Roni Nugraha
Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Jalan Agatis, Bogor, 16680, Jawa Barat, Indonesia

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penapisan senyawa bioaktif antibakteri fungi laut endofit asal Pulau Buton Sulawesi Tenggara: Screening bioactive compounds of marine endophytic fungi as antibacteria from Buton Island, Southeast Sulawesi Isti'anah, Ismi; Tarman, Kustiariyah; Suseno, Sugeng Heri; Nugraha, Roni; Effendi, Irzal
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i7.50489

Abstract

Fungi laut endofit mengandung senyawa bioaktif alami sehingga memiliki kemampuan sebagai antimikroba, antitumor, antivirus, antikanker, dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan potensi senyawa bioaktif yang dimiliki oleh fungi laut endofit dan aktivitas antibakterinya dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen Vibrio harveyi. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu isolasi, seleksi, uji antagonis, ekstraksi senyawa aktif, dan uji antibakteri. Isolasi dan seleksi fungi laut endofit dilakukan pada sampel rumput laut dan mangrove yang berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara menggunakan media potato dextrose agar (PDA). Isolat sebanyak 35 diuji antagonis dengan bakteri patogen Vibrio harveyi dan menghasilkan zona bening yang berkisar antara 2-21 mm. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan dipekatkan dengan rotary evaporator. Ekstrak isolat fungi laut Aspergillus terreus (WB 1-2) membentuk zona hambat (inhibisi) tertinggi pada bobot 2 mg/mL sebesar 21,8±0,3 mm. Diameter zona hambat ekstrak Aspergillus terreus tersebut lebih besar dibandingkan dengan kloramfenikol (19 mm) yang digunakan sebagai kontrol positif. Hal ini menunjukkan bahwa fungi laut endofit A. terreus dapat digunakan sebagai antibakteri alami dalam pencegahan patogen di dalam bidang akuakultur.
Insan Kamil, Takhalluq bi al-akhlâq Allah dan Relevansinya Terhadap Pengembangan Pendidikan Islam Nugraha, Roni
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntaximperatif.v3i6.502

Abstract

Eksistensi manusia di alam semesta berbeda dengan makhluk lainnya yang cenderung ada tanpa proses menjadi. Dalam dimensi jasadiah misalnya, manusia lahir, tumbuh dan berkembang melalui tahapan-tahapan yang cukup Panjang. Demikian halnya dalam dimensi kemanusiaan, ia menjelma menjadi citra diri seseorang melalui proses pendidikan sepanjang hayat yang dalam bahasa Driyarkara diistilahkan dengan hominisasi dan humanisasi (pemanusiaan manusia muda). Kemanusiaan itu sendiri merupakan ciri khas yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Karenanya, membincangkan Pendidikan harus bermuara pada citra ideal manusia yang dalam Bahasa agama dikenal dengan istilah insan kamil. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa gagasan insan kamil merupakan tipologi manusia ideal yang menampilkan dua sisi wajah Tuhan, luthfun dan qahrun. Karenanya, dalam pengembangan pendidikan, tidak bisa hanya berpijak pada satu sisi wajah Tuhan, pendidikan harus berpijak pada dua dimensi wajah Tuhan sehingga dengannya manusia akan berada pada posisi seimbang antara luthfun dan qahru, antara rahmat dan keadilan, antara harap dan takut
Strengthening Character Through Comparative Rhetoric and Istifham: A Study on E. Abdurrahman’s Thoughts on Character Education Nugraha, Roni; Basrawi, Joyce Bulan; Adudin Alijaya, Adudin
Khazanah Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2024): Khazanah Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kpi.v6i1.40701

