Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Karakter Morfologi sebagai Penentuan Hubungan Kekerabatan Jenis Tumbuhan Paku di Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Mamuang Desa Lalundu Patigu, Rosi Feraningsih; Suleman, Samsurizal M.; Budiarsa, I Made
Journal of Biology Science and Education Vol. 7 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v7i2.1138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan kekerabatan jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) di daerah perkebunan kelapa sawit Mamuang desa Lalundu. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel yaitu koleksi bebas. Data diolah dengan menggunakan Program File Editor (PFE) kemudian dianalisis dengan program Multivariat Statistical Package (MVSP). Indeks similaritas dihitung menggunakan metode Simple Matching Coefficient dan penentuan hubungan kekerabatan menggunakan UPGMA algorithm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan paku yang didapatkan ada 10 jenis di Perkebunan kelapa sawit Mamung desa Lalundu, yaitu Asplenium macrophyllum, Stenochlaena palustris, Pityrogramma calomelanos, Asplenium nidus, Vittaria elongat, Selaginella plana, Asplenium confusum, Drymoglossum piloselloides, Nephrolepis bisserata, dan Displazium esculentum. Kesepuluh spesies tumbuhan paku membentuk 9 klaster. Klaster pertama ditempati oleh Asplenium macrophyllum dan Asplenium confusum sedangkan 8 jenis lainnya masing-masing menempati klaster kedua sampai dengan klaster kesembilan. Hubungan kekerabatan terdekat terjadi antara spesies Asplenium macrophyllum dan Asplenium confusum dengan indeks similaritas 0,725 atau 72,50%, sedangkan hubungan kekerabatan terjauh antara individu dari spesies tumbuhan paku pada node tujuh (Asplenium confusum, Asplenium macrophyllum, Asplenium nidus, Nephrolepis bisserata dan Displazium esculentum) dengan spesies pada node 8 (Stenochlaena palustris, Pityrogramma calomelanos, Selaginella plana, Vittaria elongata dan Drymoglossum piloselloides) dengan indeks similaritas 0,446 atau 44,60%.
Jenis dan Kerapatan Tumbuhan Invasif Alien Spesies (IAS) di Taman Hutan Raya (TAHURA) Kota Palu yang Diimplementasikan sebagai Media Pembelajaran Rasyid, Abdul; Suleman, Samsurizal M.; Tangge, Lilies; Achmad, Mestawaty As.
Journal of Biology Science and Education Vol. 8 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v8i2.1171

Abstract

Ancaman terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam tetapi juga disebabkan oleh adanya spesies tumbuhan asing invasif. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi species dan Melakukan analisis Kerapatan Tumbuhan Invasif Alien Spesies yang tersebar di taman hutan raya (TAHURA) kota palu. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif kualitatif-kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik plot tunggal dengan menentukn 4 stasiun dimana setiap stasiun berisi 1 transek, menggunakan tali rafia untuk mengukur panjang plot serta menggunakan patok dari kayu, dimana plot berukuran 50 × 50 dengan anakan plot 2 × 2 untuk perdu 5×5 untuk semak dan herba dan 10×10 untuk pohon. Dari hasil penelitian indeks kerapatan yang tinggi yaitu jenis Eupatorium odoratum L memiliki indeks kerapatan 20.923/ha, Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit memiliki indeks kerapatan 53.829/ha, Lantana camara L memiliki indeks kerapatan 11.188/ha, Alanternanthera pungens Kunth memiliki indeks kerapatan 14.888/ha, serta Indeks keanekargaman 2,042 (sedang) dan Penilaian poster pembelajaran oleh validator ahli dan mahasiswa mendapatkan nilai 74% dapat disimpulka bahwa poster tersebut layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Jenis dan Kerapatan Anggrek di Hutan Desa Lembatongoa Kkawasan Taman Nasional Lore Lindu dan Pemanfaatannya sebagai Media Pembelajaran Nizrah; Suleman, Samsurizal M.; Astija; Achmad, Mestawaty As.
Journal of Biology Science and Education Vol. 8 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v8i2.1173

