Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH POLA INTERAKSI DALAM KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI PAUD RATNA AMALIAH PKBM BATU TUJUA KABUPATEN BULUKUMBA Mia, Nur; Suardi, Suardi; Amir, Rudi
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Jurnal JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v2i3.53858

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis korelasi data yang dijabarkan menggunakan pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pola interaksi dalam keluarga terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di PAUD Ratna Amaliah PKBM Batu Tujua Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini mengkaji perkembangan sosial emosional anak usia dini sebagai variabel terikat dan pola interaksi sebagai variabel bebas. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua anak didik program PAUD Ratna Amalia PKBM Batu Tujua Kabupaten Bulukumba. Jumlah populasi sebanyak 80 orang tua peseta didik dan karena populasi jumlahnya sedikit, maka semua populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian yang telah dikumpulkan peneliti dianalisis menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana. Hasil yang diperoleh yaitu angka Rsquare adalah 0,488 artinya pengaruh pola interaksi dalam keluarga terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di PKBM Batu Tujua sebesar 48%. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pola interaksi terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di PAUD Ratna Amalia PKBM Batu Tujua Kabupaten Bulukumba yang ditunjukkan dari uji analisis regresi linier sederhana dengan nilai t hitung 5,500 dan nilai signifikan 0,05 > 0,000 artinya Ho ditolak kebenarannya dan Ha diterima.
Perilaku Membaca Murid Sekolah Dasar Kelas Tinggi di Era Intenet (The Reading Behavior of High Grade Elementary School Students in the Internet Age) Sultan, Sultan; Rapi, Muhammad; Ismail, Asri; Suardi, Suardi
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.13487

Abstract

This study aims to explain the reading behavior of high school and elementary school students in the internet era. The research was designed with a quantitative-comparative descriptive approach. The data source is elementary school students at SD Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar City. Data collection is done through a questionnaire. Research data analysis was carried out through the stages: data management, data analysis, and interpretation of the results. The results of the study show that: (1) the presence of the internet has changed reading behavior from print to online. Reading activity is not a priority activity for students to do when using the internet, (2) gender has an influence on reading behavior. Male and female students differ in their use of the internet, their interest in reading topics of fiction and non-fiction, and their efforts to obtain reading materials.Penelitian ini bertujuan mengeksplanasi perilaku membaca murid sekolah dasar kelas tinggi di era internet. Penelitian dirancang dengan pendekatan deskriptif kuantitatif-komparatif. Sumber data adalah murid sekolah dasar SD Islam Athirah Bukit Baruga Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan melalui angket. Analisis data penelitian dilakukan melalui  tahapan;  pengelolaan data, analisis data, dan penafsiran hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kehadiran internet telah mengubah perilaku murid sekolah dasar kelas tinggi. Dalam aspek perilaku membaca, murid sekolah dasar mengalami pergeseran perilaku dari membaca bahan tercetak ke membaca bahan online. Aktivitas membaca bukan merupakan aktivias prioritas yang dilakukan murid dalam pemanfaatan internet. (2) Variabel gender memiliki pengaruh terhadap perilaku membaca murid sekolah dasar kelas tinggi. Murid laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dalam pemanfaatan internet, kegemaran dalam topik bacaan fiksi dan nonfiksi, dan usaha memperoleh bahan bacaan. 
Peran Keluarga dalam Menumbuhkembangkan Budaya Membaca Bagi Anak di Lingkungan Rumah pada Era Digital Suardi, Suardi; Sultan, Sultan; Herman, Herman
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.19141

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran keluarga dalam menumbuhkembangkan budaya membaca di lingkungan rumah pada era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei. Responden penelitian yakni orang tua siswa sekolah dasar. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam mendukung literasi membaca anak masih kurang optimal. Sebanyak 35% orang tua jarang terlibat dalam aktivitas literasi di rumah, ketersediaan bahan bacaan juga terbatas, dengan 52% keluarga memiliki kurang dari 10 buku di rumah. Dukungan teknologi untuk literasi masih rendah; hanya 13% keluarga yang memiliki komputer, dan 53% anak menggunakan internet untuk aktivitas non-literasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya menumbuhkan budaya membaca memerlukan peningkatan keterlibatan keluarga sebagai fasilitator literasi, peningkatan akses bahan bacaan, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pendukung. Implikasi dari temuan ini mencakup kebutuhan pelatihan literasi digital bagi orang tua dan penyediaan bahan bacaan berbasis teknologi untuk mengatasi kesenjangan digital.The Role of the Family in Developing a Reading Culture for Children in the Home Environment in the Digital EraThis study aims to explore the role of families in fostering a reading culture at home in the digital era. A quantitative approach was utilized, with data collected through a survey. The respondents were parents of elementary school students, and data were analyzed descriptively. The findings reveal that parental involvement in literacy activities remains limited, with only 35% of parents engaging in such activities once or twice a month. Visits to bookstores or libraries are rare, with just 3% of parents engaging in these activities frequently. Additionally, 52% of families reported owning fewer than 10 books at home, highlighting a lack of reading materials. In terms of digital technology, 87% of families do not own a desktop computer, and only 66% of children have access to internet-enabled smartphones The study concludes that fostering a reading culture requires greater parental involvement, improved access to diverse reading materials, and the effective utilization of digital technology as a learning medium. These findings emphasize the importance of implementing digital literacy training for parents and providing technology-based reading resources to address the digital divide.
Paradigma Perkembangan Pendidikan Dasar Indonesia dalam Era Society 5.0 Dwi Pita Reski; Arismunandar Arismunandar; Suardi Suardi
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7321

