Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Unit Penanganan Keluhan terhadap Keberhasilan Program JKN di Puskesmas Banjarbaru Tahun 2015 Lenie Marlinae; Fauzie Rahman; Maman Saputra; Vina Yulia Anhar
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.932 KB) | DOI: 10.22146/jkki.v5i1.36081

Abstract

Background: Public health center (Puskesmas) aims to provide health services for the society overall. Efforts are being made to achieve the health service overall is with the implementation of the program JKN. Problems encountered in the implementation of JKN by BPJS health is not optimal socialization. This research aims to analyze and provide solutions in solving problems of public complaints against the implementation of JKN in Puskesmas of Banjarbaru. Methods: The study design used qualitative approach with descriptive design. The research subject is the people who have an important role in the supply unit handling complaints against the implementation of the program JKN Banjarbaru, its the Head of Puskesmas Banjarbaru, doctors, midwives, and health promotion staff at the health center Banjarbaru, and one patient at the health center. Results: Patients still have difficulties in complaints related health services provided by health centers Banjarbaru. Patients can only file a complaint in one direction through the suggestion box. Conclusion: Complaint handling should be done quickly and accurately. It also requires two-way communication in determining the solution of health care problems. Therefore we need a unit for handling complaints against the implementation of the program at the health center JKN Banjarbaru. Complaints handling unit is expected to be the link between health care providers with users of health care services. It is instrumental in improving the quality of health care provided Banjarbaru health center. Latar belakang: Puskesmas bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara menyeluruh. Upaya yang dilakukan untuk mencapai pelayanan kesehatan secara menyeluruh adalah dengan pelaksanaan program JKN. Masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan JKN oleh BPJS Kesehatan adalah sosialisasi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan solusi pemecahan permasalahan keluhan masyarakat terhadap pelaksanaan JKN di Puskesmas Banjarbaru. Metode: Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah orang-orang yang memiliki peranan penting dalam penyediaan unit penanganan keluhan terhadap pelaksanaan program JKN di Puskesmas Banjarbaru, yaitu Kepala Puskesmas Banjarbaru, dokter, bidan, dan staff promosi kesehatan di Puskesmas Banjarbaru, serta salah seorang pasien di Puskesmas Banjarbaru. Hasil: Diketahui pasien masih kesulitan dalam menyampaikan pengaduan atau keluhan terkait pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Banjarbaru. Pasien hanya bisa menyampaikan keluhan secara satu arah melalui kotak saran. Kesimpulan: Penanganan keluhan seharusnya dilakukan dengan cepat dan akurat. Selain itu juga memerlukan komunikasi dua arah dalam penentuan solusi masalah pelayanan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan unit penanganan keluhan terhadap pelaksanaan program JKN di Puskesmas Banjarbaru. Unit penanganan keluhan ini diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemberi pelayanan kesehatan dengan pengguna jasa pelayanan kesehatan. Hal ini berperan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas Banjarbaru.
PENYULUHAN KESEHATAN MASYARAKAT: PENGETAHUAN MENGENAI BABS, PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA, DAN COVID-19 Abdul Wahid; Sofia Raudhatul Muslimah; Vina Mahyona; Lenie Marlinae
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.209 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4842

