Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Social and Economic Development of Koya Village: A Historical Study (2015-2023) Yolanda, Yolanda; Nuraedah, Nuraedah; Nadjamuddin, Lukman; Nongtji, Minarni
Journal of English Language and Education Vol 10, No 5 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i5.1603

Abstract

This article examines the social and economic development of Koya Village, Petasia District, North Morowali Regency, Central Sulawesi, during the period 2015–2023. The study employs a qualitative approach with historical methods, including field observations, in-depth interviews, and document analysis. Findings indicate that social development in Koya Village is characterized by adjustments to norms, morals, and traditions, the emergence of new communication patterns, and changes in intergenerational relationships. Economic transformation is marked by a shift from traditional agriculture and fisheries to industrial and service sectors, particularly after the establishment of the Gunbuster Nickel Industry (GNI) mining company. Furthermore, the development of mangrove ecotourism in Tomori Bay has provided new opportunities for local community empowerment. While these transformations have brought positive impacts such as improved welfare, they also created challenges including dependency on mining, social inequality, and the weakening of communal values such as mutual cooperation. Overall, the people of Koya demonstrate adaptive capacity by combining traditional values with modernity, although sustainable development strategies are still needed to balance social, cultural, economic, and environmental aspects.
Pelatihan Motivasi dan Mindset Positif untuk Ibu Binaan Rumah Zakat Lukman Nadjamuddin; Muh Daud; Ismarli Muis; Tri Sulastri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.80726

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi bagi para ibu wirausaha binaan Rumah Zakat Indonesia Timur, khususnya dalam mengatasi tantangan utama yang berkaitan dengan keterbatasan akses modal, rendahnya literasi bisnis, kualitas produk yang belum optimal, serta jangkauan pasar yang masih terbatas. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program ini menggunakan metode pelatihan peningkatan kapasitas, workshop, dan pendampingan yang berfokus pada perubahan mindset berwirausaha bagi ibu-ibu pelaku UMKM. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sesi pelatihan terstruktur, workshop praktik langsung, dan diskusi yang mendorong peserta untuk memahami potensi usaha mereka serta mengembangkan strategi yang lebih tepat dalam menghadapi dinamika pasar. Temuan program menunjukkan adanya perubahan positif pada mindset peserta. Para ibu mulai memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh kemampuan mengelola usaha secara kreatif, disiplin, dan berorientasi jangka panjang. Melalui proses pendampingan, peserta menjadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan usaha, lebih berani mencoba hal baru, serta lebih siap menghadapi risiko. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta berhasil mengubah pola pikirnya menjadi lebih produktif, terbuka terhadap peluang, dan mampu mengelola usaha dengan lebih terarah. Kesimpulannya, ibu-ibu pelaku wirausaha perlu mengembangkan pola pikir wirausaha yang positif dengan menanamkan growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar dan pengalaman. Dengan mindset tersebut, peserta menjadi lebih siap mengatasi ketakutan gagal, belajar dari kesalahan, serta meningkatkan keberlanjutan usaha mereka.
PELATIHAN KECEMASAN BERBICARA DI HADAPAN UMUM PADA SISWA SMU Lukman Nadjamuddin; Ismarli Muis; Abdul Rahmat; Perdana Kusuma
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.45822

Abstract

Students generally feel anxious when they are going to do or to anticipate an important task, i.e. speaking in public. Normally, students overcome the feeling of anxiety by trying to calm down, and they believe that this strategy was the best way to reduce anxiety before doing a task (pre-performance anxiety). Several previous studies show that the best alternative way for reducing anxiety is not by calming down, but by reappraising the physiological reaction of anxiety as a feeling of pleasure that arises from doing an enjoyable task as excitement. Individuals who reassess this experience, have better performance and lessen anxiety than individuals who try to calm down. In this study, participants will be trained to change their physical assessment of anxiety-provoking situations, by repeating the phrase "I'm excited", or by reading a short message "go for it!" which makes them feel excited (more excited) when they are about to start a task. The current research shows that there a slight decrease in participants anxiety after 1 week. This finding supports the previous research that anxious and excitement emotions are characterized by high arousal; therefore, it is better to change judgement of these emotion instead of trying to change arousal from high to low. Changing judgments is much easier for individuals, and consequently, this will also affect performance (public presentation).
Modifikasi Permainan Ular Tangga Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak Berhadapan Hukum Najiba Najiba; Faradillah Firdaus; M. Ahkam Alwi; Lukman Nadjamuddin; Nurfajriyanti Rasyid
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.50242

