Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kiaracondong Bandung Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Dadang Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10115

Abstract

ABSTRAK Penyakit COVID-19 adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Kondisi tersebut menjadi acuan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan serta mematuhi protokol kesehatan. Namun kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat yang belum melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 secara maksimal. Masih banyak masyarakat yang melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 karena alasanan takut dirazia. Hal tersebut dimungkinkan karena pengetahuan masyarakat tentang pencegahan COVID-19 masih belum merata. Melihat kondisi tersebut berakibat pada jumlah kasus teridentifikasi Covid 19 terus meningkat diberbagai daerah termasuk di Kelurahan Babakan Sari wilayah kerja Puskesmas Kiara Condong Bandung. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 di Wilayah kerja Puskesmas Kiara Condong. Rancangan kegiatannya adalah melakukan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan kegiatan sebesar 76,8 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan kegiatan sebesar 98,2. Ada peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 21,4 point. Diharapkan setelah selesai pandemi COVID-19 akan menjadi program keberlanjutan masyarakat sebagai upaya promotif dan preventif terhadap pencegahan COVID-19 secara mandiri. Kata Kunci: Pengetahuan, Pemberdayaan Masyarakat, Pencegahan COVID-19  ABSTRACT COVID-19 disease is a new type of disease that has never been identified before in humans. In severe cases of COVID-19 it can cause pneumonia, acute respiratory syndrome, kidney failure and even death. This condition is a reference for the community to make prevention efforts and comply with health protocols that have been determined by the government. However, the reality on the ground is that there are still many people who have not fully implemented the COVID-19 health protocol. There are still many people who implement health protocols to prevent COVID-19 for fear of being raided. This is possible because public knowledge about COVID-19 prevention is still uneven. Seeing these conditions has resulted in the number of identified cases of Covid 19 continuing to increase in various regions, including in the Babakan Sari Village, the work area of the Kiara Condong Health Center, Bandung. The purpose of this activity is expected to be able to increase public knowledge in preventing COVID-19 in the working area of the Kiara Condong Health Center. The design of the activity is to empower the community in preventing COVID-19. The results of the activity show that the average value of knowledge before carrying out activities is 76.8 and the average value of knowledge after carrying out activities is 98.2. There is an average increase in the value of knowledge of 21.4 points. It is hoped that after the COVID-19 pandemic is over, it will become a community sustainability program as a promotive and preventive effort to prevent COVID-19 independently. Keywords: Knowledge, Community Empowerment, Prevention of COVID-19
Pasien dengan Ulkus Diabetes yang Dirawat di Rumat Bekasi Memiliki Kualitas Hidup yang Baik Karin Natasha Angela; Tuti Fahria; Nina Sumarni
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.973 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i2.860

Abstract

Ulkus dapat mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan manusia. Karakteristik ulkus diabetes seperti sukar sembuh, nyeri dan berbau dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup  pasien dengan ulkus diabetes di Rumah Rawat Luka di Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif dengan pendekatan Cross Sectional. Untuk mengukur tingkat kualitas hidup pada pasien dengan ulkus diabetes ini menggunakan instrumen Diabetic Foot Ulcer Scale – Short Form. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan ulkus diabetes melitus yang melakukan perawatan  di Rumah Rawat Luka (RUMAT) di Bekasi. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Analisis ini melihat karakteristik dari variabel yang dilihat berdasarkan skor total, mean dan standar deviasi yang menghasilkan tingkat kualitas hidup buruk, cukup dan baik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pasien dengan ulkus diabetes di RUMAT memiliki kualitas hidup yang baik, dengan karakteristik lebih banyak pria, aktif bekerja, sudah menikah dan tinggal bersama pasangan hidup dan anak, memiliki riwayat DM >5 tahun dengan nilai GDS ≤200mm/dL, riwayat ulkus <1 tahun. Berdasarkan  hasil penelitian, tenaga kesehatan khususnya perawat yang memberikan perawatan langsung kepada pasien harus memperhatikan domain-domain kehidupan dalam memberikan perawatan yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien dan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya memperhatikan kualitas hidup
Pembentukan UKS dan Pelatihan Dokter Kecil Pada Siswa-Siswi di SDN 1-2 Sukamenteri Garut Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Dadang Purnama; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12224

