Claim Missing Document
Check
Articles

Community Empowerment in Making Natural Soap from Used Cooking Oil and Red Ginger Haryanto, Sri; Lestari, Lilla Puji; Yahya, Sitti Rachmawati; Pandey, Digvijay; Indriyani, Indriyani
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 5 No 2 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v5i2.3294

Abstract

Used cooking oil can be reused, one of which is to make liquid soap. Used cooking oil is first filtered and then clarified with activated carbon. This study aims to process used cooking oil into liquid soap by adding the red ginger extract to the formula. The method used in this research is the descriptive method. The results of this study showed that the liquid soap sample containing a red ginger extract did not meet the applicable standards based on several test parameters. Therefore, further research and development are needed to improve the composition of soap-making ingredients so that they can produce products that are more effective when used in everyday life.
PANDANGAN HUKUM TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM MENDUKUNG TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGs) : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MASYARAKAT Wujaya, Sonny; Romadhon, Ahmad Heru; Lestari, Lilla Puji
Journal of Education Technology and Civic Literacy (JET CIVIL) Vol 4, No 1 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jetcivil.v4i1.8180

Abstract

Studi ini menganalisis pandangan hukum tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam rangka mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pandangan hukum mendukung PHBS sebagai elemen penting dalam mencapai SDGs yang tercermin dalam perjanjian internasional dan undang-undang nasional. Harmonisasi antara pandangan hukum dan norma sosial menjadi kunci untuk mendorong kepatuhan masyarakat terhadap PHBS. Faktor-faktor seperti pendidikan dan kesadaran hukum, norma sosial, aksesibilitas sumber daya, peran lembaga, serta implikasi PHBS terhadap pencapaian SDGs, saling berinteraksi dan mempengaruhi penerimaan perilaku bersih dan sehat oleh masyarakat. Hasil-hasil ini menyoroti pentingnya pendidikan hukum, kerja sama kelembagaan dan penerapan sanksi yang tepat untuk memperkuat kepatuhan masyarakat terhadap PHBS. Mengintegrasikan pandangan hukum yang mendukung PHBS dengan faktor kepatuhan masyarakat dapat membantu merumuskan strategi penerapan PHBS yang lebih efektif untuk mendukung pencapaian tujuan SDGs
RANCANG BANGUN PANEL SURYA SEBAGAI ALAT PENGUSIR TIKUS BERBASIS ULTRASONIC Choifin, M; Afifah, Yunita Nur; Lestari, Lilla Puji; Prastio, Andika Yuli
Mechonversio: Mechanical Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Univervitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/mmej.v6i2.16435

Abstract

Teknologi panel surya sebagai alat pengusir tikus berbasis ultrasonic di rancang dan di hitung sesuai dengan kebutuhan guna memudahkan para petani dalam menjaga tanamannya dari serangan tikus yang merusak. Karena, Sebagian besar lahan di indonesia di jadikan sebagai lahan pertanian yang mana banyak para petani yang kerepotan dalam mengusir hama tikus yang menjadi salah satu hama utama yang merusak tanaman pangan. Dengan menggunakan panel surya 50 wp sebagai sumber energi listriknya yang nantinya cahaya matahari akan di konversikan menjadi energi listrik yang di simpan di aki dan timer theben sebagai alat untuk menyambung dan memutuskan arus yang menuju ke buzzer/ultrasonic berfrekuensi 22KHz – 85KHz yang nantinya akan menyala dan membuat tikus merasa terganggu dan lari. Hasil pada penelitian ini dapat di simpulkan tikus akan merasa terganggu dan kebingungan pada frekuensi 50KHz. Dan tegangan tertinggi pada panel surya bernilai sebesar 14,64 volt, dengan arus tertinggi memiliki nilai sebesar 1,164 A. Solar ultrasonic dapat menyala selama 12 jam pada waktu malam hari dengan tegangan sebelum beban tertinggi bernilai 5,242 volt, dan arusnya tertinggi bernilai 0,648 A. Pada pagi sampai sore harinya panel surya kembali menyerap energi matahari dan mengumpulkan energi listriknya pada baterai/aki.
Penggunaan Tanaman Nyamplung Calophyllum Inophyllum Sebagai Sumber Bahan Baku Energi Terbaharukan dengan Katalis KOH Lestari, Lilla Puji
Journal of Mandalika Social Science Vol 2 No 1 (2024): Journal of Mandalika Social Science
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/jomss.v2i1.91

