Claim Missing Document
Check
Articles

Praktik Perawatan Diri Pada Orang Tua dengan Anak Talasemia Mayor Usia Sekolah di Bandung Raya Suryadi, Ardiansyah Ekaputra; Mardhiyah, Ai; Sumarni, Nina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43972

Abstract

Latar belakang: Talasemia pada anak tidak hanya berdampak pada kehidupan anak, tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan orang tua. Sebagai caregiver, orang tua menghadapi berbagai tantangan yang berdampak pada kesehatan fisik, emosional, dan mental, sehingga sering kali kurang memiliki waktu untuk melakukan praktik perawatan diri (self-care). Perawatan diri yang baik berkorelasi dengan kesejahteraan yang baik pada orang tua dan perawatan terhadap anak. Tujuan: Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui praktik perawatan diri orang tua yang memiliki anak dengan talasemia usia sekolah di Bandung Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling pada orang tua dengan anak talasemia usia sekolah di Bandung Raya. Penelitian di lakukan pada seting komunitas yang di kumpulkan melalui Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI). Alat ukur penelitian menggunakan Caregiver Well-Being Scale (CWBS) yang diadaptasi dari Tebb (2013) dengan koefisien realibilitas (α=0.865). Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif.. Hasil:  Sebanyak 84 orang tua dengan anak talasemia dianalisis pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar orang tua yang memiliki anak talasemia mayor usia sekolah masih berada pada tingkat praktik perawatan diri yang buruk (51,2%). Perawatan diri dimensi fisik, emosional, dan relasional memiliki hasil dominan buruk, sementara pada dimensi psikologis dan profesional menunjukan hasil baik lebih banyak, dan pada dimensi spiritual memiliki distribusi yang seimbang antara baik dan buruk. Simpulan: Praktik perawatan diri pada orang tua dengan talasemia masih menunjukan praktik yang rendah. Dengan demikian diperlukan program yang mendukung peningkatan perawatan diri orang tua di komunitas. Kata kunci: anak usia sekolah, praktik perawatan diri, talasemia.   Abstract Background: Thalassemia in children not only affects their lives but also impacts the well-being of their parents. As caregivers, parents face various challenges that affect their physical, Emotional, and mental health, often leaving them with little time to engage in self-care practices. However, good self-care practices are essential for improving their well-being and ensuring optimal care for their children. Objective: This study aims to survey the self-care practice among parents with thalassemia children In Bandung. Methods: This study used a quantitative descriptive approach.  The sample of this study use purposive sampling among  parents with with school-age children diagnosed with major thalassemia in Bandung area. This study was collected in the community setting through Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI), This study was measured using the Caregiver Well-Being Scale (CWBS), adapted from Tebb (2013) with a reliability coefficient of α=0.865. Data analysis was conducted using univariate testing with frequency distribution. Results: The study involved 84 parents with children thalassemia. The results showed that the majority of parents with school-age children diagnosed with major thalassemia had bad self-care practices (51.2%). The physical, emotional, and relational self-care dimensions predominantly showed bad results, while the psychological and professional dimensions had a higher proportion of good results. Meanwhile, the spiritual self-care dimension showed a balanced distribution between good and bad categories. Conclusion: The self-care among parents with thalassemia showed low level. Therefore, the program aimed to improve self-care among parents are needed, especially in community setting.
Pengaruh Karakteristik Siswa terhadap Pengetahuan tentang PHBS Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20785