Abstract

ABSTRAK Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan, menumbuhkan, mengembangkan, serta meningkatkan kemampuan hidup sehat dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta derajat kesehatan  peserta  didik  melalui  pelaksanaan  Trias  UKS.  Program  UKS  disusun sebagai program yang berkesinambungan, yakni dapat berkelanjutan setiap tahunnya. Oleh karena itu, sekolah harus membentuk Tim Pelaksana UKS dan memasukkan rencana kerja UKS. Upaya UKS dilakukan lewat Trias UKS, yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat. Tujuanya adalah Terciptanya ruang UKS sebagai pusat tim pelaksana UKS dalam menyusun, melaksanakan, monitoring, dan evaluasi dari program UKS yang ada serta terbentuknya dokter kecil di dekolah. Metode yang digunakan melalui Kegiatan survei atau pengisian kuesioner ini, diperuntukkan untuk mencapai perubahan perilaku yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan pelatihan dokter kecil. Hasil PPM  pelaksanaan pelatihan dokter kecil dengan mengundang pemateri dari pihak UPT Puskesmas Guntur. Pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yaitu dari hari Kamis-sabtu, tangga; 23-25 Februari 2023, meliputi: Pengenalan UKS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Mata dan Telinga, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA),  Pencegahan Penyakit Menular, Kesehatan Gigi dan Mulut dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta diakhir ddengan Pelantikan  dokter  kecil  dari  SDN  1  dan  2 Sukamentri oleh Ibu Kepala UPT Puskesmas Guntur.  Kesimpulan Keberadaan UKS di sekolah dasar dan dokter kecil sangat penting dalam rangka menjaga kesehatan warga sekolahnya. Selain UKS, tim pelaksana UKS juga penting agar program UKS tersebut  dapat  terus  berjalan  kedepannya.  Dengan  demikian,  salah  satu  langkah  kegiatan UKS dan dokter kecil  diharapkan  dapat  menjadi  awal  yang  baik  agar kualitas kesehatan SDN 1 dan 2 sukamentri menjadi lebih baik lagi. Kata Kunci: Dokter Kecil, Pembentukan, Pelatihan, Siswa, UKS  ABSTRACT School Health Business (UKS) is an effort of the education unit in instilling, growing, developing, and improving healthy living skills with the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), as well as the degree of health of students through the implementation of the UKS Triad.  The UKS program is structured as a sustainable program, which can be sustainable every year. Therefore, schools must form a UKS Implementation Team and include a UKS work plan. UKS efforts are carried out through the UKS Triad, namely Health Education, Health Services and Healthy School Environment Development. The goal is the creation of a UKS room as the center of the UKS implementation team in compiling, implementing, monitoring, and evaluating existing UKS programs and the formation of small doctors in the dekolah. The methods used through this survey activity or filling out questionnaires, are intended to achieve behavior change that initially did not know to know and training small doctors. The results of PPM implementation of small doctor training by inviting speakers from the UPT Puskesmas Guntur. The training was held for 3 (three) days, namely from Thursday-Saturday, stairs; February 23-25, 2023, including: Introduction to UKS, Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), Eye and Ear Health, Narcotics, Psychotropics, and Other Addictive Substances (NAPZA), Prevention of Infectious Diseases, Dental and Oral Health and First Aid in Accidents (P3K) and ended with the inauguration of small doctors from SDN 1 and 2 Sukamentri by the Head of UPT Puskesmas Guntur.  Conclusion The existence of UKS in elementary schools and small doctors is very important in order to maintain the health of their school residents. In addition to UKS, the UKS implementation team is also important so that the UKS program can continue to run in the future.  Thus, one of the steps of UKS and small doctor activities is expected to be a good start so that the quality of health at SDN 1 and 2 Sukamentri becomes even better.  Keywords: Little Doctor, Formation, Training, Students, UKS
Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas pada Remaja Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Aat Sriati; Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12010

