Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENERAPAN CULTURE LITERACY DIGITAL WETLAND LKPD KONSEP EKOLOGI TERHADAP HASIL BELAJAR Maulita Permata Sari; Aminuddin Prahatama Putra; Aulia Ajizah
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 2: 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.746 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i2.77

Abstract

The COVID-19 pandemic situation has implications for various aspects of life, including the world of education, especially in the aspect of the learning process. LKPD as an important tools in learning needs adaptation to adapt online learning, so that it remains meaningful and sharpens students' intelligence. This study aims to describe the effect of applying the Ecological Concepts of LKPD CLDW on learning outcomes of students in class X IPA MAN 1 Banjarmasin. The research method used is a quasi-experimental, with a Pretest-Posttest Control Group Design for learning outcomes. The samples of this study were students of class X IPA 1 with a total of 29 people as the experimental class, and 28 students of class X IPA 3 as the control class. Data analysis technique of cognitive learning outcomes using Covariance Analysis. Research results show there is no significant effect of the application of the LKPD CLDW on student’s learning outcomes (sig. 0,144). Suggestions for this research; (1) CLDW can be recommended as an online learning innovation or a combination, (2) CLDW can be a learning resource with a wetland theme, (3) for further research, it is necessary to conduct an assessment of the affective and psychomotor domains, and (4) need to pay attention to the inhibiting factors in online learning.Keywords: CLDW, LKPD, quasi experiment, learning outcomes, ecology.ABSTRAKSituasi pandemi covid-19 telah berimplikasi pada berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali bagi dunia pendidikan terutama pada aspek proses pembelajaran. LKPD sebagai salah satu perangkat penting dalam pembelajaran perlu diadaptasi menyesuaikan pembelajaran daring agar tetap bermakna dan mengasah kecerdasan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan CLDW LKPD Konsep Ekologi terhadap hasil belajar peserta didik kelas X IPA di MAN 1 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian peserta didik X IPA 1 berjumlah 29 orang sebagai kelas eksperimen dan 28 orang peserta didik kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data hasil belajar menggunakan Analisis Kovarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan setelah implementasi CLDW LKPD terhadap hasil belajar peserta didik (sig.0,144). Saran untuk penelitian ini; (1) CLDW dapat direkomendasikan sebagai inovasi pembelajaran secara daring maupun kombinasi, (2) CLDW dapat menjadi sumber belajar dengan mengangkat tema lahan basah, (3) untuk penelitian yang akan datang perlu dilakukan penilaian ranah afektif dan psikomotor, dan (4) perlu memperhatikan faktor-faktor penghambat dalam penelitian secara daring.Kata kunci: CLDW, LKPD, eksperimen semu, hasil belajar, ekologi.
Bimbingan Teknis Pembuatan Nata de piel batatas dari Kulit Ubi Jalar (Ipomoea batatas) Sri Amintarti; Aulia Ajizah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.3844

