Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kelayakan Finansial Pengembangan Sistem Irigasi Cakram Otomatis Bertenaga Surya di Nusa Tenggara Barat Popi Rejekiningrum; Satyanto Krido Saptomo
Jurnal Irigasi Vol 10, No 2 (2015): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Teknik Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.697 KB) | DOI: 10.31028/ji.v10.i2.125-136

Abstract

This study evaluates the result of implementation of water-efficient irrigation technology by using an automated roundshaped emitter, powered by solar cell. In order to determine investment feasibility of the automated system, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Interest (IRR) and Benefit Cost Ratio (BCR) analysis have been conducted. An investment is feasible if the project fulfill the following criteria: (1) NPV is greater than zero, (2) IRR is greater than the discount rate which are applicable, (3) BCR greater than 1. The analysis shows that in general, the application of the automated system for mango, sugar apple, grapes, and chili plantation is very feasible. NPV of the investment ranges from Rp 1,533,423 to Rp 21,995,452; BCR value ranges from 1.337 to 3.775, and IRR value ranges from 17.38% to 34.10%. Implementation of the automated system for the development of mango and sugar apple plantation are the most feasible, with highest NPV, BCR and IRR. Whereas, implementation of the automated system for chili plantation is not feasible, since the value of NPV < 0, BCR < 1, and IRR < 14% interest rates. The average payback period of the automated system is about 4 year.
Uji Kinerja Emiter Cincin - Reskiana; Budi Indra Setiawan; Satyanto K. Saptomo; Popi Redjekiningrum Dwi Mustatiningsih
Jurnal Irigasi Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Teknik Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.523 KB) | DOI: 10.31028/ji.v9.i1.63-74

Abstract

Water scarcity causes the utilization of dryland is not maximal in supporting agricultural production in Indonesia. Efficient irrigation technology which is economically affordable by farmers needs to develop. This research aimed to provide an irrigation ring typed emitter that can be placed under the soil surface. In this research, porous materials made of textiles were tested for its permeability that matches the permeability of the soil. We got 5 textiles made of Legacy having permeability of 1.54 cm h-1, Colosal 0.76 cm h-1, Veronica 8.16 cm h-1, Kyramat 5.28 cmh-1, and Parasut 0.06 cmh-1. This selected textile was rolled covering a ring typed perforated water hos (ring emitter). These emitters were then tested to irrigate potted water melon plants in a greenhouse. The results show ring emitters covered with Legacy and Colossal have better water productivity, 0.64 kg m-3 and 1.90 kg m-3, respectively with the averaged water discharge 0.52 l h-1 and 1.08 l h-1.
Peningkatan Efisiensi Aplikasi Air pada Petakan Sawah dengan Penerapan Irigasi Evaporatif (Kajian Teoritis) - Ardiansyah; Budi Indra Setiawan; Chusnul Arif; Satyanto Krido Saptomo
Jurnal Irigasi Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Teknik Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.721 KB) | DOI: 10.31028/ji.v14.i1.46-53

Abstract

Increased awareness of precision agriculture in water management, requires various ideas and methods for its application in the fields. One idea that can be categorized into precision farming as well as appropriate technology, is evaporative irrigation. Evaporative irrigation is an idea to control the provision of irrigation water based on the direct response of plant water needs, namely evapotranspiration. The objectives of this study were to: (1) examine the theoretical aspects of the evaporative irrigation to be applied to plots of rice fields in a plot of plots with irrigation units, (2) laying out design principles for evaporative irrigation valve closures. The results showed that, theoretically, a controller pipe was needed which would be an indicator for thick water in the plot of rice fields. The pipe controller regulates the opening of the irrigation lid to the plot based on the float-ballast principle. The design principle is carried out by simulating the reduction in the controller water level of the controller which illustrates the decrease in thick water plots. Water depth that is still tolerated for rice growth will be the limit for the provision of irrigation water to the plots. Amount of irrigation water provided is equal to the value of plant water needs in the ongoing rice growth phase. One example of the design of the controller pipe water level to start and stop irrigation is at 117.8 mm water level and 300 mm respectively. The total water needs of one crop-season is calculated to be 625 mm. With the application of evaporative irrigation, the initial conditions of sufficient water do not require the provision of irrigation water until the 31st day. Irrigation water application after that, until harvesting, requires only 477 mm. Giving this water follows the plant water requirements calculated on a day-to-day basis.
Near Real Time Spasial Distribution of Tillage Specific Draft Over Uncultivated Sugar Cane Plantation Based on SENTINEL-1A Imagery Harry Imantho; Kudang Boro Seminar; Wawan Hermawan; Satyanto Krido Saptomo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.010.2.172-185

