Claim Missing Document
Check
Articles

REVIEW ARTIKEL: TERAPI MUAL DAN MUNTAH SELAMA MASA KEHAMILAN AFINA DWI RACHMAWATI; Tiana Milanda
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.785 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17755

Abstract

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Dan Fraksi Teripang Laut (Stichopus horrens) Asal Langkawi, Malaysia terhadap Salmonella typhi ATCC 786 dan Salmonella paratyphi A Isolat Klinis Tiana Milanda; Arif SATRIA WIRA KUSUMA; ragavendra ravee
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.795 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9291

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyebab penting morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia oleh aktivitas mikroorganisme, seperti Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi A. Salah satu sumber dari alam bahari yang digunakan untuk mencegah penyakit tifioid adalah Teripang Laut Gamat (Stichopus horrens). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi Teripang Laut (Stichopus horrens) serta menentukan fraksi teraktif, dan mengetahui Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dari bahan uji terhadap Salmonella typhi ATCC 786 dan Salmonella paratyphi A isolat klinis. Tahap penelitian meliputi determinasi bahan laut dan penyiapan simplisia, ekstraksi simplisia, uji aktivitas antibakteri ekstrak, fraksinasi ekstrak, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi penentuan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) fraksi teraktif, penapisan fitokimia ekstrak dan fraksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol Teripang Laut memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi ATCC 786 dan Salmonella paratyphi A isolat klinis pada konsentrasi 20%, 30%, 40%, 50%. Ekstrak ini berupa bentuk kristal, berwarna kuning keemasan, berbau amis, dan berasa asin dengan rendemen 6.625% (b/b) dan kadar air 5% (v/b). Fraksi teraktif dari ekstrak tersebut adalah fraksi etil asetat. Aktivitas antibakteri tersebut diduga berasal dari senyawa dari golongan alkaloid, flavanoid, saponin, monoterpenoid dan sequiterpenoid. Metode yang digunakan adalah metode difusi agar dengan teknik perforasi dan penentuan KHTM serta KBM dengan metode mikrodilusi dengan fraksi yang teraktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) untuk fraksi etil asetat Teripang Laut Gamat adalah pada rentang 10%-20% (b/v) terhadap kedua bakteri uji. Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) untuk fraksi etil asetat Teripang Laut Gamat adalah 20% (b/v) terhadap kedua bakteri uji.
REVIEW : AKTIVITAS ANTIHIPERLIPIDEMIA ANGKAK SYIFA HANIFAH; TIANA MILANDA
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2077.397 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22075

Abstract

Abstrak Hiperlipidemia adalah kondisi penumpukkan lipid secara berlebih dalam darah, yang disebabkan gangguan metabolisme lipid. Salah satu bahan alam yang diketahui memiliki aktivitas antihiperlipidemia adalah angkak, yaitu produk fermentasi beras oleh Monascus sp. Untuk mengetahui aktivitas antihiperlipidemia angkak, maka dilakukan penelusuran pustaka tentang angkak dari  jurnal nasional mapupun internasional bereputasi secara on line. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa angkak dan metabolit sekundernya, yaitu senyawa  monakolin, dapat menurunkan kadar kolesterol total, kadar LDL dan kadar trigliserida serta dapat menaikkan kadar HDL dalam darah. Monakolin, terutama monakolin K, dapat menginhibisi aktivitas (5-hidroksi-3-metilglutaril-koenzim A) reduktase, sehingga menghambat sintesis pembentukan kolesterol di hati, seperti halnya lovastatin. Angkak dapat digunakan dalam pengobatan dislipidemia pada pasien dengan SAMs (statin associated myalgias)  dan mengurangi kejadian kardiovaskular pada pasien jantung koroner dengan infark miokard. Angkak juga aman digunakan sebagai suplemen diet dalam jangka waktu lama, karena tidak memiliki efek toksik terhadap HMG-KoA reduktase. Kata kunci : Hiperlipidemia, Angkak, Monakolin, Lovastatin Abstract Hyperlipidemia is the condition of the accumulation of lipids in excess in the blood, caused by disorders of lipid metabolism. Natural ingredients that are known to have activity antihyperlipidemic is angkak, which is the product of fermentation of rice by Monascus sp. To determine the activity of antihyperlipidemic angkak, then conducted a search of the literature about angkak from national and international journals of repute online. The results of various research shows that angkak and metabolites the secondary, i.e. compounds monakolin, can lower total cholesterol, LDL, triglyceride levels and can increase HDL levels in the blood. Monakolin, especially monakolin K, can inhibit the synthesis of cholesterol formation in the liver, as well as lovastatin. Angkak can be used in the treatment of dyslipidemia in patients with SAMs (statin associated myalgias) and reduce cardiovascular events in patients with coronary heart disease with myocardial infarction. Keywords: hyperlipidemia, Angkak, Monakolin, Lovastatin
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus: Review TERESYA PUTERI; Tiana Milanda
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.714 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10784

