Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PRIA PREDIABETES Widyastuti, Amalia Nita; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 4, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.333 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i2.10056

Abstract

Latar Belakang: Prediabetes merupakan tahap awal sebelum terjadinya Diabetes Mellitus (DM). Setiap tahunya 4-9% orang dengan prediabetes akan menjadi DM. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan pangan fungsional mengandung tinggi antioksidan dan serat yang dapat mengendalikan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah dengan dosis 2.86 g/kg BB/hari terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) pria prediabetes.Metode: Jenis penelitian adalah kuasi eksperimental dengan rancangan pre-post control group design. Subyek adalah pria prediabetes dengan kadar GDP 100-125 mg/dL, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang diberi plasebo dan kelompok perlakuan yang diberi jus buah naga merah dengan dosisi 2.86 g/kg BB/hari. Intervensi dilakukan selama 21 hari. Pengukuran kadar GDP dilakukan dengan metode spektrofotometri. Darah diambil sehari sebelum intervensi dan pada hari ke-22 setelah subyek berpuasa selama 10 jam. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk. Analisa statistik menggunakan Independent sample t-test, Mann-Whitney dan Paired t-test.Hasil: Kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar GDP yang bermakna sebesar 36.14±22.82 mg/dL, sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan GDP tidak bermakna sebesar 3.79±17.64 mg/dL. Secara statistik terdapat perbedaan perubahan kadar GDP antara kelompok kontrol dan perlakuan yang bermakna (p<0.005).Kesimpulan: Pemberian jus buah naga merah berpengaruh terhadap penurunan kadar GDP pria prediabetes pada kelompok perlakuan. Terdapat perbedaaan kadar GDP antara kelompok kontrol dan perlakuan setelah intervensi.
HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANC (Ante Natal Care) DENGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI PADA BAYI USIA 6 BULAN Kirimunun, Maria Pangkrasia; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.536 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6874

Abstract

Latar Belakang: ASI bermanfaat untuk kesehatan bayi. Namun saat praktiknya masih rendah. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif di Indonesia hanya 15,3%. Penyebab rendahnya pemberian ASI Eksklusif di Indonesia adalah faktor sosial budaya dan kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga dan masyarakat.Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi kunjungan ANC (Ante Natal Care) dengan riwayat pemberian ASI pada bayi usia 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mopah Kabupaten Merauke, Propinsi Papua.Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan subjek adalah ibu menyusui. Data karakteristik subjek, frekuensi kunjungan ANC dan riwayat pemberian ASI diperoleh melalui kuesioner. Subjek sebanyak 30 ibu diperoleh dengan cara purposive sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dan menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil univariat menunjukkan frekuensi kunjungan ANC tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan riwayat pemberian ASI pada bayi usia 6 bulan (p=0,713). Pengetahuan dan budaya merupakan penyebab yang masih mendukung ibu untuk tidak melakukan  pemberian ASI Eksklusif.Simpulan: Frekuensi kunjungan ANC tidak berhubungan dengan riwayat pemberian ASI pada bayi usia 6 bulan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, UANG SAKU, DAN PEER GROUP DENGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI PADA REMAJA PUTRI Imtihani, Titis Rakhma; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.022 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i1.2112