Abstract

Variabilitas spasial sangat penting dalam pengelolaan pertanian skala besar seperti perkebunan. Informasi tentang variabilitas spasial lahan pertanian diperlukan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi pengoperasian mesin pengolahan tanah. Studi ini mengusulkan sebuah model untuk menentukan distribusi spasial mendekati waktu nyata dan resolusi tinggi dari draft spesifik pengolahan tanah berdasarkan citra radar Sentinel-1A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika spasial kadar air tanah dekat waktu nyata dengan fraksi debu dan liat pada lapisan olah tanah mempengaruhi sifat mekanik tahanan penetrasi tanah. Model Dubois telah diterapkan untuk menghitung kadar air tanah spasial berdasarkan Sentinel-1A. Model matematika untuk menghitung tahanan penetrasi tanah dikembangkan dari metode yang diusulkan menggunakan pendekatan regresi berganda berdasarkan data sampel yang dikumpulkan dari perkebunan tebu di kabupaten Kediri dan Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Kinerja model telah dihitung dan menunjukkan kinerja yang baik dengan nilai RMSE, MAPE dan akurasi masing-masing sebesar 0,235, 18,32% dan 81,68%. Distribusi spasial tahanan penetrasi tanah yang dihasilkan oleh model menjadi masukan penting dalam perhitungan draft spesifik pengolahan tanah berdasarkan pendekatan Kisu. Distribusi tahanan penetrasi dan draft spesifik pengolahan tanah dapat dihitung dan divisualisasikan menggunakan peta spasial. Peta sebaran draft spesifik pengolahan tanah membuktikan bahwa gaya yang bekerja per luas penampang tanah yang akan diolah bervariasi di seluruh area perkebunan tebu. Kontribusi masa depan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan dalam pemilihan mesin pertanian yang tepat untuk operasi pengolahan tanah di perkebunan tebu berdasarkan prinsip-prinsip pertanian presisi.
Perancangan Sewage Treatment Plant (STP) sebagai Implementasi Aspek Green Building pada Apartemen Samasta Mahata Margonda Depok Putri Arum Puspitasari; Satyanto Krido Saptomo; Joana Febrita
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 3: Desember 2022
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.7.3.211-220

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk menyebabkan naiknya jumlah limbah cair domestik yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan perkantoran. Konsep green building harus diterapkan terutama aspek konservasi air agar penggunaan air dapat berjalan dengan optimal. Salah satu upaya untuk mengolah air limbah domestik di Apartemen Samasta Mahata Margonda adalah penggunaan Sewage Treatment Plant (STP). Penelitian ini bertujuan merencanakan STP, melakukan identifikasi potensi penggunaan kembali air hasil pengolahan, serta melakukan penilaian green building kategori konservasi air. Unit pengolahan air limbah yang digunakan antara lain bar screen, grit chamber, ekualisasi, suspended growth, sedimentasi sekunder, ammonia stripping, reverse osmosis, dan klorinasi. Konsentrasi akhir dari parameter air limbah BOD, COD, TSS, dan ammonia setelah melewati unit reverse osmosis sebesar 0,54 mg/L, 2,52 mg/L, 10,72 mg/L, dan 4,79 mg/L sehingga sudah memenuhi baku mutu standar aliran kelas 2 untuk penggunaan kembali air daur ulang. Penghematan air yang dapat dicapai untuk siram tanaman dan siram toilet adalah 56% atau 156,5 m3/hari dari total kebutuhan air bersih 276 m3/hari. Hasil penilaian green building kategori konservasi air pada proses pembangunan Apartemen Samasta Mahata Margonda mendapatkan 9 poin dari total 21 poin maksimum.
Rancang Bangun Alat Ukur Kenyamanan Ruangan (Termal dan Visual) Berbasis Arduino Uno Marhabsyah Zhaki; Yudi Chadirin; Satyanto Krido Saptomo
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1: April 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.8.1.57-66

