Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SOLOK DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA TAHUN 2022 Rinaldi, Rendy; Marta, Auradian
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 12: Edisi II Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of the Regional Government of Solok Regency in tourism development, particularly in X Koto Singkarak and Gunung Talang Districts in 2022. These two districts possess significant tourism potential in terms of natural beauty, cultural richness, and local products. However, tourism development in the region still faces challenges such as limited infrastructure, natural disaster risks, low community participation, and weak coordination among stakeholders. The research employs a descriptive qualitative approach using Geoffrey C. Gunn’s theory (1994), which identifies seven strategic roles of government: policy-making, planning, coordination, regulation, stimulation, control, and public ownership. Data were collected through interviews, documentation, and literature review. The results show that the Solok Regency Government has fulfilled several strategic roles, such as formulating Regional Regulation No. 5 of 2020, mid-term tourism planning (RIPPDA), and empowering local communities through training on homestay management and small enterprises. However, low public participation and suboptimal digital promotion remain major obstacles. The study recommends strengthening the government’s role as facilitator and coordinator, improving infrastructure, aligning policies across institutions, and optimizing collaboration with the private sector and local communities. With an inclusive and sustainable strategy, the tourism potential of Solok Regency can be developed to make a significant contribution to community welfare. Keywords: Government Role, Tourism Development, Solok Regency, Gunn’s Theory, X Koto Singkarak, Gunung Talang.
Implementasi Kebijakan Pendirian BUMDes Bunga Sari di Desa Tapung Jaya Natasha, Elisabeth Michelle Levine; Marta, Auradian
Jurnal Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi (JIPIKOM) Vol 7, No 2 (2025): JIPIKOM OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jipikom.v7i2.6540

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of policy implementation in establishing the Village-Owned Enterprise (BUMDes) Bunga Sari in Tapung Jaya Village, focusing on key influencing factors. Employing a descriptive qualitative approach and guided by Van Meter and Van Horn’s implementation theory, the analysis covers six core variables: policy standards and objectives, resources, implementing characteristics, dispositions, inter-organizational communication, and socio-economic-political conditions. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and policy document analysis. The findings reveal that most BUMDes business units—particularly the savings and loan unit—operate effectively, significantly improving community access to capital and contributing to Village Original Revenue (PADes). Success is driven by positive implementer disposition, intensive communication, and strong local socio-political support. The study concludes that effective BUMDes implementation depends not only on regulation but also on adaptive and participatory governance. Theoretical contributions include expanding the application of implementation models in rural governance contexts, while practical contributions offer replicable best practices for strengthening community-based local economic development
Tugas Dan Wewenang Gubernur Riau Sebagai Wakil Pemerintah Pusat Di Daerah Tahun 2019 – 2022 Asta, Refaldo; Muchid, Muchid; Marta, Auradian
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 6 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i6.5152