Abstract

Latar Belakang : Salah satu penyebab peningkatan obesitas di kalangan remaja perkotaan adalah adanya peningkatan frekuensi konsumsi makanan cepat saji. Hal ini dikarenakan makanan cepat saji bersifat cepat, mudah, dan menarik untuk remaja serta faktor kenyamanan yang mendukung. Remaja yang mengkonsumsi makanan cepat saji akan mengkonsumsi energi, lemak, dan gula secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pengetahuan, uang saku, dan peer group serta promosi dan motivasi dengan frekuensi konsumsi makanan cepat saji pada siswi di SMA Theresiana 1 Semarang. Metode : Studi cross sectional pada 95 siswi kelas X dan XI di SMA Theresiana 1  Semarang. Subjek diambil dengan metode consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data frekuensi konsumsi makanan cepat saji, pengetahuan, uang saku, dan peer group diperoleh dari pengisian kuisoner, sedangkan data motivasi dan promosi diperoleh dengan FGD (focus group discussion). Data kebiasaan makan sehari-hari diperoleh melalui FFQ (food frequency questionnaire). Uji normalitas menggunakan Kolmogorof-Smirnov. Data berdistribusi tidak normal pengujian menggunakan korelasi Rank spearman. Hasil : Frekuensi konsumsi makanan cepat saji subjek sebagian besar termasuk jarang (1-2x seminggu) yaitu 83,2%. Terdapat korelasi positif antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan uang saku (r = 0,279; p = 0,006). Tidak ditemukan korelasi antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan pengetahuan (r = 0,066; p = 0,527), dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan peer group (r = -0,005; p = 0,958). Informasi mengenai makanan cepat saji sebagian besar subjek dapatkan melalui iklan televisi. Sebagian besar subjek mengkonsumsi makanan cepat saji karena faktor praktis dan ingin mencoba rasanya. Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan jumlah uang saku (p=0,006).
ANALISIS MUTU MIKROBIOLOGI DAN UJI VISKOSITAS FORMULA ENTERAL BERBASIS LABU KUNING (Curcubita moschata) DAN TELUR BEBEK Pratiwi, Lingga Edytias; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.523 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6915

Abstract

Latar Belakang: Formula enteral atau diet cair merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan zat gizi khususnya bagi anak penderita gizi buruk. Formula enteral yang diproduksi secara tradisional sangat rentan tercemar oleh mikroorganisme bila tidak ditangani secara tepat dan benar. Lamanya waktu penyimpanan akan mempengaruhi kualitas formula enteral itu sendiri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mikrobiologi dan uji viskositas dari formula enteral berbasis labu kuning dan telur bebek.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu lama penyimpanan formula enteral terhadap nilai TPC dan Salmonella sp dengan 3 variasi perlakuan, yaitu formula yang disimpan selama 1 jam, 2 jam dan 3 jam di dalam suhu ruangan tertutup, dan dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk uji Viskositas dan Repeated ANOVA untuk uji TPC dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil: Pada uji viskositas formula enteral menunjukkan adanya perbedaan tingkat kekentalan dengan berbagai variasi konsentrasi telur bebek, namun berpengaruh tidak nyata terhadap viskositas (p >0,05). Lama penyimpanan formula enteral berpengaruh tidak nyata terhadap TPC. Nilai TPC pada umur simpan masih dalam batas normal yaitu  0.19 x104 cfu/ml. Sedangkan umur simpan ≥2 jam melebihi batas maksimal dan tidak memenuhi syarat. Untuk uji Identifikasi Salmonella tidak ditemukan sama sekali bakteri Salmonella sp dan sudah memenuhi syarat SNI.Simpulan: Terdapat perbedaan tingkat kekentalan dengan berbagai konsentrasi telur bebek namun tidak berpengaruh nyata terhadap viskositas formula enteral. Semakin lama penyimpanan formula enteral maka akan semakin menurun kualitas formula enteral itu sendiri. Tidak terdapat bakteri Salmonella sp pada produk formula enteral dan sudah memenuhi syarat SNI.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH (Hylrocereus polyrhizus) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PRIA HIPERKOLESTEROLEMIA Budiatmaja, Argan Caesar; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.747 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6865