Abstract

Kenyamanan ruang dapat mempengaruhi perilaku dan psikologis penggunanya. Kenyamanan ruang yang perlu untuk diperhatikan diantaranya adalah kenyamanan termal dan kenyamanan visual. Masyarakat terbiasa menggunakan alat ukur suhu berupa termometer dan alat ukur intensitas cahaya berupa lux meter untuk mengetahui kondisi ruang. Alat ukur tersebut menghasilkan besaran suhu dan intensitas cahaya yang terukur tanpa disertai justifikasi apakah memenuhi baku mutu atau tidak. Tanpa mengetahui pemenuhan baku mutu, tingkat kenyamana termal dan visual tidak dapat ditentukan. Untuk itu diperlukan alat ukur yang dapat mengukur suhu dan intensitas cahaya sekaligus menentukan tingkat kenyamanannya berdasarkan kesesuian dengan baku mutunya. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat ukur kenyamanan termal dan visual ruangan dengan menggunakan mikrokontroller arduino uno, yang dilengkapi dengan sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembaban relatif udara, sensor BH1750 untuk mengukur intensitas cahaya. Penentuan tingkat kenyamanan termal berdasarkan baku mutu yang tertera dalam SNI-03-6572-2001 dan baku mutu kenyamanan visual berdasarkan SNI-03-6575-2001. Hasil kalibrasi antara sensor dengan alat ukur standar yakni environment meter diperoleh hasil rata-rata persentase error yang berada dalam batasan wajar. Nilai rata-rata persentase error pembacaan sensor parameter suhu, kelembaban relatif dan intensitas pencahayaan tanpa cover berturut-turut bernilai 1.56%, 2.95%, dan 0.76%. Pada penggunaan tutup pada sensor menghasilkan nilai error berturut-turut 1.74%, 2.73%, 1.31%. Prototype ini membagi tingkat kenyamanan termal menjadi tig akelas yakni Sejuk Nyaman (SN), Nyaman Optimal (NO) dan Hangat Nyaman (HN). Jika suhu udara yang terbaca kurang dari 20.5 oC atau lebih tinggi dari 27.1 oC maka alat akan menampilkan sebagi kondisi Tidak Nyaman (TN). Kenyamanan visual terbagi menjadi 2 yakni Nyaman (NM) jika hasil pengukuran pada rentang 120 – 250 lux, di luar rentang niali tersebut ditampilkan sebagai kondisi Tidak Nyaman (TN). Hasil tersebut menunjukkan alat monitoring yang dibangun dapat beroperasi dengan baik karena nilai pembacaan mendekati sebenarnya.
Aplikasi Irigasi Cerdas di P4S Buana Lestari, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Prastowo Prastowo; Satyanto Krido Saptomo; Bonjok Istiaji
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.22-33

Abstract

This activity aims to conduct trials and make pilots of one form of smart irrigation application in melon cultivation with a hydroponic system, as well as to increase farmers' knowledge in managing irrigation schedules. The expected outcome is increased irrigation efficiency, productivity of irrigation water, and farm income. The technology used in this activity is an IoT-based smart irrigation system. The smart irrigation system used consists of a soil moisture sensor that will detect the wetness of the soil, planted at a depth according to the irrigation technical needs. Information from the sensors will be entered into a programmable controller that has an Internet of Things (IoT) function with a wireless connection to a cloud server. The measurement results of the EU value on the installed drip irrigation network are classified as high, which ranges from 81.55% – 83.24%. This means that wherever the position of the sensor is installed, it will relatively represent (actual) the condition of the water content of the planting medium in the field. The application of smart irrigation can increase the efficiency of drip irrigation in melon cultivation with a hydroponic system, namely saving nutrient water by 6,500 mL per plant, or 7.64% or the equivalent of Rp183,00/melon plant. With smart irrigation applications, the productivity of irrigation water and nutrition is 20 grams of melon per 1 L of irrigation water. The trial of this smart irrigation application needs to be continued with an "on-demand" irrigation scheduling system, to obtain the highest irrigation efficiency and water productivity.
Analisis Ventilasi Alamiah Pada Greenhouse Tipe Standard Peak Menggunakan Computational Fluid Dynamics: Natural Ventilation Analysis of Standard Peak Greenhouse using ComputationalFluid Dynamics Yayu Romdhonah; Herry Suhardiyanto; Erizal Erizal; Satyanto Krido Saptomo
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.511 KB)

