Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas pada Remaja Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Aat Sriati; Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12010

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-maslah, sala satunya pergaulan bebas.  Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pergaulan bebas pada siswa  kelas 11 di SMAN Jatinangor.  Dengan  penyuluhan Kesehatan kepada para siswa  dan diskusi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa  tentang pergaulan bebas pada remaja dilihat dari hasil pre dan post test.  Berdasarkan evaluasi proses yang meliputi keantusiasan dan peran serta peserta, serta evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi awal dan evaluasi akhir, didapatkan bahwa tingkat pemahaman peserta mengenai pergaulan bebas meningkat. Hal tersebut kemungkinan besar dipengaruhi secara positif oleh pemilihan landasan teori, pemilihan metode, dan penyesuaian sesuai perkembangan siswa yang telah penulis lakukan dalam pendidikan kesehatan ini. Kata Kunci: Edukasi, Pergaulan Bebas, Remaja  ABSTRACT Teenager is a period when an individual experiences a transition from one stage to the next and experiences changes in both emotions, body, interests, behavior patterns, and is also full of problems, one of which is promiscuity. To increase knowledge about promiscuity in grade 11 students at SMAN Jatinangor. With health counseling to students and discussion. There is an increase in students' knowledge about promiscuity in adolescents seen from the results of the pre and post tests. Based on the process evaluation which included the enthusiasm and participation of the participants, as well as the learning evaluation which included the initial evaluation and the final evaluation, it was found that the participants' level of understanding about promiscuity increased. This is most likely influenced positively by the choice of theoretical basis, selection of methods, and adjustments according to student development that the author has done in this health education. Keywords: Education, Promiscuity, Teenager
Pengaruh Asuhan Keperawatan Keluarga terhadap status gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Garut Nina Sumarni; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati; Witdiawati Witdiawati; Arum Rukmasari; Arum Rukmasari
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i2.825

Abstract

Kualitas  sumber daya manusia sangat erat terkait erat dengan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan gizi seimbang, pemenuhan gizi seimbang diperlukan sejak janin sampai usia lima tahun karena masa ini merupakan masa rawan bagi anak.Anak dengan status gizi kurang sebaiknya mendapat perhatian dari  petugas kesehatan agar tidak terjadi gizi buruk.Untuk keberhasilan perawatan balita gizi kurang ditingkat rumah tangga diperlukan partisifasi dari petugas kesehatan dengan memberikan bimbingan, bantuan  dan pendampingan bagi keluarga melalui kunjungan petugas dan  memafaatkan potensi keluarga dalam pemecahan masalah.Adapun Jumlah Balita diwilayah ini  3.160 orang dan 325 orang mengalami gizi kurang. Tujuan mengetahui pengaruh asuhan keperawatan keluarga terhadap status  gizi Balita        Rancangan penelitian dengan quasi ekperimental Besaran sampel 66 orang, kelompok perlakuan 66 orang, kelompok kontrol 65 ,asuhan  dilakukan  satu bulan.Hasil Penelitian pada analisi univariat variabel pengetahuan setelah perlakuan 40% sangat baik. Sikap 17% kurang mendukung. Status gizi 66 Balita gizi kurang setelah perlakuan satu bulan 23 Balita status gizinya menjadi baik,Perubahan status gizi  pada kelompok perlakuan rata-rata meningkat 0,23 dari Z-skor semula,  dan kelompok kontrol  meningkat 0,04 dari Z–skor semula.Kesimpulan melalui asuhan kepewatan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap tetapi status gizi peningkatan tidak signifikan karenakan waktu yang kurang.. Kata kunci:Asuhan, Balita,Gizi kurang
Pengaruh Asuhan Keperawatan Keluarga terhadap status gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Garut Nina Sumarni; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati; Witdiawati Witdiawati; Arum Rukmasari; Arum Rukmasari
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i2.825

