Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Faktor Produksi Terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Ke
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.129 KB) | DOI: 10.37149/3132

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung faktor produksi terhadap produksi dan pendapatan usahatani padi sawah. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan yang mayoritas petaninya mengusahakan usahatani padi sawah. Penelitian dilakukan di enam desa yang memiliki luas lahan dan luas panen usaha tani padi sawah yang paling luas dan produksi serta serta produktivitas padi sawah terbesar yaitu Desa Cialam Jaya, Desa Lawoila, Desa Wonua, Desa Pombulaa Jaya, Desa Masagena dan Desa Lambusa (BPS  Kecamatan Konda, 2014). Total responden sebanyak 110 rumah tangga responden yang ditentukan secara simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur, analisis pendapatan dan analisis efisiensi. Analisis jalur dilakukan dengan menggunakan variabel produksi, pendapatan, umur petani, pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman  berusahatani, luas lahan, curahan kerja, jumlah benih, pupuk urea, pupuk TSP, pupuk KCL, pestsida, biaya produksi dan harga jual dengan formula sebagai berikut : Y1 = b1Y1X1 + b2Y1X2 + b3Y1X3 + b4Y1X4 + b5Y1X5 + b6Y1X6 + b7Y1X7 + b8Y1X8 + b9Y1X9+ b10Y1X10+ b11Y1X11 + ε1 Y2 = b12Y2X12 + b13Y2X13 + b14Y2Y1 + ε2 (Sunyoto, 2012) Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh langsung secara positif terhadap produksi padi sawah yaitu luas lahan, curahan kerja, pupuk serta pestisida dan yang mempunyai pengaruh langsung secara negatif terhadap produksi padi sawah yaitu jumlah benih dan umur petani sedangkan variabel yang mempunyai pengaruh langsung secara positif terhadap pendapatan petani padi sawah yaitu produksi dan harga jual dan variabel yang mempunyai pengaruh langsung secara negatif terhadap pendapatan petani padi sawah yaitu biaya produksi 
Analisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Perempuan Usaha Mikro (PUM) Di Kawasan Pesisir Sulawesi Tenggara Batoa, Hartina; Arimbawa, Putu; Zani, Munirwan; Hamzah, Awaluddin; Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanjut
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.459 KB) | DOI: 10.37149/4789

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Perempuan Usaha Mikro Di Kawasan Pesisir Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakukan pada lima kabupaten/kota yang ditentukan secara purposive dengan pertimbangan karakteristik wilayah dan usaha masyarakat yang umumnya bergelut pada subsektor perikanan. Kelima kabupaten ktersebut adalah Kabupaten Muna Barat, Konawe Selatan, Kolaka, Kota Baubau, dan Kota Kendari. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil wawancara dengan PUM dan data sekunder berasal dari literatur yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada dua macam, yaitu observasi dan wawancara. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga PUM dilakukan dengan penentuan skor berdasarkan indikator kesejahteraan. Selanjutnya dari skor tersebut dilakukan penentuan tingkat kesejahteraan yaitu kurang sejahtera (skor < 52), cukup sejahtera (skor 52 – 60) dan sejahtera  (skor > 60)   Hasil analisis dan mengacu pada tujuan penelitian maka dapat diketahui bahwa kesejateraan PUM masih tergolong rendah. PUM di Sulawesi Tenggara yang telah menikmati hasil usahanya dan telah tergolong sejahtera baru sekitar 9%, sedangkan yang tergolong cukup sejahtera yakni 40%. Jumlah yang lebih besar adalah PUM yang dikategorikan kurang sejahtera diamana angkanya mencapai 51%.
Analisis Potensi Dan Permasalahan Penanggulangan Daerah Tertinggal Di Pesisir Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Limi, Muhammad Aswar; Yunus, Lukman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanjut
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.255 KB) | DOI: 10.37149/4790

