Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemberdayaan Nelayan Tanjungjaya Melalui Pelatihan Teknologi Pemantauan Laut Berbasis Ko-Kreasi Mahpudin, Mahpudin; Hidayati, Rahmi; Santoso, Prakas; Liany, Kania Asri; Nuryadin, Devi Faustine Elvina; Fathony, Ivan Issa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1017

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas literasi saintek dan pemanfaatan teknologi tepat guna bagi Nelayan Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Provinsi Banten. Permasalahan utama mitra adalah keterbatasan akses informasi kelautan, minimnya pemahaman terhadap teknologi pemantauan laut, serta belum optimalnya pemanfaatan data dalam menentukan waktu dan lokasi melaut. Program ini dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, demonstrasi teknologi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test 42% dan post-test 87%, menggambarkan efektivitas pelatihan dalam memperkuat literasi teknologi. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya kemampuan warga dalam mengenali dan memanfaatkan produk saintek untuk aktivitas melaut, serta penggunaan data untuk menentukan waktu melaut secara lebih tepat dan aman. Hal ini membantu mengurangi risiko gagal tangkap, menekan biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Selain itu, program ini mendorong terbentuknya peran warga sebagai produsen sekaligus pengguna pengetahuan (citizen science) dalam pengelolaan sumber daya pesisir.
Intervensi Negara dalam Moderasi Beragama melalui Kebijakan “Kampung Moderasi Beragama”: Bukti dari Kota Serang Maisaroh, Ima; Stiawati, Titi; Mahpudin, Mahpudin
Society Vol 13 No 3 (2025): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v13i3.930

Abstract

This study examines state intervention in managing religious diversity through the Kampung Moderasi Beragama (KMB) program in Serang City, Banten. Despite the extensive promotion of religious moderation in Indonesia, limited attention has been paid to how such policies operate at the local level and how state formalization reshapes community-based pluralism. Addressing this gap, the study adopts a qualitative exploratory case study involving two urban villages (Kota Baru and Banten Lama) and fifteen key informants drawn from government institutions, religious organizations, and community groups. Data were collected between April and May 2025 through triangulated interviews, focus group discussions, and document analysis. The findings indicate that KMB functions primarily as a state-led process of formalization rather than a grassroots initiative. The dominance of state actors, the limited involvement of non-state groups, and weak intersectoral coordination render the program largely symbolic. Drawing on Althusser’s concept of the Ideological State Apparatus and Tania Murray Li’s notion of rendering technical, this study demonstrates how the state translates complex social relations into bureaucratic projects that promote narratives of harmony while marginalizing the lived realities of pluralism. Theoretically, the study contributes to critical governance scholarship by showing how state-led religious moderation can reproduce ideological control under the guise of tolerance. Practically, it highlights the need for participatory and context-sensitive governance that strengthens local ownership, interfaith collaboration, and cross-sectoral integration, enabling KMB to evolve from a performative initiative into a transformative platform for social cohesion.
Politik Pertentangan (Contentious Politics) di Kota Serang: Transformasi Gerakan Literasi Rumah Dunia Menjadi Kekuatan Penekan pada Pilkada 2018 Tahir, Diva Aditiya; Sari, Puput Mustika; Putri, Rara Anindya; Mahpudin, Mahpudin
Journal Politique Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2025.5.2.142-163

Abstract

Penelitian ini mengkaji gerakan literasi Rumah Dunia sebagai manifestasi perlawanan sipil terhadap hegemoni dinasti politik di Kota Serang, Banten. Dominasi dinasti Ratu Atut Chosiyah yang mengakar kuat telah menciptakan stagnasi demokrasi dan pembungkaman partisipasi publik, memunculkan urgensi untuk memahami bagaimana gerakan kultural mampu menantang struktur oligarki. Mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini membedah data hasil wawancara mendalam dan dokumentasi menggunakan kerangka teori gerakan sosial Sidney Tarrow. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (a) Rumah Dunia berhasil membangun solidaritas dan identitas kolektif menjadikan literasi kritis sebagai instrumen perlawanan; (b) strategi resistensi dijalankan melalui ruang diskursus publik dan jurnalisme warga meski dihadapkan pada intimidasi represif; serta (c) gerakan ini berkontribusi signifikan dalam mendelegitimasi moral dinasti politik pada Pilkada 2018. Penelitian ini menegaskan peran vital komunitas literasi sebagai benteng kewarganegaraan dalam merawat demokrasi lokal.
URBAN FARMING: MENDORONG KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA IKAN DAN SAYURAN MENGGUNAKAN MEDIA EMBER Mahpudin, Mahpudin; Dewi, Shanty Kartika; Yaman, Khairul; Sari, Nilam; Efrizal, Riky
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21671