Abstract

Dilakukannya penelitian ini dengan tujuan untuk memahami dan menganalisis problematika terkait pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur Riau sebagai wakil pemerintah pusat di daerah serta juga menemukan solusi agar tugas dan wewenang yang diberikan kepada Gubernur Riau sebagai wakil pemerintah pusat bisa terlaksana secara maksimal. Sedangkan untuk menganalisis lebih mendalam digunakan teori George C. Edward III mengenai faktor penentu keberhasilan pelaksanaan tugas dan wewenang yang terdiri dari sumber daya, komunikasi, disposisi, dan faktor birokrasi. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif serta jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara, dokumentasi, dan peninjauan literatur. Lokasi penelitian utama di Pemerintah Provinsi Riau, kemudian Kantor Wilayah Hukum Riau dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kuantan Singingi sebagai penunjang. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur Riau sebagai wakil pemerintah pusat terbagi menjadi 5 (lima) bidang yaitu bidang pemerintahan, hukum dan organisasi, keuangan, perencanaan, dan pengawasan. Dalam pelaksanaan pada setiap bidang dimaksud terdapat berbagai macam persoalan yang dihadapi. Kemudian kendala dominan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas dan wewenang terdapat pada faktor sumber daya yaitu keterbatasan anggaran dan kapabilitas aktor pelaksana, disposisi berkaitan dengan lemahnya komitmen pemerintah, dan permasalahan alur birokrasi. Sedangkan faktor komunikasi telah terlaksana dengan baik tanpa kendala signifikan.
Politik Uang Di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun 2020 Moh. Maliki; Hasanuddin; Auradian Marta
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/6rm14f94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik politik uang yang mewarnai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pelalawan tahun 2020 dan faktor penyebab terjadinya praktik politik uang tersebut. Teori yang digunakan untuk menganalisis fenomena ini yaitu teori oleh Bumke (2021) yang mengidentifikasi politik uang yang terdiri atas vote brokers, vote buying, dan korupsi politik. Untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya politik uang menggunakan pengembangan teori pilihan rasional dan penyesuaian dengan temuan di lapangan. Lokasi penelitian ini yakni di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Praktik politik uang yang terjadi melibatkan adanya vote brokers yang menjadi perantara memberikan uang kepada pemilih dengan melakukan praktik vote buying untuk memenangkan suara sehingga terjadinya korupsi politik didalamnya. Praktik politik uang ini telah ditindaklajuti oleh Bawaslu Kabupaten Pelalawan dengan 6 (enam) dugaan pelanggaran politik uang yang ditangangi oleh Bawaslu Kabupaten Pelalawan ini, hanya 2 (dua) kasus yang terbukti dan diproses pidana. karena sulitnya mendapatkan bukti.  Faktor-faktor yang menyebabkan praktik politik uang yaitu hubungan patron-klien, rendahnya party-id, kurangnya pendidikan politik, ekonomi, budaya, dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Praktik politik uang yang terjadi telah mencederai proses demokrasi sehingga proses demokrasi yang berlansung tidak sesuai prinsip luberjurdil
The Crisis of Democratic Governance in Contemporary Indonesia Marta, Auradian; Suwaryo, Utang; Sulaeman, Affan; Agustino, Leo
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v8i1.368

Abstract

This article attempts to discuss the practice of democratic governance in contemporary Indonesia. This study is essential since Indonesia is one of the countries transitioning from authoritarianism towards democracy following the fall of Suharto’s regime. This study shall answer whether democratic governance in Indonesia experiences a crisis, with a focus of analysis on the four dimensions of democratic governance, namely: (1) rule of law, (2) human rights, (3) civil society, and (4) elections and political process. This study applies a qualitative method by collecting data from document studies and literary studies. The findings in this study indicate that democratic governance in Indonesia experiences a crisis as evidenced by the remaining-weak legal supremacy in Indonesia, and the existence of violations of the implementation of human rights, eventually led to horizontal conflicts. The inability of civil society organizations to carry out their functions in democratization as an intermediary between the community and the state as well as to influence government policies for the public interest. Another recent weakness is there are still strong issues related to primordialism in the occasion of General Elections. This crisis of democratic governance shall bring Indonesia to "the decline of democracy" instead of democratic consolidation.
Voter Participation in the Covid-19 Pandemic: Evidence from Elections in Bengkalis Regency 2020 Usman, Usman; Saeri, M.; Marta, Auradian
JOELS: Journal of Election and Leadership Vol. 4 No. 2 (2023): JOELS : Journal of Election and Leadership
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/joels.v4i2.15621