Abstract

Kurangnya informasi tentang jenis-jenis anggrek teresterial dan adanya ancaman yang dapat mengganggu keberadaan anggrek teresterial di Hutan sekitar Desa Lembantongoa Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis anggrek teresterial, menentukan kerapatan anggrek teresterial dan menganalisis kelayakan media pembelajaran dalam bentuk buku saku mengenai jenis dan kerapatan anggrek teresterial di hutan sekitar desa Lembantongoa kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Metode yang digunakan adalah metode survey dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode belt transect dengan cara purposive. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 7 jenis anggrek teresterial yaitu Arundina graminifolia (D.Don) Hochr, Calanthe triplicata (Willem.) Ames, Eulophia spectabilis (Dennst.) Suresh, Nephelaphyllum pulchrum Blume, Phaius tankervillae (Bl.) Lindl, Rhomboda cristata (Bl.) Ormerod, dan Spathoglottis plicata Blume. kerapatan populasi yang tergolong sangat tinggi yaitu S. plicata,tergolong sedang sebanyak 2 jenis yaitu P. tankervillae, A. graminifolia dan tergolong rendah sebanyak 4 jenis yaitu C. triplicata, E. spectabilis, N. pulchrum, dan R. cristata. Hasil validasi buku saku ahli isi 76%, ahli desain 70,6%, ahli media 72,8% dan hasil uji coba kelompok mahasiswa yaitu 86,5%, sehingga buku saku dikategorikan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran
Indentifikasi Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid-19 pada Mata Pelajaran Biologi di Kelas VIII SMP Negeri 19 Palu Waruwu, Joshua Dwi Caesar; Suleman, Samsurizal M; Astija
Journal of Biology Science and Education Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v10i2.3129

Abstract

Kesulitan belajar siswa sudah banyak lakukan studi, namun bagaimana kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran biologi di SMP Negeri 19 Palu belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMP Negeri 19 Palu di masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran biologi di SMP Negeri 19 Palu yang disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Pada faktor internal indikator yang paling mendominasi kesulitan belajar adalah Sikap. Sedangkan pada faktor eksternal, indikator yang paling mendominasi kesulitan belajar adalah kegiatan praktikum.
Kajian Marka Genetik Gen RDP1 pada Burung Gosong Filipina (Megapodius cumingii) asal Pulau Kabetan Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah Akram, Akram; Budiarsa, I Made; Suleman, Samsurizal M; Kundera, I Nengah
Journal of Biology Science and Education Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v12i2.4159

Abstract

Burung gosong Filipina (Megapodius cumingii) merupakan anggota dari famili megapodiidae yang saat ini dikelompokkan dalam status least concern. Jumlah populasi yang terbatas dan ancaman kepunahan membuat burung ini perlu mendapatkan perhatian khusus. Untuk mendukung tindakan konservasi, diperlukan informasi genetik satwa di habitat alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk medeskripsikan karakter genetik burung gosong Filipina berdasarkan gen RDP1. Sampel darah diperoleh dari Pulau Kabetan, isolasi DNA genom menggunakan protokol Qiamp DNA Blood Mini Kit, amplifikasi menggunakan protokol Takara Ex Taq dan sekuensing mengikuti protokol BigDye® Terminator v3.1 Cycle Sequencing Kit instrument AB1 PRISM 3100 Avant Genetic Analyzers. Alignment menggunakan clustal W yang ada pada MEGA 10. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimal amplifikasi terjadi pada suhu pre-denaturasi 950 C selama 5 menit, denaturasi di suhu 940C selama 35 detik, annealing di suhu 520C, ekstensi di suhu 720C selama 30 detik dan final ekstensi di suhu 720 C selama 7 menit. Komposisi basa kaya pasangan G-C dengan frekuensi T(U) 25,5%, C 25,6 %, A 19,3%, dan G 29,7 %. Analisis mutasi genetik menunjukkan terjadi mutasi transversi pada basa ke 569.
PENGARUH PENDAFTARAN SISWA BERBASIS ZONA TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR Sutalmi, Ni Luh; Sulaeman, Samsurizal M; Aisyah, Siti
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 2 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v22i2.7786

Abstract

Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah memicu perdebatan sengit di kalangan masyarakat. Kebijakan ini mengubah lanskap pemilihan sekolah, mendorong para siswa untuk mengeksplorasi berbagai pilihan pendidikan di lingkungan terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan sistem zonasi PPDB terhadap hasil belajar siswa dan kinerja guru di sekolah dasar negeri di Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasinoal. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 169 kepala sekolah dan guru PNS di sekolah dasar negeri menggunakan teknik cluster sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi dengan nilai (0.28>0.005) yang signifikan antara penerapan sistem zonasi PPDB dengan peningkatan hasil belajar siswa maupun kinerja guru di sekolah dasar negeri Kabupaten Parigi Moutong.
Burung Gosong Filipina (Megapodius cumingii) di Sulawesi Tengah: Variasi Haplotipe dan Hubungan Filogenetik Berdasarkan Gen EEF2 Novitasari; Budiarsa, I Made; Suleman, Samsurizal M.; Kundera, I Nengah; Jayanti, Zulaikhah Dwi; Trianto, Manap
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 3 (2025): September
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i3.17540

