Claim Missing Document
Check
Articles

The Oral Health and Comorbid Diseases Knowledge Between Urban and Rural Community during Pandemic Wahyuni, Indah Suasani; Herawati, Irma Erika; Puspitasari, Irma Melyani; Mutakin, Mutakin; Milanda, Tiana; Levita, Jutti
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v18i1.31454

Abstract

The restriction of social mobility and activity during the COVID-19 pandemic has been implemented to stop the deadly transmission of the SARS-CoV2 virus. People are forced to stay at home and strictly perform the COVID-19 health protocol in their daily activities. Currently, a continuous self-maintenance of the health, including oral health, is considered the best strategy worldwide. This community service activity aimed to assess the knowledge of the urban and rural adult community about oral health, comorbidity, and the quality of life (QoL) during this pandemic situation by using a pre-and post-test quasi-experimental design with an intervention of health-knowledge sharing using leaflets and videos, and a WHOQOL 2012 questionnaire to study the QoL. Paired t-test was used as statistical analysis. Total respondents were 131 (n = 76 for urban and n = 55 for rural), selected using the purposive sampling method. There was a significant difference between the results of the pre-test and post-test in both urban and rural groups (t count ranged from 1.69 to 5.98; p 0.05). Based on the WHOQOL 2012 questionnaire, both urban (90.79%) and rural (87.27%) respondents indicated a good QoL, while the remaining was scored as medium. Physical conditions/pain was the main domain that directly affects the QoL in both communities. It could be concluded that the knowledge-sharing intervention to the community gave a good impact in enhancing the knowledge of the respondents, however, a continuous program should be further carried out for better results. 
PEMANFAATAN KULIT MANGGIS DALAM SEDIAAN SABUN CAIR ANTISEPTIK DI DESA CILIANG KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Nasrul Wathoni; Tiana Milanda; Dolih Gozali; Dwi Indra Purnomo; Ine Suharyani
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i2.41709

Abstract

Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) merupakan salah satu tugas Tri Dharma yaitu suatu bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat. PPM periode Juni 2022dilakukan secara terpadu antara kegiatan Riset dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Dosen. Kegiatan riset yang dilakukan memberikan hasil berupa pemanfaatan limbah kulit buah manggis. Kulit buah manggis mengandung Xanthone, yang bermanfaat sebagai antiseptik, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antiseptik yang dapat dibuat dengan mudah dan sederhana, salah satunya adalah bentuk sabun cair dengan zat aktif kulit manggis. Pada kegiatan PPM ini, pengetahuan masyarakat tentang cara pengolahankulit buah manggis dan pemanfaatannya dalam sabun cair antiseptik, diharapkan dapat bertambah.Setelah dilakukan penyuluhan tentang manfaatbuah manggis, kami mendapatkan hasil bahwa pengetahuan masyarakat tentang manggis dan pemanfaatannya dalam sabun antiseptik meningkat, pada pre-test dengan rata-rata jawaban benar sebanyak 78,41%, sementara pada post-test meningkat menjadi 84,72% %. Ketrampilan masyarakat untuk mengolah sabun cair antiseptik dari kulit manggis pun terlihat pada proses pembuatan dihasilkan sabun yang homogen, berbusa dan wangi.
Aktivitas Antibakteri Fraksi Teraktif Kulit Batang Trengguli (Cassia fistula L.) Terhadap Propionibacterium acnes Isolat Klinis dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dalam Sediaan Salep Tiana Milanda; Septiyani Mustikawati; Anis Yohana Chaerunisaa
Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry Vol. 13 No. 1 (2021): Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry
Publisher : Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisic.v13i1.13049