Abstract

Resistensi seakan menambah daftar masalah yang belum terselesaikan, sehingga dibutuhkan pembaharuan atau pengembangan obat-obat bahan alam untuk membunuh bakteri dan mencegah terjadinya resistensi. Aloe vera L. memiliki kemampuan antibakteri, antijamur, antivirus, antiinflamasi, dan anti-tumor. Dalam review ini akan dilihat aktivitas antibakteri ekstrak daun lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstrak daun lidah buaya memiliki aktivitas antibakteri. Kemampuan tertinggi aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus terjadi pada konsentrasi 100% dengan rata-rata daya hambat 11,58 mm, sedangkan pada bakteri  Escherichia coli kemampuan tertinggi aktivitas antibakteri terjadi pada konsentrasi 75% dengan rata-rata daya hambat 6,92 mm. 
REVIEW : STUDI IN-VIVO SEDIAAN TRANSDERMAL KETOPROFEN SEBAGAI ANTIINFLAMASI QONITA ZAHRA FADHILA; TIANA MILANDA
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17764

Abstract

ABSTRAK Ketoprofen merupakan obat analgesik yang bekerja sebagai antiinflamasi. Bentuk sediaan transdermal ketoprofen lebih efektif dan lebih nyaman digunakan dibandingkan bentuk sediaan lainnya, karena mampu menghantarkan obat ke dalam sistem aliran darah dengan lebih baik juga efek samping yang ditimbulkan lebih ringan. Pengujian sediaan transdermal ketoprofen secara in-vivo telah dilakukan untuk mengetahui distribusi ketoprofen secara intravena dalam beberapa hewan uji, yang dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT).  Kata kunci: ketoprofen, transdermal, in-vivo, KCKT. ABSTRACT Ketoprofen is an analgesic drug that works as anti-inflammatory. The ketoprofen transdermal dosage form is more effective and more convenient to use than other dosage forms, as it can deliver the drug into the bloodstream system better and the side effects are milder. In-vivo transdermal ketoprofen dosage form analysis has been performed to determine the distribution of ketoprofen intravenously in some test animals, which were analyzed using high performance liquid chromatography (HPLC).  Keywords : ketoprofen, transdermal, in-vivo, HPLC
REVIEW: FERMENTASI DAN KARAKTERISASI BERBAGAI ZAT WARNA Monascus YANG DIISOLASI DARI ANGKAK ASTININGSIH DIAH PRAVITASARI; TIANA MILANDA
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.451 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.22289