Abstract

This study aims to describe the variation in haplotype distribution and phylogenetic relationships of the Philippine scrub fowl based on the EEF2 gene. Eggshell samples were obtained from Tolitoli and Luwuk, Central Sulawesi. DNA isolation followed the gSYNCTM Extraction Kit protocol, and the amplification process was carried out in 38 cycles, including the pre-denaturation stage (95°C, 5 minutes), denaturation stage (95°C, 45 seconds), annealing stage (53°C, 40 seconds), elongation stage (72°C, 1 minute), and post-elongation stage (72°C, 10 minutes), followed by sequencing. Sequence editing was performed using GeneStudio, sequence alignment and phylogenetic tree reconstruction using MEGA 11, and haplotype network reconstruction using DnaSP and PopART. The results showed that the haplotype network based on the EEF2 gene formed three haplotypes, with the population from Tolitoli having a widespread haplotype, while the population from Luwuk had a specific haplotype. In addition, based on the results of phylogenetic tree reconstruction, it was found that the Philippine white-eye birds from Tolitoli and Luwuk were in the same clade but there was genetic variation between populations.
MOBIUS AND DELTA TRANSFORMS IN THE UNIFICATION OF CONTINUOUS-DISCRETE SPACES BAKHTIAR, T.; SAMSURIZAL, S.; ALIATININGTYAS, N.
MILANG Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 12 No. 2 (2013): Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : School of Data Science, Mathematics and Informatics, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmap.12.2.15-24

Abstract

It is well-known that in control theory the stability region of continuous- time system is laid in the left half plane of complex space, while that of discrete-time system is dwelled inside a unit circle. The former fact might be shown by exploiting the Laplace transform and the later by utilizing the corresponding zeta transform. In this paper we revealed the connectivity of both regions by employing M¨obius transform. We also used the same transform to derive continuous/discrete-time counterpart of several existing results, including Bode integral and Poisson-Jensen formula. We then demonstrated their unification property by using delta transform. Some numerical examples were provided to verify our results.
KINSHIP OF UBI BANGGAI VARIETY (Dioscoreasp.) IN CENTRAL SULAWESI BASED ON PHENOTYFIC CHARACTERS Suleman, Samsurizal M.; Budiarsa, I Made; Dhafir, Fatmah; Sulfianti, Sulfianti
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.675 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v10i1.30274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan hubungan kekerabatan varietas ubi banggai (Dioscorea sp.) berdasarkan karakter fenotipik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dekskriptif kuantitatif. Sampel penelitian  diperoleh dari di Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan yaitu Desa Palam, Desa Luksagu dan Desa Bangpanga. Karakterisasi mengacu pada 15 karakter morfometrik, 2 karakter meristik dan 27 karakter kualitatif. Data diolah menggunakan Program File Editor (PFE), dianalisis menggunakanan analisis klaster dengan program Multivariat Statistical Package (MVSP). Indeks similaritas dihitung menggunakan metode Simple Matching Coefficient, rekonstruksi dendogram menggunakan UPGMA alogarithm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 varietas ubi banggai di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah membentuk 2 klaster dan memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan indeks similaritas antara 0,766-1,00%. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dasar yang sangat diperlukan dalam upaya pelestarian dan pengembangan Ubi Banggai sebagai sumber pangan alternatif. Selain itu, informasi ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan dalam melengkapi referensi ilmiah terkait penelitian Ubi Banggai.
The Relationship of Terrestrial Fern Species (Pteridophyta) at Salodik Waterfall Central Sulawesi Based on Morphological Characteristics Dani, Dhea Pratiwi; Suleman, Samsurizal M.; Febriawan, Aan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6714