Abstract

Kualitas  sumber daya manusia sangat erat terkait erat dengan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan gizi seimbang, pemenuhan gizi seimbang diperlukan sejak janin sampai usia lima tahun karena masa ini merupakan masa rawan bagi anak.Anak dengan status gizi kurang sebaiknya mendapat perhatian dari  petugas kesehatan agar tidak terjadi gizi buruk.Untuk keberhasilan perawatan balita gizi kurang ditingkat rumah tangga diperlukan partisifasi dari petugas kesehatan dengan memberikan bimbingan, bantuan  dan pendampingan bagi keluarga melalui kunjungan petugas dan  memafaatkan potensi keluarga dalam pemecahan masalah.Adapun Jumlah Balita diwilayah ini  3.160 orang dan 325 orang mengalami gizi kurang. Tujuan mengetahui pengaruh asuhan keperawatan keluarga terhadap status  gizi Balita        Rancangan penelitian dengan quasi ekperimental Besaran sampel 66 orang, kelompok perlakuan 66 orang, kelompok kontrol 65 ,asuhan  dilakukan  satu bulan.Hasil Penelitian pada analisi univariat variabel pengetahuan setelah perlakuan 40% sangat baik. Sikap 17% kurang mendukung. Status gizi 66 Balita gizi kurang setelah perlakuan satu bulan 23 Balita status gizinya menjadi baik,Perubahan status gizi  pada kelompok perlakuan rata-rata meningkat 0,23 dari Z-skor semula,  dan kelompok kontrol  meningkat 0,04 dari Z–skor semula.Kesimpulan melalui asuhan kepewatan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap tetapi status gizi peningkatan tidak signifikan karenakan waktu yang kurang.. Kata kunci:Asuhan, Balita,Gizi kurang
Peran keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa: A scoping review Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Nina Sumarni; Udin Rosidin; Indra Maulana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 7 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i7.12741

