Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Farmaka

REVIEW: MANFAAT ANTIOKSIDAN PADA TANAMAN BUAH DI INDONESIA Rani Cyinthia Hani; Tiana Milanda
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.825 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10735

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman tanaman buah. Tingginya keragaman tanaman buah tersebut menghasilkan berbagai manfaat untuk kesehatan, salah satunya antioksidan. Manfaat antioksidan bagi tubuh diantaranya untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak tanaman tertentu dapat dilakukan dengan metode DPPH. Prinsip pengujian ini adalah kemampuan ekstrak untuk bereaksi dengan radikal bebas DPPH sehingga aktivitas radikal bebas tersebut terhambat. Dari empat tanaman buah yang ditinjau, ekstrak buah tomat memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dibandingkan dengan ekstrak buah jeruk bali, paprika hijau, dan sirsak.Kata Kunci: antioksidan, radikal bebas, DPPH, tanaman 
REVIEW: AKTIVITAS ANTIKANKER DARI BERBAGAI METABOLIT SEKUNDER YANG DIISOLASI DARI ANGKAK Amaliah Ihsani; Tiana Milanda
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.616 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21843

Abstract

Angkak merupakan produk fermentasi beras oleh jamur Monascus sp. Beberapa metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya diketahui memiliki aktivitas terhadap berbagai kanker. Untuk mengetahui potensi angkak dan metabolitnya sebagai obat alternatif untuk terapi kanker, maka dilakukan literature review terhadap artikel ilmiah tentang angkak dari berbagai jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Dari literature review yang dilakukan, dapat diketahui bahwa monaskin, monaskopiridin C dan D, monaskuspiloin, monapuripiridin A, monafilon A dan B, monakolin K, serta beberapa senyawa polisakarida memiliki aktivitas terhadap berbagai sel kanker. Hasil penelitian ini masih memerlukan penelitian lanjutan berupa studi klinis skala besar, uji keamanan, optimalisasi kondisi kultur fermentasi atau penggunaan galur Monascus tertentu dalam proses fermentasi.Kata kunci: Angkak, Monascus sp., Antikanker
REVIEW ARTIKEL: PENGEMBANGAN VAKSIN Human Immunodeficiency Virus (HIV) SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERHADAP Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) Adila Srebreneca; Tiana Milanda
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.27874

Abstract

Human immunodeficiency Virus (HIV) merupakan retrovirus penyebab Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Pada tahun 2018, WHO melaporkan sekitar 37,9 juta orang di seluruh dunia terinfeksi HIV, dengan 1,7 juta kasus infeksi baru dan kematian sebanyak 770.000 orang. Saat ini, obat antiretroviral (ART) masih direkomendasikan bagi Orang Dengan AIDS (ODHA), walaupun tidak mampu meningkatkan harapan hidup penderita. Vaksinasi HIV merupakan upaya preventif yang paling efektif untuk mencegah penularan HIV. Artikel ini merupakan review dari studi literatur 15 artikel terkait pengembangan kandidat vaksin HIV hingga saat ini. Hasil review menunjukkan bahwa RV144 merupakan satu-satunya kandidat yang memiliki potensi  untuk dikembangkan menjadi vaksin HIV, karena memiliki nilai efikasi sebesar 31,2%. Hasil lain dari uji coba RV144 adalah diidentifikasinya antibodi monoklonal (VRC01), yang memiliki kemampuan untuk menetralisir HIV-1 secara luas.
REVIEW ARTIKEL: TERAPI MUAL DAN MUNTAH SELAMA MASA KEHAMILAN AFINA DWI RACHMAWATI; Tiana Milanda
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.785 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17755

Abstract

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Dan Fraksi Teripang Laut (Stichopus horrens) Asal Langkawi, Malaysia terhadap Salmonella typhi ATCC 786 dan Salmonella paratyphi A Isolat Klinis Tiana Milanda; Arif SATRIA WIRA KUSUMA; ragavendra ravee
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.795 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9291