Abstract

Tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum) memiliki potensi sebagai sumber bahan bakar nabati. Biji nyamplung mengandung minyak dengan kadar tinggi, dan biodiesel dapat diproduksi dari biji nyamplung melalui proses transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum) sebagai sumber bahan baku energi terbarukan melalui proses transesterifikasi dengan katalis KOH. Minyak nyamplung diekstraksi dari bijinya dan dikonversi menjadi biodiesel menggunakan metanol dan KOH sebagai katalis. Pengaruh variabel proses seperti konsentrasi katalis, waktu reaksi, dan suhu reaksi terhadap rendemen biodiesel dan karakteristiknya diinvestigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak nyamplung memiliki kandungan asam lemak yang sesuai untuk produksi biodiesel, dengan asam oleat (C18:1) sebagai komponen utama. Rendemen minyak nyamplung yang terkandung pada biji buah nyamplung yaitu sebesar 25,3%. Hasil pengujian kadar asam lemak bebas minyak nyamplung yaitu sebesar 17.96 %. Biodiesel nyamplung memiliki sifat fisik dan kimia yang memenuhi standar mutu biodiesel nasional dan internasional, menunjukkan potensi penggunaannya sebagai bahan bakar nabati yang ramah lingkungan.
The Importance of Increasing Awareness of Business Permits and Technological Transformation in Empowering MSMEs: Bouncing Back Post COVID-19 Pandemic Wijaya, Sonny; Lilla Puji Lestari; Ahmad Heru Romadhon; M Choifin
Community Development Journal Vol 7 No 3 (2023): Community Development Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cdj.v7i3.5285

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a significant impact on Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) worldwide, including in the village where the author conducted Community Service (Kuliah Kerja Nyata – KKN), in Sawocangkring Village, Cangkring Hamlet, Wonoayu, Sidoarjo, East Java, Indonesia from August 1st to 31st, 2023. During this community service activity, many local MSMEs experienced setbacks and even had to close down when the COVID-19 pandemic hit the country. To ensure the sustainability and recovery of MSMEs post COVID-19 pandemic, it is important to raise awareness of the role of business permits and technological transformation in empowering MSMEs. However, there is still a lack of knowledge and understanding among MSME owners regarding the importance of these two aspects. This community service activity was conducted using a qualitative approach with a descriptive method, involving observation and interviews. Additionally, primary data was collected through pre and post activity surveys in the form of questionnaires administered to MSMEs owners. In this case, as a pilot project for community service activities, the author focused only on selecting 2 leading MSMEs as partners for this community service activity. The results of this community service activity related to business permits include socialization and assistance in obtaining the Business Identification Number (Nomor Induk Berusaha - NIB). As for technological transformation, socialization and assistance were provided in creating websites for MSMEs, Google Map location services, and e-commerce platforms such as Shopee and Tokopedia. In the context of post COVID-19 pandemic MSME recovery, increasing awareness of the importance of business permits and technological transformation plays a crucial role in empowering MSMEs. By enhancing the knowledge and understanding of MSMEs owners regarding legitimate business permit procedures and the benefits of technological transformation, MSMEs can gain better access to markets, financing, and resources needed to recover and grow their businesses.
Peningkatan Penjualan Melalui Penggunaan Website pada UMKM Serbuk Minuman Herbal Farkhan, Muhammad; Aldimas, Reven; Anam, Khairil; Perdana, Dony; Lestari, Lilla Puji; Ngibad, Khoirul; Dianto, Annando Kusuma; Fahrudin, Ahmad Dani; Arrafi, David Khalik
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 11 (2024): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/h6y1kk57