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan Potensi dan Permasalahan Penanggulangan Daerah Tertinggal Di Pesisir Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Lokasi penelitian diarahkan pada wilayah Kecamatan pesisir yang termasuk kategori daerah tertinggal dengan mengacu pada SK Bupati Konawe tentang Penunjukan/Penetapan Lokasi Program Kampung Perisai di Wilayah Kabupaten Konawe Tahun 2015 dan yang menjadi desa sampel yaitu Desa Saponda dan Desa Telaga Biru. Metode analisis data menggunakan pendekatan analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa di Desa Saponda memiliki potensi yang meliputi potensi perekonomian masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, jumlah penduduk usia kerja yang tinggi yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, mayoritas kepala keluarga telah memiliki perumahan, infrastruktur wilayah yang cukup memadai yang diusahakan secara swadaya serta potensi ekonomi desa yang berasal dari hasil perikanan tangkap. Desa Telaga Biru memiliki potensi meliputi potensi perekonomian masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, jumlah penduduk usia kerja yang tinggi, mayoritas kepala keluarga telah memiliki perumahan, infrastruktur wilayah yang telah memadai, nilai celah fiskal yang berasal dari PBB mencapai Rp.3.988.555,- potensi ekonomi desa berasal dari hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Permasalahan yang ditemui di Desa Saponda yaitu kurangnya sarana prasarana yang mendukung kegiatan budidaya perikanan dan penangkapan ikan sehingga beberapa masyarakat menggunakan bom untuk menangkap ikan, lapangan usaha baru yang terbatas sehingga masih terdapat penduduk yang menganggur, jumlah penduduk yang bersekolah masih rendah karena tidak terdapatnya sarana pendidikan berupa SD, SMP dan SMA di desa serta tingginya angka putus sekolah yang juga disebabkan oleh faktor ekonomi, tidak adanya infrastruktur PLN, telekomunikasi, sanitasi, kesehatan serta MCK, tidak adanya sarana transportasi umum serta tidak adanya pasar desa yang mendukung perekonomian masyarakat. Permasalahan yang ditemui di Desa Telaga Biru yaitu kondisi tanah yang kurang subur untuk mendukung kegiatan pertanian, produksi perkebunan yang rendah, banyak ternak yang terserang penyakit, sarana prasarana perikanan budidaya dan penangkapan yang minim, lapangan usaha baru tidak tersedia sehingga jumlah penduduk menganggur yang tinggi, tidak adanya SD, SMP dan SMA di desa sehingga jumlah penduduk yang tidak bersekolah masih tinggi, tidak adanya infrastruktur, sanitasi, kesehatan serta MCK, tidak adanya pasar desa yang mendukung perekonomian masyarakat.
Strategi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Kakao Arimbawa, Putu; Iskandar, Iskandar; Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanjut
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.409 KB) | DOI: 10.37149/4791

Abstract

Keberadaan kelompok tani kakao diharapkan berperan bagi peningkatan kesejahteraan petani kakao. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kemampuan kelompok tani dalam pengelolaan usahatani kakao; (2) menganalisis kemampuan sumberdaya manusia yang dimiliki kelompok tani dalam pengelolaan usahatani kakao; (3) menganalisis motivasi petani untuk terus mengembangkan usahatani kakao sebagai usaha yang berkelanjutan; dan (4) menyusun strategi dan model penguatan kelembagaan kelompok tani kakao dalam menunjang kesejahteraan petani kakao. Lokasi penelitian yaitu: Kabupaten Kolaka Timur pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Dangia dan Kecamatan Lambandia. Pada masing-masing kecamatan dipilih satu kelompok tani kakao sampel dengan jumlah anggota kelompok  40 orang petani. Sehingga jumlah petani sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 petani. Analisis data secara deskriptif dengan pendekatan indept interview dan focus group discussion (FGD).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keberadaan kelompok tani kakao di wilayah studi belum mampu menunjang kemampuan anggota kelompok dalam kegiatan usahatani kakao; (2) Peran kelompok yang dirasakan oleh anggota kelompok tani adalah sebagai pusat informasi. Sedangkan kelompok belum berperan sebagai lembaga pembiayaan dan penyedia sarana produksi; (3) Sebagian besar petani anggota kelompok tani termotivasi dalam pengembangan tanaman kakao karena sebagai berikut: (a) hasil kakao (biji) mudah dijual; (b) kondisi lahan yang dimiliki petani sesuai untuk budidaya tanaman kakao; (c) petani telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman kakao; (d) kebutuhan kakao dunia terus meningkat; (e) harga kakao relatif tinggi; (f) memiliki keunggulan komparatif; (g) proses panen kakao mudah; dan (h) efisien dalam penggunaan tenaga kerja; dan (4) Strategi penguatan kelompok tani meliputi: (a) Mengembangkan kelompok menjadi kelompok usaha bersama dalam menunjang pengelolaan sumberdaya lahan untuk pengembangan kakao;  (b) Memupuk kemampuan modal usaha dalam meningkatkan usaha kelompok yang produktif yang dapat memberikan keuntungan bagi anggota kelompok; (c) Menjalin kerjasama dan kemitraan kelompok dengan pihak ketiga dalam peningkatan hasil, mutu dan pemasaran; (d) Aktif menjalankan peran kelompok dalam memberikan bimbingan dan pelatihan petani yang bergabung dalam kelompok; (e) Membantu kebersamaan kelompok tani untuk terus saling percaya, senasib dan gotong royong agar menjadi kekuatan dalam penguatan kelompok.
Pengembangan Pusat Informasi Komoditas Unggulan Kakao Dan Lada Berbasis Masyarakat Untuk Menunjang Keberhasilan Penyebaran Informasi Di Sulawesi Tenggara La Ola, Taane; Suriana, Suriana; Limi, Muhammad Aswar; Arimbawa, Putu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL EKONOMI KAKAO (Meningkatkan Daya Saing Kakao untuk Mewujudkan Kesejahte
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.284 KB) | DOI: 10.37149/4793