Abstract

This article examines the Strengthening of Character through Comparative Rhetoric and Istifham (Rhetorical Questions): A Study of E. Abdurrahman’s Thoughts on Moral Education. As a second-generation activist of the PERSIS organization, besides being proficient in the field of fiqh, E. Abdurrahman demonstrated significant attention to moral education. He published at least 87 articles on moral education in various Islamic magazines between 1936 and 1983. The findings of this study indicate three key principles of moral education: moral education should be elevated from mere ability (bisa) to habitual practice (biasa); it must culminate in loyalty to God; and it should be student-centered, grounded in the philosophy of ngajeujeuhkeun. The concepts of "giving and sustaining life," "ensuring and promoting safety," and "establishing and maintaining security" are three essential terms used to define the goals of moral education. From the 87 articles, E. Abdurrahman’s core materials on moral education can be categorized into eleven topics: the purpose of life, the profile of the ideal human, the urgency of moral education, heart cultivation, life resources, justice, balance, the inner dimension of worship, food and drink, death, and shame. From the perspective of strengthening moral education, Abdurrahman positioned tawahum (empathy) as a pillar for determining the methods of moral education. At the implementation level, tawahum is associated with the teacher's ability to engage in persuasive communication by employing various rhetorical styles that touch emotions, such as comparative rhetoric and istifham.
Nilai-nilai pendidikan Islam dalam bela diri Lanah Shurulkhan Persatuan Islam Fariz Rizki, Fariz Rizki Ramdhani; Fathurahman, Muhammad Iqbal; Suhada, Arie Noviana; Nugraha, Roni
AL-IBANAH Vol. 10 No. 1 (2025): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/zwarwc13

Abstract

 Olahraga adalah kegiatan yang meliputi aktivitas fisik atau menggunakan skill dan fisik yang komplek oleh seseorang yang telah dimotivasi oleh dukungan baik dari luar dan dalam diri. Banyak jenis pendidikan yang memperkuat jasmani melalui olahraga bela diri diantaranya yaitu bela diri Lanah Shurulkhan Persis. Masalah dalam penelitian ini adalah  Bagaimana nilai-nilai Pendidikan Islam dalam bela diri Lanah Shurulkhan Persis, dan bagaimana implementasi nilai-nilai Pendidikan Islam dalam bela diri Lanah Shurulkhan Persis. Tujuan dan kegunaan penelitiannya adalah Untuk menganalisis nilai-nilai Pendidikan Islam dalam bela diri Lanah Shurulkhan Persis. Untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pendidikan Islam bela diri Lanah Shurulkhan Persis. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian yang bersifat kualitatif ini bertujuan untuk memahami suatu permasalahan yang sedang dialami oleh subjek peneliti. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh selama penelitian berupa hasil catatan lapangan, observasi, dan wawancara. Lanah Shurulkhan Persatuan Islam berasaskan Islam dan berlandasan Al-Qur’an dan As-Sunnah, bersifat persaudaraan, edukatif dan da’wah, bertujuan membentuk manusia yang sehat, kuat, terampil dan berpikiran cerdas agar menjadi mujahid, mujtahid, dan mujaddid, berfungsi untuk menampung dan merealisasikan minat dan bakat serta keinginan para pegiat bela diri Islami. Implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam bela diri Lanah Shurulkhan Persatuan Islam tercermin dalan sebelas butir janji perguruan dan menerapkan dalam setiap gerak langkah kehidupan baik dari segi nilai Aqidah, nilai Ibadah, dan nilai Akhlak.
Nilai-nilai pendidikan Islam dalam bela diri Lanah Shurulkhan Persatuan Islam Fariz Rizki, Fariz Rizki Ramdhani; Fathurahman, Muhammad Iqbal; Suhada, Arie Noviana; Nugraha, Roni
AL-IBANAH Vol. 10 No. 1 (2025): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/zwarwc13

