Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Multirepresentasi Siswa dalam Pembelajaran APBL (Authentic Problem Based Learning) Pada Materi Elastisitas dan Getaran Ratika Sekar Ajeng Ananingtyas; Lia Yuliati
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 4, No 1 (2019): Volume 4 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.608 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v4i1.273

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tipe fenomenologi yang bertujuan mendeskripsikan perkembangan kemampuan multirepresentasi siswa dalam pembelajaran aPBL. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA. Data penelitian dianalisis secara secara kualitatif dengan mendeskripsikan temuan secara tekstual, grafik, dan tabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan multirepresentasi siswa yang menonjol adalah kemampuan multirepresentasi matematis dan yang kurang adalah kemampuan multirepresentasi verbal. Dari kuesioner respon siswa, siswa paling menyukai format soal bergambar dan menyelesaikan permasalahan dengan mengilustrasikan jawaban.
PERUBAHAN KONSEPTUAL FISIKA DENGAN AUTHENTIC PROBLEM MELALUI INTEGRATIVE LEARNING PADA TOPIK GERAK LURUS PADA SMA SURYABUANA MALANG Muhammad Nur Hudha; Lia Yuliati; Sutopo Sutopo
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 6 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.279 KB) | DOI: 10.21067/jip.v6i1.1078

Abstract

Tujuan pembelajaran Fisika pada tingkat SMA diarahkan untuk menguasai konsep dan melatihkan kerja ilmiah atau scientific approach siswa  yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Penelitian  ini  bertujuan untuk menganalisis  perubahan  konseptual  siswa  setelah  melalui  pembelajaran authentic  problem melalui integrative learning. Penelitian  ini  menggunakan jenis  penelitian mixed method. Desain penelitian  yang  digunakan  pada penelitian  ini  adalah embedded  experimental design.  Data  kualitatif  yang  berupa  pelaksanaan  pembelajaran diambil melalui observasi langsung dan disajikan secara deskriptif. Data kuantitatif yang berupa nilai perubahan konseptual siswa diambil melalui tes penguasaan konsep dan dianalisis melalui uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa : 1) Terdapat perubahan konseptual pada siswa setelah dilakukan pembelajaran Authentic problem melalui Integrative  Learning.  2)  Pembelajaran authentic  problem melalui integrative  learning yang diterapkan  pada  penelitian  ini  memiliki  ciri  :  “  siswa  memecahkan  masalah  otentik  melalui  diskusi  dan praktikum; evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi diri sendiri, evaluasi teman dan evaluasi guru“.  Kata Kunci: Perubahan Konseptual, Integrative Learning, Authentic Problem
Scientific literacy materi fluida statis siswa SMA: studi kasus Lestari Widodo; Lia Yuliati; Parno Parno
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.455 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.9379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan scientific literacy siswa sebelum dan setelah pembelajaran STEM berbasis masalah pada materi fluida statis. Metode penelitian ini adalah metode dekriptif pada salah satu kelas di SMAN 8 Muaro Jambi. Subjek penelitian ini terdiri atas 27 siswa yang meliputi 19 perempuan dan 8 laki-laki. Scientific literacy siswa diukur menggunakan 5 butir soal essai. Soal tersebut telah valid dan memiliki reliabilitas yang tinggi. Hasil analisis N-gain menunjukkan bahwa terdapat peningkatan. N-gain rata-rata masing-masing soal menunjukkan n-gain soal nomor 1 sebesar 0,23 (rendah), soal nomor 2 sebesar 0,46 (sedang), soal nomor 3 sebesar 0,25 (rendah), soal nomor 4 sebesar 0,156 (rendah), dan soal nomor 5 sebesar 0,625 (tinggi). Berdasarkan jawaban post-test siswa diperoleh kriteria scientific literacy siswa . Kriteria tersebut berdasarkan kriteria PISA 2015. The purpose of this study was to describe the students' scientific literacy before and after STEM based on problem learning on static fluid. The method of this study was the descriptive method in one of class in SMAN 8 Muaro Jambi. The subjects were 27 students who consisted of 19 females and 8 males. The students' scientific literacy was measured by 5 essay questions. The instrument was valid and had the high reliability. The analyzed results of n-gain show that there is an improvement. The average of n-gain for each question shows that the n-gain of the numbers show 0,23 (low) in number 1, 0.46 (medium) in number 2, 0,25 (low) in number 3, 0,156 (low) in number 4 and 0,625 (medium) in number 5. Based on the students' post-test it gains the students' scientific literacy criteria. It's based on PISA 2015. Kata kunci: STEM, Scientific Literacy, Fluida Statis
Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Listrik Dinamis pada Pembelajaran Guided Inquiry Berbantuan PhET pada Mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Cicyn Riantoni; Lia Yuliati; Nandang Mufti
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.113 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6468