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-maslah, sala satunya pergaulan bebas.  Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pergaulan bebas pada siswa  kelas 11 di SMAN Jatinangor.  Dengan  penyuluhan Kesehatan kepada para siswa  dan diskusi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa  tentang pergaulan bebas pada remaja dilihat dari hasil pre dan post test.  Berdasarkan evaluasi proses yang meliputi keantusiasan dan peran serta peserta, serta evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi awal dan evaluasi akhir, didapatkan bahwa tingkat pemahaman peserta mengenai pergaulan bebas meningkat. Hal tersebut kemungkinan besar dipengaruhi secara positif oleh pemilihan landasan teori, pemilihan metode, dan penyesuaian sesuai perkembangan siswa yang telah penulis lakukan dalam pendidikan kesehatan ini. Kata Kunci: Edukasi, Pergaulan Bebas, Remaja  ABSTRACT Teenager is a period when an individual experiences a transition from one stage to the next and experiences changes in both emotions, body, interests, behavior patterns, and is also full of problems, one of which is promiscuity. To increase knowledge about promiscuity in grade 11 students at SMAN Jatinangor. With health counseling to students and discussion. There is an increase in students' knowledge about promiscuity in adolescents seen from the results of the pre and post tests. Based on the process evaluation which included the enthusiasm and participation of the participants, as well as the learning evaluation which included the initial evaluation and the final evaluation, it was found that the participants' level of understanding about promiscuity increased. This is most likely influenced positively by the choice of theoretical basis, selection of methods, and adjustments according to student development that the author has done in this health education. Keywords: Education, Promiscuity, Teenager
Health Education for Mothers With Stunting Toddlers About Supplementary Feeding (PMT) in RW 01 Wetan City Village Sub-District Garut Kota Dadang Purnama; Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Nina Sumarni; Witdiawati
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i4.3953

Abstract

Stunting is not a minor issue; according to World Bank study, losses owing to stunting range between 3 and 11% of GDP. Economic losses due to stunting in Indonesia are projected to be Rp. 300 T-Rp. 1,210 T per year, with a GDP of Rp. 11000 trillion. The money lost is due to the government having to spend additional funds on noncommunicable disease health insurance and addressing stunting instances. Education's goal is to increase knowledge and support stunting prevention behavior in order to lower stunting rates and prevent the appearance of new stunting cases. Learn more about the challenges faced by the residents of RW 01 Babakan Abid Wetan City in their attempts to avoid and overcome stunting. The lecture technique, question and answer, discussion, and demonstration are all used. The health counseling efforts resulted in roughly 33 women with toddlers. When the content was presented, the therapy participants appeared ecstatic. Participants happily participated in the therapy because it was done in an entertaining way. The counselling activity was beneficial since the participants paid close attention to the information offered. This is demonstrated by the amount of participants that want to answer questions during the question and answer session. Participants willingly participated in the counselling because it was done in a nice face-to-face setting. The counseling activity was beneficial since the participants paid close attention to the information offered regarding Supplementary feeding to prevent stunting.
Prevention Efforts of Sexual Violence in Students at SMPN 1 Jatinangor Nina Sumarni; Udin Rosidin; Iceu Amira DA; Hendrawati
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i4.4045

Abstract

The increase cases of sexual violence, especially against teenagers, is a serious issue that requires immediate attention and action. The impact of sexual violence on teenagers can be very damaging, both physically and psychologically. To overcome this problem, a holistic approach is needed, one of which is by education. This educational activity aims to provide teenagers with a better understanding of the signs of sexual violence, and how to report it. It is hoped that this education will trigger awareness and change behavior so that teenagers can protect themselves.This method of socializing educational activities can be carried out through lectures and questions and answers at schools or youth communities. An interactive and informative approach is very important to make participants actively involved in the learning process. The number of participants who attended this activity was 31 students, both male and female. The results of this educational activity were measured by evaluating participants' knowledge before and after the education, the previous score was only 62 and after the education it increased to 84, where there was an increase in knowledge of 22 points after the activity.top of form teenagers
Pengaruh Asuhan Keperawatan Keluarga terhadap status gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Garut Nina Sumarni; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati; Witdiawati Witdiawati; Arum Rukmasari; Arum Rukmasari
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i2.825

