Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE HYBRID TENTANG COVID-19 DAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA KADER PKK DESA CIKIDANG KECAMATAN LEMBANG Jutti Levita; Sri Adi Sumiwi; Mutakin Mutakin; Tiana Milanda; Irma Melyani Puspitasari; Sriwidodo Sriwidodo; Ellin Febrina; Yasmiwar Susilawati; Indah Suasani Wahyuni; Irma Erika Herawati; Renny Amelia; Gofarana Wilar
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i2.34927

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) di Desa Cikidang sudah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut. Masyarakat berpartisipasi sangat baik dan menginginkan kegiatan dapat dilakukan secara kontinu serta melibatkan masyarakat yang lebih luas. Desa Cikidang belum memiliki sarana kesehatan dan lokasi Puskesmas terdekat adalah di Desa Cikole, berjarak 3,5 km. Berdasarkan data dari Puskesmas Cikole periode tahun 2019, tercatat bahwa penyakit hipertensi memiliki angka kejadian tertinggi yaitu 135 kejadian. Kegiatan PPM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader PKK tentang penyakit hipertensi dan juga tentang COVID-19. Kegiatan dilakukan dengan menerapkan metode hybrid luring dan daring (gabungan sinkronus dan asinkronus menggunakan media leaflet dan video). Dari sejumlah enam puluh undangan yang disebarkan, kegiatan PPM dihadiri oleh tiga puluh lima peserta. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan secara hybrid berhasil meningkatkan pengetahuan kader PKK tentang COVID-19 dan Penyakit Hipertensi sebesar 13,56%. 
Isolasi Senyawa Aktif Dari Fraksi Etil Asetat Daun Goniothalamus Macrophyllus Viriyanata Wijaya; Supriyatna Supriyatna; Tiana Milanda
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.522 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.49

Abstract

Infeksi kulit pada suku dayak Punan diakibatkan kontak langsung dengan alam. Satu bakteri yang paling sering menjadi penyebab infeksi kulit di komunitas yang kurang higienis tersebut yaitu Staphylococcus aureus. Tumbuhan tendani (Goniothalamus macrophyllus) secara empiris digunakan sebagai obat luar untuk infeksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa aktif antibakteri yang terkandung dalam isolat dari fraksi etil asetat Daun G. macrophyllus. Ekstrak etanol Daun G. macrophyllus difraksinasi dengan n-heksan dan etil asetat. Fraksi etil asetat adalah fraksi teraktif yang menunjukkan diameter hambat sebesar 19,50 mm dan 22,30 mm untuk masing-masing konsentrasi 20% dan 30%. Proses pemisahan dan pemurnian menggunakan kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis preparatif. Isolat diidentifikasi dengan spektoskopi, dilakukan dengan UV-vis, IR, dan MS memberikan ?maks 202,9 nm, gugus fungsi O-H, C-H alifatis, C=C aromatis, C=O dan C-H aromatis, dan m/z 352,9806. Maka, senyawa aktif disimpulkan sebagai dimetoksi glabranin (C22H24O4).
REVIEW ARTIKEL : AKTIVITAS FARMAKOLOGI ANGKAK (BERAS MERAH FERMENTASI KAPANG MONASCUS PURPUREUS) Fathia Pebriani; Tiana Milanda
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.34541

Abstract

Sejak dahulu kala, manusia telah menggunakan berbagai keanekaragaman hayati untuk dijadikan obat-obatan dalam meringankan dan mengobati penyakit. Indonesia memiliki berbagai spesies tanaman, hewan, dan mikroorganisme yang mampu dikembangkan menjadi obat tradisional yang sangat bermanfaat. Salah satu obat tradisional yang sudah digunakan secara luas adalah angkak. Angkak merupakan makanan fermentasi asal China yang dibuat dengan mengkultivasi kapang Monascus purpureus (ragi merah) pada beras. Beberapa aktivitas farmakologi serta kandungan senyawa tersebut sudah dibuktikan melalui berbagai penelitian. Oleh sebab itu, ditulis review artikel ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kandungan metabolit sekunder pada angkak dengan aktivitas farmakologinya. Artikel dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari penelusuran melalui Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci yang telah ditentukan dan sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kandungan metabolit sekunder pada angkak dengan aktivitas farmakologi yang diteliti. Senyawa yang terkandung memiliki perannya masing-masing terhadap aktivitas yang ditimbulkan.Kata kunci: Aktivitas farmakologi, angkak, Monascus purpureus, monakolin K.
Defined Daily Doses (DDD) MEROPENEM DAN TINGKAT KEPEKAAN Acinetobacter baumannii TERHADAP MEROPENEM PADA PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE AGUSTUS 2017-AGUSTUS 2018 Yuyun Wahyuni; Tiana Milanda; Ida P. Santoso
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42475