Abstract

ABSTRACT School children's health is an effort that needs to be accustomed to in the learning process, so that children have an awareness of healthy behavior habits. This awareness must be instilled in all children, so that they can apply healthy behavior at school or in everyday life. Several studies have stated that health disorders in school-age children are susceptible to health problems caused by environmental factors and poor lifestyles. Based on the results of the initial survey, it was found that students often buy snacks around the school, brush their teeth only once a day, and students often suffer from diarrhea. This is possible because the implementation of clean and healthy living behaviors in schools is still low. One factor in the low implementation of clean and healthy living behaviors is knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of characteristics on students' knowledge about the implementation of clean and healthy living behaviors. The characteristics of the students studied were class level, gender and age. While the variables are student characteristics, namely class level, gender and age as independent variables while knowledge is the dependent variable. The research design developed was quantitative analytic. The population of this study was all students from grades I to VI of SDN 1 Sukamentri. The results of the study showed that class level with student knowledge p value 0.001 and OR value 4.375. gender with student knowledge p value 0.32 and OR value 0.85. Age with student knowledge p value 0.001 and OR value 5.327. Conclusion; there is an influence between class level and student knowledge. There is no influence between gender and student knowledge and there is an influence between age and student knowledge. Keywords: Knowledge, Clean and healthy living behavior, Elementary School Students  ABSTRAK Kesehatan anak sekolah merupakan upaya yang perlu dibiasakan dalam proses pembelajaran, sehingga anak memiliki kesadaran terhadap kebiasaan berperilaku sehat. Kesadaran tersebut harus tertanam pada semua anak, agar dapat menerapkan perilaku sehat di sekolah ataupun pada kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian menyebutkan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah rentan timbulnya masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan pola hidup kurang baik. Berdasarkan hasil survey awal, ditemukan bahwa siswa sering jajan di sekitar sekolah, menggosok gigi hanya satu kali dalam sehari, dan siswa sering menderita penyakit diare. Hal ini dimungkinkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Salah satu faktor rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat adalah pengetahuannya. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik dengan pengetahuan siswa tentang  pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Karakteristik siswa yang diteliti adalah tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia. Sedangkan variabelnya adalah karakteristik siswa yaitu tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia sebagai variabel independen sedangkan pengetahuan sebagai variabel dependen. Rancangan penelitian yang dikembangkan adalah analitik kuantitatif. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SDN 1 Sukamentri. Hasil penelitian menunjukan tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 4,375. jenis kelamin dengan pengetahuan siswa p value 0,32 dan nilai OR 0,85. Usia dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 5,327. Kesimpulan ; adanya pengaruh antara tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa. Tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dengan pengetahuan siswa dan ada pengaruh antara usia dengan pengetahuan siswa.   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Siswa Sekolah Dasar
Description of Cognitive Function in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Handayani, Eriska Nur; Pebrianti, Sandra; Sumarni, Nina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3648

Abstract

Cognitive dysfunction is one of the complications of type 2 DM caused by insulin resistance, hyperglycemia, and hypoglycemia. Cognitive impairment in patients results in problems with memory, psychomotor speed, and frontal or executive lobe function. It affects patients' ability to manage self-care, including blood glucose monitoring and foot care. This study aims to identify the cognitive function of patients with type 2 DM. The research used descriptive design with quantitative methods and purposive sampling techniques. The population in this study was 46 patients with type 2 DM in RSUD Sumedang with a sample of 41 people. The instrument used is MoCA-INA to measure the cognitive function of patients with type 2 DM. Data analysis used univariate and frequency distribution The results of the study showed that type 2 DM patients had mild cognitive impairment of 26 (63.4%), severe cognitive impairments of 9 (22.0%), and normal cognitive function of 6 (14.6%). Cognitive impairment in diabetic patients has the potential to affect self-care management, so if not properly maintained, it can worsen the condition of diabetes patients and even lead to death. Therefore, nursing care should enhance education regarding cognitive impairments, regular monitoring and assistance, as well as the use of technology to remind patients of the timing of treatment and self-care.
Description of the Quality of Life in Elderly at Nursing Home Fajari, Salsabila; Sumarni, Nina; Mulya, Adelse Prima
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5670