Abstract

Standard peak greenhouse is an adapted design for the humid tropical regions. Analysis of the greenhouse natural ventilation had been conducted using 3D Computational Fluid Dynamics (CFD). The objective of this research was to investigate the greenhouse natural ventilation performance on zero and low windspeed conditions. Solidworks® CFD software was used in this study. Climate data and greenhouse characteristics were used as inputs for the simulation. The results of CFD simulation were presented in 3D of airflow vectors in x, y, and z directions. Results of this study showed the importance of roof vents and sidewalls openings for efficient thermally driven ventilation.
Evaluation of Determination of Soil Processing Water Needs with the Van De Goor & Zijlstra Equation in Lowland Rice Cultivation Chusnul Arif; Moh Yanuar J Purwanto; Satyanto Krido Saptomo; Sutoyo; Arien Heryansyah; Hanhan A Sofiyuddin
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Desember 2022
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v3i1.45

Abstract

Dalam Kriteria Perencanaan (KP-01) tentang Perencanaan Jaringan Irigasi disebutkan bahwa penentuan kebutuhan air irigasi untuk penyiapan lahan ditentukan dengan persamaan Van de Goor & Zijlstra (VGZ). Perkembangan teknologi usahatani pada pengolahan tanah dengan mekanisasi mempercepat waktu pengolahan tanah serta penggenangan yg hemat air menjadi pertimbangan melakukan evaluasi kebutuhan air. Makalah ini bertujuan mengevaluasi penentuan kebutuhan air irigasi penyiapan lahan dengan model VGZ dan membandingkan dengan model neraca air (water balance analysis (WBA)) dengan menerapkan irigasi berselang. Dalam evaluasi, simulasi dan penelitian lapang dilakukan khususnya untuk melakukan validasi model WBA di lahan Balai Besar Peramalan Organisme Penggangu Tanaman (BBPOPT), Karawang, Jawa Barat. Simulasi dilakukan pada tekstur tanah liat berat dengan dua kondisi perkolasi (P = 1,5 mm dan P = 2,0 mm) dan evaporasi (E = 3,5 mm dan E = 5,5 mm) dengan periode penyiapan lahan 20 dan 30 hari. Hasilnya menunjukkan kebutuhan air irigasi pada model VGZ berkisar antara 303 – 379 mm atau setara 1,46 – 1,92 l/det. Sedangkan model WBA membutuhkan air irigasi yang lebih kecil berkisar antara 142 - 275 mm, dengan debit sebesar 0,74 l/det dan 1,11 l/det. Model WBA dapat menghemat air irigasi sebesar 27 – 42%. Hasil simulasi ini didukung hasil observasi lapang dengan koefisien determinasi model (R2) sebesar 0,97 sampai 0,99. Dari hasil ini, penentuan kebutuhan air irigasi pada penyiapan lahan di KP-01 perlu ditinjau ulang dengan memperhatikan periode lama penyiapan lahan yang lebih singkat dengan penggunaan traktor maupun kebutuhan tinggi genangan setiap proses penyiapan lahan
Sistem Akuisisi Data Multi Node untuk Irigasi Otomatis Berbasis Wireless Sensor Network Chaerur Rozikin; Heru Sukoco; Satyanto Krido Saptomo
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 6 No 1: Februari 2017
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1568.473 KB)