Abstract

Abstrak: Ketahanan pangan keluarga menjadi aspek dalam menjamin terpenuhinya pangan baik secara kuantitas (ketersediaan konsumsi pangan) maupun kualitas (nilai gizi pangan). Ketahanan pangan salah satunya dapat dilakukan dengan cara menghasilkan produk pangan secara mandiri misalnya menanam sayuran dan budidaya ikan. Namun, ketiadaan lahan menjadi tantangan tersendiri sehingga perlu menggalakkan urban farming. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan budidaya ikan dan sayur menggunakan media ember untuk mengatasi keterbatasan lahan sehingga peserta pelatihan dapat meningkatkan skill berupa alternatif produksi pangan. Metode yang dilaksanakan adalah memberikan edukasi tentang alternatif ketahanan pangan keluarga, selanjutnya diikuti dengan demonstrasi praktik dan pendampingan budidaya ikan lele dan sayuran kangkung dalam ember. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest terhadap 25 orang peserta. Hasil pelaksanaan program berjalan baik dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait budidaya ikan dan sayur sebesar 72 persen berdasarkan hasil uji posttest.Abstract: Family food security is an aspect in ensuring the fulfillment of food both in quantity (availability of food consumption) and quality (nutritional value of food). One way to achieve food security is by producing food products independently, for example growing vegetables and cultivating fish. However, lack of land is a challenge in itself, so it is necessary to promote urban farming. This service activity aims to provide training in fish and vegetable cultivation using bucket media to overcome limited land so that training participants can improve skills in the form of alternative food production. The method implemented was to provide education about alternative family food security, followed by practical demonstrations and assistance in cultivating catfish and kale vegetables in buckets. Evaluation was carried out through pretest and posttest on 25 participants. The results of the program implementation went well, as evidenced by the increase in participants' knowledge and skills related to fish and vegetable cultivation by 72 percent based on the results of the posttest.
Co-Authors Abda Abda Ahmad Tazzul Aripin Ahsanty, Nur Alfiyah Alpian, Yayan Amalia, Dita Anggraeni, Sri Wulan Anis Fuad Arie Rahman Asiyi, Salma Rahadatul Azzahra, Ariestawidya Kinasih D Wardani, Galuh Dari, Dwi Wulan Dewi, Shanty Kartika Dewi, Sinta Maria Efrizal, Riky Fahira, Farda Fazra, Rowietu Gustan Pari Haryanti, Yuyun Dwi Hayatillah, Syifa Hendraman, Muhammad Maldini Hermawan, Ilham Heru Purwanto Hery Widijanto Humaira, Shakila Ima Maisaroh Indah Karunia, Chindy Indani Damayanti Ivan Issa Fathony Kafuji, Dede Risma Indah Kania Asri Liany Kelihu, Ardiman Lestari, Fransisca Mega Listiani Listiani Liyana Sunanto, Liyana Lokman, Asmidar Mabrur, Awfa Niamillah Maharani, Bintang Kamila Mahpudin Maisaroh, Ima Mazmuria, Yolanda Mochamad Guntur Mohamad Syarif Sumantri Nabela, Fransisca Natasya, Bunga Nazara, Adis Nilam Sari Novitri Hastuti, Novitri Nurhadiansyah, Lutvi Nurlia, Elly Nuryadin, Devi Faustine Elvina Pradika, Fajri Drajat Puspitasari, Wina Dwi Putri, Imel Amelia Putri, Rara Anindya Rafa Diak Intifada Rahayu, Dini Purnama Saepuloh Saepuloh Saidi, Saidi Salamah Anisa Amalia, Neng Salati Asmahasanah Santika, Okeu Santoso, Nanda Trio Santoso, Prakas Sarastiara, Adinda Sari, Puput Mustika Sarmiasih, Mia Sembiring, Rinawati Shihabudin, Rifky Sri Wahyuningsih Sugeng Santoso Tahir, Diva Aditiya Titi Stiawati Ujiati Cahyaningsih Wawan Wawan Wawan Wiasih, Susti Widaningsih Widaningsih, Widaningsih Yadia, Putri Khispa Yaman, Khairul Yanto, Ari Yeni dwi Kurino Yonanda, Devi Afriyuni Yuliati, Yuyu Zakaria Zakaria