Abstract

Background: Mental disorders often occur in society and are diseases characterized by disturbed emotions, behavior and thoughts that are not logically related. The family is the smallest unit in society and plays a very important role in the healing process for clients with mental disorders. Family experiences in caring for clients with mental disorders often face problems of anxiety, confusion, and daily parenting difficulties.Purpose: To determine the role of the family in caring for people with mental disorders, it is necessary to have a new review that discusses evidence based on the role of the family in caring for people with mental disorders.Method: This research uses a scoping review design which aims to explore the role of the family in providing care for family members with mental disorders. The year range used in searching for scientific articles was 10 years (2013-2022), and researchers used the PRISMA flow diagram study selection guide to assess the quality of research articles.Results: The results of a search for articles regarding the role of the family in caring for ODGJ, found 4 articles discussing the role of the family in caring for ODGJ, 6 articles discussing the burden on families caring for ODGJ, 1 article discussing family burden factors in caring for ODGJ, and 4 articles discussing the support provided necessary to improve the quality of life of families caring for ODGJ.Conclusion: There are many roles for families in caring for ODGJ and there are various useful applications in families to improve care for ODGJ.Keywords: Family; Mental Disorders; Roles.Pendahuluan: Gangguan jiwasering terjadi di masyarakat dan merupakan penyakityang ditandai dengan emosi, perilaku dan pikiran terganggu yang tidak berhubungan secara logis. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat,dan sangatberperan dalam proses penyembuhan klien dengan gangguan jiwa. Pengalaman Keluarga dalammerawat klien gangguan kejiwaan sering menghadapi dengan masalahkecemasan, kebingungan dan kesulitan pengasuhan sehari-hari.Tujuan: Untuk mengetahui peran keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa, diperlukan adanya suatu review terbaru yang membahas tentang evidence based terkait peran keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa.Metode: Penelitian ini menggunakan desain scoping review yang bertujuan untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam pemberian perawatan bagi anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rentang tahun yang digunakan dalam pencarian artikel ilmiah adalah 10 tahun (2013-2022), dan peneliti menggunakan panduan penyeleksian studi PRISMA flow diagram untuk melakukan penilaian kualitas artikel penelitian.Hasil: Penelusuran artikel mengenai peran keluarga dalam merawat ODGJ, didapatkan 4 artikel yang membahas peran keluarga dalam merawat ODGJ, 6 artikel membahas beban keluarga yang merawat ODGJ, 1 artikel yang membahas faktor beban keluarga dalam merawat ODGJ, dan 4 artikel yang membahas dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga yang merawat ODGJ.Simpulan: Banyak peran keluarga dalam merawat ODGJ dan adanya berbagai penerapan yang berguna dalam keluarga untuk meningkatkan perawatan pada ODGJ.
Edukasi Kendalikan Tekanan Darah dengan Menerapkan Gaya Hidup Sehat di RW 11 Kelurahan Sukamentri Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Sumarna, Umar; Shalahhudin, Iwan; R, Ema Arum; Noor, Rohmahallia M
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Faktor-faktor penyebab tekanan darah tinggi diantaranya umur, jenis kelamin, keturunan, merokok, asupan garam berlebih, konsumsi lemak, minyak goreng bekas, kebiasaan minum alkohol, berat badan berlebih,  aktivitas fisik kurang, stres dan penggunaan estrogen. Semua ini terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat.  Faktor resiko tersebut dapat dihindari dengan melakukan upaya-upaya preventif diantaranya dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti minum obat rutin dan kontrol tekanan darah. Melalui pengendalian gaya hidup sehat adalah satu modalitas penting untuk mengontrol penyakit hipertensi. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kendalikan tekanan darah dengan menerapkan gaya hidup sehat di RW 11 Kelurahan Garut. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat RW 11 Kelurahan Sukamentri Garut baik yang menderita tekanan darah tinggi maupun yang tidak. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat RW 11 Kelurahan Sukamentri Garut sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 22 point. Nilai pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan terkecil 31 dan terbesar 78 dan nilai pengetahuan setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan terkecil 79 dan terbesar 100. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang gaya hidup sehat mampu kendalikan tekanan darah.Abstract: Factors that cause high blood pressure include age, gender, family history, smoking, excess salt intake, saturated fat, used cooking oil, alcohol drinking habits, excess weight, lack of physical activity, stress and use of estrogen. Unhealthy lifestyle. These risk factors can be avoided by taking preventive measures, including by implementing a healthy lifestyle, such as taking regular medication and controlling blood pressure. Through controlling a healthy lifestyle, is an important modality to control hypertension. The purpose of this activity is to increase public knowledge about Controlling Blood Pressure by Implementing a Healthy Lifestyle in RW 11 Sukamentri, Garut. The method used to achieve this goal is to conduct health education activities for the community of Rw 11 Sukamentri, both those who suffer from high blood pressure and those who do not. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge of the people of Rw 11 Sukamentri Village before and after health education was carried out by 22 points. The smallest value of knowledge before health education is 31 and the largest is 78 and the smallest value of knowledge after health education is 79 and the largest is 100. With increasing public knowledge about a healthy lifestyle, they are able to control blood pressure.
FAMILY-BASED CARE USING THE OREM SELF-CARE MODEL IN FAMILIES WITH HYPERTENSION: A CASE STUDY Muhamad Gustaf Al Fajar; Desy Indra Yani; Nina Sumarni
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 9 No. 1 (2024): FEBRUARY 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v9i1.47053

Abstract

Introduction: Uncontrolled hypertension can negatively affect a person's physical well-being and quality of life. The implementation of family-based care helps families to achieve independence in maintaining family health. The Orem model approach can explain how the family's role in caring for family health independently. Objectives: This study aims to describe the application of family-based care with the Orem model approach in hypertensive families. Methods: This research was conducted with a case study approach, using a nursing process consisting of assessment with the Orem model, namely assessment of basic conditional factor data, strength components, universal self care, developmental self care, and health deviation and Hypertension Self Management Behavior (HSMB), formulation of nursing diagnoses using SDKI, nursing plans using SIKI, implementation and evaluation. Results: Intervention and implementation were carried out for four meetings including providing family-based health education using leaflet media, foot massage modality therapy and self-management monitoring sheets. The results obtained by both families experienced an increase in behavioral self-management scores and controlled blood pressure. Conclusions: Family-based care can improve behavioral self-management in compliant families.
Pendidikan dan Promosi Kesehatan Mengenai Kesehatan Mental pada Siswa Kelas XII SMAN 1 Pangandaran Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14290