Abstract

ABSTRAKKesehatan lingkungan merupakan aspek kesehatan masyarakat yang memperhatikan bentuk kehidupan dan kondisi sekeliling manusia yang menekankan pada pengawasan kesehatan terhadap berbagai faktor lingkungan.  Untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya maka dibuatlah program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).  Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang 2 pilar STBM, yaitu BABS dan sampah agar masyarakat mengetahui bahaya perilaku membuang air besar dan membuang sampah secara sembarangan.  Metode kegiatan adalah penyampaian tidak langsung menggunakan perangkat dalam jaringan (daring) yaitu grup WhatsApp selama 9 hari.  Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan masyarakat yaitu pengetahuan babs meningkat dari rata-rata 77 menjadi 97, pengetahuan sampah meningkat dari rata-rata 71 menjadi 94, pengetahuan covid-19 meningkat dari rata-rata 51 menjadi 83.  Masyarakat desa disarankan sebaiknya lebih proaktif meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan lingkungan melalui aktif dan hadir dalam penyuluhan mengenai BABS, pentingnya jamban sehat, pengelolaan sampah rumah tangga dan Covid-19 serta masalah-masalah kesehatan yang terjadi. Kata kunci: pengetahuan; BABS; sampah; covid-19 ABSTRACTEnvironmental health is an aspect of public health that pays attention to the life form and conditions surrounding humans that emphasize health supervision of various environmental factors. To realize hygienic and sanitary community behavior independently to improve the highest level of public health, a Community-Based Total Sanitation (STBM) program was created. The purpose of this activity is to provide education to the community about the 2 pillars of STBM, namely open defecation and garbage so that the public knows the dangers of the behavior of throwing large water and littering indiscriminately. The method of activity is indirect delivery using online devices, namely WhatsApp groups for 9 days. The results of the activities obtained increased public knowledge, namely knowledge open defecation increased from an average of 77 to 97, garbage knowledge increased from an average of 71 to 94, knowledge covid-19 increased from an average of 51 to 83. Villagers are advised to be more proactive in improving knowledge about environmental health through being active and present in counseling on open defecation, the importance of healthy latrines, household waste management, and Covid-19 as well as health problems that occur. Keywords: knowledge; defecate carelessly; waste; covid-19
KAJIAN PERILAKU KESEHATAN DUKUN TERHADAP IBU DAN BAYI SETELAH MELAHIRKAN SUKU ASLI DAYAK MERATUS KALIMANTAN SELATAN Muhammad Riyo Sanjaya; Bahrul Ilmi; Lenie Marlinae
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.408 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v2i1.4838

Abstract

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara di Kalimantan Selatan yang tinggal di daerah terpencil sangat kekurangan tenaga kesehatan yang terlatih, tidak adanya pilihan lain dalam melakukan persalinan selain yang dibantu oleh Dukun Beranak yang dipercaya mempunyai kemampuan khusus dalam membantu persalinan. Dari fenomena dan permasalahan yang ada maka dari itu perlunya dilakukan penelitian tentang kajian perilaku kesehatan berbasis budaya yang masih erat kaitannya dengan adat istiadat dan kepercayaan masyarakat. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perilaku setelah melahirkan terhadap ibu dan bayi oleh Dukun Beranak pada Suku Dayak Meratus dalam Perspektif Antropologi Kesehatan. Metode yang digunakan Observatif dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Terpilih enam informan kunci yaitu dua orang dukun beranak, dua orang dukun kampung/tokoh adat, ibu nifas, dan ibu hamil. Hasil Penelitian menunjukkan tindakan yang dilakukan dukun beranak pada saat setelah Persalinan suku Dayak Meratus yaitu melakukan pembersihan pada Ibu, mengoleskan getah pucuk daun pisang menurun muda pada luka ibu memberikan obat-obatan/pelungsur, melakukan pengurutan pemulihan atau pengembalian rahim Ibu, melakukan babat perut ibu, papadah dukun beranak bagi ibu nifas dan tindakan yang dilakukan kepada bayi yaitu membersihkan bayi, memotong tali pusar memandikan bayi setelah tali pusar lepas, melakukan babat dan bedung pada bayi, melakukan penguburan plasenta bayi oleh ayah atau wali laki-laki. Ritual yang dilakukan Dukun Kampung/Tokoh Adat pada saat setelah persalinan, yaitu wadak, tolak bala, beuri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perlakuan dukun beranak setelah proses melahirkan masing-masing memiliki tahapan penjabaran tersendiri baik untuk ibu dan juga bayi.
ANALISIS PENGARUH PENGAWASAN, PENGETAHUAN DAN KETERSEDIAAN TERHADAP KEPATUHAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI Japeri Japeri; Zairin Noor Helmi; Lenie Marlinae
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.098 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v2i1.4845