Abstract

Permainan merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat dan keterlibatan anak dalam proses belajar. Salah satu permainan yang mudah digunakan serta dapat dimodifikasi untuk tujuan edukatif adalah permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan modifikasi permainan ular tangga sebagai upaya meningkatkan kemampuan berhitung Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Sentra Wirajaya Makassar. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan kognitif partisipan. Metode pelaksanaan mencakup need assessment guna mengidentifikasi kebutuhan belajar, observasi kemampuan berhitung awal, serta pelaksanaan sesi bermain menggunakan ular tangga modifikasi yang memuat materi angka, penjumlahan, dan pengurangan sederhana. Selama proses kegiatan, fasilitator mencatat tingkat keterlibatan anak, kemampuan mengikuti aturan permainan, serta respons mereka terhadap tantangan berhitung yang muncul pada setiap langkah. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh partisipan mampu mengikuti permainan hingga akhir dan memperlihatkan peningkatan dalam mengenali angka serta menyelesaikan operasi hitung dasar selama permainan berlangsung. Selain itu, antusiasme peserta terlihat dari permintaan mereka untuk mengulangi permainan pada akhir sesi. Temuan ini mengindikasikan bahwa modifikasi permainan ular tangga dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, menarik, dan ramah bagi ABH, sekaligus berpotensi menjadi alternatif metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dalam konteks pendidikan nonformal.
Hubungan Antara Self-Forgiveness Dengan Psychological Well-Being Pada Remaja Yang Berkonflik Dengan Hukum (RBH) Hafid, Muh Fais A Y; Nadjamuddin, Lukman; Zainuddin, Kurniati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12940

Abstract

Kenakalan remaja adalah perilaku melanggar hukum yang dapat mengarah pada tindakan kriminal. Remaja yang melakukan pelanggaran disebut Remaja yang Berkonflik dengan Hukum (RBH), berusia 12 hingga belum 18 tahun. Kehidupan di lembaga pemasyarakatan yang penuh batasan memaksa RBH beradaptasi, memengaruhi psychological well-being mereka. Perasaan bersalah setelah menjadi terpidana juga berdampak pada self-forgiveness. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self-forgiveness dengan psychological well-being pada RBH. Metode penelitian kuantitatif digunakan dengan 71 responden. Alat ukur yang digunakan adalah State Self-Forgiveness Scale (Cronbach's Alpha = 0,847) dan Psychological Well-Being Scale (Cronbach's Alpha = 0,925). Uji hipotesis menggunakan Spearman’s rho dengan IBM SPSS Statistics 25.0 for Windows. Hasilnya menunjukkan r = 0,435 dan p = 0,000, yang berarti terdapat hubungan positif dengan tingkat sedang antara self-forgiveness dan psychological well-being. Temuan ini menegaskan pentingnya self-forgiveness dalam mendukung kesejahteraan psikologis RBH dan dapat menjadi dasar intervensi psikologis di lembaga pemasyarakatan.
Integrasi Augmented Reality dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di SMA Kabupaten Sigi Nadjamuddin, Lukman; Idrus, Idrus; Zaky, Muhammad; Lumangino, Wilman Darsono; Tadeko, Nurgan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya literasi digital guru dan dominasi metode konvensional dalam pembelajaran sejarah di Kabupaten Sigi menurunkan kualitas keterlibatan belajar serta meminimalkan integrasi konteks lokal. Teknologi Augmented Reality (AR) diperkenalkan sebagai solusi untuk menghadirkan pembelajaran sejarah yang interaktif dan kontekstual. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini mengembangkan dan mendiseminasikan Smart-Modul AR bertema peninggalan megalitikum Sulawesi Tengah serta melatih 22 guru SMA di Sigi untuk mengembangkannya secara mandiri dan mengintegrasikannya dalam perangkat ajar. Metode mencakup workshop partisipatif, pendampingan teknis, dan evaluasi melalui angket, wawancara, serta observasi proses pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan motivasi dan kesiapan awal teknopedagogik guru dalam menggunakan media pembelajaran AR berbasis artefak lokal 3D, disertai pengakuan perlunya penguatan lanjutan pada kemampuan produksi konten dan pemetaan ke indikator capaian pembelajaran. Integrasi konten lokal melalui AR dipandang memperkaya makna pembelajaran dan memperkuat relevansi materi. Program berkontribusi pada peningkatan literasi digital guru sekaligus mempererat kolaborasi sekolah–perguruan tinggi. Signifikansi: Artikel menegaskan efektivitas AR sebagai media pembelajaran inovatif yang berpotensi memperkuat keterlibatan dan pemahaman pada topik sejarah lokal serta menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi guru dalam adopsi teknologi pendidikan.
Food Education for a Healthy Lifestyle: A Study on Primary School Students in Remote Indigenous Communities in Central Sulawesi Minarni Nontji; Lukman Nadjamuddin; Sahrul Saehana; Kasmudin Mustapa; Abdul Rahman; Muhammad Zaky; Widyastuti Widyastuti; Windayanti Windayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.12517

