Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Aktivitas Pencatatan dan Analisis Keuangan Berbasis Teknologi pada Usahatani Kentang di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Pertiwi, Yuselda Zauma; Wulandari, Eliana
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.38042

Abstract

Usahatani kentang (Solanum tuberosum L.) memiliki prospek yang baik dalam kelompok tanaman hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan pencatatan dan analisis keuangan berbasis teknologi pada usahatani kentang di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pangalengan, khususnya di Desa Pulosari dan Desa Pangalengan. Sampel 52 petani kentang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Metode penelitian yang dipakai adalah survei. Analisis regresi logit digunakan untuk menganalisis keterkaitan usia, latar belakang pendidikan, pendapatan, pengalaman bertani, status kepemilikan lahan, dan pengalaman mendapatkan pelatihan aktivitas pencatatan dan analisis keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pencatatan dan analisis keuangan berbasis teknologi pada petani berkaitan dengan faktor pendapatan dan pengalaman dalam mendapatkan pelatihan pencatatan dan analisis keuangan.
Pengetahuan Petani Kentang terhadap Prosedur Pembiayaan Online di Kecamatan Pangalengan Akmal, Mochamad; Wulandari, Eliana
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.38498

Abstract

Kabupaten Bandung merupakan salah satu wilayah pertanian dengan memiliki hasil produksi komoditas kentang tertinggi di Jawa Barat. Adapun Kecamatan Pangalengan adalah kecamatan dengan produksi tertinggi di Kabupaten Bandung. Sumber permodalan menjadi masalah utama agar petani dapat menggarap lahannya. Petani sering kesulitan memperoleh pembiayaan dari bank karena tidak memiliki jaminan. Kini teknologi pembiayaan (financial technology) menawarkan pembiayaan online tanpa jaminan. Salah satu sektor yang dapat difasilitasi dengan pembiayaan online ialah pertanian. Agar dapat memperoleh pembiayaan secara online perlu melalui prosedur pembiayaan terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi pengetahuan petani kentang mengenai prosedur pembiayaan online di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Metode gap analysis dan Ordinary Least Square adalah teknik analisis yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani kentang di Kecamatan Pangalengan memiliki skor 0,30, yang berarti pengetahuannya terhadap prosedur pembiayaan online relatif rendah. Adapun faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan petani mengenai prosedur pembiayaan online adalah pengalaman usahatani dan pengalaman mendapat pembiayaan online.
Strategi Pengembangan Bisnis Pertanian di PT Agro Jabar Kebun Cikajang, Kabupaten Garut Alamsyah, Raden Trizaldi Prima; Wulandari, Eliana
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.38082

Abstract

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat, PT Agro Jabar dibentuk untuk mengelola lahan pertanian yang ada di Jawa Barat dengan tujuan untuk memanfaatkan aset daerah agar lebih produktif dan menghasilkan pendapatan yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Salah satu lahan yang dikelola oleh perusahaan adalah Kebun Cikajang di Kabupaten Garut dengan komoditas yang diusahakan adalah lemon, stevia dan kentang. Di samping itu, perusahaan akan mengembangkan usaha yang ada untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu, untuk mengembangkan bisnis yang akan dijalankannya diperlukan sebuah strategi agar dapat mewujudkan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Pembuatan strategi dilakukan dengan menggunakan Analytical Network Process untuk menentukan prioritas yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Penelitian ini menggunakan data primer berdasarkan hasil wawancara dengan informan kunci yang dipilih atas dasar kepakaran dan pemahaman terhadap bisnis dan permasalahannya yang dihadapi secara mendalam. Terdapat lima kriteria yang menjadi dasar dalam pengembangan usaha, yakni biaya, penerimaan, persaingan produk, perbaikan teknis budidaya dan usaha pertanian kontrak sedangkan ketiga komoditas yang sedang diusahakan menjadi alternatif strategi. Berdasarkan hasil analisis, prioritas utama yang perlu diperhatikan adalah usaha pertanian kontrak. Adapun alternatif strategi yang dapat dipilih adalah usahatani kentang.
THE DIFFERENCE OF BEHAVIOR AND MANGO FARMERS’ INCOME IN IMPLEMENTING OFF SEASON AND ON SEASON FARMING Esa Noerbayinda; Eliana Wulandari
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 8 No 1 (2021) : June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v0i0.691