Abstract

This study aims to describe and find out about the forms of voter participation in simultaneous regional head elections during the Covid 19 Pandemic Period in Bengkalis Regency in 2020. As well as to find out what are the factors that influence voter participation. This study uses a qualitative research method with a descriptive analysis method, as well as through a phenomenological approach, where this research can be started by paying attention to and examining the focus of the phenomenon to be examined, which looks at various subjective aspects of the object's behavior, namely the people in Bengkalis Regency who have the right to vote in the 2020 regional elections in accordance with the provisions of the law. The findings in this study are that community participation in the implementation of the 2020 regional head election during the Covid 19 pandemic in Bengkalis Regency increased by 11.50% when compared to the 2015 regional head election as well as the 2010 regional head election. The factors increasing community participation This is due to economic factors, the socialization factor of the organizers, the awareness factor of the voters themselves and also the first time voters, the political trust factor, the trust factor in the candidates, and the mobilization factor carried out by the candidates through the winning team, campaign team, and so on to the people in Bengkalis Regency. However, from all of these factors, based on the results of the research conducted by the researchers, the main factor that led to an increase in voter turnout was money politics or gifts in other forms carried out by election participants.
Implementasi Inovasi Pelayanan Publik Pada Pelayanan HT-EL Di Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru Sulistiyo, Nasep Vandi; Marta, Auradian; Wahyudi, Hari
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 5 No 3 (2024): JAPS Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v5i3.201

Abstract

TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA DESA TAMBANG DALAM MENINGKATKAN INFRASTRUKTUR DI DESA TAMBANG KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2024 Bakri, Jihan Aulia; Marta, Auradian
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 12: Edisi II Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Article 78 of Law Number 6 of 2014 states that the purpose of village development is to improve the welfare of rural communities. Article 1 explains that village funds are used to finance government administration, the implementation of development, community development, and community empowerment. Therefore, the Minister of Finance Regulation (PMK) Number 108 of 2024 regulates the management of Village Funds for the year 2025. In managing village funds, transparency from the village government is needed, starting from the availability and accessibility of documents, clarity and completeness of information, and openness of processes. This research uses a descriptive qualitative research method. The theory used as the basis of this research is the theory of transparency (Kristianten, in M. Fikri 2022) and the Minister of Finance Regulation (PMK) Number 108 of 2024 regulates the management of Village Funds. Based on the research findings, it can be concluded that overall, the Tambang village government is transparent regarding village funds in every activity. In determining the infrastructure to be implemented, the village government holds meetings at the hamlet level, and the results of the hamlet meetings are proposed to the village meeting and then the Village Development Plan (RKPDes) is compiled. The village government is open and invites the community to participate or supervise activities in the Tambang village, such as by putting up banners and reports of activities. Keywords: Transparency, Village Fund Management, Infrastructure
Sentiment Analysis and Communication Networks Towards Ridwan Kamil in #PilkadaJakarta2024 on Social Media X (Twitter) Bayu Putra; Yasir; Auradian Marta
Journal of Communication Studies Vol. 5 No. 2 (2025): JCS: Journal of Communication Studies
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcs.v5i2.7749

Abstract

The development of social media has changed the landscape of political communication, especially in shaping public opinion towards political actors ahead of regional head elections. This study aims to analyze public sentiment and the structure of communication networks towards Ridwan Kamil in the context of the 2024 Jakarta Pilkada on social media X (Twitter). The methods used include sentiment classification with the Naïve Bayes Classifier (NBC) algorithm and network analysis using the Social Network Analysis (SNA) approach through the Gephi software. A total of 2,000 tweets were analyzed after undergoing pre-processing stages, including cleaning, case folding, tokenizing, stopword removal, and stemming using TF-IDF. The classification results show that 45.6% of tweets are positive, 31.8% are neutral, and 22.6% are negative, with a model accuracy of 62.90% and a margin of error of ±2.56%. In terms of communication structure, the network was found to be fragmented and influenced by informal nodes such as @BungkusTukang, @NalarPolitik_, and @irenejuliency, while the @ridwankamil account played a strategic role as a liaison between clusters. The communication patterns formed followed the configuration of a personal star ego network and a bridge-type one. These findings indicate that digital political communication is dominated not only by official actors but also by non-institutional actors who significantly influence public discourse
Strategi Pemenangan Mira Roza Dalam Memperoleh Suara Terbanyak Pada Pemilihan Legislatif Provinsi Riau Tahun 2019 Sewitri, Sewitri; Yusri, Ali; Marta, Auradian
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8870