Abstract

Angkak adalah produk fermentasi beras oleh kapang Monascus sp., yang mengandung berbagai metabolit sekunder. Salah satu metabolit, yaitu zat warna Monascus, terdiri dari 3 (tiga) kelompok utama, yaitu zat warna merah (rubropunktamin dan monaskorubramin), jingga (rubropunktatin dan monaskorubrin) serta kuning (monaskin dan ankaflavin).  Zat warna ini memiliki aktivitas antiproliferasi, antitumor potensial, antidiabetes, antioksidatif stres, anti-inflamasi dan antiobesitas. Banyaknya aktivitas farmakologi zat warna Monascus, menyebabkan perlu dilakukan studi literatur mengenai proses fermentasi dan karakterisasi zat-zat warna tersebut dalam berbagai jurnal elektronik, baik jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Hsil penelusuran pustaka menunjukkan bahwa zat warna Monascus dapat dihasilkan melalui fermentasi padat dalam medium PDA atau cornmeal serta medium cair, yang mengandung surfaktan atau MSG. pH medium di bawah 4,00 akan menyebabkan pembentukan zat warna terkonsentrasi dalam cairan intraseluler, sedangkan  pH medium mendekati netral (5,5-6,5) menyebabkan pembentukan zat warna terkonsentrasi dalam cairan ekstratraseluler. Seluruh zat warna tersebut dikarakterisasi menggunakan metode HSCCC, HPLC-MS, spektroskopi NMR, flow cytometry, spektrofotometer UV/Vis serta Kromatografi Lapis Tipis/KLT. Kata kunci: Angkak, Zat warna Monascus, Fermentasi, Karakterisasi
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PENYULUHAN PEMANFAATAN JAHE MERAH SEBAGAI TANAMAN BERKHASIAT ANTIRADANG BAGI KADER PKK DI DESA CIKIDANG KECAMATAN LEMBANG Jutti Levita; Sri Adi Sumiwi; Mutakin Mutakin; Tiana Milanda; Irma Meylani Puspitasari; Yuli Andriani; Ellin Febrina; Riezki Amalia; Ahmad Muhtadi
Dharmakarya Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i2.22883

Abstract

Hasil penelitian kami tentang pencarian tanaman berkhasiat anti radang telah membuktikan bahwa jahe merah dapat menurunkan laju pembentukan prostaglandin secara in vitro, bahkan senyawa kimia di dalam jahe merah terbukti dapat menghambat enzim siklo oksigenase, yaitu enzim yang berperan penting pada terjadinya radang, melalui pembentukan ikatan hidrogen dengan residu asam amino penting di dalam enzim tersebut. Oleh karena itu, jahe merah dipilih sebagai tanaman yang akan dipopulerkan oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, kepada kader PKK di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan PPM ini meliputi (1) konsultasi kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah peserta; (2) pendidikan masyarakat tentang radang dan pemanfaatan jahe merah sebagai swamedikasi radang; (3) difusi ipteks berupa demo pembuatan jahe merah instan sebagai minuman nutrisi. Dari sejumlah tujuh puluhun dangan yang disebarkan, kegiatan PPM dihadiri oleh empat puluh delapan peserta, terdiri dari 46 peserta wanita (95,83%) dan 2 peserta pria (4,17%). Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembekalan pemanfaatan jahe merah kepada kader PKK di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dapat meningkatkan pengetahuan mereka.
Antibacterial Activity of Parijoto (Medinilla speciosa Blume) Fruit Against Serratia marcescens and Staphylococcus aureus Tiana Milanda; Keri Lestari; Nimas T. I. Tarina
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v8i2.32166