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah dibelajarkan dengan pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain embeded eksperimental model. Subjek penelitian terdiri dari 35 mahasiswa pendidikan fisika Universitas Negeri Jambi yang sedang menempuh mata kuliah Fisika Dasar II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah dibelajarkan dengan pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET dengan N-gain dalam kategori sedang dan effect size dalam kategori kuat. Jika dilihat dari daya beda pretest dan posttest didapatkan nilai t sebesar 12,48 dengan signifikansi 0,000. Hasil ini menunjukkan kemampuan pemecahan masalah sebelum diajarkan dan setelah diajarkan guided inquiry berbantuan PhET berbeda secara signifikan dengan nilai posttest lebih baik dari pretest. The aim of this study is to know the ability of student's problem solving after studied with guided inquiry and PhET simulations. This study used mixed method with a design of the embedded experimental model to get result of research. The subjects are 35 students of physics education in Jambi University who learning basic physics. The result shows that scores of students problem-solving ability increase after learned with guided inquiry assisted PhET with N-Gain in the medium category and the effect size in the high category. If viewed from different pretest and posttest show t values 12,48 and 0,000 significance. These results indicate that skill of problem-solving before and after learned with collaborate guided inquiry and PhET significantly different with the value of posttest is better than the pretest.
KESULITAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA PADA SISWA SMA Rismatul Azizah; Lia Yuliati; Eny Latifah
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 5 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v5n2.p44-50

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi kesulitan pemecahan masalah fisika pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan menyebarkan angket. Responden terdiri dari 120 siswa yang berasal dari 3 sekolah yaitu, SMA Negeri 1 Bangil, SMA Negeri 8 Malang, dan SMA YADIKA Bangil. Dilakukan pula wawancara pada beberapa guru dan siswa. Berdasarkan hasil penyebaran angket, diperoleh 26% siswa mengalami kesulitan pada materi Suhu dan Kalor, 25% Optik, 21% Fluida Statik, 17% Elastisitas dan Hukum Hooke, dan 11% Kinematika. Kesulitan tersebut salah satunya disebabkan pembelajaran bagi siswa yang kurang maksimal dalam bentuk hands on activity. Sebanyak 88% siswa mengatakan bahwa pembelajaran fisika yang sering dialami adalah dengan metode ceramah. Siswa mengalami kesulitan belajar fisika dalam menyelesaikan permasalahan pada soal sebesar 32%, kesulitan memahami konsep dan rumus 26%, kesulitan menggunakan persamaan atau rumus dalam soal 18%, kesulitan menganalisis grafik dan gambar 17%, dan kesulitan menyimpulkan materi yang telah dipelajari 7%. Kesulitan tersebut terlihat ketika siswa memecahkan permasalahan pada soal kinematika serta suhu dan kalor. Diperoleh dari hasil angket, bahwa 76% siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan pada soal dengan alasan lupa atau tidak paham, sebesar 19% siswa kurang memahami solusi pemecahan masalah pada soal, dan hanya sebesar 5% siswa mampu memecahkan permasalahan pada soal.
An Exploration of Scientific Literacy on Physics Subjects within Phenomenon-based Experiential Learning Prima Warta Santhalia; Lia Yuliati
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v11n1.p72-82

Abstract

Abstract Scientific literacy is the ability to involve yourself in problems related to science. This research explores students' scientific literacy skills in experiential learning based on phenomena on the concept of expansion. This research was conducted with a mix-method approach with an embedded experimental model design. The data were collected through scientific literacy tests (r = 0.53), and open-ended questions interviews with the students, then analyzed using the Mann-Whitney U-Test quantitatively, and using the Bybee (1997) assessment rubric qualitatively. Based on the results, it was found that the majority of students experienced an increase in their scientific literacy from the SI (Scientific Illiteracy) category (96.88%) into CSL (Conceptual Scientific Literacy) (46.88%). We concluded that phenomenon-based experiential learning was effective in improving students' scientific literacy. So, we need more effort to improve and increase students' scientific literacy skills by integrating scientific literacy competencies while implementing science learning in schools.
Effectiveness of Mobile Learning: moPhyDict to Improve High School Students’ Physics Conceptual Understanding Betti Ses Eka Polonia; Lia Yuliati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v7i2.6345