Abstract

Kualitas  sumber daya manusia sangat erat terkait erat dengan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan gizi seimbang, pemenuhan gizi seimbang diperlukan sejak janin sampai usia lima tahun karena masa ini merupakan masa rawan bagi anak.Anak dengan status gizi kurang sebaiknya mendapat perhatian dari  petugas kesehatan agar tidak terjadi gizi buruk.Untuk keberhasilan perawatan balita gizi kurang ditingkat rumah tangga diperlukan partisifasi dari petugas kesehatan dengan memberikan bimbingan, bantuan  dan pendampingan bagi keluarga melalui kunjungan petugas dan  memafaatkan potensi keluarga dalam pemecahan masalah.Adapun Jumlah Balita diwilayah ini  3.160 orang dan 325 orang mengalami gizi kurang. Tujuan mengetahui pengaruh asuhan keperawatan keluarga terhadap status  gizi Balita        Rancangan penelitian dengan quasi ekperimental Besaran sampel 66 orang, kelompok perlakuan 66 orang, kelompok kontrol 65 ,asuhan  dilakukan  satu bulan.Hasil Penelitian pada analisi univariat variabel pengetahuan setelah perlakuan 40% sangat baik. Sikap 17% kurang mendukung. Status gizi 66 Balita gizi kurang setelah perlakuan satu bulan 23 Balita status gizinya menjadi baik,Perubahan status gizi  pada kelompok perlakuan rata-rata meningkat 0,23 dari Z-skor semula,  dan kelompok kontrol  meningkat 0,04 dari Z–skor semula.Kesimpulan melalui asuhan kepewatan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap tetapi status gizi peningkatan tidak signifikan karenakan waktu yang kurang.. Kata kunci:Asuhan, Balita,Gizi kurang
Pengaruh Asuhan Keperawatan Keluarga terhadap status gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Garut Nina Sumarni; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati; Witdiawati Witdiawati; Arum Rukmasari; Arum Rukmasari
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i2.825

Abstract

Kualitas  sumber daya manusia sangat erat terkait erat dengan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan gizi seimbang, pemenuhan gizi seimbang diperlukan sejak janin sampai usia lima tahun karena masa ini merupakan masa rawan bagi anak.Anak dengan status gizi kurang sebaiknya mendapat perhatian dari  petugas kesehatan agar tidak terjadi gizi buruk.Untuk keberhasilan perawatan balita gizi kurang ditingkat rumah tangga diperlukan partisifasi dari petugas kesehatan dengan memberikan bimbingan, bantuan  dan pendampingan bagi keluarga melalui kunjungan petugas dan  memafaatkan potensi keluarga dalam pemecahan masalah.Adapun Jumlah Balita diwilayah ini  3.160 orang dan 325 orang mengalami gizi kurang. Tujuan mengetahui pengaruh asuhan keperawatan keluarga terhadap status  gizi Balita        Rancangan penelitian dengan quasi ekperimental Besaran sampel 66 orang, kelompok perlakuan 66 orang, kelompok kontrol 65 ,asuhan  dilakukan  satu bulan.Hasil Penelitian pada analisi univariat variabel pengetahuan setelah perlakuan 40% sangat baik. Sikap 17% kurang mendukung. Status gizi 66 Balita gizi kurang setelah perlakuan satu bulan 23 Balita status gizinya menjadi baik,Perubahan status gizi  pada kelompok perlakuan rata-rata meningkat 0,23 dari Z-skor semula,  dan kelompok kontrol  meningkat 0,04 dari Z–skor semula.Kesimpulan melalui asuhan kepewatan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap tetapi status gizi peningkatan tidak signifikan karenakan waktu yang kurang.. Kata kunci:Asuhan, Balita,Gizi kurang
Peran keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa: A scoping review Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Nina Sumarni; Udin Rosidin; Indra Maulana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 7 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i7.12741