Abstract

Standar oleh Badan Pengawasan Tenaga Nuklir untuk APD yang harus digunakan pada saat pemeriksaan harus mengandung bahan Pb di antaranya berupa apron, kaca mata, perisai gonad, perisai tiroid, dan sarung tangan. petugas radiografer wajib mematuhi aturan untuk memakai alat perlindungan diri (APD). Aspek yang mempengaruhi pemakaian alat pelindung diri di antaranya pengawasan dan peringatan dari tim K3 sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan pemakaian APD. Pengetahuan seseorang mempengaruhi cara berpikirnya dalam menghadapi pekerjaannya, termasuk cara menghindari kecelakaan saat bekerja dan ada pengaruh ketersediaan mengenai jumlah APD yang disediakan terhadap kepatuhan pemakaian APD. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan pemakaian alat pelindung diri pada petugas radiologi rumah sakit di Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode cross sectional. Subjek penelitian adalah petugas radiologi yang bekerja di empat rumah sakit berbeda di Banjarmasin terdiri dari RSUD Ulin Banjarmasin sebanyak 17 petugas, RSUD Dr. H. Moch Anshari Saleh sebanyak 11 Petugas, RS Sari Mulia sebanyak 5 petugas dan RS Islam sebanyak 4 petugas. Data dianalisis menggunakan uji statistik Regresi Logistik Berganda. Uji Fisher exact test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pengawasan dengan kepatuhan, nilai p = 0,013, tidak ada pengaruh antara pengetahuan dengan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri pada petugas radiologi nilai p = 0,140. tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara ketersediaan dengan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri dalam bekerja di instalasi radiologi dengan nilai P value 0,160. Pada analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik Ganda dengan metode Enter, menunjukkan bahwa variabel pengawasan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan (p= 0,019). Nilai Odd ratio menunjukkan angka 15,429 yang berarti petugas radiologi yang mendapat pengawasan rendah maka 15,43 kali akan tidak patuh memakai APD, dibandingkan petugas radiologi yang mendapatkan pengawasan tinggi. Data penelitian juga memperlihatkan 29 responden yang patuh terhadap APD, 22 orang (74,1%) bekerja dengan pengawasan tinggi. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan faktor yang paling berpengaruh adalah pengawasan dengan nilai Nilai Odd ratio (OR) menunjukkan angka 14,571 yang berarti petugas radiologi yang mendapat pengawasan rendah maka 14,57 kali akan tidak patuh memakai APD, dibandingkan petugas radiologi yang mendapatkan pengawasan tinggi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA Sudarmo Sudarmo; Zairin Noor Helmi; Lenie Marlinae
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.431 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v1i2.3155

Abstract

Rumah Sakit merupakan tempat kerja serta tempat berkumpulnya orang-orang sehat (petugas dan pengunjung) dan orang- orang sakit (pasien) sehingga rumah sakit merupakan tempat kerja yang mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit akibat kerja maupun penyakit akibat kecelakaan kerja. Resiko kontak dengan agen penyakit menular, dengan darah dan cairan tubuh maupun tertusuk jarum, instrumen tajam yang dapat berperan sebagai tranmisi berbagai penyakit, seperti hepatitis B, HIV/AIDS, perawat merupakan petugas kesehatan terbanyak dengan komposisi hampir 60% dari seluruh petugas kesehatan di rumah sakit dan salah satu profesi yang sering terkena penyakit akibat kerja karena perawat tenaga kesehatan yang 24 jam berada di samping dan bersentuhan dengan pasien, terlebih perawat bedah yang bekerja di kamar operasi yang banyak melakukan tindakan dengan memakai instrumen tajam, suasana kerja dengan tekanan stres yang tinggi, kelelahan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa factor-faktor perilaku terhadap kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada perawat bedah di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini mengunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini, yaitu seluruh perawat bedah di IBS RSUD Ulin Banjarmasin, Sedangkan pengambilan sampel berdasarkan metode Simple Ramdom Sampling, menggunakan rumus cross sectional study dengan jumlah sampel 81 orang. Data dianalisa  menggunakan uji regresi logistik dengan  model backward stepwise conditional. Hasil uji analisa regresi logistik, yang paling berpengaruh terhadap variabel kepatuhan adalah variabel pengawasan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,700  (70,0%) dan variabel ketersediaan APD dengan nilai kofisien regresi sebesar 0,678 (67,8%). Berdasarkan uji simultan adalah 84,1%, sangat kuat bahwa kepatuhan perawat bedah benar-benar nyata/signifikan dipengaruhi faktor perilaku yang menjadi variabel dalam penelitian ini yaitu : sikap, lama kerja, pengawasan, ketersediaan APD, teman sejawat, persepsi dan hanya 15,9% saja faktor lain di luar variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang bisa mempengaruhi kepatuhan perawat dalam menggunakan APD di IBS RSUD Ulin Banjarmasin.Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pengawasan perawat dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD di IBS RSUD Ulin Banjarmasin. Oleh karena itu pengawasan dan ketersediaan APD di IBS RSUD Ulin  perlu dipertahankan  dan ditingkatkan lagi sehingga kepatuhan penggunaan APD ini dapat menjadi budaya dalam bekerja khususnya di kamar operasi, hal ini dapat mencegah penyakit akibat kerja (PAK) dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK).
TINGKAT KEBERSIHAN LANTAI RUANG PERSALINAN BIDAN PRAKTIK SWASTA DI KOTA BANJARBARU Nia Kania; Lenie Marlinae; Tien Zubaidah
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.182 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v1i1.657