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of a food education program in promoting healthy lifestyles among elementary school students in remote indigenous communities in Central Sulawesi. The research employed pre-test and post-test design, measuring various aspects before and after the intervention. The sample included students, teachers, staff, and parents. The results demonstrated significant improvements across multiple domains. Students' nutritional knowledge increased by 33.40 points, from 45.20% to 78.60%. Attitudes toward healthy food improved by 26.00 points, rising from 64.00% to 90.00%. Food consumption practices showed 38.00 points increase in vegetable and fruit intake, alongside a 60.40% reduction in unhealthy snacking. The percentage of students with normal Body Mass Index (BMI) rose by 14.00 points, from 68% to 82%. Physical activity levels also surged significantly by 41.70 points, from 50.00% to 91.70% of daily recommendations. The program exhibited strong sustainability potential, with 85.00% support from teachers and school staff, and a 70.00% increase in parental awareness. Community-level impacts included a 40.00% rise in demand for local vegetables and 65.00% of families starting home vegetable gardens. Students' cooking skills advanced, with 75.00% able to prepare traditional healthy foods and 60.00% sharing healthy recipes with their families. Nutritional literacy improved markedly, evidenced by a 45.00% increase in the ability to read food labels. In conclusion, this intervention successfully enhanced students' knowledge, attitudes, and practices in nutrition and health through food education, yielding positive impacts that foster healthy lifestyles among elementary school students in remote indigenous communities in Central Sulawesi
HERPETOFAUNA SPECIES DIVERSITY AT OIL PALM PLANTATIONS IN MOROWALI REGENCY, CENTRAL SULAWESI Sitti Ramlah; Nadjamuddin, Lukman; Andi Chairil Ichsan
Jurnal Belantara Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v9i1.1176

Abstract

Central Sulawesi is one of Indonesia’s oil palm producing provinces, with a plantation area of 60,913.77 ha distributed across nine districts, including Morowali Regency. Various allegations that oil palm plantations are associated with a decline in biodiversity, particularly herpetofauna, have encouraged research on herpetofauna and mammals. This study aimed to determine the diversity of herpetofauna species in oil palm plantations in Morowali Regency at Ungkaya Village. The research sites included old oil palm plantations, young oil palm plantations, and areas with High Conservation Value (HCV). The distance between the old oil palm plantations and the young oil palm plantations was approximately ±4 km, while the distance from the old oil palm plantations to the HCV area was ±3 km, and from the young oil palm plantations to the HCV area was ±5 km. Data collection was conducted using the Visual Encounter Survey (VES) method combined with a 1 km transect at each land cover age. Observations were carried out between 19:00 and 21:00 WITA. The results showed that changes in land cover within oil palm plantations did not cause a reduction in the number of herpetofauna species. A total of 13 reptile and amphibian species were recorded across all land cover types. The species diversity and richness indices indicated moderate values (H′ = 2.32 and R = 2.47), suggesting that oil palm plantations can function as habitats for herpetofauna. The species evenness index value of 0.91 indicates that herpetofauna are able to inhabit oil palm plantations across all land cover ages.