Abstract

The quality of life among the elderly is prone to decline due to physical, mental, and social deterioration. Assesing the quality of life in the elderly is essential to measure the effectiveness of care in nursing homes, ensuring that residents live safely and comfortable. This study aims to describe of the quality of life among the elderly at UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay. Method: This research is a quantitative descriptive study. The sample consisted of 60 elderly individuals selected using purposive sampling technique. Data were collected through the WHOQOL-OLD questionnaire which has been translated into Indonesian and has been tested for validity using the Rasch Model and its reliability with the results of the Cronbach's Alpha value of 0.75. Data were analysis using univariate analysis. The results showed that 55% of the elderly had a good quality of life, with 80% at a good level in the death and dying domain and 48.3% at a poor level in the sensory abilities domain. Good quality of life is something that needs to be maintained. However, almost half of the elderly at the UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay are at a poor level in the past, present and future activity and sensory abilities domain.
Upaya Pencegahan Penularan TB Paru dalam Perawatan Keluarga: Studi Kasus Nurrahmawati, Devi; Sumarni, Nina; Yani, Desy Indra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.152 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10647

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TBC) is a disease with high cases in terms of its transmission. Family members with smear-positive TB cases are the group of people who are most vulnerable to contracting pulmonary TB because it is difficult to avoid contact with sufferers. The role of the family in preventing transmission of pulmonary TB is very important, because one of the duties of the family is to take care of sick family members and prevent transmission to healthy family members.  Study This study aims to see an overview of the nursing process for families with pulmonary TB. This research was conducted using a case study approach using the nursing process which consisted of assessment with the Friedman family approach concept model, formulation of nursing diagnoses using the SDKI, nursing plans using SIKI, implementation and evaluation for one family in RT.02 RW.23 Kelurahan Kota Wetan Garut. Intervention and implementation were carried out in two meetings including providing health education about pulmonary TB with a family approach using leaflet media as well as effective coughing exercises and cough etiquette. The results of the study found that the family had not carried out family functions, especially in aspects of the health care function where the family had not been able to optimally care for family members with pulmonary TB and had not been able to modify the environment to prevent or reduce risk factors. The results of the intervention found that there was a change in behavior towards improving the quality of health. Health education with a family approach related to pulmonary TB can increase family knowledge so that family health management improves. Efforts to prevent transmission of pulmonary TB have been carried out by families but have not been optimal, because changes in attitudes and behavior require quite a long time and the treatment process is long so that the provision of health education is the main focus in efforts to prevent transmission of pulmonary TB to support improving the quality of family health Keywords: Family Nursing Care, Transmission of Prevention, Tuberculosis  ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit dengan kasus yang tinggi dari aspek penularannya. Anggota keluarga dengan kasus TB BTA Positif merupakan golongan masyarakat yang paling rentan tertular penyakit TB Paru karena sulitnya menghindari kontak dengan penderita. Peran keluarga dalam pencegahan penularan TB Paru sangatlah penting, karena salah satu tugas dari keluarga adalah melakukan perawatan bagi anggota keluarga yang sakit dan mencegah penularan pada anggota keluarga yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran proses keperawatan keluarga dengan TB Paru. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus menggunakan proses keperawatan yang terdiri atas pengkajian dengan konsep model pendekatan keluarga Friedman, perumusan diagnosa keperawatan menggunakan SDKI, rencana keperawatan menggunakan SIKI, implementasi dan evaluasi kepada satu keluarga di RT.02 RW.23 Kelurahan Kota Wetan Garut. Intervensi dan implementasi dilakukan sebanyak dua kali pertemuan diantaranya dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang TB Paru dengan pendekatan keluarga mengggunakan media leaflet serta latihan batuk efektif dan etika batuk. Hasil pengkajian didapatkan bahwa keluarga belum melaksanakan fungsi keluarga terkhusus pada aspek fungsi perawatan kesehatan dimana keluarga belum mampu merawat anggota keluarga dengan TB Paru secara optimal dan belum mampu memodifikasi lingkungan untuk mencegah atau mengurangi faktor risiko. Hasil intervensi didapatkan terdapat perubahan perilaku kearah peningkatan kualitas kesehatan. Pendidikan kesehatan dengan pendekatan keluarga terkait TB Paru dapat meningkatkan pengetahuan keluarga sehingga manajemen kesehatan keluarga meningkat. Upaya pencegahan penularan TB Paru telah dilaksanakan oleh keluarga namun belum optimal, dikarenakan perubahan sikap dan perilaku membutuhkan waktu yang cukup panjang dan proses pengobatan yang lama sehingga pemberian pendidikan kesehatan menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan penularan TB Paru untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Kata Kunci: Keperawatan Keluarga, Pencegahan Penularan, Tuberkulosis
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pasien Pascastoke Menggunakan Pendekatan Model Adaptasi Roy: Studi Kasus Khaerunnisa, Milda; Sumarni, Nina; Mulya, Adelse Prima
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i2.2920