Abstract

Salah satu kendala yang dihadapi petani kakao dan lada di Sulawesi Tenggara adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam usahataninya. Penyebab utama adalah kurangnya akses terhadap sumber informasi, mulai dari penyebaran dan penggunaan bibit unggul, teknik pengendalian hama penyakit, sampai pada pemasaran. Dari permasalahan di atas, dipandang perlu ada wadah yang dapat membantu petani dalam menemukan informasi dan solusi bagi usahataninya. Salah satu wadah yang dianggap dapat menjadi solusi adalah pendirian pusat informasi. Dengan demikian, dapat dianalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari pusat informasi perbenihan kakao dan lada, serta pengaruh dari dibentuknya pusat informasi terhadap kecepatan penyebaran informasi pertanian. Metode yang digunakan adalah melakukan kegiatan Focus Group Disscusion (FGD), kemudian didesain pusat sistem informasi dan media penyebaran informasi, selanjutnya dilakukan uji coba sistem informasi dan media. Dari data yang diperoleh, dianalisis menggunakan analisis SWOT. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa dua komponen penting dalam sistem informasi penyebaran informasi perbenihan lada dan kakao, yakni sumber dan penerima. Berbagai media yang diuji menunjukkan bahwa ketiga media (radio, baliho dan folder) cukup efektif untuk menjadi media dalam proses penyebaran informasi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengembangan pusat informasi di Desa Mowila dapat dilakukan dengan cara: a) memberikan kesempatan dan kemudahan kepada petani untuk dapat mengakses informasi guna peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani;b) meningkatkan peran stakeholder dalam berbagi informasi; c) sosialisasi dan promosi kepada khalayak tentang peran dan fungsi pusat informasi;d) pengembangan pusat informasi berbasis masyarakat; dan e) pembimbingan masyarakat dalam mengelola pusat informasi.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Di Sulawesi Tenggara Limi, Muhammad Aswar; Batoa, Hartina
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL (Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal) Tahun 2015
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.939 KB) | DOI: 10.37149/4879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan pada bulan Desember 2014 menggunakan data sekunder dari buku literature, BPS, BPS Sulawesi Tenggara, BPS Kabupaten/Kota, dan data terbitan Bulog untuk 12 kabupaten/kota selama tahun 2011 – 2014. Variabel penelitian terdiri dari rasio ketersediaan beras/ketahanan pangan (Y) sebagai dependent variabeldan luas panen padi (X1), produktivitas (X2), stok beras di tiap kabupaten/kota (X3), dan jumlah konsumsi beras (X4), sebagai independen variabel. Analisis data menggunakan metode regresi data panel teknik Common Effect model logaritma natural. Model regresi harus terbebas dari gejala multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas, sehingga diuji sesuai asumsi klasik namun hanya uji heteroskedastisitas saja yang relevan dipakai pada model data panel, dengan formula sebagai berikut : Yit = αi + β1 X1it +β2 X2it + +β3 X3it +β4 X4it +β5 X5it + εit.  Hasil penelitian menunjukan bahwa model persamaan luas panen, produktivitas, stok beras dan jumlah konsumsi beras bebas dari gejala multikolinearitas, autokorelasi dan heteroskedastisitas, dengan nilai R2sebesar 90.1315 persen sehingga diketahui bahwa ketahanan pangan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independent dalam model sedangkan 9.8685 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Hasil uji F serta uji t diketahui bahwa luas panen, produktivitas, stok beras dan jumlah konsumsi beras secara keseluruhan berpengaruh terhadap variabel ketahanan pangan dimana variabel stok beras berpengaruh positif dan signifikan serta jumlah konsumsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketahanan pangan sedangkan variabel luas panen dan produktivitas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara.
Aplikasi SWOT-AHP untuk Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Komoditas Padi Sawah di Provinsi Sulawesi Tenggara Saediman, Haji; Limi, Muhammad Aswar; Indarsyih, Yusna
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Ke
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.465 KB) | DOI: 10.37149/8714