Abstract

Dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), kami bermitra dengan UMKM Queen Sae yang bergerak dalam pembuatan serbuk minuman herbal. UMKM Queen Sae telah memiliki P-IRT, sertifikat merek dan sertifikat halal. Mitra belum mempunyai websi teresmi yang berbayar tiap tahun. Mitra masih menggunakan website gratisan yang terkesan kurang profesional. Tujuan pelaksanaan PkM ini adalah untuk melakukan pendampingan usaha mitra dengan dalam pemasaran produk secara online menggunakan website sehingga dapat meningkatkan jumlah omset dan keuntungan mitra. Metode PkM ini adalah 1. Persiapan (tim PkM meliputi: pembuatan materi dan indikator – indikator penilaian keterampilan pengelolaan website), 2. Pelaksanaan (pelatihan dan pendampingan dalam pemasaran online melalui pembuatan dan pengelolaan website), dan 3. Monitoring dan evaluasi kegiatan PkM (hasil uji/skor dari beberapa kegiatan pelatihan dan pendampingan akan dikumpulkan untuk dilakukan analisis). Hasil PkM ini adalah mitra telah mempunyai website https://queensae.co.id/ untuk penjualan produk secara online. Ketrampilan mitra dalam mengelola website dibuktikan dengan kemampuan mitra dalam menguasai indikator-indikator penilaian keterampilan website yang mencapai 90%. Selain itu, juga terjadinya peningkatan omset dan pendapatan mitra yang mencapai 30-40%. Kegiatan PkM ini telah berdampak pada peningkatan penjualan melalui penggunaan website pada UMKM serbuk minuman herbal.
PENGOLAHAN BUAH NANAS UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA KPH WARGA TRANS DI DESA SUNGAI BESAR KABUPATEN KETAPANG Saefullah, Aep; As’ad, Ihwana; Maulidiana, Lina; Lidyawati, Anna; Lestari, Lilla Puji; Nurasiah, Nurasiah
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3202

Abstract

This community service is part of the Team Based Project of the 2021 Independent Campus Young Fighters Program organized by the Ministry of Social Affairs in collaboration with the Ministry of Education and Culture, Research and Technology and the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia. The activity was carried out from November 15 to December 11, 2022 to four transmigration community groups consisting of 38 beneficiary families of the Family Hope Program (PKH) Sungai Besar Village, South Matan Hilir District, Ketapang Regency, West Kalimantan Province. The activity organizers consisted of 6 lecturers and 3 students of the Ministry of Social Affairs Merdeka Campus Young Fighters from various universities. The activity method is used by socializing pineapple fruit processing, training on marketing strategies for processed pineapple fruit products, pretest and post test and monitoring evaluation. The results showed that based on community service activities, this activity was significantly beneficial to residents. This program has opened up opportunities for residents to develop skills in processing available natural resources, such as pineapple fruit, into marketable products. The participation of Sungai Besar Village residents in the socialization of pineapple fruit processing is very positive and enthusiasm is high for this business development opportunity. Constraints encountered, (1) variations in participants' educational backgrounds and experiences led to differences in their speed and ability to understand the material. (2) Limited access to resources. (3) Use of technical language and terms in the materials. (4) time availability. (5) Concerns about business sustainability and economic risks were also raised. The 4P (Product, Price, Place Promotion) marketing training provided the importance of developing attractive products, appropriate pricing, efficient distribution strategies, and promotions that reach the target audience. This activity not only improves their ability in the technical aspects of product processing, but also in the business and marketing aspects that will help them earn wages or profits. This program not only provides new skills, but also encourages the economic independence of trans people. They become more productive, can utilize local potential, and contribute to the family and community economy. 4 Indicators of the program's success include the ability of residents, Sungai Besar Village becoming a tourist destination icon for pineapple processed souvenirs, increasing community income and utilization of peatlands into pineapple cultivation land
Pemberdayaan Petani Kopi Ngembat Lestari melalui Teknologi Pasca Panen dan Strategi Pemasaran Digital Choifin, Mochamad Choifin; Lestari, Lilla Puji; Sari, Ratna Eka; Triyoga, Muhammad Dandi; Madani, Midhad; Rahmawati, Eka Putri
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1308