Abstract

Latar belakang : Penyakit jantung dan pembuluh darah dapat disebabkan karena suatu kondisi yang disebut hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi dimana kadar kolesterol total dalam darah lebih dari batas normal. Kadar kolesterol total dalam darah dipengaruhi oleh asupan lemak dan kolesterol. Konsumsi bahan makanan yang yang mengandung tokotrienol, niasin, serat, dan vitamin C dapat menurunkan kadar kolesterol total dalam darah, salah satunya adalah buah naga merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah (Hylrocereus polyrhizus) terhadap kadar kolesterol total pria hiperkolesterolemia.Metode : Penelitian ini merupakan quasi-experimental dengan rancangan control group pre-post test. Subjek penelitian adalah pria berusia 35-50 tahun sebanyak 30 orang memiliki kadar kolesterol total 200-239 mg/dl. Pemberian intervensi dilakukan selama 21 hari. Kelompok perlakuan diberikan jus buah naga merah dengan dosis 2,86g/kgBB/hari, dan kelompok kontrol diberikan plasebo berupa sirup nol kalori. Kadar kolesterol total darah diambil setelah subjek berpuasa selama 10 jam dan dianalisis menggunakan metode CHOD-PAP. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Analisis statistik menggunakan uji dependent t, independent t-test, Mann Whitney, dan Wilcoxon.Hasil : Kadar kolesterol total sebelum intervensi kelompok perlakuan yaitu 226,00 mg/dl dan setelah  intervensi 212,47 mg/dl. Terdapat perbedaan yang bermakna kadar kolesterol total pada kelompok perlakuan (p=0,043). Kadar kolesterol total sebelum intervensi kelompok kontrol yaitu 218,73mg/dl dan setelah intervensi 227,53 mg/dl. Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar kolesterol total pada kelompok kontrol (p=0,102). Terdapat perbedaan pada perubahan kadar kolesterol total antara kedua kelompok setelah perlakuan (p=0,008)Simpulan : Terdapat perbedaan bermakna kadar kolesterol total sebelum dan setelah pemberian jus buah naga merah pada kelompok perlakuan. Terdapat perbedaan bermakna perubahan kadar kolesterol total antara kelompok kontrol dan perlakuan.
PERBEDAAN ASUPAN ENERGI, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI ANTARA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK DAERAH URBAN DAN SUBURBAN Falasifah, Usydatul; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.302 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6925

Abstract

Latar belakang : Masalah kesehatan yang sering dijumpai dikalangan anak usia 4-5 tahun  disebabkan oleh faktor gizi. Asupan energi dan aktivitas fisik merupakan faktor yang dapat mempengaruhi status gizi. Adanya perbedaan wilayah tempat tinggal dapat menyebabkan adanya perbedaan status gizi pada anak usia 4-5 tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbadaan asupan energi, aktivitas fisik, dan status gizi antara anak usia 4-5 tahun di taman kanak-kanak daerah urban dan suburban.Metode : Subyek penelitian dengan desain cross-sectional ini terdiri dari 34 anak berada di daerah urban dan 34 anak berada di daerah suburban yang dipilih secara purposive sampling. Data yang diteliti meliputi asupan energi yang diperoleh dari formulir food recall, aktivitas fisik diperoleh dari formulir recall aktivitas  fisik, dan status gizi diukur dengan nilai Z-skor berdasarkan IMT/U. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil : Rerata asupan energi dan aktivitas  fisik antara kedua kelompok tidak ada beda, sedangkaan rerata status gizi antara kedua kelompok terdapaat beda. Tidak terdapat perbedaan asupan energi (p=0,080) dan aktivitas fisik (p=0.272) antara kedua kelompok. Terdapat perbadaan status gizi antara kedua kelompok (p=0,050).Simpulan : Tidak terdapat perbedaan asupan energi dan aktivitas fisik antara anak usia 4-5 tahun di taman kanak-kanak daerah urban dan suburban. Terdapat perbedaan status gizi antara anak usia 4-5 tahun di taman kanak-kanak daerah urban dan suburban.
PERBEDAAN ASUPAN ENERGI, LEMAK, SERAT DAN AKTIVITAS FISIK PADA ANAK OBESITAS DAN NON-OBESITAS USIA 3 – 5 TAHUN Putri, Pramita Ariawati; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.26 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4544