Abstract

Parijoto (Medinilla speciosa Blume) is a plant found in Mount Muria, Kudus, Central Java. The local community often uses its fruit to treat various diseases, as well as antibacterial, anti-inflammatory, antioxidant, and anti-cancer. This study aimed to determine the antibacterial activity of n-hexane, ethyl acetate and methanol extract from parijoto fruit against Staphyococcus aureus ATCC 29213 and Serratia marcescens clinical isolates. Gradual maceration of simplicial and antibacterial activity testing of the extracts was performed, followed by determining the Minimum Inhibitory Concentration (MIC), Minimum Bactericidal Concentration (MBC) and comparative antibacterial activity most active extract against ampicillin and cefadroxil. The results showed that all extracts exhibited activity against S. aureus ATCC 29213, but only ethyl acetate and methanol extracts had activity against S. marcescens clinical isolates. The highest antibacterial activity was shown by the methanol extract, which was more effective against S. aureus ATCC 29213, having the largest inhibition diameter and lowest MIC and MBC values (6.25 and 12.5 mg/mL). The comparative analysis indicated that the methanol extract demonstrated lower antibacterial activity against S. aureus ATCC 29213 than cefadroxil (72,511: 1). This antibacterial activity is presumed to be generated from alkaloids, polyphenols, tannins, flavonoids, quinones and saponina in the extract.Keywords: Amoxicillin, Cefadroxil, MIC, MBC 
Binding Mode, Absorption, And Distribution Profile, Mutagenicity and Carcinogenicity of Asam Gelugur (Garcinia atroviridis Griff.) Fruit Phytoconstituents as Influenza H7N9 Neuraminidase Inhibitor Mohamad Taufik Ismullah; Sri Adi Sumiwi; Tiana Milanda; Muchtaridi Muchtaridi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 2, No. 2 (2019)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.267 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v1i2.21485

Abstract

The purpose of this study was to predict the bond mode, absorption and distribution profile as well as the mutagenicity and carcinogenicity of the asam gelugur fruit compounds which have the best inhibitory activity in neuraminidase influenza subtype H7N9 active pocket by in silico. Pharmacophore modeling and molecular docking using Ligandscout software. Absorption and distribution profiles using PreADMET software. Mutagenicity and carcinogenicity using Toxtree software. The results showed that 10 of the 13 compounds of asam gelugur fruit formed hydrogen bonds with important amino acid residues in the active sac neuraminidase H7N9. Organic acid group compounds have good absorption and distribution profiles. All acid gelugur fruit compounds are predicted not to be mutagenic and carcinogenic. Hydroxycitric acid is a compound that is predicted to have the best inhibition with the lowest Ki value of 1.09 µM. Hydroxycitric acid is a compound that is predicted to have the best inhibition with the lowest Ki value of 1.09 µM.Keywords: Neuraminidase Inhibitor, Influenza, H7N9, Hydroxycitric Acid
Deteksi Gen Resistensi Kloramfenikol (cat) pada Pseudomonas aeruginosa Isolat Klinik dengan Metode Polymerase Chain Reaction Tiana Milanda; Lisa K. Dewi; Sri A. F. Kusuma
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7009.279 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2014.3.4.141