Abstract

Background: Mental disorders often occur in society and are diseases characterized by disturbed emotions, behavior and thoughts that are not logically related. The family is the smallest unit in society and plays a very important role in the healing process for clients with mental disorders. Family experiences in caring for clients with mental disorders often face problems of anxiety, confusion, and daily parenting difficulties.Purpose: To determine the role of the family in caring for people with mental disorders, it is necessary to have a new review that discusses evidence based on the role of the family in caring for people with mental disorders.Method: This research uses a scoping review design which aims to explore the role of the family in providing care for family members with mental disorders. The year range used in searching for scientific articles was 10 years (2013-2022), and researchers used the PRISMA flow diagram study selection guide to assess the quality of research articles.Results: The results of a search for articles regarding the role of the family in caring for ODGJ, found 4 articles discussing the role of the family in caring for ODGJ, 6 articles discussing the burden on families caring for ODGJ, 1 article discussing family burden factors in caring for ODGJ, and 4 articles discussing the support provided necessary to improve the quality of life of families caring for ODGJ.Conclusion: There are many roles for families in caring for ODGJ and there are various useful applications in families to improve care for ODGJ.Keywords: Family; Mental Disorders; Roles.Pendahuluan: Gangguan jiwasering terjadi di masyarakat dan merupakan penyakityang ditandai dengan emosi, perilaku dan pikiran terganggu yang tidak berhubungan secara logis. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat,dan sangatberperan dalam proses penyembuhan klien dengan gangguan jiwa. Pengalaman Keluarga dalammerawat klien gangguan kejiwaan sering menghadapi dengan masalahkecemasan, kebingungan dan kesulitan pengasuhan sehari-hari.Tujuan: Untuk mengetahui peran keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa, diperlukan adanya suatu review terbaru yang membahas tentang evidence based terkait peran keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa.Metode: Penelitian ini menggunakan desain scoping review yang bertujuan untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam pemberian perawatan bagi anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rentang tahun yang digunakan dalam pencarian artikel ilmiah adalah 10 tahun (2013-2022), dan peneliti menggunakan panduan penyeleksian studi PRISMA flow diagram untuk melakukan penilaian kualitas artikel penelitian.Hasil: Penelusuran artikel mengenai peran keluarga dalam merawat ODGJ, didapatkan 4 artikel yang membahas peran keluarga dalam merawat ODGJ, 6 artikel membahas beban keluarga yang merawat ODGJ, 1 artikel yang membahas faktor beban keluarga dalam merawat ODGJ, dan 4 artikel yang membahas dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga yang merawat ODGJ.Simpulan: Banyak peran keluarga dalam merawat ODGJ dan adanya berbagai penerapan yang berguna dalam keluarga untuk meningkatkan perawatan pada ODGJ.
Upaya Peningkatan Kesehatan Jiwa Lansia Melalui Deteksi Dini dan Edukasi Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12578

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa merupakan bagian yang penting dalam kesehatan manusia secara keseluruhan. Individu dengan jiwa yang sehat mampu untuk menangani tekanan hidup, menyadari kemampuan dirinya, dapat melakukan kegiatan dan pekerjaan sehari-harinya dengan baik, serta dapat memberikan kontribusi yang positif kepada komunitasnya. Pengabdian Pada Masyarakat (PPM)  ini adalah untuk mengetahui  upaya peningkatan kesehatan jiwa  lansia melalui deteksi dini dan edukasi di Kelurahan Lebakjaya. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyebaran kuesioner SRQ-20 dan Edukasi. Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai Kesehatan jiwa dan cara penanganannya,  pelaksanaan. Diskusi ini memberikan wadah bagi para lansia untuk membagikan keluh kesahnya dan menurunkan perasaan kesepian yang dialaminya. Kata Kunci: Lansia, Kesehatan Jiwa, Penyuluhan  ABSTRACT Mental health is an important part of overall human health. Individuals with a healthy soul are able to handle the pressures of life, realize their abilities, can carry out their daily activities and work well, and can make a positive contribution to their community. This Community Service (PPM) is to find out efforts to improve the mental health of the elderly through early detection and education in the Lebakjaya Village. The method used in this service is the distribution of SRQ-20 and Education questionnaires. After counseling, there was an increase in knowledge about mental health and how to handle it, implementation. This discussion provides a forum for the elderly to share their complaints and reduce the feelings of loneliness they experience. Keywords: Elderly, Mental Health, Counseling
Co-Authors Aat Sriati Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ai Mardhiyah Akfini Husnul Khotimah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani AR, Ayu Sri Rahayu Ardiansyah Ekaputra Suryadi Ariyani, Anggi Putri Arum Rukmasari Cahya Widyarahayu Darmawan Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Efri Widianti Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Fajari, Salsabila Furkon Nurhakim Gusgus Graha R Handayani, Eriska Nur Hartiah Haroen Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Iceu Amira DA Iis Yulianti Indra Maulana Indra Maulana Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Shalahudin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Jani, Devi Triana Karin Natasha Angela Khaerunnisa, Milda Komara, Ghina Aulia Kosim Kosim Kosim Kosim Lilis Mamuroh Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman Muhamad Gustaf Al Fajar Mulya, Adelse Prima Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Nurrahmawati, Devi R, Ema Arum Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Selviya, Devi Setiawan Setiawan Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sopyanti, Yupira Dera Sri Purnama Alam Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Titin Sutini Tuti Fahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Ujang Khaerullah Ujang Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yanti Hermayanti Yuli Yuliana Yuliana Sri Rahayu Yupira Dera Sopyanti Yuppi Rosmala Sari