Abstract

Pteridophyta ferns are a group of vascular plants that have a very long evolutionary history. This study aims to describe the relationship of terrestrial fern plant species (Pteridophyta) at Salodik Waterfall Central Sulawesi based on morphological characteristics. The method used was exploration method with the sampling technique being free collection. The data were processed using Microsoft Excel 2013 and then subjected to cluster analysis using the UPGMA (Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic Average) method in the PAST 4.03 software (Paleontological Statistics). The research results obtained a total of 13 terrestrial fern plant species, namely Asplenium nidus, Diplazium esculentum, Davallia denticulata, Lindsaea scandens var. terrestris, Nephrolepis biserrata, Angiopteris evecta, Phymatosorus longissima, Pteris biaurita, Pteris fauriei, Selaginella doederleinii, Chingia clavipilosa, Macrothelypteris torresiana and Sphaerostephanos heterocarpus. The dendrogram of kinship between 13 species of terrestrial ferns is formed in 2 main clusters with 4 relationships categories, namely very near, near, not near, and not very near. The first category of relationship is very near with the highest Similarity Index (IS) value, namely between Macrothelypteris torresiana with Davalia denticulata (IS=86.5) and Lindsaea scandens with Pteris faurei (IS=75.2). The second category of near relationship is between Pteris biaurita with node 3 (IS=68.2), Selaginella doederleinii with node 4 (IS=64), and Diplazium esculentum with Chingia clavipilosa (IS=55.6). The third category of not near relationship is between Nephrolepis biserrata with Phymatosorus longissima (IS=27.3). The fourth category of not very near relationship with the lowest Similarity Index (IS) value is between Angiopteris evecta with Sphaerostephanos heterocarpus (IS=22.8) and Asplenium nidus with sub division Ia (IS=21.2).
Co-Authors Abd. Hakim Laenggeng Abd. Hakim Laenggeng, Abd. Hakim Abdul Hakim Laenggeng Abdul Rasyid Abdul Rasyid Achmad Ramadhan Achmad Ramli Achmad, Mestawaty As. Adam Malik Agung Agung Agus Joko Purwanto Agus Salim Akram, Akram Alfaida - -, Alfaida - ALIATININGTYAS, N. Amiruddin Hatibe Amiruddin Kasim Amram Rede Andi Tanra Tellu Andi Tanra Tellu Ar Sukarno Syah Aslian Yali Kintja Astija Baharuddin Hamzah Bakhtiar Lafare BAKHTIAR, T. Chairrunnisa, Chairrunnisa Dani, Dhea Pratiwi Darwis Darwis Dg Masese Faradilla Dian Moh Fauzan Edi Susanto Edi Susanto Endang P. Wahyuningsih Erlinda Erlinda Erwin Taslim Faida Faida Farda Almaidah Fatma Dhafir Fatma Sandagang Fatmah Dhafir Febriawan, Aan Fetmi, Fetmi Fitriani Dg. Kalla Gafil Gafil Gafil, Gafil Golar Golar Haerudin Haerudin Hasriani Muis Hayyatun Mawaddah Hj. Musdalifah Nurdin I Komang Suletra I Made Budiarsa I Nengah Kundera Ihwal, Moh Imran Rachman Insani Insani Irwan Said Isnainar Isnainar Isnainar Isninar, Isnainar Joshua Dwi Caesar Waruwu Kartika Maria Tendean Laksono Trisnantoro Lestari MP Alibasya Lilies N Tangge Listiana Listiana Mada, Arviani Mahdar Y. Aswadi Manap Trianto Masnawati Masnawati Megawati - Mentari, Dewi Mestawaty As. Achmad Mestawaty As.A Mestawaty As.A Moh Ihwal Moh Iqbal Moh. Iqbal Moh. Nasihin Mohamad Jamhari Mohammad Iqbal N. Laratu Mohammad Jamhari Muanmar, Muanmar Muanmar Muh Annas Abdillah Muh Idris Muh Idris, Muh Musdalifah Nurdin Mu’aziyah, Siti Eneng Sururiyatul Naharuddin Naharuddin Nasria Nasria Nasria, Nasria Ni Made Puspayanti, Ni Made Ni Putu Murniasih, Ni Putu Nizrah Nizrah NOVITASARI Nurfitriani Nurfitriani Patigu, Rosi Feraningsih Putu Budi Antara Ramadanil Pitopang Ramadhanil Pitopang Ramadhanil pitopang Ramadhanil Pitopang Ramadhanil Pitopang Ramadhanil Ramadhanil Ramal Yusuf Ramdhanil Pitopang Raya Agni Rocky RT Lembah Rosi Feraningsih Patigu Ruiyati Ruiyati Sabran , Moh. Sahlan Sahlan Sarjan N. Husain Sarjan N. Husain Sertina Sertina Shelvy Ferawati Rurua Siti Aisyah Siti Eneng Sururiyatul Mu’aziyah Solfarina Solfarina Sudirman Daeng Massiri SULFIANTI, SULFIANTI Surahman Surahman Susanti Susanti Sutalmi, Ni Luh Syech Zainal Syech Zainal Wahyu Mohammad Wahyudi Wahyudi Waruwu, Joshua Dwi Caesar Zubair Zubair Zulaikhah Dwi Jayanti