Abstract

                                                       Abstract To reduce high maternal mortality rate that, one of the efforts that is increase quality service of midwife through standardization midwife private practice. Standard of services obstetric patients have set about service delivery, which aims to ensure for a safe delivery for mother and baby. That is no regulation yet about governs supervision in the organization's health-care private sector, particularly on environmental health, can cause care for sanitation labor has not been throughput by midwife practice private, this is of course will have an effect on the quality service that is given. This research aims to know floor hygiene level, physical quality buildings ,and the labor sanitation facilities, and other environmental health efforts. Types of research that used a survey by the Cross Sectional. Research object is 5 labor’s was the midwife practice private. Data analysis will be done univariat. As many as 60% floor for did not meet the requirements hygiene. Result found that most of the labor have not meet the requirements floor hygiene. The temperature and humidity conditions in all the labors did not meet standardst. Most of the labor that did not meet the requirements lighting, the buildings that were not good, and the effort to revitalize water is not being done with good hygiene, shows that did not meet the requirements floor. Keywords: high clean floors, environmental health, labor, midwife
Peningkatan Pengetahuan Pengawetan Makanan di Masa Pandemi dalam Membantu Ekonomi Masyarakat Syamsul Arifin; Husaini Husaini; Lenie Marlinae; Laily Khairiyati; Agung Waskito; Anugrah Nur Rahmat; Sherly Theana; Taufik Taufik; Noor Laila Afifah; Muhammad Gilmani; Winda Saukina Syarifatul Jannah; Ammara Ulfa Azizah; Raudatul Jinan; Fairuz Nur Fawaz
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.942 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3899

Abstract

COVID-19 terus menerus menyebar luas dan memperpanjang kecemasan masyarakat khususnya untuk memenuhi kebutuhan hidup, dapat dilihat dari sebagian besar masyarakat tidak lagi bekerja atau berdagang. Masyarakat pekerja informal yang pendapatannya harian dan tidak pasti mengalami penurunan pendapatan. Peristiwa ini mengakibatkan konsumsi di masyarakat pekerja informal juga menurun. Perlu upaya dalam mengatasi permasasalahan perubahan kondisi seperti saat ini. Salah satunya adalah dengan melakukan pembinaan dalam berwirausaha, terutama ibu-ibu rumah tangga untuk mengisi waktu luangnya dapat berwirausaha sesuai kemampuannya masing-masing. Metode yang digunakan meliputi tahap pendekatan kemasyarakatan ABG (Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Masyarakat), Survey lapangan, pelatihan dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pre test terdapat 23 responden (76,7%) yang tingkat pengetahuannya baik dan setelah pemberian materi dan pelatihan, berdasarkan hasil post test terdapat 30 responden (100%) yang tingkat pengetahunnya baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarkat terkait pengawetan makanan. Peningkatan pengetahuan tersebut sangat berguna untuk membantu ekonomi masyarakat dalam menghadapi covid-19. Kata kunci: pengawetan makanan, pandemic, ekonomi masyarakat
Peningkatan Pengetahuan Pada Anak Terkait Pemakaian Masker melalui Cerita Animasi Husaini Husaini; Lenie Marlinae; Syamsul Arifin; Agung Biworo; Laily Khairiyati; Agung Waskito; Anugrah Nur Rahmat; Sherly Theana; Taufik Taufik; Noor Laila Afifah; Muhammad Gilmani; Winda Saukina Syarifatul Jannah; Ammara Ulfa Azizah; Raudatul Jinan; Fairuz Nur Fawaz
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.535 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3900