Abstract

Beras adalah makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia dan merupakan komoditas strategis. Akan tetapi produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus meningkat sehingga masih dilakukan impor untuk menutupi kekurangan suplai. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan komoditas padi sawah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Data dan informasi dikumpulkan melalui survei lapangan, desk study, kuesioner, dan wawancara mendalam dengan peneliti dan pengambil kebijakan. Analisis yang digunakan adalah SWOT-AHP yang mengkombinasikan analisa Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman (SWOT) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Dengan metode ini, faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman diidentifikasi dan kemudian dilakukan perbandingan berpasangan antara faktor-faktor di dalam masing-masing kelompok SWOT dan antara kelompok SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Kekuatan mendapat eigenvalue tertinggi (0,329), disusul oleh Peluang (0,299), Kelemahan (0,258), dan Ancaman (0,114). Faktor paling penting adalah “beras merupakan bahan pangan pokok” dari kelompok Kekuatan, disusul oleh “permintaan beras terus meningkat”(Peluang), “modal petani terbatas” (Kelemahan), dan “cekaman lingkungan biotik dan abiotik” (Ancaman). Pendekatan SWOT-AHP terbukti berguna untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi signifikansi relatif dari faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan komoditas padi sawah, dan bisa digunakan untuk menetapkan strategi dan kebijakan yang perlu diambil ke depan.
Modal Sosial Perempuan Pelaku Usaha Mikro Di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Batoa, Hartina; Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospe
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/11471

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui modal sosial perempuan pelaku usaha mikro (PPUM) dilihat dari nilai yang terkandung dalam modal sosial. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2018 di Kecamatan Konda. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dan yang menjadi populasi adalah Perempuan Pelaku Usaha Mikro (PPUM) yang ditentukan secara acak dan akan diambil sebagai sampel. Data yang dikumpulkan untuk menarik kesimpulan terhadap data yang dikumpulkan menggunakan skala Likert sebagai jawaban tentang kondisi modal sosial Perempuan Pelaku Usaha Mikro melalui pemberian makna penelitian secara empiris dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi modal sosial perempuan pelaku usaha mikro yang berkaitan dengan kepercayaan (trust) dan norma (norm) berada pada ketegori tinggi sedangkan  jaringan (network) berada pada kategori sedang.
Kualitas Dan Peran Sumber Daya Manusia Dalam Pemenuhan Pangan Limi, Muhammad Aswar; Rahmah, Nur; Arimbawa, Putu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospe
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/11349