Abstract

The production of gedong gincu mango tends to be abundant lead to the selling price could decrease. Mango farmers in Jatibarang Sub-district had implemented off season farming as a solution to maintain the availability of mango production throughout the year which would have implications on the rising selling price. The behavior of farmers in on and off season could be different that may affect the cost, sale price and income of farmers. This study aims to analyze the differences behavior gedong gincu mango farmers in on and off season as well as its effect on their income. This research was conducted using survey method. The data analysis used a descriptive statistic, Mann Whitney tests and income analysis. The results showed no difference in farmers’ behavior in terms of fertilization and pruning frequency. Farmers in Jatibarang Sub-district as a whole have implemented off season farming so that there are differences in behavior in terms of the spraying frequency and applying paclobutrazol. Off season farming was more profitable than on season farming, with the average selling price reached IDR 25,200 per kg and average income of IDR 52,680,594. Therefore, off season farming could be an option to increase farmers’ income
ECONOMIC AND SOCIAL FACTORS RELATING TO POTATO FARMERS' DECISIONS IN OBTAINING FINANCE FROM MIDDLEMEN IN KERTASARI SUB-DISTRICT, BANDUNG DISTRICT Rafa Thea Kirana Saufika; Eliana Wulandari
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 8 No 1 (2021) : June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v0i0.701

Abstract

The availability of financial institutions remains low in Kertasari Sub-District, causing farmers to be unable to optimally utilize financial institutions to borrow capital for farming activitiy. As funding provider, informal institutions are considered to be relatively flexible and easy to access because of uncomplicated administrative procedures compared to formal financial institutions which unfortunately are often seen as much more convenient to use for the farmers. The purpose of this study was to analyze the factors that relate to potato farmers' decisions in obtaining finance from middlemen in Kertasari Sub-District, Bandung District. The study design is quantitative research using survey method. The data was analyzed using logistic regression. The results showed that there were several factors that related to farmers' decisions in obtaining finance from middlemen, including farming expenses and farm income.
AKSES PEMBIAYAAN INFORMAL PETANI KENTANG DI DESA MARGAMULYA KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG Mananty, Putri; Wulandari, Eliana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i3.11812

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris, dimana banyak penduduknya mempunyai sumber utama mata pencaharian sebagai petani. Permasalahan utama yang sering dihadapi dalam setiap usaha pertanian, yaitu kebutuhan akan pembiayaan (uang) untuk membiayai operasional usahatani. Namun, akses petani terhadap lembaga keuangan masih sangat terbatas. Masih banyak petani yang mengakses pembiayaan informal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akses petani terhadap pembiayaan informal khususnya petani kentang dan menganalisis faktor yang mempengaruhi petani mengakses pembiayaan informal. Penelitian ini dilakukan di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung dengan melibatkan 70 responden. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode survei. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mengakses pembiayaan informal yang bersumber dari bandar. Akses petani kentang terhadap pembiayaan informal dipengaruhi oleh faktor pengalaman usahatani dan pendapatan usahatani.
MENINGKATKAN KAPASITAS PENGELOLA DESA WISATA DALAM MENDUKUNG PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN DI DESA GUNUNG MASIGIT Saidah, *Zumi; Djuwendah, Endah; Wulandari, Eliana
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.48923

Abstract

Kekayaan sumber daya alam, seni budaya, dan kuliner yang dimiliki oleh Desa Wisata Gunung Masigit sebenarnya merupakan potensi besar yang menjadi peluang Masyarakat dalam mencari nafkah melalui pengembangan sektor pariwisata. Namun sayangnya pengelolaan pariwisata yang ada di Desa Gunung Masigit masih rendah yang mana hal ini ditunjukkan masih belum berjalannya dengan baik Pokdarwis yang telah terbentuk. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola Desa Wisata melalui beberapa kegiatan yang dapat mendukung meningkatnya kapasitas pengelola pariwisata. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan menempatkan masyarakat sebagai objek dalam proses pembangunan pedesaan melalui pengelolaan pariwisata. Pengembangan potensi desa wisata tentunya tidak terlepas dari peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berperan sebagai pengelola Desa Wiasata. Desa Gunung Masigit telah memiliki Pokdarwis namun Pokdarwis tersebut belum terkelola dengan baik yang mana hal ini terbukti dengan masih minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata dan masih berdiri sendiri tanpa melibatkan masyarakat desa. Desa Wisata yang berbasis pada komunitas atau masyarakat menjadi penting mengingat Pokdarwis sebagai pengelola desa wisata memiliki tugas penting dalam mewujudkan keberhasilan desa wisata. Oleh karena itu, maka program pengabdian pada masyarakat ini diarahkan pada kegiatan meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata sebagai bentuk dalam mendukung pariwisata yang berkelanjutan.  The wealth of natural resources, arts and culture, and culinary delights owned by the Gunung Masigit Tourism Village actually represents great potential which is an opportunity for the community to earn a living through developing the tourism sector. However, unfortunately tourism management in Gunung Masigit Village is still low, which shows that the Pokdarwis that have been formed are still not running well. This Community Service aims to increase the capacity of Tourism Village managers through several activities that can support the increase in tourism managers. The method used in community service is the Participatory Rural Appraisal (PRA) method by placing the community as an object in the rural development process through tourism management. The development of the potential of a tourist village cannot be separated from the role of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) which acts as the manager of the Wiasata Village. Gunung Masigit Village already has 3 Pokdarwis but these three Pokdarwis are not well managed, which is proven by the lack of community involvement in tourism management and they still stand alone without involving the village community. Community or community-based tourism villages are important considering that Pokdarwis as tourism village managers have an important task in realizing the success of tourist villages. Therefore, this community service program is directed at increasing the capacity of tourist village managers as a form of supporting sustainable tourism.
Pakchoy farming income based on passive and active hydroponic methods Wiyono, Sulistyodewi Nur; Permadi, Nida Fathi; Djuwendah, Endah; Trimo, Lucyana; Rochdiani, Dini; Wulandari, Eliana
Anjoro: International Journal of Agriculture and Business Vol 2 No 1 (2021): Anjoro
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.708 KB) | DOI: 10.31605/anjoro.v2i1.968