Abstract

Penelitian ini dipicu oleh kemenangan Mira Roza sebagai calon anggota parlemen perempuan pada Pilkada Provinsi Riau tahun 2019, memperoleh suara terbanyak dibandingkan calon anggota DPR perempuan lainnya, yakni sebanyak 25.276 suara. Total suara Mira Roza terakhir kali hanya sekitar 13.000, namun perolehan suaranya meningkat hampir dua kali lipat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap dan menganalisis strategi keberhasilan Mira Roza memperoleh suara terbanyak pada pemilihan umum Provinsi Riau tahun 2019 dan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan strategi  tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penulis menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Data yang digunakan merupakan data primer  dari informan penelitian, yang selanjutnya didukung oleh data sekunder  dari berbagai pemangku kepentingan yang terkait dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kemenangan Mira Roza yang meraih suara terbanyak pada Pilkada Riau  2019 dilakukan melalui penerapan strategi politik, pemasaran politik, serta branding dan positioning politik. Strategi politik dilakukan melalui pelaksanaan strategi ofensif dan defensif. Strategi ofensif diawali dengan pembentukan tim pemenang yang terdiri dari seorang koordinator dan 10 anggota  agar  lebih efektif menjalankan strategi kemenangan. Strategi agresif tersebut dilakukan dengan  melakukan pendekatan  langsung kepada masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan citra positif Mira Roza di mata masyarakat. Pemasaran politik kemudian dilakukan melalui kegiatan door to door, pembagian kartu nama, pembagian kalender, pemasangan spanduk, dan pendekatan berdasarkan gender, pekerjaan, umur, serta tokoh agama dan adat. Sedangkan branding dan positioning yang dilakukan oleh Mira Roza dan tim pemenangan menunjukkan bahwa Mira Roza adalah seorang perempuan yang mempunyai pengalaman di bidang legislatif, seorang yang cerdas, religius, dan seorang perempuan yang belum pernah ada kontak sebelumnya di Distrik 5. Hal ini untuk diperkenalkan kepada semua orang. Suatu permasalahan muncul selama saya menjabat sebagai anggota DPRD Yudikatif. Terletak di provinsi Benkali dan Riau.
Co-Authors ', Isril ', Rahmadita ', Wazni - Afrizal Aandriannto " Abdul Aziz Syauqi Affan Sulaeman Affan Sulaeman Akbar Fadhli Akmal, Sirajuddin Ali Yusri Althoof Eka Putra Amanda, Calvin Annas Rizaldi Annisa Ratna Pertiwi Arsyi Adriansyah Sianturi Asta, Refaldo Astri Priyani Meiningrum Asyraf Rifardi Atikah Haura Awang Buana Azzahra Tiara Ramadhan Bakri, Jihan Aulia Balqis, Natasya Sabilla Balqis, Natasya Sabillah Baskoro Wicaksono, Baskoro Bayu Putra Bizikrillah, Wahyu Arif Budiarto, Agung Syarif Bunga Ramadhani Crisnova Genesia Purba Delra Maulida Risma Desbanita, Irda Desi Anggraini Desi Nova Yanti, Desi Nova Dinda Kamia Evkha Putri Dzaky Ummarah Elsa Prisanda Ema Fitri Lubis Exposto, Indy