astija Baharuddin Hamzah Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia Bakhtiar Lafare BAKHTIAR, T. Chairrunnisa, Chairrunnisa Dani, Dhea Pratiwi Darwis Darwis Dg Masese Faradilla Dian Moh Fauzan Edi Susanto Edi Susanto Endang P. Wahyuningsih Erlinda Erlinda Erwin Taslim Faida Faida Farda Almaidah Fatma Dhafir Fatma Sandagang Fatmah Dhafir Febriawan, Aan Fetmi, Fetmi Fitriani Dg. Kalla Gafil Gafil Gafil, Gafil Golar Golar Haerudin Haerudin Hasriani Muis Hayyatun Mawaddah Hj. Musdalifah Nurdin I Komang Suletra I Made Budiarsa I Nengah Kundera Ihwal, Moh Imran Rachman Insani Insani Irwan Said Isnainar Isninar, Isnainar Joshua Dwi Caesar Waruwu Kartika Maria Tendean Laksono Trisnantoro Lestari MP Alibasya Lilies N Tangge Listiana Listiana Mada, Arviani Mahdar Y. Aswadi Manap Trianto Masnawati Masnawati Megawati - Mentari, Dewi Mestawaty As. Achmad Mestawaty As.A Mestawaty As.A Moh Ihwal Moh Iqbal Moh. Iqbal, Moh. Moh. Nasihin Mohamad Jamhari Mohammad Iqbal N. Laratu Mohammad Jamhari Muanmar, Muanmar Muanmar Muh Annas Abdillah Muh Idris Muh Idris, Muh Naharuddin Naharuddin Nasria Nasria Ni Made Puspayanti, Ni Made Ni Putu Murniasih, Ni Putu Nizrah Nizrah NOVITASARI Patigu, Rosi Feraningsih Purwanto, Agus Joko Ramadanil Pitopang Ramadhanil Pitopang Ramadhanil Pitopang Ramadhanil pitopang Ramadhanil Pitopang Ramadhanil Ramadhanil Ramal Yusuf Ramdhanil Pitopang Raya Agni Rocky RT Lembah Rosi Feraningsih Patigu Ruiyati Ruiyati Sahlan Sahlan Sarjan N. Husain Sarjan N. Husain Sertina Sertina Shelvy Ferawati Rurua Siti Aisyah Siti Eneng Sururiyatul Mu’aziyah Solfarina Solfarina Sudirman Daeng Massiri SULFIANTI, SULFIANTI Surahman Surahman Susanti Susanti Sutalmi, Ni Luh Syech Zainal Wahyu Mohammad Wahyudi Wahyudi Waruwu, Joshua Dwi Caesar Zubair Zubair Zulaikhah Dwi Jayanti