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyebab penting morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia oleh aktivitas mikroorganisme, seperti Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi A. Salah satu sumber dari alam bahari yang digunakan untuk mencegah penyakit tifioid adalah Teripang Laut Gamat (Stichopus horrens). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi Teripang Laut (Stichopus horrens) serta menentukan fraksi teraktif, dan mengetahui Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dari bahan uji terhadap Salmonella typhi ATCC 786 dan Salmonella paratyphi A isolat klinis. Tahap penelitian meliputi determinasi bahan laut dan penyiapan simplisia, ekstraksi simplisia, uji aktivitas antibakteri ekstrak, fraksinasi ekstrak, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi penentuan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) fraksi teraktif, penapisan fitokimia ekstrak dan fraksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol Teripang Laut memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi ATCC 786 dan Salmonella paratyphi A isolat klinis pada konsentrasi 20%, 30%, 40%, 50%. Ekstrak ini berupa bentuk kristal, berwarna kuning keemasan, berbau amis, dan berasa asin dengan rendemen 6.625% (b/b) dan kadar air 5% (v/b). Fraksi teraktif dari ekstrak tersebut adalah fraksi etil asetat. Aktivitas antibakteri tersebut diduga berasal dari senyawa dari golongan alkaloid, flavanoid, saponin, monoterpenoid dan sequiterpenoid. Metode yang digunakan adalah metode difusi agar dengan teknik perforasi dan penentuan KHTM serta KBM dengan metode mikrodilusi dengan fraksi yang teraktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) untuk fraksi etil asetat Teripang Laut Gamat adalah pada rentang 10%-20% (b/v) terhadap kedua bakteri uji. Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) untuk fraksi etil asetat Teripang Laut Gamat adalah 20% (b/v) terhadap kedua bakteri uji.
REVIEW : AKTIVITAS ANTIHIPERLIPIDEMIA ANGKAK SYIFA HANIFAH; TIANA MILANDA
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2077.397 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22075

Abstract

Abstrak Hiperlipidemia adalah kondisi penumpukkan lipid secara berlebih dalam darah, yang disebabkan gangguan metabolisme lipid. Salah satu bahan alam yang diketahui memiliki aktivitas antihiperlipidemia adalah angkak, yaitu produk fermentasi beras oleh Monascus sp. Untuk mengetahui aktivitas antihiperlipidemia angkak, maka dilakukan penelusuran pustaka tentang angkak dari  jurnal nasional mapupun internasional bereputasi secara on line. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa angkak dan metabolit sekundernya, yaitu senyawa  monakolin, dapat menurunkan kadar kolesterol total, kadar LDL dan kadar trigliserida serta dapat menaikkan kadar HDL dalam darah. Monakolin, terutama monakolin K, dapat menginhibisi aktivitas (5-hidroksi-3-metilglutaril-koenzim A) reduktase, sehingga menghambat sintesis pembentukan kolesterol di hati, seperti halnya lovastatin. Angkak dapat digunakan dalam pengobatan dislipidemia pada pasien dengan SAMs (statin associated myalgias)  dan mengurangi kejadian kardiovaskular pada pasien jantung koroner dengan infark miokard. Angkak juga aman digunakan sebagai suplemen diet dalam jangka waktu lama, karena tidak memiliki efek toksik terhadap HMG-KoA reduktase. Kata kunci : Hiperlipidemia, Angkak, Monakolin, Lovastatin Abstract Hyperlipidemia is the condition of the accumulation of lipids in excess in the blood, caused by disorders of lipid metabolism. Natural ingredients that are known to have activity antihyperlipidemic is angkak, which is the product of fermentation of rice by Monascus sp. To determine the activity of antihyperlipidemic angkak, then conducted a search of the literature about angkak from national and international journals of repute online. The results of various research shows that angkak and metabolites the secondary, i.e. compounds monakolin, can lower total cholesterol, LDL, triglyceride levels and can increase HDL levels in the blood. Monakolin, especially monakolin K, can inhibit the synthesis of cholesterol formation in the liver, as well as lovastatin. Angkak can be used in the treatment of dyslipidemia in patients with SAMs (statin associated myalgias) and reduce cardiovascular events in patients with coronary heart disease with myocardial infarction. Keywords: hyperlipidemia, Angkak, Monakolin, Lovastatin
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus: Review TERESYA PUTERI; Tiana Milanda
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.714 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10784