Abstract

 Olahraga adalah kegiatan yang meliputi aktivitas fisik atau menggunakan skill dan fisik yang komplek oleh seseorang yang telah dimotivasi oleh dukungan baik dari luar dan dalam diri. Banyak jenis pendidikan yang memperkuat jasmani melalui olahraga bela diri diantaranya yaitu bela diri Lanah Shurulkhan Persis. Masalah dalam penelitian ini adalah  Bagaimana nilai-nilai Pendidikan Islam dalam bela diri Lanah Shurulkhan Persis, dan bagaimana implementasi nilai-nilai Pendidikan Islam dalam bela diri Lanah Shurulkhan Persis. Tujuan dan kegunaan penelitiannya adalah Untuk menganalisis nilai-nilai Pendidikan Islam dalam bela diri Lanah Shurulkhan Persis. Untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pendidikan Islam bela diri Lanah Shurulkhan Persis. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian yang bersifat kualitatif ini bertujuan untuk memahami suatu permasalahan yang sedang dialami oleh subjek peneliti. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh selama penelitian berupa hasil catatan lapangan, observasi, dan wawancara. Lanah Shurulkhan Persatuan Islam berasaskan Islam dan berlandasan Al-Qur’an dan As-Sunnah, bersifat persaudaraan, edukatif dan da’wah, bertujuan membentuk manusia yang sehat, kuat, terampil dan berpikiran cerdas agar menjadi mujahid, mujtahid, dan mujaddid, berfungsi untuk menampung dan merealisasikan minat dan bakat serta keinginan para pegiat bela diri Islami. Implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam bela diri Lanah Shurulkhan Persatuan Islam tercermin dalan sebelas butir janji perguruan dan menerapkan dalam setiap gerak langkah kehidupan baik dari segi nilai Aqidah, nilai Ibadah, dan nilai Akhlak.
Implementasi Kurikulum KH. E. Abdurrahman dalam Mencetak Santri Tafaqquh Fiddin di Pesantren Persatuan Islam Cinaya-Purwakarta Himawan, Pebrian Erdiana; Nugraha, Roni
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntaximperatif.v5i6.619

Abstract

Pendidikan adalah suatu upaya meningkatkan sumber daya manusia kearah yang lebih baik, disamping itu pendidikan tidak akan terlepas dari permasalahan, diantara permasalahan yang ditemukan pada pendidikan adalah model kurikulum yang diterapkan dan bagaimana Implementasi-nya, sehingga untuk mencapai tujuan yang diinginkan diperlukan adanya sebuah kurikulum dan bagaimana pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Konsep kurikulum KH.E. Abdurrahman pada jenjang Mu'allimin di Cinaya, mengetahui bagaimana implementasi kurikulum yang terdapat di pesantren persis Cinaya dalam mencetak santri tafaqquh fiddin. Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa dalam pendidikan pesantren ada penolakan terhadap kemajuan teknologi, dimana pesantren menganggap teknologi adalah ancaman dari orang barat untuk merusak islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa "Implementasi Kurikulum Mu'allimin di Pesantren Persis Cinaya dalam Mencetak Santri Tafaqquh Fiddin" sudah terlaksana dengan baik, namun belum optimal, karena banyaknya mata pelajaran yang ada dipesantren. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 1936 di Persatuan Islam dengan memodifikasi sebagian sistem pesantren Modern Gontor- Jawa Timur yaitu wajib asrama dan pengabdian selama 1 tahun penuh, dan santri wajib mematuhi peraturan yang ada di pesantren selama 24 jam. Dapat disimpulkan bahwa implementasi kurikulum dalam mencetak santri tafaqquh fiddin menggunakan metode yang mencakup pembiasaan, keteladanan, pengarahan, penugasan, dan penciptaan lingkungan yang baik. Namun, tujuan yang diinginkan belum tercapai secara maksimal karena masih terdapat berbagai kendala, diantaranya dari faktor santri dan asatidz. Namun beberapa hal yang menjadi penghambat itu dapat diselesaikan secara baik dengan memanfaatkan lebih banyak faktor pendukung dibanding mengeluhkan apa yang menjadi faktor penghambatnya
Peningkatan Kompetensi Dirasah Islamiyah Santri Melalui Program Tajhiziyyah di Pesantren Persatuan Islam 84 Ciganitri Syakir, Fahmie Ahmad; Nugraha, Roni
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntaximperatif.v5i6.639