Abstract

[Antibacterial Activity of the Most Active Fraction of Trengguli Bark (Cassia fistula L.) Against Propionibacterium acnes Clinical Isolate and Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 in Ointment Preparation] Infeksi bakteri pada kulit umumnya disebabkan oleh Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa. Tanaman trengguli (Cassia fistula L.) diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang sangat kuat. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan salep antibakteri dari fraksi teraktif kulit batang trengguli. Evaluasi fisik dan uji aktivitas terhadap kedua bakteri uji dilakukan terhadap sediaan dengan pengujian stabilitas setelah 28 hari penyimpanan. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ditentukan dengan metode mikrodilusi. Formula salep dibuat dengan konsentrasi fraksi teraktif 2–4 X KHTM. Karakteristik fisik dari sediaan yang diamati meliputi perubahan organoleptik, pH, dan viskositas selama penyimpanan. Profil Kromatografi Lapis Tipis dari fraksi dibandingkan antara sebelum dan setelah dibuat sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat sebagai fraksi teraktif memiliki KHTM dan KBM sebesar 175 dan 350 ppm untuk Propionibacterium acnes, serta 400 dan 800 ppm untuk Pseudomonas aeruginosa. Dari hasil evaluasi terhadap formula dapat disimpulkan bahwa karakteristik fisik dari sediaan salep basis hidrofob dan hidrofil tidak berubah  selama 28 hari penyimpanan. Dari kedua jenis salep tersebut, salep basis hidrofil memiliki aktivitas lebih baik dengan diameter zona hambat yang tidak mengalami perubahan selama 28 hari penyimpanan.
Potensi Antibakteri Daun Nanas Kerang terhadap Escherichia coli dan Shigella dysenteriae Tiana Milanda; Moelyono Muktiwardojo; Firda Aryanti Widyana
Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry Vol. 13 No. 2 (2021): Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry
Publisher : Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisic.v13i2.14504

Abstract

[Antibacterial Potentional of Nanas Kerang Leaves against Escherichia coli dan Shigella dysenteriae] Nanas kerang (Tradescantia spathacea Swartz) merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional di berbagai negara dan telah diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologi, termasuk antibakteri. Untuk mengetahui aktivitasnya terhadap Shigella dysenteriae  dan  Escherichia coli, maka dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun nanas kerang dan berbagai fraksinya terhadap kedua bakteri tersebut  serta penentuan golongan senyawa yang terkandung di dalamnya. Penelitian dilakukan melalui ekstraksi simplisia, fraksinasi ekstrak, pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi, penetapan nilai KHTM dan KBM dan penentuan golongan senyawa dalam fraksi teraktif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun nanas kerang memiliki aktivitas terhadap S. dysenteriae dan E. coli isolat klinik sampai konsentrasi 200 mg/mL, dengan  aktivitas terbesar terhadap E.coli isolat klinis. Fraksi air, etil asetat asam dan n-heksan dari ekstrak ini juga memiliki aktivitas terhadap S. dysenteriae dan E. coli isolat klinik sampai konsentrasi 300 mg/mL.  Pada konsentrasi yang sama, fraksi etil asetat basa hanya memiliki aktivitas terhadap E. coli isolat klinis. Fraksi etil asetat sebagai fraksi teraktif memiliki  KBM 37,5 dan 11,8 mg/mL berturut-turut  terhadap S. dysenteriae dan E. coli isolat klinis. Pada fraksi etil asetat asam terdeteksi senyawa flavonoid dan kuinon, yang diduga merupakan senyawa antibakteri  dalam fraksi tersebut
Use of MOCAF flour as raw material for healthy and hygienic lakar crackers in N&N MSMEs Muhaimin Muhaimin; Anis Yohana Chaerunisaa; Tiana Milanda; Intan Timur Maisyarah; Uce Lestari; Mayang Kusuma Dewi; Lia Mardiana; Karina Erlianti
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 4 (2023): November 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i4.11237

Abstract

In the vicinity of NN Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) in Jatiroke Village, Sumedang, West Java, cassava plantations abound, yet their harvest is often undervalued and sold at low prices. To enhance economic value, cassava from Jatiroke Village is now being processed into Modified Cassava Flour (MOCAF) for use as a primary ingredient in lakar cracker production at NN MSME. Previously, wheat and tapioca flours were sourced from the market for cracker production. The objective of this Community Partnership Empowerment (CPE) initiative is to replace wheat flour with locally processed MOCAF, diversifying food ingredient sources using available resources. MOCAF is not only gluten-free but is also deemed safe for consumption, especially for those with autoimmune diseases, memory loss, and autism. The CPE program includes training on MOCAF flour production and hands-on experience in making lakar crackers with MOCAF as a core ingredient. This comprehensive effort aims to promote NN MSME's growth by incorporating innovative technology for the production of healthy and hygienic crackers, thereby benefiting public health, particularly individuals with autoimmune conditions. This strategic shift not only holds economic promise but also contributes to the well-being of the community.
POTENSI SAMBILOTO SEBAGAI OBAT ANTIDIABETES BERBASIS HERBAL Syah Akbarul Adha; Raden Maya Febriyanti; Tiana Milanda
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.118