Abstract

Latar Belakang : Obesitas adalah masalah gizi yang dapat membahayakan kesehatan dan harus ditangani sejak dini. Obesitas pada anak usia 3 – 5 tahun dikaitkan dengan semakin cepat terjadinya adiposity rebound, yang memungkinkan anak menjadi obesitas saat dewasa. Obesitas dapat dipengaruhi oleh asupan energi, lemak, serat dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan energi, lemak, serat dan aktivitas fisik pada anak usia 3 – 5 tahun.Metode : Desain penelitian case control study dengan matching usia dan jenis kelamin pada KB-TK Islam Al – Azhar 14 Semarang. Subjek terdiri dari 30 kelompok kasus (overweight dan obesitas) dan 30 kelompok kontrol (normal). Kriteria normal, overweight  dan obesitas menggunakan indikator z-score IMT/U. Normal jika z-score -2 ≥ 1SD, overweight (1 ≥ 2SD), dan obesitas (> 2SD). Asupan energi, lemak dan serat dihitung menggunakan food frequency questionnaire (FFQ) semi kuantitatif dan aktivitas fisik menggunakan kuesioner recall aktivitas fisik. Analisis data menggunakan uji independent T test dan Mann-Whitney.Hasil : Asupan energi dan lemak pada kelompok kasus lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan asupan energi (p=0,000) dan lemak (p=0,000) pada kedua kelompok. Tidak terdapat perbedaan asupan serat (p=0,311) dan aktivitas fisik (p=1,112) pada kedua kelompok. Kesimpulan : Terdapat perbedaan asupan energi dan lemak pada anak obesitas dan tidak obesitas.
FAKTOR DETERMINAN PERILAKU RESPONSIVE FEEDING PADA BALITA STUNTING USIA 6 - 36 BULAN (studi kualitatif di wilayah kerja Puskesmas Halmahera) Febriani, Brilliantika Resy; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 5, No 3 (2016): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.968 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i3.16378

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah proses gagal tumbuh untuk mencapai potensi pertumbuhan linier akibat tidak tercukupinya kebutuhan gizi, infeksi dan pola pengasuhan. Dampaknya antara lain meningkatnya mortalitas dan morbiditas dan menghambat perkembangan kognitif, psikomotorik dan mental pada anak-anak. Pemberian makan yang responsif penting bagi balita stunting untuk meningkatkan penerimaan makanan dan mendorong  tercapainya pertumbuhan dan perkembangan kognitif, psikomotorik maupun mental yang  optimal. Diperlukan penelitian untuk melihat gambaran perilaku yang terjadi dan determinannya.Tujuan: Menganalisis gambaran perilaku pemberian makan pada balita stunting dan faktor determinannya meliputi faktor predisposisi, pemungkin dan penguatMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Sampel dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelitian terhadap delapan responden menunjukkan bahwa belum ada responden yang melakukan responsive feeding secara menyeluruh. Mengacu lima prinsip Responsive Feeding, responden hanya memenuhi satu kriteria yaitu cara pemberian makan sesuai dengan umur balita. Prinsip lainnya tidak dapat dipenuhi karena faktor prediposisi dan pemungkin yaitu minimnya ketersediaan waktu dan dana.Kesimpulan: Praktik responsive feeding yang dapat dilakukan iresponden adalah cara pemberian makan sesuai dengan umur balita.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU MIKROBIOLOGI MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) BUBUR INSTAN DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG IKAN GABUS DAN TEPUNG LABU KUNING Danarsi, Chorina Swasti; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 5, No 2 (2016): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.242 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i2.16360