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tidak bisa dilepaskan dari jam’iyyah Persatuan Islam. Pesantren menitikberatkan pendidikan kepada pengetahuan agama atau dirasah Islamiyyah. Salah satu pesantren Persatuan Islam diantaranya pesantren Persatuan Islam 84 Ciganitri. Pesantren Persis 84 berupaya meningkatkan kemampuan dirasah Islamiyyah santri melalui program Tajhiziyyah. Penelitian ini berdasarkan pada asumsi bahwa terdapat peserta didik yang tidak mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang tsanawiyah karena kurang dalam kompetensi dirasah Islamiyyah atau pengetahui dasar ilmu agama. Tujuan dan kegunaan penelitian ini adalah untuk mengetahui tujuan, materi ajar, metode pembelajaran, dan teknis evaluasi dalam program Tajhiziyyah Persatuan Islam 84 Ciganitri. Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memahami suatu permasalahan yang sedang dialami oleh subjek peneliti. Analisis data deskriptif digunakan berupa hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Program Tajhiziyyah mempunyai peran yang penting dalam mempersiapkan santri supaya meningkatkan kompetensi dirasah Islamiyyah. Tujuan program ini untuk menyiapkan santri yang akan masuk ke jenjang tsanawiyyah. Materi yang diajarkan pada program ini yaitu hanya pelajaran agama dasar. Ada beberapa metode yang digunakan dominan digunakan juga terdapat pengembangan metode. Evaluasi pada program ini dilakukan terhadap santri dan guru
Islamic Education in University Mosques: The Role of Campus Mosques in Shaping Students’ Religious Development Hadi, Asdianur; Nugraha, Roni; Nurmawan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i8

Abstract

Campus mosques play a significant role in fostering students’ religious development, particularly within public universities where Islamic education is not the primary academic focus. However, this potential remains institutionally and programmatically underutilized. This study seeks to examine the religious development initiatives implemented by campus mosques through a critical synthesis of empirical studies conducted at various Indonesian universities. Utilizing a qualitative, literature-based conceptual approach, this article analyzes 23 scholarly sources, including journal articles, theses, and research reports published between 2015 and 2024. The findings reveal recurring patterns of religious mentoring, halaqah, thematic Islamic studies, and Islamic leadership training. Nevertheless, these practices are seldom systematized or formally integrated into university-wide character-building programs. This study contributes to the academic discourse by offering a synthesized framework of campus mosque practices and calls for further field-based research to inform institutional policy development rooted in Islamic values. Abstrak: Masjid kampus memiliki peran signifikan dalam membina keagamaan mahasiswa, terutama di perguruan tinggi umum yang tidak menempatkan pendidikan agama sebagai fokus utama akademik. Namun, peran ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal secara kelembagaan maupun programatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pembinaan keagamaan mahasiswa yang dilakukan oleh masjid kampus melalui sintesis kritis terhadap studi-studi empiris di berbagai universitas di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur konseptual, artikel ini menganalisis 23 publikasi ilmiah yang terdiri dari artikel jurnal, skripsi atau tesis, dan laporan penelitian yang terbit antara tahun 2015 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan adanya pola berulang dalam kegiatan pembinaan seperti mentoring keislaman, halaqah, kajian tematik, dan pelatihan kepemimpinan Islami. Namun, pola-pola tersebut belum terdokumentasi secara sistematis dan belum terintegrasi secara formal dalam sistem pengembangan karakter di perguruan tinggi. Kajian ini memberikan kontribusi ilmiah berupa kerangka sintesis yang dapat menjadi pijakan awal dalam memperkuat fungsi kelembagaan masjid kampus serta mendorong penelitian lapangan lanjutan untuk mendukung kebijakan pembinaan mahasiswa berbasis nilai-nilai Islam.
Penguatan Pendidikan Islam Melalui Nadhaman Syarifuddin, Asep; Magfiroh, Nia Daniyatul; Lestari SM, Nelis; Nugraha, Roni
AL-IBANAH Vol. 10 No. 2 (2025): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/2banah.v10i2.387