Abstract

Pemenuhan pangan menjadi isu yang sensitif didalam pembangunan karena akan mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemenuhan pangan sangat ditentukan oleh ketersediaan pangan yang bergizi yang didukung dengan pengetahuan tentang gizi yang baik sebagai akibat dari semakin baiknya kualitas Sumberdaya manusia. Menciptakan SDM berkualitas sangat tergantung pada kualitas gizi yang dikonsumsi. Sehingga saling ketergantungan SDM dan pangan menarik untuk dilakukan kajian. Untuk itu, tulisan ini akan mengkaji bagaimana kualitas dan peran SDM pangan untuk mendukung pemenuhan pangan yang pada akhirnya dapat mencapai ketahanan dan kedaulan pangan. Metode penelitian dilakukan dengan studi pustaka atau telaah literatur dan hasil penelitian terdahulu, buku teks maupun sumber ilmiah lainya baik online maupu offline. Data sekunder merupakan data diperoleh dari berbagai sumber serta dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang selanjutnya dianalisa sesuai dengan tujuan penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas SDM petani baik dilihat dari segi umur dan tingkat pendidikan formal cenderung kurang memadai (kategori rendah) untuk menunjang pengembangan sektor pertanian dalam pemenuhan pangan untuk masa yang akan datang. Untuk itu, diperlukan kebijakan dibidang pertanian yang pro kepada petani dan khususnya generasi muda, melalui kebijakan yang mendukung peningkatan pendidikan serta adanya pelatihan dan penyuluhan yang sesuai dengan kondisi sumberdaya yang tersedia disuatu wilayah
Co-Authors Abdi Abdi Abdullah, Bahari Ade saputra Aemana, Ummu Agustono Slamet Agustono Slamet Agustono Slamet Airi duita putri Akmal, Hasbi Amir, Fitriah Amrina Amrina Angel Puspita Sari Angga Saputra Hasrianto Arif Rahman Arif Rahman arjun, arjun Asniah Asniah Aswar, A. Atika, Vebby Surya Awaluddin Hamzah Awaluddin, Andi Azhar Bafadal Azhar Bafadal, Azhar Azhar, Wahyu Muhamad Bahari Bahari Bahari Bahari, Bahari Baso, Trisnawati Cahyani, Dewi Nurul Citra, Yuliana Cristi, Brtiney darwan darwan Dasmin Sidu Dedi Erawan Dedu, La Ode Arfan Dian Balqis Zulaika Dimas Muhammad Taufiq Doddy Ismunandar Bahari Eka Febrianti, Eka Fahria Nadiryati Fahria Nadiryati Sadimantara Fahria Nadiryati Sadimantara Filma, Nur Fitriaman, Fitriaman Fitriani Fitriani Fredinan Yulianda Fyka, Samsul Alam Gafaruddin, Abdul H, Ita Hariati, Hariati Hartina Batoa Hasrudin, La Ode Herlina herlina herlina Herlina Wati Hidrawati Hidrawati Hidrawati Hidrawati Hidrawati, Hidrawati Hulul Abdianto Husain, Muhammad Ibrahim, Ikbal Idrus Salam Idrus Salam Ilma Sarimustaqiyma Rianse Indarsyih, Yusna Ine Fausayana Irmasila, Irmasila Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isnar Sari Jamaluddin, Nurrahmah Kaaji, Wa Ode Eka Saputri Kadek Budi Ariasih La Nalefo La Nalefo La Ode Geo La Ode Kasno Arif La Ode Kasno Arif La Ode Muharam La Ola, Taane La Ola, Taane La Sara La Sara Laode Muhammad Harjoni Kilowasid Legi Muliadi Lisa Sasmi Lisnawati Lukman Yunus Lukman Yunus, Lukman Lumampa, Jein Stella Mahardika, Kadek Adi Makmur, Ghina Rahmayanti Malik Abdul Aziz Manakarra, Yulia Citra MARIA BINTANG Mariani Mariani Marwah Megawati Megawati Melani Melani Muh. Yusuf Muhaimin Hamzah Muhammad Iqbal Kusumabaka Rianse Muhammad Ramli Mukhtar Mukhtar Munirwan Zani Munirwan Zani Munirwan Zani, Munirwan Nada Ruddin Nalefo, La Nastain, Arif Natasya Putri Cahyani Nikoyan, Anas Ningrum, Noven Zelisqian Nur Rahmah Nurain Nurazizah Nurazizah Nurfaida Oda, Yuliati Ola, Taane La Pranata, Khafidzi Purwoko, Agus Putu Arimbawa Putu Arimbawa, Putu R. Marsuki Iswandi Rahmadani, Riska Randi Permana Ratna , Ratna Rifaldi Rifaldi, Rifaldi Rigal Ririn Safitri Ristia Rahma Rosmawaty Rosmawaty Rosmawaty Roynaldi Saputra Stibis Rustam, La Ode Rustiani, Rustiani Rusyaid, Andi Muhammad Sabolo, Tini Saediman, Haji Safitria, Safitria Salahuddin Salahuddin Salahuddin Salahuddin Salam, Yully Angryanthy salamah salamah Salamah Salamah Salsabilla, Alifah Risky Samsul Alam Fyka Samsul Alam Fyka Samsul Alam Fyka Samsul Alam Fyka Saputri, Endeng Sardianti Sardianti Sari, Mila Sarinah Sarman Sarman Selvi Marcellia Selvi Selvi Selvi Selvi Silviana Silviana Sitti Zulma Slamet , Agustono Slamet, Agustono Sukmawati Abdullah Suleman, Darwis Suriana Suriana Surni Surni, Surni SYAMSU ALAM Taane La Ola Taridala, Sitti Aida Adha Tri Zesar Saranani, Muh Fikri Trisutrisno, Sunoko Bambang Tufaila, Muhammad Umliyah, Gamar Usman Rianse Vadli, Vadli Wa Nina Kaimudin Wa Ode Hijrah Wa Ode Yusria Wa Ode Yusria, Wa Ode Weka Widayati winda pratiwi Yuliana, Yuyun Yumis Rawati Yusna Indarsyih Yusnaeni Yusnaeni Yusran Yusran