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kecacatan sehingga memerlukan waktu yang lama dalam proses rehabilitasinya. Keluarga memiliki peranan yang penting dalam merawat pasien dengan stroke. Untuk itu, keluarga maupun pasien perlu beradaptasi dengan penyakitnya. Salah satu model keperawatan yang membahas mengenai proses adaptasi adalah model keperawatan Roy yang dikenal dengan “model adaptif”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga dengan model adaptasi roy pada pasien stroke. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Subjek dari penelitian ini yaitu keluarga yang salah satu anggotanya memiliki permasalahan kesehatan pasca stroke. Pengkajian hingga evaluasi berfokus pada empat mode adaptasi roy  (fisiologis, konsep diri, fungsi dan peran serta interdependensi). Masalah keperawatan yang diambil adalah gangguan mobilitas fisik dan manajemen kesehatan tidak efektif. Intervensi yang diberikan berupa edukasi, ROM serta mengikutsertakan klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri. Hasil menunjukan bahwa terjadi perilaku adaptif pada klien maupun keluarga setelah dilakukan implementasi sebanyak 10x pertemuan dimana terjadi peningkatan pengetahuan, kekuatan otot, tingkat kemandirian klien serta penurunan tekanan darah. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pelaksanaan model adaptasi roy dapat membawa perubahan adaptasi yang positif pada klien dan keluarga. Maka dari itu, penerapan model adaptasi roy dapat menjadi salah satu acuan perawat dan keluarga dalam membantu proses rehabilitasi pasien pasca stroke.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih Sehat di RW 10 Kelurahan Ciwalen Garut Kota Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14595