Abstract

Penyebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan, pada tanggal 28 April 2021 update terbaru mengenai Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi terkonfirmasi 32,686 ribu kasus terkonfirmasi positif dengan meninggal 938 orang, 29.615 ribu sembuh dan sisanya masih dalam perawatan. Untuk Kabupaten Banjar jumlah yang terdampak Covid-19 yaitu sebesar 2.496 kasus. Anak-anak yang terdampak Covid-19 di Kalimantas Selatan yaitu sebesar 358 anak. Diperlukannya edukasi terhadap anak terkait cara penggunaan masker yang bersih dan sehat dengan menggunakan media cerita animasi agar pengetahuan anak terhadap cara mencegah Covid-19 dapat meningkat. Selain itu juga edukasi kepada orang tua diperlukan karena orang tua menjadi edukator kepada anaknya yang selalu mengingatkan dan memberi tahu anaknya dalam hal pencegahan Covid-19 khususnya dalam hal penggunaan masker yang bersih dan sehat. Metode yang digunakan meliputi tahap pendekatan kemasyarakatan ABG (Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Masyarakat), Survey lapangan, pelatihan dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pre test terdapat 24 responden (87,5%) yang tingkat pengetahuannya baik dan setelah pemberian materi dan pelatihan, berdasarkan hasil post test terdapat 24 responden (100%) yang tingkat pengetahunnya baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarkat terkait pemakaian maske bersih dan sehat. Peningkatan pengetahuan tersebut sangat berguna untuk mencegah penyebaran covid-19 pada anak. Kata kunci: pemakaian masker, pandemic, covid-19
Peningkatan Kemampuan Anak Mendeteksi Makanan Sehat Melalui Pesan Bergambar dalam Kemasan Makanan Lenie Marlinae; Husaini Husaini; Nia Kania; Nurhikmah Nurhikmah; Laily Khairiyati; Raudatul Jinan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.215 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3898

Abstract

Upaya perbaikan gizi untuk mengembangkan bakat yang berkualitas pada dasarnya harus dimulai sedini mungkin, salah satunya pada anak usia sekolah. Siswa sekolah dasar merupakan sasaran strategis untuk meningkatkan gizi lokal. Makanan kaya nutrisi dapat diperoleh dari makanan dan snack. Apabila membeli makanan yang sudah sesuai dengan syarat kesehatan, maka rutinitas makan di sekolah bisa sangat bermanfaat dan bisa melengkapi atau melengkapi kebutuhan nutrisi anak. Edukasi kemasan makanan, termasuk pesan visual, perlu dapat membentuk sikap yang benar agar anak memilih serta makan jajanan yang aman dan sehat. Metodologi yang digunakan meliputi fase pengenalan ABG (advokasi, pengembangan masyarakat, dan gerakan masyarakat), penelitian lapangan, dan evaluasi menggunakan metodologi pre-test dan post-test. Menurut hasil pre-test, 26 orang (86,7%) menilai pemahamannya positif, dan setelah diberikan pelatihan dan materi, 30 orang (100%) positif menurut hasil post-test. Tingkat pengetahuan. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat tentang penggunaan masker bersih dan sehat semakin hari semakin meningkat. Pengetahuan tingkat lanjut sangat membantu dalam mencegah anak dari makan makanan yang tidak sehat. Kata kunci: deteksi makanan, gizi anak, makanan sehat
Upaya Penyehatan Lingkungan di Jabal Diamond Horse Riding Banjarbaru Lenie Marlinae; Nita Pujianti; Ayu Riana Sari.Azwari; Muhammad Saidi Hidayat; Yasmine Puspita Sari
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.4407