Abstract

Pendidikan dasar di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam memasuki era society 5.0, dimana teknologi digital dan kecerdasan buatan tidak hanya mempengaruhi ekonomi dan industri tetapi juga berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pendidikan dasar di Indonesia, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengeksplorasi potensi inovasi berbasis teknologi yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah dasar. Penulisan artikel ini menggunakan metode systematic review yang didasarkan pada beberapa referensi berupa buku dan artikel serta publikasi ilmiah secara online. Sebagai kesimpulan dari artikel ini yaitu meskipun teknologi informasi dan komunikasi semakin diintegrasikan ke dalam pembelajaran, masih ada kendala besar, seperti ketimpangan akses terhadap teknologi, rendahnya kompetensi digital dikalangan pendidik, serta terbatasnya kurikulum yang mendukung pemikiran kritis dan kreativ yang dapat mendukung pengembangan keterampilan abad 21. Hasil kajian ini menyarankan perlunya kebijakan yang lebih komprehensif dari pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur digital, investasi dalam infrastruktur digital, kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk mempercepat transformasi pendidikan dasar, memperkuat kompetensi guru, dan mengembangkan kurikulum berbasis keterampilan abad 21 yang sejalan dengan prinsip era society 5.0. Dengan upaya tersebut, diharapkan pendidikan dasar di Indonesia dapat lebih adaptif, inklusif dan relevan dalam menghadapi tantangan era digital
Integration of Science and Religion Learning Approaches in the Context of Modern Education Andi Yuyung; Arismunandar Arismunandar; Suardi Suardi; Lutfi Lutfi; Jusman Jusman
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7371

Abstract

The integration of science and religion learning is becoming an increasingly relevant topic in the context of modern education. Basically, education aims to develop the intellectual, moral and spiritual aspects of learners but, in practice, science and religion education are often separated, resulting in a dualistic view that potentially hinders the formation of a holistic understanding. This article aims to explore the concept of integration between science and religion and analyse relevant approaches to its application in modern educational curricula. Using the literature review method, the article seeks to understand how the integration of science and religion can help learners develop comprehensive scientific insights, while taking into account spiritual and moral values. The conclusion of this article is that various approaches to learning science and religion in modern education can create a balance between empirical knowledge and ethical values, resulting in a generation that is both critically minded and spiritually aware.
Kemandirian Belajar sebagai Solusi Peningkatan Keterampilan Abad 21 pada Siswa Sekolah Dasar Nour Ariyanti Amir; Arismunandar Arismunandar; Suardi Suardi; Lutfi Lutfi; Andi Dewi Riang Tati
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7373

Abstract

Pada era globalisasi yang terus berkembang ini, keterampilan abad 21 menjadi sangat penting bagi siswa agar mereka dapat menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan baik. Sekolah dasar memiliki peran utama dalam membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi sebagai dasar pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memasukkan konsep kemandirian dalam belajar sebagai strategi untuk mengembangkan keterampilan tersebut sejak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kemandirian dalam belajar dapat membantu meningkatkan keterampilan abad 21 pada siswa sekolah dasar dan merumuskan metode pembelajaran yang efektif untuk diterapkan. Memanfaatkan teknik penelitian pustaka dalam studinya ini menelaah literatur akademik mengenai konsep kemandirian belajar dan metode pembelajaran berbasis proyek serta penggunaan teknologi pendidikan dan penilaian diril sebagai upaya mendukungnya. Temuan dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa penerapan kemandirian belajar melalui pendekatan ini memberikan dampak positif pada pengembangan keterampilan abad ke-21 pada siswa dengan meningkatkan rasa tanggung jawab mereka serta kemampuan mandiri dan pengambilan keputusan. Studi ini merekomendasikan agar sekolah dasar fokus untuk menerapkan metode yang mendukung kemandirian belajar dan memberikan pelatihan kepada guru agar dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memfasilitasi pembelajaran mandiri bagi para siswa.
Kurikulum Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Sekolah Dasar Muh. Faisal; Arismunandar Arismunandar; Suardi Suardi; Mukhtar Mas'ud
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7382