Abstract

ABSTRAK Kesehatan adalah hak setiap individu dan merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Dalam upaya mencapai hak tersebut Menteri Kesehatan RI membuat suatu pedoman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga. PHBS tatanan rumah tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar mereka tahu, mau dan mampu untuk melaksanakan PHBS serta dapat berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Kementrian Kesehatan menetapkan target rumah tangga yang mempraktikan PHBS untuk tahun 2019 adalah 80%. Sementara hasilnya pada tahun 2016 capaian rumah tangga yang mempraktikan PHBS di Jawa Barat hanya 52,5% dan masih jauh dari target yang telah ditatapkan. Hasil survey yang dilakukan mahasiswa profesi Ners angkatan 45 di wilayah RW 10 Kelurahan Ciwalen menunjukkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat  seperti memiliki kebiasaan hidup yang kurang sehat, kurangnya aktivitas fisik, memiliki kebiasaan merokok dan membuang limbah sampah ke sungai. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan masyarakat RW 10 Kelurahan Ciwalen memiliki pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan PHBS  rumah tangga. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini diikuti oleh 35 orang warga RW 10. Pelaksanaan ini dilakukan pada tanggal 9 dan 10 September 2023. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan kegiatan sebesar 51 dan setelah dilaksanakan sebesar 69. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 18 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan oleh masyarakat RW 10 dengan dukungan dari kelurahan Ciwalen dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri.   Kata Kunci: Masyarakat, Pemberdayaan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  ABSTRACT Health is the right of every individual and is one element of prosperity that must be realized. In an effort to achieve this right, the Indonesian Minister of Health created a guideline regarding Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in the household setting. PHBS in the household order is an effort to empower household members so that they know, are willing and able to implement PHBS and can play an active role in the community health movement. The Ministry of Health has set a target of 80% of households practicing PHBS for 2019. Meanwhile, in 2016, the achievement of households practicing PHBS in West Java was only 52.5% and was still far from the target that had been set. The results of a survey conducted by students of the 45th class of the Nursing profession in the RW 10 area of Ciwalen Subdistrict showed that the implementation of clean and healthy living behavior was still low, such as having unhealthy living habits, lack of physical activity, having a smoking habit and throwing rubbish into the river. The aim of this activity is to hope that the people of RW 10 Ciwalen Village will have the knowledge and ability to implement household PHBS. This community empowerment activity was attended by 35 residents of RW 10. This implementation was carried out on September 9 and 10 2023. The results of the activity showed that the average knowledge value before the activity was carried out was 51 and after it was carried out it was 69. The conclusion is that there was an increase in community knowledge by 18 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the RW 10 community with support from the Ciwalen sub-district and the Guntur Community Health Center. So that in the end people can implement clean and healthy living habits independently. Keywords: Community, Empowerment, Clean And Healthy Living Behavior.
Penerapan Pola Hidup Sehat Agar Terhindar Dari Diabetes di RW 08 Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Witdiawati, Witdiawati; Shalahuddin, Iwan; Purnama, Dadang; M Noor, Rohmahalia; Luthfiyani, Nida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12981

Abstract

ABSTRAK Diabetes seringkali dikaitkan dengan faktor genetik serta  gaya hidup dan kebiasaan makan yang tidak sehat. Perubahan gaya hidup, seperti berolahraga secara teratur dan menjaga pola makan yang sehat, sangat penting untuk mengobati diabetes. Berbagai upaya pencegahan telah dipublikasikan, dipromosikan, dan direkomendasikan oleh berbagai ahli kesehatan, termasuk kampanye kesadaran masyarakat tentang tes gula darah dan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat. Mengikuti kebiasaan hidup yang sehat dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena diabetes.Kegiatan ini bertujuan  untuk melakukan edukasi pada masyarakat rw 08 tentang  penerapan pola hidup sehat untuk mencegah diabetes . Elemen dasar penatalaksanaan diabetes adalah transformasi gaya hidup, seperti mengikuti diet sehat dan berolahraga secara teratur, termasuk kampanye kesadaran masyarakat tentang tes gula darah dan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode praktek pemeriksaan gula darah dan edukasi. Hasil Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini adalah sebanyak 39 orang. Sebelum dilakukan edukasi dilakukan pre- test dengan skor rata rata nilai 65,3. Setelah dilakukan pemeriksaan gula darah dan edukasi maka dilakukan lagi post-test dimana hasil skor rata rata adalah 90,6. KesimpulanTerdapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikan edukasi sebesar (35,3 poin). Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi tentang penerapan pola hidup sehat agar terhindar dari diabetes. Kata Kunci: Diabetes, Penerapan, Pola Hidup Sehat  ABSTRACT Diabetes is often associated with genetic factors as well as unhealthy lifestyle and eating habits. The basic elements of diabetes management are lifestyle changes, such as eating right and exercising regularly. Various prevention efforts have been published, promoted and recommended by various health experts, including public awareness campaigns about blood sugar testing and education about the importance of a healthy lifestyle, a healthy lifestyle can help reduce the risk of developing diabetes. Objective to increase the knowledge of the RW 08 community about implementing a healthy lifestyle to avoid diabetes. The basic elements of diabetes management are lifestyle changes, such as eating right and exercising regularly, including public awareness campaigns about blood sugar testing and education about the importance of a healthy lifestyle can help reduce the risk of developing diabetes. The method used in this community service activity is the practical method of checking blood sugar and education. Results The number of participants who took part in this service activity was 39 people. Before the education was carried out, a pre-test was carried out with an average score of 65.3. After checking blood sugar and education, another post-test was carried out where the average score was 90.6. There is an increase in knowledge after being given education by (35.3 points). There is an increase in knowledge after education about diseases, implementing a healthy lifestyle to avoid diabetes. Keywords: Diabetes, Application, Healthy Lifestyle
Pendidikan Kesehatan tentang Penerapan Ergonomis Tubuh dan Peregangan untuk Mencegah Terjadinya Cedera Saat Bekerja Shalahuddin, Iwan; Purnama, Dadang; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14289