Abstract

Dalam tradisi keilmuan Islam, nadham digunakan sebagai metode efektif dalam menyampaikan dan menghafalkan materi keagamaan, seperti ilmu tauhid, fiqih, nahwu, dan akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian nadham serta implementasinya dalam konteks pendidikan pesantren dan isu-isu sosial keagamaan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap literatur berbahasa Indonesia yang membahas nadham, termasuk kitab "Aqidatul Awam", "Syifaul Ummah", dan "Mitsaq al-Madinah" karya KH. Taufiqul Hakim. Hasil kajian menunjukkan bahwa nadham tidak hanya memiliki fungsi edukatif dalam pengajaran klasik, tetapi juga adaptif dalam menyampaikan pesan-pesan moral, nasionalisme, dan moderasi beragama di era kontemporer. Dengan gaya penyampaian yang estetis dan mudah diingat, nadham menjadi media dakwah dan pendidikan yang relevan di berbagai kalangan masyarakat.
Penguatan Pendidikan Islam Melalui Nadhaman Syarifuddin, Asep; Magfiroh, Nia Daniyatul; Lestari SM, Nelis; Nugraha, Roni
AL-IBANAH Vol. 10 No. 2 (2025): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/2banah.v10i2.387

Abstract

Dalam tradisi keilmuan Islam, nadham digunakan sebagai metode efektif dalam menyampaikan dan menghafalkan materi keagamaan, seperti ilmu tauhid, fiqih, nahwu, dan akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian nadham serta implementasinya dalam konteks pendidikan pesantren dan isu-isu sosial keagamaan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap literatur berbahasa Indonesia yang membahas nadham, termasuk kitab "Aqidatul Awam", "Syifaul Ummah", dan "Mitsaq al-Madinah" karya KH. Taufiqul Hakim. Hasil kajian menunjukkan bahwa nadham tidak hanya memiliki fungsi edukatif dalam pengajaran klasik, tetapi juga adaptif dalam menyampaikan pesan-pesan moral, nasionalisme, dan moderasi beragama di era kontemporer. Dengan gaya penyampaian yang estetis dan mudah diingat, nadham menjadi media dakwah dan pendidikan yang relevan di berbagai kalangan masyarakat.
Co-Authors - - cholifah Achmad, Fariz Adudin Alijaya, Adudin Agoes M Jacoeb Agoes M Jacoeb Agoes Mardiono Jacoeb Agus Yulianto Al-Muta'aliyah, Fayed Fauzan Aninditya Artina Setiaputri Asadatun Abdullah Basrawi, Joyce Bulan Bustami Ibrahim Desniar - - Diana Ningdya Lihuana Duanassurya, Megana ella - salamah Ella Salamah Fafa Rizkon Karima Fahmi, Muhamad Ismail Farida, Hasna Fariz Rizki, Fariz Rizki Ramdhani Fathurahman, Muhammad Iqbal Firda Agnes Monica Giri Rohmad Barokah Hadi, Asdianur Hadillah, Arief Himawan, Pebrian Erdiana Irama Dramawanti Pamungkas Irzal Effendi Isti'anah, Ismi Jajang A Rohmana Jannah, Arum Jayanti, Feby Dwi Kamil, Ihsan Kamilawati, Ella Kamilawatie, Ella Khairi, Nur Alifah Komala, Ela Kristian Edo Zulfamy Kurniawan, Farhan Kustiariyah Tarman La Ode Sahaba Lestari SM, Nelis Luh Putu Ratna Sundari Magfiroh, Nia Daniyatul Mahardika, Vania Mala Nurilmala Mandela, Risco Marisa Permatasari Misla Alfitri Mohammad Irfan N. Nurjanah Nadia Fabella Nazihah, Nilna Tsabita Novrian, Arfie Nurhakim, Iwan Ridwan Nurhaliza, Ghefira Nurmawan Nurmawan, Nurmawan Permanik, Intan Pertiwi, Rizsa Mustika Pitriani, Leni Pramesti, Nabilla Adhiany Puspita Sari Dewi Qonaah, Eneng Rahma Dini Arbajayanti Riki Kurniawan Rizsa Mustika Pertiwi Rizsa Mustika Pertiwi Rizsa Mustika Pertiwi Rohaeni, Anie Rosidah Rosidah Ruddy Suwandi Safitri, Novemi Gita safrina dyah hardiningtyas siluh putu sri dia utari Sugeng Heri Suseno Suhada, Arie Noviana Syakir, Fahmie Ahmad Syarifuddin, Asep Tarliah, Liah Tarsyidah, Rita TATI NURHAYATI Tri Kalbu Ardiningrum Sejati Uut Tri Utami Valenti Yusron, Feny Wina Novila