Abstract

ABSTRAK Data Indeks Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia Tahun 2023  ditemukan 9.162.886 kasus depresi dengan prevalensi 3,7 persen. Dari data tersebut ditemukan bahwa masyarakat Indonesia yang tidak produktif memiliki kecenderungan untuk mengalami gejala depresi lebih tinggi. Saat ini masalah kesehatan mental pada remaja cukup tinggi. Menurut Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey, 15,5 juta (34,9 persen) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5 persen) remaja mengalami gangguan mental. Kesehatan mental akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas nasional. Tujuan dari Pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Siswa/i dalam upaya memvalidasi apa yang mereka rasakan terkait masalah mental. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode massa. Penyampaian metode ini dilakukan secara langsung dimana didalamnya terdapat materi yang disampaikan dalam bentuk poster, video, dan infografis. Hasil, kegiatan dilakukan pada tanggal 03 november 2023 dengan jumlah audience sebanyak 174 orang dengan kisaran rentang usia 17-18 tahun meliputi siswa kelas XII.  Berdasarkan hasil pre-test dengan hasil rata-rata pengetahuan berkisar 69%. Setelah pemberian materi, adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari hasil post-test dengan rata-rata 86% (peningkatan sebesar 19%), Artinya, para audiens telah memiliki pengetahuan yang baik atas pertanyaan yang diberikan. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil dan pembahasan data survei, penulis dapat mengambil kesimpulan dari pendidikan dan promosi kesehatan yang telah kami lakukan secara langsung ini bahwa dari pre-test yang telah dilakukan hasilnya menunjukan mayoritas audiens sudah memiliki pengetahuan terkait kesehatan mental namun tidak secara mendalam mengenai pengertian dari kesehatan mental, jenis-jenis gangguan kesehatan mental, keefektifan dan perbedaan dari setiap jenis gangguan kesehatan mental. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Kesehatan Mental, Siswa, Pendidikan  ABSTRACT Data from the Indonesian Public Mental Health Index in 2023 found 9,162,886 cases of depression with a prevalence of 3.7 percent. From these data, it was found that unproductive Indonesians have a tendency to experience higher depressive symptoms. Currently, mental health problems in adolescents are quite high. According to the Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey, 15.5 million (34.9 percent) adolescents experience mental problems and 2.45 million (5.5 percent) adolescents experience mental disorders. Mental health will greatly affect national productivity. The purpose of this community service is to increase students' knowledge and understanding in an effort to validate what they feel about mental problems. The method used is using the mass method. The delivery of this method is carried out directly where there is material delivered in the form of posters, videos, and infographics. As a result, the activity was carried out on November 3, 2023 with a total audience of 174 people with an age range of 17-18 years including class XII students. Based on pre-test results with an average knowledge result of around 69%. After giving the material, there was an increase in knowledge obtained from the post-test results with an average of 86% (an increase of 19%), meaning that the audience already had good knowledge of the questions given. Conclusion Based on the results and discussion of survey data, the author can conclude from the education and health promotion that we have done directly that from the pre-test that has been carried out the results show that the majority of the audience already has knowledge related to mental health but not in depth about the understanding of mental health, types of mental health disorders, effectiveness and differences of each type of mental health disorder.     Keywords: Health Promotion, Mental Health, Students, Education
Pendidikan Kesehatan tentang Gema Sehat (Generasi Muda Sadar Kesehatan) Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17144