Abstract

Acinetobacter baumannii resistan karbapenem (Carbapenem resistance Acinetobacter baumannii/CRAB) merupakan salah satu bakteri penyebab resistensi karbapenem yang sudah menyebar hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Karbapenem (terutama imipenem dan meropenem) merupakan golongan antibiotik pilihan utama yang dipakai untuk mengobati pada pasien pneumonia yang disebabkan oleh bakteri A. baumannii. Pemakaian antibiotik meropenem di ICU sangat tinggi karena dibutuhkan untuk pengelolaan infeksi berat. Namun, penggunaan yang tidak bijak memicu peningkatan resistensi. Akhir-akhir ini telah banyak ditemukan A. baumannii yang telah resisten meropenem, terutama pada pasien yang menggunakan alat-alat invasif seperti ventilator, kateter, pasien dengan sistem imunitas yang rendah dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepekaan bakteri A. baumannii terhadap antibiotik meropenem dan mendapatkan data tentang kuantitas antibiotik meropenem dengan menghitung DDD antibiotik meropenem di ruang ICU RSUP. Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Agustus 2017-Agustus 2018. Penelitian dilakukan sejak bulan Januari sampai Mei 2019 di Departemen Patologi Klinik RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian deskriptif analisis terhadap kuantitas penggunaan meropenem dilakukan secara retrospektif, sampel yang diambil dengan cara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan Secara kuantitatif dari 190 catatan medik didapatkan total penggunaan antibiotik meropenem sebesar 10,74 DDD/100 hari rawat. Persentase resistensi dari 208 isolat A. baumannii yang teridentifikasi, didapatkan A. baumannii resisten meropenem sebanyak 84.6% (176 isolat), sedangkan A. baumannii sensitif meropenem sebanyak 15.4% (32 isolat). Simpulan dari penelitian menunjukkan bahwa DDD meropenem di Ruang inap ICU RSUP. Dr. Hasan Sadikin Bandung melebihi standar WHO, dan terdapat kasus-kasus resistensi meropenem yang semakin meningkat.
The Oral Health and Comorbid Diseases Knowledge Between Urban and Rural Community during Pandemic Wahyuni, Indah Suasani; Herawati, Irma Erika; Puspitasari, Irma Melyani; Mutakin, Mutakin; Milanda, Tiana; Levita, Jutti
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v18i1.31454

Abstract

The restriction of social mobility and activity during the COVID-19 pandemic has been implemented to stop the deadly transmission of the SARS-CoV2 virus. People are forced to stay at home and strictly perform the COVID-19 health protocol in their daily activities. Currently, a continuous self-maintenance of the health, including oral health, is considered the best strategy worldwide. This community service activity aimed to assess the knowledge of the urban and rural adult community about oral health, comorbidity, and the quality of life (QoL) during this pandemic situation by using a pre-and post-test quasi-experimental design with an intervention of health-knowledge sharing using leaflets and videos, and a WHOQOL 2012 questionnaire to study the QoL. Paired t-test was used as statistical analysis. Total respondents were 131 (n = 76 for urban and n = 55 for rural), selected using the purposive sampling method. There was a significant difference between the results of the pre-test and post-test in both urban and rural groups (t count ranged from 1.69 to 5.98; p 0.05). Based on the WHOQOL 2012 questionnaire, both urban (90.79%) and rural (87.27%) respondents indicated a good QoL, while the remaining was scored as medium. Physical conditions/pain was the main domain that directly affects the QoL in both communities. It could be concluded that the knowledge-sharing intervention to the community gave a good impact in enhancing the knowledge of the respondents, however, a continuous program should be further carried out for better results. 
PEMANFAATAN KULIT MANGGIS DALAM SEDIAAN SABUN CAIR ANTISEPTIK DI DESA CILIANG KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Nasrul Wathoni; Tiana Milanda; Dolih Gozali; Dwi Indra Purnomo; Ine Suharyani
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i2.41709