Abstract

Kulit ubi jalar biasanya hanya dibuang sebagai limbah ke lingkungan, atau kadang dijadikan sebagai makanan ternak. Kulit ubi jalar sebenarnya masih menyisakan bahan-bahan yang dapat dijadikan medium biakan bakteri  Acetobacter xylinum untuk menghasilkan nata. Akan tetapi informasi dari sekolah yang disurvey umumnya belum memiliki pengetahuan langkah-langkah untuk memanfaatkan kulit ubi jalar tersebut dan keterbatasan alat serta bahannya. Telah dilakukan kegiatan Bimbingan teknis cara pembuatan nata yang berbahan dasar kulit ubi jalar kepada guru-guru biologi dan siswa-siswi SMA/sederajat se-kabupaten Tanah Laut dan sekitarnya. Proses pembuatan nata mengacu pada teknik dasar pembuatan nata oleh (Saragih, 2004). Metode kegiatan bimbingan teknis dengan cara: 1) pemaparan materi tentang nata dan cara pembuatan nata; 2) Demonstrasi secara virtual pembuatan nata de piel batatas melalui tayangan video; Kegiatan diikuti oleh 68 peserta yang meliputi guru dan siswa dari 5 SMA Negeri dan 1 MAN serta dari Politeknik yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Hasil bimbingan menunjukkan bahwa peserta memahami cara membuat nata de piel batatas yang berasal dari kulit ubi jalar. Berdasarkan jawaban angket yang diberikan setelah bimbingan, sebanyak 74,2% peserta menyatakan memahami cara membuat nata de piel batatas yang berasal dari kulit ubi jalar dan sangat setuju dengan kegiatan ini. Peserta memberikan respon yang positif dan 71,2% berminat untuk mencoba membuatnya. Sweet potato skin is usually only dumped as waste into the environment or sometimes used as fodder. Sweet potato skin still leaves ingredients that can be used to breed bacteria Acetobacter xylinum to produce Nata. However, in school do not know measures to use the sweet potato skin and the limitations of tools and materials. Technical guidance on how to make sweet potato skin-based Nata has been conducted to biology teachers and high school students/equivalents in Tanah Laut and surrounding districts. Making Nata refers to the basic techniques of making Nata by (Saragih, 2004). Methods of technical guidance activities through: 1) exposure of material about Nata and how to make nata; 2) Virtual demonstration of the making of Nata de piel batatas through video viewing; The activity was attended by 68 participants including teachers and students from 5 public high schools and 1 MAN as well as from polytechnics in Tanah Laut Regency. Based on the evaluation after guidance, 74.2% of participants stated that they understood how to make Nata de piel batatas from sweet potato skins and strongly agreed with this activity. Participants gave a positive response, and 71.2% were interested in trying to make it. 
Bimbingan Teknik Preparasi Jaringan Epidermis Tumbuhan untuk Pengamatan Stomata kepada Guru Biologi Sri Amintarti; Muhammad Zaini; Aulia Ajizah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4795

Abstract

Pembuatan preparat segar suatu tumbuhan atau hewan merupakan ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru biologi karena praktikum merupakan kegiatan pembelajaran yang tidak bisa dipisahkan dengan teori / konsep-konsep biologi. Bagus atau tidaknya tampilan suatu preparat tergantung pada  ketrampilan saat preparasi. Untuk membangun ketrampilan preparasi pengamatan stomata kepada para guru biologi  maka solusinya dengan memberikan bimbingan teknis preparasi jaringan epidermis tumbuhan untuk pengamatan stomata daun. Teknik preparasi mengacu pada Budi & Dhea (2018), Amintarti (2020) dan Nugraha (2020)  Metode bimbingan teknis dengan cara: 1) Menyampaikan materi tentang jaringan epidermis pada tumbuhan; 2) Menayangkan video preparasi jaringan epidermis untuk mengamati stomata; dan 3) Praktek pembuatan preparat jaringan epidermis untuk pengamatan stomata. Kegiatan diikuti oleh 35 orang guru biologi SMA/sederajat di Kabupaten Tanah Laut yang dilaksanakan secara luring bertempat di SMAN 1 Pelaihari. Hasil kegiatan menunjukkan   77,8% peserta menyatakan sangat setuju bahwa cara yang diberikan oleh Tim sangat praktis untuk membuat preparat pengamatan stomata. Sebanyak 33,3% peserta bimbingan telah berhasil membuat preparat dengan tampilan gambar stomata di bawah mikroskop yang sangat bagus, dan sebanyak 66,7% juga telah berhasil membuat preparat dengan tampilan gambar stomata yang belum sempurna. Keberhasilan ini membuat 100% peserta menyatakan mempraktekkannya pada pembelajaran di kelas. Dan 88,9% dari peserta bersedia untuk menginformasikannya kepada guru-guru biologi lain yang tidak mengikuti kegiatan bimbingan teknis ini. Making fresh preparations of a plant or animal is a skill that a biology teacher must possess because practicum is a learning activity that cannot be separated from biological theories/concepts. The appearance of preparation depends on the skill during preparation. To build preparation skills for observation stomata for biology teachers, the solution is to provide technical guidance for preparing plant epidermal tissue for leaf stomata observation. The preparation technique refers to Budi & Dhea (2018), Amintarti (2020) and Nugraha (2020). The technical guidance method is by 1) Delivering material about epidermal tissue in plants, 2) Showing a video of epidermal tissue preparation to observe stomata, and 3) The practice of making epidermal tissue preparations for stomata observation. The activity was attended by 35 high school biology teachers/equivalents in Tanah Laut Regency, which was carried out offline at SMAN 1 Pelaihari. The activity results showed that 77.8% of participants strongly agreed that the method provided by the team was very practical for making stomatal observation preparations. As many as 33.3% of the guidance participants have successfully prepared a very good appearance of stomata images under a microscope. As many as 66.6% have also succeeded in making preparations with rudimentary stomatal images. This success made 100% of the participants state that they would practice it in classroom learning. Moreover, 88.9% of the participants were willing to inform other biology teachers who did not participate in this technical guidance activity.
Pelatihan Pembuatan Nata de Coco kepada Siswa SMA Negeri 1 Jorong Sri Aminarti; Aulia Ajizah; Kaspul Kaspul
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.161 KB) | DOI: 10.20527/btjpm.v1i2.1786