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dimana adanya rasa keingintahuan yang besar dan jika tidak diberikan informasi atau pelayanan remaja yang tepat dan benar, maka perilaku remaja akan mengarah pada perilaku yang beresiko contohnya mengenai kesehatan reproduksi dan penyalahgunaan NAPZA. Hasil survey menunjukan tingkat pengetahuan siswa terkait kesehatan reproduksi dan penyalahgunaan NAPZA sebagian besar masih kurang. Tujuan kegiatan ini yaitu diharapkan pihak sekolah dan siswa memiliki pengetahuan tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari aktivitas tidak menjaga kesehatan reproduksi dan penyalahgunaan NAPZA. Metode kegiatan diawali dengan melakukan pengkajian kesehatan sekolah berupa data primer dan sekunder. Hasil pengkajian dibahas di tingkat manajemen sekolah dan disepakati kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan pendidikan kesehatan adalah sebesar 51 poin dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan pendidikan sebesar 72 poin. Kesimpulan setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan adalah adanya peningkatan pengetahuan sebesar 21 poin. Tindak lanjut kegiatan ini, diharapkan pihak sekolah dapat melanjutkan kerja sama dengan puskesmas untuk membentuk generasi muda yang sehat. Kata kunci: Kesehatan reproduksi, NAPZA, Pendidikan kesehatan  ABSTRACT Adolescence is a transitional period where there is a great sense of curiosity and if appropriate and correct information or youth services are not provided, then adolescent behavior will lead to risky behavior, for example regarding reproductive health and drug abuse. The survey results show that most students' level of knowledge regarding reproductive health and drug abuse is still lacking. The aim of this activity is that it is hoped that schools and students will have knowledge about the dangers that can arise from activities that do not maintain reproductive health and drug abuse. The activity method begins with conducting a school health assessment in the form of primary and secondary data. The results of the study were discussed at the school management level and it was agreed that the activity to overcome this problem was the implementation of health education. The results of the activity showed that the average knowledge score before health education was implemented was 51 points and the average knowledge score after education was implemented was 72 points. The conclusion after implementing health education was that there was an increase in knowledge by 21 points. As a follow-up to this activity, it is hoped that the school can continue to collaborate with the community health center to form a healthy young generation.  Key words: Reproductive Health, Drugs, Health Education
Pentingnya Diet Hipertensi pada Lansia Hipertensi di Rw 05 Ciwalen Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin; Dadang Purnama; Iwan Shalahhudin; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14648

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia telah menjadi sebuah fenomena yang berdampak langsung pada peningkatan jumlah lansia di negara iniTop of Form, salah satu masalah kesehatan yang paling umum pada orang tua adalah hipertensi. Hipertensi cenderung mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia disebabkan oleh perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh, gaya hidup, dan faktor genetik. Hipertensi telah meningkat sebesar 80 persen. Jumlah hipertensi di negara-negara berkembang meningkat dari 639 juta pada tahun 2000 menjadi 1,15 miliar pada tahun 2025. Pendekatan holistik dan efektif dapat dikembangkan dalam manajemen asuhan kesehatan lansia ialah dengan mengendalikan pola makan, pengobatan, serta olahraga yang teratur. Penerapan diet rendah hipertensi dapat berhasil jika penderita hipertensi memiliki pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga yang baik terhadap pelaksanaan diet. Kurangnya Pengetahuan masyarakat tentang diet dapat menyebabkan kurangnya kesadaran dalam menjaga dan pencegahan terjadinya peningkatan tekanan darah. Tujuan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan pada para penderita hipertensi yang berada di Rw 05 tentang pentingnya diet hipertensi. Metode yang Digunakan metode ceramah dengan alat bantu Power Point, Poster, dan video. Kegiatan diikuti oleh 36 orang. Sebelum Ceramah diet hipertensi, para peserta diberi pretest selama 20 menit dengan hasil skor rata rata pretest 65, dan setelah diberikan ceramah dan tanya jawab dilakukan lagi posttest dengan skor rata rata 87. Setelah dilakukan ceramah dan Tanya jawab terdapat peningkatan pengetahuan tentang pentingnya diet hipertensi sebesar 22 poin. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang” Pentingnya Diet pada penderita hipertensi di RW 05 Ciwalen Garut. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Diet Hipertensi, Lansia  ABSTRACT Increasing life expectancy in Indonesia has become a phenomenon that has a direct impact on the increase in the number of elderly people in this country, one of the most common health problems in older people is hypertension. Hypertension tends to increase with age due to physiological changes that occur in the body, lifestyle and genetic factors. Hypertension has increased by 80 percent. The number of hypertension in developing countries increased from 639 million in 2000 to 1.15 billion in 2025. A holistic and effective approach can be developed in the management of elderly health care by controlling diet, medication, and regular exercise. Implementing a low-hypertension diet can be successful if hypertension sufferers have good knowledge, attitudes, and family support for implementing the diet. Lack of public knowledge about diet can lead to a lack of awareness in maintaining and preventing increased blood pressure. The activity aims to provide health education to hypertension sufferers in Rw 05 about the importance of a hypertension diet. The method used is the lecture method using PowerPoint, posters, and videos. The activity was attended by 36 people. Before the hypertension diet lecture, the participants were given a pretest for 20 minutes with an average pretest score of 65, and after being given a lecture and question and answer, a posttest was carried out again with an average score of 87. After the lecture and question and answer there was an increase in knowledge about the importance of diet. hypertension by 22 points. There was an increase in knowledge after health education was carried out about "The Importance of Diet for Hypertension Sufferers in RW 05 Ciwalen Garut." Keywords: Health Education, Hypertension Diet, Elderly
Edukasi Penerapan Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Pencegahan Infeksi Laten Tuberkulosis di RW 19 Kelurahan Sukamentri Garut Kota Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15293