Abstract

In learning physics, the problem that arises is a lack of physics conceptual understanding in contextual learning. These problems are due to the absence of innovative and creative learning resources that can be used to learn by the students. One of the learning resources that can be used is a dictionary. moPhyDict (mobile physics dictionary) is a dictionary containing explanations of concepts and illustrations (images, videos, animations) in a language that is easily understood by students. This study specifically aims to test the effectiveness of Mobile Learning: moPhyDict to improve student’s physics conceptual understanding. The method employed in this study was a quasi-experiment design. The experimental design used a pretest-posttest control group design. The sample of the study was 60 students from senior High School, which divided into control group and experiment group. The instrument test in this study used conceptual multiple choice question. Based on the t-test on the control class and the experimental class, it can be inferred that there is a significance score of 0.031. These results are supported by data: (1) the average score of the ability to understand the concept of the control class who did not use moPhyDict increased from 37.4 to 55.46, and (2) the average score of the conceptual understanding of the experimental class who used moPhyDict increased from 40.87 to 74.33. It was concluded that moPhyDict is effective to improve physics conceptual understanding of High School Students.
PENGARUH PERMASALAHAN ISOMORFIK TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH MATERI GERAK HARMONIS SEDERHANA SISWA Ahfidatul Husniyah; Lia Yuliati; Nandang Mufti
Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.574 KB) | DOI: 10.17977/jps.v4i1.8180

Abstract

Abstract: Isomorphic problems are problems having different feature but same concept. Isomorphic problems can help students to identify concepts and the relevant information in problem solving process. The purpose of this study are to know student’s problem solving skills, to know the student’s difficulties in solving isomorphic problems, and to know the effect of isomorphic problem on student’s problem solving skill. This research used a mixed methods approach with the embedded design. The study was conducted on XI grade SMAN 5 Malang consist of 32 students. Physics concepts that were studied are simple harmonic motion.Key words: isomorphic problems, problem solving skill, simple harmonic motion Abstrak: Permasalahan isomorfik adalah permasalahan yang memiliki perbedaan besaran dalam soal namun memiliki konsep sama. Permasalahan isomorfik dapat membantu siswa mengidentifikasi konsep dan informasi yang relevan dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah siswa, kesulitan siswa dalam menyelesaikan permasalahan isomorfik, dan pengaruh permasalahan isomorfik terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan embedded design. Penelitian dilakukan di kelas XI IPA 5 SMAN 5 Malang dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa. Konsep fisika yang dipelajari adalah gerak harmonis sederhana.Kata kunci: permasalahan isomorfik, keterampilan pemecahan masalah, gerak harmonis sederhana
Pengaruh Integrative Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Penguasaan Konsep Fisika Siswa Lis Suswati; Lia Yuliati; Nandang Mufti
Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2: Juni 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.449 KB) | DOI: 10.17977/jps.v3i2.6964

Abstract

Abstract: This research aimed to examine influence of integrative learning and guided inqury learning on concept achievement and critical thinking of students. This research used a quasi-experimental with posttest only control group design. The results showed there were differences on concept  achievement and critical thinking skills of students after learned with integrative learning and guided inquiry. The concept  achievement and critical thinking of students who learned with integrative learning are higher than students who learned with guided inqury.Key Words: concept achievement, critical thinking, integrative learningAbstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menguji adanya pengaruh pembelajaran integrative  learning dan pembelajaran guided inquiry terhadap penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan postest only control group design. Ha-sil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan integrative learning dan guided inquiry. Penguasaan konsep dan ke-mampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan pembelajaran integrative learning lebih tinggi di-bandingkan dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran guided inquiry.Kata kunci: integrative learning, kemampuan berpikir kritis, penguasaan konsep
Efektivitas Model Siklus Belajar 5E terhadap Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Akmal Gazali; Arif Hidayat; Lia Yuliati
Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 1: Maret 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.45 KB) | DOI: 10.17977/jps.v3i1.4833