Abstract

Latar Belakang: Pemberian makanan tambahan merupakan salah satu cara untuk menaikkan status gizi balita gizi kurang. Kriteria utama makanan tambahan bagi balita gizi kurang adalah memiliki kandungan gizi yang cukup serta bebas dari cemaran mikroba. Lamanya waktu penyimpanan akan mempengaruhi kualitas MP-ASI bubur instan itu sendiri.Tujuan: Menganalisis pengaruh lama penyimpanan terhadap mutu mikrobiologi pada MP-ASI  bubur instan dengan substitusi tepung labu kuning dan tepung  ikan gabus.Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu lama penyimpanan (0 minggu/tanpa penyimpanan, 1 minggu, 2 minggu, dan 4 minggu) terhadap nilai Total Plate Count dan Salmonella sp, dan dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil: Jumlah total mikroba yang ada pada MP-ASI bubur instan berkisar antara 13.16 – 3966.66 cfu/g selama 4 minggu masa penyimpanan. Terdapat perbedaan lama penyimpanan dan jumlah total mikroba yang bermakna pada setiap variasi perlakuan (p <0.05). Nilai TPC selama 4 minggu penyimpanan masih dalam batas normal, namun tidak dianjurkan untuk menyimpannya selama lebih dari 4 minggu. Tidak ditemukan cemaran Salmonella sp. Kesimpulan: Lama penyimpanan MP-ASI bubur instan berpengaruh terhadap jumlah total mikroba. Tidak ditemukan adanya cemaran Salmonella, sp. Semakin lama masa penyimpanan akan semakin mengurangi mutu MP-ASI bubur instan. MP-ASI bubur instan substitusi tepung ikan gabus dan labu kuning dengan lama penyimpanan 4 minggu sudah memenuhi syarat SNI.
ANALISIS KANDUNGAN ZAT GIZI DAN DAYA TERIMA MAKANAN ENTERAL BERBASIS LABU KUNING DAN TELUR BEBEK Sholihah, Zainab; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.793 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6891