Abstract

Penggunaan tanaman herbal atau obat tradisional oleh manusia telah tercatat selama ribuan tahun dan merupakan bagian dari sejarah dan kebudayaan yang masih ada sampai sekarang. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi kekayaan alam khususnya pada keragaman hayati, dimana di Indonesia, tanaman dan tumbuh-tumbuhan juga digunakan sebagai obat-obatan oleh masyarakatnya. Sambiloto telah diketahui dan banyak digunakan oleh masyarakat indonesia, sebagai salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat sebagi obat bagi penderita diabetes. Indonesia termasuk satu dari sepuluh negara yang memiliki pasien Diabetes Mellitus (DM) paling banyak di dunia. Studi mengenai pengetahuan dan pengguan sambiloto oleh masyarakat tidak hanya bertujuan untuk berkontribusi pada pemahaman terhadap pengboatan herbal, tetapi juga dapat mendorong dalam penelusuran dan pengembangan sambiloto sebagai obat antidiabetes yang bernilai jual. Studi ini diharapkan dapat memberikan informasi secara ilmiah terhadap tanaman sambiloto yang digunakan oleh masyarakat sebagai antidiabetes. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengambil data data dari artikel, database, textbook yang telah dipublikasikan dan diambil dari PubMed, NCBI, elsevier dan lain-lain. Dari hasil yang didapatkan, sambiloto memiki potensi yang besar sebagai antidiabetes
Perencanaan Pengadaan Obat Dengan Metode Minimum-Maksimal Stock Level (MMSL) Salah Satu Apotek di Bandung Berdasarkan Data Penjualan Mei-Juli 2022 Rhisanandra, Fathia; Milanda, Tiana
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.46765

Abstract

Perencanaan pengadaan obat merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum melakukan pengadaan obat agar persediaan obat terkendali dan meminimalisir terjadinya kekurangan obat (stock out) maupun kelebihan obat hingga terjadi penumpukan obat. Perencanaan pengadaan obat salah satunya dapat dilakukan menggunakan metode MMSL (Minimum-Maximum Stock Level) yang merupakan metode perencanaan yang sederhana dan mudah diterapkan di apotek. Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data transaksi apotek pada 3 bulan terakhir yaitu Mei-Juli 2022, mengumpulkan data terkait perhitungan melalui wawancara dengan penanggungjawab pengadaan di apotek, dan melakukan perhitungan MMSL dan analisis. Tujuan dari penelitian ini ialah melalukan perencanaan pengadaan obat pada salah satu apotek di Bandung. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis melalui pengumpulan data transaksi resep maupun non resep di salah satu apotek di Bandung pada bulan Mei-Juli 2022 sebanyak 53.650 transaksi, dan hasil wawancara terkait lead time, procurement period didapat jumlah stok minimal dan stok minimal yang dibutuhkan dari setiap 3193 item. Dari hasil perhitungan MMSL didapat didapatkan batas minimal dan batas maksimal persediaan item terkecil adalah Abate Sachet 5 gram yaitu masing-masing 0 dan batas minimal dan batas maksimal persediaan item terbesar adalah Amlodipine 5 mg yaitu 860 dan 1862. Kata kunci: Perencanaan, apotek, MMSL
SOSIALISASI PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI PADA PENGOLAHAN KERUPUK LAKAR DI UMKM N&N JATINANGOR Muhaimin, Muhaimin; Chaerunisaa, Anis Yohana; Milanda, Tiana; Maisyarah, Intan Timur; Lestari, Uce; Dewi, Mayang Kusuma; Mardiana, Lia; Erlianti, Karina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21970