Abstract

Resistensi seakan menambah daftar masalah yang belum terselesaikan, sehingga dibutuhkan pembaharuan atau pengembangan obat-obat bahan alam untuk membunuh bakteri dan mencegah terjadinya resistensi. Aloe vera L. memiliki kemampuan antibakteri, antijamur, antivirus, antiinflamasi, dan anti-tumor. Dalam review ini akan dilihat aktivitas antibakteri ekstrak daun lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstrak daun lidah buaya memiliki aktivitas antibakteri. Kemampuan tertinggi aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus terjadi pada konsentrasi 100% dengan rata-rata daya hambat 11,58 mm, sedangkan pada bakteri  Escherichia coli kemampuan tertinggi aktivitas antibakteri terjadi pada konsentrasi 75% dengan rata-rata daya hambat 6,92 mm. 
REVIEW : STUDI IN-VIVO SEDIAAN TRANSDERMAL KETOPROFEN SEBAGAI ANTIINFLAMASI QONITA ZAHRA FADHILA; TIANA MILANDA
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17764

Abstract

ABSTRAK Ketoprofen merupakan obat analgesik yang bekerja sebagai antiinflamasi. Bentuk sediaan transdermal ketoprofen lebih efektif dan lebih nyaman digunakan dibandingkan bentuk sediaan lainnya, karena mampu menghantarkan obat ke dalam sistem aliran darah dengan lebih baik juga efek samping yang ditimbulkan lebih ringan. Pengujian sediaan transdermal ketoprofen secara in-vivo telah dilakukan untuk mengetahui distribusi ketoprofen secara intravena dalam beberapa hewan uji, yang dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT).  Kata kunci: ketoprofen, transdermal, in-vivo, KCKT. ABSTRACT Ketoprofen is an analgesic drug that works as anti-inflammatory. The ketoprofen transdermal dosage form is more effective and more convenient to use than other dosage forms, as it can deliver the drug into the bloodstream system better and the side effects are milder. In-vivo transdermal ketoprofen dosage form analysis has been performed to determine the distribution of ketoprofen intravenously in some test animals, which were analyzed using high performance liquid chromatography (HPLC).  Keywords : ketoprofen, transdermal, in-vivo, HPLC
REVIEW: FERMENTASI DAN KARAKTERISASI BERBAGAI ZAT WARNA Monascus YANG DIISOLASI DARI ANGKAK ASTININGSIH DIAH PRAVITASARI; TIANA MILANDA
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.451 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.22289

Abstract

Angkak adalah produk fermentasi beras oleh kapang Monascus sp., yang mengandung berbagai metabolit sekunder. Salah satu metabolit, yaitu zat warna Monascus, terdiri dari 3 (tiga) kelompok utama, yaitu zat warna merah (rubropunktamin dan monaskorubramin), jingga (rubropunktatin dan monaskorubrin) serta kuning (monaskin dan ankaflavin).  Zat warna ini memiliki aktivitas antiproliferasi, antitumor potensial, antidiabetes, antioksidatif stres, anti-inflamasi dan antiobesitas. Banyaknya aktivitas farmakologi zat warna Monascus, menyebabkan perlu dilakukan studi literatur mengenai proses fermentasi dan karakterisasi zat-zat warna tersebut dalam berbagai jurnal elektronik, baik jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Hsil penelusuran pustaka menunjukkan bahwa zat warna Monascus dapat dihasilkan melalui fermentasi padat dalam medium PDA atau cornmeal serta medium cair, yang mengandung surfaktan atau MSG. pH medium di bawah 4,00 akan menyebabkan pembentukan zat warna terkonsentrasi dalam cairan intraseluler, sedangkan  pH medium mendekati netral (5,5-6,5) menyebabkan pembentukan zat warna terkonsentrasi dalam cairan ekstratraseluler. Seluruh zat warna tersebut dikarakterisasi menggunakan metode HSCCC, HPLC-MS, spektroskopi NMR, flow cytometry, spektrofotometer UV/Vis serta Kromatografi Lapis Tipis/KLT. Kata kunci: Angkak, Zat warna Monascus, Fermentasi, Karakterisasi
REVIEW ARTIKEL : AKTIVITAS FARMAKOLOGI ANGKAK (BERAS MERAH FERMENTASI KAPANG MONASCUS PURPUREUS) Fathia Pebriani; Tiana Milanda
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.34541