Abstract

ABSTRAK Risiko cedera pada pekerja berhubungan dengan kurangnya pengetahuan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja di tempat mereka bekerja belum memiliki SOP yang harus dilakukan, pegawai mengalami masalah sendi dan nyeri tulang seperti pegal-pegal, nyeri punggung, dan nyeri pinggang sebanyak 3 orang (60%), sebagian kecil pekerja sering bertugas mengangkat barang yaitu sebanyak 2 orang (40%) dengan berat beban 5-10 kg, para pekerja mengatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan mengenai keselamatan kerja. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengenalkan pemilik dan pegawai terkait masalah kesehatan dan lingkungan yang ada di home industri, terutama posisi ergonomis dalam bekerja. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan lapangan dan pendekatan teoritis, Pendekatan upaya pencegahan dengan penggunaan tiga level pencegahan, yaitu: Pencegahan Primer, sekunder dan tertier. Hasil, Kegiatan Survey Mawas Diri untuk pekerja Home Industry ini dilaksanakan pada tanggal 15 September 2023 yang berlangsung di Home Industry Roemah Parti yang bertempat di Kelurahan Ciwalen RW 1 Kelurahan Ciwalen. Hasil pengukuran didistribusikan berdasarkan jumlah jawaban benar peserta yang mengikuti pendidikan kesehatan. Nilai rata-rata untuk pre- test adalah 4,2 dan post-test 5. Pengkategorian data dibagi menjadi dua yaitu skor < rata-rata = pengetahuan kurang dan skor ≥ rata-rata = pengetahuan baik.   Kesimpulan Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada para pekerja terkait dengan permasalahan-permasalahn tersebut, didapatkan bahwa pengetahuan para pekerja meningkat dan mampu mengenal masalah kesehatan yang ditandai dengan hasil evaluasi para pegawai yang menunjukkan peningkatan dan lebih baik setelah diberikan pendidikan kesehatan. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Resiko Kerja, Ergonomi, Home Industri  ABSTRACT The risk of injury to workers is related to the lack of knowledge of workers about occupational health and safety where they work does not have SOPs that must be done, employees experience joint problems and bone pain such as aches, back pain, and low back pain as many as 3 people (60%), a small number of workers are often tasked with lifting goods, namely as many as 2 people (40%) with a load weight of 5-10 kg,  Workers said they had never received counseling on occupational safety.  The purpose of this service is to introduce owners and employees to health and environmental issues that exist in the home industry, especially ergonomic positions at work. This method of implementing service uses two approaches, namely a field approach and a theoretical approach, a prevention effort approach with the use of three levels of prevention, namely: primary, secondary and tertiary prevention. As a result, this introspective survey activity for Home Industry workers was carried out on September 15, 2023 which took place at Roemah Parti Home Industry located in Ciwalen RW 1 Village, Ciwalen Village. The measurement results are distributed based on the number of correct answers of participants who attend health education. The average score for pre-test was 4.2 and post-test 5. Data categorization is divided into two, namely average < score = less knowledge and average ≥ score = good knowledge. Conclusion After conducting health education activities for workers related to these problems, it was found that the knowledge of workers increased and was able to recognize health problems marked by the results of employee evaluations that showed improvement and better after being given health education      Keywords: Health Promotion, Work Risk, Ergonomics, Home Industry
Edukasi Pentingnya Pemberian Asi Eklusif dan Pemantauan Rutin di Posyandu Mampu Mencegah Anak Dari Stunting pada Ibu yang Memiliki Bayi dan Balita di RW 20 Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14855