Abstract

Kabupaten Tanah Laut pada umumnya dan kecamatan Jorong  khususnya merupakan salah satu daerah  penghasil kelapa sebagai produk perkebunan.  Daging buah kelapa dimanfaatkan untuk industri minyak kelapa, akan tetapi air kelapa tua masih banyak terbuang sebagai limbah. Air kelapa terutama mengandung glukosa, lemak dan zat-zat nutrien yang lain. Adanya bahan nutrisi tersebut sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi medium pertumbuhan bagi mikroorganisme, antara lain Acetobacter xylinum. Bakteri ini memanfaatkan bahan yang ada di dalam air kelapa untuk diubah menjadi nata de coco. Meskipun demikian,  siswa SMAN 1 Jorong belum mengetahui langkah-langkah pembuatannya, oleh karena itu perlu dilatih cara pembuatan nata de coco tersebut. Metode pelatihan dengan cara: 1) pemaparan materi tentang nata dan cara pembuatan nata; 2) Demonstrasi pembuatan nata de coco; dan 3) Siswa praktek membuat  nata de coco dengan dipandu Tim pengabdi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 1) siswa memahami proses atau cara membuat nata de coco yang berasal dari air kelapa, 2) siswa dapat melakukan sendiri praktek membuat  nata de coco yang berasal dari air kelapa dengan peralatan yang sederhana. Jorong sub-district is one of the regions that producer coconut. Coconut meat is used for the coconut oil industry, but the old coconut water is still wasted as waste. Coconut water mainly contains glucose, fat, and other nutrients. The existence of these nutrients can still be used as a growth medium for microorganisms, including Acetobacter xylinum. This bacterium utilizes the material in coconut water to be converted into nata de coco. How ever, the students of SMAN 1 Jorong do not yet know the steps of making it, therefore it is necessary to be trained in how to make the nata de coco. The Training using methods: 1) presentation of material about nata and how to make nata; 2) Demonstration of making nata de coco, and; 3) Students practice making nata de coco with a guided team of devotees. The results of the training show that 1) students understand the process or how to make nata de coco that comes from coconut water, 2) students can practice making nata de coco from coconut water themselves with simple equipment.
Bimbingan Teknis Pengenalan Mikroskop dan Penggunaannya pada Pembelajaran Biologi Kelas X di SMA Negeri 1 Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Kaspul Kaspul; Aulia Ajizah; Amalia Rezeki
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4811