Abstract

Sejak dahulu kala, manusia telah menggunakan berbagai keanekaragaman hayati untuk dijadikan obat-obatan dalam meringankan dan mengobati penyakit. Indonesia memiliki berbagai spesies tanaman, hewan, dan mikroorganisme yang mampu dikembangkan menjadi obat tradisional yang sangat bermanfaat. Salah satu obat tradisional yang sudah digunakan secara luas adalah angkak. Angkak merupakan makanan fermentasi asal China yang dibuat dengan mengkultivasi kapang Monascus purpureus (ragi merah) pada beras. Beberapa aktivitas farmakologi serta kandungan senyawa tersebut sudah dibuktikan melalui berbagai penelitian. Oleh sebab itu, ditulis review artikel ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kandungan metabolit sekunder pada angkak dengan aktivitas farmakologinya. Artikel dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari penelusuran melalui Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci yang telah ditentukan dan sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kandungan metabolit sekunder pada angkak dengan aktivitas farmakologi yang diteliti. Senyawa yang terkandung memiliki perannya masing-masing terhadap aktivitas yang ditimbulkan.Kata kunci: Aktivitas farmakologi, angkak, Monascus purpureus, monakolin K.
Co-Authors Adha, Syah Akbarul Adila Srebreneca AFINA DWI RACHMAWATI Ahmad Muhtadi Alam Jenuin Dwipratama Alifia Hasna Hamidah Amaliah Ihsani Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana ARIF SATRIA WIRA KUSUMA ASTININGSIH DIAH PRAVITASARI Belinda, Andhara M. Bonar C. Saragih Dewi, Lisa K. Dolih Gozali Dwi Indra Purnomo Ellin Febrina Ellin Febrina Erlianti, Karina FATHIA PEBRIANI Firda Aryanti Widyana Gofarana Wilar Hanny Hafiar Haryanto Dhanutirto Hasriana Hasriana Hasriana Hasriana, Hasriana Hasrianna Hasrianna Hasrianna, Hasrianna Ida P. Santoso Indah Suasani Wahyuni Irma Erika Herawati Irma Erika Herawati Irma Melyani Puspitasari Irma Meylani Puspitasari Ivan S. Pradipta Jutti Levita Keri Lestari Kurniawan Kurniawan Kusuma, Sri A. F. Lisa K. Dewi Maisyarah, Intan Timur Mardiana, Lia Marlia Singgih Wibowo MAYANG KUSUMA DEWI, MAYANG KUSUMA Melisa Intan Barliana Melisa Intan Barliana, Melisa Intan Moelyono Muktiwardojo Mohamad Taufik Ismullah Muchtaridi Muchtaridi Muhaimin Muhaimin Muhammad F. Wardhana Munir Alinu Mulki Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Nasrul Wathoni Nimas T. I. Tarina NURUL ANNISA Nurul Annisa Pradipta, Ivan S. QONITA ZAHRA FADHILA Raden Maya Febriyanti ragavendra ravee Rani Cyinthia Hani Renny Amelia Rhisanandra, Fathia Richie Agusta Iwan Chandra Riezki Amalia Rizky Abdulah Ronny Lesmana Saragih, Bonar C. Septiyani Mustikawati Sjafril, Astri K. Soemarie, Yulistia Budianti Sofa D. Alfian Sofa D. Alfian, Sofa D. Sri A. F. Kusuma Sri A. F. Kusuma Sri A. Sumiwi Sri Adi Sumiwi Sri Agung Fitri Kusuma, Sri Agung Sriwidodo Sriwidodo Steffi Liem Suharyani, Ine Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih Sumiwi, Sri A. Supriyatna Supriyatna Susilawati, Yaswinar Syah Akbarul Adha SYIFA HANIFAH TERESYA PUTERI Tina Rostinawati TUTUS GUSDINAR Uce Lestari Vesara A. Gatera Wa Ode Ida Fitriah Wardhana, Muhammad F. Wijaya, Viriyanata Yasmiwar Susilawati Yaswinar Susilawati Yuli Andriani Yuni Elsa Hadisaputri Yuyun Wahyuni