Abstract

ABSTRAK Siklus hidup manusia bergantung pada gizi. Pada ibu hamil, kekurangan gizi dapat menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) dan penurunan kecerdasan. Antara usia 0 hingga 24 bulan, seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat yang disebut masa emas dan kritis. Masa emas (golden age) dapat terwujud apabila pada masa bayi anak mendapat asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembangnya secara optimal. Stunting merupakan permasalahan gizi yang dialami balita akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama. Indonesia merupakan negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di Kawasan Asia Tenggara (SEAR). Stunting berdampak pada perkembangan kognitif, motorik, dan verbal anak yang tidak optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi ibu bayi dan balita tentang pentingnya ASI eksklusif dan pemantauan rutin di posyandu untuk mencegah anak stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita serta kader Posyandu Kecamatan Kota Wetan Puskesmas Guntur, serta dibantu oleh 6 orang mahasiswa Unpad yang melakukan tahapan komunitas. Rata-rata skor pre-test yang diperoleh sebesar 64 poin dan rata-rata skor post-test sebesar 78 poin yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 14 poin setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang “Pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu”. yang mampu meningkatkan pengetahuan Ibu untuk mencegah anak stunting di RW 20 Kota Wetan Kabupaten Garut.” Terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu. Kata Kunci: Pendidikan, Ibu, Bayi Stunting  ABSTRACT The human life cycle depends on nutrition. In pregnant women, malnutrition can cause low birth weight (LBW) and decreased intelligence. Between 0 and 24 months, a person experiences rapid growth and development called the golden and critical period. The golden age can be realized if in infancy children receive appropriate nutritional intake for optimal growth and development. Stunting is a nutritional problem experienced by toddlers due to a lack of nutritional intake over a long period. Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia Region (SEAR). Stunting impacts children's cognitive, motor, and verbal development which is not optimal. This activity aims to educate mothers of babies and toddlers about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at posyandu to prevent children from stunting. The method used in this activity is lecture and discussion. This activity was attended by 25 mothers with babies and toddlers as well as Posyandu cadres from Kota Wetan District, Guntur Health Center, and assisted by 6 Unpad students who carried out community stages. The average pre-test score obtained was 64 points and the average post-test score was 78 points, which shows an increase in knowledge of 14 points after health education was carried out about "The importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu" which was able to improve Mothers' knowledge to prevent children from stunting in RW 20, Kota Wetan, Garut Regency." There is an increase in mothers' knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu. Keywords: Education, Mother, Stunting Baby
Co-Authors Aat Sriati Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Akfini Husnul Khotimah Amira, Iceu Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Arum Rukmasari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Dadang Purnama Desy Indra Yani efri widianti Ema Arum Rukmasari Fajari, Salsabila Furkon Nurhakim Gusgus Graha R Handayani, Eriska Nur Hartiah Haroen Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira DA Iis Yulianti Indra Maulana Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Jani, Devi Triana Karin Natasha Angela Khaerunnisa, Milda Kosim Kosim Kosim Kosim Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman, Mamat Muhamad Gustaf Al Fajar Mulya, Adelse Prima Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Nurrahmawati, Devi R, Ema Arum Raini Diah Susanti, Raini Diah Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalian M. Noor Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Selviya, Devi Setiawan Setiawan Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sopyanti, Yupira Dera Sri Purnama Alam Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suryadi, Ardiansyah Ekaputra Titin Sutini, Titin Tuti Fahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Ujang Khaerullah Ujang Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yuli Yuliana Yuliana Sri Rahayu Yupira Dera Sopyanti Yuppi Rosmala Sari