Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Madani: Multidisciplinary Scientific Journal

Interaksi Sosial Dengan Non Muslim Dalam Al-Qur’an Bahrah, Mena; Mardan, Mardan; Yusuf, Muh.
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14623273

Abstract

Interaksi sosial antara muslim dan non-muslim diperbolehkan selama tidak menyangkut urusan ibadah atau tauhid, dengan berlandaskan nilai-nilai luhur dari Al-Qur’an dan Hadis. Sikap saling menghormati dan menghargai menjadi inti dalam menjalin hubungan kemasyarakatan, yang diwujudkan melalui saling mengenal, membangun budaya kompromi, berbuat baik, berperilaku adil, serta membantu satu sama lain demi tercapainya kemaslahatan bersama. Prinsip-prinsip ini mencerminkan ajaran Islam yang mengedepankan keharmonisan dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. 
Etos Kerja Perspektif Al-Qur’an Hasyim, Junaedi; Mardan, Mardan; Yusuf, Muh.
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14616736

Abstract

Al-Qur’an merupakan ajaran Islam di dalamnya terdapat ajaran untuk beramal dan bekerja yang dinashkan dalam kalimat “amal as shalihat”. Etos kerja salah satu unsur di antara tujuh unsur budaya universal yaitu unsur “sistem mata pencaharian hidup”. Sistem mata pencaharian hidup berarti ekonomi. Kerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam mencapai kesejahteraan hidup dan apabila malas maka mereka akan gagal memperolehnya. Kesuksesan dan kegagalan adalah hasil dari usaha kerja keras mereka sendiri. Dalam Islam ciri etos kerja mencari kekayaan dunia dengan cara halal, tidak meminta minta,  mencukupi kebutuhan keluarga dan belas kasih kepada tetangga. Sebagaimana Rasulullah Saw., menjadikan kerja sebagai  aktualisasi keimanan dan ketaqwaan.oleh karena itu bagi seorang muslim hidup adalah untuk bekerja. Allah Swt dalam firmannya ingatlah bahwa Allah Swt tidak akan mengubah nasib manusia sebelum manusia mengubah apa yang ada pada dirinya.