Abstract

Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri oportunistik Gram negatif yang menyebabkan infeksi pada mata, telinga, kulit, tulang, sistem saraf pusat, saluran pencernaan, sistem peredaran darah, jantung, sistem pernapasan, dan saluran kemih. Kloramfenikol saat ini tidak lagi digunakan sebagai obat pilihan karena banyaknya kasus resistensi terhadap antibiotik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan gen resistensi kloramfenikol pada P. aeruginosa isolat klinik. Bakteri ini diisolasi dari nanah pasien otitis eksternal di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Metode Polymerase Chain Reaction (PCR-koloni maupun PCR-DNA) digunakan untuk mendeteksi gen resistensi tersebut. Elektrogram dari produk PCR menunjukkan bahwa resistensi P. aeruginosa isolat klinik disebabkan oleh gen cat (317 pb). Berdasarkan hasil penelitian ini, gen cat dapat digunakan untuk mendeteksiresistensi antibiotik kloramfenikol pada pasien otitis eksternal.Kata kunci: cat, gen resistensi kloramfenikol, polymerase chain reaction, Pseudomonas aeruginosa Detection of Chloramphenicol Resistance Genes (cat) in Clinical Isolates of Pseudomonas aeruginosa with Polymerase Chain Reaction MethodPseudomonas aeruginosa is an opportunistic Gram negative bacteria, which may cause infection in eyes, ears, skin, bones, central nervous system, gastrointestinal tract, circulatory system, heart, respiratorysystem, and urinary tract. Recently, chloramphenicol is no longer used as the main option of the therapy due of its resistance case. The aim of this research was to detect the presence of gene which is responsible to chloramphenicol resistance in clinical isolates of P. aeruginosa. These bacteria isolated from pus of external otitis patients in Hasan Sadikin Hospital in Bandung City. Polymerase Chain Reaction (PCR) method (colony-PCR and DNA-PCR) were performed to detect this resistance gene. Electropherogram from PCR products showed that the chloramphenicol resistance in clinical isolates of P. aeruginosa was caused by cat gene (317 bp). Based on this research, cat gene may be used to detect the chloramphenico resistance in patients with external ostitis.Key words: cat, chloramphenicol resistance gene, polymerase chain reaction, Pseudomonas aeruginosa
Co-Authors Adha, Syah Akbarul Adila Srebreneca AFINA DWI RACHMAWATI Ahmad Muhtadi Alam Jenuin Dwipratama Alifia Hasna Hamidah Amaliah Ihsani Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana ARIF SATRIA WIRA KUSUMA ASTININGSIH DIAH PRAVITASARI Belinda, Andhara M. Bonar C. Saragih Dewi, Lisa K. Dolih Gozali Dwi Indra Purnomo Ellin Febrina Ellin Febrina Erlianti, Karina FATHIA PEBRIANI Firda Aryanti Widyana Gofarana Wilar Hanny Hafiar Haryanto Dhanutirto Hasriana Hasriana Hasriana Hasriana, Hasriana Hasrianna Hasrianna Hasrianna, Hasrianna Ida P. Santoso Indah Suasani Wahyuni Irma Erika Herawati Irma Erika Herawati Irma Melyani Puspitasari Irma Meylani Puspitasari Ivan S. Pradipta Jutti Levita Keri Lestari Kurniawan Kurniawan Kusuma, Sri A. F. Lisa K. Dewi Maisyarah, Intan Timur Mardiana, Lia Marlia Singgih Wibowo MAYANG KUSUMA DEWI, MAYANG KUSUMA Melisa Intan Barliana Melisa Intan Barliana, Melisa Intan Moelyono Muktiwardojo Mohamad Taufik Ismullah Muchtaridi Muchtaridi Muhaimin Muhaimin Muhammad F. Wardhana Munir Alinu Mulki Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Nasrul Wathoni Nimas T. I. Tarina NURUL ANNISA Nurul Annisa Pradipta, Ivan S. QONITA ZAHRA FADHILA Raden Maya Febriyanti ragavendra ravee Rani Cyinthia Hani Renny Amelia Rhisanandra, Fathia Richie Agusta Iwan Chandra Riezki Amalia Rizky Abdulah Ronny Lesmana Saragih, Bonar C. Septiyani Mustikawati Sjafril, Astri K. Soemarie, Yulistia Budianti Sofa D. Alfian Sofa D. Alfian, Sofa D. Sri A. F. Kusuma Sri A. F. Kusuma Sri A. Sumiwi Sri Adi Sumiwi Sri Agung Fitri Kusuma, Sri Agung Sriwidodo Sriwidodo Steffi Liem Suharyani, Ine Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih Sumiwi, Sri A. Supriyatna Supriyatna Susilawati, Yaswinar Syah Akbarul Adha SYIFA HANIFAH TERESYA PUTERI Tina Rostinawati TUTUS GUSDINAR Uce Lestari Vesara A. Gatera Wa Ode Ida Fitriah Wardhana, Muhammad F. Wijaya, Viriyanata Yasmiwar Susilawati Yaswinar Susilawati Yuli Andriani Yuni Elsa Hadisaputri Yuyun Wahyuni