Abstract

Latar Belakang: Fase rehabilitasi sebagai bagian dari fase pemulihan gizi buruk memerlukan pemberian makanan yang tepat agar tumbuh kejar anak dapat tercapai. Salah satu bentuk makanan yang diberikan yaitu makanan enteral yang dapat dibuat sendiri menggunakan bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi seperti labu kuning dan telur bebek.Tujuan: Menganalisis kandungan zat gizi dan daya terima formula makanan enteral dengan variasi persentase telur bebek.Metoda: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu variasi komposisi telur bebek 3% (A1), 6% (A2), dan 9% (A3). Kandungan zat gizi yang dianalisis antara lain kadar karbohidrat, lemak, protein, betakaroten, serat kasar, dan abu. Pengujian daya terima dilakukan dengan uji hedonik oleh 30 panelis tidak terlatih. Analisis yang digunakan yaitu uji One Way ANOVA CI 95% dilanjutkan dengan uji posthoc Tukey.Hasil: Terdapat perbedaan pada kadar karbohidrat, lemak, protein, betakaroten, serat kasar, dan abu. Sementara pada daya terima tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Formula yang direkomendasikan adalah formula A2 dengan energi 130 kkal/100 ml dan protein 5,6 g/100 ml. Konsumsi 100 ml formula A2 dapat memenuhi 86% kecukupan energi dan 93% kecukupan protein anak gizi buruk pada fase rehabilitasi dengan kebutuhan energi 150 kkal/kgBB/hari dan protein 4 g/kgBB/hari.Simpulan: Formula makanan enteral berbasis labu kuning dan telur bebek memenuhi persyaratan kandungan gizi dan dapat diterima oleh panelis. Formula makanan enteral berbasis labu kuning dan telur bebek mengandung tinggi protein dan vitamin A.
Co-Authors ,Adriyan Pramono Adhimah, Ayu Fauziyyah Adriyan Pramono Ahmad Syauqy Akifah, Adzro'ul Ali Rosidi Amalia Nita Widyastuti, Amalia Nita Ameliora Dwi Astani Amirullah, M Fadil Andara, Fathiya Anggit Wicaksono Anggriany, Nissa Ani - Margawati Ani Margawati Ani Margawati Anjani, Gemala Apoina Kartini Argan Caesar Budiatmaja Arviyani, Tiffany Nisa Arwinda Nugraheni Aryu Candra Astrine Permata Leoni Ayu Rahadiyanti Befi Sundari Binar Panunggal BR Purba, Martalena Candra, Adiska Rani Ditya Damayanti, Yuliana Kusuma Danarsi, Chorina Swasti Denny Nugroho Sugianto Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Desi Sofiyana destiana - florencia Destikasari, Widya Dewanti Dewanti Dewi Kurnia Sandi Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi, Luthfia Dian Ratna Sawitri Diana Nur Afifah, Diana Nur Djuara P Lubis Elvizahro Leiyla Endang Mahati Endang Mahati Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Erin Ratna Kustanti Etisa Adi Murbawani Faizah Fulyani Fajrani, Alifia Mukti Fajrani, alifiaA muktiM Farid Agung Rahmadi, Farid Agung Fatih Az Zahra Febriani, Brilliantika Resy Fidiasari, Intan Sepna Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Fitriyanti, Addina Rizky Fitriyono Ayustaningwarno Fronthea Swastawati Fulyani, Faizah Gunawan, Sekar Ayu Putri Gustiana Mega Anggita Hardhono Susanto Hartanti Sandi Wijayanti Hastuti, Vivilia Niken Henny, Via Anugrah Hersanti Sulistyaningrum Hidayati Hidayati Ihat Hatimah Ilmiati, Fatia Ira Roza Milinda Jamhari Jamhari Jauharany, Firdananda Fikri Khasanah, Dwi Puji Khikmaturrohman, Sya’bani Isnaen KIRANA LAKSMI Kusmiyati Tjahjono Kusuma, Donny Wira Yudha Leo Nacion Santillana Lingga Edytias Pratiwi Lora Sri Nofi Maria Martiani Maria Mexitalia Maria Mexitalia Maria Pangkrasia Kirimunun Marsa, Firdaus Shadiqa Martalena Br Purba MARTHA ARDIARIA Martha Irene Kartasurya Miftahul Adnan Mita Arini Mohammad Arif Ali, Mohammad Arif Mohammad Sulchan Mohammad Zen Rahfiludin Muflihatul Muniroh Muniroh, Muflihatul Nani Maharani Nawai, Fatmayanti Niken Puruhita Ninik Rustanti Novitasari, Anggi Nurahmatika, Prisma Nurdin, Nurhanifah Muthmainnah Nurjanah, Ayu Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nyoman Suci Widyastiti Perdanawati, Mia Permatasari, Mayang Januarti Pramita Ariawati Putri Purwita Wijaya Laksmi Rachma Purwanti Rahardiyanti, Ayu Rahma, Devi Elvina Randenia, Nabila Reny Sartika Ria Purnawian Sulistiani Ria Purnawian Sulistiani, Ria Purnawian Robi Andoyo Roni Aruben Rosmalinda, Yusie Said Junaidi Sandi, Dewi Kurnia Siti Baitul Mukarromah Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Muis Sophia Rose Sri Achadi Nugraheni Sugiarto Sugiarto Sumardi Widodo Suroto Tiara Rosania Hestuningtyas Tiffany Nisa Arviyani Titis Rakhma Imtihani Tjahjono, Kusmiyati DK Tsani, A. Fahmy Arif Usydatul Falasifah Vanessa Yudha Azizul Ilmi Widayanti, Iftitan Setya Widya Destikasari Widyastuti, Trioni Winda Amalia Pertiwi Wita Rizki Amelia Yenni, Fitri Yuswo Supatmo Zainab Sholihah Zainudin Amali Zelyn Damayanti Zetta, Adelia Paradya