Abstract

Watering plants is one of farmer’s activities. Most of Indonesian farmers use traditional watering method to water plants. It causes water productivity unmanaged properly and soil moisture level can not be monitored. To resolve these problems, an automatic watering system is developed. This system uses soil moisture sensors which provide real-time data. Data from multiple sensor node will be transmitted through wireless sensor network. LED in actuator node will turn on or off based on lower and upper set point values transmitted from coordinator node. Soil moisture sensors are calibrated using groundwater level to obtain correlation between sensor and groundwater level. Delay, throughput, and packet loss ratio are measured and result 0.2 seconds, 1.6 kbps, and 1.6%, respectively. These values showed that all automatic watering system were well implemented.
Co-Authors - Reskiana - Wiranto . Rudiyanto Abiyyu Gustya Putra Adib Khoirul Anas Adlan Adlan Ahmad Abdul Hafiidh Ahmad Fausan Ahmad Fausan Akfia Rizka Kumala Akfia Rizka Kumala, Akfia Rizka Allen Kurniawan Amalia Nurul Huda Amelia, Fatihaturrizky Anas, Adib Khoirul Anastasia Elissa Andiko Putro Suryotomo Anggara, Heru Anna Farida Ardiansyah -- -- Ari Sugiarto Arief Sudarmaji, Arief Arien Heryansyah Armin Zuliarti Bambang Pramudya Bani, Aplonia Nia Blandine Lemercier Blandine Lemercier Bonjok Istiaji Budi I Setiawan Budi Indra Setiawan Chaerur Rozikin Chusnul Arif Daeng Barang, Millah Hudiyah Dedi Kusnadi Kalsim Elissa, Anastasia Endang Gunawan Eni Sumarni Eni Sumarni Erfiana, Eka Erizal Erizal , Erizal -, Erizal Erizal Erizal Euis Kania Kurniawati Fachrudin, Muhammad Fadli Irsyad Febrita, Joana Firdaus, Muhammad Ihsan G. H. Sumartono Gustya Putra, Abiyyu Hafiidh, Ahmad Abdul Hanhan A Sofiyuddin Harry Imantho Helena Ariesty Helena Ariesty Herry Suhardiyanto Heru Sukoco I Dewa Made Subrata IBNUL QAYIM Ihsani, Nanda Nashiha Irsyad Syaifudin Isvan Taufik J. Purwanto, Muhammad Yanuar Joana Febrita Joana Febrita Joko Sumarsono Julianto, Baskoro Tri Kazutoshi Osawa Kazutoshi Osawa Khoirunnisa, Hana Kudang Boro Seminar Lionel Bertheir Lionel Berthier Lisma Safitri Liyantono Luthfi Riady Manik, Ayu Sartika Imia Marhabsyah Zhaki Marzan A. Iskandar Matsuda, Hiroshi Millah Hudiyah Daeng Barang Moh Yanuar J Purwanto Muhamad Askari Muhamad Askari Muhamad Budi Saputra Muhammad Ihsan Firdaus Muhammad Yanuar J. Purwanto Muhammad Yanuar J. Purwanto Muhammad Yanuar J. Purwanto Naufal Rudini Nibras Nasyirah Nora H. Pandjaitan Owen Jacob Notonugroho Pasca Eka Prasetya Popi Redjekiningrum Dwi Mustatiningsih Popi Rejekiningrum Popi Rejekiningrum Prasetya, Dimas Ardi Prastowo Prastowo Prastowo Prastowo Prastowo Purwanto, Moh Yanuar J Purwanto, Mohammad Yanuar J Puspitasari, Putri Arum Putra, Heriansyah Putri Arum Puspitasari Radius Pranoto Rahmat Isnain Ramadhanis, Zainab Dwi Roh Santoso Roh Santoso Budi W Roh Santoso Budi Waspodo Rozikin, Chaerur Rudi Yanto Rudi Yanto, Rudi rudiyanto Rudiyanto . Rusianto Saputra, Muhamad Budi Setiawan , Budi Indra Setjo, Teguh Budiaji Sofiyuddin, Hanhan A. Sudirman Sirait Suprihatin Suprihatin Sutoyo Sutoyo Tamura, Koremasa Teguh Budiaji Setjo Utami, Anisa Dwi Vigie Priantika Putra Hutama Wawan Hermawan Willy Bayuardi Suwarno Wiranto . Yanti Susanti Yanto Surdianto Yanuar Chandra Wirasembada Yanuar Chandra Wirasembada Yanuar Chandra Wirasembada Yayu Romdhonah Yudi Chadirin Zhaki, Marhabsyah Zuliarti, Armin