Abstract

Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi yang besar dalam budidaya kopi liberika. Namun, proses produksi dan pemasarannya masih dilakukan secara tradisional sehingga menyebabkan kualitas kopi yang kurang optimal dan pemasaran yang terbatas. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi melalui penerapan teknologi pasca panen dan memperluas jangkauan pasar dengan pemasaran berbasis digital marketing. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan kepada Kelompok Tani Tahura Sumber Unggul, meliputi penggunaan alat pengering kopi Solar Driyer Dome dan mesin penggoreng semi otomatis. Selain itu, dilakukan pelatihan pemasaran digital yang meliputi branding produk dan pembuatan konten pemasaran. Pendampingan manajemen usaha juga dilakukan, termasuk penyusunan laporan keuangan dan pengurusan izin usaha dan sertifikasi halal. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas kopi, dimana kopi yang dihasilkan memiliki rasa dan tekstur yang lebih baik serta produksi yang lebih efisien. Penerapan pemasaran digital juga berhasil memperluas jangkauan pasar kopi hingga ke luar daerah, yang berdampak pada peningkatan penjualan dan pendapatan petani. Manajemen bisnis yang lebih baik, termasuk pencatatan keuangan dan legalitas usaha, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberlanjutan bisnis. Dengan adanya teknologi dan strategi pemasaran yang baru ini, diharapkan petani kopi di Desa Ngembat dapat menjadi lebih mandiri.
Analisis Risiko Dalam Rantai Pasok Pada Usaha Kecil Menengah Produk Kerupuk Kerang Dan Rumput Laut (KERULA) Eko Nurmianto; Alfiah Indasah; Lilla Puji Lestari; Dwi Endah; Fikri Fauzan Nur Nurmianto; Sri Wiwoho Mujanarko
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i2.1413

Abstract

Jumlah kerang dan rumput laut yang sangat besar belum dikelola dengan baik oleh usaha kecil dan menengah (UKM) lokal. Manajemen rantai pasok merupakan sistem yang mengkoordinasikan aliran material, informasi, dan uang dari pemasok ke pengguna akhir. Kerula adalah kombinasi dari kerang dan rumput laut (kerang dan rumput laut, Kerula), masalahnya adalah menilai risiko dalam rantai pasokan di sebuah UKM di Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, Jawa Timur, yang tidak dapat mengubah kerang dan rumput laut menjadi bahan makanan yang diinginkan oleh masyarakat adat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rantai pasok produk Kerula pada UKM di Kecamatan Sumberasih, serta untuk mengatasi masalah manajemen risiko dan meningkatkan nilai tambah pada rantai pasok produk Kerula dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, studi literatur, wawancara, dan kuesioner. Penelitian ini mengumpulkan data yang kemudian dianalisis dengan menggunakan FMEA, yang meliputi tiga parameter yaitu severity, occurrence, dan detection. Strategi ini memberikan solusi manajemen rantai pasokan yang mengintegrasikan aspek-aspek untuk mengurangi dan meminimalkan risiko. UKM di Kecamatan Sumberasih ini memiliki satu jaringan rantai pasokan yang mencakup pemasok, agen, toko, dan konsumen. Hasil dari teknik FMEA menunjukkan bahwa peningkatan implementasi manajemen rantai pasokan di Kecamatan Sumberasih dapat dilakukan dengan mengatasi risiko yang muncul pada saat pemilihan bahan baku, penyimpanan, dan lain sebagainya. RPN maksimum adalah 448, yang menunjukkan bahwa penjualan akan menjadi sulit.
Peningkatan Kapasitas Produksi UMKM Serbuk Minuman Herbal Menggunakan Mesin Oven Dan Kristalisasi Dony Perdana; Lilla Puji Lestari; Muhammad Farkhan; Khoirul Ngibad; Annando Kusuma Dianto; Ahmad Dani Fahrudin
Among : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Among Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ajpm.v6i2.16812