Abstract

Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) merupakan salah satu tugas Tri Dharma yaitu suatu bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat. PPM periode Juni 2022dilakukan secara terpadu antara kegiatan Riset dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Dosen. Kegiatan riset yang dilakukan memberikan hasil berupa pemanfaatan limbah kulit buah manggis. Kulit buah manggis mengandung Xanthone, yang bermanfaat sebagai antiseptik, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antiseptik yang dapat dibuat dengan mudah dan sederhana, salah satunya adalah bentuk sabun cair dengan zat aktif kulit manggis. Pada kegiatan PPM ini, pengetahuan masyarakat tentang cara pengolahankulit buah manggis dan pemanfaatannya dalam sabun cair antiseptik, diharapkan dapat bertambah.Setelah dilakukan penyuluhan tentang manfaatbuah manggis, kami mendapatkan hasil bahwa pengetahuan masyarakat tentang manggis dan pemanfaatannya dalam sabun antiseptik meningkat, pada pre-test dengan rata-rata jawaban benar sebanyak 78,41%, sementara pada post-test meningkat menjadi 84,72% %. Ketrampilan masyarakat untuk mengolah sabun cair antiseptik dari kulit manggis pun terlihat pada proses pembuatan dihasilkan sabun yang homogen, berbusa dan wangi.
Aktivitas Antibakteri Fraksi Teraktif Kulit Batang Trengguli (Cassia fistula L.) Terhadap Propionibacterium acnes Isolat Klinis dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dalam Sediaan Salep Tiana Milanda; Septiyani Mustikawati; Anis Yohana Chaerunisaa
Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry Vol. 13 No. 1 (2021): Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry
Publisher : Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisic.v13i1.13049

Abstract

[Antibacterial Activity of the Most Active Fraction of Trengguli Bark (Cassia fistula L.) Against Propionibacterium acnes Clinical Isolate and Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 in Ointment Preparation] Infeksi bakteri pada kulit umumnya disebabkan oleh Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa. Tanaman trengguli (Cassia fistula L.) diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang sangat kuat. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan salep antibakteri dari fraksi teraktif kulit batang trengguli. Evaluasi fisik dan uji aktivitas terhadap kedua bakteri uji dilakukan terhadap sediaan dengan pengujian stabilitas setelah 28 hari penyimpanan. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ditentukan dengan metode mikrodilusi. Formula salep dibuat dengan konsentrasi fraksi teraktif 2–4 X KHTM. Karakteristik fisik dari sediaan yang diamati meliputi perubahan organoleptik, pH, dan viskositas selama penyimpanan. Profil Kromatografi Lapis Tipis dari fraksi dibandingkan antara sebelum dan setelah dibuat sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat sebagai fraksi teraktif memiliki KHTM dan KBM sebesar 175 dan 350 ppm untuk Propionibacterium acnes, serta 400 dan 800 ppm untuk Pseudomonas aeruginosa. Dari hasil evaluasi terhadap formula dapat disimpulkan bahwa karakteristik fisik dari sediaan salep basis hidrofob dan hidrofil tidak berubah  selama 28 hari penyimpanan. Dari kedua jenis salep tersebut, salep basis hidrofil memiliki aktivitas lebih baik dengan diameter zona hambat yang tidak mengalami perubahan selama 28 hari penyimpanan.
Potensi Antibakteri Daun Nanas Kerang terhadap Escherichia coli dan Shigella dysenteriae Tiana Milanda; Moelyono Muktiwardojo; Firda Aryanti Widyana
Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry Vol. 13 No. 2 (2021): Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry
Publisher : Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisic.v13i2.14504