Abstract

SMA Negeri 1 Aluh-Aluh Kabupaten Banjar memiliki laboratorium dan seperangkat mikroskop yang dapat digunakan saat praktikum pengamatan sel dan jaringan, namun efek pandemi covid-19 dengan pembelajaran yang dominan daring, menyebabkan kendala saat pembelajaran praktik yang menggunakan mikroskop. Untuk mengatasi ini maka perlu dilakukan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “ Bimbingan Teknis Pengenalan Mikroskop dan Penggunaannya pada  Pembelajaran Biologi Kelas X di SMA Negeri 1 Aluh-Aluh Kabupaten Banjar”. Kegiatan bertujuan untuk mengenalkan bagian-bagian mkroskop dan fungsinya serta memberi keterampilan penggunaan mikroskop kepada siswa kelas X SMA Negeri 1 Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Metode  kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan   model bimbingan teknis Explicite Instruction. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan para siswa dan guru pendamping sangat antusias mengikuti kegiatan dan berminat sekali untuk mengamati obyek-obyek biologi yang lain di sekitar lingkungan sekolah. Sedangkan tingkat penguasaan keterampilan penggunakaan mikroskop rata-rata sebesar 90,83. SMA Negeri 1 Aluh-Aluh Banjar Regency has a laboratory and a set of microscopes that can be used during cell and tissue observation practicum. Still, the effects of the COVID-19 pandemic with dominant online learning have caused problems in practical learning using a microscope. To overcome this, it is necessary to carry out community service activities titled "Introduction to the microscope and technical guidance on its use in Class X Biology learning at SMA Negeri 1 Aluh-Aluh, Banjar Regency". The activity aims to give the skills of using a microscope to class X students of SMA Negeri 1 Aluh-Aluh, Banjar Regency. The method of this community service activity uses the explicit instruction learning model. Community service activities showed that the students and accompanying teachers were very enthusiastic about participating in the activity and very interested in observing other biological objects around the school environment. At the same time, the level of mastery of the skills of using a microscope on average is 90.83.  
Pengaruh Mata Kuliah Pendidikan Inklusif Terhadap Pemahaman Mahasiswa PGSD FKIP di Universitas Lambung Mangkurat Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Aulia Ajizah; Ali Rachman; Mirnawati
SPECIAL: Special and Inclusive Education Journal Vol 2 No 1 (2021): Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/special.vol2.no1.a3887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pendidikan inklusif terhadap pemahaman mahasiswa PGSD tentang ABK. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jenis Ex Post Facto (sesudah fakta), sumber data terdiri dari 15 orang mahasiswa PGSD angkatan 2015 yang telah menyelesaikan mata kuliah pendidikan inklusif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang di kemas dengan bentuk google form. Data dianalisis dengan statistik deskriptif persentase dengan kriteria skor: sangat tidak berpengaruh (0%-25%), tidak berpengaruhi (26%-50%), berpengaruhi (51%-75%), sangat berpengaruh (76%-100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh mata kuliah pendidikan inklusif terhadap pemahaman mahasiswa PGSD kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dilihat dari persentase pernyataan angket yang telah dihitung pada setiap aspek indikator yaitu definisi ABK (93,33%), faktor penyebab terjadinya ABK (85%), klasifikasi ABK (84,72%), karakteristik ABK (91,67%), Layanan pendidikan bagi ABK (91,25%), permasalahan ABK (91,67%), layanan kompensatoris ABK (89,44%), seluru hasil persentase tersebut masuk dalam kriteria “sangat berpengaruh”
Student Worksheets Microbial Concepts Based On Urban Wetlands to Improve Critical Thinking Skills at High School Levels Muhammad Zaini; Sri Amintarti; Aulia Ajizah; Datin Maghfirotul Nadhira; Mirna Hariati; Hidayati Hidayati
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 2, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.174 KB) | DOI: 10.20527/bino.v2i1.8154