Abstract

Abstract: This study aims at investigating the effectiveness of 5E Learning Cycle towards science process skill and critical thinking skill compare to the EEC (Exploration, Elaboration, Confirmation) strategy, and examining the relation between science process skill and critical thinking skill. This study was a semi-experimental study with posttest-only control group design. The population of this study was an Eight Graders of Junior High School 1 Batukliang Utara and it used simple random sampling technique. The data obtained were used test and observation sheets. Further, the data were analysed using descriptive statistics and t-test testing inferential parametric and product moment correlation. The result of this study showed: (1) students’science process skill is higher in 5E Learning Cycle compare to EEC, (2) students’ critical thinking skill is higher in 5E Learning Cycle compare to EEC, (3) students’science process skill is positively and significantly correlated with students critical thinking skill in 5E Learning Cycle. Key Words: 5E learning cycle, science process skill, critical thinking skillAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model siklus belajar 5E terhadap keterampil-an proses sains dan kemampuan berpikir kritis dibanding strategi EEK, dan mengetahui hubungan antara keterampilan proses sains dengan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain posttest-only control group. Populasi penelitian adalah siswa ke-las VIII di SMPN 1 Batukliang Utara. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial parametrik uji t-test dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterampilan proses sains siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar 5E lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan strategi EEK, (2) kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar 5E lebih tinggi di-bandingkan dengan siswa yang belajar dengan strategi EEK, (3) ada hubungan yang signifikan dan positif antara keterampilan proses sains dengan kemampuan berpikir kritis pada siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar 5E.Kata kunci: model siklus belajar 5E, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir  kritis
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adetya Dewi Wardani Adetya Rahman Agung Wahyu Nurcahyo Agus Suyudi Agus Widayoko Ahfidatul Husniyah Ahmad Taufiq Akmal Gazali Alfiyah Nur Jannah Alimah Nuryanti Alvinita Lutvia Anik Astari Anissa Rakhma Putri Ari Hindriyani ARIF HIDAYAT Arif Hidayat Brotosudarmo, T. H. P. Cikita Bella Nurbaya Debby Kusuma Wardhani Devis Yusofa Dhedhie Armawan Dheka Januarifin Dice Kantarinata Dimas Abdi Haidar Dinda Indrianingrum Dionisius Bukifan Dios Sarkity Dyne Rizki Puspitasari Endang Purwaningsih Enik Setiyawati Eny Latifa Eny Latifah, Eny Errina Amatul Firdausi Ery Tri Djatmika RWW Faizatun Nisa’ Fildzah Purvita Dewi Firdausi Firdausi Fitroh Fuadah Fransiska Florensia Meo Roja Fridolin Vrosansen Borolla Gepi Sartianis Hadi Suwono Haidar, D. A. Handayanto, S. K. Hanurawan, Fattah Hari Wisodo, Hari Helmi Pakas Rivai Herawati Susilo Hermanto, F. M. I Made Suardana Ibrohim Ida Dwi Lestari Ida Purnamasari Idawati Idawati Ika Khoirun Nisa Imanuel Hitipeuw Irma, Z. U. Kesuma, R. F. Khorid Agustin Khusaini Latifah Hanim Lestari Widodo Lestari Widodo Lestari Widodo Lis Suswati Luis Varela M. Ali Maksem Niksoni Late Mar ’atus Sholihah Maria Yosefina Pranita Markus Diantoro Marlina Mohammad Zaky Tatsar Muhammad Nur Hudha Muhardjito Muhardjito Muspratiwi Pertiwi MR N. Mufti Nadya Dewi Arofah Mochsif Nandang Mufti Nasikh Nataria Wahyuning Subayani Nehru Nehru Nora Susiana Norma Gupita Novi Arianti Nur Azizah Nurhayati Nurhayati Nuril Munfaridah, Nuril Nurul Atqiya Parno Phurkonni Saleah Polonia, Betti Ses Eka Pradananta, Hidayat Prima Warta Santhalia Qohar, Abd. Qurrotul Ainiyah Rahmah Kumullah Ratika Sekar Ajeng Ananingtyas Rela Rahmah Reni Periyanti Riantoni, Cicyn Ridha Afriani Fitri Rifqiyatun Nuriyah Riskawati Riskawati Rismatul Azizah Rismatul Azizah Rizky Ayu Maharani S. Kusairi SATRIYAS ILYAS Sentot Kusairi Shinta Dewi Susanti Sugeng Utaya Sulton Sulton Sumarjono Sumarjono Sunaryono Supriana, Edi Supriyono Koes Handayanto Susriyati Mahanal Sutopo Sutopo Syamsul Hadi Tuti Resri Yanti TUTUT NURITA Wartono Wartono Widodo, Lestari Winarto Winarto Yeni Hariningsih Zahrotul Ula Irma