Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Imajinasi

FENOMENA ESTETIS DAN MAKNA SIMBOLIS BENTUK RAGAM HIAS RELIEF CANDI BAJANG RATU Iriaji, -
Imajinasi Vol 5, No 2 (2009): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Bajang Ratu merupakan salah satu peninggalan purbakala pada masa kerajaan Majapahit, terletak di desa Temon, Mojokerto Jawa Timur. Candi yang sebenarnya merupakan gapura berbentuk paduraksa itu, diyakini dahulu berada dalam kompleks keraton. Candi terbuat dari bahan batu bata merah, dihiasi relief yang unik dan menarik. Hiasan relief yang terdapat pada bagian atap candi, motif-motifnya melambangkan dunia atas dan dunia bawah. Gambaran dua kehidupan yang disatukan merupakan bentuk penyelarasan kehidupan manusia yang berada pada dunia tengah. Hal ini mengindikasikan pembuatan candi Bajang Ratu berhubungan dengan konsep estetika Hindu- Jawa, yang menekankan pada rasa keindahan terkait dengan lingkungan kultural dan religius, gambaran realitas dunia (jagad cilik) dan realitas kodrati (jagad gedhe). Dari segi penyusunan bentuk estetik yang simetris dan makna simbolik ragam hiasnya, candi Bajang Ratu melambangkan adanya kesatuan kehidupan masyarakat Majapahit yang beragam religi, yakni kepercayaan Jawa, Hindu, dan Budha. Pada bagian sayap candi terdapat bentuk ragam hias relief yang merupakan adegan cerita Ramayana. Hal ini menunjukkan sifat candi yang Winuistis, dan menggambarkan kehidupan masyarakat yang mayoritas saat itu beragama Hindu. Pada bagian badan candi bentuk ragam hiasnya menggambarkan cerita Sri Tanjung. Cerita ini melambangkan bentuk upacara pengruwatan, mengingat keterkaitannya dengan fungsi candi Bajang Ratu sebagai bangunan suci untuk memperingati raja Jayanegara yang wafat pada tahun 1326 M.Kata kunci: paduraksa, estetika Hindu-Jawa, ragam hias, pengruwatan.
Co-Authors Ade Richa Daril Janah Adinda Marcelliantika Ageng Wiro Leksono agengwiro103@gmail.com Agnisa Maulani Wisesa Agusta Rakhmat Taufani Agustina, Eka Kursita Manda Ahmad Sholikin Ahmad Sholikin Aisha Syauqina Ramadina Alby Aruna Alby Aruna Anak Agung Gde Rai Arimbawa Anggara, Anggara Putra Kurniawan Anggia Erdi Pratiwi Ardiansyah Yusuf Hamdani Aruna, Alby Atma Wijaya, Ginanjar Aziza, Tariska Nur Azizah, Wanda Violita Alfi Cahya Indraswari, Dinda Eka Putri Surya Eka Putri Surya Firdausi Nuzula, Salsabila Firzon Ainur Roziqin, Mohamad Fitri, Agem Akbar Zainul Fitria Maudy Wardhani Ginanjar Atma Wijaya Hamdani, Ardiansyah Yusuf Haris Setyawan, Haris Ike Ratnawati Ike Ratnawati Ilham Fatkhu Romadhon Indah Dwi Cahyanti Dipura Joevanka, Vania Callista Kartika, Dharsono Sony Kiki Amelia Sari Leksono, Ageng Wiro Lutfiani, Maslicha Marcelliantika, Adinda Maulita, Jharotul Nur Melati, Dinda Mitra Istiar Wardhana, Mitra Istiar Mohamad Firzon Ainur Roziqin Mohamad Firzon Ainur Roziqin Muhammad Luthfi Muhammad Syifa'ul Qolbi Nazwa, Venina Nabilla NILA RAHMAWATI Ningrum, Linda Agustin Oktama, Triyoga Pandu Satrio Pinandhito Tirta Perdana Pandu Satrio Pinandhito Tirta Perdana Prasetya, Mohammad Zidane Eka Prasetyo, Abdul Rahman Pujiyanto Pujiyanto Purnomo Puteri Anisah Oktaviani Putri Surya, Eka Putri, Agustin Suprihatiningsih Qolbi, Muhammad Syifa'ul Qomariyah, Nanda Laily Rakhmat Taufani, Agusta Rini, Denik Ristya Risa Septyana Rivanio Rezky, Muhammad Roekhan Roekhan Roekhan Roziqin, Mohamad Firzon Ainur Samsul Arifin Sholikin, Ahmad Sidyawati, Lisa Surasak Jamnongsarn Surya, Eka Putri Swastika Dhesti Anggriani Syamsiar, Syamsiar Titi Rahayuningsih Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Totok Sumaryanto Florentinus, Totok Sumaryanto Usep Kustiawan Venina Nabilla Nazwa Wening Patmi Rahayu Wijaya, Ginanjar Atma Yuliati Yuliati - Zhitfi, Gyska Zulfikar Al Haq