Abstract

Abstract Community service is one of the Tridharma of Higher Education as an effort to implement academic knowledge to the community. This year, one of the PSKM FK ULM community service teams in collaboration with the Banjarbaru Food, Agriculture and Fisheries Security Service (DKP3), and Cempaka Agricultural Extension UPT participated in implementing the Tridharma of Higher Education through the 2021 Community Partnership Program. The provision of education carrying the theme of environmental health as an effort to environmental conditions are clean, healthy, comfortable and safe and avoid being disturbed by various diseases has been carried out at Jabal Diamond Horse Riding Banjarbaru in early September 2021. The material presented was about the importance of environmental health, processing organic fertilizers, animal health, and promotion of family medicinal plants with natural fertilizers. All of these materials are made relevant to the output targets to move workers at the farm to process and sell organic fertilizer from horse manure on a regular basis at the farm and to cultivate verticulture of vegetable crops and family medicinal plants using fertilizer from horse manure that has been previously produced. The implementation of the program is published through local print media, Kalimantan Post along with processing the publication in service journals and reference books for optimizing the use of livestock waste into environmentally friendly fertilizer.Keywords: environmental health, horse, organic fertilizer, family medicinal plants (TOGA) AbstrakPengabdian masyarakat merupakan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi sebagai upaya implementasi keilmuan akademisi kepada masyarakat. Tahun ini salah satu tim pengabdian masyarakat PSKM FK ULM bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru serta UPT Penyuluh Pertanian Cempaka turut melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi melalui Program Kemitraan Masyarakat 2021. Pemberian edukasi dengan tema penyehatan lingkungan sebagai salah satu upaya agar kondisi lingkungan bersih, sehat, nyaman dan aman serta terhindar dari gangguan berbagai macam penyakit telah dilaksanakan di sebuah peternakan kuda bernama Jabal Diamond Horse Riding Banjarbaru pada awal September 2021. Materi yang disampaikan mengenai pentingnya kesehatan lingkungan, pengolahan pupuk organik, kesehatan hewan, dan penggalakan tanaman obat keluarga dengan pupuk alami. Seluruh materi dibuat relevan dengan target luaran sehingga diharapkan dapat menggerakkan para pekerja di peternakan untuk mengolah dan menjual pupuk organik dari kotoran kuda di tempat peternakan tersebut secara berkala serta membudidayakan vertikultur tanaman sayur dan tanaman obat keluarga menggunakan pupuk kotoran kuda yang telah diproduksi sebelumnya. Pelaksanaan program dipublikasikan melalui media cetak lokal, Kalimantan Post seiring dengan proses publikasi di jurnal pengabdian dan buku referensi optimalisasi pemanfaatan limbah hewan ternak menjadi pupuk ramah lingkungan.Kata kunci:  kesehatan lingkungan, kuda, pupuk organik, tanaman obat keluarga (TOGA)
Co-Authors A. Mourad, Khaldoon Abd. Rasyid Syamsuri Abdi Fithria Abdul Wahid Abdur Rahman Adelina, I Dewa Ayu Yulia Agung Biworo Agung Biworo Agung Waskito Ammara Ulfa Azizah Anugrah Nur Rahmat Ardik Lahdimawan, Ardik Arifin Syamsul Ayu Riana Sari Azwari Bahrul Ilmi Bakhiransyah, M. Chairul Irawan Danang Biyatmoko, Danang Deby Swastika Deddy Dharmaji, Deddy Dewi, Ike Ratna Dian Rosadi, Dian Edyson Edyson, Edyson Eko Suhartono Fairuz Nur Fawaz Fauzie Rahman Frieda Anie Noor, Frieda Anie Fujiati ., Fujiati Grace Siama Juwita, Grace Siama H.D Lasari, Hadrianti Herawati Herawati Heri Budi Santoso Hidayah, Ani Kipatul Hidayati, Novita Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Indira Aprilia Jasmine, Indira Aprilia Isa, Mohamad Isna Syauqiah Japeri Japeri Khoiroh, Ianatul Laily Khairiyati laily khairiyati Laily Khairiyati Lena Rosida M. Ratodi Maharani, Araya Mahyona, Vina Maman Saputra Maman Saputra, Maman Maulidah, Maulidah Meitria Syahadatina Noor Mochammad Imron Awalludin Muhammad Gilmani Muhammad Riyo Sanjaya Muslimah, Sofia Raudhatul Nashrul Wathan Nata Lisa Ervina Sari, Nata Lisa Ervina Nia Kania Nia Kania Nia Kania Nida Ulfah, Nida Nita Pujianti Noor Laila Afifah Noor, Meitria Syahdatina Nurhikmah Nurhikmah Purnama, Sapta Heru Putri, Nurhaliza R Saidi, Akhmad Rahmat, Anugrah Nur Ramadhan, Fadlan Raudatul Jinan Roselina Panghiyangani Rosihan Adhani, Rosihan Sai'ah, Sai'ah Saleha, Anis Kamila Sanyoto, Didik Dwi Sari Dianita Purnama Sherly Theana Sofia Raudhatul Muslimah Sudarmo Sudarmo Sulistia, Cieca Tri Suraya, Yulia Hasvi Maya Suriadi Suriadi Syamsul Arifin Taufik Taufik Vina Mahyona Vina Yulia Anhar Waskito, Agung Widiono, Youlanda Eka Winda Saukina Syarifatul Jannah Wulandari, Dewi Kusuma Wydiamala, Erida Yasmine Puspita Sari Yunita, Rizmi Zairin Noor Zairin Noor Helmi Zairin Noor Helmi Zubaidah, Tien