Abstract

Implementation of the 2013 curriculum has generally used recommended models, but the role of the work-sheets used in the learning process still does not facilitate students' critical thinking skills. The research aims to evaluate the validity, practicality, and effectiveness of the development worksheets on the microbial concepts based on urban wetlands to improve students' critical thinking skills. The development of work-sheets was carried out in 2 phases; preliminary research phase and prototype phase using the Tessmer design. Content validation uses a validation assessment sheet instrument. The practicality data of the contents was using an assessment sheet instrument on the worksheet structure. Practicality data (expectations and actual) were collected using a practicality sheet instrument obtained from students' responses to the contents of the worksheet. Effectiveness data (expectations and actual) are obtained based on the results of critical thinking skills, interpersonal skills (cooperation), and intra-personal skills (responsible). Data analysis techniques by calculating the percentage of validation refer to Akbar (2017), practicality test, and effectiveness test with criteria referring to Purwanto (2012). The results showed that worksheets for students were valid and were practical for users with the practicality of contents and practicality of expectations is good. Work-sheets was declared to be effectively used based on the results of the critical thinking skills, interpersonal skills (collaboration), and intra-personal skills (meticulous), and the value of the effectiveness of expectations is good categories too.AbstrakImplementasi Kurikulum 2013 umumnya telah menggunakan model-model yang direkomendasikan, namun peran LKPD yang digunakan dalam proses pembelajaran masih belum memfasilitasi keterampilan berpikir kritis (KBK) peserta didik. Penelitian bertujuan mengevaluasi validitas, kepraktisan,dan  keefektifan LKPD hasil pengembangan pada konsep-konsep dunia mikroba berbasis lahan basah perkotaan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Pengembangan LKPD dilakukan 2 fase;  fase penelitian pendahuluan dan fase prototipe dengan menggunakan desain Tessmer. Validasi isi menggunakan instrumen lembar penilaian validasi. Data kepraktisan isi menggunakan instrumen lembar penilaian terhadap struktur LKPD. Data kepraktisan (harapan dan actual) dikumpulkan menggunakan instrumen lembar kepraktisan yang diperoleh dari respon peserta didik terhadap isi LKPD. Data keefektifan (harapan dan aktual) diperoleh berdasarkan hasil KBK, keterampilan inter-personal (kerjasama) dan keterampilan intra-personal (bertanggung jawab). Teknik analisis data dengan menghitung persentase validasi mengacu pada Akbar (2017), uji kepraktisan dan uji keefektifan dengan kriteria mengacu pada Purwanto (2012). Hasil penelitian  menunjukkan bahwa LKPD valid, namun LKPD yang dikembangkan praktis digunakan dengan kepraktisan isi dan kepraktisan harapan yang berkategori baik. LKPD dinyatakan efektif  digunakan berdasarkan hasil KBK, keterampilan inter-personal (kerjasama), dan keterampilan intra-personal (teliti) maupun nilai keefektifan harapan juga berkategori baik.
The Validity of Learning Media in the Form of Booklet Types of Pteridophyta (Fern) in the Riverbanks of Wisata Alam Sungai Kembang for Senior High School Grade X Khairun Nisa; Aulia Ajizah; Sri Amintarti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): JUNE 2021
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.719 KB) | DOI: 10.20527/bino.v3i2.9978

Abstract

Pteridophyta is a sub-concept on Plant (Plantae) material in the Biology subject for Grade X Senior High School. In this competency, students are expected to apply classification principles to classify plants into divisions based on observations of plant morphology and metagenesis and linking their role in the continuity of life on earth. However, most students still find it difficult to understand the concept. This Pteridophyta is due to the lack of local potential-based references that are directly related to student life, one of which is learning media. Learning media is one of the means to help teachers and students learn concepts in Biology more broadly. This encourages researchers to develop learning media in the form of a booklet on the Plantae material sub-concept of ferns (Pteridophyta). This study aims to describe the validity of the booklet developed on the types of ferns (Pteridophyta) on the riverbanks of the Wisata Alam Sungai Kembang. This research uses RandD method with 4D development model to develop learning media in the form of booklets. The results of the validity test of the developed booklet showed very valid results.AbstrakPteridophyta merupakan subkonsep pada materi Tumbuhan (Plantae) di mata pelajaran Biologi SMA Kelas X. Pada kompetensi tersebut siswa diharapkan dapat menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi. Namun kebanyakan siswa masih sulit untuk memahami konsep Pteridophyta tersebut karena masih kurangnya referensi berbasis potensi lokal yang berkaitan langsung dengan kehidupan siswa, salah satunya yaitu media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan salah satu sarana untuk membantu guru maupun siswa dalam mempelajari konsep pada Biologi secara lebih luas. Hal tersebut mendorong peneliti untuk mengembangkan media pembelajaran berupa booklet subkonsep tumbuhan paku (Pteridophyta). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas booklet yang dikembangkan tentang jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) di bantaran sungai Wisata Alam Sungai Kembang. Penelitian ini menggunakan metode RandD dengan model pengembangan 4D untuk mengembangkan media pembelajaran berupa booklet. Hasil uji validitas terhadap booklet yang dikembangkan menunjukkan hasil sangat valid.
Booklet Types of Macroscopic Fungi Riverbanks Nature Tourism Kembang River for Senior High School Difa Pertiwi Krismadana; Sri Amintarti; Aulia Ajizah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 3, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.222 KB) | DOI: 10.20527/bino.v3i1.9899