Abstract

UMKM N&N yang berada di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat merupakan satu-satunya UMKM yang memproduksi kerupuk lakar dengan bahan dasar singkong. Awal produksi kerupuk lakar menggunakan pewarna makanan sintetis yang berada dipasaran. Mengingat bahayanya penggunaan pewarna sintetis pada makanan akan berdampak pada kesehatan manusia salah satunya adalah timbulnya reaksi alergi pada jangka waktu yang pendek dan timbulnya penyakit kanker pada jangka waktu yang lama. Oleh karena itu untuk menghindari pengunaan pewarna sintetis pada kerupuk lakar, maka tim PKM (Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat) Universitas Padjadjaran Bandung mengadakan sosialisasi pemanfaatan pewarna alami yang berasal dari bahan alam seperti wortel (warna orange), buah naga (warna merah fanta), bayam (warna hijau) dan ubi ungu (warna ungu) untuk dijadikan pewarna pada pengolahan kerupuk lakar yang sehat dan hygienis. Adapun tujuan sosialisasi atau penyuluhan pada UMKM N&N adalah untuk mendapatkan produk kerupuk lakar yang sehat dan bebas dari pewarna sintetis, sehingga dapat meningkatkan daya tarik bagi konsumen untuk mengkonsumsinya. Hasil dari penyuluhan penggunaan pewarna alami pada makanan telah diterapkan oleh UMKM N&N pada pengolahan kerupuk lakar dengan penggunaan 4 pewarna alami seperti wortel, bayam, buah naga dan ubi ungu sehingga dapat menambah varian warna dari kerupuk lakar yang dihasilkan. Selain itu kegiatan PKM ini juga memberikan kebermanfaatan kepada UMKM N&N dengan bantuan kemasan kerupuk berupa standing pouch sehingga dapat menambah nilai jual kerupuk lakar dan dapat dijual pada pasar retail seperti minimarket dan supermarket. Kerupuk lakar yang diproduksi oleh UMKM N&N diberi nama merek dagang kerupuk lakar ANIA.
Aktivitas Antibakteri Produk Polen Lebah terhadap Salmonella typhi NCTC786 BCC712 Milanda, Tiana; Sjafril, Astri K.; Sulistiyaningsih, Sulistiyaningsih
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 1 (2021): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.091 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i1.35162

Abstract

Polen lebahmerupakan serbuk sari bunga atau bagian tumbuhan lainnya yang  dikumpulkan oleh lebah madu pejantan dari berbagai tumbuhan. Produk ini diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologi, diantaranya sebagai antimikroba terhadap beberapa bakteri Gram positif, Gram negatif dan jamur. Sampai saat ini, belum ada informasi mengenai aktivitas antibakteri polen lebah terhadap Salmonella typhi, penyebab demam tifoid pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri beberapa produk polen lebah dari Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia terhadap S. typhi NCTC786 BCC712. Penelitian ini dilakukan melalui tahap pengujian aktivitas antibakteri produk polen lebah, penentuan nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) produk polen lebah teraktif dan penentuan nilai banding aktivitas antibakterinya  terhadap kloramfenikol.Hasil penelitian menunjukkan ketiga produk mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. typhi NCTC786 BCC712, dengan aktivitas terbesar ditunjukkan oleh produk ketiga. KHTMdan KBM dari produk polen lebah terhadap S. typhi NCTC786 BCC712 masing-masing sebesar 137,5 mg/mL dan140 mg/mL.Nilai banding aktivitas antibakteri produk tersebut terhadap  dengan kloramfenikol sebesar 1 : 0,0562. Hal ini menunjukkan aktivitas antibakteri produk polen lebah ketiga terhadap S. typhi NCTC786 BCC712 lebih lemah dibanding kloramfenikol.
Usability of mHealth in Patient with Type 1 and Type 2 Diabetes Mellitus: A Review Belinda, Andhara M.; Milanda, Tiana
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/pcpr.v8i2.50595