Abstract

[Antibacterial Potentional of Nanas Kerang Leaves against Escherichia coli dan Shigella dysenteriae] Nanas kerang (Tradescantia spathacea Swartz) merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional di berbagai negara dan telah diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologi, termasuk antibakteri. Untuk mengetahui aktivitasnya terhadap Shigella dysenteriae  dan  Escherichia coli, maka dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun nanas kerang dan berbagai fraksinya terhadap kedua bakteri tersebut  serta penentuan golongan senyawa yang terkandung di dalamnya. Penelitian dilakukan melalui ekstraksi simplisia, fraksinasi ekstrak, pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi, penetapan nilai KHTM dan KBM dan penentuan golongan senyawa dalam fraksi teraktif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun nanas kerang memiliki aktivitas terhadap S. dysenteriae dan E. coli isolat klinik sampai konsentrasi 200 mg/mL, dengan  aktivitas terbesar terhadap E.coli isolat klinis. Fraksi air, etil asetat asam dan n-heksan dari ekstrak ini juga memiliki aktivitas terhadap S. dysenteriae dan E. coli isolat klinik sampai konsentrasi 300 mg/mL.  Pada konsentrasi yang sama, fraksi etil asetat basa hanya memiliki aktivitas terhadap E. coli isolat klinis. Fraksi etil asetat sebagai fraksi teraktif memiliki  KBM 37,5 dan 11,8 mg/mL berturut-turut  terhadap S. dysenteriae dan E. coli isolat klinis. Pada fraksi etil asetat asam terdeteksi senyawa flavonoid dan kuinon, yang diduga merupakan senyawa antibakteri  dalam fraksi tersebut
POTENSI SAMBILOTO SEBAGAI OBAT ANTIDIABETES BERBASIS HERBAL Syah Akbarul Adha; Raden Maya Febriyanti; Tiana Milanda
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.118

Abstract

Penggunaan tanaman herbal atau obat tradisional oleh manusia telah tercatat selama ribuan tahun dan merupakan bagian dari sejarah dan kebudayaan yang masih ada sampai sekarang. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi kekayaan alam khususnya pada keragaman hayati, dimana di Indonesia, tanaman dan tumbuh-tumbuhan juga digunakan sebagai obat-obatan oleh masyarakatnya. Sambiloto telah diketahui dan banyak digunakan oleh masyarakat indonesia, sebagai salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat sebagi obat bagi penderita diabetes. Indonesia termasuk satu dari sepuluh negara yang memiliki pasien Diabetes Mellitus (DM) paling banyak di dunia. Studi mengenai pengetahuan dan pengguan sambiloto oleh masyarakat tidak hanya bertujuan untuk berkontribusi pada pemahaman terhadap pengboatan herbal, tetapi juga dapat mendorong dalam penelusuran dan pengembangan sambiloto sebagai obat antidiabetes yang bernilai jual. Studi ini diharapkan dapat memberikan informasi secara ilmiah terhadap tanaman sambiloto yang digunakan oleh masyarakat sebagai antidiabetes. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengambil data data dari artikel, database, textbook yang telah dipublikasikan dan diambil dari PubMed, NCBI, elsevier dan lain-lain. Dari hasil yang didapatkan, sambiloto memiki potensi yang besar sebagai antidiabetes
Perencanaan Pengadaan Obat Dengan Metode Minimum-Maksimal Stock Level (MMSL) Salah Satu Apotek di Bandung Berdasarkan Data Penjualan Mei-Juli 2022 Rhisanandra, Fathia; Milanda, Tiana
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.46765