Abstract

Media in biology learning is one of the means so that students understand the concept of biology in a broad sense. This encourages researchers to develop learning media in the form of macroscopic fungi booklets. This study aims to describe the characteristics and identify the types of macroscopic fungi found on the banks of the Kembang River natural tourism river and to describe the results of the validity of the macroscopic fungi booklet on the banks of the Kembang River natural tourism river as a learning medium for high school students. This research uses the descriptive method and 4D development method. The results showed that the characteristics of macroscopic fungi can be seen from the shape of the hood, the surface of the hood, its hymenophores, the shape of the stem, color, presence or absence of annulus and odor, and the type of substrate where the fungus grows. Macroscopic fungi found on the banks of the Sungai Kembang Nature Tourism river are divided by taxon level into 2 divisions, 3 classes, 4 orders, 6 familia, 8 genera, and 17 species. Utilization of research results on types of macroscopic fungi on the banks of the Kembang River natural tourism river is then presented in the form of a booklet (learning media) which gets an average expert validity of 82.10% with very valid criteria and suitable for use as a learning medium.Abstrak Media dalam pembelajaran Biologi merupakan salah satu sarana agar peserta didik memahami konsep pada Biologi secara luas. Hal tersebut mendorong peneliti untuk mengembangkan media pembelajaran berupa booklet  materi jamur makroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik dan mengidentikasi jenis jamur makroskopis yang ditemukan di bantaran sungai wisata alam Sungai Kembang serta mendeskripsikan hasil validitas Booklet  jamur makroskopis di bantaran sungai wisata alam Sungai Kembang sebagai media pembelajaran siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode pengembangan model 4D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik jamur makroskopis dapat dilihat dari bentuk tudung, permukaan tudung, hymenophorenya, bentuk batang, warna, ada tidaknya annulus dan bau, serta jenis substrat tempat tumbuhnya jamur. Jamur makroskopis yang ditemukan di bantaran sungai Wisata Alam Sungai Kembang yang terbagi berdasarkan tingkatan taksonnya menjadi 2 divisio, 3 kelas, 4 Ordo, 6 Familia, 8 genus, dan 17 species. Pemanfaatan hasil penelitian jenis-jenis jamur makroskopis di bantaran sungai wisata alam Sungai Kembang kemudian disajikan dalam bentuk booklet  (media pembelajaran) yang mendapat hasil rata-rata validitas ahli 82,10% dengan kriteria sangat valid dan layak digunakan sebagai salah satu media belajar.
Development of Worksheets for High School Biology Student-Based On Critical Thinking Skills on the Circulation System Concept Ellen Nabella; Muhammad Zaini; Aulia Ajizah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 2, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.875 KB) | DOI: 10.20527/bino.v2i1.7980