Abstract

The decrease of agricultural land becomes one of the problems in farming. Hydroponic system is one of the alternatives that can be the solution of the problem. The hydroponic system is divided into two methods, i.e. the active hydroponic system and the passive hydroponic system. This study described the income analysis of the active and passive hydroponic systems and investigated which system was more profitable. This research was conducted in two companies that have similar business scale, namely the BA corp., for passive hydroponic system and the Nb Farm for active hydroponic system, in which they were located in the Lembang, West Bandung. In the calculation of BC ratio, active hydroponic system is declared feasible, indicating that the hydroponic farming carried out by Nb Farm is profitable and feasible to be conducted. The results of this study indicate that the active hydroponic system has a greater advantage than the passive hydroponic system in pakchoy farming.
Analisis Sikap dan Persepsi Petani untuk Meningkatkan Produksi Cabai Merah Melalui Penggunaan Benih Unggul Saidah, Zumi; Wulandari, Eliana; Hapsari, Hepi
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.53975

Abstract

Komoditas cabai merah menjadi salah satu komoditi yang disukai oleh petani karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta menjadi komoditi yang paling sering mendapat perhatian pemerintah. Pemerintah berupaya meningkatkan produksi cabai merah melalui berbagai cara salah satunya melalui menggunakan benih unggul di kalangan petani. Namun hingga saat ini masih terus terjadi fluktuasi produksi cabai merah. Penelitian ini ingin memetakan permasalahan yang membuat fluktuasi produksi cabai merah serta melihat sikap dan persepsi petani dalam pemilihan dan penggunaan cabai merah. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan diagram tulang ikan (fishbone diagram) untuk memetakan permasalahan fluktuasi produksi, model sikap dianalisis dengan model sikap Multiatribut Fishbein, sedangkan persepsi petani terhadap benih cabai merah dianalisis dengan perceptual mapping. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa serangan hama dan penyakit serta kondisi cuaca menjadi faktor utama terjadinya fluktuasi produksi cabai merah. Berdasarkan sikap dan persepsi petani ditemukan bahwa petani lebih senang menggunakan cabai merah varietas TM 999 karena tahan terhadap penyakit antraknosa, layu fusarium dan layu bakteri serta produktivitas per tanaman cukup tinggi.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN SITE PLAN AGROEDUWISATA SMP BINA HARAPAN JATIGEDE SUMEDANG Djuwendah, Endah; Yudha, Eka Purna; Karyani, Tuti; Wulandari, Eliana; Saidah, Zumi; Rasmikayati, Elly; Syamsiyah, Nur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.58994