Abstract

Perencanaan pengadaan obat merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum melakukan pengadaan obat agar persediaan obat terkendali dan meminimalisir terjadinya kekurangan obat (stock out) maupun kelebihan obat hingga terjadi penumpukan obat. Perencanaan pengadaan obat salah satunya dapat dilakukan menggunakan metode MMSL (Minimum-Maximum Stock Level) yang merupakan metode perencanaan yang sederhana dan mudah diterapkan di apotek. Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data transaksi apotek pada 3 bulan terakhir yaitu Mei-Juli 2022, mengumpulkan data terkait perhitungan melalui wawancara dengan penanggungjawab pengadaan di apotek, dan melakukan perhitungan MMSL dan analisis. Tujuan dari penelitian ini ialah melalukan perencanaan pengadaan obat pada salah satu apotek di Bandung. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis melalui pengumpulan data transaksi resep maupun non resep di salah satu apotek di Bandung pada bulan Mei-Juli 2022 sebanyak 53.650 transaksi, dan hasil wawancara terkait lead time, procurement period didapat jumlah stok minimal dan stok minimal yang dibutuhkan dari setiap 3193 item. Dari hasil perhitungan MMSL didapat didapatkan batas minimal dan batas maksimal persediaan item terkecil adalah Abate Sachet 5 gram yaitu masing-masing 0 dan batas minimal dan batas maksimal persediaan item terbesar adalah Amlodipine 5 mg yaitu 860 dan 1862. Kata kunci: Perencanaan, apotek, MMSL
Co-Authors Adha, Syah Akbarul Adila Srebreneca AFINA DWI RACHMAWATI Ahmad Muhtadi Alam Jenuin Dwipratama Alifia Hasna Hamidah Amaliah Ihsani Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana ARIF SATRIA WIRA KUSUMA ASTININGSIH DIAH PRAVITASARI Belinda, Andhara M. Bonar C. Saragih Dewi, Lisa K. Dolih Gozali Dwi Indra Purnomo Ellin Febrina Ellin Febrina Erlianti, Karina FATHIA PEBRIANI Firda Aryanti Widyana Gofarana Wilar Hanny Hafiar Haryanto Dhanutirto Hasriana Hasriana Hasriana Hasriana, Hasriana Hasrianna Hasrianna Hasrianna, Hasrianna Ida P. Santoso Indah Suasani Wahyuni Irma Erika Herawati Irma Erika Herawati Irma Melyani Puspitasari Irma Meylani Puspitasari Ivan S. Pradipta Jutti Levita Keri Lestari Kurniawan Kurniawan Kusuma, Sri A. F. Lisa K. Dewi Maisyarah, Intan Timur Mardiana, Lia Marlia Singgih Wibowo MAYANG KUSUMA DEWI, MAYANG KUSUMA Melisa Intan Barliana Melisa Intan Barliana, Melisa Intan Moelyono Muktiwardojo Mohamad Taufik Ismullah Muchtaridi Muchtaridi Muhaimin Muhaimin Muhammad F. Wardhana Munir Alinu Mulki Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Nasrul Wathoni Nimas T. I. Tarina NURUL ANNISA Nurul Annisa Pradipta, Ivan S. QONITA ZAHRA FADHILA Raden Maya Febriyanti ragavendra ravee Rani Cyinthia Hani Renny Amelia Rhisanandra, Fathia Richie Agusta Iwan Chandra Riezki Amalia Rizky Abdulah Ronny Lesmana Saragih, Bonar C. Septiyani Mustikawati Sjafril, Astri K. Soemarie, Yulistia Budianti Sofa D. Alfian Sofa D. Alfian, Sofa D. Sri A. F. Kusuma Sri A. F. Kusuma Sri A. Sumiwi Sri Adi Sumiwi Sri Agung Fitri Kusuma, Sri Agung Sriwidodo Sriwidodo Steffi Liem Suharyani, Ine Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih Sumiwi, Sri A. Supriyatna Supriyatna Susilawati, Yaswinar Syah Akbarul Adha SYIFA HANIFAH TERESYA PUTERI Tina Rostinawati TUTUS GUSDINAR Uce Lestari Vesara A. Gatera Wa Ode Ida Fitriah Wardhana, Muhammad F. Wijaya, Viriyanata Yasmiwar Susilawati Yaswinar Susilawati Yuli Andriani Yuni Elsa Hadisaputri Yuyun Wahyuni