Abstract

Learning in the 2013 curriculum requires a learning process that refers to the scientific approach. The teacher becomes the centre of learning in the current educational problems, students accepting learning as an abstract does not have the opportunity to develop their thinking skills. The purpose of this study is to develop a valid, practical, and effective Educator Worksheet (LKPD). This study uses the Tessmer design method, which consists of (1) expert review; (2) one-to-one; and (3) small group. Subjects of expert opinion research included two biology education lecturers and one high school biology teacher. Individual test subjects were three students educated. The small group test subjects were six students who were educated. The type of data obtained includes data effectiveness expectations. The results obtained from the effectiveness of expectations based on students' critical thinking skills in working on LKPD have very good categories (including analysis, reference, and exploration) and have good categories (including interpretation and self-regulation). Interpersonal skills (collaborating) and intrapersonal skills (conscientious) students have very good categories with scores of interpersonal skills and intrapersonal skills 86.33%.AbstrakPembelajaran pada Kurikulum 2013 menuntut adanya proses pembelajaran yang mengacu pada pendekatan saintifik. Guru menjadi pusat pembelajaran pada persoalan pendidikan yang terjadi saat ini, peserta didik menerima pembelajaran secara abstrak tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikirnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode desain Tessmer, yang terdiri dari: 1) expert review; 2) one-to-one; dan 3) small group. Subjek penelitian pendapat pakar meliputi dua orang dosen pendidikan biologi dan satu orang guru biologi SMA. Subjek uji perorangan adalah tiga orang peserta didik. Subjek uji kelompok kecil adalah enam orang peserta didik. Jenis data yang didapatkan meliputi data keefektifan harapan. Hasil didapatkan dari keefektifan harapan berdasarkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam mengerjakan LKPD memiliki kategori sangat baik (meliputi analisis, inferensi, dan eksplanasi) serta memiliki kategori baik (meliputi interpretasi dan pengaturan diri). Keterampilan interpersonal (bekerjasama) dan keterampilan intrapersonal (teliti) peserta didik memiliki kategori sangat baik dengan skor keterampilan interpersonal dan keterampilan intrapersonal 86,33%.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Majid Aceng Kosasih Ali Rachman, Ali Amalia Rezeki Aminuddin Prahatama Putra Anisa Rahmatina Annisa, Sholihatun Aulia, Nurul Bunda Halang Chairil Faif Pasani Damayanti, Arma Datin Maghfirotul Nadhira Dewi Amelia Widiyastuti Dewi Indah Lestari Difa Pertiwi Krismadana Ellen Nabella Ellyna Hafizah Encep Syarief Nurdin, Encep Syarief Faizza, Kamila Nur Finda Vericha Ngenda Fransisca Aurora, Zevira Fujianti, Annisa Gilang Satyo Adjie Habibah Nuhayati Haura Labibah Helmah, Ayu Noor Hidayati Hidayati Hidayati Utami, Nurul Indun Nursafitri Irianti, Riya Jumiati, Heni Kaspul Kaspul Kaspul Kaspul Kaspul Khairun Amalia Khairun Nisa Krisdianto KKrisdianto Kusma Wahdah Laila Malinda Septiana Luthfiana Nurtamara M. Arsyad, M. Madinatul Munawarah Mahrudin Mahrudin Maulana Khalid Riefani Maulita Permata Sari Meidita Alpisah Rina Meidita Alpisah Rina Mella Mutika Sari Mentari, Annisa Widyana Mirhanuddin Mirhanuddin Mirna Hariati Muh. Afdal Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Nadia Rahmita Sari Nadiyah Nadiyah Nahadi Nahadi, N. Nanda Maisyura Noorhidayati Noorhidayati Noorsalamiah, Noorsalamiah Nuhayati, Habibah Nurtamara, Luthfiana Nurul Hidayati Utami Nurul Huda Prahatama Putra, Aminuddin Qathrin Nada Rabiatul Adawiyah Rahmi, Fatimah Ramadita Putri Utami Reski Anna Saskia Rina, Meidita Alpisah Riya Irianti RUWAIDA, ULYA Safitri Safitri Saidah Lara Asih Salimah Salimah, Salimah Siti Maryati Sri Aminarti Sri Amintarti Sri Amintarti Sri Amintarti Syamsiar, Syamsiar Syihabuddin Syihabuddin Thihana Thihana Widiyastuti , Dewi Amelia