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis masih menjadi permasalahan kesehatan publik yang signifikan dan menjadi isu kesehatan global di seluruh dunia karena menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pola perilaku adalah salah satu faktor yang menyebabkan angka penyebaran penyakit terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat kita tentang menjaga kebersihan lingkungan relatif rendah. Diharapkan penyakit menular yang khas negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat ditekan semaksimal mungkin melalui PHBS dan peningkatan pelayanan kesehatan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai cara mencegah penularan penyakit tuberkulosis (TBC) melalui praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab. Hasil yang dicapai setelah dilakukan  pendidikan kesehatan melalui edukasi, para peserta dapat mengetahui dan memahami penerapan hidup bersih  dan sehat sebagai upaya pencegahan infeksi laten tuberculosis. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang penerapan hidup bersih dan sehat dalam upaya pencegahan infeksi laten tuberculosis, sebesar 21 point. Kata Kunci: Edukasi, Penerapan Hidup Sehat, Upaya Pencegahan, Infeksi TBC  ABSTRACT Tuberculosis is still a significant public health problem and is a global health issue throughout the world because it causes high levels of morbidity and mortality. Behavioral patterns are one of the factors that cause the spread of disease to continue to increase. This shows that our society's awareness about maintaining environmental cleanliness is relatively low. It is hoped that infectious diseases typical of developing countries, including Indonesia, can be suppressed as much as possible through PHBS and improved health services. This community service aims to educate on how to prevent the transmission of tuberculosis (TB) transmission through practicing clean and healthy living behavior (PHBS). The method used in this activity is lecture, question, and answer. The results achieved after health education were carried out through education, participants were able to know and understand the implementation of clean and healthy living to prevent latent tuberculosis infection. There is an increase in knowledge about implementing clean and healthy living in efforts to prevent latent tuberculosis infection, by 21 points. Keywords: Education, Implementation of Healthy Living, Prevention Efforts, TB Infection
Co-Authors Aat Sriati Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Akfini Husnul Khotimah Amira, Iceu Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Arum Rukmasari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Dadang Purnama Desy Indra Yani efri widianti Ema Arum Rukmasari Fajari, Salsabila Furkon Nurhakim Gusgus Graha R Handayani, Eriska Nur Hartiah Haroen Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira DA Iis Yulianti Indra Maulana Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Jani, Devi Triana Karin Natasha Angela Khaerunnisa, Milda Kosim Kosim Kosim Kosim Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman, Mamat Muhamad Gustaf Al Fajar Mulya, Adelse Prima Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Nurrahmawati, Devi R, Ema Arum Raini Diah Susanti, Raini Diah Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalian M. Noor Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Selviya, Devi Setiawan Setiawan Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sopyanti, Yupira Dera Sri Purnama Alam Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suryadi, Ardiansyah Ekaputra Titin Sutini, Titin Tuti Fahria Udin Rosidin Udin Rosidin Udin Rosidin Ujang Khaerullah Ujang Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yuli Yuliana Yuliana Sri Rahayu Yupira Dera Sopyanti Yuppi Rosmala Sari