Maya Fakhrul, Muhammad Febri Yuliani Febrina Febrina Fella, Fella Fhisilmi Kaffah Fransio, Karldo Gianio Vergien, Gianio Ginting, Randi Malik Hadi Hadi Handoko, Tito Hari Wahyudi Harirah. MS, Zulfa Harry Helmy Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin HERI WAHYUDI Hery Suryadi Hery Suryadi Hsb, Aminah Rahmah Hsb, Siti Agustina Ibnu Mulkan Ichsan, Ali Muhamad Ilham Akbar Indah, Dini Permata Iqbal Miftakhul Mujtahid Irawan, Alfha Rizi Irawan, M. Alfa Rizi Ishak Ishak Ishak Ismandianto Isril Isril, Isril J, Gilang Ramadhani Jermsittiparsert, Kittisak Jose Onward Sidabutar Juwita Ade Putri Kartini " Kesumagiri, Heru Andhika KHAIRUL ANWAR Khairul Anwar Kusuma, Aditya Wafiq Dwi Leo Agustino Leo Agustino lestari, winda Lilian Sinta Ria Siagian Lusi Fitrianti M. Fatah Fuqaha, M. Fatah M. Saeri M. Tinov M.Y. Tiyas Tinov M.Y.Tiyas Tinov, M.Y.Tiyas Mahabah, Mohammad Arif Nur Malinda, Shella Margina Ferlan Maryuhembri " Maulana Zusma Meliyana, Etika Meris Essio Mento Mia Salmiati Mila Putika Jerni Moh. Maliki MS, Zulfa Harirah. Muchid Muhammad Amin, Raja Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Musa Thahir Mutiara Cahyani Putri Mutiara Rizkia N, Muhammad Iqbal Nabila Putri Elvina Nadia Marsanda Nanda Maulina Natasha, Elisabeth Michelle Levine Nazelia, Marsella Nindya Septi Destari Nora Saulina Novriza Awwalin Nisa Nugroho, Wahyu Nugroho Nupus, Gulam Syahdi Nur Fauziah Subati Nuriyanto ", Nuriyanto Oktafien, Fania Puteri, Eka Maya Putri Permai Putri Ramadhani Putri, Nadya Zahara Putri, Ninda Amelia Putri, Shafiqa Hanisra Putri, T. Rika Fahira R.M. Amin Rafiqatul Aulia Rafli Nur Ikhsan Rahmah Hidayati Rahman, Sauqina Alwafi Rahti Junita, Rahti Raihan, Mukodaf Raisya Vio Lathifa Raja Amin Raja Muhammad Amin Raja Muhammad ` Amin, Raja Muhammad ` Ranggi ", Ranggi Reza Putri Harnefi Ria Suci Pertiwi Ria Suryani Riandy Wendra Rinaldi, Rendy Rio Ranzani Saputra Risya Nofriani Riyanto Amsrof Ramadhan Rizky Kurniawan Rudi Setiyawan Rury Febrina Saidori, Amanda Santoso, Bulyah Saputra, Alziad Sarah Florita Sari , Elvina Mutia Sari , Sintia Eka Puspita Sari, Elvina Mutia Sari, Reskika Sari, Sintia Eka Puspita Seli Okta Kumala Sewitri, Sewitri Sianipar, Robinson Sigit Mulyono Silva, Yana Simanjuntak, Aloysius Wisely Sofyan Hadi Sofyan Hadi Sonia Safira Steven ANTHONY Sujianto Sulaeman, Affan Sulistiyo, Nasep Vandi Suprison " Sutrianika " Syaiful Anwar Syaiful Fikri Tasya Adriani Taufik Hidayat Telaumbanua, Mesra Damai Tiyas Tinov Tiyas Tinov Tri Novaldy Destri, Tri Novaldy Usman Usman Utang Suwaryo Utang Suwaryo Utang Suwaryo Vannesah Nara Tasya Halim Vieka Juniaty Putri Wahyu Imam Gusnedi Wahyudi, Firma Wahyuni Putri Pratama Wan Asrida Wicaksono, Luluk Reza Yasir Yoga Setiawan, Yoga Yogi Aryo Logce Yogi Wirandicha Yonda, Gita Afwah Yuanda Kurnia Fernandi, Yuanda Kurnia Yulia, Rischa Yunny Rachma Wati Yurita Zahara Zulkaranaini, Zulkaranaini Zulkarnaini Zulkarnaini