Abstract

Mekarasih is one of the pioneering tourist villages in the Jatigede Reservoir Area of Sumedang Regency which has the potential to be managed as an agrotourism village because of its strategic location on the edge of the reservoir and the potential of its natural resources. The problem in this area is the conversion of rice fields into reservoir waters, thereby reducing agricultural activities as a source of livelihood for the population. Therefore, the solution offered is to develop agro-edutourism that combines agricultural and tourism activities. The Binaraja Millenial Smart Farming (BMSF) Community and the management of SMP Bina Harapan Jatigede are an important part of the development of agro-edutourism in Mekarasih village. This community service (PKM) aims to empower communities based on local resources. Community service is carried out through three stages of activity, namely preparation, implementation, monitoring and evaluation. Community service uses lecture methods, FGD, simulations and practice in making a site plan for an agro-edutourism garden located in the SMP Bina Harapan Jatigede area. The results of the activity show that the PKM target partners are able to understand the concept of agro-edutourism, can prepare agro-edutourism planning according to the characteristics of local resource potential and create agro-edutourism site plan designs. It is hoped that the site plan will be used as a basis for planning to build various tourism support facilities based on the concept of sustainable community-based agro-edutourism.Mekarasih merupakan salah satu desa wisata rintisan di Kawasan Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang yang potensial dikelola menjadi desa agrowisata karena letaknya yang strategis di pinggir waduk dan potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Permasalahan yang ada di wilayah ini adalah terjadinya alih fungsi lahan sawah menjadi wilayah perairan waduk sehingga berkurangnya aktivitas pertanian sebagai sumber mata pencaharian penduduk. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah mengembangkan agroeduwisata yang memadukan aktivitas pertanian dan pariwisata. Komunitas Binaraja Millenial Smart Farming (BMSF) dan pengelola SMP Bina Harapan Jatigede merupakan bagian penting dalam pengembangan agroeduwisata di Desa Mekarasih. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal. Pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pengabdian menggunakan metode ceramah, FGD, simulasi serta praktik membuat site plan  kebun  agroeduwisata yang berada di kawasan SMP Bina Harapan Jatigede. Hasil kegiatan menunjukkan mitra sasaran PKM mampu memahami konsep agroeduwisata, dapat menyusun perencanaan agroeduwisata sesuai dengan karakteristik potensi sumber daya lokal  dan membuat  rancangan  site plan agroeduwisata. Diharapkan nantinya site plan dijadikan sebagai dasar perencanaan membangun berbagai fasilitas penunjang wisata berdasarkan konsep agroeduwisata berbasis  masyarakat yang berkelanjutan.
Co-Authors - Ernah . Ernah A. Syahrir, Nur Hilal Abdurrahman, Muhammad Dafa Agum Restu Alam Agus Gunawan Aisah, Annida Akmal, Mochamad Alam, Agum Restu Alamsyah, Raden Trizaldi Prima Amalia Prasiwi Amelia Hendra Amelia Hendra Andiani, Felicia Levina Anisa Salsabila Annida Aisah Arsal, Ariady Azzahra, Sheila Najwa Bagaskara, Fadil Calista, Mila Quinsy Demi Ilavy Maudi Deviawati Deviawati Dhany Esperanza Dhifa Prilia Purnomo Dika Supyandi Dika Supyandi Dika Supyandi Dina Fithriyyah Dina Fithriyyah Dini Rochdiani Eddy Renaldi Eddy Renaldy Ega Yunita Sari Eka Purna Yudha Elly Rasmikayati Endah Djuwendah Erna Rachmawati Ernah - Ernah Ernah Ernah Ernah Ernah Ernah Ernah Ernah Ernah, Ernah Esa Noerbayinda Eti Suminartika Fanny Widadie Farulian Purba Fatihah, Alya Fitri, Nisa Nurul Gina Deviyanti Handriyadi, Irfan Hendro Aryanto Hepi Hapsari Irfan Handriyadi Iwan Setiawan Jajang Sauman Jajang Sauman Karim, Ikawati Karissa Nurbudiati Kuswarini Kusno Lestari, Retna Dewi Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana Mananty, Putri Meddy Rachmadi Mila Cahaya Mufid, Iqbal Naufal Muhammad Arief Budiman Muthia Khansa Agatha Nabila Fazrin Maulani Nagib, Muhammad Novianda Fawaz Khairunnisa Novianda Fawaz Khairunnisa Nur Syamsiyah Nurjanah, Indah Kartika Paliszkiewicz, Joanna Pandi Pardian Permadi, Nida Fathi Pertiwi, Yuselda Zauma Purba, Farulian Purba, Farulian Qisthy Arinal Haq Rachman, Muhammad Alfi Raden Trizaldi Prima Alamsyah Rafa Thea Kirana Saufika Rian Kurnia Rifai, Afif Ahmad Rizqina Qonita Aulia Rohayati Suci Indrianingsih rosdiani, dian Salma Aulia Rahmah Selvi Jubaya setiawan, Darma SETIAWAN, IWAN Silitonga, Claudia Meilin Tiara Triska Singgih Purnomo Siti Haryanti Solihin Rusydi Kasdi Subagja, Syukur Sudarjat Sudarjat Sulistyodewi Nur Wiyono SUPYANDI, DIKA Syamsiyah, Nur Syamsiyah Tomy Perdana Trimo, Lucyana Trisna Insan Noor Trivita, Rara Annisa Tuhpawana P. Sendjaja Tuhpawana P. Sendjaja Tuti Karyani Tuti Karyani Valeri, Eirene Vina Rachmadina Widia Kintan Sabila Firdaus Yosini Deliana Yusuf, Ghina Amelia Zainal Arifin Zumi Saidah