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic illnesses identified by elevated blood glucose levels. The glycated hemoglobin (HbA1C) test is used to evaluate a person’s control of their blood glucose levels. According to a recent study, mHealth interventions may be particularly helpful for assisting patients with diabetes mellitus to self-monitor their status on their HbA1c level. Therefore, this systematic review aims to provide an overview of how mHealth affects individuals with diabetes mellitus, concentrating on HbA1c evaluation. A systematic review was conducted by reviewing the PubMed, Google Scholar, and Mendeley databases for randomized control trials published between February 2017 and September 2023. The studies of mHealth on the result of HbA1c were then examined. A drop in HbA1c was seen in all intervention groups. The overall average reduction in HbA1c across all intervention groups was - 0.79%, while the reduction in control groups was - 0.42%. The influence of mHealth could significantly reduce HbA1c levels. Studies show that HbA1c decreased more in patients who underwent a 3 to 6-month intervention. This study discovered 12 papers that discuss health for people with diabetes mellitus type 1 and 2. This study found that mHealth interventions significantly lower HbA1c in DM patients. For further research, bigger sample sizes and data on self-care results are needed. The views and perspectives of patients regarding the physical characteristics and design aspects of different interventions—mobile applications, texts, and phone calls—need to be further investigated.
Co-Authors Ade Zuhrotun Adha, Syah Akbarul Adila Srebreneca AFINA DWI RACHMAWATI Ahmad Muhtadi Alam Jenuin Dwipratama Alifia Hasna Hamidah Amaliah Ihsani Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Anita Apriliana Arif S.W Kusuma Arif S.W Kusuma ARIF SATRIA WIRA KUSUMA, ARIF SATRIA WIRA ASTININGSIH DIAH PRAVITASARI Belinda, Andhara M. Bonar C. Saragih Dewi, Lisa K. Didi Susanto Dolih Gozali Dwi Indra Purnomo Ellin Febrina Erlianti, Karina Fachry Abda El Rahman FATHIA PEBRIANI Firda Aryanti Widyana Gofarana Wilar Hanny Hafiar Haryanto Dhanutirto Hasriana Hasriana Hasriana Hasriana, Hasriana Hasrianna Hasrianna Hasrianna, Hasrianna Ida P. Santoso Indah Suasani Wahyuni Intan Timur Maisyarah Irma Erika Herawati Irma Erika Herawati Irma Melyani Puspitasari Irma Meylani Puspitasari Ivan S. Pradipta Jutti Levita Karina Erlianti Karina Erlianti Karina Erlianti Keri Lestari Kurniawan Kurniawan Kusuma, Sri A. F. Lia Mardiana Lisa K. Dewi Maisyarah, Intan Timur Mardiana, Lia Marlia Singgih Wibowo Mayang Kusuma Dewi MAYANG KUSUMA DEWI, MAYANG KUSUMA Melisa I. Barliana Melisa Intan Barliana Moelyono Muktiwardojo Mohamad Taufik Ismullah Muchtaridi Muchtaridi Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhammad F. Wardhana Muhammad Fauzi Munir Alinu Mulki Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Nasrul Wathoni Nimas T. I. Tarina Nurul Annisa NURUL ANNISA Pradipta, Ivan S. QONITA ZAHRA FADHILA Raden Maya Febriyanti ragavendra ravee Rani Cyinthia Hani Renny Amelia Rhisanandra, Fathia Richie Agusta Iwan Chandra Riezki Amalia Rizki Rahmadi Pratama Rizky Abdulah Ronny Lesmana Rosidah Rosidah Saragih, Bonar C. Septiyani Mustikawati Sjafril, Astri K. Soemarie, Yulistia Budianti Sofa D. Alfian Sofa D. Alfian, Sofa D. Sri A. F. Kusuma Sri A. F. Kusuma Sri A. Sumiwi Sri Adi Sumiwi Sri Agung Fitri Kusuma, Sri Agung Sriwidodo Sriwidodo Steffi Liem Suharyani, Ine Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih Sumiwi, Sri A. Supriyatna Supriyatna Supriyatna Supriyatna Susilawati, Yaswinar Syah Akbarul Adha SYIFA HANIFAH TERESYA PUTERI Tina Rostinawati TUTUS GUSDINAR Uce Lestari Uce Lestari Ulya Nabila Vesara A. Gatera Vesara A. Gathera Wa Ode Ida Fitriah Wardhana, Muhammad F. Wijaya, Viriyanata Yasmiwar Susilawati Yaswinar Susilawati Yuli Andriani Yulistia Budianti Soemarie Yulistia Budianti Soemarie Yulistia Budianti Soemarie Yuni Elsa Hadisaputri Yuyun Wahyuni