Abstract

UMKM Queen Sae di Desa Modong Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo yang bergerak dalam pembuatan serbuk minuman herbal mempunyai permasalahan prioritas, yaitu mitra belum mempunyai mesin pengering/oven dengan kapasitas yang memadai untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja. Selain itu, mitra juga belum mempunyai mesin pembuat bubuk jahe instan atau mesin kristalisasi. Oleh karena itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UMAHA Sidoarjo membantu mitra dengan memberikan solusi, yaitu: pengadaan TTG berupa mesin oven dan mesin kristalisasi. Metode dalam PkM ini adalah analisis situasi dan kesepakatan persoalan prioritas mitra, persiapan, pelaksanaan dan monitoring dan evaluasi kegiatan PkM. Hasil PkM adalah mesin pengering/oven dan mesin pembuat bubuk jahe instan telah didiseminasikan kepada mitra. Penggunaan mesin oven tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 100 % sehingga berdampak pada peningkatan penjualan dan permintaan konsumen yang melebihi kapasitas produksi mitra juga dapat teratasi dengan baik melalui mesin oven tersebut. Selain itu, penggunaan mesin pembuat bubuk jahe instan tersebut dapat meningkatkan produktivitas menjadi 400 % lebih meningkat dan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan lebih mempermudah pekerjaan. Dengan demikian, kegiatan PkM mempunyai dampak terhadap perkembangan mitra dalam hal peningkatan kapasitas produksi sehingga dapat meningkatkan penjualan dan profit bagi mitra.
Co-Authors Abd. Jalil Achmad Almubaroq Achmad Ony Mirza Firdiansyah Ady Lesmana Aep Saefullah Afifah, Yunita Nur Afifatuz Zakiyyah Ahmad Dani Fahrudin Ahmad Heru Romadhon Akbar, Ronny Makhfuddin Aldimas, Reven Alfiah Indasah ALIMA Alima Anfal Ainul Yaqin Anita Annando Kusuma Dianto Arrafi, David Khalik As’ad, Ihwana Aulia, Rizza Fatma Bambang Panji G Bambang Panji Gunawan Choifin, M Choifin, Mochamad Choifin Diah Ayu Apriani Dianto, Annando Kusuma Dony Perdana Dwi Endah Dwi Retnaningtyas Utami Eddy Gunawan Eko Nurmianto Eko Nurmianto Eko Sutrisno, Eko Endang Endang Endang Mawarti Endang Muryani Erly Ekayanti Rosyida Ersad Mochammad Evy Ratnasari Ekawati Fahmi Arti Fahmia Nur Fauziah Fahrudin, Ahmad Dani Farkhan, Muhammad Fauziah, Fahmia Nur Fikri Fauzan Nur Nurmianto Fikri Nurfauzan Nurmianto Firda Inayah Gilang Samudra Trikurniawan Haryanto, Sri Ica Elvina Imun, Meri M. Indah Nur Aini Indasah, Alfiah Indriyani Indriyani Jiarti Kusbandiyah Karisma Ayu Ningtyas Keiko Alliyah Nugraha Khairil Anam Khairil Anam, Khairil Khoirul Ngibad Khoirul Ngibad Lailatun Ni’mah Laily Fazriyah Lestari, Veronika Nugraheni Sri Lidyawati, Anna Lina Maulidiana M Choifin Madani, Midhad Maghfiroh, Isnaini Ramadhani Hayyuni Margalin, Brilliant Marniati Marniati Mawarti, Endang Mei Ayu Setyo Ningrum Mitha Otik Wiraswati Mochamad Fahmi Saputra Mochamad Fahmi Saputra Mochammad Choifin Mochammad Machrudi Zakaria Mochammad Mahdi Abyan Muhammad Alfian Muzzaky Muhammad Farkhan Nadhifah Salsabila Ngibad, Khoirul Ningtyas, Karisma Ayu Nurasiah Nurasiah Nurmianto, Fikri Fauzan Nur Nurmianto, Fikri Nur Fauzan Oky Permana PAMUNGKAS, ADJI Pandey, Digvijay Prastio, Andika Yuli Puspita, Asri Dwi Rahmawati, Eka Putri Ramli, Nurlaili Renny Nirwana Sari Rezki Bachtiar Yuliansyah Rio Arisandi Pratama Rizka Mudyanti Robbi'ul Hamzah Rodli, Achmad Fathoni Romadhon, Ahmad Heru Rudy Ananta Safitri, Lailatul Safitri, Vira Salsabila, Nadhifah SARI, MULIA SAFRIDA Sari, Ratna Eka Sari, Renny Nirwana Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Sholikhah, Faizatus Solikah Ana Estikomah Sonny Wijaya Sonny Wijaya Sri Wahyuni Sri Wiwoho Mujanarko Sriyanti, Cut Sugianto Sutrisno Adi Prayitno Sutrisno Adi Prayitno Triyoga, Muhammad Dandi Utami, Dwi Retnaningtyas Venty Delvi Ayu Vira Safitri Wahyu Utami Wahyu Utami, Wahyu Wijaya, Sonny Wiji Lestariningsih Wilujeng Rindhyani Rahayu Winda Ayu Afrina Wujaya, Sonny Wuri Kristianto Yahya, Sitti Rachmawati Yanuarini Nur Sukmaningtyas Yuda Ryan Saputro Yuli Choirul Umah, Yuli Choirul Yulita Dwi Nor Afifah Yunita Nur Afifah Zukhruf Ramadhani Zulzilaatun Nikmah