Abstract

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran penting dalam kurikulum sekolah dasar di Indonesia. Mata pelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan fisik, pengetahuan tentang kesehatan, serta pengembangan sikap positif terhadap aktivitas fisik dan pola hidup sehat. Artikel ini bertujuan untuk meninjau konsep dasar, tujuan, dan implementasi kurikulum PJOK di sekolah dasar, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Dengan menggunakan kajian pustaka dan data empiris, artikel ini menyajikan gambaran mengenai bagaimana kurikulum PJOK diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan dasar dan peran pentingnya dalam pengembangan fisik dan mental siswa.
Development of Sensory Path Games to Improve Gross Motor Skills in Early Childhood Syahrani, St. Aisyah; Suardi, Suardi; Rusmayadi, Rusmayadi; Herlina, Herlina; Kurnia, Rika; Musi, Muhammad Akil
TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 1 (2025): TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tematik.v11i1.74638

Abstract

This study aims to develop sensory path games to improve gross motor skills in early childhood. The specific objectives of this research include (1) determining the level of need for sensory path game development; (2) designing a prototype of the game; (3) determining the level of validity and practicality of the developed media; and (4) measuring the effectiveness of its use. This research employs the ADDIE development model, which comprises the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects consisted of 15 children and class teachers at Permata Bahari Islamic Kindergarten. Data collection techniques used observation, interviews, documentation, and questionnaires. The results showed that the media were classified as very valid (81.7%), very practical (89.75%), and very effective (90.55%) in improving children's gross motor skills. Thus, sensory path games are feasible to use as innovative learning media in the Early Childhood Education environment.
Analisis perbandingan pendapatan pengemudi kendaraan sebelum dan sesudah bermitra Suardi, Suardi; Heryati, Yati; Amori, Jeffriansyah Dwi Saputra
FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 24 No. 4 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v24i4.14435

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perbandingan pendapatan pengemudi sebelum dan sesudah bermitra dengan PT. Grab Teknologi Indonesia Cabang Mamuju. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif komparatif dengan melibatkan 10 pengguna dan 30 pengemudi mobil dan motor mitra PT. Grab Teknologi Indonesia Cabang Mamuju. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan analisis historis dari PT. Grab Teknologi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pendapatan pengemudi sebelum dan sesudah bermitra dengan Grab. Hasil wawancara dengan pengemudi kendaraan bermotor online di Mamuju memberikan gambaran bahwa kelompok pengemudi dengan pendapatan Rp.1-2 Juta per bulan mengalami peningkatan yang signifikan setelah bermitra dengan PT. Grab Teknologi Indonesia. Sebelumnya, 23,9% responden berada dalam kategori ini, namun setelah bermitra, persentasenya meningkat tajam menjadi 34,5%, mencerminkan kenaikan sekitar 44,35%. Dampak positif kemitraan ini terutama terlihat pada kelompok pengemudi dengan pendapatan menengah. Meskipun kelompok pengemudi dengan pendapatan antara Rp.2-3 Juta menunjukkan konsistensi pendapatan setelah bermitra, terdapat penurunan yang signifikan pada kelompok pengemudi dengan pendapatan lebih tinggi. Kelompok pengemudi dengan pendapatan Rp.3-4 Juta mengalami penurunan sekitar 24,74%, sedangkan kelompok pendapatan Rp.4-5 Juta turun sekitar 36,76%. Dampak negatif ini dapat dikaitkan dengan perubahan tarif atau kebijakan bisnis yang mempengaruhi keuntungan pengemudi dalam kelompok ini.
Information and communication technology-based learning practices and teacher professional development Suardi, Suardi; Faridah, Faridah; Sultan, Sultan; Herman, Herman
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 14, No 3: June 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v14i3.31910

Abstract

The rapid development of information technology has implications for its massive use in the field of education. Expectations for teachers to integrate technology into their learning practices and professional development are increasing. The teacher’s ability to integrate technology in these two activities is influenced by various factors. However, previous research has not focused on uncovering how gender, experience, certification status, and social media can contribute to information and communication technology (ICT)-based learning practices and professional competency development for teachers. Based on this gap, this research was designed to investigate the contribution of gender, experience, certification status, and social media access to teachers’ ICT-based learning practices and professional competency development. The current research was designed as a cross-sectional survey. A total of 1,756 elementary school teachers in South Sulawesi, Indonesia, were involved as research samples through online questionnaire data collection. The research results showed that there were differences in teachers’ learning practices and professional development intentions based on work experience and intensity of social media access. However, no differences were found in gender variables and certification status. Thus, these two variables become key elements in integrating ICT in learning in the future. These findings will be beneficial for teacher training institutions and policy makers.